# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about jeff bezos family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about jeff bezos family. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2022

Jeff Bezos Berkaca-kaca Ceritakan Perjuangan Sang Ayah

Meski bergelimang harta, Jeff Bezos hanyalah manusia biasa yang punya perasaan. 

 

Itu tergambarkan ketika Jeff Bezos berkaca-kaca saat menceritakan soal perjuangan sang ayah Miguel Bezos yang merupakan imigran Kuba. 

 

Miguel Bezos memulai hidup di Amerika Serikat pada 16 tahun dan yang ia alami tidaklah mudah.

 

Statue of Liberty-Ellis Island Foundation beberapa waktu lalu membagikan video di mana founder Amazon itu membeberkan pengalaman ayahnya ketika seremoni penghargaan.

 

"Setiap imigran yang datang ke negara ini, mereka punya cerita unik mereka tersendiri. 

 

Berjuang untuk kehidupan yang lebih baik, kesulitan tetapi mereka juga akhirnya memiliki kepercayaan pada Amerika. 

 

Mereka berpikir tempat ini memberikan peluang dan memang begitu," kata Bezos di awal.


Dengan senyum merekah, Bezos mulai membahas ayahnya Miguel Bezos.

 

"Seperti itu juga kisah ayah saya. Dia datang dari Santiago, Kuba. Dia berusia 16 tahun. Dia tidak bisa berbahasa Inggris, dia harus berusaha keras. Dia memiliki pengalaman sulit itu," ucapnya.

 

Bezos bahkan berkaca-kaca ketika mengatakan dia dan saudara-saudaranya tidak akan mendapatkan panutan yang sebaik ayahnya sendiri. 

 

Setelah pidato, pengusaha berusi 58 tahun tersebut menerima pelukan dan ciuman dari ayahnya di atas panggung.

 

Miguel Bezos dianugerahi 2022 Statue of Liberty-Ellis Island Award karena dinilai punya semangat dalam dunia pendidikan. 

 

Pada tahun 2000, Miguel dan istrinya Jackie mendirikan Bezos Family Foundation yang mempromosikan pendidikan dan lingkungan belajar yang positif untuk anak-anak di seluruh AS setelah 32 tahun berkarir di Exxon Mobil.

baca keseluruhan - Jeff Bezos Berkaca-kaca Ceritakan Perjuangan Sang Ayah

Minggu, 07 Februari 2021

Kisah Orangtua Manusia Terkaya Dunia Hidupnya Melarat

Jeff Bezos, manusia terkaya dunia saat ini yang kejar-kejaran dengan Elon Musk, berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. 

 

Bahkan bisa dibilang melarat dan penuh perjuangan. Sang ibu mengandung Bezos saat masih sekolah SMA.

 

"Aku bisa pastikan bahwa jadi seorang remaja hamil di SMA tidaklah keren di daerah Albuquerque, New Meksiko, waktu itu. Jadi memang sangat sulit baginya," kata Bezos.

 

Kala melahirkan Bezos, Jacklyn Bezos baru 17 tahun. Pihak sekolah yang konservatif awalnya mengatakan ia tak boleh menyelesaikan sekolah. 

 

"Itu tak masuk akal, jadi aku terus berjuang. Dan akhirnya sekolah mengalah, mereka mengizinkanku balik ke sekolah dengan syarat," kata Jacklyn.


Syarat itu demikian berat seperti tak boleh bicara dengan murid lain, tak boleh makan siang di kantin dan tak boleh maju ke depan saat lulus. 

 

Namun Jacklyn mampu memenuhi kondisi itu dan lulus.

 

Saat Bezos baru 17 bulan, ia cerai dengan suaminya, Ted Jorgensen, lalu bekerja sebagai sekretaris dengan bayaran minim. 

 

Ia menyewa apartemen, tapi tak bisa bayar kebutuhan lain seperti telepon. "Itulah bagaimana kami bisa tinggal di apartemen, karena aku tak perlu bayar telepon," katanya.

 

Ingin terus belajar, Jacklyn kuliah malam, kadang membawa Jeff Bezos ikut serta. 

 

"Aku bawa dua tas, satu untuk buku teks dan lainnya penuh popok dan botol serta benda-benda yang mungkin bisa membuat Bezos tertarik," ujar Jacklyn yang dikutip dari CNBC.

 

Saat kuliah itulah, Jacklyn bertemu dengan Mike Bezos, imigran asal Kuba yang kemudian jadi suaminya. Jeff selalu menganggap Mike adalah ayah kandungnya sendiri.

 

Keluarga muda itu pindah dan Jacklyn tertunda kuliahnya bertahun-tahun. 

 

Saat Jeff Bezos kuliah, Jacklyn jadi bertekad kembali ke kampus dan berhasil tamat, lebih dari dua dekade dari saat dia lulus SMA, saat berumur 40 tahun. 

 

Kini, perjuangan keras itu tinggal kenangan. Jacklyn tinggal hidup nyaman, menyaksikan anaknya mengendalikan Amazon dan jadi orang terkaya di dunia.

 

Ayah Tiri yang Menginspirasi

 

Seperti disebutkan, orang tua Bezos cerai ketika usianya masih 1 tahun. 

 

Walau demikian, siapa sangka hal tersebut justru menjadi jalan baginya untuk bertemu dengan sosok yang disebutnya menginspirasi. 

 

Ia adalah Miguel 'Mike' Bezos, ayah tiri yang ia anggap bapak kandung.

 

Pendiri Amazon bercerita ayahnya merupakan imigran Kuba yang pergi ke Amerika Serikat sendirian saat masih berusia 16 tahun. 

 

Tak cuma itu, ia juga hanya dapat berbicara dengan Bahasa Spanyol. "Ketabahan, determinasi, dan optimismenya menginspirasi," ucap Bezos.

 

Lantas, apa yang membuat Mike harus merantau ke Negeri Paman Sam? Jeff mengatakan bahwa ayahnya dikirim oleh orang tuanya ke Amerika Serikat karena mereka merasa perlu melakukannya untuk menyelamatkan dirinya saat Kuba dipimpin oleh Fidel Castro kala itu.


Selain sendiri dan memiliki kosakata yang sangat minim dalam Bahasa Inggris, Mike juga datang dengan modal pakaian yang sedikit. 

 

Ia hanya membawa tiga pasang celana, tiga kaus, tiga pasang celana dalam, dan sepasang sepatu.

 

Ada juga mantel yang dibawanya. Jeff bercerita, ibu ayahnya membayangkan bahwa Amerika sangat dingin, maka dari itu ia membuatkan sebuah mantel untuk anaknya. 

 

Bahannya juga sangat sederhana, yakni terbuat dari kumpulan kain lap yang dijahit satu per satu.

 

Sesampainya di negara pimpinan Donald Trump itu, Mike tinggal di kamp Matecumbe yang ditujukan untuk para pengungsi. 

 

Lokasinya berada di Florida. Ia menetap di sana selama tiga pekan.

 

Kemudian, ia dikirim ke Wilmington, Delaware, untuk masuk SMA. Setelahnya, ia mendapat beasiswa kuliah di Albuquerque, New Mexico. 

 

Di sanalah ia bertemu ibu Jeff dan menikah ketika usia CEO Amazon masih berusia 5 tahun.

 

Butuh waktu sekitar lima tahun bagi Jeff kecil untuk mengetahui bahwa Mike bukan ayah kandungnya. 

 

"Aku merasa bahwa ayahku memang dia. Aku tidak malu dengan kenyataan tersebut," kata Jeff.

baca keseluruhan - Kisah Orangtua Manusia Terkaya Dunia Hidupnya Melarat

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense