# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit kanker kulit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit kanker kulit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

Mengenal Lebih Dalam Kanker Kulit

Kanker kulit adalah bentuk paling umum pada kanker manusia. Diperkirakan bahwa lebih dari 1 juta kasus baru terjadi setiap tahunnya. Tingkat tahunan dari semua jenis kanker kulit juga meningkat setiap tahun, yang mewakili kepedulian masyarakat. Diperkirakan juga bahwa hampir setengah dari semua warga Amerika yang hidup sampai usia 65 akan mengembangkan kanker kulit, setidaknya sekali seumur hidup.


Tanda peringatan yang paling umum dari kanker kulit adalah perubahan penampilan kulit, seperti pertumbuhan kulit baru atau sakit yang tidak akan sembuh.
Istilah “kanker kulit” merujuk pada tiga kondisi yang berbeda. Setidaknya dari kondisi yang paling berbahaya, mereka adalah:
1. Basal cell carcinoma (atau basal cell carcinoma epithelioma)
2. Squamous cell carcinoma (tahap pertama yang disebut actinic keratosis)
3. Melanoma
Dua bentuk yang paling umum dari kanker kulit adalah basal cell carcinoma dansquamous cell carcinoma. Keduanya termasuk dalam kanker kulit nonmelanoma.Melanoma umumnya bentuk paling serius kanker kulit karena cenderung menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh dengan cepat. Kanker kulit juga dikenal sebagai neoplasia kulit.
Artikel berikut akan membahas dua jenis kanker kulit nonmelanoma.
Basal cell carcinoma
Apa itu basal cell carcinoma?
Basal cell carcinoma atau karsinoma sel basal adalah bentuk paling umum dari kanker kulit dan menyumbang lebih dari 90% dari semua kanker kulit di AS. Kanker ini hampir tidak pernah menyebar (metastasis) ke bagian lain dari tubuh. Namun, kanker ini bisa menyebabkan kerusakan dengan tumbuh dan menyerang jaringan di sekitarnya.
Apa faktor risiko untuk mengembangkan basal cell carcinoma?
Kulit yang cerah, paparan sinar matahari, dan usia merupakan faktor-faktor penting dalam pengembangan basal cell carcinoma. Orang-orang yang memiliki kulit yang cerah dan berusia tua memiliki tingkat lebih tinggi dari terkena kanker ini. Sekitar 20% dari kanker kulit terjadi di daerah yang tidak terkena sinar matahari, seperti dada, punggung, lengan, kaki, dan kulit kepala. Namun, wajah tetap menjadi lokasi yang paling umum untuk terkena lesi sel basal. Melemahnya sistem kekebalan tubuh, baik oleh penyakit atau obat, juga dapat memicu risiko mengembangkan kanker ini. Faktor-faktor risiko lain termasuk:
  • Paparan sinar matahari. Ada bukti bahwa, berbeda dengan karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel basal ini tidak dipicu oleh paparan sinar matahari, tetapi akumulasi paparan sinar matahari intermiten, seperti yang terkena selama liburan, terutama saat di usia muda. Menurut US National Institutes of Health, radiasi ultraviolet (UV) dari matahari adalah penyebab utama kanker kulit. Risiko mengembangkan kanker kulit juga dipengaruhi oleh di mana seseorang tinggal. Orang-orang yang tinggal di daerah yang menerima radiasi tingkat tinggi UV dari matahari lebih mungkin untuk mengembangkan kanker kulit. Di Amerika Serikat, misalnya, kanker kulit lebih umum terjadi di Texas daripada di Minnesota, di mana matahari tidak begitu kuat. Di seluruh dunia, tingkat tertinggi kanker kulit yang ditemukan di Afrika Selatan dan Australia, yang merupakan daerah yang menerima jumlah tinggi radiasi UV.
  • Usia. Sebagian besar kanker kulit muncul setelah usia 50-an, namun efek merusak dari matahari bisa dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu, perlindungan harus dimulai di masa kecil untuk mencegah kanker kulit di kemudian hari.
baca keseluruhan - Mengenal Lebih Dalam Kanker Kulit

Selasa, 21 Mei 2013

Waspada, Kanker Kulit Bisa Berkamuflase Jadi Jerawat!


Amy Rushlow yang saat itu berumur 26 tahun mengungkapkan, “Aku menatap benjolan kecil di kelopak mataku setiap kali berkaca sejak 3 tahun lalu, dan ternyata itu adalah kanker kulit. 5 dokter kutemui dan 3 di antaranya tak pernah mendiagnosisnya menderita kanker. Sementara itu, seorang dokter mata mengatakan itu hanyalah skin tag (atau acrochordons), tapi tak menutup kemungkinan menjadi kanker. Hampir setahun kemudian dokter mata lainnya justru bertanya tentang benjolan di kelopak mataku itu. Aku pun memberitahukan kalau itu skin tag, dan dia cuma mengangguk percaya.” Tapi beruntung, Christopher Miller, M.D., direktur dermatologi University of Pennsylvania, bisa segera mengenali penyakit Rushlow ketika tak segaja melihatnya dari jarak 6 kaki, saat menyiapkan operasi kecil pengangkatan kanker kulit di hidung teman kuliah Rushlow, Adam Champbell. Dua bulan kemudian, giliran Rushlow yang menjalani operasi pengangkatan kanker itu.

Kenali cirinya…
Basal cell carcinoma adalah jenis kanker kulit tidak berbahaya yang paling umum. Kanker ini paling mudah ditangani, tapi bisa pula menyebar. Meskipun jarang terjadi, basal cell carcinoma pun bisa jadi fatal karena kanker jenis ini dapat merusak jaringan dan tulang di sekelilingnya jika tidak diangkat. Kanker ini juga gampang sekali kambuh. Kalau pernah memiliki basal cell carcinoma, maka peluangmu untuk mengalaminya lagi dalam kurun waktu lima tahun cukup besar. 
Basal cell carcinoma biasanya terdapat di bagian kepala dan leher, yang paling sering terkena sinar matahari. Gejalanya yang bisa kamu kenali, antara lain, benjolan putih mengkilap, seringnya dengan pembuluh darah yang terlihat di telinga atau leher. Benjolan itu bisa berdarah saat pecah. Benjolan pada orang yang berkulit gelap bisa berwarna cokelat atau hitam, seperti tahi lalat. Ciri lain yang mesti kamu waspadai adalah bentuknya rata, bersisik, seperti daging di punggung atau dada, serta dapat terus tumbuh hingga 10-15 cm. Goresan putih licin juga tak boleh luput dari perhatian, karena dalam kasus tertentu ini juga bisa jadi tanda kamu menderita kanker kulit.
Sayang, pada kenyataan basal cell carcinoma lebih sulit dikenali. Pada kasus Rushlow, itu tampak seperti benjolan mengkilap menyerupai lilin. Sementara kanker di hidung Adam hanya seperti jerawat batu. Lalu, bagaimana bisa dr. Miller mengenali kanker Rushlow? “Kanker kulit di kelopak mata bisa hadir dalam berbagai cara, kadang bleeding spots, menyerupai timbil, atau, pada kasus Rushlow, mengkilap dengan warna pink lembut. Basal cell carcinoma klasik,” jelas dr. Miller.
Mungkin kamu belum tahu kalau…
Karena kanker kulit dapat muncul dengan wujud menyerupai jerawat, penting untuk memeriksakan kesehatan kulitmu setahun sekali, tidak harus di dokter kulit. Walaupun tak banyak, ada pula dokter umum yang ahli mendeteksi kanker kulit. Selama pemeriksaan, pastikan juga kalau doktermu mengecek seluruh bagian tubuh. Yang perlu diingat, walaupun seorang dokter menyandang gelar M.D. di belakang namanya, jangan merasa yakin dulu dia pasti dapat mendeteksi kanker kulit. Sebuah studi mengatakan 82 persen dokter kulit bisa mendeteksi kanker berbahaya yang diderita pasien, dan sisanya, 18 persen, kanker dalam tubuh dikenali sendiri oleh pasien.
Satu dari lima orang berpotensi menderita kanker kulit. Menurut sebuah studi di Amerika, meskipun lebih banyak diderita oleh laki-laki kulit putih berusia di atas 50 tahun, jumlah perempuan penderita basal cell carcinoma di bawah 40 tahun sejak tahun 1976 sampai 2003 meningkat enam kali lipat. Dokter spesialis kulit Laksmi Duarsa pun mengungkapkan bahwa kulit putih memang lebih gampang rusak karena mengandung melanin lebih sedikit daripada kulit cokelat. Dan untuk memperkecil risiko terkena kanker kulit, dr. Laksmi menyarankanmu sebisa mungkin melindungi tubuh dari sinar matahari pukul 09.00 sampai 15.00, misalnya menggunakan kacamata, topi, payung, atau sunblock.
baca keseluruhan - Waspada, Kanker Kulit Bisa Berkamuflase Jadi Jerawat!

Sabtu, 29 September 2012

Kenali Tahi Lalat Berpotensi Kanker

Tahi lalat memang bisa mempermanis wajah seseorang, atau setidaknya bisa jadi ciri khas sehingga mudah dikenali. Sebutlah aktor yang kini jadi Wakil Gubernur Banten Rano Karno, memiliki ciri khas tahi lalat di dagunya. Atau, Christine Hakim yang semakin memesona dengan tahi lalat di garis tawa kanan.

Tahi lalat yang tidak membahayakan tak perlu dibuang. Lain halnya bila tahi lalat memerlihatkan ciri-ciri tidak biasa. Seperti pernah dialami Yekti P (38), seorang karyawati perusahaan swasta di Cikarang, Jawa Barat. Dia telah menjalani operasi kecil membuang tahi lalat di sudut hidungnya. “Sebelumnya tahi lalat saya ini besar, hitam, dan terasa gatal. Kadang-kadang terasa sakit,” katanya.

Di RSUD Slawi, dokter menyarankan tahi lalat tersebut dibuang. “Saat pengambilan tahi lalat, rasanya tidak sakit. Hanya saja saat dilakukan pembiusan di sekitar kulit memang sedikit sakit,” cerita Yekti yang akhirnya kehilangan ciri khas tahi lalat di sudut hidung.

Apa sebenarnya tahi lalat dan benarkah berpotensi kanker? Ahli dermatologi, dr Edwin Juanda,Sp KK mengatakan, tahi lalat itu terjadi karena zat pigmen yang bermunculan dalam satu titik. Secara ilmu kedokteran, lanjutnya, ada beberapa ciri yang memerlihatkan bahwa tahi lalat tersebut berbahaya. Yakni ukurannya besar, hitam, tepi (couture)-nya tidak rata, pigmentasinya juga tidak rata sehingga ada kecenderungan muncul warna cokelat, putih, serta hitam. Ciri lainnya adalah terus berkembang atau cepat membesar dan gatal.

“Bila sudah terjadi seperti itu, tahi lalat mesti dibuang,” kata Edwin yang berpraktik di Jakarta Skin Centre Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Pembuangan tahi lalat dilakukan untuk kepentingan diagnosis apakah itu termasuk kanker atau bukan. Bisa dibuang sebagian atau sekaligus. Namun jika tahi lalatnya masih kecil, sebaiknya dibuang sekaligus. “Umumnya dokter kulit bisa tahu, kira-kira (tahi lalat) ini jahat atau nggak. Hal itu bisa dilhat secara kasatmata maupun dengan alat pembesar,” katanya.

Pemeriksaan selanjutnya, kulit yang diambil itu akan diperiksa menggunakan mikroskop. Dalam satu dua hari, kata dr Edwin, hasilnya sudah bisa diketahui. Jika kondisinya urgent seperti kanker payudara, maka bisa dilakukan operasi di rumah sakit.

Lalu apakah semua tahi lalat cenderung menjadi kanker? “Setiap tahi lalat ada potensi menjadi kanker. Bukan berarti 90 persen menjadi kanker, ya nggak. Harus dilihat ciri-ciri tadi, apakah terjadi perubahan terus membesar, rasa gatal,” jelasnya.

Menurut Edwin, tahi lalat juga harus dilihat di mana lokasinya. Jika tahi lalat berada di telapak kaki bisa jadi akan berkembang menjadi ‘jahat’. Hal ini bisa terjadi karena terjadi gesekan saat kita berjalan, dan itu berlangsung terus menerus.

“Jadi kalau punya tahi lalat di telapak kaki—walaupun kecil—buang saja,” tandas Edwin.
Tahi lalat di wajah yang terpapar sinar ultraviolet juga perlu diwaspadai. Untuk itu, sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika memiliki tahi lalat dengan ciri-ciri tadi. Menurutnya, kasus tahi lalat jahat lebih banyak dialami masyarakat barat karena pigmennya lebih sedikit.
baca keseluruhan - Kenali Tahi Lalat Berpotensi Kanker

Kamis, 09 Februari 2012

Tahi Lalat Makin Membesar? Awas Kanker Kulit


Tanda-tanda kanker kulit yaitu berupa benjolan. Kadang seperti tahi lalat yang makin lama makin besar adalah salah satu tandanya.
"Serta bentuknya tidak beraturan. Biasanya tanpa ada rasa sakit atau nyeri," terang  dr Syafei M Hamzah SpKK, Spesialis Kulit dan Kelamin, RSUAM Bandar Lampung
Kanker kulit sering menjangkiti daerah wajah. Terjadi akibat sering terpapar sinar matahari. Terutama bagi orang-orang yang kerjanya di tempat terbuka seperti petani atau nelayan. Dan paling banyak terjadi pada usia di atas 40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan kanker kulit ini menyerang daerah lain.
Cara menghilangkan kanker ini, yaitu dengan operasi pengangkatan. Makin cepat makin baik, dan sebelum ukurannya makin membesar. Jadi apabila dicurigai terkena kanker kulit, segera konsultasikan ke dokter agar mendapat tindakan yang tepat.
baca keseluruhan - Tahi Lalat Makin Membesar? Awas Kanker Kulit

Senin, 12 Desember 2011

Ingat... Rajin Minum Kopi Meminimalisir Risiko Kanker Kulit


Kopi bisa mengurangi risiko kanker kulit. Kabar baik ini diliris, di Asosiasi Amerika untuk Penelitian dan Pencegahan Kanker yang ke-10. Konferensi internasional yang diselenggarakan di Boston ini menunjukkan kopi yang diminum, terutama oleh wanita memiliki efek positif terdahap risiko kanker kulit.
Wanita yang minum lebih dari tiga cangkir kopi per hari memiliki risiko lebih rendah 20 persen terkena Karsinoma Sel Basal (BBC), dibandingkan wanita yang minum kurang dari secangkir per bulan. BBC adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling sering didiagnosis.
Menurut American Cancer Society, 75 persen dari semua kasus kanker kulit yang ada adalah jenis BBC. Sampai sekarang sudah ada total 22.786 kasus. Pria yang minum dengan jumlah yang sama memiliki risiko lebih rendah sembilan persen menghadapai kanker kulit.
"Studi kami menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat menjadi pilihan penting untuk membantu mencegah BBC," kata Fengju Song, peneliti yang ikut terlibat dalam riset ini.
Data ini diperoleh dari studi yang dilakukan perawat di rumah sakit wanita Brigham, dan praktisi kesehatan profesioanal (Harvard School of Public Health). Perawat mengambil sekitar 72.921 peserta dari Juni 1984 sampai Juni 2008. Praktisi kesehatan profesional meneliti 39.976 peserta sejak Juni 1986 sampai Juni 2008.
Sayang, manfaat dari minum kopi ini belum terlihat positif terhadap jenis kanker kulit yang lain, yakni  karsinoma sel skuamosa (1.953 kasus) atau melanoma (741 kasus). Penelitian sebelumnya telah menunjukkan peminum kopi cenderung mmeberikan risiko kanker payudara, rahim, prostat dan kanker usus besar. Efek yang bagus ini tidak terlihat pada orang yang minum kopi tanpa kafein.
baca keseluruhan - Ingat... Rajin Minum Kopi Meminimalisir Risiko Kanker Kulit

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense