# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label tips n tricks for children's. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips n tricks for children's. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2013

Tips Memijat Bayi Sendiri

Memijat bayi secara teratur dapat memperkuat pertumbuhan tulangnya, dan merangsang pertumbuhannya agar lebih pesat. Selain itu, melakukan pijat bayi secara psikologis akan mempererat hubungan antara ibu dan anak.

Jika dilakukan dengan tepat, pijat bayi pun bermanfaat meningkatkan sirkulasi darah dan sistem pencernaannya lebih sehat.
Berikut adalah beberapa tips memijat bayi dengan benar, seperti dilansir oleh situs Boldsky:
  • Pilih minyak yang aman bagi bayi
Menggunakan minyak pijat yang alami akan lebih baik bagi kulit bayi, misalnya minyak zaitun, baby oil, atau mustard oil. Hindari menggunakan minyak pijat yang panas, sebab dapat menyebabkan kulit bayi iritasi.
  • Mulai dari kaki
Kaki adalah awal yang baik untuk memijat bayi, sebab tak ada organ sensitif di sana. Mulailah dengan gerakan memutar dari arah paha ke pergelangan kaki bayi.
  • Pindah ke perut
Sapukan kedua telapak tangan dari arah tengah ke pinggir perut bayi, perlahan saja dengan tekanan lembut. Ulangi beberapa kali agar sistem pencernaan terbebas dari masalah gas dan sembelit.
  • Telapak kaki
Pijat telapak kaki bayi untuk merangsang sistem tubuhnya. Termasuk juga jari jemarinya, untuk membantu dalam masalah pertumbuhan gigi.
  • Punggung
Terakhir, pindah ke punggung. Sapukan telapak tangan dari arah bawah ke atas punggung bayi dengan gerakan lembut dan berirama.
Pijat bisa jadi aktifitas yang candu untuk bayi, sebab membuat mereka rileks dan bahkan tertidur. Lakukan secara teratur dan perhatikan bahwa mereka tak lagi rewel dan sulit tidur serta tumbuh dengan cepat.
baca keseluruhan - Tips Memijat Bayi Sendiri

Sabtu, 23 Maret 2013

Rahasianya agar Anak Anda Cerdas & Pintar

Orang tua mana yang tidak ingin anak-anaknya cerdas dan pintar? Tentu semua orang tua menginginkannya. Tapi terkadang banyak orang tua yang bingung, cara apa yang harus ditempuh untuk meningkatkan kecerdasan anak-anaknya.

Sekolah dan tempat pendidikan bukanlah satu-satunya tempat yang bisa mencerdaskan otak anak Anda. Ada faktor-faktor lain yang turut memepengaruhi tingkat kecerdasan si buah hati.

Nah, berikut 6 hal yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan tingkat kecerdasan anak-anak Anda baik di sekolah maupun dalam kehidupan sosial.

  1. ASI Eksklusif
    Jika Anda memiliki buah hati yang masih bayi, berarti peluang Anda untuk meningkatkan kecerdasan anak Anda masih terbuka lebar. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kecerdasan bayi adalah dengan memberinya ASI eksklusif selama 9 bulan.
    Sebuah studi di Denmark mengungkap bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif selama 9 bulan mengalami pertumbuhan yang signifikan dan lebih cerdas dari bayi yang hanya mendapatkan ASI satu bulan atau kurang.

  2. Cukupi Gizinya
    Ajarkan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat sejak dini, seperti tindak memberi buah hati makanan-makanan junk food dan menggantinya dengan sayuran serta buah-buahan segar. Di masa pertumbuhan, otak anak Anda membutuhkan nutrisi penting, seperti asam lemak Omega-3 yang bisa didapatkan dari ikan. Beberapa studi membuktikan bahwa anak-anak yang gemar menyantap ikan seperti, tuna, salmon, dan cod, memiliki pikiran yang tajam dan mencatat hasil yang baik dalam ujian.

  3. Kenalkan Musik
    University of Toronto menyebutkan bahwa memperkenalkan musik kepada anak bisa menjadi langkah yang tepat untuk melatih kemampuan otak kanan. Mereka juga menyatakan bahwa anak-anak yang bermain musik memiliki kemajuan yang pesat dalam IQ dan kemampuan akademik saat mereka menginjak usia remaja.

  4. Kenalkan Olahraga
    Tim peneliti dari University of Illinois membuktikan bahwa ada hubungan yang kuat antara kebugaran fisik dengan prestasi akademik anak-anak. Secara umum aktivitas fisik saat berolahraga berkaitan erat dengan prestasi belajar anak-anak. Meningkatnya aliran darah dan oksigen ke otak saat berolahraga dianggap sebagai faktor yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak saat mengerjakan soal-soal ujian.

  5. Biasakan Sarapan
    Ini adalah kebiasaan kecil yang masih sering diabaikan oleh apra orang tua. Membiasakan anak sarapan dapat meningkatkan memori dan konsentrasi saat belajar. Anak-anak yang tidak terbiasa sarapan akan cepat lelah dan sulit berkonsentrasi terhadap pelajaran yang diterimanya. Ini berhubungan dengan asupan gizi yang tidak ia dapatkan di pagi hari, sehingga pada siang hari kemampuan otaknya menjadi menurun.

  6. Budayakan Membaca
    Membaca baik untuk segala usia, termasuk anak-anak. Membaca merupakan cara yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan perkembangan kognitif anak-anak. Menurut Paul C. Burns, Betty D. Roe & Elinor P. Ross, pakar pendidikan anak dari Amerika Serikat, ada delapan aspek yang bekerja saat anak-anak terbiasa membaca, yaitu aspek sensori, persepsi, sekuensial (tata urutan kerja), pengalaman, berpikir, belajar, asosiasi, dan afeksi, di mana semua aspek tersebut merupakan faktor penting dalam meningkatkan kecerdasan dan kemampuan otak anak.
So, jika Anda menginginkan anak-anak yang cerdas dan pintar, Anda sudah tahu rahasianya.
baca keseluruhan - Rahasianya agar Anak Anda Cerdas & Pintar

Senin, 15 Oktober 2012

Bahaya Meneriaki Anak dan Cara Menjadi Ibu yang Lebih Tenang

Jika Anda meneriaki anak Anda, lalu menyesal setelahnya, ini saran buat Anda.

Saya, suami dan dua anak kami sedang menikmati liburan santai di Hawaii. Kami sedang berkendara di mobil melalui jalan berliku (dan berbahaya) dan menuju Hana. Saat kami sedang melihat betapa indahnya tebing dan pantai, peristiwa itu tiba-tiba terjadi; tanpa alasan jelas, anak laki-laki kami yang berusia 5 tahun melempar botol air ke arah suami.

Botol itu mengenai kaca dan membuat suara keras. Hanya keajaiban yang membuat kami tidak menabrak sesuatu — meski kami sempat kehilangan kendali. Saya dan suami sontak memarahi, berteriak dan mengancam.

"Kenapa kamu melakukan itu? Apa kamu tidak tahu kalau itu amat berbahaya? Kita sedang menikmati liburan, dan kamu melempar botol air tanpa alasan?" Lagi dan lagi kami memarahinya — melebihi apa yang sepantasnya diterima anak TK.

Air mata mulai mengalir di pipi anak saya. Bibirnya gemetar, dan ia mulai menangis. Kami pun menenangkan diri dan melanjutkan perjalanan, dan saya mencoba melupakan semua kejadian tersebut.

Beberapa minggu kemudian, saya memutar ulang video liburan kami di Hawaii. Ternyata insiden pelemparan botol air itu tidak sengaja terekam kamera (yang saya lupa matikan). Tanpa gambar, saya bisa mendengarkan diri saya sendiri sedang meneriaki anak kami dan mempermalukannya.

Saya mencoba menahan air mata. Bagaimana saya bisa berlaku seperti itu di depan anak saya sendiri, anak saya? Saya mungkin rekaman suara di kamera video, tapi tidak akan pernah bisa menghapus kejadian tersebut dari ingatan.

Suka atau tidak, sebagian orang tua mengamuk di depan anak kesayangan mereka. Kadang kemarahan itu ditujukan pada anak, kadang juga tidak. Tapi itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Untungnya, ada cara sederhana yang bisa diambil untuk memperbaiki keadaan:

Harga dari sebuah kemarahan
Pertama, ingatlah mengamuk di depan anak bukan cara tepat menjadi orang tua. Hal itu bisa menyebabkan gangguan pada kejiwaan mereka, ujar ahli psikologi Matthew McKay, Ph.D, profesor dari Wright University di Berkeley, California, dan penulis “When Anger Hurt Your Kids”.

"Studi yang ada menunjukkan bahwa orangtua yang menunjukkan kemarahan di depan anaknya akan membuat anak tersebut menjadi kurang empatik, kata McKay.

Anak tersebut akan menjadi agresif dan mudah depresi dibandingkan anak yang berasal dari keluarga yang tenang, dan memiliki performa yang kurang baik di sekolah. Kemarahan dapat mengurangi kemampuan anak untuk beradaptasi dengan dunia, ujar McKay.

Semakin muda usia anak tersebut, maka semakin besar dampaknya. "Ketika anak masih kecil, Anda adalah dunianya," ujar psikolog Robert Puff, Ph.D, penulis “Anger Work: How to Express Your Anger and Still Be Kind”. "Ketika Anda marah, dunia mereka terguncang. Saat mereka tumbuh dewasa. mereka punya teman, dan orang lain dalam hidup mereka, dan hal itu akan mengurangi efeknya."

Satu lagi yang harus diperhatikan: Kemarahan tanpa kata-kata pada umumnya tidak akan membuat efek sebesar kemarahan biasa, ujar McKay.

Anak itu sebenarnya bisa belajar pelajaran penting dari melihat Anda marah sampai menenangkan diri. "Hal itu akan menunjukan pada anak bahwa kita semua bisa marah, tapi yang terpenting adalah memperbaiki keadaan sesudahnya," ujar McKay. Ini adalah langkah untuk melakukannya.

Ketika Anda meneriaki anak


Ketika Jennifer dari Huntington Beach, California, pergi ke Disneyland dengan tiga anaknya, dia tidak sadar "tempat paling bahagia di Bumi" akan menjadi salah satu lokasi momen paling buruknya sebagai orangtua. "Waktu itu hari sangat panas dan ramai" ujar Jennifer. "Dua anak saya menderita penyakit paru-paru dan bisa menggunakan kartu khusus untuk menghindari antrean. Tapi anak saya yang berusia 13 tahun menghilangkan kartunya. Tiba-tiba saya meneriakinya, setelah itu anak saya mulai menangis. Semua orang yang ada di sekitar melihat saya dengan jijik. Saya terus meminta maaf. Air mata saya juga mulai mengalir karena telah melukainya."

Studi University of New Hampshire menemukan, 90 persen orangtua mengakui pernah memarahi anaknya pada usia 2-12 tahun, dalam periode satu tahun (10 persen lagi pasti malaikat atau punya ingatan yang buruk).

Untuk menghindari meneriaki anak, kami berikan beberapa tips: Saat Anda marah bayangkan anak Anda sebagai bayi, ujar Dr. Sandra P Thomas, profesor dari University of Tennessee, Knoxville, dan penulis dari “Use Your Anger: A Woman's Guide to Empowerment”.

"Anak yang lebih tua dan remaja memang tidak selucu bayi, dan kadang mereka menyebalkan," ujarnya. "Ketika Anda marah, ingatlah mereka sebagai bayi, hal itu akan membantu Anda."

"Jika Anda bisa, istirahatlah sebentar, dan pergilah ke ruang sebelah meski hanya satu atau dua menit" ujar  Laura J. Petracek, Ph.D., penulis “The Anger Workbook for Women”.

Jika Anda terlanjur marah, hal yang paling penting adalah memperbaikinya. Jangan tergoda untuk menyalahkan anak Anda karena memicu amarah. "Katakan, aku sangat kecewa pada kecerobohanmu, tapi aku seharusnya tidak berteriak seperti itu, aku minta maaf." ujar Thomas. Berjanjilah Anda tidak akan melakukannya lagi, hibur anak Anda seperlunya.

Ketika Anda bertengkar dengan pasangan

Angie dari Seattle mengatakan hidupnya penuh tekanan sejak suaminya kehilangan pekerjaan dan mereka sering bertengkar di depan anak mereka yang berumur tiga tahun, Lexi.

"Semalam saya memarahi suami karena tidak membersihkan rumah," ujarnya. "Lexi datang dan menarik baju saya sambil berkata, 'Ayah jangan dimarahi', mata Lexi terlihat sangat ketakutan. Kami akhirnya berhenti bertengkar dan mencoba meyakinkannya, bahwa ayah dan ibunya masih saling mencintai, tapi saya tidak tahu apakah Lexi percaya."

Anak bisa sangat terpukul jika melihat orang tuanya bertengkar, ujar Charles Spielberger, Ph.D., psikolog yang mempunyai spesialisasi dalam studi kemarahan di University of South Florida. Sangat penting untuk segera memperbaiki keadaan.

Tidak usah menjelaskan keadaan dengan membacakan daftar cucian yang tidak dikerjakan pasangan Anda, hal itu hanya akan membuat anak stres. "Lebih baik katakan seperti ini: 'Saya sangat marah dengan ayahmu tadi, kami telah membicarakannya dan sedang memperbaikinya, orang tinggal bersama kadang bisa marah, maaf telah berteriak, kami masih saling menyayangi.'"

Jika bisa, katakan apa yang akan Anda lakukan lain kali, ujar Jerry Deffenbacher, Ph.D., profesor psikologi di Colorado State University, yang mempelajari masalah kemarahan. Hal itu akan membuat anak belajar dari pengalaman, contohnya: "Saya marah pada ayahmu karena menghanguskan roti, tapi saya minta maaf, harusnya saya tidak berteriak seperti itu. Lain kali kami akan menggunakan timer di dapur saat menyalakan oven."

Jangan berkomentar terlalu banyak. Menjelaskan terlalu banyak akan membuat anak Anda seperti terapis atau mediator. Jangan melibatkan anak terlalu jauh.

Ketika bertengkar dengan orang asing

Saat Fiona dari Detroit memasang sabuk pengaman untuk anaknya setelah kembali dari toko roti, seorang pengemudi yang lebih tua darinya berhenti di dekatnya dan membunyikan klakson. "Dia berteriak, tutup pintumu!" tanpa memberi peringatan kalau saya menutupi jalannya. Saya langsung berteriak "Apa tidak bisa lihat kalau saya sedang meletakkan bayi di kursi? Dasar $%*#@?!'”

“Anak kembar saya yang duduk di kursi belakang sangat terkejut, dan aku merasa sangat bersalah pada anak saya."

Insting Anda pasti ingin meminta maaf, tapi jangan. Semua orang bisa marah, Anda tidak boleh minta maaf karena kemarahan. (Hal ini penting jika Anda punya anak perempuan — anak perempuan pada usia muda memendam perasaannya).

Lebih baik terangkan apa yang membuat Anda marah. Ujar McKay: "Katakan, 'orang itu melukai perasaan saya dan saya sangat marah.'" Kemudian, mintalah maaf karena cara Anda meluapkan kemarahan. "Pastikan anak tahu makian — atau apa pun yang Anda lakukan itu salah" ujar Thomas.

Mengatasi amarah Anda
Untuk tetap bersabar, ikutilah beberapa aturan dasar berikut:

-Tanyakan pertanyaan yang tepat ketika anak membuat susah dan memicu kemarahan Anda, ikuti saran McKay: Daripada berpikir, mengapa dia melakukan ini pada saya? Fokus pada anak; mungkin ada alasannya. Apa dia lapar, bosan, lelah, atau ingin diperhatikan? Coba penuhi keinginannya dan jangan terbawa emosi.

-Catat kemarahan Anda saat Anda terbawa emosi. "Lihat polanya — jam saat Anda paling marah? Situasinya? ujar Deffenbacher. "Setelah Anda menemukan inti penyebab kemarahan Anda, minta pendapat mengatasinya." Anda bahkan bisa melibatkan anak Anda, katakan: "Saya sangat kesal jika kamu tidak mengerjakan tugasmu, bagaimana  supaya membuat situasi ini lebih baik? Dengan membiarkan anak memberi pendapat, Anda mendorong mereka menjadi bagian dari solusi.

-Kurangi pertengkaran rumah tangga, "Pada saat yang tenang, Anda dan pasangan harus setuju untuk mengatasi argumen secara berbeda, ujar Deffenbacher. "Jangan bertengkar di depan anak. Buat kode ketika Anda sangat marah, dan biarkan sinyal itu menjadi tanda kalau Anda ingin membahasnya nanti secara pribadi ketika suasana sudah tenang."

-Katakan emosi Anda dengan jelas, ketika anak atau orang asing membuat Anda marah, katakan "Wow, orang itu memotong jalanku — tidak sopan! Mungkin dia ada keadaan darurat atau tidak melihatku. Apa pun itu dia tidak akan merusak hariku.” ujar Deffenbacher. Dengan melakukan itu, Anda memberi contoh bagaimana mengatasi rasa frustasi sehari-hari. Dan bagaimana mengontrol emosi, sebelum Anda dikontrol emosi.
baca keseluruhan - Bahaya Meneriaki Anak dan Cara Menjadi Ibu yang Lebih Tenang

Sabtu, 15 September 2012

Cara Menghilangkan Kebiasaan Isap Jempol Pada Anak


Banyak dampak yang diakibatkan karena kebiasaan mengisap jempol yang dilakukan anak. Tak heran kerap membuat orangtua khawatir akan dampak buruk pada perkembangan anak. Bagaimana caranya supaya kebiasaan mengisap jempolnya hilang?
Spesialis Anak RS Graha Husada Bandar Lampung, dr H Amran Harun SpA, menjelaskan yang dapat dilakukan orangtua prinsipnya ada dua. Pertama adalah mengetahui penyebabnya.
Sebelum pengobatan dimulai, kebiasaan anak sehari-hari harus diketahui termasuk cara anak beradaptasi terhadap lingkungan sekitar. Bila faktor pencetus emosional dan psikologis ditemukan, maka terapi anak dimulai.
Hal kedua yang dilakukan adalah menguatkan anak. Terapi harus dimulai dengan keikutsertaan anak, kerjasama dan yang paling penting ketertarikan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Orangtua diingatkan untuk tidak memberikan hukuman pada anak karena anak akan semakin menolak untuk menghentikan kebiasaan ini.
Bila kebiasaan ini menetap setelah berumur 4 tahun, maka mulai dilakukan tindakan dengan memodifikasi perilaku dan beberapa pendekatan positif. Melatih anak sejak bayi dengan bermain seperti bertepuk tangan sambil bernyanyi dan lain-lain.
Mengingatkan anak, dapat dengan cara memberi catatan atau kalender yang menyatakan keberhasilan anak tidak menghisap jempol.
Atau bisa memberi hadiah stiker, buku cerita, perilaku khusus atau waktu berlibur dengan orangtua bila anak bebas mengisap jempol satu hari. Cara lain adalah dengan menghargai anak-anak bila tidak mengisap jempol, atau memberikan zat yang pahit yang dioleskan pada jempol pada waktu pagi, malam dan waktu anak mulai mengisap jempol.
baca keseluruhan - Cara Menghilangkan Kebiasaan Isap Jempol Pada Anak

Menghindari Kesalahan Merawat Bayi


Tahun pertama kehidupan bayi Anda, bisa menjadi satu hal yang menarik dan luar biasa. Jangan berharap untuk menjadi orang tua yang sempurna dan benar dalam melakukan segala hal. Pasti Anda pernah melakukan satu dua hal kesalahan.
Berikut beberapa kesalahan paling umum yang dilakukan orang tua pada tahun pertama bayi mereka yang bisa Anda hindari, seperti dikutip dari Timesofindia.
Mencemaskan sesuatu
Tidak masalah jika bayi Anda muntah atau menangis, jangan terlalu mencemaskan hal itu. Namun jika hal itu Anda lihat berlangsung terlalu lama, Anda bisa segera ke dokter menghilangkan rasa khawatir Anda.
Khawatir dengan tangisan
Ketika bayi Anda menangis, tidak berarti Anda melakukan kesalahan. Bayi memang dirancang untuk menangis. Anda tinggal mengganti popok, menyelimutinya atau memberinya makan. Namun, jika bayi Anda sulit ditenangkan lebih dari satu jam, hubungi dokter Anda.
Bangunkan bayi untuk menyusu
Bayi Anda akan menangis ketika dia lapar, haus dan sebagainya. Usahakan tidak membangunkan bayi Anda di tengan malam karena Anda pikir dia lapar. Menyusui bayi bisa sepanjang malam. Jika mereka butuh susu, mereka akan bangun sendiri.
Bingung dengan mutah dan gumoh
Semua bayi gumoh. Jangan berpikir mereka muntah karena makanan. Jika bayi muntah secara berkala (sekitar 25-30 menit), bisa saja ada yang salah.
Memperbaiki kursi mobil
Setelah usia bayi Anda tiga bulan, dan membawa bayi Anda keluar dengan mobil rasanya menyenangkan, tapi pastikan kursi mobil Anda telah diatur dengan baik. Minta bantuan seseorang jika Anda belum, yakin, lebih baik pastikan semua aman daripada nanti Anda menyesal.
Melupakan perawatan mulut
Hanya karena bayi Anda tidak memiliki gigi, bukan berarti mereka tidak perlu perawatan mulut. Ambillah kain lembut dan oleskan ke gusi bayi Anda. Setelah giginya tumbuh, jangan biarkan bayi Anda minum susu sambil tiduran. Ini upaya untuk menghindari gigi berlubang dan membusuk.
Berdebat dengan pasangan Anda
Ingat, orang tua adalah mitra. Karena itu jangan berdebat panjang untuk hal-hal yang bisa diambil solusinya, terutama di depan bayi Anda. Ingat, bayi usia empat bulan saja dapat merasakan adanya perdebatan antara orangtuanya.
Mendengarkan nasihat orang tua
Berapa banyak yang menyarankan Anda tentang cara menggendong bayi, memberi makan dan bersendawa bayi. Mengapa bayi menangis, mandi. Saran selalu Anda terima, tapi tidak dilakukan dengan semestinya. Sebaiknya, apa yang dinasihatkan orang tua Anda lakukan, karena semua untuk kebaikan bayi Anda.
baca keseluruhan - Menghindari Kesalahan Merawat Bayi

Senin, 06 Agustus 2012

Agar Si Kecil Tak Sulit Makan

“Kenapa anak saya kurus? Apa yang harus saya lakukan supaya dia bisa gemuk?” Apakah pertanyaan ini pernah terbesit di pikiran Anda?

Orang tua saat ini lebih menginginkan anaknya gemuk dibandingkan kurus. Padahal tidak semua yang gemuk itu sehat dan tidak semua yang kurus itu tidak sehat. Namun sudah menjadi stigma di masyarakat kalau anak yang gemuk adalah anak yang sehat. Anggapan ini belum tentu benar. Jika kita cermati lagi, anak kurus yang dimaksud oleh para orang tua itu seperti apa?

Kalau dibandingkan dengan anak lain yang jauh lebih gemuk, tentu saja anak akan terlihat lebih kurus. Tapi perlu diingatkan, anak yang kurus juga bisa berarti kurang gizi. Seorang anak disebut bergizi kurang bila berat badan berdasarkan umurnya kurang dari 80 persen, atau berat badan berdasarkan tinggi badannya kurang dari 90 persen.
Orang tua dapat melihat apakah pertumbuhan anaknya mengikuti jalur yang benar dengan menggunakan kurva pertumbuhan berat badan yang ada di KMS (Kartu Menuju Sehat) atau kartu berobat lain.

Jadi, bila anak kita kurus namun bergizi baik maka hal ini tidak perlu dirisaukan oleh orang tua. Tapi tetap saja banyak orang tua yang lebih menginginkan anaknya gemuk. Jadi bagaimana menyiasati anak kurus?

Sebelum melakukan hal-hal berikut ini, perlu diperhatikan kesehatan anak Anda. Kadangkala bila anak sering sakit, memang pertumbuhannya agak terhambat. Itu disebabkan karena ia jadi membutuhkan lebih banyak energi untuk proses penyembuhan dan tumbuh normal. Selain itu pada anak yang sakit, nafsu makannya akan menurun. Bila anak sering sakit, ada baiknya periksa ke dokter anak. Bisa jadi ada proses yang sifatnya kronis, atau bisa juga ada masalah lain yang belum diketahui seperti suatu infeksi.

Beberapa hal yang dapat dilakukan agar si kecil mau makan, antara lain:

1. Mengurangi camilan yang membuat anak kenyang.
Jangan biarkan anak terlalu sering jajan di luar makanan utama karena dapat menyebabkan anak kenyang. Jika terlalu sering jajan, dia tidak akan merasa lapar saat tiba waktu makan. Selain itu, cakupan gizi dalam jajanan tersebut belum tentu mencukupi kebutuhan anak.

2. Buat suasana makan yang menyenangkan bagi anak.
Sajikan makanan yang cukup bervariasi kepada anak sehingga anak tidak bosan. Buatlah suasana yang menimbulkan anggapan bahwa makan adalah sesuatu yang menyenangkan. Jangan cepat menyerah jika anak tidak menyukai makanan yang kita tawarkan. Coba ulangi lagi dengan suasana yang berbeda.

3. Tambahkan susu secukupnya.
Jangan berikan susu pada anak dalam jumlah berlebihan. Cukup dua atau tiga gelas susu sehari. Jumlah susu yang berlebihan akan menyebabkan anak kekenyangan sehingga anak tidak mau makan lagi.

Jika Anda sudah mencoba namun si kecil tetap susah makan, konsultasikan dengan dokter anak Anda. Mungkin terdapat gangguan kesehatan tertentu yang mendasarinya.
baca keseluruhan - Agar Si Kecil Tak Sulit Makan

Senin, 18 Juni 2012

Si Kecil Suka Ngompol, Ini Cara Mengatasinya


Pada usia lima tahun, anak seharusnya sudah bisa mengatur panggilan alaminya untuk ke toilet. Andai ia masih kesulitan dengan urusan buang air kecil, segeralah beri bantuan. Jika tidak diatasi, bukan cuma pengasuh yang akan kerepotan, anak juga bisa merasakan dampak negatif dari ketidakmampuannya mengontrol desakan untuk pipis.
Psikolog Sani B Hermawan menjelaskan, idealnya setelah usia lima tahun anak harus berhenti mengompol. Sebab, pada usia lebih dari 18 bulan saja anak sudah mulai bisa diajak untuk beralih dari popok ke toilet. Ketika itu, otot-otot kandung kemihnya sudah lebih matang.
Pada usia tersebut, anak umumnya juga bisa memahami perintah sederhana. Dia pun mampu menahan kemih selama dua sampai tiga jam. Amati saja siklus pipisnya. Sediakan potty chair yang nyaman dan menarik. Lalu, dengan cara yang menyenangkan, ajak anak berkemih.
Bagaimana dengan anak yang lebih besar namun masih suka mengompol? ”Penyebabnya beragam, termasuk pola asuh orang tua yang salah dan orang tua tidak konsisten,” paparnya.
Selain itu, anak tidak menjalankan konsekuensi atau hukuman yang diberikan orang tua ketika ia mengompol. “Ini karena anak malas, tidak mau mematuhi peraturan,” tambahnya. Tak hanya itu, anak yang terlalu capai pada siang hari juga bisa memicu ia mengompol pada malam harinya. “Ini karena aktivitasnya memacu gerakan peristaltiknya,” ujarnya.
Penyebab lain, bisa karena anak terlalu banyak mengonsumsi soda. Tetapi, anak mengompol, menurut Sani, juga bisa karena ada kelainan organ dalam anak. “Coba amati mana penyebab yang paling sesuai dengan kondisi anak dan berikan bantuan yang tepat.”
Bagaimana anak yang suka mengompol pada siang hari? Anak membasahi celananya pada siang hari biasanya karena ia menahan pipis. Kemungkinan besar dia malas, takut, atau sedang asyik bermain. Konsistensi peng asuh dibutuhkan agar anak tidak melulu mengandalkan popok.
Lalu, bagaimana cara mengatasi anak yang masih suka mengompol? Kebiasaan mengompol pada anak bukanlah hal yang mudah. Diperlukan peran yang kuat dari orang tua dan anak itu sendiri. “Untuk mengatasi anak agar tidak mengompol perlu dilakukan toilet training,” kata Sani.
Toilet training adalah cara anak untuk mengontrol kebiasaan buang air kecil. Proses ini membutuhkan waktu, pengertian, dan kesabaran. Yang paling penting diingat adalah orang tua tidak bisa mengharapkan dengan cepat si anak langsung bisa menggunakan toilet. “Tetapi, pada usia lima tahun, training ini harus sudah berhasil dilakukan,” ucap Sani.
Kalau tidak berhasil, anak akan alami gangguan psikologis. Anak menjadi tidak percaya diri menyusul celana basahnya. “Itu sebabnya kemampuan berkemih di toilet dianggap sebagai pencapaian besar bagi anak,” ujar Sani.
Toilet training:
1. Sebelum tidur ajak anak buang air kecil terlebih dahulu
2. Bangunkan anak setelah tidur pada malam hari untuk buang air kecil. Jika jam tidur anak delapan jam, bangunkan anak 4 jam setelah tidur
3. Kurangi minum soda. Soda mengandung bahan perangsang metabolisme yang memicu anak berkemih.
4. Perbanyak minum air putih
5. Berikan konsekuensi pada anak yang suka mengompol. Ajak anak mencuci bekas ompol, angkat seprai, dan celana bekas ompol. Harus ada kesadaran bahwa ada konsekuensi kalau anak mengompol.
6. Gunakan alarm anti mengompol. Misalnya, pada jam tertentu ajarkan anak buang air di kamar mandi. Untuk anak yang agak besar akan mengerti, tetapi untuk anak yang kecil tentu sangat menantang. Mereka harus selalu diingatkan.
7. Orang tua harus mau capai mengingatkan anaknya untuk buang air kecil di kamar mandi setiap satu jam atau satu jam setengah pada siang hari. Pada malam hari, orang tua harus rajin bangun untuk mengingatkan anak buang air kecil. Ini akan membuat anak tidak malas buang air kecil.
8. Orang tua juga harus peka, pantau anak yang sudah mulai gelisah ketika hendak buang air kecil. Saat itu segera bawa anak ke kamar mandi.
9. Harus ada kerja sama dan bagi tugas antara suami dan istri.
10. Jangan berikan popok yang seakan membiarkan anak buang air kecil di kasur atau di celana.
baca keseluruhan - Si Kecil Suka Ngompol, Ini Cara Mengatasinya

Minggu, 01 April 2012

Anak Susah Makan, Jangan Dipaksa


Anak kecil umumnya susah disuruh makan di usia 1-5 tahun. Biasanya, orangtua melakukan berbagai cara agar si anak mau makan demi menjaga pertumbuhan si Anak.
Ingat satu kunci penting, jangan pernah paksa anak makan ketika dia memang tidak mau makan. Ketika Anda memaksa dia makan padahal dia memang tidak mau atau susah makan, itu bisa membuat si anak malah semakin jauh dari makanan.
Karena ketika tiba waktu makan, anak selalu merasa ketakutan akan Anda paksa sehingga dia malah benar-benar tidak mau makan. Kondisi ini bisa terbawa sampai dia dewasa nanti.
Buatlah suasana makan menjadi hal yang menyenangkan. Setidaknya dengan cara makan bersama keluarga dan si anak melihat betapa lahapnya anggota lain makan, itu akan membuatnya ikut makan.
Membuat variasi menu juga penting untuk membuat anak mau makan. Anda bisa membuat omelet nasi dan sayuran, orak arik telur, kentang dan wortel atau nasi goreng telur. Lebih menarik lagi Anda bisa sajikan makanan tersebut semenarik mungkin.
Sebuah penelitian menyebutkan anak-anak lebih suka melihat makanan dengan warna yang banyak dan juga bentuk yang lucu-lucu. Tidak ada salahnya Anda meluangkan waktu sedikit untuk itu semua demi anak tercinta.
Good Luck Mom!
baca keseluruhan - Anak Susah Makan, Jangan Dipaksa

