Tampilkan postingan dengan label about youtube fitur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about youtube fitur. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Februari 2022
Kamis, 03 Oktober 2013
YouTube Luncurkan Sistem Komentar dan Kanal Terbaru Guna Perangi Spam
Sabtu, 24 Agustus 2013
Youtube Android Terbaru Dilengkapi Fitur Multitasking
![]() |
Google memutakhirkan aplikasi Youtube untuk Android. Di versi paling updateini, Google suntikkan kemampuan multitasking. Seperti apa?
Di aplikasi versi sebelumnya, pengguna harus men-pause video – bahkan menghentikan – tatkla menelusuri video lain dan channel. Kini video bisa di-minimize bahkan tetap bisa dimainkan.
Dalam sebuah demo yang ditulis Techcrunch, aplikasi Youtube terbaru tunjukkan kemampuannya. Video yang sedang ditonton bisa di-minimize atau digeser ke sudut bawah layar sembari lakukan aktivitas lain.
Dalam keterangannya ke media, fitur tersebut hanya salah satu fitur yang disuntikkan ke aplikasi ini. Dengan demikian, Google bawa beberapa fitur mutakhir lainnya ke aplikasi tersebut.
Beberapa waktu lalu Google merilis Chromecast. Sebuah perangkat mirip ‘USB flash disk’ yang bisa mengubah TV biasa berasa SMART TV. Dengan integrasi ke fitur baru Youtube, maka akan lebih mudah melihat layar preview pada video yang bakal diputar ke SMART TV.
Tidak ada keterangan pasti kapan pembaruan ini akan hadir di iOS. Sedangkan untuk Android akan segera dirilis dalam waktu dekat via Google Play. Jika Anda penasaran dengan fitur baru ini, sila unduh file ‘mentahnya’ berupa berkas APK di situs Android Police pada tautan ini.
|
Minggu, 07 Juli 2013
Youtube Rilis Fitur Pro, Ajak Pengguna untuk Monetisasi
Youtube merilis fitur baru yang bernama Youtube Pro. Jangan berprasangkan buruk dulu ketika membaca istilah ‘pro’ ini. Youtube Pro, mengajak pengguna untuk lebih memonetisasi video yang dunggah. Ini berarti Youtube membuka pintu selebar-lebarnya bagi mereka yang berkeinginan menambah penghasilan di situs berbagi video tersebut.
Youtube berikan kebebasan bagi penggunanya untuk membuat saluran (channel). Lewat saluran ini, pengguna bisa menghantarkan video-video yang diunggah ke pemirsa yang menontonnya. Nah, dengan channel via Youtube Pro, Youtube akan berikan sejumlah saran dan masukan agar hobi mengunggah video ini bisa jadi ladang penghasil uang.
Secara sederhana Youtube akan berikan masukan dan saran terkait monetisasi.Advice ini berupa isu seputar crowdfunding, minat dari pengiklan, bagaimana mengelola iklan, serta beberapa informasi terkait dalam manajer konten video.
Youtube akan pula tampilkan masukan dari para pengguna yang mereka tampung serta telah dipraktikkan. Saran-saran ini kemudian akan diberikan ke pengguna lain dalam berbagi pengalaman terkait program ini. Intinya, Youtube peduli dengan pegguna aktif dan miliki niat untuk lakukan monetisasi.
Youtube sendiri kini telah berusia satu windu dengan miliki rekor total rata-rata unggah 100 jam video yang di-upload pengguna. Potensi ini dipandang sebagai peluang positif bagaimana geliat aktivitas luar biasa pengguna tatkala berbagi video.
Terkait monetesasi, Youtube juga tak kalah lihai dalam terapkan strategi itu di situs. Misalkan saja beberapa waktu lalu situs video Google ini luncurkan layanan channel berbayar.
Rabu, 29 Mei 2013
Jajal Bikin Video Slow Motion di YouTube
Bagi sebagian pengguna, video slow motion menarik untuk dilihat.Nah, YouTube kini sudah menambahkan tool untuk membuat video pengguna menjadi memiliki efek tersebut.
Caranya pun cukup mudah. Pengguna tinggal menuju YouTube editor dan memilih tool enhancements untuk diaplikasikan ke video yang sudah diupload,
"Anda akan mendapatkan video slomo yang mulus dan membuatnya seakan-akan difillmkan dengan kamera high-speed," jelas YouTube dalam blognya.
Seperti apa hasil video yang sudah diolah oleh tool tersebut? Berikut video perbandingannya:
Before
After
Jika Anda memiliki video yang sekiranya menarik untuk dijadikan video slow motion seperti di atas, silakan mencicipi tool tersebut. Selamat berkreasi!
Caranya pun cukup mudah. Pengguna tinggal menuju YouTube editor dan memilih tool enhancements untuk diaplikasikan ke video yang sudah diupload,
"Anda akan mendapatkan video slomo yang mulus dan membuatnya seakan-akan difillmkan dengan kamera high-speed," jelas YouTube dalam blognya.
Seperti apa hasil video yang sudah diolah oleh tool tersebut? Berikut video perbandingannya:
Before
After
Senin, 25 Februari 2013
YouTube Sediakan 'Jasa Penerjemah' Video
Bekerja sama dengan dua situs penerjemah Gengo dan Translated.net, YouTube menawarkan layanan penerjemahan profesional untuk video yang diakses. Pengguna akan dikenakan biaya untuk jasa yang mengklaim bisa menerjemahkan hingga 33 bahasa ini.
Opsi dihadirkan setelah September silam, YouTube meluncurkan tool yang memungkinkan pengguna meminta bantuan penerjemahan dari teman. Kini, ketika Anda meminta penerjemahan melalui tool tersebut, YouTube juga akan menampilkan daftar vendor jasa penerjemahan.
Dilansir IT Pro Portal, daftar ini juga menyertakan perkiraan biaya jasa dan berapa lama waktu penerjemahan. Sebelum meminta jasa penerjemah, pengguna harus membuat dan menambahkan 'caption track' ke video secara manual.
Ketika pekerjaan mereka selesai, penerjemah akan mengirimkan caption yang sudah di terjemahkan secara langsung ke YouTube. Dari sana, pengguna perlu melakukan approve caption. Jika sudah, terjemahan akan tersedia di video tersebut bagi semua pengguna.
Kamis, 31 Januari 2013
YouTube akan Tawarkan Langganan Video Berbayar
YouTube berencana menawarkan layanan video berbayar di tahun ini. Layanan ini akan membebankan biaya untuk online libraries dan akses ke video live event.
Mengutip sumber yang tak enggan disebutkan namanya, ZDNet, melansir, YouTube Youtube tengah mendekati para produser video agar konten mereka memenuhi layanan video berbayar berlangganan mereka.
Channel berbayar ini dijadwalkan segera tersedia untuk pertama kalinya pada kuartal kedua 2013. Soal harga, YouTube membanderolnya di kisaran USD 1 hingga USD5 per bulan.
Memulai debutnya, layanan ini juga akan diperkenalkan ke publik pada event Digital Content New Fronts April mendatang. Di acara ini, perusahaan media digital seperti YouTube, AOL dan Yahoo akan 'menjamu' para pengiklan yang melakukan presentasi seri video online terbaru mereka.
Mengutip sumber yang tak enggan disebutkan namanya, ZDNet, melansir, YouTube Youtube tengah mendekati para produser video agar konten mereka memenuhi layanan video berbayar berlangganan mereka.
Channel berbayar ini dijadwalkan segera tersedia untuk pertama kalinya pada kuartal kedua 2013. Soal harga, YouTube membanderolnya di kisaran USD 1 hingga USD5 per bulan.
Memulai debutnya, layanan ini juga akan diperkenalkan ke publik pada event Digital Content New Fronts April mendatang. Di acara ini, perusahaan media digital seperti YouTube, AOL dan Yahoo akan 'menjamu' para pengiklan yang melakukan presentasi seri video online terbaru mereka.
Minggu, 22 Juli 2012
YouTube Hadirkan Fitur 'Anti Buffering' di Android
Berbarengan dengan event Google I/O 2012, tim YouTube turut mengenalkan update terbaru untuk layanannya. Update ini disebut-sebut menjadi solusi untuk masalah klasik yang sering diderita pengguna YouTube, yakni proses buffering.
Tak mau penggunanya berlarut-larut dalam masalah tersebut, tim di balik situs berbagi video populer itu menawarkan solusi. Solusi ini dikeluarkan lewat update aplikasi YouTube for Android yang dibekali fitur pre-caching.
Fitur tersebut memungkinkan video yang disimpan pengguna di daftar Watch Later atau channel favorit, untuk bisa didownload saat ponsel sedang di-chargedan terkoneksi WiFi guna dinikmati belakangan.
Pengguna bakal menuai manfaat menyaksikan video ini nantinya meski jaringan selulernya sedang lemot. Dijanjikan, tak akan ada lagi proses buffer ketika menontonnya karena alih-alih melakukan streaming, video yang dimainkan akan di-load secara instan dari storage piranti.
Selain itu, YouTube juga menambahkan fungsi remote di aplikasi ini untuk mengontrol playback saat dikoneksikan ke TV. Dilansir dari blog resmi YouTube, beberapa fitur baru tersebut tersedia bagi ponsel Android 4.0 ke atas sebelum nantinya hadir di versi Android lainnya.
Tak mau penggunanya berlarut-larut dalam masalah tersebut, tim di balik situs berbagi video populer itu menawarkan solusi. Solusi ini dikeluarkan lewat update aplikasi YouTube for Android yang dibekali fitur pre-caching.
Fitur tersebut memungkinkan video yang disimpan pengguna di daftar Watch Later atau channel favorit, untuk bisa didownload saat ponsel sedang di-chargedan terkoneksi WiFi guna dinikmati belakangan.
Pengguna bakal menuai manfaat menyaksikan video ini nantinya meski jaringan selulernya sedang lemot. Dijanjikan, tak akan ada lagi proses buffer ketika menontonnya karena alih-alih melakukan streaming, video yang dimainkan akan di-load secara instan dari storage piranti.
Selain itu, YouTube juga menambahkan fungsi remote di aplikasi ini untuk mengontrol playback saat dikoneksikan ke TV. Dilansir dari blog resmi YouTube, beberapa fitur baru tersebut tersedia bagi ponsel Android 4.0 ke atas sebelum nantinya hadir di versi Android lainnya.
YouTube Hadirkan Fitur 'Penghilang' Wajah
Mengamankan privasi pada tayangan video, Google menambahkan fitur baru di YouTube yakni fitur yang bisa memburamkan wajah. Dengan demikian, mereka yang terekam video dalam sebuah persitiwa, apalagi yang tidak disengaja, dapat terjaga privasinya.
Dikutip dari TechRadar, penambahan fitur ini menyusul hasil observasi para aktivis hak asasi manusia WITNESS akan pentingnya fungsi semacam itu pada layanan berbagi video.
YouTube mencontohkan, video seperti peristiwa protes di Mesir beberapa waktu lalu, menampilkan banyak wajah warga maupun aktivis yang terlibat aksi kerusuhan yang mungkin mereka merasa keberatan.
Selain itu, si pengunggah video juga bisa terhindar dari masalah, jika dalam video yang diunggahnya memiliki muatan sensitif yang seharusnya tidak diperlihatkan ke publik.
"Ketika Anda ingin membagi video peritiwa protes yang sensitif tanpa memperlihatkan wajah para aktivis yang terlibat, teknologi untuk memburamkan wajah di YouTube adalah langkah pertama kami menyajikan visual anonimitas untuk video di YouTube," tulis YouTube melalui postingan blognya.
YouTube mengatakan poin ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga untuk saat ini fungsinya mungkin belum 100 persen akurat.
Dikutip dari TechRadar, penambahan fitur ini menyusul hasil observasi para aktivis hak asasi manusia WITNESS akan pentingnya fungsi semacam itu pada layanan berbagi video.
YouTube mencontohkan, video seperti peristiwa protes di Mesir beberapa waktu lalu, menampilkan banyak wajah warga maupun aktivis yang terlibat aksi kerusuhan yang mungkin mereka merasa keberatan.
Selain itu, si pengunggah video juga bisa terhindar dari masalah, jika dalam video yang diunggahnya memiliki muatan sensitif yang seharusnya tidak diperlihatkan ke publik.
"Ketika Anda ingin membagi video peritiwa protes yang sensitif tanpa memperlihatkan wajah para aktivis yang terlibat, teknologi untuk memburamkan wajah di YouTube adalah langkah pertama kami menyajikan visual anonimitas untuk video di YouTube," tulis YouTube melalui postingan blognya.
YouTube mengatakan poin ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga untuk saat ini fungsinya mungkin belum 100 persen akurat.
Selasa, 13 Desember 2011
YouTube Tambahkan Kemampuan Editing Online
YouTube, situs berbagi video milik Google, menambahkan kemampuan untuk menyunting video langsung dari browser. Makin memudahkan buat mereka yang gemar mengunggah video.
Seperti dikutip dari TheRegister, YouTube mulai menawarkan kemampuan penyuntingan video sederhana pada situsnya. Fitur itu bisa diakses lewat alamat YouTube.com.Editor.
"Dengan fitur drag and drop yang sederhana, tujuan kami adalah membuat Video Editor yang bisa diakses pengguna manapun untuk kebutuhan dasar mereka," sebut juru bicara Google.
Fitur penyuntingan yang bisa dilakukan adalah mengambil beberapa file video dan memotongnya (trim). Selain itu, YouTube memberi kesempatan pengguna menambahkan file audio dari pustaka yang dimiliki Google. Pustaka bernama AudioSwap ini berisi lagu-lagu yang secara legal boleh digunakan di YouTube.
Menurut TheRegister, meski cukup sederhana proses penyuntingan yang dilakukan lewat YouTube masih membutuhkan waktu lama. Untuk memotong sebuah video berdurasi 3 menit saja dilaporkan butuh waktu lebih dari dua jam. Namun Google diyakini akan terus memperkuat infrastrukturnya agar hal itu tak jadi hambatan.
Seperti dikutip dari TheRegister, YouTube mulai menawarkan kemampuan penyuntingan video sederhana pada situsnya. Fitur itu bisa diakses lewat alamat YouTube.com.Editor.
"Dengan fitur drag and drop yang sederhana, tujuan kami adalah membuat Video Editor yang bisa diakses pengguna manapun untuk kebutuhan dasar mereka," sebut juru bicara Google.
Fitur penyuntingan yang bisa dilakukan adalah mengambil beberapa file video dan memotongnya (trim). Selain itu, YouTube memberi kesempatan pengguna menambahkan file audio dari pustaka yang dimiliki Google. Pustaka bernama AudioSwap ini berisi lagu-lagu yang secara legal boleh digunakan di YouTube.
Menurut TheRegister, meski cukup sederhana proses penyuntingan yang dilakukan lewat YouTube masih membutuhkan waktu lama. Untuk memotong sebuah video berdurasi 3 menit saja dilaporkan butuh waktu lebih dari dua jam. Namun Google diyakini akan terus memperkuat infrastrukturnya agar hal itu tak jadi hambatan.
Langganan:
Postingan (Atom)








