# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about facebook. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Facebook Tumbang, Anonymous Klaim Lancarkan Serangan

Facebook dilaporkan mengalami down di sejumlah negara Eropa. Berbarengan dengan peristiwa ini, sebuah grup hacker memposting tweet yang mengaku jadi dalang di balik peristiwa tersebut.

IBTimes, melaporkan bahwa situs jejaring raksasa itu tumbang di Swedia, Denmark, Irlandia, Norwegia dan Portugal pada hari Kamis waktu setempat.

Adalah Anonymous, grup hacker yang kerap melancarkan aksinya, mengklaim tindakan itu. Di akun Twitter @AnonymousOwn3r mereka mengatakan, "I will stop #attack to facebook, soon you guys can acess".

Lewat akun yang diproklamirkan sebagai pimpinan Anonymous ini, mereka mengakui sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kelumpuhan sementara situs GoDaddy beberapa waktu lalu.

Adapun Facebook sendiri melalui juru bicaranya menampik bahwa kejadian itu adalah ulah hacker. Menurut situs pertemanan ini, down yang terjadi selama kurang dari 1 jam itu merupakan dampak dari hal teknis yang tengah dilakukan Facebook.

"Tidak ada aksi hack di Facebook, kami telah menginvestigasi klaim tersebut dan itu tidak valid," tegas mereka.
baca keseluruhan - Facebook Tumbang, Anonymous Klaim Lancarkan Serangan

Kamis, 11 Oktober 2012

Selamat Datang di Kerajaan Facebook!

Melalui akun resminya, Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa penduduk Facebook sudah mencapai 1 miliar. Berarti, 1 dari setiap 7 penduduk planet bumi sudah terdaftar di situs jejaring sosial itu.

Kalaulah Facebook ini sebuah negara, maka dia hanya kalah dengan China dan India. Dan dengan kecepatan pertumbuhan sekitar 1000 user baru per menit, jumlah itu akan terus membengkak.

Tentu saja pencapaian ini, oleh sebuah perusahaan yang baru berumur 8 tahun, merupakan hal yang luar biasa. Terlebih lagi, di tengah hilang timbulnya berbagai jejaring sosial, sebut saja almarhum Friendster, Myspace, Plurk dan Google+ yang masih terseok-seok, tentu ada 'sesuatu' yang dimiliki Facebook yang membuat mereka mampu mencapai itu semua.

'Hacker Way' sebagai Budaya Kerja

Membuat sebuah sistem yang bisa menampung aktivitas dari 1 miliar user tentu memerlukan racikan khusus dalam cara bekerja. Dalam hal ini, Facebook menjadikan 'Hacker Way' sebagai budaya kerja mereka.

Ini diwujudkan dalam bentuk mendorong para engineer-nya untuk tidak takut berbuat salah. 'Move Fast, Break Things' adalah motto mereka. Berbuat salah bukanlah sebuah dosa, yang penting setelah itu segera diperbaiki.

Kalau software company lain, dalam meluncurkan produknya akan melalui sejumlah versi alpha dan beta,bahkan mungkin beberapa versi RC (release candidate) sebelum versi final diluncurkan ke publik, tidak demikian dengan Facebook.

Demi mengimbangi kecepatan pertumbuhan pengguna, dan untuk 'mengikat' mereka tetap setia nongkrong di dalamnya, Facebook harus bergerak cepat dalam meluncurkan fitur-fitur barunya.

Untuk itu, setiap engineer langsung bekerja di 'live system'. Bahkan engineer yang baru masuk bergabung, setelah beberapa minggu langsung disuruh mempelajari struktur program dari sistem mereka. Langsung diberi akses men-deploy apapun hasil kreasi mereka ke dalam live system tadi.

Jika mereka punya sejumlah alternatif fitur baru, maka sebelum diputuskan mana yang akan digunakan, mereka akan langsung mencobanya kepada seluruh pengguna dengan memberikan fitur A kepada sebagianuser, dan fitur B kepada sebagian lainnya, untuk kemudian diseragamkan tergantung dari feedback yang didapat.

Pendekatan yang tidak lazim ini tentu saja sering menimbulkan masalah, yang memicu berbagai protes dari para pengguna. Seperti masalah kebijakan privasi yang sempat menjadikan Facebook bulan-bulanan protes.

Bahkan pernah terjadi, seluruh fitur-fitur yang masih dalam tahap awal pengembangan, muncul di sebagian besar pengguna, sehingga untuk beberapa waktu Facebook harus 'diputuskan' dari dunia luar untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Tapi karena menganut filosofi 'berbuat salah, bukanlah kejahatan' dan 'semakin cepat menemukan kesalahan, semakin baik', Facebook akhirnya tetap bisa mengatasi itu semua dengan melakukan perbaikan secepat mungkin, sehingga pengguna dapat kembali bersosial media dengan nyaman.

Dengan budaya kerja seperti itu, maka tidak heran kalau mereka mampu membangun sistem yang mampu menampung 1 miliar lebih pengguna aktif di dalamnya. Karena kecepatan mereka dalam beradaptasi seiring dengan pertumbuhan pengguna.

Model Komputasi Masa Depan

Jika Google memiliki algoritma prediktif, dimana mereka seperti sudah memiliki index raksasa atas segala sesuatu, sehingga saat kita memasukkan kata kunci pencarian, seolah-olah Google sudah siap dengan jawaban yang kita minta, maka yang dilakukan oleh sistem Facebook jauh lebih rumit dari itu.

Saat kita login ke wall Facebook, dalam orde kurang dari satu detik, server Facebook akan melakukan komputasi untuk menentukan notifikasi, rekomendasi, dan invitation yang akan muncul di wall kita.

Penentuan isi wall bukan hanya berdasarkan activity history kita, seperti apa saja aplikasi yang pernah kita buka, atau status siapa saja yang pernah dikomentari, atau group yang pernah kita 'Like' atau foto apa saja yang pernah kita upload, tapi juga memperhitungkan aktivitas dari teman-teman kita seperti tagging terhadap foto atau notes, plus juga berdasarkan aktivitas dari group yang kita ikuti, atau game dan aplikasi 3rd partyyang kita mainkan.

Dan dalam sepersekian detik juga, berdasarkan semua itu, engine data analytics Facebook harus menentukan iklan apa saja yang akan muncul di wall kita.

Dan yang lebih hebat lagi, semua hal di atas selalu berlangsung 'on the fly'. Sebab, meskipun kita diamkan, isi halaman kita akan selalu bergerak jika ada penambahan konten dari teman/group yang terkait dengan kita.

Semua hal di atas terjadi secara simultan untuk sekian ratus juta conccurent user yang sedang login ke dalam sistem.

Dalam sebuah artikel di majalah Business Week, disebutkan bahwa setiap detik engine komputasi Facebook harus menangani 2,7 miliar 'Like', 2,5 miliar status update, 300 juta gambar yang di-upload dan sejumlah besar data lain seperti check-in, games, dan lain sebagainya.

Kemampuan menangani kompleksitas yang masif seperti itu menunjukkan bahwa para engineer Facebook sudah berhasil memecahkan sejumlah permasalahan paling rumit dalam dunia pengolahan data dengan jumlah super besar atau sekarang sedang tren dengan istilah 'Big Data'.

Bisa dibayangkan bahwa eskalasi berikutnya dari engine milik Facebook ini dapat digunakan untuk menciptakan sebuah sistem yang 'personalized' dalam bentuk tiga dimensi.

Dengan menggabungkan teknik augmented reality serta sejumlah instrumen sensor yang ditempatkan di sejumlah titik misalnya, Facebook dapat menambah jangkauannya tidak lagi hanya di layar monitor notebook atau tablet, tapi juga ke sejumlah perangkat digital signage yang sekarang sudah mulai banyak tersebar di berbagai tempat.

Jadi misalnya, saat kita mengaktifkan layanan Mobile Facebook di smartphone yang memiliki kapabilitasNear Field Communication (NFC) dengan GPS active, masuk ke dalam sebuah mal yang sistem digital signage-nya sudah tersambung dengan advertising engine Facebook, maka kita tidak hanya mendapatkan SMS iklan seperti yang biasa kita terima, tapi juga bisa menampilkan preferensi produk di digital signageterdekat kita, beserta sejumlah rekomendasi seperti diskon, paket khusus atau lainnya.

Ini semua mengingatkan pada skenario yang dijalani oleh John Anderton yang diperankan oleh Tom Cruise dalam film Minority Report tahun 2002 lalu. Saat dia terdeteksi masuk ke dalam sebuah mal, secara otomatis muncul hologram dalam bentuk perempuan cantik yang menyambut.

Dan berdasarkan ingatan atas rekam jejak belanja di mal tersebut, sang hologram memberikan rekomendasi produk dan layanan baru untuk dibeli yang juga disesuaikan juga dengan limit kartu kredit yang dimiliki.

Jalan cerita ini sangat mungkin jadi kenyataan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Dan jika timengineer Facebook bisa menunjukkan arah perkembangan seperti itu, bukan tidak mungkin harga saham yang sekarang sedang anjlok hampir 50% dari harga saham perdana IPO, akan segera melesat kembali untuk bersaing dengan raksasa industri TI lainnya.

Kalau itu semua terjadi, sepertinya layak kalau kita mengucapkan: Selamat Datang di Kerajaan Facebook!
baca keseluruhan - Selamat Datang di Kerajaan Facebook!

Senin, 06 Agustus 2012

Samsung Siap Beli Ponsel Bekas Pengguna

Ketika Anda memiliki ponsel baru, ponsel lama mungkin tidak akan lagi digunakan. Tidak demikian dengan Samsung, vendor asal Korea Selatan ini ternyata menginginkannya.

Samsung menawarkan untuk membeli ponsel bekas tersebut, jika si konsumen berniat membeli ponsel Samsung. Penawaran ini seperti dikutip dari Gizmodo, dihadirkan Samsung Mobile Amerika Serikat (AS).

Ponsel bekas yang dibeli Samsung dihargai bervariasi, hingga USD 300 bergantung kondisi ponsel tersebut. Tidak masalah apakah ponsel bekas itu merek Samsung atau bukan.

Yang perlu dilakukan konsumen hanyalah mengunjungi halaman Facebook Samsung Mobile USA. Di sana, konsumen akan diminta mengajukan ponsel bekas yang akan dijual. Jika setuju dengan penawaran harga dari Samsung, konsumen dipersilakan membeli ponsel baru pilihan Samsung.

Merayu konsumen dengan membeli ponsel bekas mereka bukanlah sesuatu yang aru dilakukan vendor ponsel. Namun menarik mengingat Samsung juga melakukannya sebagai model marketing menarik konsumen mau menggunakan produknya.
baca keseluruhan - Samsung Siap Beli Ponsel Bekas Pengguna

Rabu, 01 Agustus 2012

7 Investor yang Rugi Besar Akibat Saham Facebook Anjlok

Saat bersiap mengajukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO), Facebook begitu disanjung dan diyakini akan berjaya di lantai bursa.

Namun dugaan itu ternyata salah besar. Saham perusahaan jejaring sosial itu memang sempat menyimpan asa optimisme di awal kehadirannya di bursa, tapi itu tak lama.

Dalam waktu singkat, kemilau saham Facebook meredup secara drastis. Tertinggal jauh dari harga jualnya saat IPO, yakni di kisaran USD 38.

Sontak, aksi pembelian saham Facebook besar-besaran di awal IPO kini meninggalkan kekesalan dan kerugian yang sangat besar bagi sejumlah investor.

Saham Facebook anjlok ke level terendahnya setelah situs jejaring sosial terbesar di dunia itu melaporkan kerugian USD 157 juta (Rp 1,49 triliun) pasca IPO.

Hasil laporan keuangan ini sebagian besar sesuai dengan perkiraan pasar, karena dipengaruhi oleh cadangan yang disisihkan untuk hibah saham. Namun para investor jelas-jelas takut oleh tanda-tanda melambatnya kinerja Facebook.

Saham Facebook anjlok lebih dari 11% menjadi USD 23,8 di akhir perdagangan setelah pengumuman kinerja keluar, sehari setelah mitra utamanya, Zynga juga melaporkan pendapatan yang mengecewakan. Hal ini makin menyurutkan antusiasme tentang media sosial.

Lantas, siapa saja yang menderita kerugian terbesar akibat dari lunglainya saham Facebook? Berikut daftarnya seperti dikutip dari Business Insider.




1. Mark Zuckerberg

Sebagai sosok sentral di Facebook, Mark Zuckerberg tentu saja menjadi pihak yang paling dirugikan dengan melempemnya saham Facebook di bursa.

Zuck -- yang juga pendiri Facebook -- dilaporkan Business Insider mengalami kerugian hingga USD 8 miliar. Dengan memiliki 503.601.850 lembar saham, Zuck awalnya memiliki harta USD 19,1 miliar saat IPO. Namun kekayaan Zuck di Facebook kini diproyeksi 'cuma' sekitar USD 11,6 miliar.

Pria berambut keriting itu juga diketahui telah menjual sebanyak 30.200.000 saham ketika Facebook melakukan IPO dengan pemasukan mencapai USD 1,15 miliar.

2. Accel Partners

Accel Partners diperkirakan menderita kerugian hingga USD 2,2 miliar lantaran anjloknya saham Facebook.

Mereka memiliki 143.651.448 lembar saham yang bernilai USD 5,49 miliar saat IPO. Namun kini sudah turun menjadi USD 3,3 miliar.

Accel Partners sejatinya sempat menangguk untung kala Facebook melantai di bursa. Sebab mereka melepas 57.726.901 lembar saham dan meraup dana
segar USD 2,19 miliar.

3. Digital Sky Technologies

Digital Sky Technologies merupakan perusahaan investasi besar yang juga terkena imbas saham Facebook yang melempem. Perusahaan investasi ini dilaporkan mengalami kerugian USD 1,3 miliar sejak IPO.

Digital Sky Technologies memiliki 85.617.308 lembar saham dengan nilai USD 3,25 miliar saat IPO. Kini, harga jutaan saham tersebut di kisaran USD 1,97 miliar.

Perusahaan ini juga sempat mendapat dana senilai USD 1,73 miliar ketika menjual sahamnya di Facebook sebanyak 45.662.565 saat IPO lalu.

4. Goldman Sachs

Goldman Sachs diketahui memiliki sekitar 41.622.355 lembar saham. Jika dihitungan saat IPO, saham tersebut bisa bernilai hingga USD 1,58 miliar.

Namun dengan harga saham Facebook sekarang yang nilainya cuma USD 23, maka saham milik Goldman Sachs hanya setara dengan USD 957,3 juta.

Goldman Sachs sempat menjual sahamnya di Facebook sebanyak 24.324.886 saat IPO dan mendapat dana USD 924,3 juta.

5. Mail.ru

Perusahaan investasi Mail.ru juga kehilangan ratusan juta dolar akibat saham Facebook yang anjlok. Kerugian mereka tepatnya adalah USD 554,7 juta.

Mail.ru sempat menjual sebanyak 19.600.699 lembar saham Facebook dengan harga USD 744,8 juta saat IPO.

Kini, mereka tinggal memiliki 36.751.311 lembar saham dengan perkiraan nilai USD 845,3 juta. Padahal jika dihitung saat IPO, nilainya bisa sampai USD 1,40 miliar.

6. Peter Thiel

Peter Thiel dilaporkan memiliki sebanyak 27.879.785 lembar saham Facebook. Jika dihitung saat IPO, nilainya bisa sampai USD 1,06 miliar. Tapi dengan kondisi sekarang -- di kisaran USD 23 per lembar saham Facebook -- cuma mencapai USD 641,2 juta.

Peter Thiel diketahui telah mengambil untung sebanyak USD 640 juta saat menjual 16.844.315 lembar saham Facebook miliknya ke pasar saat IPO.

7. T. Rowe Price

Business Insider melansir T Rowe Price harus menanggung kerugian hingga USD 272,9 juta atas jatuhnya saham Facebook.

Ia memiliki 18.192.373 lembar saham dengan nilai saat ini USD 418,4 juta. Padahal dulu bisa mencapai USD 691,3 juta.

Trip Chowdry dari Global Equities Research mengatakan, hasil laporan mengonfirmasi outlook psimistis terhadap Facebook.

"Facebook adalah perusahaan yang tidak terbukti, dengan konsep tidak terbukti bersama dengan manajemen yang biasa-biasa saja," serang Chowdry dalam catatannya, sembari menyebut bahwa perusahaan itu terlalu
dilebih-lebihkan tapi kurang berprestasi, seperti dikutip dari AFP.

Sejak IPO, harga saham Facebook yang dilepas di harga USD 38 turun terus. Menurut Chowdry, untuk menyesuaikan harga saham ke angka USD 25, Facebook setidaknya harus menaikkan pendapatan hingga 150%.

"Tapi manajemen benar-benar tidak tahu bagaimana caranya untuk menumbuhkan pendapatan hingga di atas 150%. Harga IPO-nya benar-benar salah," Chowdry menandaskan.
baca keseluruhan - 7 Investor yang Rugi Besar Akibat Saham Facebook Anjlok

Senin, 09 Juli 2012

Gaya 'Sederhana' Pernikahan Miliuner Facebook

Muda, tampan dan kaya raya adalah tiga hal yang kini dimiliki oleh para pembesut Facebook. Dengan harta berlimpah hasil kerja keras tersebut, tentu sangat mudah bagi Mark Zuckerberg, Chirs Hughes, Andrew McCollum, dan Dave Morin mewujudkan pernikahan mewah ala miliuner.

Sayangnya hal tersebut tidak mereka lakukan. Justru mereka merayakan momen spesial tersebut secara sederhana jika dibandingkan orang kaya lainnya.

Tentu saja ada banyak alasan mengapa mereka tidak membuatnya secara besar-besaran. Mungkin untuk menjaga suasana sakral pernikahan dari gemerlap lampu sorot.

Nah, berikut jepretan foto yang memperlihatkan gaya sederhana pernikahan dari para miliuner Facebook tersebut, seperti dilansir Business insider.




Romantisnya si Dave Morin

Dave Morin, Co-Creator of Facebook Platform and Connect punya cara tersendiri dalam melamar kekasihnya, Brit. Dengan menyewa pesawat terbang pribadi, Morin mengajak pujaan hatinya ke sebuah pulau di Maladewa.

Di atas langit, nampak sebuah kalimat di atas pasir putih pantai yang sudah dipersiapkan dengan tulisan "B, Will You Marry Me?"

Tidak hanya itu, Morison juga menyematkan cincin tunangan ke jari manis kekasihnya di atas pesawat tersebut.

Perayaan di Gereja

Setelah itu, Dave Morison dan Brit melangsungkan pernikahan di sebuah gereja dan disaksikan dengan beberapa tamu undangan yang tidak terlalu banyak.

Bahkan saking santainya pernikahan tersebut, Morison sampai membaca janji pernikahannya dari sebuah iPhone.

Tidak biasanya pernikahan Chris Hughes

Salah satu pendiri Facebook lainnya, Chris Hughes, melangsungkan pernikahannya akhir pekan lalu. Sedikit membuat heboh, karena Hughes menikahi pasangan sesama jenisnya, Sean Aldridge. Ya, karena dia diketahui adalah seorang gay.

Pernikahan tidak biasa ini benar-benar sangat sederhana. Karena hanya disaksikan sebanyak 75 tamu, dengan anjing kesayangan mereka sebagai pengiring pengantin.

Janji sehidup semati Andrew McCollum

Gaya sederhana lainnya juga ditunjukkan oleh co-founder Andrew McCOllum. Dia menikahi sang belahan jiwa, Gretchen di tepi sebuah teluk di New Port, Rhode Island.

Dengan latar belakang lautan sejauh mata memandang, mereka mengikat janji setia dalam payung pernikahan.

Pesta pernikahan sederhana Mark Zuckerberg

Setelah Facebook melakukan go public, beberapa teman dekat Mark Zuckerberg diundang ke sebuah acara yang awalnya dikira adalah pesta kelulusan dari kekasihnya, Priscilla Chan. Namun ternyata adalah pesta pernikahan kedua insan ini.

Pesta yang diusung dengan konsep outdoor di kebun tersebut, hanya dihadiri kalangan terbatas saja.
Bahkan gaun yang dikenakan Chan saat itu, kabarnya 'hanya' senilai USD4,700 saja.
baca keseluruhan - Gaya 'Sederhana' Pernikahan Miliuner Facebook

Kamis, 12 April 2012

3 Nasehat Agar Facebook Tak Bernasib Seperti MySpace

MySpace sempat menjadi hit di dunia internet, sebelum Facebook lahir dan mengambil alih dominasi di situs jejaring sosial. Kini, gaung MySpace tidak sebesar dulu.

Adalah Ex-COO MySpace, Amit Kapur yang membagi-bagi nasehatnya pada Facebook agar tidak mengalami nasib serupa seperti perusahaan tempat ia bekerja dulu.

Kapur mengawali karirnya di MySpace sejak masih menjadi start up. Setelah dibeli News Corp pada tahun 2005, Kapur memutuskan keluar dari situs tersebut.

Menyadari ancaman pada Facebook seiring meledaknya situs itu, Kapur pun berbagi pengalaman dan nasehatnya. Berikut petuahnya pada situs besutan Mark Zuckerberg seperti yang dilansir BusinessInsider :

1. Jangan memprioritaskan pendapatan di atas pengalaman user
Jika Facebook melakukan hal itu, maka ia mengambil jalan yang salah. Kapur agaknya menengok kesalahan yang terjadi setelah pengakuisisian MySpace dulu.

Untung, Mark Zuckerberg sepertinya sudah sadar akan hal tersebut. Zuck pernah mengirimkan surat pada para investor bahwa ia mencari value yang dibangun dalam jangka panjang, bukan semata-mata keuntungan jangka pendek.

2. Jangan membatasi percakapan antar teman
"Situs jejaring yang bisa bertahan, dibangun di atas kegunaan," ujar Kapur. Kapur mengakui bahwa MySpace sebenarnya adalah platform komunikasi yang baik, namun kurang dalam hal interaksi antar pengguna.

Meski pengguna menghabiskan waktu dan energi di halaman MySpacenya, namun ujung-ujungnya MySpace tidak berinovasi. Facebook sebaiknya tidak membatasi komunikasi antar teman dalam situsnya, demikian inti nasehat Kapur.

3. Sharing foto
Jangan melupakan kegemaran orang di situs jejaring, yakni berbagi foto, demikian nasehat Kapur yang ketiga. Keputusan pencaplokan Instagram membuktikan bahwa Facebook telah mengetahui hal itu.

Selain menyampaikan petuah untuk Facebook, Kapur turut menyinggung situs pertemanan besutan Google, Google+.

"Jangan mengejar Facebook. Berapa lama kamu akan berkompetisi head-to-head dengan Facebook dengan melakukan hal serupa seperti yang ia lakukan?" ujar Kapur.

Ia menyugestikan bahwa sebaiknya Google melakukan hal yang tidak bisa dilakukan Facebook, seperti menciptakan 'Google identity' yang membantu orang untuk menemukan konten terbaik dari semua layanan Google.
baca keseluruhan - 3 Nasehat Agar Facebook Tak Bernasib Seperti MySpace

Rabu, 21 Maret 2012

4 Rival Facebook dalam Layanan Berbasis Lokasi

Facebook resmi memasuki arena bisnis layanan berbasis geo-lokasi setelah memperkenalkan fitur terbarunya, Places. Fitur baru ini memungkinkan pengguna melakukan check in dan memberitahukan teman di mana mereka berada.

Meski bukan yang pertama, Facebook optimistis 500 juta penggunanya akan membantu dalam persaingan bisnis layanan berbasis lokasi. Berikut adalah empat nama yang akan menjadi pesaing ketat Facebook di arena ini.

1. Foursquare

Foursquare sudah sangat akrab di telinga para pengguna layanan berbasis lokasi. Tak heran, karena memang Foursquare yang mempopulerkan layanan semacam ini. Diluncurkan sejak 2009, Foursquare membuat berbagi informasi lokasi lebih mengasyikkan. Setiap pengguna didorong untuk rajin check in ke suatu tempat dengan iming-iming poin, lencana virtual atau award lainnya.

Hal ini menarik minat retailer sehingga menggunakannya sebagai salah satu alat promosi. Salah satu contohnya retailer pakaian Gap, menawarkan diskon 25 persen jika pengguna check in ke toko mereka.

Foursquare juga dipuji atas pengawasan privasinya yang cukup baik. Hanya teman Foursquare yang bisa mengetahui informasi spesifik tentang lokasi seorang pengguna, itu pun jika si pengguna memilih pengaturan agar temannya bisa mengetahui secara detail.

2. Gowalla


Layanan Gowalla fokus pada travel dan award. Setiap check in, pengguna dihadiahi badge pada passport virtual mereka, menandakan log yang melacak tempat-tempat yang telah dikunjungi. Mereka juga mengumpulkan pin untuk setiap 'trip' atau perjalanan yang telah mereka selesaikan.

Beberapa perjalanan, misalnya yang melalui taman dan tempat-tempat wisata sejarah, dirancang khusus oleh situs seperti National Geographic dan CNNMoney. Pengguna Gowalla juga bisa menemukan souvenir digital dalam perjalanan mereka yang nantinya bisa ditukarkan dengan hadiah nyata berupa pakaian, tiket menonton film atau gadget.

3. Whrrl

Whrrl yang layanannya menekankan pada interaksi sosial melalui rekomendasi, menawarkan ratusan grup 'societies' yang memiliki minat sama seperti kelompok pecinta bola basket, bersepeda gunung, olahraga salju, kuliner dan lain-lain. Grup ini dapat ditemukan dengan melakukan check in di berbagai tempat. Semakin sering pengguna berpartisipasi dalam suatu grup societies, semakin eksklusif penawaran dan hadiah yang ditawarkan.

Pengguna Whrrl memperoleh poin dan reward untuk setiap check in dan daftar rekomendasi tempat yang mereka kunjungi. Selanjutnya, pengguna bisa mendapatkan poin tambahan ketika pengguna lain menyimpan, melengkapi dan membagi rekomendasi mereka.

4. MyTown
Hal menarik dari MyTown, yakni layanan ini hadir dalam bentuk game geo-lokasi yang berpusat pada kegiatan 'membeli' dan 'memiliki' tempat nongkrong favorit si pengguna di dunia nyata. Pengguna MyTown yang check in di sebuah lokasi akan membuka reward kemudian 'membeli' dan 'memiliki' tempat tersebut.

Sepanjang hari, pengguna MyTown itu akan mengumpulkan 'biaya sewa' saat pengguna lain check in ke tempat tersebut. Semakin banyak orang yang mengunjungi, semakin meningkatkan nilai properti si pengguna. Pengguna juga bisa membeli berbagai barang menggunakan mata uang yang telah didapat melalui toko virtual MyTown. Toko virtual ini adalah tempat untuk membeli lebih banyak bangunan dan properti yang lebih banyak. 
baca keseluruhan - 4 Rival Facebook dalam Layanan Berbasis Lokasi

Selasa, 13 Desember 2011

Bug di Facebook Bocorkan Foto Pribadi Zuckerberg

Sebuah bug ditemukan di kode milik situs jejaring Facebook. Kode ini membuka pintu bagi pengguna untuk mengakses foto pribadi pengguna Facebook lain, termasuk foto milik Mark Zuckerberg.

Sejumlah foto pribadi Zuckerberg diketahui telah beredar di internet. Bahkan sebuah situs sengaja dibuat untuk kumpulan ke-14 foto yang dimaksud.

Bisa ditilik di situ, foto Zuckerberg bersama pacarnya yang tengah menikmati sushi, sedang bermain bersama anjingnya, dan lain-lain. Beruntung foto-foto yang beredar masih 'aman' alias tidak ada pose yang mengundang kontroversi.

Ditemukannya bug di situs Facebook sendiri cukup ironis karena waktunya hampir berbarengan dengan penegasan Facebook terhadap isu privasi. Diberitakan, Facebook yang tengah menyiapkan IPO bernilai USD 100 miliar, baru saja setuju untuk melakukan penyelesaian dengan FTC.

Kala itu Facebook dituntut karena dituding melanggar privasi anggotanya. Situs raksasa ini akhirnya menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga privasi anggotanya sebaik mungkin.

Dikutip dari Mashable, mengenai bug yang ditemukan di atas, Facebook mengatakan bahwa pihaknya telah memperbaiki kesalahan yang ada.
baca keseluruhan - Bug di Facebook Bocorkan Foto Pribadi Zuckerberg

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense