Tampilkan postingan dengan label about android application. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about android application. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 Mei 2014
Yahoo Screen, ‘Youtube’ Versi Yahoo! Hadir di Android
Jika Google punya Youtube maka Yahoo! miliki Yahoo Screen. Kini hadir di Android, apa dan bagaimana layanan video milik Yahoo! itu yang konon bakal jadi pesaing kuat Youtube?
Yahoo Screen sendiri adalah layanan streaming video on-demand milik Yahoo!, yang pada September 2013 lalu sudah melintas ke iOS (iPad dan iPhone). Layanan streaming video ini tawarkan pelbagai konten mulai TV Series, dan sejumlah konten video sejenis.
Sejatinya, Yahoo Screen tidak serupa dengan Youtube. Bisa dikatakan jika layanan Yahoo! itu jauh lebih mirip Netflix atau Hulu. Sejumlah layanan tersebut berlomba-lomba untuk menarik hati pemirsa dari kalangan TV tradisonal.
Belum lama ini Yahoo Screen merilis dua seri komedi Other Space dan Sin City Saints. Sejak dirilis tujuh bulan lalu, Yahoo! menklaim jika sudah ada 500 juta video di Yahoo Screen. Persaingan di industri video on-demand ini nampaknya kiat ketat.
Selain Hulu, Netflix, dan Yahoo Screen, masih ada pemain lain macam Amazon. Microsoft juga siapkan layanan serupa dan jangan lupa Apple TV serta Roku.
Sedangkan untuk Yahoo Screen di Android, aplikasi ini rilis perdana pada 30 April 014. Sayangnya, aplikasi ini tidak tersedia – tepatnya tidak bisa digunakan – di kawasan Indonesia. Ini serupa dengan Netflix dan Hulu yang tidak bisa dipakai bagi pengguna tanah air.
Intip kebolehan Yahoo Screen di tautan ini.
Senin, 20 Januari 2014
Ubah Ponsel Android Jadi Mouse Wireless dengan Aplikasi Ini
Remote Mouse, adalah aplikasi Android yang mampu mengubah smartphone Anda jadi mouse wireless. Laiknya remote control, Anda bisa mengoperasikan PC atau laptop dari jarak jauh.
Jika Anda miliki niatan untuk membeli tetikus wireless namun memiliki smartphone Android (2.0.1 ke atas) urungkan niatan itu. Install saja Remote Mouse dan nikmati akses PC tanpa kabel laiknya mouse wireless.
Aplikasi ini tak hanya membutuhkan sebuah software di perangkat Android namun juga di PC atau laptop. Sehingga keduanya wajib dibemamkan dengan aplikasi Remote Mouse untuk menikmati akses mouse wireless.
Dinukil dari Google Play, Remote Mouse miliki fitur-fitur andalan sebagai berikut:
- Wireless trackpad dan keyboard serta mode portrait dan landscape.
- Fitur mouse populer seperti click, double-click, right-click, scroll dan drag.
- Gestur multi-touch.
- Keyboard virtual dengan key combos.
- Proteksi password.
- Bekerja di jaringan 3G dan Wifi.
- Mendukung OS Windows 8, 7, XP, Vista, Mac OSX Lion/Snow Leopard/Leopard.
Cara penggunaan:
- Kunjungi laman Remote Mouse untuk mengunduh Remote Mouse di PC atau laptop. Download di sini.
- Unduh Remote Mouse untuk Android di Google Play di sini.
- Install keduanya dan buka serta jalankan. Pastikan kedua device – ponsel dan PC – terhubung di satu jaringan yang sama (WiFi).
- Di aplikasi Remote Mouse Android tap Start untuk menyambungkan ke PC atau laptop. Jika tak menemukan perangkat secara otomatis sila masukkan IP komputer secara manual.
- Jika sudah terhubung Anda bisa langsung operasikan PC atau laptop via Remote Mouse. Gunakan layar ponsel sebagai trackpad dan tiga tombol virtual (warnna putih) dengan fungsi berutan sebagai action klik kiri, ENTER, dan klik kanan.
Remote Mouse juga mendukung keyboard virtual sehingga Anda tetap bisa lakukan aktivitas mengetik langsung dari smartphone atau tablet. Unduh Remote Mouse untuk Android di sini dan untuk PC atau laptop di sini.
Senin, 21 Oktober 2013
Cara Root Android Tanpa PC
![]() |
Cara root Android tanpa PC bisa dilakukan dengan mudah menggunakan aplikasi yang bernama Framaroot. Hanya dengan tiga langkah, device Android Anda bisa sukses di-root tanpa perlu bersentuhan dengan desktop.
Perangkat Android yang telah di-root miliki beberapa kelebihan. Bagi yang sukaoprek-oprek Android, rooting adalah langkah wajib yang harus dilakukan. Rootjuga ditempuh untuk menghapus aplikasi default (terutama pada ponsel China), memindahkan aplikasi di SD Card, dan masih banyak lagi.
Untuk proses rooting sendiri umumnya dikenal harus lewat komputer. Namun dengan Framaroot, hanya dengan tiga langkah proses rooting bisa dilakukan dengan cepat. Berikut langkah-langkahnya:
Setelah tiga langkah diatas dilakukan yang harus Anda lakukan hanya menunggu hingga muncul tulisan ‘Superuser and su binary installed. You have to reboot your device’. Jika itu muncul ini berarti perangkat Android yang dimiliki telah di-root dan sila me-restart Android.
Framaroot juga bisa digunakan untuk proses unrooting. Caranya sama yakni saat memilih Superuser/SupersSU kita tidak memilih keduanya namun men-tap opsi Unroot.
Yang harus Anda ketahui jika ingin lakukan rooting yakni umumnya garansi ponsel Android akan hilang. Namun ini bisa disiasati setelah lakukan unroot. Kemudian ponsel root rentan terhadap virus serta malware.
Sidomi News tidak bertanggung jawab saat terjadi kerusakan pada perangkat Anda. Risiko sila ditanggung sendiri. Unduh Framaroot pada tautan berikut.
|
Minggu, 13 Oktober 2013
JAMAL, Aplikasi Android Mudahkan Kurban di Hari Raya
![]() |
JAMAL, aplikasi besutan PT Skye Sab Indonesia bersama Rumah Zakat (RZ), adalah aplikasi Android yang memudahkan para donatur dalam lakukan tranksaksi donasi langsung dari smartphone-nya dalam ibadah kurban di hari raya Idul Adha.
Aplikasi tersebut merupakan bentuk inovasi dalam mengumpulkan zakat, infaq, shodaqoh, dan dana kemanusiaan lainnya. Sesuai namanya, JAMAL – akronim Belanja dan Beramal – juga bisa diguankan untuk lakukan tranksaksi umum lainnya.
Beberapa tranksaksi itu seperti pembelian pulsa, token listrik, game voucher, tv prabayar, pembayaran tagihan telpon, listrik, air, internet, tv berlangganan, cicilan motor, dan merchant-merchant lain yang akan terus ditambah.
PT Skye Sab Indonesia sendiri merupakan pengembang aplikasi Skye Mobile Money yang telah kantongi ijin dari Bank Indonesia sebagai penyelenggara usaha kegiatan uang elektronik (eMoney). Sedangkan untuk tranksaksi khusus zakat bisa ditemukan di menu khusus Zakat yang dilengkapi dengan fitur kalkulator zakat untuk simulasi dan perhitungan zakat.
Khusus menyambut Hari Raya Idul Adha, JAMAL dilengkapi dengan fitur Superqurban. Pengguna bisa berkurban lewat aplikasi ini dengan pilihan ‘donasi’ 1 ekor kambing senilai Rp 1.800.000 atau 1/7 sapi senilai Rp 2.000.000.
JAMAL saat ini baru tersedia di dua platform smartphone yakni Blackberry (OS 5, 6, dan 7) dan Android (OS 2.3.6 ke atas). Untuk mengunduhnya sila kunjungi laman Skye di alamat berikut.
|
Sabtu, 24 Agustus 2013
Android Device Manager: Siap Temukan Ponsel Android-mu yang Hilang
Sabtu, 27 Juli 2013
Samsung Hub Sambangi Play Store
Senin, 17 Juni 2013
CPU-Z Hadir di Android, Software untuk Mengetahui Spesifikasi Smartphone & Tablet
![]() |
CPU-Z yang merupakan software atau perangkat lunak spesifikasi prosesor atau sebuah sistem kini telah hadir untuk sistem operasi Android dan dapat diunduh di toko aplikasi Google Play. Dengan menggunakan CPU-Z untuk Android, Anda dapat dengan mudah untuk mengetahui spesifikasi smartphone atau tablet Android.
Pengguna komputer dengan sistem operasi Windows tentu tak asing lagi dengan perangkat lunak CPU-Z ini. CPU-Z di komputer berbasis Windows banyak digunakan untuk mengidentifikasi spesifikasi prosesor dan juga dimanfaatkan oleh overclocker untuk mengetahui peningkatan frekuensi prosesor dan memori.
Kini perangkat lunak CPU-Z ini akhirnya hadir di sistem operasi Android. Selama ini memang banyak pengguna antusias Android yang mendambakan perangkat lunak sejenis CPU-Z ini untuk mengetahui spesifikasi detail dari smartphone atau tablet Android yang digunakan.
Informasi apa saja yang ditampilkan oleh CPU-Z untuk Android ini? CPU-Z menampilkan informasi yang cukup komplit mengenai spesifikasi teknis dari perangkat Android yang sedang digunakan. CPU-Z membagi informasi tersebut dalam empat tab untuk memudahkan pengguna, yakni SoC, System, Battery, dan Sensors.
Pada tab SoC menampilkan spesifikasi SoC yang digunakan, dalam hal ini adalah chipset, prosesor, kecepatan prosesor, dan pengolah grafis yang digunakan. Pada tab System menampilkan informasi umum mengenai perangkat yang bersangkutan, meliputi model, versi Android, versi kernel, kapasitas RAM, indikator penggunaan RAM, dan jumlah memori internal.
Seperti yang dilansir dari Anandtech, CPU-Z untuk Android ini juga menampilkan indikator baterai dan sensor apa saja yang digunakan pada smartphone atau tablet Android. Penasaran? Silahkan unduh CPU-Z untuk Android melalui tautan berikut ini.
|
Kamis, 04 April 2013
Color Blindness Test: Apakah Anda Buta Warna?
Lambang mata satu pada gambar yang Anda lihat bukanlah lambang Illuminati seperti novel karya Dan Brown. Namun lambang ini merupakan ikon dari aplikasi yang akan membantu Anda untuk mengetes apakah mata Anda sehat dan normal dalam mengenali warna atau tidak.
Tes buta warna biasanya diperlukan untuk masuk ke beberapa perguruan tinggi dan pekerjaan khusus yang memang memerlukan kesehatan mata dalam mengenali warna, seperti jurusan kesenian terutama melukis maupun desain grafis, atau pekerjaan yang membutuhkan keahlian sejenis.
Color Blindness Test akan menguji apakah mata Anda sehat alias tidak buta warna atau sebaliknya. Tes yang diberikan mirip dengan yang dilakukan oleh dokter spesialis mata di Rumah Sakit, sehingga Anda bisa melatih mata Anda untuk mengenali berbagai obyek dan warna sebelum berangkat tes yang sesunggunya.
Terdapat dua tes yang disediakan oleh pengembangnya yakni Short Test atau test singkat, sertaLong Test atau tes yang lebih lengkap. Ketika kami coba, baik Short Test maupun Long Test akan memunculkan angka-angka samar yang harus Anda tuliskan di kolom yang tersedia – atau pilih I can’t see anything jika memang Anda tak dapat melihat apapun.
Meski sedikit mengecewakan karena varian yang diberikan hanyalah angka-angka, tanpa huruf atau perintah mengikuti alur misalnya, namun Color Blindness Test tetap kami rekomendasikan terutama untuk Anda yang membutuhkannya. Silakan unduh dan instal secara gratis dengan meng-klik tautan ini.
My Purchases, Cara Mudah Menemukan Daftar Aplikasi Kamu di Google Play
Google Play adalah sebuah tempat yang mewadahi aplikasi-aplikasi yang saat ini telah memiliki lebih dari jutaan konten hingga saat ini.
Dengan jumlah aplikasi sebanyak itu, kemungkinan besar kamu akan mengalami kebingungan dalam mencari aplikasi-aplikasi yang kamu butuhkan dan justru salah meng-install aplikasi.
Beruntung pada saat ini sebuah developer telah berhasil membangun aplikasi yang ditujukan untuk mencari aplikasi di dalam Google Play, bernama My Purchase.
Dengan jumlah aplikasi sebanyak itu, kemungkinan besar kamu akan mengalami kebingungan dalam mencari aplikasi-aplikasi yang kamu butuhkan dan justru salah meng-install aplikasi.
Beruntung pada saat ini sebuah developer telah berhasil membangun aplikasi yang ditujukan untuk mencari aplikasi di dalam Google Play, bernama My Purchase.
Seperti dilansir dari Phone Arena, My Purchase adalah sebuah aplikasi yang memiliki fungsi sangat sederhana, yaitu untuk mencari dan membeli aplikasi-aplikasi yang kamu butuhkan di Google Play.
Namun sayangnya, ada satu kelemahan di aplikasi ini. Selain mencari aplikasi di Google Play, My Purchase juga mendeteksi aplikasi-aplikasi yang telah kamu install di smartphone atau tablet-mu.
Namun sayangnya, ada satu kelemahan di aplikasi ini. Selain mencari aplikasi di Google Play, My Purchase juga mendeteksi aplikasi-aplikasi yang telah kamu install di smartphone atau tablet-mu.
Bila kamu berminat untuk mencoba My Purchase, kemungkinan besar aplikasi ini akan membantu masalah pencarian di Google Store, karena dapat mendukung beberapa akun Google di dalamnya.
My Purchases sendiri tersedia dalam versi gratis maupun versi pro yang akan menghapus iklan-iklan yang biasanya muncul dengan harga US$1,29 di Google Play. Tertarik untuk mencobanya.
My Purchases sendiri tersedia dalam versi gratis maupun versi pro yang akan menghapus iklan-iklan yang biasanya muncul dengan harga US$1,29 di Google Play. Tertarik untuk mencobanya.
Senin, 11 Maret 2013
NASA Merilis Aplikasi Untuk Melihat Model 3D Pesawat Ruang Angkasa
Proyek Mars Curiosity adalah sebuah proyek ambisius dari NASA yang ingin memecahkan salah satu dari misteri planet Mars, yaitu dengan mengirimkan sebuah robot otomatis yang akan mengumpulkan berbagai batu-batuan dan apa pun yang dianggap menarik untuk dikirimkan dan diteliti oleh para ahli di bumi.
Tetapi, tidakkah kamu penasaran tentang bentuk dan cara kerja dari robot yang tengah menjelajahi si planet merah itu? Beruntung bila kamu adalah seorang pengguna perangkat Android, karena NASA saat ini telah merilis sebuah aplikasi yang disebut "Augmented Reality". Aplikasi ini akan membantu kita untuk melihat model 3D dari sebuah pesawat ruang angkasa milik NASA.
Aplikasi ini cukup sederhana seperti membuat coretan dengan spidol, kemudian gunakan kamera pada perangkat Android-mu untuk melihat model 3D dari gambar yang telah kamu buat. Aplikasi ini bisa kamu dapatkan secara gratis di Google Play. Atau, kamu bisa langsung mendapatkannya dengan mengklik link berikut ini.
Sabtu, 22 Desember 2012
Flipboard for Android Akhirnya Hadir untuk Versi Tablet
Flipboard, aplikasi sekumpulan feed media online mulai dari news hingga social network ini akhirnya hadir dalam update terbarunya untuk para pengguna Android yang telah kompatibel dengan device tablet. Hal tersebut dinyatakan dalam keterangan update terbaru versi 1.9.15.
Dengan hadirnya Flipboard yang sudah mendukung para tablet Android, memberikn kenikmatan lebih menyenangkan bagi pengguna karena size yang lebih besar dibandingkan dengan smartphone. Dengan begitu experience pengguna pasti bertambah.
Flipboard tersedia di Google Play dan bisa kamu download secara gratis dan memliki rating yang cukup baik yaitu 4.5. Saat ini, aplikasi ini sudah di-download sebanyak 89 ribuan kali. Apakah kamu berada di dalamnya?

Dengan hadirnya Flipboard yang sudah mendukung para tablet Android, memberikn kenikmatan lebih menyenangkan bagi pengguna karena size yang lebih besar dibandingkan dengan smartphone. Dengan begitu experience pengguna pasti bertambah.
Flipboard tersedia di Google Play dan bisa kamu download secara gratis dan memliki rating yang cukup baik yaitu 4.5. Saat ini, aplikasi ini sudah di-download sebanyak 89 ribuan kali. Apakah kamu berada di dalamnya?
Senin, 06 Agustus 2012
Stik PS3 Bisa Dipakai di Ponsel Android
Stik alias alat kendali untuk PlayStation 3, yang dikenal dengan nama Sixaxis, ternyata bisa digunakan di ponsel berbasis Android.
Hal ini, seperti dikutip dari RootedSystem, bisa dilakukan melalui aplikasi khusus yang tersedia di Android Market. Sixaxis dan Dualshock 3 -- keduanya dipakai untuk bermain game di PlayStation 3 -- bisa digunakan di ponsel berbasis Android dengan memanfaatkan konektivitas Bluetooth.
Tak hanya satu, hingga empat buah stik kabarnya bisa digunakan secara bersamaan. Ini memungkinkan pengalaman nge-game multiplayer pada perangkat berbasis Android.
Sebelum buru-buru mengunduhnya di Android Market. Perlu dipertimbangkan dulu bahwa aplikasi ini memanfaatkan protokol Bluteooth tertentu yang tidak selalu ada di semua perangkat berbasis Android.
Pembuat aplikasi ini, Dancing Pixel Studio, mengatakan kebanyakan perangkat dari HTC dan beberapa dari Samsung tak mendukung protokol itu. Ini bisa diatasi dengan menggunakan firmware yang bukan resmi dari produsennya, seperti misalnya Cyanogen.
Selain itu, apapun perangkat yang dipakai, sistem operasi Android harus dalam keadaan sudah di-rootsebelum bisa memanfaatkan aplikasi kendali Sixaxis ini.
Dancing Pixel Studios menyediakan dua aplikasi terkait yang bersifat gratis, ini adalah:
Sixaxis Compatibility Checker. App ini digunakan untuk memastikan apakah perangkat Android yang dipakai bisa menjalankan Sixaxis
Sixaxis Pair Tool. Aplikasi yang berjalan di Windows ini digunakan untuk secara manual memasangkan (pairing) ponsel Android dengan Sixaxis atau DualShock3 yang ingin digunakan.
Sedangkan aplikasi utamanya bernama Sixaxis Controller. Aplikasi ini tersedia di Android Market dengan harga Rp 14.625 atau sekitar USD 1,69.
Dancing Pixel Studios awalnya menyediakan video YouTube yang mendemonstrasikan kemampuan aplikasi itu. Video itu menampilkan Sixaxis untuk mengendalikan game melalui emulator Super Nintendo di perangkat Android.
Hal ini, seperti dikutip dari RootedSystem, bisa dilakukan melalui aplikasi khusus yang tersedia di Android Market. Sixaxis dan Dualshock 3 -- keduanya dipakai untuk bermain game di PlayStation 3 -- bisa digunakan di ponsel berbasis Android dengan memanfaatkan konektivitas Bluetooth.
Tak hanya satu, hingga empat buah stik kabarnya bisa digunakan secara bersamaan. Ini memungkinkan pengalaman nge-game multiplayer pada perangkat berbasis Android.
Sebelum buru-buru mengunduhnya di Android Market. Perlu dipertimbangkan dulu bahwa aplikasi ini memanfaatkan protokol Bluteooth tertentu yang tidak selalu ada di semua perangkat berbasis Android.
Pembuat aplikasi ini, Dancing Pixel Studio, mengatakan kebanyakan perangkat dari HTC dan beberapa dari Samsung tak mendukung protokol itu. Ini bisa diatasi dengan menggunakan firmware yang bukan resmi dari produsennya, seperti misalnya Cyanogen.
Selain itu, apapun perangkat yang dipakai, sistem operasi Android harus dalam keadaan sudah di-rootsebelum bisa memanfaatkan aplikasi kendali Sixaxis ini.
Dancing Pixel Studios menyediakan dua aplikasi terkait yang bersifat gratis, ini adalah:
Sixaxis Compatibility Checker. App ini digunakan untuk memastikan apakah perangkat Android yang dipakai bisa menjalankan Sixaxis
Sixaxis Pair Tool. Aplikasi yang berjalan di Windows ini digunakan untuk secara manual memasangkan (pairing) ponsel Android dengan Sixaxis atau DualShock3 yang ingin digunakan.
Sedangkan aplikasi utamanya bernama Sixaxis Controller. Aplikasi ini tersedia di Android Market dengan harga Rp 14.625 atau sekitar USD 1,69.
Dancing Pixel Studios awalnya menyediakan video YouTube yang mendemonstrasikan kemampuan aplikasi itu. Video itu menampilkan Sixaxis untuk mengendalikan game melalui emulator Super Nintendo di perangkat Android.
Senin, 28 Mei 2012
Dosen Unsoed Bikin Aplikasi Mesin Kasir Android
Seorang dosen di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memiliki ide unik untuk pemberdayaan usaha mikro di pedesaan. Yakni membuat aplikasi cash register (mesin kasir) yang bisa dijalankan di perangkat tablet berbasis Android.
Adalah Bangun Wijayanto, dosen Teknik Informatika dari Fakultas Sains dan Teknik Unsoed, Jawa Tengah, yang memiliki ide menarik ini. Seperti diketahui, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya pasar tradisional saat ini bersaing ketat dengan adanya pasar modern (supermarket/mini market) berjaringan.
Kenyamanan dan kemudahan serta modernitas dari supermarket berjaringan seringkali membuat masyarakat mulai beralih dari pasar tradisonal. Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena banyak masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada bidang jual beli di pasar tradisional.
Di antara kenyamanan yang sering menarik pembeli untuk belanja di pasar modern daripada pasar tradisional adalah cash register (mesin kasir). Cash register adalah peralatan mekanis maupun elektronik yang berfungsi untuk menghitung, merekam transaksi penjualan, dan tersambung pada brankas uang. Cash register biasanya juga dapat mencetak nota dari konsumen .
Pada usaha mikro di pedesaan penggunaan cash register sangat jarang dijumpai, umumnya setiap transaksi akan dicatat secara manual bahkan tidak jarang harga suatu barang tidak tercatat melainkan diingat oleh penjual.
Kenyamanan dari konsumen akan terganggu ketika penjual harus mengingat terlebih dahulu harga barang, mengitung total belanja, bahkan mungkin ketidakstandaran harga dapat terjadi antara satu pembeli dengan pembeli yang lain.
Di pihak pemilik warung pun bisa kesulitan merekap penjualan maupun mengetahui jumlah stok barang, karena perekapan dilakukan secara manual. Minimnya penggunaan teknologi informasi dalam proses perekaman transaksi ini mau tak mau akan membuat usaha mikro sulit untuk berkembang.
Di sisi lain, teknologi terus berkembang. Dimana saat ini Android menjadi platform populer di jajarang perangkat mobile. Adopsi perangkat ini pun bisa dikembangkan ke segala hal. Tak terkecuali bagi pelaku usaha mikro di pedesaan.
Hal ini diiringi dengan kian menjamurnya pilihan perangkat tablet Android di pasaran dengan harga semakin terjangkau, salah satunya yang berasal dari China. Bahkan, saat ini tablet Android sudah bisa didapatkan dengan harga kurang dari Rp 1 juta.
Melihat keberadaan cash register berbasis Android untuk pengusaha mikro di pedesaan yang dirasa belum tersedia untuk masyarakat, akhirnya membuat Bangun Wijayanto untuk berusaha mengembangkan aplikasi cash register tersebut agar implementatif dan mudah dipakai.
Selain mampu membuat laporan penjualan barang maupun laporan ketersediaan stok barang, aplikasi cash register berbasis Android memiliki keunggulan lain yakni mampu menggantikan fungsi PC dengan sebuah tablet atau smartphone, yang ini tentunya dapat menekan biaya bagi pengusaha kecil.
Saat ini aplikasi cash register berbasiskan Android sedang dikembangkan untuk dapat membaca barcode dari barang dengan menggunakan kamera ponsel atau tablet yang ada.
Dengan implementasi perangkat lunak cash register berbasiskan Android yang dibuat berbasiskan touch screen diharapkan memiliki kemudahan dalam operasionalnya dan menjadi salah satu solusi dalam mempercepat penetrasi penggunaan teknologi informasi di masyarakat khususnya pengusaha mikro di pedesaan.
Adalah Bangun Wijayanto, dosen Teknik Informatika dari Fakultas Sains dan Teknik Unsoed, Jawa Tengah, yang memiliki ide menarik ini. Seperti diketahui, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya pasar tradisional saat ini bersaing ketat dengan adanya pasar modern (supermarket/mini market) berjaringan.
Kenyamanan dan kemudahan serta modernitas dari supermarket berjaringan seringkali membuat masyarakat mulai beralih dari pasar tradisonal. Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena banyak masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada bidang jual beli di pasar tradisional.
Di antara kenyamanan yang sering menarik pembeli untuk belanja di pasar modern daripada pasar tradisional adalah cash register (mesin kasir). Cash register adalah peralatan mekanis maupun elektronik yang berfungsi untuk menghitung, merekam transaksi penjualan, dan tersambung pada brankas uang. Cash register biasanya juga dapat mencetak nota dari konsumen .
Pada usaha mikro di pedesaan penggunaan cash register sangat jarang dijumpai, umumnya setiap transaksi akan dicatat secara manual bahkan tidak jarang harga suatu barang tidak tercatat melainkan diingat oleh penjual.
Kenyamanan dari konsumen akan terganggu ketika penjual harus mengingat terlebih dahulu harga barang, mengitung total belanja, bahkan mungkin ketidakstandaran harga dapat terjadi antara satu pembeli dengan pembeli yang lain.
Di pihak pemilik warung pun bisa kesulitan merekap penjualan maupun mengetahui jumlah stok barang, karena perekapan dilakukan secara manual. Minimnya penggunaan teknologi informasi dalam proses perekaman transaksi ini mau tak mau akan membuat usaha mikro sulit untuk berkembang.
Di sisi lain, teknologi terus berkembang. Dimana saat ini Android menjadi platform populer di jajarang perangkat mobile. Adopsi perangkat ini pun bisa dikembangkan ke segala hal. Tak terkecuali bagi pelaku usaha mikro di pedesaan.
Hal ini diiringi dengan kian menjamurnya pilihan perangkat tablet Android di pasaran dengan harga semakin terjangkau, salah satunya yang berasal dari China. Bahkan, saat ini tablet Android sudah bisa didapatkan dengan harga kurang dari Rp 1 juta.
Melihat keberadaan cash register berbasis Android untuk pengusaha mikro di pedesaan yang dirasa belum tersedia untuk masyarakat, akhirnya membuat Bangun Wijayanto untuk berusaha mengembangkan aplikasi cash register tersebut agar implementatif dan mudah dipakai.
Selain mampu membuat laporan penjualan barang maupun laporan ketersediaan stok barang, aplikasi cash register berbasis Android memiliki keunggulan lain yakni mampu menggantikan fungsi PC dengan sebuah tablet atau smartphone, yang ini tentunya dapat menekan biaya bagi pengusaha kecil.
Saat ini aplikasi cash register berbasiskan Android sedang dikembangkan untuk dapat membaca barcode dari barang dengan menggunakan kamera ponsel atau tablet yang ada.
Dengan implementasi perangkat lunak cash register berbasiskan Android yang dibuat berbasiskan touch screen diharapkan memiliki kemudahan dalam operasionalnya dan menjadi salah satu solusi dalam mempercepat penetrasi penggunaan teknologi informasi di masyarakat khususnya pengusaha mikro di pedesaan.
Langganan:
Postingan (Atom)















