# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about phishing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about phishing. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2022

Modus Phishing Baru: Notifikasi Palsu untuk Ganti Password

Hampir semua layanan online punya sistem keamanan yang akan memberikan peringatan berupa notifikasi saat ada aktivitas mencurigakan di akun penggunanya.

 

Misalnya, pemberitahuan saat ada upaya untuk mengganti password pengguna. 

 

Nah, sistem ini menurut Kaspersky kini disalahgunakan sebagai modus phishing untuk mencuri password pengguna.

 

Modusnya dengan mengirimkan email notifikasi yang seolah-olah menyatakan kalau ada upaya perubahan password di akun pengguna. 

 

Para penyerang berharap bahwa korbannya merasa khawatir akan keamanan akun mereka.

 

Lalu pengguna yang menjadi korban ini akan diarahkan untuk mengklik tautan ke situs yang meniru halaman login akun dan berisi formulir untuk diisi dengan nama akun dan password si korban.


 

Jika itu adalah penyerang layanan online publik, mereka biasanya akan melakukan segala upaya untuk membuat salinan tepat seperti pesan yang sebenarnya. 

 

Namun, jika penyerang mencari akses ke sistem internal, mereka sering kali harus menggunakan imajinasi mereka karena ketidaktahuan tentang bagaimana penampilan email yang seharusnya.

 

Seluruh isi pesan di email ini terlihat tidak beraturan, mulai dari penggunaan bahasa yang salah hingga logika yang nampak meragukan. 

 

Ini ditunjukkan dengan menautkan nomor telepon baru dan sekaligus cara mengirim kode pengaturan ulang kata sandi.

 

Akun email yang dibajak kemudian dapat digunakan untuk serangan tipe BEC (business email compromise) atau sebagai sumber informasi untuk serangan lebih lanjut dengan menggunakan rekayasa sosial.

 

"Secara umum, yang terbaik adalah menjauhkan email phishing dari kotak masuk karyawan secara keseluruhan. 

 

Idealnya (ditambah dengan seluruh korespondensi yang tidak diinginkan lainnya, termasuk pesan dengan lampiran berbahaya dan email terkait BEC) harus dicegat di tingkat gateway email," jelas Roman Dedenok, pakar keamanan siber di Kaspersky, dalam keterangan yang diterima.


Jadi bagaimana cara mengedukasi karyawan perusahaan agar hal ini tidak terjadi?

 

Demi meminimalisir kemungkinan penjahat dunia maya mendapatkan kredensial karyawan, Kaspersky menyarankan perusahaan untuk komunikasikan beberapa hal berikut ini:

 

- Jangan pernah mengeklik tautan dalam pemberitahuan keamanan otomatis, baik yang tampak nyata maupun tidak.
 

 

- Saat menerima pemberitahuan, periksa pengaturan keamanan dan detail tertaut, lakukan dengan membuka situs web di browser secara manual.
 

 

- Pemberitahuan dengan kata-kata yang tidak beraturan sebaiknya diabaikan dan dihapus.
 

 

- Jika notifikasi terlihat nyata, beri tahu tim keamanan atau layanan terkait; itu mungkin merupakan tanda serangan yang ditargetkan.

baca keseluruhan - Modus Phishing Baru: Notifikasi Palsu untuk Ganti Password

Minggu, 23 Juni 2013

Waspada! Kini Jebakan Phising Tak Hanya Lewat Email Spam

Serangan phising belum berakhir. Bahkan dalam survei yang dilakukan oleh Kaspersky, jumlah korban serangan phising meningkat dalam setahun terakhir dari 19,9 juta menjadi 37,3 juta pengguna atau melonjak sebesar 87%.

Survei yang bertajuk "The Evolution of Phishing Attacks 2011-2013" menyebutkan, situs popular seperti Facebook, Yahoo, Google dan Amazon sering digunakan para penjahat cyber untuk mengelabui pengguna internet.

Survei yang dilakukan pada Juni 2013 ini, dengan mengambil data dari layanan awan Kaspersky Security Network, menunjukkan bahwa phishing, yang awalnya hanyalah bagian dari spam, kini telah menjelma menjadi ancaman cyber tersendiri dan tumbuh dengan pesat.

Menurut Kaspersky, email tidak lagi menjadi mekanisme utama pengiriman email phishing. Sebagai contoh, dari seluruh serangan phishing yang tercatat, hanya 12% yang dilakukan melalui email spam.

Sisa 88%, serangan phishing dilakukan melalui tautan ke laman phishing yang diklik pengguna saat menggunakan web browser, layanan chat dan sejenisnya (Skype dan lain-lain), atau saat bekerja menggunakan komputer mereka. Demikian yang dikutip melalui keterangan resminya.

Survei ini juga memperlihatkan, Pada 2012-2013, phisher (para pelaku phishing) melakukan serangan yang secara rata-rata memengaruhi 102,100 orang di seluruh dunia setiap harinya, dua kali lipat dibanding serangan pada 2011 – 2012.

Serangan phishing lebih sering menyasar pengguna di Rusia, Amerika Serikat, India, Vietnam, dan Inggris.

Vietnam, Amerika Serikat, India, dan Jerman tercatat memilliki angka tertinggi korban serangan phishing, dan jumlah seluruh serangan di negara-negara di atas naik dua kali lipat dibanding tahun lalu. 
baca keseluruhan - Waspada! Kini Jebakan Phising Tak Hanya Lewat Email Spam

Selasa, 08 Mei 2012

Awas, Beredar Phishing Model Baru!


Aksi phishing alias pencurian informasi sensitif yang menyasar para nasabah bank seakan tiada habisnya. Bahkan, beberapa minggu terakhir ditemukan metode baru dalam menjalankan phishing.

Perusahaan keamanan Eset menyatakan bahwa phishing metode baru ini muncul dalam bentuk email yang di dalamnya terdapat attachment berextention 'htm' atau 'html'.

Sontak, modus tersebut menimbulkan pertanyaan, mengapa pelaku phishing menggunakan attachment dengan kode html dan bukan link? Berikut alasan yang dikemukakan Eset:

1. Menjalankan kode html di sistem lokal tidak akan membawa ke situs web tersebut, dan URL filter tidak akan berfungsi.


2. Menjalankan kode html secara lokal di browser berarti load dari intranet bukan dari internet. Setting yang dilakukan biasanya tidak terlalu ketat untuk memuat atau memulai file dari intranet

"Extension tersebut juga akan melakukan cloning situs asli yang dipalsukan sehingga sangat sulit untuk membedakan dengan situs web aslinya," jelas Eset dalam keterangannya.

Ditambahkannya, jika kita perhatikan pada upaya phising ini, selain tampilan windows tidak wajar, tata bahasanya juga jauh dari bahasa resmi sebagaimana layaknya media yang diakses secara luas.

PayPal palsu tersebut juga menyertakan kata pembuka 'Dear Paypal Member' untuk semua penerima notifikasinya. Sedangkan pada tampilan PayPal dan lembaga keuangan resmi lainnya selalu menyapa customernya dengan nama dan/atau dengan identitas khusus yang diketahui oleh kedua belah pihak customer dan provider.

Hal lain yang menarik pada penipuan PayPal tersebut adalah email dikirim dari PayPal Prancis tetapi menggunakan bahasa Inggris, dan tombol submit berbahasa Jerman

Ketika form isian data dan informasi tersebut dikirim, form akan menghubungi situs web dimana informasi tersebut diambil dengan php script. Setelah selesai, user akan diforward ke situs PayPal Amerika, pada reply akan terlihat notifikasi yang terdiri dari campuran beberapa bahasa.





ScreenShot Form kosong PayPal Berbahasa Inggris, dengan tombol send berbahasa Jerman, tetapi dikirim dari PayPal Prancis.
baca keseluruhan - Awas, Beredar Phishing Model Baru!

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense