# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label sepak bola arsenal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola arsenal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2021

Selamat! Aubameyang Berhasil Catatkan Hattrick Perdananya di Premier League

Pierre-Emerick Aubameyang mencatatkan hattrick perdananya di pentas Premier League bersama Arsenal kala menghadapi Leeds United.

 

Arsenal menjamu Leeds United di pekan ke-24 Premier League 2020-21 di Emirates Stadium, Minggu (14/02/2021) malam WIB. The Gunners tampil ganas di babak pertama.

 

Mereka bisa unggul tiga gol tanpa balas. Aubameyang mencetak dua gol ditambah satu gol dari Hector Bellerin.

 

Di babak kedua, tercipta tiga gol. Satu dari Arsenal via Aubameyang lagi. Sementara gol Leeds United dicetak Pascal Struijk dan Helder Costa.

 

Arsenal pun dibawa Aubameyang menang dengan skor 4-2. Ia sebenarnya bisa mencetak empat gol namun tendangannya pada menit ke-76 cuma mengenai mistar gawang.


Hattrick Pertama Aubameyang di Premier League

 

Pertandingan lawan Leeds United ini sendiri akhirnya menjadi pertandingan yang istimewa bagi Pierre-Emerick Aubameyang. 

 

Selain membawa Arsenal menang, ia juga mencatatkan rekor personal.

 

Hattricknya di laga tersebut merupakan hattrick yang tak akan pernah ia lupakan. 

 

Pasalnya menurut laporan dari Goal, ini adalah torehan tri gol perdana Aubameyang selama ia berkarir di Premier League.


Selain itu, Aubameyang pun menjadi pemain Arsenal pertama yang bisa mencatatkan hattrick sejak terakhir kali dicatatkan oleh Aaron Ramsey. 

 

Gelandang Wales itu mencetak tiga gol sekaligus saat berduel melawan Everton pada Februari 2018 silam.


Aubameyang Ganas Melawan Tim Promosi

 

Selain itu Pierre Emerick Aubameyang juga mencatatkan rekor personal lainnya. Pemain asal Gabon itu ternyata sosok yang tanpa ampun saat berhadapan melawan tim-tim promosi.

 

Sejauh ini, ia sudah terlibat dalam 18 gol Arsenal dari 17 laga melawan tim-tim yang baru promosi ke Premier League. 

 

Khususnya saat tim-tim itu, termasuk Leeds United tentunya, bertamu ke Emirates Stadium.

 

"18 - Pierre-Emerick Aubameyang telah terlibat langsung dalam 18 gol dalam 17 penampilannya di Liga Premier melawan klub-klub yang baru promosi (14 gol, 4 assist), mencetak gol di masing-masing dari lima pertandingan terakhirnya di Emirates. Eksploitatif."


Bahagianya Aubameang

 

Usai pertandingan melawan Leeds United itu, Pierre-Emerick Aubameyang tentu merasa sangat bahagia. Sebab selain membawa Arsenal menang, ia juga mencatatkan hattrick perdananya.

 

"Saya sangat senang dan anak-anak saya akan senang karena mereka akan mendapatkan bola," ucapnya pada situs resmi Premier League.

 

Namun Aubameyang kemudian memuji penampilan rekan-rekannya. Ia salut dengan cara The Gunners mengatasi perlawanan luar biasa Leeds United.

 

"Itu adalah penampilan yang bagus dari tim hari ini. Kami tahu bahwa mereka tidak akan pernah menyerah dan mereka berjuang keras. 

 

Saya pikir kami memiliki manajemen permainan yang baik di akhir pertandingan dan memenangkan pertandingan," tandas Aubameyang.

 

Dengan tambahan tiga gol lawan Leeds United tersebut, Pierre-Emerick Aubameyang musim ini telah mengoleksi 11 gol dari 23 laga bagi Arsenal di semua ajang kompetisi. 

 

Delapan di antaranya di pentas Premier League.

baca keseluruhan - Selamat! Aubameyang Berhasil Catatkan Hattrick Perdananya di Premier League

Bintang Arsenal ini Ternyata Tergila-gila Dengan Mie Instan Asal Indonesia

Gelandang Arsenal Thomas Partey mengakui ia sangat senang memakan mie instan asal Indonesia sampai-sampai ia pernah menghabiskan duitnya hanya demi membeli mie.

 

Partey baru gabung dengan Arsenal pada musim 2020-2019 ini. Ia direkrut oleh The Gunners dari klub Atletico Madrid.

 

Partey dikenal sebagai seorang pesepakbola yang tangguh, terutama secara fisik. Hal itu yang membuatnya menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik yang ada di Eropa saat ini.

 

Pemain berusia 27 tahun itu sendiri juga menjadi bagian dari Timnas Ghana. Sejauh ini ia telah mencatatkan 30 caps.


Partey Habiskan Banyak Duit Demi Beli Mie

 

Ghana sendiri dikenal sebagai negara yang sangat gemar mengkonsumsi mie instan. Tepatnya mie instan asal Indonesia yakni Indomie.

 

Dan tentunya, Thomas Partey juga suka menyantap mie tersebut. Hal tersebut terungkap dalam wawancaranya dengan host Stadium Astro, Adam Carruthers, secara daring.

 

Di akhir wawancara, Adam menyinggung bahwa banyak orang dari Ghana dan Malaysia sama-sama gemar mengkonsumsi Indomie. 

 

Dari situ Partey mengatakan ia sangat menyukai mie tersebut dan sampai rela menghabiskan uang untuk membelinya.

 

"Satu hal terakhir. Saya tahu Anda dari Ghana. Malaysia dan Ghana tampaknya sama-sama sangat suka satu makanan yakni yang sama, yang disebut Indomie. 

 

Anda tahu mie instan itu?" tanya Adam.

 

"Ah, jadi Indomie dari Malaysia?" tanya Partey.

 

"Itu dari Indonesia, yang berada tepat di sebelah Malaysia, dan itu sangat populer di sini," timpal Adam.

 

"Apakah Anda tahu bahwa ibu yang menciptakan pada dasarnya menciptakan rasa mie itu baru saja meninggal dunia? Apakah Anda memiliki kenangan memakan Indomie? Karena saya tahu itu populer di Ghana," seru Adam.

 

Partey pun kemudian memberikan jawaban yang kocak. "Itu makanan yang menghabiskan semua uang saya," ungkapnya.


Partey Suka Semuanya

 

Jawaban Thomas Partey itu kontan membuat Adam tertawa. Ia lantas bertanya, "serius?"

 

"Iya," jawab Partey.

 

"Apakah Anda memiliki rasa favorit" tanya Adam lagi.

 

"Oh Tuhan. Semuanya rasanya enak," jawabnya sambil terkekeh.

 

"Indomie itu menghabiskan uang semua orang di Ghana lho. Anda bertemu orang baru, ia berkata 'belikan saya Indomie'. 

 

Segalanya 'Indomie, Indomie,' Kenapa? Siapa sih yang membawa Indomie [ke Ghana]," ucapnya dengan nada bercanda.

 

Adam lantas mengatakan ia akan membawakan Thomas Partey Indomie jika ia berkesempatan pergi ke London. Partey kemudian merespon dengan jenaka.

 

"Mungkin saya bisa menjadi duta besar Indomie. Kemudian saya akan mendapatkannya secara gratis," ucap Partey dengan terkekeh lagi.

 

Thomas Partey sejauh ini baru bermain sebanyak 13 kali bagi Arsenal di semua ajang kompetisi. Ia tak bisa sering tampil bagi The Gunners karena sempat mengalami cedera pinggul.


 

“Indomie took all my money!”
😂
Arsenal midfielder @Thomaspartey22 spoke to @Adamcarruthers and got a bit excited in the end when Indomie was brought into the conversation!
🤣
FULL INTERVIEW: youtu.be/jo3bAtD7yM8 #StadiumAstro
1.7K
1.3K
Copy link to Tweet
baca keseluruhan - Bintang Arsenal ini Ternyata Tergila-gila Dengan Mie Instan Asal Indonesia

Minggu, 20 Desember 2020

Kapan Terakhir Kali Arsenal Terdegradasi dari Premier League?

Pencapaian Arsenal di pentas Premier League belakangan ini sedang buruk. 

Sampai-sampai klub asuhan Mikel Arteta itu terdampar ke peringkat 15 dengan perolehan 13 poin dari 11 pertandingan.

Kini mereka berjarak sangat dekat dari jurang degradasi. Saat ini, Arsenal hanya berselisih tujuh angka dari Burnley yang sekarang berada di peringkat ke-18.

Kebetulan, kedua tim bakalan bertemu di Emirates Stadium dalam laga lanjutan Premier League hari Senin (14/12/2020) nanti. 

Jika sampai kalah, Arsenal terancam tergeser oleh Brighton yang sedang berada di bawahnya.

Ancaman degradasi sedang memantau klub raksasa Inggris tersebut. Apakah pernah the Gunners terdepak dari pentas Premier League ataupun divisi utama? Berikut ulasannya.

 

Terakhir Kali Arsenal Terdegradasi

 

Arsenal diketahui belum pernah terdepak dari kompetisi papan atas Inggris sejak berganti nama menjadi Premier League pada tahun 1992 lalu. 

Namun jika ditarik lebih jauh, ternyata mereka pernah merasakan mimpi buruk degradasi.

Momen itu terjadi pada awal abad ke-20, lebih tepatnya pada musim 1912/13. Saat itu mereka masih menggunakan nama Woolwich Arsenal dan finis sebagai juru kunci divisi utama.

Musim tersebut berlangsung dengan sangat buruk. Mereka hanya mampu meraih tiga kemenangan di liga, kalah 23 kali dan menutup kompetisi dengan raihan 18 poin saja. 

Mereka bahkan tertinggal 10 poin dari Chelsea yang nyaris mengalami nasib serupa dengan mereka.

Pada saat itu, Arsenal sedang dilatih oleh George Morrell. 

Mereka baru bisa kembali ke kompetisi papan atas pada musim 1919/20 - musim perdana setelah Perang Dunia Pertama berakhir.

 

Beberapa Kali di Tepi Jurang

 

Arsenal kembali ke Divisi Utama dengan berselimutkan kontroversi. Sebab sebelum kompetisi kembali dilanjutkan, mereka hanya bisa finis di peringkat ke-5 dalam klasemen Divisi Kedua.

Sejak kembali ke Divisi Utama, mereka tidak pernah lagi menyicipi kasta kedua dalam sepak bola Inggris. 

Dan di era 90'-an, mereka mencapai serangkaian kesuksesan yang membuatnya menjadi salah satu dari 'big six' saat ini.

Dalam sejarahnya, Arsenal hanya pernah terdegradasi sebanyak satu kali. Namun ada beberapa kali mereka nyaris merasakan pengalaman pahit itu. 

Salah satunya terjadi pada musim 1974/75, di mana mereka finis di peringkat ke-16.

Mereka juga sempat berada di tepi jurang pada musim berikutnya. 

Setelah itu, Arsenal bangkit dan konsisten menduduki papan atas klasemen. Mereka tidak pernah lagi finis di bawah peringkat ke-12 sejak musim 1994/95.

baca keseluruhan - Kapan Terakhir Kali Arsenal Terdegradasi dari Premier League?

Minggu, 08 November 2020

Arsenal Menang di Kandang MU Setelah 14 Tahun, Pierre-Emerick Aubameyang Girang Bukan Main

 Striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang tak bisa menutupi kegembiraannya usai membawa timnya membungkam Manchester United di Old Trafford, Minggu (1/1/2020).

Aubameyang menjadi pahlawan kemenangan Arsenal atas United berkat gol tunggal yang ia ciptakan lewat eksekusi penalti di pertengahan babak kedua.

Berkat hasil ini, Arsenal untuk sementara naik ke peringkat delapan klasemen dengan perolehan poin 12, sedangkan United tercecer di posisi 15 dengan poin 7.

 

Kegembiraan Aubameyang

 

Sebelum laga ini, terakhir kali Arsenal menang di Old Trafford adalah pada September 2006 silam. 

Karena itu, Aubameyang pun senang bisa membawa The Gunners meraih poin penuh di markas United.

“Ini adalah malam yang sangat sulit tetapi saya sangat senang karena tim bermain sangat baik malam ini. 

Sudah lama sekali tanpa kemenangan di sini, jadi tentu saja ini kemenangan yang besar," ujar Aubameyang di laman resmi Arsenal.

“Saya banyak melatih tendangan penalti dalam latihan dengan Laca [Alexandre Lacazette], jadi saya cukup percaya diri. 

Seperti yang saya katakan, tim melakukan tugasnya dengan baik. Saya sangat senang dengan semua pemain. 

Setiap orang memberikan yang terbaik hari ini dan itulah mengapa kami menang," lanjutnya.

 

Kepuasan Aubameyang

 

Tak cuma meraih kemenangan, Arsenal juga tampil cukup dominan di Old Trafford. Aubameyang pun lagi-lagi menyatakan kepuasan dirinya akan performa timnya kali ini.

“Pada babak pertama kami khawatir kami tidak mencetak gol tetapi kami tahu bahwa di babak kedua kami harus mencetak gol karena kami memiliki beberapa peluang di babak pertama," tutur Aubameyang.

"Kami memainkan babak pertama dengan baik dan kemudian di babak kedua kami berhasil mencetak gol. 

Setelah itu, semua orang ingin bertahan sebagai satu skuad. Kami melakukannya dengan baik dan saya senang.” tukasnya.

baca keseluruhan - Arsenal Menang di Kandang MU Setelah 14 Tahun, Pierre-Emerick Aubameyang Girang Bukan Main

Jumat, 29 Mei 2020

Arsenal Invincibles: Bagaimana Perbandingan Tim Terkuat Wenger dengan Tim-Tim Kuat EPL Lainnya?


Arsene Wenger, dalang genius di balik keajaiban Arsenal pada musim 2003/04 silam.


Kala itu The Gunners jadi juara Premier League tanpa sekali pun menelan kekalahan, mereka dijuluki The Invincibles.


Harus diakui, tim 2003/04 Arsenal merupakan salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola Eropa.


Menempuh 38 pertandingan tanpa kekalahan untuk jadi juara terdengar mustahil, tapi Arsenal mampu melakukannya.


Kegeniusan Wenger patut diapresiasi. Dia selalu menemukan cara untuk mengubah situasi setiap kali Arsenal kesulitan. Entah berapa kali The Gunners terhindar dari kekalahan.


 


Sampai sekarang belum ada tim lain yang mampu menyamai torehan Wenger dan Arsenal itu. Entah Manchester United, Chelsea, Man City, bahkan Liverpool musim ini tidak bisa menyamai Arsenal.


Artinya, adil mengakui torehan invincibles bukan sekadar dalih fans Arsenal di balik kemerosotan tim kesayangan mereka beberapa musim terakhir.


Sebenarnya, jika mau dibandingkan, sebesar apakah perbedaan Arsenal, dengan tim-tim kuat Premier League lainnya?


Menukil Sportskeeda, baca selengkapnya di bawah ini ya!



Wenger vs Mourinho


Usai musim ajaib Arsenal, Wenger dipandang sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sepak bola Inggris. Sang rival, Chelsea, tidak terima.


Mereka merespons dengan mendatangkan Jose Mourinho.


Kedatangan Mourinho nyaris memecahkan rekor itu, meski pada akhirnya gagal.


Di musim pertamanya, Mourinho mengubah Chelsea jadi tim terkuat dengan gaya sepak bola defensif.


Chelsea berhasil meraup total 95 poin, 5 lebih banyak dari musim invincibles Arsenal.


Nahasnya Chelsea menelan satu kekalahan, 0-1 dari Man City. Namun, mereka berhasil memetik 29 kemenangan, lebih banyak dari Arsenal (26).


Pasukan Mourinho hanya kalah dalam jumlah gol, tapi catatan defensif mereka luar biasa. Chelsea hanya 15 kali kebobolan sepanjang musim, yang masih jadi rekor sampai sekarang.



Henry vs Ronaldo


Selain perbandingan klub, perbandingan di level individu juga patut diperhatikan. Thierry Henry meruypakan pemain terbaik Arsenal invincibles, statistik membuktikan itu.


Tercatat, striker Prancis ini mencetak total 30 gol dan 9 assists. Catatan terbaik pada masanya, bahkan sempat diduga tidak akan tersaingi.


Biar begitu, beberapa tahun berselang, Cristiano Ronaldo berhasil mengalahkan Henry.


Ronaldo juga menyumbang 9 assists, tapi dia bisa mencetak satu gol lebih banyak (31) dalam perjalanan membantu MU jadi juara musim 2007/08.

 
 


Artinya, meski Invincibles belum bisa dikalahkan sampai sekarang, paling tidak Arsenal sudah disalip perihal catatan individu.



Man City Mencoba


Pada tahun kejayaan Arsenal itu, 90 poin dianggap sudah sangat cukup untuk mengangkat trofi Premier League di akhir musim.


Benar Chelsea bisa meraih 95 poin, tapi itu diangagp kasus khusus.


Gagasan ini terbukti benar selama bertahun-tahun, sampai akhirnya Liverpool terbukti gagal jadi juara meski bisa meraup totap 97 poin pada musim 2018/19 lalu.


Angka itu merupakan yang ketiga tertinggi dalam sejarah Premier League, nahasnya masih tidak cukup.


Musim itu, Man City yang berhasil keluar jadi juara. Mereka benar-benar kuat, 98 poin, mencetak 95 gol, hanya kalah dua kali sepanjang musim.


Bahkan semusim sebelumnya, 2017/18, Man City berhasil meraup total 100 poin untuk jadi juara, memecahkan rekor jumlah poin terbanyak dalam sejarah Premier League.


Anehnya, meski tampil luar biasa pada dua musim itu, Man City masih tidak bisa menyamai rekor invincibles Arsenal.



Liverpool Nyaris


Man City gagal, giliran Liverpool yang mencoba. Usai meraih 97 poin dan hanya jadi runner-up musim lalu, The Reds tampil jauh lebih baik musim ini.


Liverpool nyaris tak tersentuh, tak terkalahkan. Mereka didukung menyamai rekor invincibles Arsenal, segalanya berjalan sesuai rencana sampai pekan ke-27.


Biar begitu, mimpi Liverpool berakhir saat menyambangi Watford di pekan ke-28, 19 Februari 2020 lalu.


Pasukan Jurgen Klopp sepertinya kehabisan cara, buntu, mereka menyerah 0-3 di hadapan tim tuan rumah.


Kekalahan ini sebenarnya tidak terlalu berdampak, Liverpool masih unggul jauh di puncak klasemen, hanya masalah waktu sebelum jadi juara.


Biar begitu, tetap saja fans Arsenal merayakannya seakan-akan tim mereka yang menang.


Perayaan itu sah. Arsenal memang menang, setidaknya dalam mempertahankan rekor invincibles kebanggan mereka.

baca keseluruhan - Arsenal Invincibles: Bagaimana Perbandingan Tim Terkuat Wenger dengan Tim-Tim Kuat EPL Lainnya?

Sabtu, 19 April 2014

Sejarah Hari Ini (18 April): Gelar Pertama Milik Arsenal

Mungkin sedikit pengingat, nostalgia, atau bahkan jadi oasis di musim ini, tepat pada 18 April 1931 Arsenal meraih juara Divisi Satu, gelar pertama mereka sepanjang sejarah.

Musim ini, mungkin penampilan Arsenal di Liga Primer Inggris tidaklah sesuai ekspektasi kebanyakan orang. Sempat bertengger di puncak, akhirnya mereka lengser juga, bahkan harus berjuang keras untuk memastikan tiket ke Liga Champions musim depan. Gelar Liga Primer pun nyaris mustahil dan satu-satunya harapan untuk mengakhiri dahaga gelar delapan tahun adalah Piala FA.

Mungkin sedikit pengingat, nostalgia, atau bisa juga jadi oasis di musim ini, tepat pada 18 April 1931 Arsenal meraih juara Divisi Satu. Ini merupakan gelar pertama mereka sepanjang sejarah kala itu dan mereka mengamankan gelar dengan cantik, buah dari penampilan fantastis mereka sepanjang musim.

Kebangkitan ambisius
Satu hal yang luar biasa dicatatkan oleh Arsenal pada musim 1930/31. Setelah finis di peringkat 14 musim sebelumnya - terlalu mengecewakan bagi skuat yang terbilang mahal, penuh bintang ambisius - mereka akhirnya melakukan comeback signifikan di musim selanjutnya.

Sejak awal musim, mereka langsung saja tampil menggigit. Lima kemenangan beruntun mereka catatkan, dengan Jack Lambert menjadi bintangnya [8 gol dalam 5 laga]. September, mereka mencatatkan 15 poin dari total 8 laga. Oktober, mereka mengamankan empat dalam empat, November, sembilan dalam lima, Desember, tujuh dalam lima. Hingga tengah musim, mereka sudah mengantongi 36 pon dan belum pernah tergeser dari tiga teratas.


The man who made Arsenal | Herbert Chapman (tengah) disebut-sebut sebagai pelatih legenda Arsenal.

Di bawah asuhan Herbert Chapman, Arsenal menjadi pasukan brilian. Sepanjang musim mereka tampil konsisten, cerdasm satu hal yang langka terjadi dalam perebutan gelar di masa itu. Rentetan hasil gemilang pun jadi bukti, termasuk penampilan ciamik di kandang orang, mereka membasmi Derby (6-3), Blackpool (7-1), dan Grimsby (9-1), dan Leicester (7-2). Pertandingan terakhir yang disebut, akhirnya sukses membawa Arsenal memuncaki klasemen di Februari, dan sejak itulah mereka jadi tiran di Divisi Satu.

Detik-detik pencapaian gelar
Setelah menghabisi Leicester, Arsenal menatap laga di hadapan mereka. Mereka tinggal selangkah lagi menuju gelar pertama. Dengan mengalahkan Liverpool, mereka sudah mengamankan gelar dan menyisakan dua laga. Tak ada peluang bagi Aston Villa, yang jadi pesaing terdekat mereka saat itu.

Disaksikan oleh 39.143 orang di Highbury, Arsenal malah tertinggal lebih dulu karena gol bunuh diri Herbert Roberts. Permainan kelas satu Liverpool pun membuat mereka seolah-olah tak mampu meraih apapun di Highbury.

Ternyata Arsenal bangkit dan tampil brilian di babak kedua. Mereka bahkan mendikte permainan Liverpool kali ini, seiring David Jack menyamakan kedudukan. Cliff Bastin pun membawa Arsenal unggul, hingga akhirnya sang bintang semusim penuh, Jack Lambert, menutupnya dengan sepakan keras yang mengoyak gawang Liverpool usai menyambut umpan Joe Hulme. Satu hal yang menarik seusai laga, Liverpool turut merayakan kemenangan Arsenal di Divisi Satu.

Ya, gelar divisi satu memang sudah aman, Aston Villa tak lag jadi ancaman, dan momen ini kiranya layak diingat sebagai oasis di musim ini, musim 2013/14.
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (18 April): Gelar Pertama Milik Arsenal

Kamis, 05 September 2013

Sejarah Hari Ini (3 September): Pertandingan Pertama Arsenal Di Highbury, 1913

Highbury resmi dibuka pada 6 September 1913 silam, dan disemarakkan oleh kemenangan 2-1 Arsenal atas Leicester Fosse di hari pertama Second Division musim 1913/14. 

Dalam pertadingan itu, Tommy Benfield menjadi pemecah telur atau orang pertama yang mencetak gol di Highbury, sementara di kubu The Gunners, adalah Goerge Jobey yang membukukan gol perdana di markas baru klub London Utara.

Highbury dirancang oleh arsitek terkenal, Archibald Leitch, dan mengharuskan klub menggelontor £125 ribu, yang di jaman itu angka tersebut teribilang fantastis. Adapun disain orisinil dari Leitch tersisa satu yang berdiri di tribun timur, dengan teras membelok di ketiga sisi yang lain.

KENANGAN HIGHBURY


Sang stadion dua kali mengalami renovasi pada 1930 dan 1992. Renovasi awal menitikberatkan pada pengerjaan Tribun Barat dan menambahkan atap di atas North Terrace. Pembangunan ulang kedua mulai masuk ke tahap modernisasi, dengan mendirikan all-seater [bangku untuk semua penonton] merujuk pascatragedi berdarah Hillsborough.

Pertandingan terakhir di Highbury berlangsung pada 7 Mei 2006, di mana pasukan Arsene Wenger sukses mencukur Wigan Athletic di Liga Primer Inggris, 4-2. Setelah itu, Highbury tinggallah menjadi bagian dari sejarah klub yang sejak musim 2006/07 berpindah ke markas yang kini kita kenal dengan nama Emirates Stadium.  

Selama 'pelayanannya', Highbury telah memainkan 2.101 pertandingan kompetitif Arsenal dan 12 laga timnas Inggris.

Rindu Highbury, Gooners?
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (3 September): Pertandingan Pertama Arsenal Di Highbury, 1913

Minggu, 07 Juli 2013

Arsenal Tur Asia 2013: Cerdas Cermat Ala The Gunners!

Jelang tur pra-musim ke Indonesia, Vietnam, dan Jepang pada Juli 2013 ini,Arsenal terus menggiatkan kegiatan bertemakan tur tersebut. Terbaru, diadakan lomba cerdas cermat yang berhubungan dengan ketiga negara tujuan Arsenal tersebut yang melibatkan Lukas Podolski, Theo Walcott, dan Alex Oxlade-Chamberlain.
Dalam lomba kali ini, Poldi mewakili negara Vietnam disaat Walcott mewakili Jepang. Sementara Chambo adalah perwakilan dari Indonesia.
Ketika pertanyaan dilontarkan, ketiganya harus secara cepat menjawab setiap pertanyaan yang ada. Total ada 10 pertanyaan yang harus dijawab dengan cepat dan tepat oleh ketiganya.
Beberapa pertanyaan unik pun muncul seperti apa nama klub Jepang yang dilatih Arsene Wenger sebelum Arsenal, atau soal olahraga di Jepang yang kita kenal dengan nama Sumo.
Mengenai negara Indonesia sendiri, ada tiga pertanyaan yang dilemparkan. Pertama adalah mengenai permainan bola api yang biasa kita saksikan di Indonesia. Juga pertanyaan mengenai apa yang khas dari buah durian.
Terakhir adalah pertanyaan perihal olahraga nomor satu di Indonesia. Jawaban badminton keluar dari mulut Chambo dan memastikan ia menjadi pemenang dengan skor 3-3-4. Poldi 3, Walcott 3, dan Chambo 4.
Well, saksikan aksi ketiganya dalam video berikut ini:
baca keseluruhan - Arsenal Tur Asia 2013: Cerdas Cermat Ala The Gunners!

Jumat, 03 Mei 2013

30 Tahun Lalu, Arsenal Pernah Takluk di Indonesia

David O’Leary ketika bersalaman dengan kapten NIAC Mitra © Arsenal
Arsenal berencana mengunjungi Indonesia pada laga pra musim bulan Juli mendatang. Ini adalah kunjungan kedua Arsenal ke tanah air, setelah kunjungan pertama mereka 30 tahun silam.

Kembali ke tahun 1983, saat itu Arsenal ditangani Terry Neill datang ke Indonesia untuk melakoni 3 pertandingan persahabatan.

Dikutip dari situs resmi klub, pertandingan pertama Arsenal bertempat di Medan dan berhasil mengalahkan klub lokal, VSP dengan skor 3-0. Kemudian The Gunners beranjak ke Jakarta untuk menghadapi VSPSSI yang berakhir dengan kemenangan 5-0 untuk klub asal Inggris itu.

Di pertandingan ketiga, terjadi kejutan, Arsenal dipaksa menyerah dari NIAC Mitra di Surabaya dengan skor 0-2. Digelar di stadion 10 November, Fandi Ahmad dan Joko Malis kala itu sukses menjebol gawang Arsenal yang turun dengan kekuatan terbaiknya.

Saat itu Arsenal memainkan pemain bintangnya O’Leary, Pat Jennings, Kenny Sansom, Brian Talbot, Alan Sunderland dan Graham Rix. Namun 3 laga dalam rentang waktu 6 hari diperkirakan menguras tenaga pemain Arsenal hingga berujung dengan kekalahan di laga terakhir.

Kini setelah 30 tahun berselang, banyak yang berubah ketika Arsenal akan datang untuk kedua kalinya ke Indonesia. NIAC Mitra kini berubah menjadi Mitra Kukar dan home base berpindah ke Kutai Kertanegara. Sementara Fandi Ahmad kini menjadi pelatih di sekolah sepakbola milik Arsenal di Indonesia.
baca keseluruhan - 30 Tahun Lalu, Arsenal Pernah Takluk di Indonesia

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense