# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label sepak bola liga italia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola liga italia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2020

Kisah Alessandro Lucarelli, Sosok Setia di Balik Reinkarnasi Parma

Begitu banyak pemain hebat yang pernah memakai seragam kebesaran Parma. 

Gianfranco Zola, Hernan Crespo, Fabio Cannavaro, hingga Gianluigi Buffon adalah beberapa di antaranya. 

Namun, hanya satu pemain yang nomornya pernah dipensiunkan.

Dia adalah Alessandro Lucarelli, mantan kapten I Ducali yang diakui sebagai salah satu pemain paling loyal di dunia sepak bola. Dia adalah nomor 6 terakhir dalam sejarah Parma.

Kisah Lucarelli, dengan dedikasi dan kesetiaannnya membela panji Parma di periode paling gelap patut dijadikan teladan. Dia menunjukkan bahwa sepak bola bukan cuma tentang uang.

Parma merupakan satu dari Il Sette Magnifico (The Magnificent Seven), tujuh klub terkuat Italia di masa silam. Namun, klub ini pernah mati karena dipegang oleh tangan yang salah. 

Meski begitu, klub ini mampu bangkit dari kematian. Ada sosok Lucarelli di balik reinkarnasi mereka.

Dilempar ke Kasta Bawah

Dilempar ke Kasta Bawah

Pada musim 2014/15, Parma finis di peringkat terbawah di Serie A. Parahnya lagi, masalah finansial dengan utang melebihi 200 juta Euro membuat I Ducali dinyatakan bangkrut dan dilempar ke Serie D - kasta keempat di piramida sepak bola Italia.

Pemilik dua titel UEFA Cup dan tiga trofi Coppa Italia, serta runner-up Serie A 1996/97 itu kemudian lahir kembali dengan nama Parma Calcio 1913. 

Target pun dicanangkan: Berjuang untuk kembali ke habitat asli, ke kasta tertinggi Italia, Serie A.

Itu adalah target dan mimpi bersama, baik klub maupun para tifosi setia Parma. Awalnya mimpi itu terlihat tidak mudah diwujudkan. Namun, tiga tahun berselang, mimpi itu menjadi kenyataan.

Kesetiaan Sang Kapten

Kesetiaan Sang Kapten

Alessandro Lucarelli memperkuat Parma sejak 2008. Pada musim keenam, ban kapten Parma mulai melingkar di lengannya.

Saat Parma dilempar ke Serie D, hanya ada satu pemain yang bertahan. Bek kelahiran Livorno, 22 Juli 1977 itulah orangnya.

Waktu itu, Lucarelli memang sudah tidak lagi muda. Dia sejatinya mendapat tawaran dari sejumlah klub di level profesional, tapi menolak karena ingin terus bersama Parma. 

Dia bertekad menjadi bagian dari reinkarnasi Parma.

"Saya sudah mati bersama klub ini dan saya ingin menjadi bagian dari kelahiran kembalinya," kata Lucarelli kala itu, dalam wawancara dengan Parmafanzine

"Saya menerima beberapa telepon dari klub-klub di level profesional, tapi saya tak peduli. Saya takkan mengingkari kata-kata saya."

Kapten Sejati Tak Meninggalkan Kapal

Kapten Sejati Tak Meninggalkan Kapal
© Parmafanzine.it
Seorang kapten sejati takkan meninggalkan kapalnya meski kapal itu akan tenggelam. Itulah yang dilakukannya.

Lucarelli memegang teguh kata-katanya. Memimpin rekan-rekan baru yang rata-rata usianya jauh lebih muda, Lucarelli membawa Parma merangkak dari bawah.

Pada musim pertamanya di Serie D, dengan mantan pelatih Nevio Scala sebagai presiden klub, dan tentu saja setelah diwarnai eksodus besar-besaran para pemainnya, Parma meraih tiket promosi ke Lega Pro. 

Mereka menutup musim itu dengan 94 poin dari 38 pertandingan tanpa tersentuh kekalahan (28 kemenangan, 10 kali imbang).

Satu untuk Semua, Semua untuk Satu

Satu untuk Semua, Semua untuk Satu

Musim 2016/17, Parma kembali naik kasta. Parma mengalahkan Alessandria 2-0 di final play-off promosi dan memastikan diri jadi salah satu tim peserta Serie B 2017/18.

Ada empat tim yang naik ke kasta kedua. Mereka adalah Venezia besutan Filippo Inzaghi, Cremonese, Foggia, dan Parma.

Sebelum laga penentuan lolos tidaknya Parma ke Serie B, melawan Alessandria di Artemio Franchi, Firenze, Lucarelli bicara di depan rekan-rekannya. Dia menyampaikan rangkaian kata yang merasuk di hati mereka. 

Pidato pralaga dari algojo penalti penentu kemenangan atas Pordenone di semifinal itu terekam oleh kamera televisi.

"Di foto ini, ada segala hal tentang kita: penderitaan, ketakutan, keringat, pengorbanan, dan semua yang telah membawa kita ke pertandingan ini," kata Lucarelli seperti dikutip Football Italia.

"Serie B menunggu di luar sana. Selama 90 menit ke depan, kita harus memberikan segalanya. Setiap tetes energi yang kita miliki, kita harus mengeluarkannya hari ini. 

Apa yang tidak bisa dijangkau dengan kaki, akan kita jangkau dengan hati.

"Karena kita pantas mendapatkannya. Kita adalah tim sejati. Kita sudah menelan banyak cacian sepanjang tahun untuk sampai di sini, dan kita harus membuktikan bahwa mereka salah."

"Satu hal lagi. Saya tidak tahu apakah saya akan mendapatkan kesempatan seperti ini lagi. Jadi, saya mohon pada kalian semua. Hari ini, kalian harus membawa saya ke Serie B."

"Satu untuk semua! Semua untuk satu!"

Dibakar motivasinya seperti itu, para pemain Parma tak ingin mengecewakan kapten dan para suporter setia mereka. 

Disaksikan striker legendaris Parma Hernan Crespo di tribune, pasukan Roberto D'Aversa mengalahkan Alessandria lewat gol-gol Manuel Scavone menit 11 dan Manuel Nocciolini menit 66.

Mission Possible

Mission Possible

Pada 18 Mei 2018, Parma finis peringkat dua di Serie B, dan meraih hak promosi otomatis ke Serie A. Namun, ini diraih lewat sebuah drama menegangkan.

Di pekan pemungkas, Parma menang 2-0 di kandang Spezia lewat gol-gol Fabio Ceravolo dan Amato Ciciretti. Parma menggusur Frosinone, setelah Frosinone cuma imbang 2-2 menjamu Foggia.

Frosinone gagal menang setelah dibobol Roberto Floriano di menit 89. Poin sama 72, tapi Frosinone kalah head-to-head dengan Parma. 

Parma menyusul Empoli lolos otomatis ke Serie A, sedangkan Frosinone harus bersaing dengan lima tim lain di play-off promosi.

Parma mengukir sejarah, menjadi klub pertama yang meraih tiga promosi beruntun di Italia.




Janji Itu Sudah Ditepati

Janji Itu Sudah Ditepati

Lucarelli adalah kapten Parma saat mereka jatuh ke titik terendah. Didasari loyalitas, dia tetap bertahan. Dia pernah berjanji akan membawa Parma kembali ke Serie A. 

Dia menepati janjinya.

"Saya pernah berjanji. Saya berkata saya akan membawa Parma kembali ke Serie A. Saya sudah menepatinya," kata Lucarelli sambil berlinang air mata kepada Sky Sport Italia usai laga pemungkas melawan Spezia.

"Ini sulit dipercaya, mustahil. Tak ada yang menyangka akhir seperti ini, bahkan dalam mimpi terliar saya sekali pun. 

Yang lain sedang berselebrasi, lalu kami mendengar sorakan dari tribune. Saya tak tahu apa yang terjadi."

"Perjalanan ini kami mulai tiga tahun lalu, di hadapan para suporter yang luar biasa ini. Kami melalui masa-masa sulit, kami selalu bangkit. 

Mereka tak pernah menyerah dan saya bangga jadi kapten mereka."


Setelah 10 tahun bersama Parma.

333 Laga Bersama Parma dan Mencetak Gol diseluruh Kompetisi Serie D, Lega Pro, Serie B dan Serie A dan membawa Promosi 3 tahun berturut-turut.

Il Capitan Alessandro Lucarelli menyatakam Pensiun

Seragam no. #6 juga dipesiunkan.

202 people are talking about this


Pada 27 Mei 2018, di tengah pesta promosi Parma ke Serie A, yang dilangsungkan di Stadio Ennio Tardini, Lucarelli mengumumkan pensiunnya. Parma juga memensiunkan nomor 6 miliknya.

Itu merupakan bentuk apresiasi Parma terhadapnya. Selain itu, andai tidak dipensiunkan, pewarisnya pasti merasakan beban yang luar biasa. 

Pasalnya, nomor 6 itu adalah nomor milik pemain paling loyal yang telah menjadi pilar di balik reinkarnasi Parma.
baca keseluruhan - Kisah Alessandro Lucarelli, Sosok Setia di Balik Reinkarnasi Parma

Rabu, 15 Mei 2013

DAFTAR JUARA Liga Italia (1898-2014)

daftar juara top flight Italia sejak 1898 hingga Serie A musim 2013/14 ini.

Juventus akhirnya menggapai Scudetto ke-30 mereka setelah memastikan diri menjadi juara Serie A Italia musim 2013/14 ini.

Keberhasilan skuat Antonio Conte meraih Scudetto terjadi setelah rival utama mereka, AS Roma, dipecundangi di markas Catania dengan skor 4-1. Hasil itu membuat Serigala Ibukota dipastikan tidak akan bisa mengejar perolehan poin Si Nyonya Tua.

Hingga pekan ini, Juventus telah mengumpulkan 93 poin dengan menyisakan tiga pertandingan, sementara Roma tertinggal delapan angka namun hanya memiliki dua pertandingan lagi di sisa musim ini.

Keberhasilan ini menjadi gelar ketiga secara beruntun yang diraih oleh Juventus, setelah sebelumnya mereka juga menyabet gelar Scudetto pada tahun 2012 dan 2013. Dengan demikian, Juventus semakin meninggalkan rival-rivalnya dalam koleksi gelar Serie A terbanyak, di mana duo Milan (FC Internazionale dan AC Milan) paling dekat menguntit dengan koleksi masing-masing sebanyak 18 trofi.
Berikut daftar klub yang juara, runner-up serta pencetak gol terbanyak setiap musim:


Kejuaraan Italia (Sebelum Serie A)

TahunJuaraRunner-UpTopskor (klub) (jumlah gol)
1897–98Genoa (1)TorinoRobert Al Leaver (Genoa) (2)
1898–99Genoa (2)Torino
1899–00Genoa (3)Torinese
1900–01AC Milan (1)GenoaEttore Negretti (AC Milan) (4)
1901–02Genoa (4)AC Milan
1902–03Genoa (5)Juventus
1903–04Genoa (6)Juventus
1904–05Juventus (1)Genoa
1905–06AC Milan (2)JuventusGuido Pedroni (AC Milan) (3)
1906–07AC Milan (3)TorinoHans Kaempfer (Torino) (7)
1907–08Pro Vercelli (1)US Milanese
1908–09Pro Vercelli (2)US Milanese
1909–10Inter Milan (1)Pro Vercelli
1910–11Pro Vercelli (3)AC Milan (Liga)
Vicenza (Nasional)
Louis Van Hege (AC Milan) (19)
1911–12Pro Vercelli (4)AC Milan (Liga)
Venezia (Nasional)
1912–13Pro Vercelli (5)Genoa (Liga)
Lazio (Nasional)
1913–14Casale (1)Genoa (Liga)
Lazio (Nasional)
1914–15Genoa (7)Torino
1916AC MilanJuventus→Titel tidak resmi
1916–19Perang Dunia I
1919–20Inter Milan (2)Juventus (Liga)
Livorno (Nasional)
1920–21Pro Vercelli (6)Bologna (Liga)
Pisa (Nasional)
1921–22
(C.C.I.)
Pro Vercelli (7)Genoa (Liga)
Fortitudo AS Roma (Nasional)
1921–22
(F.I.G.C.)
Novese (1)Sampierdarenese
1922–23Genoa (8)Pro Vercelli (Liga)
Lazio (Nasional)
1923–24Genoa (9)Bologna (Liga)
Savoia (Nasional)
Heinrich Schönfeld (Torino) (22)
1924–25Bologna (1)Genoa (Liga)
Alba Trastevere (Nasional)
Mario Magnozzi (Livorno) (19)
1925–26Juventus (2)Bologna (Liga)
Alba Trastevere (Nasional)
Ferenc Hirzer (Juventus) (35)
1926–27Tidak ada juaraBolognaAnton Powolny (Inter) (22)
1927–28Torino (1)GenoaJulio Libonatti (Torino) (35)
1928–29Bologna (2)TorinoGino Rossetti (Torino) (36)


Serie A

TahunJuaraRunner-UpTopskor (klub) (jumlah gol)
1929–30Inter Milan (3)GenoaGiuseppe Meazza (Inter Milan) (31)
1930–31Juventus (3)AS RomaRodolfo Volk (AS Roma) (29)
1931–32Juventus (4)BolognaPedro Petrone (Fiorentina)
Angelo Schiavio (Bologna) (25)
1932–33Juventus (5)Inter MilanFelice Placido Borel II° (Juventus) (29)
1933–34Juventus (6)Inter MilanFelice Placido Borel II° (Juventus) (31)
1934–35Juventus (7)Inter MilanEnrico Guaita (AS Roma) (31)
1935–36Bologna (3)AS RomaGiuseppe Meazza (Inter Milan) (25)
1936–37Bologna (4)LazioSilvio Piola (Lazio) (21)
1937–38Inter Milan (4)JuventusGiuseppe Meazza (Inter Milan) (20)
1938–39Bologna (5)TorinoAldo Boffi (AC Milan)
Ettore Puricelli (Bologna) (19)
1939–40Inter Milan (5)BolognaAldo Boffi (AC Milan) (24)
1940–41Bologna (6)Inter MilanEttore Puricelli (Bologna) (22)
1941–42AS Roma (1)TorinoAldo Boffi (AC Milan) (22)
1942–43Torino (2)LivornoSilvio Piola (Lazio) (21)
1944Spezia CalcioTorino→ Titel tidak resmi
1944–45Perang Dunia II
1945–46Torino (3)JuventusGuglielmo Gabetto (Torino) (22)
1946–47Torino (4)JuventusValentino Mazzola (Torino) (29)
1947–48Torino (5)AC MilanGiampiero Boniperti (Juventus) (27)
1948–49Torino (6)Inter MilanIstván Nyers (Inter Milan) (26)
1949–50Juventus (8)AC MilanGunnar Nordahl (AC Milan) (35)
1950–51AC Milan (4)Inter MilanGunnar Nordahl (AC Milan) (34)
1951–52Juventus (9)AC MilanJohn Hansen (Juventus) (30)
1952–53Inter Milan (6)JuventusGunnar Nordahl (AC Milan) (26)
1953–54Inter Milan (7)JuventusGunnar Nordahl (AC Milan) (23)
1954–55AC Milan (5)UdineseGunnar Nordahl (AC Milan) (26)
1955–56Fiorentina (1)AC MilanGino Pivatelli (Bologna) (29)
1956–57AC Milan (6)FiorentinaDino da Costa (AS Roma) (22)
1957–58Juventus (10)FiorentinaJohn Charles (Juventus) (28)
1958–59AC Milan (7)FiorentinaAntonio Valentin Angelillo (Inter Milan) (33)
1959–60Juventus (11)FiorentinaOmar Sivori (Juventus) (28)
1960–61Juventus (12)AC MilanSergio Brighenti (Sampdoria) (27)
1961–62AC Milan (8)Inter MilanJosé Altafini (AC Milan)
Aurelio AC Milani (Fiorentina) (22)
1962–63Inter Milan (8)JuventusHarald Nielsen (Bologna)
Pedro Manfredini (AS Roma) (19)
1963–64Bologna (7)Inter MilanHarald Nielsen (Bologna) (21)
1964–65Inter Milan (9)AC MilanSandro Mazzola (Inter Milan)
Alberto Orlando (Fiorentina) (17)
1965–66Inter Milan (10)BolognaLuis Vinicio (Vicenza) (25)
1966–67Juventus (13)Inter MilanGigi Riva (Cagliari) (18)
1967–68AC Milan (9)NapoliPierino Prati (AC Milan) (15)
1968–69Fiorentina (2)CagliariGigi Riva (Cagliari) (21)
1969–70Cagliari Calcio (1)Inter MilanGigi Riva (Cagliari) (21)
1970–71Inter Milan (11)AC MilanRoberto Boninsegna (Inter Milan) (24)
1971–72Juventus (14)AC MilanRoberto Boninsegna (Inter Milan) (22)
1972–73Juventus (15)AC MilanGiuseppe Savoldi (Bologna)
Paolino Pulici (Torino)
Gianni Rivera (AC Milan) (17)
1973–74Lazio (1)JuventusGiorgio Chinaglia (Lazio) (24)
1974–75Juventus (16)NapoliPaolino Pulici (Torino) (18)
1975–76Torino (7)JuventusPaolino Pulici (Torino) (21)
1976–77Juventus (17)TorinoFrancesco Graziani (Torino) (21)
1977–78Juventus (18)VicenzaPaolo Rossi (Vicenza) (24)
1978–79AC Milan (10)PerugiaBruno Giordano (Lazio) (19)
1979–80Inter Milan (12)JuventusRoberto Bettega (Juventus) (16)
1980–81Juventus (19)AS RomaRoberto Pruzzo (AS Roma) (18)
1981–82Juventus (20)FiorentinaRoberto Pruzzo (AS Roma) (15)
1982–83AS Roma (2)JuventusMichel Platini (Juventus) (16)
1983–84Juventus (21)AS RomaMichel Platini (Juventus) (20)
1984–85Verona (1)TorinoMichel Platini (Juventus) (18)
1985–86Juventus (22)AS RomaRoberto Pruzzo (AS Roma) (19)
1986–87Napoli (1)JuventusPietro Paolo Virdis (AC Milan) (17)
1987–88AC Milan (11)NapoliDiego Maradona (Napoli) (15)
1988–89Inter Milan (13)NapoliAldo Serena (Inter Milan) (22)
1989–90Napoli (2)AC MilanMarco van Basten (AC Milan) (19)
1990–91Sampdoria (1)AC MilanGianluca Vialli (Sampdoria) (19)
1991–92AC Milan (12)JuventusMarco van Basten (AC Milan) (25)
1992–93AC Milan (13)Inter MilanGiuseppe Signori (Lazio) (26)
1993–94AC Milan (14)JuventusGiuseppe Signori (Lazio) (23)
1994–95Juventus (23)LazioGabriel Batistuta (Fiorentina) (26)
1995–96AC Milan (15)JuventusIgor Protti (Bari)
Giuseppe Signori (Lazio) (24)
1996–97Juventus (24)ParmaFilippo Inzaghi (Atalanta) (24)
1997–98Juventus (25)Inter MilanOliver Bierhoff (Udinese) (27)
1998–99AC Milan (16)LazioMárcio Amoroso (Udinese) (22)
1999–00Lazio (2)JuventusAndriy Shevchenko (AC Milan) (24)
2000–01AS Roma (3)JuventusHernán Crespo (Lazio) (26)
2001–02Juventus (26)AS RomaDavid Trezeguet (Juventus)
Dario Hübner (Piacenza) (24)
2002–03Juventus (27)Inter MilanChristian Vieri (Inter Milan) (24)
2003–04AC Milan (17)AS RomaAndriy Shevchenko (AC Milan) (24)
2004–05Tidak ada juara
[gelar Juventus ditarik]
AC MilanCristiano Lucarelli (Livorno) (24)
2005–06Inter Milan (14)
['hibah' dari gelar Juventus]
AS RomaLuca Toni (Fiorentina) (31)
2006–07Inter Milan (15)AS RomaFrancesco Totti (AS Roma) (26)
2007–08Inter Milan (16)AS RomaAlessandro Del Piero (Juventus) (21)
2008–09Inter Milan (17)JuventusZlatan Ibrahimović (Inter Milan) (25)
2009–10Inter Milan (18)AS RomaAntonio Di Natale (Udinese) (29)
2010–11AC Milan (18)Inter MilanAntonio Di Natale (Udinese) (28)
2011–12Juventus (28)AC MilanZlatan Ibrahimovic (AC Milan) (28)
2012-13Juventus (29)
NapoliEdinson Cavani (Napoli)
2013-14Juventus (30)AS RomaCiro Immobile ( Torino ) 23

Koleksi Gelar

KlubJuaraRunner-UpMusim Scudetto
Juventus30201905, 1925–26, 1930–31, 1931–32, 1932–33, 1933–34, 1934–35, 1949–50, 1951–52, 1957–58, 1959–60, 1960–61, 1966–67, 1971–72, 1972–73, 1974–75, 1976–77, 1977–78, 1980–81, 1981–82, 1983–84, 1985–86, 1994–95, 1996–97, 1997–98, 2001–02, 2002–03, 2011-12. 2012-13, 2013-14
Inter Milan 1814 1909–10, 1919–20, 1929–30, 1937–38, 1939–40, 1952–53, 1953–54, 1962–63, 1964–65, 1965–66, 1970–71, 1979–80, 1988–89, 2005–06, 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2009–10
AC Milan18141901, 1906, 1907, 1950–51, 1954–55, 1956–57, 1958–59, 1961–62, 1967–68, 1978–79, 1987–88, 1991–92, 1992–93, 1993–94, 1995–96, 1998–99, 2003–04, 2010–11
Genoa941898, 1899, 1900, 1902, 1903, 1904, 1914–15, 1922–23, 1923–24
Torino771927–28, 1942–43, 1945–46, 1946–47, 1947–48, 1948–49, 1975–76
Bologna741924–25, 1928–29, 1935–36, 1936–37, 1938–39, 1940–41, 1963–64
Pro Vercelli711908, 1909, 1910–11, 1911–12, 1912–13, 1920–21, 1921–22 (CCI)
AS Roma3121941–42, 1982–83, 2000–01
Lazio261973–74, 1999–00
Fiorentina251955–56, 1968–69
Napoli251986–87, 1989–90
Cagliari111969–70
Casale1-1913–14
Novese1-1921–22 (FIGC)
Sampdoria1-1990–91
Verona1-1984–85




































































baca keseluruhan - DAFTAR JUARA Liga Italia (1898-2014)

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense