# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Senin, 05 Juli 2021

Otopsi Juragan Antivirus John McAfee Ungkap Penyebab Kematiannya

John McAfee, pendiri perusahaan antivirus McAfee, ditemukan meninggal dunia di sel penjara Spanyol. Dugaan kuat ia bunuh diri dan kini, hasil otopsi awal sudah keluar.

 

Otopsi jasad McAfee menuai kesimpulan awal bahwa dia memang benar bunuh diri, beberapa saat setelah pengadilan memutuskan ia akan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi gugatan atas penggelapan pajak.

 

Hasil otopsi itu belum diterima oleh keluarga McAfee di mana belum lama ini, istrinya meyakini pemerintah Amerika Serikat ada andil dalam kematiannya. Mereka meminta ada otopsi kedua dari pihak independen.


Sumber yang mengetahui kasus kematian John McAfee menyebut ia sudah mempersiapkan catatan di sakunya sebelum bunuh diri. 

 

Namun seperti dikutip dari News.com.au, isi dari surat tersebut belum dipublikasikan.

 

John McAfee yang mendirikan perusahaan antivirus atas namanya ini beberapa hari sebelum bunuh diri membela diri bahwa dia diincar dan akan dihukum sampai 30 tahun penjara.

 

"Jika saya diekstradisi, hampir pasti bahwa saya akan menghabiskan seluruh hidup saya di penjara karena Amerika Serikat ingin menggunakan saya sebagai contoh," kata dia yang dalam salah satu foto terakhir yang dijepret pada saat itu, tampak dalam keadaan baik dan sehat.

 

Pria berusia 75 tahun itu telah dipenjara selama lima bulan di Spanyol dan bertindak baik, bahkan sumber menyebut dia menjadi teladan napi lainnya. 

 

Dia tidak mendapatkan sanksi apapun dan menjalani hidup dengan normal di penjara.

 

Pada saat-saat terakhirnya, John McAfee sendirian di sel penjaranya pada sekitar jam 4 sore. Teman satu selnya tidak berada di tempat. 

 

Kemudian pada jam 6 sore, petugas menemukannya gantung diri. Bantuan sudah berusaha diberikan, tapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.

baca keseluruhan - Otopsi Juragan Antivirus John McAfee Ungkap Penyebab Kematiannya

Zoom Bakal Punya FItur Terjemahan Secara Real-Time

Layanan panggilan conference online Zoom belum lama ini mengumumkan rencana mereka untuk mengakuisisi perusahaan bernama Karlsruhe Information Technology Solutions yang juga dikenal sebagai Kites.

 

Kites adalah perusahaan yang berspesialisasi dalam terjemahan secara real-time yang bergantung pada pembelajaran mesin. 

 

Ini berarti bahwa ada kemungkinan besar dengan akuisisi tersebut kemungkinan Zoom juga akan memiliki fitur tersebut di masa mendatang.

 

"Kami terus mencari cara baru untuk memberikan kebahagiaan kepada pengguna kami dan meningkatkan produktivitas rapat, dan solusi MT akan menjadi kunci dalam meningkatkan platform kami untuk pelanggan Zoom di seluruh dunia." kata Velchamy Sankarlingam, President of Product and Engineering at Zoom.

 

Tidak dijelaskan kapan fitur terjemahan ini akan dirilis pada layanan Zoom. Namun, ini tentu akan menjadi fitur yang dinantikan banyak pengguna di masa depan.

 

Diketahui, Skype layanan panggilan video milik Microsoft sudah memiliki fitur terjemahan secara real-time sebagaimana dilansir dari Ubergizmo.

baca keseluruhan - Zoom Bakal Punya FItur Terjemahan Secara Real-Time

Ini Alasan Apple Tak Izinkan Install Aplikasi dari Luar App Store

Dokumen yang dirilis Apple terkait sideload aplikasi. Foto: dok Apple

 

Di bawah Undang-undang Pasar Digital yang diusulkan Komisi Eropa, Apple mungkin terpaksa membolehkan pengguna untuk sideload aplikasi di iPhone mereka. 

 

Berupaya menghalau disahkannya aturan tersebut, raksasa teknologi yang bermarkas di Cupertino itu membeberkan alasan kenapa selama ini tidak mengizinkan install aplikasi dari luar App Store.

 

Sebuah dokumen setebal 16 halaman berjudul 'Membangun Ekosistem Terpercaya untuk Jutaan Aplikasi' baru saja dirilis Apple. 

 

Isinya lebih ke pembenaran mengapa App Store harus menjadi satu-satunya tempat di mana pengguna iOS dapat menemukan dan mengunduh aplikasi.

 

Menurut dokumen itu, dikatakan bahwa ponsel berisi informasi paling sensitif tentang kehidupan pribadi dan profesional kita. 

 

Dalam hal privasi, Apple percaya bahwa itu adalah hak asasi manusia yang mendasar dan prinsip itu memandu standar privasi tinggi yang mereka bangun ke dalam produk mereka.


Pengenalan label privasi dan App Tracking Transparency baru-baru ini tidak hanya menawarkan kontrol yang lebih baik kepada pengguna atas data mereka, tetapi juga memberikan lebih banyak informasi untuk memungkinkan pengguna membuat pilihan yang tepat dalam hal pemberian izin.

 

Dikatakan bahwa semua aplikasi yang terdaftar di Apple App Store ditinjau untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut memenuhi standar tinggi dengan pedoman yang ketat. 

 

Proses peninjauan juga memastikan bahwa pengguna dilindungi dari malware, penjahat dunia maya, dan scammer.

 

Selain itu, agar si buah hati tetap aman, aplikasi untuk anak-anak juga harus memenuhi pedoman tertentu dan harus terintegrasi dengan fitur kontrol orang tua iOS.

 

Karenanya jika sideload diizinkan, Apple khawatir pengguna akan mengunduh aplikasi bajakan yang bakal menyebabkan pengembang kehilangan uang. 

 

Selain itu, pengguna berpotensi terkena ransomware potensial di mana pengguna terancam kehilangan data mereka.

 

Dalam dokumen tersebut disertakan penelitian bahwa Android terinfeksi aplikasi malware 15 kali lebih banyak ketimbang iPhone. Ini karena aplikasi Android dapat diunduh dari mana saja.

 

Menurut penelitian tersebut, lantaran menjadi sistem terbuka membuat pengguna Android tidak hanya dapat mengunduh aplikasi dari Google Play Store. 

 

Ada toko aplikasi lain yang ditawarkan oleh berbagai platform yang mungkin memiliki proses peninjauan yang kurang ketat.

 

Selain itu, pengguna dapat dengan mudah melakukan sideload file APK apa pun yang dapat diunduh dari situs web mana pun yang belum diverifikasi atau dibagikan oleh orang asing melalui platform perpesanan instan.

 

Tak hanya memberikan contoh skenario potensial di mana sideloading dapat merugikan pengguna iPhone, Apple telah memberikan beberapa kasus tentang bagaimana perlindungan aplikasi yang mereka terapkan telah membantu melindungi konsumen. 

 

Ini termasuk memblokir lebih dari USD 1,5 miliar dalam potensi transaksi penipuan, menolak dan menghapus hampir 1 juta aplikasi bermasalah, dan menonaktifkan 244 juta akun pelanggan karena penipuan dan berbagai pelanggaran termasuk memposting ulasan palsu.

 

Dokumen lengkap yang dirilis Apple dapat di baca di sini.


Sebelumnya CEO Apple Tim Cook dalam sebuah konferensi virtual bernama VivaTech menyatakan kalau Android mempunyai malware atau program jahat seperti virus 47 kali lebih banyak dibanding iOS.

 

Tak sekadar mengklaim, Cook pun menjelaskan kenapa hal tersebut bisa terjadi, tentunya dengan mempromosikan sistem operasi buatan Apple tersebut. 

 

Menurutnya, semua aplikasi yang masuk ke App Store untuk iOS sudah diuji oleh Apple.

 

"Karena kami mendesain iOS sedemikian rupa sehingga hanya ada satu App Store, dan semua aplikasinya diuji sebelum bisa masuk ke dalam toko," ujar Cook.

 

Tentunya Cook tak cuma mempromosikan keamanan dari malware, melainkan juga mempromosikan privasi Apple. 

 

Termasuk membanggakan pendahulunya, mantan bosnya, almarhum Steve Jobs.

 

"Kami sudah berfokus pada privasi selama beberapa dekade. 

 

Steve (Jobs) biasanya mengatakan kalau privasi adalah dengan menjelaskan dengan bahasa biasa apa yang dihadapi oleh pengguna dan mendapat izin mereka," ujar Cook.

baca keseluruhan - Ini Alasan Apple Tak Izinkan Install Aplikasi dari Luar App Store

Kabar Gembira! Vaksin COVID Tanpa Suntik Mulai Diuji Coba

Vaksin COVID nantinya akan menjadi semakin canggih. Vaksin tanpa suntik kini mulai diuji coba. Wah, kalau bukan disuntik, bagaimana cara vaksinnya bisa masuk ke dalam tubuh?

 

Uji coba vaksin COVID tanpa suntik ini dilakukan di Australia. 

 

Uji coba vaksin COVALIA fase 1 digelar serentak di 3 tempat yaitu Scientia Clinical Research di Sydney, Telethon Kids Institute di Perth, dan Women's and Children's Hospital di Adelaide.

 

Vaksin ini berbasis gen menggunakan sekuens DNA virus SARS-CoV2. 

 

Dilansir dari News.com Australia, vaksin ini tidak memakai suntikan, melainkan jet spray atau semprotan bertekanan tinggi.

 

Saat disemprot dengan tekanan tinggi, vaksin akan menembus ke dalam kulit. Vaksin akan diserap sel tubuh. Kode DNA akan menghasilkan protein yang memicu imunitas tubuh.


Vaksin semprot ini sudah dipakai teknologinya di Amerika, namun baru diuji di Australia. Uji coba ini dipimpin oleh University of Sydney.

 

Vaksin COVALIA dirancang oleh perusahaan bioteknologi Technovalia dan rekanan BioNet yang mengembangkan vaksin DNA.

 

Dalam uji coba tahap satu, dibutuhkan 150 relawan. Setiap orang diberikan 2 dosis vaksin dengan jeda waktu 1 bulan. Jika sukses, maka akan berlanjut dengan fase 2.


"Study COVALIA ini adalah tonggak sejarah yang penting,"kata Kepala peneliti University of Sydney, Nicholas Wood.

 

Sementara, peneliti dari Telethon Kids Institute, Peter Richmond mengatakan pentingnya mengembangkan vaksin COVID-19 untuk respons imunitas dan keamanan yang lebih baik bagi semua orang.

 

"Menyediakan vaksin yang lebih beragam modelnya akan meningkatkan kapasitas vaksin global untuk memastikan semua orang bisa mendapatkan imunisasi," ujarnya.

baca keseluruhan - Kabar Gembira! Vaksin COVID Tanpa Suntik Mulai Diuji Coba

Evolusi 35 Tahun, dari Windows 1 ke Windows 11


Sudah 35 tahun sistem operasi Windows hadir di muka Bumi ini. 

 

Sejak kehadirannya 1985 sebanyak 16 versi telah dirilis Microsoft, dimulai dari Windows 1 hingga yang paling baru diumumkan Windows 11.

 

Setiap versi selalu membawa sejumlah perubahan. Tidak saja tampilannya dipoles, sederet fitur baru disematkan oleh perusahaan yang didirikan Bill Gates dan Paul Allen itu.

 

detikINET mengajak kamu melihat kembali sejarah singkat Windows dari awal hingga terbaru mengacu dari berbagai sumber :


Windows 1

 

Windows 1 dirilis pada November 1985. Ini adalah sistem operasi komputer berbasis Graphical User Interface (GUI) yang pertama dibuat Microsoft.

 

Menggunakan tampilan bitmap (device independent bitmap atau disingkat DIB) dan menambahkan mouse sebagai satu lagi perangkat yang dapat digunakan untuk mengoperasikan Windows.

 

Sistem operasi ini juga mendukung multitasking antar banyak program. 

 

Ini peningkatan yang cukup penting dibandingkan dengan DOS yang hanya dapat menjalankan satu program saja pada satu waktu.

 

Microsoft mengintegrasikan banyak program tambahan, seperti Microsoft Paintbrush, Write, Notepad, Calendar, Calculator, CardFile, dan juga Clipboard. Game yang disediakan hanya satu, yakni Reversi.


Windows 2

 

Dua tahun setelah rilis Windows 1, Microsoft menggantikannya dengan Windows 2 yang dirilis pada Desember 1987. Perubahan besar dibawa oleh sistem operasi ini.

 

Jendela aplikasi kini dapat saling tumpang tindih. Selain itu Microsoft memperkenalkan kemampuan untuk meminimalkan atau memaksimalkan jendela.

 

Dihadirkan Control Panel tempat berbagai pengaturan sistem dan opsi konfigurasi. Fitur ini masih dipertahankan hingga kini.

 

Microsoft Word dan Excel memulai debut penampilan pertamanya di Windows 2.


Windows 3

 

Windows 3 dirilis pada 1990 dan menjadi sistem operasi Microsoft pertama yang sukses secara komersial. Karenanya Windows 3 dianggap penantang Apple Macintosh.

 

Sistem operasi ini membawa perbaikan yang signifikan dari versi sebelumnya. 

 

Tampilan antarmukanya terlihat jauh lebih bagus, dan untuk pertama kalinya pengguna dapat mengubah warna background.

 

Ini juga merupakan versi pertama Windows yang dilengkapi Solitaire.


Windows 3.1

 

Windows 3.1 dirilis pada tahun 1992. Sistem operasi ini membawa peningkatan signifikan dari Windows 3.0.

 

Microsoft memberikan dukungan untuk font TrueType yang memberikan rendering font yang lebih realistis karena merupakan font outline yang dapat diskalakan ke ukuran titik apa pun.

 

Dukungan multimedia yang lebih luas, demikian pula dukungan untuk dokumen gabungan OLE (dokumen yang menggabungkan elemen dari program yang berbeda).

 

Minesweeper juga membuat penampilan pertamanya. Windows 3.1 membutuhkan 1MB RAM untuk menjalankan dan mengizinkan program MS-DOS yang didukung untuk dikontrol dengan mouse untuk pertama kalinya.

 

Windows 3.1 juga merupakan Windows pertama yang didistribusikan dalam CD-ROM, meskipun setelah diinstal pada hard drive hanya membutuhkan 10 hingga 15MB.


Windows NT 3.5

 

Windows NT 3.5 adalah versi kedua NT yang diluncurkan dan menandai upaya Microsoft merambah komputer bisnis dengan fitur keamanan dan berbagi file yang penting. 

 

Sistem operasi yang diluncurkan tahun 1994 ini juga mendukung TCP/IP, protokol jaringan komunikasi yang kita gunakan untuk mengakses internet saat ini.


Windows 95

 

Sesuai namanya, Windows 95 tiba pada 24 Agustus 1995 dan dengan itu membawa tombol Start dan menu Start pertama. 

 

Selain itu juga diperkenalkan Windows Explorer sebagai pengganti File Manager, dukungan plug-and-play, dan browser opsional Microsoft Internet Explorer.

 

Windows 95 disambut meriah di banyak negara, di mana orang-orang antre membelinya. Padahal harganya kala itu cukup mahal, USD 210.

 

Iklan Windows 95 di televisi-televisi juga menggunakan lagu Rolling Stones berjudul "Start Me Up" untuk memperkenalkan tombol Start. 

 

Konon, Rolling Stone dibayar Microsoft sampai USD 8 juta.


Windows 98

 

Dirilis pada Juni 1998, Windows 98 dibangun di atas Windows 95 dan membawa serta IE 4, Outlook Express, Windows Address Book, Microsoft Chat dan Windows Media Player.

 

Windows 98 memperkenalkan tombol navigasi maju dan mundur dan bilah alamat di Windows Explorer, antara lain. 

 

Salah satu perubahan terbesar adalah pengenalan Model Driver Windows untuk komponen dan aksesori komputer - satu driver untuk mendukung semua versi Windows yang akan datang.

 

Dukungan USB jauh lebih baik di Windows 98 dan menyebabkan adopsi secara luas, termasuk USB hub dan USB mouse.


Windows Me

 

Sesuai namanya Windows ME (Millenium Edition) diluncurkan pada tahun 2000. Sistem operasi ini fokus pada pengguna rumahan dan multimedia. 

 

Windows Movie Maker pertama kali dikenalkan di Windows ME, bersama Windows Media Player dan Internet Explorer versi terbaru.


Windows 2000

 

Windows 2000 dirancang untuk komputer klien dan server yang digunakan oleh korporat. 

 

Dirancang berdasarkan Windows NT, sistem operasi ini mengedepankan keamanan dengan proteksi file baru, cache DLL dan plug and play untuk hardware.

 

Pembaruan otomatis Microsoft memainkan peran penting dalam Windows 2000 dan menjadi Windows pertama yang mendukung hibernasi.


Windows XP

 

Bisa dibilang salah satu versi Windows terbaik, Windows XP dirilis pada Oktober 2001. 

 

Sistem operasi ini didasarkan pada Windows NT seperti Windows 2000, tetapi membawa elemen ramah konsumen dari Windows ME.

 

Menu Start dan Taskbar mendapat perombakan visual. Menghadirkan tombol Start hijau yang sangat ikonik, Taskbar biru dan wallpaper.

 

Masalah terbesarnya adalah keamanan. Meskipun memiliki firewall bawaan, Microsoft menonaktifkannya secara default. 

 

Popularitas besar Windows XP menggoda peretas untuk mengeksploitasi kelemahannya, terutama di Internet Explorer.


Windows Vista

 

Windows XP bertahan selama hampir enam tahun sebelum digantikan oleh Windows Vista pada Januari 2007. 

 

Vista memperbarui tampilan dan nuansa Windows dengan lebih fokus pada elemen transparan, pencarian, dan keamanan.

 

Selain itu sistem operasi ini membawa dukungan DirectX 10, Windows Media Player 11 dan IE 7. Microsoft menyematkan Windows Defender untuk menangkal spyware.

 

Vista juga menyertakan pengenalan suara, Windows DVD Maker dan Galeri Foto, serta menjadi Windows pertama yang didistribusikan dalam DVD.

 

Sayangnya Windows Vista gagal, salah satu penyebabnya adalah performanya yang lambat meski menggunakan hardware yang tinggi sekalipun. 

 

Banyak pengguna akhirnya tetap bertahan dengan Windows XP.


Windows 7

 

Windows 7 hadir pada tahun 2009 untuk membebaskan pengguna dari Vista. 

 

Microsoft membawa sejumlah peningkatan mulai dari antarmuka baru dan performa yang lebih kencang. Tidak heran jika Windows 7 menjadi salah satu versi Windows yang paling populer.


Windows 8

 

Windows 8 yang diluncurkan tahun 2012 membawa perubahan desain yang cukup drastis. 

 

Microsoft menghilangkan menu Start dan menggantikannya dengan Start Screen yang memenuhi layar. Sistem operasi ini juga dirancang untuk laptop dengan layar sentuh dan PC tablet.


Windows 8.1

 

Diperkenalkan pada Oktober 2013, Windows 8.1 dengan memperkenalkan kembali tombol Start. 

 

Adapun fungsinya adalah agar pengguna dapat dengan mudah kembali ke tampilan start screen saat berada dalam mode desktop.

 

Kelebihan lain yang ditawarkan pada Windows 8.1 adalah kustomisasi live tile pada start screen. 

 

Pengguna kini dapat dengan mudah menentukan 'tumpukan' kotak-kotak yang ada dengan ukuran yang diinginkannya.

 

Selain itu, untuk membuka aplikasi yang diinginkan kini pengguna juga dapat dengan mudah melakukan swipe dari bagian bawah layar, seketika pengguna akan menemukan semua icon aplikasi yang telah diinstalnya.

 

Hal lain yang juga menarik adalah kini pengguna dapat mengatur agar secara default Windows 8.1 yang digunakannya langsung mengarah ke tampilan desktop, bukannya start screen.

 

Para pengguna Windows 8 bisa melakukan update ke Windows 8.1 melalui pilihan windows update yang ada tanpa harus membelinya.


Windows 10

 

Diumumkan pada 30 September 2014, Windows 10 membawa kembali menu Start dan lebih banyak keseimbangan bagi pengguna komputer desktop tradisional.

 

Beberapa fitur menarik termasuk kemampuan untuk beralih antara mode desktop dan tablet, asisten digital Cortana, Microsoft Edge dan kemampuan untuk memainkan game Xbox One di PC.


Windows 11

 

Microsoft resmi merilis Windows 11 pada 24 Juni 2021. Sistem operasi ini bawa antarmuka sederhana, tampilan baru Windows Store, peningkatan kinerja dan pengalaman multitasking.

 

Windows 11 menyertakan menu dan tombol Start baru. Posisinya tidak lagi di ujung kiri layar, perusahaan yang bermarkas di Redmond itu memindahkannya ke tengah.

 

Microsoft menempatkan panel widget yang didukung AI, menampilkan berbagai informasi yang dapat dipersonalisasi. 

 

Diperkenalkan pula Snap Layout. Fitur baru ini memungkinkan pengguna memilih tata letak saat aplikasi dijalankan agar sesuai kebutuhan mereka.

 

Microsoft Teams menjadi bagian dengan Windows 11, baik untuk konsumen maupun pengguna komersial. 

 

Teams terintegrasi langsung ke bilah tugas, memungkinkan pengguna Windows 11 untuk menelepon teman, keluarga, atau rekan kerja.

 

Tak kalah menarik dari semua fitur baru Windows 11 adalah ukuran updatenya sendiri. Microsoft memastikan ukurannya lebih kecil dari sebelumnya, yakni 40%.

 

Windows 11 akan tersedia akhir tahun ini dan dapat diunduh gratis bagi pengguna Windows 10.


baca keseluruhan - Evolusi 35 Tahun, dari Windows 1 ke Windows 11

Microsoft Hapus Internet Explorer dari Windows 11

Setelah lebih dari 20 tahun beroperasi, ini pertama kalinya Windows tidak akan menghadirkan Internet Explorer di sistem operasi terbarunya. Microsoft menghapus Internet Explorer dari Windows 11.

Microsoft sudah punya niatan menghentikan Internet Explorer tahun depan. 

 

Terhitung tanggal 15 Juni 2022, Internet Explorer akan ditinggalkan dan perusahaan yang didirikan Bill Gates ini lebih mengedepankan Microsoft Edge sebagai penggantinya.

 

"Aplikasi desktop Internet Explorer 11 tidak akan tersedia di Windows 11. Microsoft Edge adalah browser default untuk Windows 11," jelas juru bicara Microsoft, dikutip dari The Verge.


Kendati begitu, Microsoft menegaskan bahwa Long-Term Servicing Channel (LTSC) untuk Windows 10 masih bisa menggunakan Internet Explorer. 

 

Sedangkan bagi pengguna Windows 11, mereka akan dialihkan penggunaan Internet Explorer ke Microsoft Edge.

 

Sebelum Miscrosoft benar-benar mengakhiri riwayat Internet Explorer, perusahaan piranti lunak ini secara bertahap tidak lagi menggunakan browser tersebut. 

 

Seiring berjalannya waktu, Microsoft tidak akan lagi mendukung Internet Explorer 11 untuk layanan online Microsoft, seperti Office 365, Outlook dan lainnya pada 17 Agustus mendatang.

 

Beberapa hari lalu, Microsoft baru saja mengumumkan kehadiran Windows 11 ke publik. 

 

Sistem operasi yang ditawarkan edisi kali ini membawa antarmuka sederhana, peningkatan kinerja, pengalaman multitasking dan lain sebagainya.

 

Windows 11 memboyong banyak fitur baru, mulai dari menempatkan tombol Start ke tengah, menyediakan tema Dark Mode, aneka Widget yang menarik, fitur Snap Layout, menawarkan game Xbox, mengintegrasikan Teams, memberikan tampilan berbeda di Windows Store, dan penggunaan aplikasi android.


Namun, perlu diingat, ada syarat tertentu yang harus dipenuhi agar detikers bisa menjalankan Windows 11, yakni pastikan prosesor perangkat kalian minimal sekali 1 GHz dengan dua core.

 

Kemudian, perangkat tersebut sudah RAM 4GB dan menyisihkan storage sebanyak 64GB, DirectX 12 dan layar minimal 9 inch 720p. 

 

Selain itu, kalian harus memastikan memiliki Trusted Platform Module (TPM) 2.0.

 

Modul TPM ini seharusnya ada di semua PC, namun ada kemungkinan belum diaktifkan di BIOS. 

 

Bila kalian belum mengaktifkannya, maka PC yang dimiliki tidak akan kompatibel dengan Windows 11.

baca keseluruhan - Microsoft Hapus Internet Explorer dari Windows 11

Fitur-fitur yang Hilang di Windows 11

Windows 11 yang baru diluncurkan membawa banyak fitur baru. 

 

Seiring dengan hal tersebut, ada juga kabar buruk sejumlah fitur dan aplikasi ikonik yang dihilangkan dari sistem operasi buatan Microsoft ini.

 

Salah satu aplikasi yang dihilangkan adalah Internet Explorer. 

 

Browser legendaris yang sudah menjadi bagian dari Windows sejak tahun 1997 ini tidak bisa ditemukan lagi di Windows 11. 

 

Dan, Windows 10 adalah browser terakhir yang terdapat Internet Explorer.

 

"Aplikasi desktop Internet Explorer 11 tidak akan tersedia di Windows 11. 

 

Microsoft Edge adalah browser default untuk Windows 11," kata juru bicara Microsoft, seperti dikutip dari The Verge.


Hal ini sebenarnya tidak mengejutkan, pasalnya Microsoft memang akan mematikan Internet Explorer pada 15 Juni 2022. 

 

Saat Windows 11 versi tidak resmi bocor di internet juga tidak terlihat penampakan Internet Explorer di dalamnya.

 

Begitu Windows 11 diluncurkan untuk publik pada musim liburan mendatang browser default yang tersedia hanya Microsoft Edge. 

 

Jika menggunakan jalan pintas seperti iexplore, pengguna juga akan diarahkan ke Microsoft Edge.

 

Pengguna Windows yang masih membutuhkan Internet Explorer untuk aplikasi web lawas bisa menggunakan fitur IE Mode di Microsoft Edge yang akan membuka situs web di mesin rendering yang sesuai agar berfungsi dengan benar.

 

Ini pertama kalinya Microsoft tidak menyertakan Internet Explorer ke dalam Windows selama lebih dari 20 tahun. 

 

Browser ini pertama kali dirilis tahun 1995, tapi baru dibundel bersama Windows pada tahun 1997 bersamaan dengan diluncurkannya Windows 95 OEM Service Release 2.5.


Selain Internet Explorer, Microsoft juga akan menghilangkan dan meminggirkan beberapa fitur dan aplikasi. 

 

Seperti asisten pintar Cortana yang akan dihilangkan dari taskbar dan tidak akan lagi memandu pengguna saat pertama kali mengaktifkan perangkatnya.

 

Aplikasi konferensi video Skype juga kini dihilangkan dan harus diunduh terlebih dari dari Microsoft Store. 

 

Aplikasi OneNote, Paint 3D dan 3D Viewer juga tidak menjadi bagian dari Windows 11 saat pertama kali diinstal.

baca keseluruhan - Fitur-fitur yang Hilang di Windows 11

Melihat Kegeniusan Mendiang John McAfee Bikin Antivirus

Mendiang John McAfee, yang bunuh diri di penjara Spanyol, mungkin belakangan lebih terkenal karena kontroversinya. Namun kontribusinya di jagat antivirus sangat besar.

 

McAfee yang mendirikan perusahaan antivirus dengan namanya ini, bekerja di banyak perusahaan prestisius seperti NASA dan Xerox, sebelum membangun perusahaannya di tahun 1987. Kala itu, virus komputer pertama mulai menyeruak.

 

"Dari sudut pandang sekuriti, dia membuat antivirus pertama yang bisa memindai banyak virus dalam sekali jalan," kata profesor dari New York University, Justin Cappos.


Sebelum software antivirus McAfee diciptakan, virus komputer dijerat satu per satu. 

 

Seseorang harus menginstal program A untuk mengendalikan virus A, dan membuat program B untuk meringkus virus B. 

 

Nah, McAfee berhasil membuat inovasi di mana banyak virus bisa dikendalikan sekaligus.

 

Karena inovasi itulah, John McAfee menjadi besar dan mengalahkan rival semacam Norton. McAfee menjadi andalan banyak orang untuk menangkal virus komputer.

 

"Pada saat produk mereka keluar, penting untuk punya antivirus karena tidak ada produk itu di Windows," kata Cappos. 

 

Saat ini, Windows sudah punya pertahanan sendiri dengan nama Windows Defender yang sudah ada langsung di aplikasinya.

 

"Internet baru saja saja muncul, komputer baru mulai terkoneksi satu sama lain, maka virus pun mulai banyak bertebaran," kata Cappos yang dikutip dari Yahoo Finance.


McAfee pensiun dari perusahaannya pada tahun 1994. Namun McAfee terus diandalkan sampai kemudian diakuisisi oleh Intel seharga USD 7,68 miliar pada tahun 2010.

 

Semenjak pensiun itulah, John McAfee banyak bertualang dan juga bikin kontroversi. Dia 

 

beberapa kali berurusan dengan hukum, sampai akhirnya bunuh diri di penjara Spanyol usai pengadilan setuju ia diekstradisi ke Amerika Serikat atas tuduhan penggelapan pajak. 

 

Namun di luar urusan-urusan itu, tetap saja jasa McAfee di dunia antivirus menjulang tinggi.


baca keseluruhan - Melihat Kegeniusan Mendiang John McAfee Bikin Antivirus

Fitur Gaming di Windows 11 Bikin PC Jadi Mirip Xbox

Windows 11 menghadirkan banyak fitur baru yang bisa mendongkrak performa gaming di PC. 

 

Karena fitur-fitur ini merupakan turunan dari Xbox, performa PC pun dijanjikan akan setara dengan konsol game tersebut.

 

Dalam event peluncuran Windows 11, CVP Game Creator Experience and Ecosystem Xbox Sarah Bond bahkan menyebut sistem operasi anyar ini sebagai Windows terbaik untuk gaming. 

 

Ia menjanjikan fitur-fitur ini akan membawa grafis yang superior, performa yang kencang, dan pilihan game yang beragam.

 

Pengguna Windows 11 kini bisa memainkan lebih banyak game berkat aplikasi Xbox baru yang terintegrasi dengan sistem operasi. 

 

Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mengakses Xbox Game Pass dan bisa memainkan ratusan game PC.

 

Tidak hanya itu, gamer yang sudah berlangganan Xbox Games Pass Ultimate juga bisa mengakses layanan streaming game Xbox Cloud Gaming. 

 

Jadi perangkat yang menjalankan Windows 11 bisa memainkan game konsol terbaru lewat web.

 

Windows 11 akan menawarkan dua fitur gaming lainnya yaitu DirectStorage API dan Auto HDR. Kedua fitur ini pertama kali diluncurkan di Xbox Series X dan S.

 

Auto HDR sudah dikenalkan di Windows 10 lewat Windows Insider Program beberapa bulan yang lalu. 

 

Fitur ini secara otomatis menambahkan peningkatan high dynamic range (HDR) ke game standar dynamic range(SDR), asalkan game tersebut dibuat menggunakan DirectX 11 atau lebih tinggi.

 

Bond mengatakan lebih dari 1.000 game - termasuk Age of Empires: Definitive Edition, Rocket League, DayZ, dan Doom 64 - akan langsung tampil dalam grafis yang ditingkatkan di perangkat Windows 11 yang mendukung HDR. 

 

Tentunya fitur ini hanya bisa dipakai di PC yang sudah terhubung dengan layar yang mendukung HDR.

 

Terakhir ada DirectStorage yang juga merupakan turunan dari Xbox Series X/S. 

 

Fitur ini memanfaatkan performa SSD NVMe untuk memuat aset game langsung ke kartu grafis sehingga waktu loading bisa dipangkas secara signifikan.

 

"PC Windows 11 dengan DirectStorage yang dioptimalkan dikonfigurasi dengan hardware dan driver yang dibutuhkan untuk mengaktifkan pengalaman luar biasa ini," kata Bond, seperti dikutip dari Polygon.


Windows 11 akan diluncurkan secara publik pada musim liburan akhir tahun mendatang. 

 

Pengguna Windows 10 bisa menginstal Windows 11 secara gratis asalkan spesifikasi perangkatnya memenuhi syarat.

 

Selain fitur gaming di atas, Windows 11 membawa banyak peningkatan seperti antarmuka yang lebih sederhana, Windows Store dengan tampilan baru, peningkatan kinerja dan pengalaman multitasking. Sistem operasi ini juga dijanjikan lebih efisien dan lebih hemat baterai.

baca keseluruhan - Fitur Gaming di Windows 11 Bikin PC Jadi Mirip Xbox

Asyik, Windows 11 Bisa Jalankan Aplikasi Android

Salah satu fitur baru dari Windows 11 adalah kemampuannya menjalankan aplikasi Android secara native, alias tanpa tambahan emulator. Menarik!

 

Aplikasi Android ini bisa diunduh lewat Amazon Appstore yang bisa didownload lewat Windows Store baru yang terintegrasi di Windows 11. 

 

Lalu Amazon Appstore ini juga bisa di-pin di taskbar layaknya aplikasi Windows lainnya.

 

Untuk mendukung penggunaan aplikasi Android ini Microsoft bekerja sama dengan Intel untuk menggunakan teknologi Intel Bridge, meski sebenarnya aplikasi Android ini juga bakal berjalan di sistem dengan prosesor AMD ataupun prosesor berbasis ARM.

 

Fitur baru ini tentulah jawaban Microsoft atas fitur macOS di Mac M1 yang bisa menjalankan aplikasi iOS. 

 

Dalam demo produknya, Microsoft memamerkan kemampuan Windows 11 dalam menjalankan aplikasi TikTok.

 

Mereka pun memamerkan sejumlah aplikasi lain yang muncul di Windows Store, seperti Ring, Yahoo, Uber, dan lainnya. 

 

Sayangnya belum diketahui berapa banyak perangkat yang ada di pasaran yang mendukung fitur ini, karena Microsoft pun masih menggarap teknologi Intel Bridge yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi Android di Windows 11.

 

"Intel menganggap pentingnya memberikan kemampuan ini ke semua platform x86 dan mendesain teknologi Intel Bridge untuk mendukung semua platform x86 (termasuk platform AMD)," ujar juru bicara Intel, seperti dikutip dari The Verge.

 

Microsoft pun kemudian mendukung pernyataan Intel ini dengan menyebut semua platform Windows 11 akan mendukung penggunaan aplikasi Android, apa pun prosesornya, termasuk ARM.

 

Menurut Intel, teknologi Bridge adalah sebuah run-time post compiler yang bisa menerjemahkan aplikasi yang dibuat untuk platform selain x86, dalam kasus ini Android, menjadi instruksi x86 yang dikenal oleh prosesor Intel ataupun AMD.

 

Untuk perangkat berbasis ARM, langkah terjemahan itu tentu tak dibutuhkan, sehingga tak dibutuhkan kehadiran teknologi Intel Bridge. Namun Microsoft belum menjelaskan fitur ini lebih lanjut.

 

Sebagai informasi, saat ini aplikasi Android sebenarnya bisa dijalankan di Windows, yaitu lewat bermacam program emulator yang ada. 

 

Seperti Bluestacks, Nox, dan sejenisnya. Namun aplikasi tersebut berjalan dalam sebuah mesin virtual di atas Windows, bukan langsung dijalankan di dalam Windows.

baca keseluruhan - Asyik, Windows 11 Bisa Jalankan Aplikasi Android

Foto Terakhir Genius Antivirus John McAfee Sebelum Bunuh Diri

Genius antivirus John McAfee, bunuh diri di penjara setelah pengadilan Spanyol memutuskan ia akan diekstradisi di Amerika Serikat. 

 

Sebelum kematiannya, tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Tim pengacaranya juga berencana banding.

 

McAfee yang mendirikan perusahaan antivirus atas namanya ini beberapa hari sebelum bunuh diri membela diri bahwa dia diincar dan akan dihukum sampai 30 tahun penjara.

 

"Jika saya diekstradisi, hampir pasti bahwa saya akan menghabiskan seluruh hidup saya di penjara karena Amerika Serikat ingin menggunakan saya sebagai contoh," kata dia yang dalam salah satu foto terakhir yang dijepret pada saat itu, tampak dalam keadaan baik dan sehat.


Namun pengadilan Spanyol menyatakan hukuman maksimum yang akan ditimpakan kepadanya atas penggelapan pajak adalah lima tahun. 

 

Di sisi lain, John McAfee juga menyatakan kondisi kesehatannya tidak bagus. Akan tetapi pengadilan memutuskan hal itu tak cukup beralasan.

 

"Bagaimanapun meskipun dia penting secara sosial, ekonomi, maupun area lain, bukan berarti dia kebal hukum," sebut pengadilan mengenai statusnya sebagai pentolan teknologi, seperti dikutip dari El Pais.

 

McAfee telah dipenjara selama lima bulan di Spanyol dan bertindak baik, bahkan sumber menyebut dia menjadi teladan napi lainnya. 

 

Dia tidak mendapatkan sanksi apapun dan menjalani hidup dengan normal di penjara.

 

Pada saat-saat terakhirnya, McAfee sendirian di sel penjaranya pada sekitar jam 4 sore. Teman satu selnya tidak berada di tempat. 

 

Kemudian pada jam 6 sore, petugas menemukannya gantung diri. Bantuan sudah berusaha diberikan, tapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.

 

Otoritas menyebut semua petunjuk mengarah bahwa dia bunuh diri meski masih harus menjalani proses otopsi untuk menentukannya dengan pasti. 

 

Pengacara John McAfee, Javier Villalba, menyatakan kematian kliennya mengagetkan istri dan anggota keluarga yang lain. 

 

Ia ingin mencaritahu seluk beluk kematian sang juragan antivirus.


Villalba menyebut pihaknya berhasil mementahkan beberapa tuduhan yang dialamatkan pada John McAfee. 

 

Dia mengaku tak punya bukti bahwa kematian McAfee mencurigakan, akan tetapi ia menyesalkan kekejaman hukum sehingga John McAfee harus mendekam di penjara dan tak bisa bebas dengan jaminan, walau tidak melakukan kekerasan.

 

"Kami berhasil mementahkan tujuh dari sepuluh tudingan kepada dia dan kenapa dia masih dianggap orang berbahaya sehingga bisa kabur jika dibebaskan? Dia dikenal dunia, di mana dia bisa bersembunyi?" sergahnya.


baca keseluruhan - Foto Terakhir Genius Antivirus John McAfee Sebelum Bunuh Diri

Rilis Windows 11, Microsoft Serang Apple

Microsoft baru saja mengumumkan Windows 11 dan sederet fitur barunya dalam event virtual. Di akhir acara, CEO Microsoft Satya Nadella ternyata sempat menyerang Apple.

 

Dalam pidato penutupnya, Nadella mengatakan Windows 11 menjadikan Microsoft perusahaan yang berbeda karena menawarkan platform yang terbuka, tidak seperti Apple.

 

"Saat ini dunia membutuhkan platform yang lebih terbuka, yang memungkinkan aplikasi untuk menjadi platform," kata Nadella, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (25/6/2021).


Komentar ini dilontarkan Nadella saat Apple sedang mendapatkan pengawasan ketat dari pemerintah Amerika Serikat dan terus dikritik oleh perusahaan lain karena kebijakan di App Store yang dianggap merugikan developer.

 

Seperti diketahui, kebijakan App Store melarang developer memasang aplikasi yang terlihat seperti toko aplikasi pesaing, misalnya aplikasi yang berisi tautan untuk mengunduh banyak aplikasi lainnya.

 

Tahun lalu, Apple juga melarang Microsoft memasang aplikasi xCloud yang memungkinkan pengguna mengakses beberapa video games berbasis cloud di iOS. Padahal aplikasi itu sudah tersedia di Google Play Store.

 

Apple juga mengambil komisi sebesar 30% dari transaksi yang dilakukan di aplikasi, misalnya untuk biaya berlangganan atau pembelian di aplikasi. 

 

Setelah dikritik, perusahaan besutan Steve Jobs itu menurunkan biaya komisinya menjadi 15% untuk developer kecil dengan pendapatan tahunan kurang dari USD 1 juta.

 

Jika Apple dikenal dengan ekosistemnya yang tertutup, Microsoft melakukan hal sebaliknya. 

 

Dengan Windows 11, Microsoft mengenalkan kebijakan baru di Windows Store yang diklaim Nadella bisa memberikan kesempatan lebih besar bagi developer.

 

Misalnya, developer bisa memilih sistem pembayaran non-Microsoft di aplikasinya. 

 

Dengan kebijakan ini, developer bisa membawa pulang semua pendapatan dari transaksi di aplikasi tanpa perlu membayarkan komisi kepada Microsoft.


Pengguna Microsoft juga tetap bisa mengunduh aplikasi dan game dari toko aplikasi non-Microsoft, seperti dari Epic Games dan Valve. 

 

Microsoft juga menggandeng Amazon Appstore untuk menyediakan aplikasi Android yang bisa diakses di Windows 11.

 

"Windows menyadari bahwa tidak ada komputasi pribadi tanpa agensi pribadi," kata Nadella.

 

"Komputasi pribadi membutuhkan pilihan. Kami ingin menghapus batasan yang kadang masih ada saat ini dan menyediakan pilihan dan koneksi," pungkasnya.

baca keseluruhan - Rilis Windows 11, Microsoft Serang Apple

Windows 11 Tampil Lebih Sederhana dan Bawa Fitur Baru

Microsoft resmi merilis Windows 11. Sistem operasi penerus Windows 10 ini tampil lebih sederhana dan segar, selain itu membawa fitur baru. Begini tampilannya.

 

Aplikasi Android bisa dijalankan di Windows 11.

Windows Store hadir dengan tampilan baru.

Xbox di Windows 11.

Widget di Windows 11.

Teams terintegrasi dengan Windows 11.

Fitur Snap Layout.

Inilah Windows 11

Microsoft menempatkan tombol Start ke tengah.

Tersedia tema Dark Mode.

Ukuran update Windows 11 lebih kecil 40%.

Windows 11 akan tersedia pada akhir November mendatang.

 

baca keseluruhan - Windows 11 Tampil Lebih Sederhana dan Bawa Fitur Baru

10 Fitur Baru Windows 11

Widget Foto: Microsoft

 

Microsoft resmi mengumumkan kehadiran Windows 11. Ada sejumlah fitur baru yang diberikan pada penerus Windows 10 ini.

 

Beberapa di antaranya sudah terkuat ketika Windows 11 bocor di internet sepekan sebelum diperkenalkan. 

 

Hanya saja bocoran yang beredar lebih menyoroti perubahan tampilannya saja, salah satunya tombol Start yang dipindahkan ke bagian tengah.

 

Ternyata ada sejumlah fitur yang tersembunyi. Dan saat peluncuran pada Kamis malam (24/6/2021), Microsoft membeberkan lebih banyak kemampuan dari sistem operasi anyarnya itu.


Fitur Baru Windows 11

 

10 fitur baru Windows 11 yang segera bisa dicicipi begitu resmi dirilis akhir November nanti.

 

Widget

 

Microsoft memberikan Widget yang dapat diakses ketika kursor di arahkan ke kiri layar. Isinya berbagai informasi penting untuk pengguna, mulai dari cuaca, kalender, saham hingga berita.

 

Kata raksasa teknologi asal Redmond, Widget ini dibekali AI dan dimungkinkan pengguna melakukan personalisasi. 

 

Selain itu tampilannya bisa dibuat lebih full screen hanya dengan menariknya.


Teams terintegrasi di Windows 11

 

Teams

 

Microsoft mengintegrasikan Teams ke Windows 11. 

 

Memudahkan pengguna lebih terhubung dan berbagi file hanya dengan sekali klik di taskbar. 

 

Tapi pertanyaannya bagaimana nasib Skype, akankah dipensiunkan seperti MSN Messenger?


Snap Layouts

 

Microsoft sepertinya menyadari bahwa sebagian besar penggunanya selalu membuka lebih dari satu aplikasi secara bersamaan, karenanya dihadirkan Snap Layouts. 

 

Fitur ini memungkinkan kita untuk mengatur beberapa jendela di layar dengan lebih mudah.

 

Jadi tidak perlu menyandingkan secara manual lagi. Hanya tinggal sekali klik saja, aplikasi langsung tersusun sesuai pola yang dipilih.


Desktops

 

Multitasking menjadi fokus utama dari Windows 11. 

 

Karena itu Microsoft memberikan cara yang lebih andal untuk melakukan banyak tugas dan tetap mengetahui apa yang perlu selesaikan dengan fitur Desktop.

 

Fitur ini memungkinkan pengguna mengelompokkan tugas dalam beberapa desktop. 

 

Jadi pengguna bisa memiliki Desktops untuk bekerja, bermain game, atau sekolah. Berpindah antar Desktops dapat dilakukan dengan mudah.

 

Bagi mereka yang menggunakan monitor kedua, ketika melepaskan layar tersebut, Windows 11 akan me-minimize tampilan monitor. 

 

Sebelumnya semua yang yang dibuka di monitor kedua langsung kembali ke layar utama.

 

Begitu mencolokkan kembali ke monitor kedua, apa yang di-minimize kembali seperti sebelumnya. 

 

Ini adalah tambahan yang sangat berguna bagi siapa pun yang menggunakan layar kedua.


Adaptive Screen

 

Mendukung perangkat hybrid, Windows 11 menyediakan layar adaptif yang dapat diputar untuk penggunaan potret.


Pen, Gesture, dan Voice Control

 

Windows 11 dirancang untuk fleksibel dengan bagaimana pengguna ingin memasukkan informasi ketika tidak ingin menggunakan keyboard atau mouse. 

 

Sistem operasi ini dirancang untuk penggunaan pena stylus dan memiliki feedback haptic baru.

 

Microsoft memberikan gesture control, baik menggunakan pena atau jari pada layar sentuh. 

 

Diberikan keyboard virtual layaknya smartphone, lengkap dengan gerakan swipe, kontrol kursor dengan menekan spasi, dan emoji. 

 

Pengguna dapat menggunakan input suara untuk mendikte teks dengan tanda baca otomatis.


Xbox di Windows 11

 

Gaming

 

Microsoft menggunakan pengalamannya dalam membesut Xbox untuk menghadirkan pengalaman bermain game yang lebih kuat dengan Windows 11. 

 

Game yang dibuat di platform Direct X 11 (atau lebih tinggi) akan diberikan dukungan Auto HDR, sama seperti yang digunakan di Xbox.

 

Fungsi warisan Xbox lainnya adalah DirectStorage, memungkinkan aset dimuat ke kartu grafis untuk sangat mengurangi waktu load. 

 

Tapi diperlukan hard drive dan driver yang tepat untuk memanfaatkannya.

 

Xbox Game Pass

 

Xbox Game Pass memberi pengguna Windows 11 akses ke sejumlah besar game PC serta game Xbox Cloud. 

 

Aplikasi ini terintegrasi langsung dalam platform membuat akses menjadi lebih mudah. 

 

Pengguna dapat memanfaatkan kemampuan cross play dan cross save untuk beralih antara konsol ataupun PC, dan membeli game langsung dari aplikasi Xbox.


Windows Store

 

Windows Store dirombak tampilannya, membuat lebih cepat dan mudah untuk menemukan aplikasi baru. Toko aplikasi ini juga menyediakan game dan film untuk diunduh.


Windows 11 bisa jalankan aplikasi Android

 

Aplikasi Android

 

Windows 11 menyediakan dukungan untuk aplikasi Android. Microsoft membuatnya terintegrasi ke dalam platform dan dapat digunakan bersama program Windows lainnya. 

 

Aplikasi Android dapat diunduh lewat Microsoft Store datu toko aplikasi Amazon.


 

baca keseluruhan - 10 Fitur Baru Windows 11

10 Legenda Teknologi yang Sudah Tiada, Steve Jobs Hingga John McAfee

Dunia dikejutkan dengan kematian juragan antivirus John McAfee di dalam tahanan. Berikut ini sosok pionir teknologi lainnya yang juga telah berpulang.

 

Lee Kun-Hee. Lee adalah anak dari pendiri Samsung yang diangkat menjadi chairman Samsung pada 1 Desember 1987. Secara perlahan ia berhasil mengubah Samsung menjadi raksasa teknologi seperti saat ini. Lee meninggal dunia pada 25 Oktober 2020 karena penyakit jantung. Foto: AP/Schalk van Zuydam

Norman Abrahamson. Abrahamson adalah salah satu sosok di balik cikal bakal jaringan nirkabel. Bersama timnya, ia menciptakan ALOHAnet yang menjadi dasar jaringan nirkabel seperti Wi-Fi. Ia wafat pada 15 Desember 2020 di usia 88 tahun. Foto: Dok. University of Hawaii

John McAfee. Lewat perusahaannya, McAfee dikenal sebagai produsen antivirus komersial pertama. Semasa hidupnya, McAfee merupakan sosok yang kontroversial karena terlibat tuduhan penggelapan pajak hingga pembunuhan. Ia meninggal dunia di penjara di Barcelona, Spanyol, diduga karena bunuh diri. Foto: AP/Ng Han Guan

Frances Allen. Allen merupakan pionir komputasi dan penyusun kode yang kontribusinya masih banyak digunakan oleh developer aplikasi hinggat saat ini. Ia meninggal dunia di usia 88 tahun karena penyakit Alzheimer yang dideritanya. Foto: IBM

Larry Tesler. Tesler merupakan pencipta fitur yang paling memudahkan pengguna komputer hingga saat ini yaitu cut, copy dan paste. Jebolan Xerox dan Apple ini menghembuskan napas terakhirnya di usia 74 tahun.

Charles Geschke. Geschke adalah salah satu pendiri raksasa software Adobe, yang kemudian juga menciptakan Portable Document Format atau PDF. Ia meninggal dunia di umur 81 tahun. Foto: University of Pennsylvania

Steve Jobs. Jobs mendirikan Apple bersama Steve Wozniak, dan memimpinnya hingga menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Ia wafat pada 5 Oktober 2011 setelah perjuangan melawan kanker pankreas. Foto: Justin Sullivan/Getty Images

Dave Goldberg. Goldberg lebih dikenal sebagai suami COO Facebook Sheryl Sandberg, tapi ia juga merupakan CEO perusahaan survei online SurveyMonkey. Ia meninggal dunia secara tiba-tiba di usia 47 tahun.

Paul Allen. Allen mendirikan Microsoft bersama Bill Gates, sebelum meninggalkan perusahaan ini pada tahun 1983. Hubungan keduanya sempat tidak harmonis di masa awal berdirinya Microsoft. Allen meninggal dunia di usia 65 tahun pada 15 Oktober 2018 karena komplikasi penyakit kanker Limfoma non-Hodgkin. Foto: istimewa

Ray Tomlinson. Tomlinson dikenal sebagai sosok yang menciptakan email pada tahun 1971. Ia juga merupakan penemu lambang @ yang dipakai untuk memisahkan nama pemilik email dengan alamat tujuan. Tomlinson meninggal dunia pada usia 74 tahun di tahun 2016. Foto: internet

baca keseluruhan - 10 Legenda Teknologi yang Sudah Tiada, Steve Jobs Hingga John McAfee

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense