Rabu, 28 Juli 2021
Waduh! Game Ini Bisa Bikin Jebol RTX 3090
Rabu, 14 Juli 2021
Anaknya Diejek, Orang Tua Minta Amazon Ganti Nama Alexa
Seorang gadis di Inggris menjadi korban bullying dari teman-teman sekolahnya lantaran memiliki nama yang sama dengan layanan asisten virtual milik Amazon yakni Alexa.
Orang tua dari gadis tersebut menceritakan bagaimana frustrasinya putri mereka yang juga bernama Alexa menjadi korban bullying.
Bahkan setiap ada perkenalan diri, ia mengganti nama menjadi Heather.
"Dia mulai tidak mau memperkenalkan dirinya karena dijadikan bahan lelucon," cerita sang ibu yang tak ingin disebut namanya dikutip dari Fox News.
Diceritakan juga tak hanya teman sekolahnya yang turut mem-bully tapi juga guru-guru gadis tersebut yang membuat lelucon dengan nama Alexa.
Diketahui Nama 'Alexa' digunakan Amazon untuk perangkat speaker pintarnya seperti Amazon Echo dan Echo Dot.
Untuk menggunakan speaker tersebut pengguna harus mengucapkan kata 'Alexa' terlebih dahulu sebelum mengajukan pertanyaan atau membuat perintah.
Akibat perudungan yang dialami sang putri, mereka bahkan dilaporkan sampai memutuskan pindah rumah.
"Kami telah memutuskan temannya dan memindahkannya ke sekolah baru untuk memulai awal yang baru," kata Heather.
Tak hanya menimpa keluarga Heather, orang tua lain juga rupanya meminta Amazon untuk merubah nama asisten virtualnya.
Mereka adalah Lauren Johnson yang berbasis di Massachusetts yang memulai sebuah kampanye bertajuk 'Alexa is a Human'.
Mereka menulis sebuah surat kepada Amazon di mana dalam surat tersebut diungkapkan putrinya yang juga bernama Alexa terus menerus diganggu di sekolah karena nama tersebut.
Dalam sebuah pernyataan ke BBC Amazon mengatakan sebenarnya ada alternatif untuk mengubah panggilan asisten virtual pintarnya.
"Sebagai alternatif untuk Alexa, kami juga menawarkan beberapa kata lain yang dapat dipilih pelanggan, termasuk Echo, Computer, dan Amazon." kata Amazon
"Kami menghargai respons dari pelanggan, dan seperti semua yang kami lakukan, kami akan terus mencari cara untuk menawarkan mereka lebih banyak pilihan di bidang ini." lanjutnya.
Sabtu, 13 Maret 2021
Logo Baru Amazon Disebut Mirip Kumis Hitler
Amazon melakukan rebranding dengan mengganti desain logonya.
Namun raksasa e-commerce ini malah bikin heboh karena banyak berkomentar logo barunya menyerupai kumis tokoh partai Nazi Jerman Adolf Hitler.
Bulan lalu, perusahaan milik orang terkaya dunia Jeff Bezos ini merilis update untuk aplikasi belanjanya, lengkap dengan logo baru.
Amazon menanggalkan desain lama dengan keranjang belanja, menambahkan panah yang terlihat seperti garis senyuman, dan mengganti selotip biru pada kotak paket dengan desain bergerigi.
Diposisikan di atas panah yang seperti senyuman, selotip biru inilah yang disebut seperti kumis diktator Jerman Adolf Hitler.
Sejumlah pengguna Twitter mencuit tentang hal ini dan ramai membahasnya.
Menanggapi hal ini, juru bicara Amazon Craig Andrews tidak secara langsung membahas klaim logo baru mereka dengan kumis Hitler.
Andrews hanya menjelaskan secara umum bahwa logo baru ini dimaksudkan untuk rebranding.
"Kami merancang ikon baru untuk memicu kegembiraan ketika pelanggan memulai perjalanan belanja mereka di ponsel mereka, seperti yang mereka lakukan ketika mereka melihat kotak dari kami tiba di depan pintu mereka," ujarnya.
Sementara itu, Jason Forrest Creative Director di firma desain grafis Digital Ink menyebutkan, media sosial telah mempermudah orang mengkritik dan mempertimbangkan citra sebuah merek perusahaan.
Menurutnya, dalam beberapa hal, umpan balik dari publik seperti ini, sebenarnya dapat membantu proses desain kreatif. "Saya pikir demikian, internet lebih sensitif pada hal-hal seperti ini,"komentarnya.
Minggu, 10 Januari 2021
Pertama Kali Amazon Beli Pesawat Sendiri Untuk Kirim Barang
Pada Selasa (5/1) Amazon mengumumkan telah membeli 11 pesawat jet dari maskapai Delta dan WestJet untuk meningkatkan jaringan pengirimannya yang berkembang pesat dan juga dapat mengirimkan pesanan barang ke konsumen lebih cepat.
Dilansir dari Associated Press, Amazon mengatakan bahwa hal ini adalah pertama kalinya mereka membeli pesawat sendiri untuk jaringan pengirimannya.
Di mana selama beberapa tahun terakhir mereka hanya menyewa pesawat untuk membangun armadanya.
"Memiliki pesawat sewaan dan milik sendiri pada armada kami yang terus berkembang memungkinkan kami dapat mengelola operasional kami dengan mudah dan lebih baik," kata Sarah Rhoads, vice president of Amazon Global Air dalam pernyataan di blognya.
Amazon yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat ini sebagian besar mengantarkan paketnya sendiri dan tidak terlalu bergantung pada UPS, layanan Pos AS dan jasa pengiriman lainnya.
Selain armada pesawatnya, Amazon juga telah membangun beberapa pusat penyortiran paket di bandara, membuka gudang yang lebih dekat dengan tempat tinggal pembeli, dan meluncurkan program yang memungkinkan kontraktor memulai bisnis dengan mengirimkan paket dalam van yang dicap dengan logo Amazon.
Amazon mengatakan 11 pesawat, yang semuanya adalah jenis Boeing 767-300, akan diubah penggunaannya untuk menampung kargo, bukan lagi penumpang.
Lalu Empat jet yang dibeli dari WestJet akan bergabung dengan armada Amazon tahun ini, dan tujuh dari Delta akan siap beroperasi tahun depan.
Pembelian tersebut akan membuat total armada Amazon menjadi 85 pesawat pada tahun 2022.
Sayangnya Amazon Inc. menolak memberikan informasi berapa uang yang mereka habiskan untuk membeli pesawat-pesawat tersebut.
Sabtu, 09 Januari 2021
Mau Saingi Podcast Spotify, Amazon Caplok Wondery
Dunia podcast tengah tumbuh. Amazon pun resmi mengakuisi startup podcast Wondery untuk sebagai senjata untuk menyaingi Spotify.
Dalam pengumuman di blog perusahaan, Wondery bergabung dengan Amazon Music.
Dengan pengalamannya di bidang podcast, Wondery diharapkan dapat menumbuhkembangkan Amazon Music yang sedang berupaya mengarungi media hiburan.
Meskipun terjadi kesepakatan untuk bergabung dengan Amazon Music, apa yang sudah dijalankan Wondery tidak akan diubah agar tidak mempengaruhi pendengar setia mereka sebelumnya.
"Dengan Amazon Music, Wondery akan dapat memberikan konten inovatif yang lebih berkualitas tinggi dan melanjutkan misi mereka untuk menghadirkan dunia hiburan dan pengetahuan kepada audiens mereka, di mana pun mereka mendengarkannya," kata Amazon.
Amazon Music sebenarnya mempunyai podcast sendiri yang telah diluncurkan pada September lalu.
Namun dengan bekal pengalaman yang dimiliki Wondery, bisa memacu podcast di bawah naungan perusahaan teknologi ini kian melaju, khususnya di persaingan podcast melawan Spotify.
"Kami berharap dapat mempercepat pertumbuhan dan evolusi podcast dengan menghadirkan kreator, host, dan pengalaman imersif ke lebih banyak pendengar di seluruh dunia, seperti yang kami lakukan di musik," ucap Amazon.
"Ini adalah momen penting untuk memperluas penawaran Amazon Music di luar musik seiring dengan berkembangnya kebiasaan pendengar.
Komitmen kami pada podcast, fokus kami pada audio berkualitas tinggi dengan tingkat Amazon Music HD, dan kemitraan dengan Twitch menghadirkan streaming langsung ke aplikasi, menjadikan Amazon Music sebagai tujuan pemutaran bagi kreator," tuturnya.
Kamis, 05 Desember 2013
Mengintip Gudang Raksasa Toko Online Terbesar di Dunia
![]() |
| Amazon memiliki beberapa gudang raksasa. Salah satunya yang berlokasi di Peterborough, Cambridgeshire seperti terlihat di atas. |
![]() |
| Gudang ini menampung begitu banyak barang yang siap dibeli oleh para konsumen Amazon secara online. |
![]() |
| Tampak dua orang karyawan Amazon melakukan scan pada barang agar mudah dimonitor. |
![]() |
| Para karyawan mengambil dan mendata barang yang dibeli konsumen. |
![]() |
| Masing-masing rak diberi nomor sebagai penandan kategori barang. |
![]() |
| Begitu banyaknya barang yang ada di gudang raksasa Amazon bisa disaksikan di sini. |
![]() |
| Seorang karyawan berjalan di antara tumpukan barang. |
![]() |
| Karyawan sedang menyortir barang. |
![]() |
| Komputer merekam setiap item sebelum dibungkus. |
![]() |
| Petugas mencatat barang yaitu konsol game Nintendo Wii. |
![]() |
| Petugas melakukan scan pada DVD jualan Amazon. |
![]() |
| Salah seorang karyawan sedang mencari barang pesanan pembeli. |
![]() |
| Salah satu sudut gudang raksasa Amazon di Inggris. |
![]() |
| Menjelang musim belanja akhir tahun, kesibukan di gudang Amazon ini makin terasa. |
![]() |
| Petugas mengamati barang-barang yang sudah siap diantarkan ke tangan konsumen. |
![]() |
| Amazon wilayah Inggris menargetkan meraih 3,5 juta pesanan pada musim belanja akhir tahun ini. |
![]() |
| Amazon didirikan Jeff Bezos dari garasi rumahnya dan terus meraksasa. |




















