“Benjolan yang disebabkan oleh Human Pappiloma Virus (HPV) itu, jika dibiarkan dalam kurun waktu 10-20 tahun akan berkembang menjadi kanker. Namun, kemajuan teknologi di bidang pengobatan saat ini bisa menekan risiko tersebut. Cara yang gampang dan murah untuk mencari kutil adalah dengan IVA tes,” kata dr Tonny Soemartono, dokter spesialis kandungan.
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit kanker serviks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit kanker serviks. Tampilkan semua postingan
Kamis, 03 April 2014
Kanker Serviks Dapat Muncul Diawali dengan Tumbuhnya Kutil
Jika seorang wanita didapati ada kutil tumbuh pada mulut rahim, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan diagnosa yang akurat. Pasalnya, kehadiran kutil ini bisa berujung pada pertumbuhan sel kanker serviks dalam jangka panjang. Kutil tersebut menjadi tanda awalnya.
Seperti dilansir situs Pikiran Rakyat, cara termudah untuk mengetahui adanya masalah tersebut yaitu dengan tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Melalui IVA, gejala bisa ditemukan dan mendapatkan pengobatan dari dini. Kutil dapat terjadi akibat dipicu inspeksi pada saat wanita melakukan hubungan badan. Dan, wanita lebih berisiko terhadap tumbuhnya kutil di mulut rahim.
Kutil pada mulut rahim mesti dicabut sampai ke akarnya. Metode tindakan yang yang digunakan adalah konesasi. Setelah pengambilan kutil, pasien biasanya akan sembuh dalam waktu sekitar enam minggu. Dan, ini sangat efektif untuk mencegah terjadinya kanker serviks.
Menurut dr Tonny, setidaknya ada lima faktor yang membuat wanita rentan mendapati kutil pemicu kanker serviks tersebut. Faktor itu adalah kebiasaan seks bebas, seks di waktu usia masih belia, sering hamil, memakai obat KB untuk jangka panjang.
Sabtu, 08 Februari 2014
Merasakan Gejala Ini? Mungkin Anda Kena Kanker Serviks
Kanker serviks banyak ditemui belakangan ini menyerang mulut rahim wanita. Jumlah penderitanya cukup banyak. Untuk deteksi dini kanker serviks paling efektif memakai alat Pap smear. Alat ini secara rinci dapat mendeteksi adanya sel abnormal, sekaligus menentukan jenis sel kanker yang menyerang.
Deteksi dini kanker serviks baiknya dilakukan secara rutin tanpa perlu menunggu adanya gejala. Namun, kalau Anda menemukan beberapa tanda berikut di area vagina, ada baiknya memeriksakan kondisi organ kemaluan untuk mendiagnosa penyebabnya. Siapa tahu hal tersebut gejala kanker serviks.
- Terjadi pendarahan tidak normal pada vagina. Darah yang keluar bisa banyak atau sedikit. Hanya saja, pendarahan ini dapat terjadi selama sebulan bahkan lebih. Kalau pun terjadi waktu haid, maka haid berlangsung cukup lama. Jika demikian, Anda perlu melakukan tes kanker serviks.
- Mengalami keputihan yang tidak wajar. Keputihan yang keluar dari vagina cenderung busuk, lebih kental, dan ada lendirnya. Penyebab keputihan memang beragam. Namun ada baiknya diperiksakan untuk memastikan diagnosanya.
- Panggul terasa cukup nyeri. Ini bisa disebabkan kondisi kanker sudah mulai tahap lanjut. Nyeri ini tidak terjadi pada saat haid dan kemungkinan terjad dalam beberapa jam.
- Rasa sakit kala buang air kecil. Bisa saja ini pertanda adanya infeksi salurah kemih (ISK), namun tidak menutup kemungkinan gejala kanker. Bila hal itu tanda kanker, maka diduga sel kanker sudah menjalar sampai kandung kemih.
- Berhubungan intim terasa sakit dan muncul darah. Penderita kanker serviks yang sudah stadium lanjut kurang nyaman untuk seks. Iritasi di leher rahim menimbulkan darah saat tergesek dengan kepala penis. Ini yang turut membuat rasa nyeri. Dalam beberapa kasus, kanker serviks kerap muncul pada wanita yang sering berganti pasangan.
Senin, 20 Januari 2014
Waspadai 9 Gejala Kanker Serviks!
Setiap perempuan berisiko terkena kanker leher rahim dan di Indonesia hampir setiap jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker serviks. Hal ini terjadi karena kesadaran yang kurang pada para wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pasalnya, pada tahap awal, kanker leher rahim tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Pada tahap awal ini, pemeriksaan pada daerah serviks menjadi sangat penting untuk mendeteksi adanya perubahan yang terjadi pada daerah serviks.
Gejala dan keluhan akan muncul ketika kanker serviks telah berada pada stadium yang lebih lanjut. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai tersebut antara lain :
- Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah.
- Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
- Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
- Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.
- Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
- Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching).
- Nyeri di daerah panggul.
- Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
Dalam menghadapi kanker serviks, hal yang terbaik adalah jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Lakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual.
Hal ini dapat mencegah kematian karena kanker serviks.
Senin, 23 Desember 2013
Keputihan Berulang, Vagina Berbau, Gejala Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang menyerang leher rahim. Penyebaran virus tersebut terjadi lewat hubungan seksual.
Butuh waktu dan proses yang cukup panjang, yaitu sekitar 3-20 tahun, bagi virus HPV berkembang menjadi kanker.
Akibatnya penderita tidak akan merasakan gejala atau keluhan sama sekali pada stadium pra kanker dan kanker stadium awal. Maka sangat beralasan menyebut kanker ini sebagai silent disease.
"Hampir semua pasien yang datang berobat sudah stadium lanjut," ujar Konsultan Kanker Kandungan dan Staf Pengajar FKUI di Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri dan Ginekologi, dr. Fitriyadi Kusuma, SpOG (K), saat SOHO #BetterU: Hari Ibu, di Jakarta.
Barulah pada stadium awal, penderita mulai merasakan keluhan pertanda awal kanker serviks. Keluhan tersebut antara lain pendarahan pasca berhubungan intim tanpa disertai rasa sakit, keputihan berulang dan berbau.
Sementara pada stadium lanjut, keluhan yang dirasakan adalah rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami pembengkakan, nafsu makan berkurang, berat badan tidak stabil, susah buang air kecil, dan mengalami pendarahan spontan.
Jika sudah demikian, Fitriyadi menyarankan untuk melakukan pemeriksaan dan pencegahan premier dan sekunder seperti skrining Visual dengan Asam Asetat (IVA), dan tes pap smear.
Senin, 25 November 2013
Gejala Kanker Serviks yang Perlu Dipahami
Kanker serviks atau kanker mulut rahim begitu “booming” di zaman modern ini. Keberadaannya tidak kalah populernya seerti kenker payudara, dengan dominasi pasien adalah wanita. Kanker serviks sering kerapkali berujung kematian. Penyebabnya, pasien sering mendapati dirinya terkena kanker ini setelah mengalami stadium lanjut. Padahal jika ditemukan di stadium awal, kemungkinan sembuh masih besar.
Penyebab kanker serviks adalah virus HPV (human pappiloma virus). Banyak wanita yang terkena HIV-positif ikut terkena kanker ini. Namun wanita umumnya juga dapat mengalamnya. Di Indonesia, dari 40 pasien kanker serviks ada 20 pasien yang harus meregang nyawa.
Wanita perlu memahami gejalanya. Jika gejala terdapat pada diri Anda, sebaiknya coba lakukan tes kesehatan mulut rahim agar terlihat kepastian diagnosanya. Berikut kemungkinan yang terjadi pada fisik pasien kanker serviks:
- Keputihan karena penyakit. Tidak semua keputihan itu berbahaya. Namun perlu diwaspadai jika jumlahnya cukup banyak, kental, warna tidak normal, atau bau. Keputihan akibat penyakit menimbulkan rasa gatal.
- Rasa sakit di organ kewanitaan. Penyebabnya yaitu virus HPV sudah menyebar dan mengnfeksi. Rasa sakit juga dialami paha, sendi panggul saat haid, buang air kecil, dan saat melakukan seks. Mungkin ini sudah berada daam tahap stadium lanjut. Oleh sebab itu, ada baiknya segera diperiksakan ke dokter.
- Keluar darah dari vagina. Jika darah di luar haid terjadi cukup sering, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Begitu pula juga perlu diwaspadai jika keluar darah saat melakukan hubungan suami istri di luar jadwal haid.
- Tidak nafsu makan. Orang yang terkena kanker akan memiliki penurunan kekebalan tubuh. Dia mudah cemas atau stres yang dapat menganggu nafsu makannya. Bila penurunan nafsu makan disertai dengan gejala lain dari kanker ini, kemungkinan memang ada masalah dalam mulut rahim.
- Bengkak pada bagian kaki. Ciri ini cukup khas terjadi pada kanker serviks. Virus sudah mulai menyerang tubuh dan membuat kaki membengkak tanpa diketahui penyebabnya.
- Rasa lelah yang kuat. Rata-rata penderita kanker mengalami tubuh lemah dan mudah lemas. Ini juga terjadi pada pasien kanker serviks.
Cara yang terbaik untuk mengetahui kanker serviks yaitu melakukan skrining. Pengecekan kesehatan serviks saat ini sudah bisa dilakukan sampai di tingkat Puskesmas dengan tarif terjangkau. Disarankan bagi wanita yang telah berusia 21 tahun melakukan tes pap smear tiga tahun sekali. Sementara jika sudah 30 tahun, selain tes pap juga sebaiknya dilakukan tes HPV sampai nanti usia sudah menginjak 65 tahun.
Sabtu, 06 Juli 2013
Mengenal Lebih Dalam Kanker Serviks
Jenis kanker yang mempengaruhi bagian bawah rahim disebut kanker serviks. Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita yang telah membunuh lebih dari 33.000 wanita setiap tahun di India.
India sendiri menyumbang hampir 27% dari kematian wanita di dunia akibat kanker serviks. Menurut penelitian, risiko wanita meninggal karena kanker serviks lebih tinggi daripada risiko kematian saat melahirkan (0,8 persen vs 0,6 persen). Tingkat kematian juga tercatat tiga kali lebih tinggi di daerah pedesaan dibanding daerah perkotaan.
Kanker serviks terjadi karena menyebarnya virus yang disebut Human Papilloma Virus(HPV) selama kontak seksual. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena penggunaan kontrasepsi juga bahkan tidak membatasi penyebaran virus.
Ditambah dengan fakta bahwa penyakit ini tetap hidup tanpa gejala untuk waktu yang lama sampai mulai menyerang jaringan tetangga, tidaklah mengherankan bahwa tingkat kematian yang terkait kanker serviks cukup tinggi.
Anda berada pada risiko yang lebih tinggi terkena kanker serviks jika:
Anda berada pada risiko yang lebih tinggi terkena kanker serviks jika:
- Anda adalah seorang wanita yang berusia di atas 35
- Anda telah melakukan hubungan seks sebelum Anda 15
- Anda memiliki HIV
- Anda memiliki banyak pasangan seks atau pasangan Anda memiliki kontak seksual yang banyak
- Anda merokok
- Anda memiliki banyak anak (karena hubungan seks yang sering tanpa kondom, perubahan hormonal, kekebalan tubuh yang rendah).
- Anda telah menggunakan pil KB untuk waktu yang lama (lima tahun atau lebih)
Infeksi HPV ini sangat umum dan umumnya terjadi segera setelah seseorang menjadi aktif secara seksual. Virus menular dari satu orang ke orang melalui kontak kelamin, yang paling sering saat berhubungan seks vaginal dan anal. Ancaman terbesar kanker adalah dari infeksi yang persisten.
Gejala kanker serviks
Pada tahap awal (bahkan dalam tahap prakanker), kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gejala. Hanya selama tahap selanjutnya dari kanker ini akan terlihat satu atau lebih dari gejala-gejala berikut:
Pada tahap awal (bahkan dalam tahap prakanker), kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gejala. Hanya selama tahap selanjutnya dari kanker ini akan terlihat satu atau lebih dari gejala-gejala berikut:
- Perdarahan vagina abnormal diantara periode menstruasi yang teratur, setelah hubungan seksual atau pelvic exam. Menstruasi mungkin akan lebih berat dan bisa bertahan lebih lama. Wanita di usia menopause mungkin akan mengalami perdarahan.
- Peningkatan keputihan
- Nyeri di daerah panggul
- Nyeri saat berhubungan seks
Namun, gejala-gejala di atas juga bisa disebabkan oleh infeksi atau masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda. So, be careful ladies!
Sabtu, 15 Juni 2013
Kanker Serviks, Gejala dan Penyebabnya
Kanker serviks adalah jenis kanker mematikan yang hanya menyerang wanita. Ia berkembang di leher rahim, dan dipicu oleh adanya infeksi virus HPV atau human papilloma virus. Penyebab seorang wanita dapat terinfeksi virus ini adalah gaya hidup yang tak sehat serta kerap berganti-ganti pasangan seks.
Ada beberapa kasus kanker serviks pula yang disebabkan oleh melahirkan di usia terlalu muda, berhubungan seks terlalu dini (sebelum usia 17 tahun), depresi, ketidakseimbangan hormon, tidak menjaga kebersihan organ vital, dll.
Indikasi awal seseorang telah terjangkit kanker serviks memang tak akan terlalu terlihat, kecuali bila stadium dari pertumbuhan sel kanker tersebut sudah memasuki fase tertentu. Gejalanya bisa berupa terjadi perdarahan tak wajar di luar masa haid atau usai berhubungan seks, nyeri di perut atau panggul, juga nyeri usai berhubungan intim.
Namun seperti jenis penyakit yang lain, kanker serviks juga tentu dapat dicegah. Salah satunya adalah dengan mengikuti vaksinasi HPV, yang dapat mulai diberikan pada remaja wanita di usia 12 tahun ke atas.
Memperkuat sistem imun tubuh dengan konsumsi makanan bernutrisi dan berantioksidan tinggi seperti sayur dan buah, alpukat, ikan laut, juga mampu mencegah timbulnya jenis kanker serviks pada wanita.
Sebaiknya kaum wanita juga menghindari berganti-ganti pasangan seks, merokok, minum-minuman beralkohol, serta mulai sering melakukan kegiatan olahraga sesibuk apapun aktifitas mereka.
Selasa, 03 Juli 2012
Nyeri di Bagian Panggul Itu Tanda Kanker Serviks
Kanker serviks atau dikenal juga dengan kanker leher rahim adalah terjadinya perubahan struktur sel menjadi suatu keganasan di daerah mulut rahim (biasa disebut sebagai serviks). Dewasa ini kanker serviks cukup menyita perhatian kaum hawa, apalagi semua wanita berisiko terkena kanker ganas ini.
Karena besarnya volume risiko, jenis kanker satu ini dikenal sebagai pembunuh nomor wahid. Banyak pula yang menyebutnya pembunuh diam-diam (silent killer), karena pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa dikatakan tanpa gejala bagi penderitanya.
"Berdasarkan pengalaman dunia kedokteran, banyak di antara penderita terserang kanker ini pada stadium lanjut. Dimana keluhan pasien, biasanya pendarahaan diluar siklus menstruasi, keputihan abnormal, rasa sakit tidak normal dan pendarahan tidak wajar ketika hubungan seksual dan banyak lainnya," kata dr Dyah Surya Agustine Sesunan.
Selain itu, tambah dokter PTT Lampung Tengah ini, pada stadium lanjut gejala lain yang bisa dilihat adalah terjadinya menstruasi tiba - tiba pada saat menoupose. Tidak hanya itu, ciri penderita stadium lebih tinggi, cenderung memiliki berat badan yang turun dan merasakan nyeri pada bagian panggul.
Cewek yang akrab disapa Tine ini menjelaskan, kanker ini menyerang bagian mulut rahim (serviks) yang letaknya di antara vagina dan liang rahim (uterus). Kondisi ini terjadi karena perubahan sel, yang sebelumnya normal menjadi abnormal (kanker).
Karena besarnya volume risiko, jenis kanker satu ini dikenal sebagai pembunuh nomor wahid. Banyak pula yang menyebutnya pembunuh diam-diam (silent killer), karena pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa dikatakan tanpa gejala bagi penderitanya.
"Berdasarkan pengalaman dunia kedokteran, banyak di antara penderita terserang kanker ini pada stadium lanjut. Dimana keluhan pasien, biasanya pendarahaan diluar siklus menstruasi, keputihan abnormal, rasa sakit tidak normal dan pendarahan tidak wajar ketika hubungan seksual dan banyak lainnya," kata dr Dyah Surya Agustine Sesunan.
Selain itu, tambah dokter PTT Lampung Tengah ini, pada stadium lanjut gejala lain yang bisa dilihat adalah terjadinya menstruasi tiba - tiba pada saat menoupose. Tidak hanya itu, ciri penderita stadium lebih tinggi, cenderung memiliki berat badan yang turun dan merasakan nyeri pada bagian panggul.
Cewek yang akrab disapa Tine ini menjelaskan, kanker ini menyerang bagian mulut rahim (serviks) yang letaknya di antara vagina dan liang rahim (uterus). Kondisi ini terjadi karena perubahan sel, yang sebelumnya normal menjadi abnormal (kanker).
Sabtu, 28 Januari 2012
Cegah Kanker Serviks? Jaga Selalu Kebersihan 'Miss V'
Menjaga kebersihan organ intim kewanitaan sangat dianjurkan. Salah satunya, dengan sering mengganti pembalut saat datang bulan, kata seksolog dr Ryan Thamrin SpOG. "Daerah lembab merupakan lahan subur berkembangnya Human Pappiloma Virus (HPV) penyebab kanker serviks," tambahnya.
Sering mengganti pembalut meminimalisasi kelembaban yang terjadi. Hal ini juga berarti mencegah tumbuhnya HPV.
Seksolog yang sekaligus ahli kandungan ini mengatakan, tidak masalah apakah pembalutnya berbahan herbal atau tidak. "Yang penting sering diganti, itu kuncinya. Mau pakai pembalut herbal atau tidak itu bukan masalah," ujarnya.
Wanita memang harus lebih waspada terhadap kanker serviks. Usaha preventif diperlukan untuk mencegah serangan kanker leher rahim.
Sampai saat ini kanker serviks tercatat sebagai pembunuh nomer satu di indonesia dan dunia.
Sampai saat ini kanker serviks tercatat sebagai pembunuh nomer satu di indonesia dan dunia.
Setiap jam diperkirakan seorang wanita indonesia meninggal karena kanker serviks. Diperkirakan terdapat 500 ribu wanita yang terdiagnosa kanker serviks. Rata-rata kematian tiap tahunnya mencapai 270 ribu.
Senin, 12 Desember 2011
Terapi Asam Cuka Deteksi Kanker Serviks
Asam cuka ternyata tidak hanya menambah rasa sedap dalam masakan, tapi juga berguna mendeteksi dini kanker serviks secara mudah dan murah. Deteksi dini kanker serviks dengan asam cuka ini disebut metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Metode ini sudah dikenalkan sejak 1925 oleh Hans Hinselman dari Jerman, tetapi baru diterapkan sekitar tahun 2005.
Kementerian Kesehatan RI pun sudah mengadopsinya. Cara ini selain mudah dan murah, juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker, yaitu mencapai 90 persen.
Deteksi dini dengan cara mengoleskan asam cuka 3-5 persen di daerah mulut rahim (serviks) ini tidak harus dilakukan oleh dokter, tetapi bisa dipraktikkan oleh tenaga terlatih seperti bidan di puskesmas. Dan dalam waktu sekitar 60 detik sudah dapat dilihat jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks. Plak putih ini bisa diwaspadai sebagai luka prakanker.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meneliti penerapan IVA di India, Thailand, dan Zimbabwe. Efektivitasnya ternyata tidak lebih rendah daripada pap smear.
Selain kinerja yang sama dengan tes lain dan hasilnya bisa segera diketahui, IVA juga menawarkan keuntungan lain, yakni praktis, hanya memerlukan alat sederhana, dan harganya terjangkau.
Inke Maris, pakar komunikasi yang juga salah seorang pendiri Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks Indonesia (Ipkasi), mengatakan sudah banyak puskemas yang mampu memberikan layanan tes IVA ini dengan biaya sekitar 15 ribu rupiah.
"Bahkan, sejumlah daerah sudah menerbitkan Perda yang menetapkan harga hanya 5 ribu rupiah untuk pemeriksaan IVA," tambah Dr. Basalama Fatum, MKM, Kasubdit Kanker Dit. PPTM, Kemenkes RI.
Terapi ini berlangsung singkat, kira-kira 5 menit. Memang ada rasa tidak nyaman ketika menjalani terapi ini. Kebanyakan perempuan merasakan sensasi dingin dan sedikit kram, atau kadang terasa hangat menjalar di tubuh bagian atas serta wajah.
Kemudahan dalam melakukan pemeriksaan sekaligus penanganan jika ditemukan luka prakanker ini memacu membuat program See and Treat semakin banyak diterapkan di sejumlah puskesmas. Diharapkan dengan IVA, akan makin banyak perempuan yang terjangkau oleh deteksi dini kanker serviks, sehingga angka kejadian kanker ini dapat diturunkan.
Langganan:
Postingan (Atom)