Sabtu, 25 Februari 2012

Ingin Punya Anak Pintar? Simak Rahasianya (1)


Cikal bakal otak anak mulai terbentuk pada usia kehamilan dini. Anak sehat dan pintar di sana bermula. Dari situ pulalah, masalah dan gangguan perkembangan bisa muncul. Kalau mau memiliki anak yang pintar dimulai dari sini (masa awal kehamilan) karena lempengan otak sudah terbentuk saat usia kehamilan 18 hari. Maka itu, kehamilan tersebut benar-benar harus dipersiapkan, ujar dokter spesialis tumbuh kembang anak, dr Ahmad Suryawan SpA(K).
Dari bentuk lempengan, pertumbuhan otak dalam janin akan terus tumbuh. Puncaknya saat kehamilan antara empat bulan hingga enam bulan. Nutrisi yang baik dan didukung psikis ibu yang stabil akan membentuk sel-sel otak bayi. Semakin banyak sel otak yang tumbuh, semakin tercipta anak yang cerdas. Untuk itu, pada masa kehamilan, ibu dilarang stres karena akan memengaruhi perkembangan sel-sel pembentukan otak.

Setelah bayi lahir, sel-sel otak harus distimulasi agar semakin banyak pembentuk jaringan penghubung sel-sel otak. Masa stimulasi ini, lanjut dokter yang akrab disapa Wawan itu, sangat penting dilakukan sejak dini. Otak anak yang kurang stimulasi tak memiliki jaringan penghubung.
Wawan menitikberatkan masalah stimulasi dini agar para orang tua mengetahui perkembangan anaknya. Sebab, ada masa periode kritis. Saat itu, pertumbuhan otak anak tidak tumbuh dan tidak berkembang. Periode kritis ini adalah sebuah kurun waktu dalam pertumbuhan otak anak. Bila didapatkan gangguan, akan berakibat anak mengalami kelainan perkembangan yang permanen dan sulit disembuhkan, paparnya di Karawaci, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Jika gangguan tersebut diketahui sejak dini, masih bisa dilakukan langkah-langkah perbaikan. Namun, jika deteksi terlambat, dikhawatirkan menjadi cacat seterusnya. Karena, pertumbuhan otak itu hanya sampai usia anak enam tahun.
baca keseluruhan - Ingin Punya Anak Pintar? Simak Rahasianya (1)

Cara Agar Bayi Terhindar HIV/AIDS dari Sang Ibu


Tiga bayi di Provinsi Gorontalo dinyatakan positif terinveksi Human Immunnodeficiency Virus (HIV) karena lahir dari orang tua termasuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Hal tersebut dikatakan Rudi Hunta, Asisten Koordinator Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Gorontalo, Rabu (30/11).
"Bayi itu lahir dari ibu ODHA, sedangkan si ibu tertular ODHA dari suaminya yang ODHA akibat suka sex bebas," jelasnya, seraya menyimpan identitas ODHA itu.
Meski demikian, tidak semua bayi yang lahir dari orangtua ODHA otomatis terinfeksi HIV/AIDS, ada dua kasus kelahiran bayi yang negatif HIV/AIDS meski kedua orangtuanya ODHA. "Dulu ada pria dan wanita ODHA yang menikah, dan alhamdulillah anaknya tidak tertular penyakitnya," katanya.
Dijelaskan, jika ada ODHA yang menikah atau hamil, maka dia harus secara intensif dipantau oleh tim dokter untuk menjaga kesehatannya dan kondisi janin hingga masa melahirkan tiba.
"Jika sudah waktunya melahirkan, maka harus dilakukan operasi cessar agar kemungkinan bayi tertular HIV/AIDS bisa diminimalkan, karena jika ibu melahirkan dengan normal sangat mungkin si bayi terkena darah ibunya yang sudah terinfeksi HIV/AIDS," jelasnya.
Demikian juga saat sudah lahir ibu tidak diperbolehkan memberikan ASI kepada bayi untuk antisipasi tertular HIV/AIDS. "Jika sejak awal sudah diketahui si orangtua terinfeksi HIV, maka kita bisa lebih mudah mengantisipasi agar bayinya tidak tertular," katanya.
Ketidaktauhan itulah yang dianggapnya sebagai sebab terjadinya kasus infeksi HIV/AIDS terhadap bayi yang lahir dari Ortu ODHA.
baca keseluruhan - Cara Agar Bayi Terhindar HIV/AIDS dari Sang Ibu

Rabu, 01 Februari 2012

Inilah Trik Mengatasi Anak Mengamuk

Anak yang mengamuk di tempat publik mungkin akan membuat Anda sangat malu. Sebagian orangtua juga sering tidak tahu harus berbuat apa sehingga memilih untuk "bernegosiasi" dengan anak, yang penting dia tidak lagi menjerit dan berguling-guling di lantai. Namun, sebenarnya ada yang perlu diketahui seputar perilaku tantrum (mengamuk) yang dilakukan anak.
Menurut Dr Brenna E Lorenz, peneliti dari University of Guam, kita perlu memahami mengapa anak mengalami tantrum. Ia mengamuk karena dorongan amarah dari dalam dirinya. Sementara, kemarahan ini berakar dari rasa takut. Misalnya, "Kalau saya tidak mendapat mainan ini sekarang, sampai kapan pun saya tidak akan dibelikan orangtua saya." Rasa takut ini kemudian digantikan oleh rasa sedih karena merasa dia tidak mendapat hal yang ia inginkan. Itu sebabnya, ia menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan.
Sebagai orangtua, hal terbaik yang perlu dilakukan pada situasi seperti ini bukanlah menyerah pada keinginan anak dan memenuhinya. Meskipun hal ini adalah solusi paling mudah, terutama apabila Anda sudah lelah ataumasih harus mengurus anak lainnya. Sekali Anda menyerah, anak akan kembali melakukan hal yang sama karena ia tahu dengan cara itu ia bisa mendapatkan keinginannya. Untuk itu, Anda perlu lebih banyak berbicara dengan anak agar ia terbiasa untuk mengemukakan emosinya dengan cara yang lebih positif.
Lorenz juga memberikan beberapa hal penting yang perlu dilakukan orangtua saat anak mengamuk:
1. Tetaplah tenang dan berpikir jernih. Berfokuslah pada penyebab dia mengamuk dan abaikan perilaku buruknya, hingga akhirnya ia menyadari bahwa cara "berkomunikasi" seperti itu tidak membuahkan hasil.
2. Hindari menghukum anak. Berteriak atau bahkan memukul anak hanya akan membuat tantrumnya menjadi lebih parah. Dalam jangka panjang, perilaku ini akan ia pertahankan.
3. Jangan memberi apa yang ia inginkan. Menyerah pada keinginannya hanya akan membuatnya melegalkan aksi tantrum untuk mendapatkan yang ia inginkan.
4. Jaga agar anak tetap berada dalam keadaan aman meski sedang mengamuk.
5. Apabila memungkinkan, tempatkan dia di tempat yang khusus agar tidak mengganggu atau melukai orang lain ataupun dirinya sendiri.
6. Jangan biarkan reaksi negatif dari orang sekitar Anda memengaruhi bagaimana Anda menangani tantrum anak.
baca keseluruhan - Inilah Trik Mengatasi Anak Mengamuk

Sabtu, 28 Januari 2012

Pertanyaan Anak yang Paling Ditakuti Orang Tua

Dari mana asalnya bayi? Pertanyaan itu sering membuat resah para orangtua sebab meski tahu jawabannya, mereka bingung cara menjawabnya. Nah, survei terbaru menunjukkan, pertanyaan yang benar-benar sulit adalah yang memang tidak diketahui jawabannya.

Contoh pertanyaan yang sering ditanyakan anak:

"Kenapa bulan kadang-kadang keluar di siang hari?"
"Bumi beratnya berapa?"
"Kenapa pesawat bisa terbang?"
"Apa kita kelak akan menemukan alien?"

"Kenapa air itu basah?"
"Pelangi terbuat dari apa?"
"Ke mana burung-burung terbang ketika musim dingin?"

Dan, tentu saja, pertanyaan favorit anak-anak: "Kenapa langit warnanya biru?"

Pertanyaan umum di atas sebenarnya dapat dengan mudah dijawab oleh para ahli cuaca, insinyur, ilmuwan, serta rujukan sejuta umat: Wikipedia. Sebenarnya terdapat data yang cukup untuk menjawab pertanyaan. Tapi banyak orangtua enggan melakukan itu.

Demi menjaga wibawa, mereka lebih suka mengalihkan pembicaraan, atau mengarang sesuatu, ketika ditanya sesuatu yang mereka tak tahu jawabannya.

Berkat acara televisi yang inovatif dan alat pembelajaran interaktif, anak-anak memang cenderung lebih paham soal sains ketimbang orangtuanya. Hasil survei menunjukkan, para orangtua percaya bahwa anak mereka lebih pandai dalam hal matematika dasar dan ilmu alam. Temuan lain: para ibu tidak memahami pertanyaan matematika sang anak — sebab dulu mereka tidak diajarkan itu di sekolah.

Tidak mudah merawat anak-anak "Generasi Facebooker", tetapi ada juga keuntungannya. Akses untuk mencari jawaban sekarang lebih mudah, dan proses penelitian dapat menjadi momen pembelajaran baik untuk orangtua dan anak.

Seorang ayah yang memiliki anak yang sangat kritis berusaha mencari semua jawaban atas pertanyaan sang anak. Ketika anaknya bertanya mengapa polisi suka makan donat, sang ayah meminta pertolongan petinggi polisi di Miami. Dijawab: “Karena toko donat ada di mana-mana, mudah dimakan dan cepat didapat. Jika dimakan di mobil dan ada panggilan darurat, bisa langsung disingkirkan.”

Dan itulah jawabannya.Menggunakan sumber dari para ahli bukanlah metode yang mudah, tetapi mungkin lebih sulit lagi untuk mengakui kepada anak Anda bahwa ada hal-hal yang Anda tidak ketahui jawabannya.
baca keseluruhan - Pertanyaan Anak yang Paling Ditakuti Orang Tua

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense