# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label apple isnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apple isnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2022

Apple Bakal Setor Rp 244 Triliun ke TSMC Selama 2022, Uang Apa Itu?

TSMC adalah perusahaan pembuat chip terbesar di dunia yang sangat erat hubungannya dengan Apple, sebagai konsumennya yang paling besar.

 

Selama 2022 ini, TSMC diperkirakan akan mengapalkan chip senilai lebih dari USD 17 miliar untuk Apple, atau sekitar Rp 244 triliun. 

 

Angka tersebut naik 23% dibanding 2021, di mana perusahaan asal Taiwan itu mengapalkan chip senilai USD 13,84 miliar.



Pengapalan chip untuk perangkat baru Apple itu diperkirakan dimulai pada pertengahan Juni mendatang. Salah satu chip yang akan dikapalkan adalah A16 Bionic, yang bakal dipakai di seri iPhone 14, secara spesifik untuk varian Pro-nya.

 

Ya, seperti diketahui, bocoran yang beredar sampai saat ini menyebutkan kalau hanya iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang bakal memakai chip terbaru tersebut. 

 

Sementara iPhone 14 masih akan memakai A15 Bionic, sama seperti yang dipakai di jajaran iPhone 13 dan juga iPhone SE 2022.


TSMC sendiri baru-baru ini mengumumkan kalau mereka baru akan mengapalkan chip 3nm ke konsumennya pada 2023 mendatang, sementara chip 2nm baru dikapalkan pada 2026.

 

Peningkatan jumlah pengiriman chip TSMC ke Apple ini salah satunya terjadi karena Apple sudah beralih menggunakan chip seri M untuk jajaran Mac. 

 

Berbeda dengan chip Intel yang dibuat oleh.... Intel, chip seri M ini menggunakan arsitektur sama dengan prosesor seri A, yang didesain oleh Apple dan diproduksi oleh TSMC.

 

Sejauh ini sudah ada beberapa varian chip M, seperti chip M1 yang punya 16 miliar transistor. Lalu M1 Pro yang punya 33,7 miliar transistor, dan M1 Max yang punya 57 miliar transistor.

 

Seperti diketahui, perusahaan seperti TSMC hanya bertugas memproduksi chip, mereka tidak mendesain chip tersebut. 

 

Kebalikannya, perusahaan seperti Apple, Qualcomm, Nvidia, AMD, dan MediaTek, tidak memproduksi chip namun hanya mendesain chipnya.

 

Selama Q1 2022, TSMC mencatatkan pemasukan sebesar USD 491 miliar, dengan pemasukan bersih USD 202,73 miliar. 

 

Margin profitnya adalah 41,3%, dengan pemasukan perlembar saham adalah USD 7,82.

baca keseluruhan - Apple Bakal Setor Rp 244 Triliun ke TSMC Selama 2022, Uang Apa Itu?

Minggu, 03 April 2022

Apple Ingin Sewakan iPhone dan iPad, Bisa Langganan Bulanan

Apple kabarnya akan meluncurkan program layanan berlangganan hardware untuk iPhone dan iPad. 

 

Lewat program ini, konsumen bisa mendapatkan iPhone idamannya dengan membayar biaya berlangganan bulanan, mirip seperti cara berlangganan Netflix atau Spotify.

 

Berdasarkan laporan Mark Gurman dari Bloomberg, program ini kabarnya akan diluncurkan pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023. 

 

Tapi saat ini informasi rinci tentang program tersebut masih belum tersedia.


 

Apple sebenarnya sudah memiliki program serupa untuk menjual iPhone yaitu iPhone Upgrade Program. 

 

Program tersebut memungkinkan pengguna untuk membayar USD 35 per bulan untuk mendapatkan iPhone terbaru dan perlindungan Apple Care+ setiap tahunnya.

 

Program yang baru ini belum diumumkan secara resmi dan kabarnya masih dalam tahap pengembangan. Tapi cara kerjanya disebut seperti leasing atau sewa kendaraan.

 

Menurut laporan Bloomberg, harga berlangganan bulanan tidak sekedar harga iPhone dibagi 12 atau 24 bulan. 

 

Biaya berlangganannya masih belum diketahui, tapi akan ada opsi untuk upgrade ke iPhone terbaru setelah rilis, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (25/3/2022).

 

Sama seperti layanan berlangganan Apple lainnya, program baru ini akan terhubung dengan akun Apple ID pengguna, dan mungkin bisa di-bundling dengan layanan AppleCare atau Apple One.

 

Cukup menarik membayangkan Apple menyewakan iPhone kepada pelanggan untuk jangka waktu tertentu. 

 

Apa mungkin pengguna cukup membayar biaya berlangganan satu bulan untuk mencicipi iPhone, sama seperti langganan Apple TV Plus?


 

Apple sendiri belakangan ini memang mengutamakan layanan berlangganan untuk memperluas bisnisnya. 

 

Perusahaan besutan Steve Jobs ini sudah menelurkan beberapa layanan berlangganan seperti Apple Music, Apple TV Plus, Apple News Plus, Apple Fitness Plus, dan lain-lain.

 

Banyak dari layanan tersebut juga sudah disatukan ke dalam bundle bernama Apple One. 

 

 

Layanan berlangganan juga saat ini telah menjadi salah satu sumber pendapatan kunci bagi Apple.

baca keseluruhan - Apple Ingin Sewakan iPhone dan iPad, Bisa Langganan Bulanan

Sabtu, 04 Desember 2021

Kesalahan Besar Apple: Tak Membeli Tesla

Apple dinilai melakukan kesalahan besar dengan tidak membeli perusahaan mobil listrik Tesla pada saat masih belum berjaya. 

 

Andai saja mereka melakukannya, tentu Apple tidak perlu repot lagi masuk dalam bisnis kendaraan listrik.

 

"Ini seharusnya menjadi pasar bagi Apple. Apple seharusnya dahulu membeli Tesla, ketika mereka mendapatkan kesempatan itu. 

 

Kami bahagia mereka tidak melakukannya," kata Cathie Wood, pengamat dan manajer keuangan yang dikutip dari CNBC.

 

Karena tak jadi membeli Tesla, Apple pun jadi harus berusaha sendiri. Apple sudah menunjuk pimpinan proyek yaitu Kevin Lynch. Dia sebelumnya memimpin pengembangan Apple Watch.



Target Apple adalah meluncurkan mobil listrik otonom pada 2025. 

 

Ini lebih cepat dari target semula yang butuh 5-7 tahun, karena Apple dilaporkan berhasil membuat penemuan penting dalam sistem penyetiran mandiri dan mobil akan siap diuji coba.

 

Adapun mengenai kesempatan Apple membeli mobil Tesla terjadi sekitar 5 tahun silam. 

 

Dalam buku 'Power Play: Tesla, Elon Musk and the Bet of the Century' yang ditulis wartawan Wall Street Journal, disebutkan bahwa kala itu, Elon Musk berbincang dengan CEO Apple Tim Cook melalui ponsel.

 

Pada saat itu, Tesla mengalami cukup banyak persoalan seperti penundaan produksi dan mobil listrik belum diterima luas. Nah, Cook disebut ingin membeli Tesla.



Elon menjawab dia mau menjual Tesla pada Apple dengan satu syarat. "Aku CEO-nya" konon katanya pada waktu itu. 

 

Cook pun sadar bahwa Elon ingin mengambil alih posisinya. Transaksi Apple ingin membeli Tesla pun tidak pernah terjadi.

 

Desember silam, Elon Musk mengungkap adalah benar dia pernah mempertimbangkan untuk menjual Tesla ke Apple saat perusahaannya sedang kesulitan, namun dia membantah pernah berdiskusi langsung dengan Cook. 

 

"Dia menolak untuk datang ke meeting," kata Elon.

baca keseluruhan - Kesalahan Besar Apple: Tak Membeli Tesla

Rabu, 14 Juli 2021

Pemerintah China 'Sikat' Aplikasi Raksasa Taksi Online, Kenapa?

CEO Apple Tim Cook dan Presiden Didi Chuxing Liu Qing. Foto: Twitter

 

Apple diharuskan menghapus aplikasi Didi Chuxing dari App Store China, padahal perusahaan ride hailing itu menerima suntikan dana sebesar USD 1 miliar dari Apple.

 

Suntikan dana ini diberikan Apple pada 2016 terhadap Didi Chuxing, yang saat itu adalah kompetitor terberat Uber di China. 

 

Menurut CEO Apple Tim Cook saat itu, investasi ini memberikan banyak kesempatan strategis bagi Apple.

 

Namun kini, tak lama setelah Didi Chuxing melakukan IPO di Amerika Serikat, mereka mendapat masalah. 

 

Mereka dituding mengumpulkan data pengguna secara ilegal di China, lalu China Cyberspace Administration memerintahkan Apple untuk menghapus aplikasi tersebut dari App Store.

 

Pengumuman tersebut disebar pada Minggu (4/7/2021) lalu, di mana Didi Chuxing dituding melakukan pelanggaran berat karena mengumpulkan menggunakan data pribadi penggunanya. Pengumuman ini hanya dua hari setelah pihak regulator mulai menyelidiki kasus tersebut.


Akibatnya aplikasi tersebut harus dihapus dari Apple App Store dan juga berbagai app store milik pabrikan lain seperti Huawei dan Xiaomi. 

 

Pihak Didi sendiri mengaku tengah memperbarui aplikasinya untuk mengikuti aturan dari pemerintah, demikian dikutip dari 9to5Mac.

 

Untuk sementara Didi pun menyetop pendaftaran pengguna baru untuk layanannya itu, tepatnya mulai 3 Juli lalu. 

 

Belum diketahui kapan Didi akan memperbarui aplikasinya di App Store, namun untuk sementara aplikasi yang sudah diunduh tetap bisa dipakai oleh penggunanya.

 

Bagi Apple sendiri, investasinya di Didi ini disebut sebagai kesempatan untuk mempelajari segmen-segment tertentu di pasar China. 

 

Cook pada 2017 pun menyebut Didi berpotensi untuk mengatasi masalah kemacetan di China. Namun sejak itu Apple belum pernah berkomentar lagi terhadap Didi.


baca keseluruhan - Pemerintah China 'Sikat' Aplikasi Raksasa Taksi Online, Kenapa?

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense