Tampilkan postingan dengan label serba unix binatang gajah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba unix binatang gajah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 April 2013
Hih! Trend Bir Aroma Kotoran Gajah Disukai di Jepang
Jepang kerap kali membuat inovasi yang mencengangkan, termasuk dalam bidang kuliner. Salah satunya adalah sebuah varian bir yang dicampur dengan biji kopi yang telah dimakan oleh gajah dan jadi kotorannya.
Bir aroma kotoran gajah ini bernama Un Kono Kuro, dan dijual oleh Sankt Galen, sebuah produsen bir ternama dari Kanagawa, Jepang, pada tanggal 1 April kemarin. Tak tanggung-tanggung, bir ini ludes dibeli oleh penggemar kuliner unik di Jepang dalam hitungan menit.
Produsen bir kopi tersebut memang sengaja meluncurkan produk mereka sehubungan dengan perayaan April Mop. Ini untuk moment seru-seruan agar pembeli mereka tak ragu menenggaknya.
Hampir mirip dengan kopi luwak, bir yang terbuat dari campuran kopi kotoran gajah ini juga telah mengalami proses pencernaan, sebelum keluar menjadi kotoran dan diambil kembali biji kopinya.
Konon, justru itu yang membuat aroma kopinya menjadi nikmat dan disukai penggemar bir kopi atau coffee stout.
Nama Un Kono Kuro bisa juga berarti “Kotoran Hitam” atau “Ya, Ini Hitam”. Karena warna bir tersebut memang hitam.
Konon, rasa bir kotoran gajah itu adalah kombinasi manis dan pahit dengan aroma kopi panggang. Sensasinya terasa hingga lama menempel di lidah peminumnya.
Anda berminat mencoba? Jangan bayangkan saat produksinya, ya.
Kamis, 22 November 2012
Gajah Korsel Mampu Tirukan Suara Manusia
Seekor gajah di sebuah kebun binatang Korea Selatan telah belajar untuk meniru suara manusia dan memiliki kosakata dari beberapa kata, ungkap para peneliti pada Jumat.
Koshik, seekor gajah jantan Asia yang berusia 22 tahun di kebun binatang Everland di Yongin, kota yang terletak di selatan Seoul, menyambut para wartawan yang berkunjung dengan mengucapkan kata choah (baik) dan nuo (berbaring).
Dia juga dapat mengeluarkan suara annyong (hi), anja (duduk), dan aniya (tidak), menurut sebuah tim ilmuwan dari Korea Selatan dan Eropa yang mempelajari vokalisasinya.
Gajah tidak dapat menggunakan bibir mereka untuk mengeluarkan seperti manusia, karena bibir bagian atas mereka menyatu dengan hidung yang membentuk belalai mereka.
Namun, Koshik merumuskan kata-kata dengan menggulung belalainya dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Ia kemudian menempatkan ujung belalainya di atas lidahnya atau di langit-langit mulutnya untuk membuat suara yang berbeda.
Para peneliti mengatakan bahwa mereka tidak benar-benar yakin bagaimana gajah tersebut memiliki kemampuan semacam itu, namun mereka percaya bahwa Koshik belajar kata-kata tersebut dari pelatih yang telah 19 tahun melatihnya, Kim Jong-Gap.
"Satu-satunya ikatan sosial Koshik dibuat bersama dengan pelatihnya dan kami pikir bahwa ia belajar dan meniru kata-kata tersebut untuk membentuk hubungan dan kepercayaan dengan Kim," ungkap Oh Suk-Hun, seorang dokter hewan di Everland sekaligus anggota tim penelitian tersebut, kepada para wartawan.
Langganan:
Postingan (Atom)





