# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit kanker rahim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit kanker rahim. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

Bedak Tabur dan Kanker Rahim


Wanita memang suka sekali menggunakan bedak tabur di badan, ketiak bahkan vagina. Bedak tabur dianggap membantu mencegah keringat, menghilangkan bau badan, serta membuat lebih segar.

Sayangnya, pemakaian bedak tabur pada vagina dianggap berbahaya. Bahkan, dokter tidak menyarankan untuk memberikan bedak tabur di area intim karena dapat menyebabkan masalah reproduksi.

Penelitian telah membuktikan, pemakaian bedak tabur di area intim wanita ini bisa meningkatkan risiko kanker ovarium invasif sampai 30 persen.

Selain itu, temuan di tahun 2011 ini juga menunjukkan penggunaan bedak tabur di vagina dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko dua bahkan tiga kali lipat.

Peneliti berpendapat bubuk bedak bisa masuk melalui rahim, vagina, saluran tuba dan akhirnya sampai ke ovarium, dan menyebabkan reaksi inflamasi (peradangan). Inilah yang pada gilirannya merangsang pertumbuhan sel-sel kanker di daerah sekitar indung telur.

Jadi, mulai kini hindari menaburkan bedak pada organ intim. Untuk menyiasati masalah keringat, pakailah celana dalam dari bahan katun dan hindari celana terlalu ketat.
baca keseluruhan - Bedak Tabur dan Kanker Rahim

Selasa, 03 Juli 2012

Kanker Ovarium Tidak Menunjukkan Gejala


Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) Prof Dr dr Andrijono, SpOG K-Onk, mengajak seluruh perempuan lebih memahami kesehatan, peduli menjaga kesehatan organ reproduksi, dan rajin memeriksakan diri untuk mendeteksi kanker ovarium.
Sebab, setelah kanker serviks, katanya, kanker ovarium menjadi salah satu jenis kanker yang paling mematikan bagi perempuan.
"Di seluruh dunia, 80 persen kasus kanker ovarium di dunia ditemukan pada stadium lanjut. Berangkat dari kepedulian pada kesehatan organ reproduksi, setiap perempuan bisa mendeteksi dini kanker ovarium dan menyelamatkan dirinya,” jelas Andrijono dalam keterangan persnya.
Kanker ovarium pada stadium lanjut, tambahnya, disebabkan kanker ovarium tidak menunjukkan gejala, sehingga mencapai stadium lanjut.
Kanker ovarium tidak memiliki gejala yang unik, namun gejalanya lebih menyerupai penyakit umum, sehingga membuat para penderitanya sering menganggap ringan dan mengakibatkan kanker cepat berkembang.
"Bila terdeteksi dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat, pasien kanker ovarium berpeluang bertahan hidup lebih dari lima tahun. Semakin dini kanker ovarium ditemukan, peluang hidup pasien akan semakin besar bersama dengan kualitas hidupnya," papar Andrijono.
Sementara, Dr Sigit Purbadi SpOG K-Onk, dokter obstetri dan ginekologi FKUI/RSCM menjelaskan, kanker ovarium umumnya baru dikeluhkan pasien, ketika telah menyebar ke luar dari ovarium.
"Berhubung kanker ovarium belum memiliki penapisan untuk deteksi dini, setiap perempuan penting sekali untuk memahami gejala-gejala kanker ovarium," ungkapnya.
Salah satu gejala yang sering kali dialami penderita adalah rasa nyeri pada abdomen dan rasa kekenyangan.
”Dalam penanganan medis kanker ovarium, inovasi terbaru berupa terapi tepat sasaran, di samping terapi kemoterapi dan pembedahan. Ketika sudah tidak terselamatkan, penderita kanker ovarium meninggal akibat malnutrisi dan obstruksi usus halus," tuturnya. 
Jadi, jangan tunggu sakit. Periksakan diri Anda ke dokter untuk mengecek kesehatan alat reproduksi.
baca keseluruhan - Kanker Ovarium Tidak Menunjukkan Gejala

Jumat, 13 April 2012

Wanita Jangkung Lebih Berisiko Kanker Ovarium

Memiliki postur tubuh tinggi semampai layaknya seorang pragawati menjadi salah satu keinginan setiap wanita. Namun, sebaiknya Anda yang bertubuh mungil mensyukuri apa yang Anda miliki sekarang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa wanita tinggi lebih mungkin mengembangkan risiko kanker ovarium (kanker indung telur) dibandingkan wanita-wanita bertubuh lebih pendek.

Ilmuwan dari Oxford University mengaji kembali 47 penelitian yang melibatkan lebih dari 47.000 perempuan. Dari sini, peneliti banyak menemukan wanita yang mengidap kanker ovarium berkaitan dengan tinggi badan. Namun, peneliti juga menemukan penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita yang kelebihan berat badan.

Peneliti menjelaskan bahwa setiap penambahan dua inci (5 cm) tinggi badan, maka perempuan tersebut berisiko mengidap kanker ovarium sebesar tujuh persen.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine menjelaskan bahwa wanita berpostur tinggi memiliki lebih banyak sel yang bisa berubah kapan saja menjadi kanker. Selain itu, hormon pertumbuhan juga memainkan peran terhadap risiko tersebut.

Dilansir melalui BBC, Dr. Paul Firaun, dokter ahli kanker dari University of Cambridge, mencoba membandingkan antara perempuan dengan tinggi badan 5 kaki (153 cm) dan perempuan dengan tinggi badan 5,6 kaki (171 cm).

"Terdapat perbedaan dalam risiko kanker ovarium sebesar 23 persen. Perempuan yang lebih pendek memiliki kesempatan mengembangkan kanker ovarium sekitar 16 banding 1.000 seumur hidupnya. Sementara wanita bertubuh tinggi meiliki risiko 20 banding 1.000 seumur hidupnya," paparnya.
baca keseluruhan - Wanita Jangkung Lebih Berisiko Kanker Ovarium

Kamis, 23 Februari 2012

Empat Cangkir Kopi Sehari Turunkan Resiko Kanker Rahim

Banyak kabar baik bagi para penggemar berat kopi. Kini, semakin banyak alasan positif untuk mengkonsumsi minuman warna hitam ini. Empat cangkir kopi sehari bisa membantu menjaga kanker bertumbuh di rahim. Penelitian telah bisa menghubungkan konsumsi kopi secara teratur dengan kemungkinan lebih rendah dari kanker endometrium.

Wanita yang minum empat atau lebih cangkir sehari selama bertahun-tahun memiliki resiko 25 persen lebih rendah untuk terserang penyakit ini dibandingkan mereka yang minum kurang dari satu cangkir setiap hari.

Baik kopi berkafein maupun tanpa kafein tampak cukup berperan membantu menangkal penyakit ini. Penelitian ini dilakukan selama 26 tahun dengan 70.000 responden wanita.

Laporan dari jurnal kanker dan pencegahannya mengatakan minum kopi secara teratur dapat membantu menurunkan kadar hormon yang diyakini sebagai pemicu tumbuhnya kanker. "Uji klinis menemukan bahwa kopi mengandung lebih banyak zat antiokasidan dibandingkan sayur dan buah," kata peneliti senior, Edward Giovannucci.

Kanker rahim diderita oleh 6.400 wanita Inggris. Setiap tahunnya diperkirakan seribu orang meninggal akibat penyakit mematikan ini. Resiko terkena kanker rahim meningkat seiring bertambahnya usia. Para peneliti di Universitas Havard mengatakan untuk pencegahan kanker rahim dapat dilakukan dengan mempertahankan berat badan ideal.
baca keseluruhan - Empat Cangkir Kopi Sehari Turunkan Resiko Kanker Rahim

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense