Dokumen yang dirilis Apple terkait sideload aplikasi. Foto: dok Apple
Di bawah Undang-undang Pasar Digital yang diusulkan Komisi Eropa, Apple mungkin terpaksa membolehkan pengguna untuk sideload aplikasi di iPhone
mereka. Berupaya menghalau disahkannya aturan tersebut, raksasa
teknologi yang bermarkas di Cupertino itu membeberkan alasan kenapa
selama ini tidak mengizinkan install aplikasi dari luar App Store. Sebuah
dokumen setebal 16 halaman berjudul 'Membangun Ekosistem Terpercaya
untuk Jutaan Aplikasi' baru saja dirilis Apple. Isinya lebih ke
pembenaran mengapa App Store harus menjadi satu-satunya tempat di mana
pengguna iOS dapat menemukan dan mengunduh aplikasi. Menurut
dokumen itu, dikatakan bahwa ponsel berisi informasi paling sensitif
tentang kehidupan pribadi dan profesional kita. Dalam hal privasi, Apple
percaya bahwa itu adalah hak asasi manusia yang mendasar dan prinsip
itu memandu standar privasi tinggi yang mereka bangun ke dalam produk
mereka.
Pengenalan
label privasi dan App Tracking Transparency baru-baru ini tidak hanya
menawarkan kontrol yang lebih baik kepada pengguna atas data mereka,
tetapi juga memberikan lebih banyak informasi untuk memungkinkan
pengguna membuat pilihan yang tepat dalam hal pemberian izin. Dikatakan bahwa semua aplikasi yang terdaftar di Apple App Store
ditinjau untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut memenuhi standar
tinggi dengan pedoman yang ketat. Proses peninjauan juga memastikan
bahwa pengguna dilindungi dari malware, penjahat dunia maya, dan scammer. Selain
itu, agar si buah hati tetap aman, aplikasi untuk anak-anak juga harus
memenuhi pedoman tertentu dan harus terintegrasi dengan fitur kontrol
orang tua iOS. Karenanya jika sideload diizinkan, Apple khawatir
pengguna akan mengunduh aplikasi bajakan yang bakal menyebabkan
pengembang kehilangan uang. Selain itu, pengguna berpotensi terkena
ransomware potensial di mana pengguna terancam kehilangan data mereka. Dalam
dokumen tersebut disertakan penelitian bahwa Android terinfeksi
aplikasi malware 15 kali lebih banyak ketimbang iPhone. Ini karena
aplikasi Android dapat diunduh dari mana saja. Menurut penelitian tersebut, lantaran menjadi sistem terbuka membuat pengguna Android
tidak hanya dapat mengunduh aplikasi dari Google Play Store. Ada toko
aplikasi lain yang ditawarkan oleh berbagai platform yang mungkin
memiliki proses peninjauan yang kurang ketat. Selain itu, pengguna
dapat dengan mudah melakukan sideload file APK apa pun yang dapat
diunduh dari situs web mana pun yang belum diverifikasi atau dibagikan
oleh orang asing melalui platform perpesanan instan. Tak hanya
memberikan contoh skenario potensial di mana sideloading dapat merugikan
pengguna iPhone, Apple telah memberikan beberapa kasus tentang
bagaimana perlindungan aplikasi yang mereka terapkan telah membantu
melindungi konsumen. Ini termasuk memblokir lebih dari USD 1,5 miliar
dalam potensi transaksi penipuan, menolak dan menghapus hampir 1 juta
aplikasi bermasalah, dan menonaktifkan 244 juta akun pelanggan karena
penipuan dan berbagai pelanggaran termasuk memposting ulasan palsu. Dokumen lengkap yang dirilis Apple dapat di baca di sini. Sebelumnya CEO Apple Tim Cook
dalam sebuah konferensi virtual bernama VivaTech menyatakan kalau
Android mempunyai malware atau program jahat seperti virus 47 kali lebih
banyak dibanding iOS. Tak sekadar mengklaim, Cook pun menjelaskan
kenapa hal tersebut bisa terjadi, tentunya dengan mempromosikan sistem
operasi buatan Apple tersebut. Menurutnya, semua aplikasi yang masuk ke
App Store untuk iOS sudah diuji oleh Apple. "Karena kami mendesain
iOS sedemikian rupa sehingga hanya ada satu App Store, dan semua
aplikasinya diuji sebelum bisa masuk ke dalam toko," ujar Cook. Tentunya
Cook tak cuma mempromosikan keamanan dari malware, melainkan juga
mempromosikan privasi Apple. Termasuk membanggakan pendahulunya, mantan
bosnya, almarhum Steve Jobs. "Kami
sudah berfokus pada privasi selama beberapa dekade. Steve (Jobs)
biasanya mengatakan kalau privasi adalah dengan menjelaskan dengan
bahasa biasa apa yang dihadapi oleh pengguna dan mendapat izin mereka,"
ujar Cook. |