# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label virus hanta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label virus hanta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2020

CEK FAKTA: Mengenal Hantavirus, Bukan Virus Baru Tapi Sudah Ada Sejak Perang Korea

Virus corona belum selesai, muncul satu virus bernama Hantavirus. Virus ini muncul dan membunuh seorang pria di China. 

Menurut media pemerintah China, virus ini bukanlah virus yang baru dan sudah menginfeksi manusia beberapa dekade.

Media Global Times melaporkan kejadian terkait Hantavirus di media sosial Twitter, Selasa (24/3). "Seseorang dari Provinsi Yunnan meninggal ketika dalam perjalanan kembali ke Provinsi Shandong untuk bekerja dengan bus sewaan pada hari Senin. Dia dinyatakan positif hantavirus. 32 orang di bus diuji."

Lalu, benarkah Hantavirus merupakan virus baru yang muncul setelah wabah Corona?

Penelusuran

Dikutip dari indiatoday, Pusat Informasi Bioteknologi Nasional (NCBI) Amerika Serikat dalam sebuah jurnal menulis bahwa saat ini, jenis hantavirus mencakup lebih dari 21 spesies. Namun penyebabnya dari tikus-tikus kecil.

Pada tahun 1978, penyebab demam Hemerologis Korea dari hewan pengerat yang terinfeksi virus di dekat sungai Hantan di Korea Selatan.

Kemudian, virus itu dinamakan virus Hantaan, sesuai dengan nama sungai tempat para tikus terinfeksi virus. 

Penemuan awal ini berasal dari pendekatan ilmiah yang dimulai setelah perang Korea (1951-1953), di mana lebih dari 3.000 kasus demam berdarah Korea dilaporkan di antara pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lalu pada 1981, virus Hantaan diberi nama baru yang disebut "hantavirus". Nama ini diperkenalkan di keluarga Bunyaviridae, karena mencakup virus yang menyebabkan demam hemoroligik dengan sindrom ginjal (HFRS).

Penjelasan Hantavirus menurut CDC AS

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), juga menuliskan penyebab hantavirus melalui situs webnya. CDC menjelaskan bahwa hantavirus adalah keluarga virus yang disebarkan dari tikus dan menyebabkan berbagai sindrom penyakit pada orang di seluruh dunia.

"Hantavirus, di Amerika dikenal sebagai hantavirus 'Dunia Baru' dan dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus [HPS]," kata CDC.

"Hantavirus lainnya, yang dikenal sebagai hantavirus 'Dunia Lama', kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia dan dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal [HFRS]."

Jadi, pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa, bisa saja tertular virus dari tikus ini.

Bagaimana Penularan Hantavirus?

Hantavirus bisa menular melalui udara. Jadi, virus-virus dalam urin tikus atau kotoran tikus menyebar ke udara. 

Virus juga bisa menular jika seseorang tak sengaja menyentuh urin, kotoran, atau sarang tikus yang mengandung virus. Lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.

Gejala Hantavirus

Seseorang yang terinfeksi virus ini akan merasa sakit satu hingga lima minggu usai terpapar virus dari tikus.

Awalnya seseorang dengan HPS akan merasakan :

1. Demam
2. Nyeri otot
3. Kelelahan

Beberapa hari kemudian, seseorang akan sulit bernapas. Seseorang yang terinfeksi hantavirus bisa mengalami sakit kepala, pusing, kedinginan, mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Biasanya, seseorang yang terinfeksi tidak mengalami pilek, sakit tenggorokan, atau ruam.

Kesimpulan

Hantavirus bukan virus baru yang muncul setelah Corona atau Covid-19. Dari hasil penelusuran ditemukan fakta bahwa virus ini pertama kali muncul saat perang Korea dan baru diberi nama Hantavirus pada 1981.
baca keseluruhan - CEK FAKTA: Mengenal Hantavirus, Bukan Virus Baru Tapi Sudah Ada Sejak Perang Korea

Kamis, 02 April 2020

Beda dengan Covid-19, Ini Gejala Terinfeksi Hantavirus dan Cara Penularannya

Di saat dunia masih ramai memerangi wabah virus Corona, ada satu virus lagi yang tiba-tiba banyak diperbincangkan. Virus ini bernama virus Hanta atau Hantavirus.

Virus ini merupakan virus yang dibawa oleh tikus. Virus ini menyerang pernapasan. Kasus Hantavirus ini baru-baru ini ditemukan di Tiongkok, Senin (23/3/2020). Seorang pria dinyatakan meninggal dunia setelah diketahui mengidap Hantavirus.

Usut punya usut, Hantavirus ini bukan merupakan virus baru. Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, virus dari tikus ini sudah ada sejak 1981, tepatnya saat terjadi perang Korea.

"Hantavirus pertama kali muncul pada 1950 di perang antara Korea dan Amerika Serikat (sungai Hantan). 

Ini disebarkan oleh tikus dan menyebar kalau manusia menelan cairan mereka," kata seorang ilmuwan asal Swedia, Dr Sumaiya Shaikh.

Berikut gejala yang dialami saat terinfeksi Hantavirus dan cara penularannya yang dikutip dari berbagai sumber.

Gejala terinfeksi Hantavirus

 

Saat terinfeksi Hantavirus bisa jadi sang penderita tidak menyadarinya. Pasalnya, gejalanya sangat mirip dengan influenza.

Gejalanya berupa kelelahan, demam, dan nyeri otot. Nyeri ini akan dirasakan pada bagian paha, pinggul, punggung dan bahu.

Selain itu gejala yang dialami lainnya ialah akan merasa pusing, kedinginan seperti demam dan diare.

Apabila hal ini dibiarkan, lama kelamaan orang yang mengidap Hantavirus akan merasakan sulit bernapas.

Sesak napas yang dialami ini tidak dibarengi dengan pilek, sakit tenggorokan, maupun ruam. Masa inkubasinya pun cukup lama usai terkena kencing atau tetesan lainnya dari tikus, yaitu 8 minggu.

Maka dari itu harus waspada saat terjadi kontak langsung pada area hewan pengerat seperti tikus. Selain itu perlu menjaga kebersihan agar area tempat tinggal tidak menjadi sarang tikus.

Cara penularan Hantavirus

 

Hantavirus merupakan virus yang berasal dari tikus dan dapat menular ke manusia melalui beberapa cara.

Yaitu bisa terjadi karena kontak langsung dengan tikus yang memiliki hantavirus. Selain itu bisa juga terjadi kontak langsung dengan kotoran tikus, seperti urin atau fesesnya.

Hewan seperti kutu pun bisa berperan dalam penularan hantavirus baik dari hewan ke hewan maupun dari hewan ke manusia.

Apalagi jika terjadi kontak langsung dengan tikus berupa gigitan.

Penularan Hantavirus juga bisa dari udara, apabila area yang sudah terkontaminasi oleh urin atau kotoran tikus.

Para ahli pastikan virus ini tak menular antar manusia

 

Ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini tentu menjadi sebuah ketakutan baru dengan munculnya kematian karena virus. 

Apalagi virus Corona Covid-19 ini sangat cepat menular kepada manusia.

Namun berbeda virus Corona Covid-19, Hantavirus dipastikan tidak menular antar manusia.

Dr Sumaiya Shaikh menjelaskan jika warga dunia tak perlu panik akan Hantavirus. Virus ini tidak menyebar seperti Covid-19. Virus ini tidak menyebar lewat manusia.

"Jangan panik, kecuali Anda berencana untuk makan tikus," ujarnya.
Badan Pengontrol Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan virus hanta sangat jarang, tapi rata-rata kematiannya mencapai 38 persen.
baca keseluruhan - Beda dengan Covid-19, Ini Gejala Terinfeksi Hantavirus dan Cara Penularannya

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense