# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit telinga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit telinga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Jangan Gegabah Tangani Telinga Kemasukan Air

Pernahkan telinga Anda kemasukan air saat mandi atau berenang, kemudian ditetesi air lagi supaya airnya keluar? Cara tersebut ternyata berpotensi menimbulkan masalah serius pada telinga.

Dokter yang berpraktik di RS Jakarta dan RSUP Persahabatan, dr. Kartika Dwiyani, SpTHT-KL  menegaskan, “Memasukkan air kembali ke dalam telinga ditakutkan akan menyebabkan iritasi lebih lanjut karena kotornya air yang dimasukkan. Di samping juga tidak diketahuinya kondisi kesehatan di dalam telinga,” katanya.

Apalagi ada dua kondisi di mana telinga tidak boleh kemasukan air: Adanya radang pada liang telinga dan kebocoran liang telinga.

Lantas bagaimana solusi terbaik bila telinga kemasukan air? 

Solusinya, lanjut dokter yang akrab dipanggil dr Tika ini, tergantung dari kondisi telinga, apakah memang normal atau pernah didiagnosis menderita kebocoran liang telinga?

Telinga terdiri dari tiga bagian. Pertama, telinga luar yang terdiri dari daun telinga, liang sampai gendang telinga. Kedua, telinga tengah berupa ruangan kecil di balik gendang telinga yang terdapat saluran penghubung ke hidung bagian belakang. Ketiga, telinga dalam adalah bagian yang tertutup dari dunia luar, berisi organ saraf pendengaran dan keseimbangan.

Liang telinga sendiri adalah suatu saluran buntu yang sedikit berkelok membentuk huruf S, yang di ujung buntunya adalah gendang telinga. Dalam keadaan gendang telinga normal, satu-satunya pintu keluar dari liang telinga melalui lubang liang telinga. 

“Pasien yang pernah didiagnosis menderita kebocoran gendang telinga, harus menghindari masuknya air ke dalam telinga, baik disengaja ataupun tidak, “ tandas dokter yang jadi anggota Kelompok Studi Rinologi ini.

Untuk mencegah telinga kemasukan air, aktivitas berenang harus dihindari. Sebab, lanjut dr Tika, jika air masuk dan terperangkap dalam ruangan telinga tengah akan menyebabkan terjadinya infeksi (congek).

Hal sama dikemukakan dokter spesialis THT lainnya, dr. Trimartani SpTHT. Menurut dr. Trimartani, tersumbatnya air di dalam telinga bisa membahayakan karena air dapat masuk ke dalam tengah telinga dan bisa menjadi tempat tumbuh kuman. 

Jika ini sudah terjadi, tambahnya, maka harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk pengobatan.

Untuk orang dengan gendang telinga normal namun kemasukan air, berikut dua solusi aman dari dr. Tika:
 
1.    Memiringkan telinga ke arah yang sakit, sehingga diharapkan air dapat keluar sesuai gerakan gravitasi.

2.    Dapat pula dibantu dengan  menarik daun telinga ke belakang atau menekan-nekan lubang telinga. Harapannya, air yang terperangkap di dalam liang telinga dapat keluar. 

Sekali lagi, lanjut dr. Tika, jangan memasukkan air lagi hanya demi “menolong” telinga yang kemasukkan air. Sebab, kebiasaan tersebut justru membahayakan kesehatan telinga seperti:

1.    Dapat menyebabkan infeksi yang lebih berat. Sebagai contoh, jika memasukkan air ke dalam telinga, sedangkan telinga dalam keadaan iritasi atau radang, maka air akan menambah kelembapan liang telinga dan menjadi media yang baik untuk tumbuhnya bakteri dan jamur di liang telinga. 

2.    Memasukkan air ke dalam telinga dalam kondisi gendang telinga yang bocor akan memicu terjadinya infeksi. Alhasil akan keluar cairan dari telinga yang dikenal sebagai congek. 

3.    Memasukkan air ke dalam telinga yang mengandung zat-zat iritan atau mengandung kuman malah akan menyebabkan iritasi dan  infeksi lebih lanjut.

4.    Memasukkan air ke dalam telinga dengan suhu yang terlalu panas atau dingin, dapat memicu timbulnya vertigo (pusing berputar) karena rangsangan pada organ keseimbangan di dalam telinga.

Dua dokter spesialis THT tersebut sepakat, bahwa sebagian besar keluhan kemasukan air dalam telinga sebenarnya dapat sembuh dalam waktu sesaat. Karena air mudah menguap melalui lubang telinga.

“Bila keluhannya menetap, perlu dicurigai adanya kelainan. Penyebab terbanyak adalah akibat mengembangnya kotoran telinga, sehingga memenuhi liang telinga yang mengganggu pendengaran si pasien,” tambah dr. Tika.

Saran dr Tika, segeralah periksa jika keluhan kemasukan air setelah berenang bersifat menetap. Pada kondisi kotoran telinga mengembang, dokter baru akan menyemprotkan air ke dalam telinga pasien untuk pembersihan. Air yang dimasukkan diharapkan dapat menciptakan tekanan yang mendorong kotoran keluar dari liang telinga.

Sebelum melakukan tindakan tersebut, dokter akan memeriksa keadaan liang telinga sebelumnya. Tujuannya untuk menilai apakah kondisi telinganya aman untuk dimasukkan air untuk pembersihan atau tidak. 

Air yang dimasukkan biasanya mengandung antiseptik, dan suhunya harus sesuai dengan suhu tubuh.
baca keseluruhan - Jangan Gegabah Tangani Telinga Kemasukan Air

Selasa, 14 Mei 2013

Mendeteksi Telinga Berdengung yang Berbahaya

Tanya:
telinga saya sering berdengung, ini normal atau tidak? Apa yang harus saya lakukan? Karena ini lumayan  menganggu pendengaran saya. Terima kasih sebelumnya.

Jawab:
Gejala telinga berdengung dalam istilah medis disebut sebagai tinnitus. Tinnitus umumnya didefinisikan sebagai adanya persepsi suara berdenging di dalam telinga atau kepala, dan hal ini tidak berhubungan dengan adanya sumber suara dari luar. Kebanyakan orang umumnya pernah mengalami hal seperti ini selama beberapa kali sepanjang hidupnya.

Tinnitus dapat disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kondisi normal hingga keadaan yang membutuhkan terapi secara medis atau bahkan operasi. Tinnitus atau telinga berdengung yang tidak normal umumnya harus dicurigai jika Anda mendapati gejala-gejala ebagai berikut:

- Telinga berdenging yang disertai dengan berkurangnya kemampuan pendengaran.
- Telinga berdengung yang bersifat pulsatile (berdenyut seirama dengan denyut jantung).
- Telinga berdengung yang disertai perubahan sifat atau kepribadian seseorang.

Pada keadaan-keadaan di atas, dicurigai terjadi gangguan atau problem medis yang cukup signifikan sehingga memang harus segera diperiksakan ke dokter spesialis THT. Keadaan telinga berdengung yang timbul secara tiba-tiba dan terjadi hanya di salah satu sisi telinga saja (sebelumnya tidak ada/tidak pernah terjadi sebelumnya), juga sebaiknya diperiksakan ke dokter THT untuk melihat apakah terjadi gangguan fungsi pendengaran pada telinga tersebut.


Pada kondisi Anda, berhubung kondisinya sudah sangat mengganggu, maka untuk menentukan apakah jenis tinnitusnya normal atau tidak, maka sebaiknya diperiksakan saja ke dokter THT. Dari pemeriksaan dokter akan dapat diketahui secara pasti dan jelas tentang sifat dari tinnitus tersebut. Bila normal, maka tidak membutuhkan pengobatan secara khusus.

Semoga membantu.
baca keseluruhan - Mendeteksi Telinga Berdengung yang Berbahaya

Selasa, 18 September 2012

Telinga Kotor? Jangan ke Salon!

Ear Candle atau terapi dengan lilin dari linen yang dilapisi parafin, sudah sedemikian digandrungi masyarakat perkotaan.

Promosi produsen tentang manfaat ear candle pun memang cukup gencar. Di antara manfaat yang dijajakan, mampu membersihkan kotoran telinga yang mengeras. Bahkan, ada produsen yang menyebut manfaat mengatasi sinus, sakit kepala, pilek, dan bisa untuk relaksasi.

Jasa ear candle tak hanya ada di salon-salon khusus. Produsen pemroduksi ear candle kini juga memasarkan lilin khusus tersebut yang bisa dipesan secara online. Tapi benarkah memiliki manfaat lebih?

“Menurut saya, ear candle sama sekali tak ada manfaatnya. Sebab, cara tersebut tidak bisa mengeluarkan kotoran telinga. Jangankan untuk mengeluarkan kotoran di dalam telinga, sekadar membersihkan saja tidak bisa,” kata dokter spesialis THT dari RS Pelni, Jakarta, dr Hanekung Titisari, SpTHT.

Sang dokter berujar, promosi menimbulkan kerugian ekonomis. Artinya, orang sudah telanjur tertarik pada ear candle karena promosinya begitu gencar dirugikan secara ekonomi. “Kalau Anda tidak percaya, coba saja ear candle itu dibakar kemudian ditempelkan di atas meja. Maka kotoran yang muncul adalah kotoran hasil pembakaran ear candle itu sendiri, bukan kotoran yang terangkat dari meja itu. Mejanya tetap saja kotor,” jelasnya.

Kalau kemudian banyak orang percaya pada terapi ini, mungkin karena sensasi hangatnya. Orang merasa nyaman lantaran seperti sedang fisioterapi. Dengan rasa nyaman itu, kita merasa telinga bersih setelah terapi ear candle.

“Padahal terapi tersebut sama sekali tidak bisa mengeluarkan kotoran yang ada dalam lubang telinga kita. Itu artinya sama saja kita telah membiarkan kotoran telinga kita menumpuk,” tambahnya.

Menurut Hanekung, yang penting perlu diketahui perawatan paling baik bagi telinga. Perlu dikenali dulu jenis kotoran dan jangka waktu telinga dalam memproduksi kotoran. Jenis kotoran itu, ada yang basah dan kering. Sedangkan jangka waktu memproduksi kotoran ada yang cepat sekali, ada yang satu minggu sudah penuh, ada pula yang baru dua bulan sekali harus datang ke dokter untuk membersihkan kotoran telinga.

“Yang seperti itu termasuk kondisi tidak biasa. Kalau yang wajar-wajar saja, paling cepat enam bulan hingga satu tahun,” jelasnya.

Untuk kotoran berjenis kering sulit dibersihkan sendiri dan perlu bantuan medis. Biasanya kotoran ini menggumpal dan tidak bisa sepenuhnya bersih jika hanya dikorek dengan menggunakan korek kuping (yang bentuknya seperti sendok). Kotoran kering juga tak cukup dibersihkan dengan cotton buds. Justru kotoran bisa semakin terdorong ke dalam, menumpuk hingga mengganggu pendengaran.

“Membersihkan sendiri kotoran telinga jenis kering adalah tindakan berbahaya, karena pada dasarnya dia tidak bisa dikeluarkan tanpa alat medis. Tapi kadang-kadang kita sok tahu, dan kalau sudah ada apa-apa baru datang ke dokter THT,” katanya.

Lain lagi bila kotoran basah, lebih mudah dibersihkan sendiri. Bisa dengan menggunakan cotton buds. Lalu bagaimana tanda-tanda seseorang sudah harus memeriksakan telinga ke THT? “Ya kalau orang tersebut mengalami sedikit gangguan pendengaran, pendengarannya berkurang karena telinganya berdengung,” tutupnya.
baca keseluruhan - Telinga Kotor? Jangan ke Salon!

Kamis, 19 Juli 2012

Awas, Ciuman di Telinga Bisa Bikin Tuli


Tak selamanya ciuman membuat bahagia. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ciuman di telinga menyebabkan masalah kehilangan penderingan permanen.
Ciuman sayang tepat di bagian depan telinga menyebabkan hisapan kuat yang menekan dan merusak selaput dan gendang telinga, sehingga menyebabkan gangguan yang biasa dikenal dengan istilah cochlear ear-kiss injury.
Dari hasil pengamatan, ciuman di telinga tak hanya menyebabkan tuli permanen, tetapi juga sejumlah gejala lainnya yang cukup mengganggu, seperti telinga berdengung, kepekaan terhadap suara, distorsi dan kepenuhan aural.
Peneliti dari Hofstra University, Dr Levi Reiter, mempelajari fenomena tersebut sejak seorang pasien perempuan datang kepadanya sekitar lima tahun yang lalu dengan kisah aneh bahwa ia menderita tuli setelah sering dicium di bagian telinga oleh anaknya.
Kini, ia telah mengumpulkan 30 kasus yang akan segera dilaporkan dalam International Journal of Audiology dan International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology.
Reiter mengkhawatirkan bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap kerusakan pendengaran melalui ciuman hanya karena kanal telinga mereka lebih kecil.
"Ada banyak kasus mengenai masalah kehilangan pendengaran yang tidak diketahui penyebabnya pada anak-anak dan saya yakin bahwa sebagaian besar penyebabnya berasal dari kecupan di telinga," papar Reiter, dilansir melalui msnbc.
baca keseluruhan - Awas, Ciuman di Telinga Bisa Bikin Tuli

Sabtu, 02 Juni 2012

Kebiasaan Buruk di Meja Kerja yang Memicu Penyakit

Meja kerja hampir sama akrabnya dengan tempat tidur Di tempat ini Anda biasa menghabiskan waktu panjang melakukan berbagai aktivitas — membaca email, mendengarkan musik, sampai makan siang. Pantau kembali kebiasaan bekerja Anda, jangan sampai membahayakan kesehatan.

Mendengarkan musik terlalu keras

Untuk menghormati rekan kerja yang lain, Anda menggunakan earphone untuk mendengarkan musik. Hati-hati, perhatikan volume earphone yang Anda gunakan. Seringkali saking kencangnya teman di meja sebelah masih bisa mendengar sayup-sayup suara musik.

Sebelum menggunakan earphone, pastikan posisi volume dalam keadaan 0 atau off. Ketika memasang earphone, naikkan volume pelan-pelan sampai level yang nyaman untuk kuping. Sebuah penelitian yang diadakan di Amerika menyebutkan menggunakan earphone lebih dari 90 menit secara konstan selama waktu yang lama, meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran.

Untuk kesehatan telinga, batasi volume sampai 50-70 persen batas maksimal volume. Ketika Anda merasa kuping tidak nyaman atau sakit kepala, sebaiknya hentikan penggunaan earphone segera. Sering kali karena terlalu serius bekerja, Anda sampai melupakan hal ini.

Meja yang berantakan 

Tumpukan pekerjaan, kertas yang sudah tidak terpakai, sampai bekas makanan sering jadi penghuni abadi meja kerja. Pekerjaan yang terus datang dan kegiatan lain yang menyita waktu membuat Anda sering lupa merapikan meja kerja.

Ada tiga masalah yang bisa muncul dari meja kerja yang berantakan. Pertama, stres karena melihat isi meja yang tidak beraturan serta menumpuk. Kedua, munculnya bibit-bibit sarang kuman. Ketiga, penyakit otot. Penelitian yang diadakan Universitas Arizona, Amerika menemukan meja kerja rata-rata 400 kali lebih kotor dari dudukan toilet. Tempat-tempat yang paling kotor antara lain permukaan meja, keyboard komputer/laptop dan gagang telepon.

Untuk mencegahnya, bersihkan meja Anda setidaknya seminggu sekali. Pada akhir pekan atau awal pekan gunakan waktu untuk membuang hal-hal yang tidak perlu. Seka seluruh permukaan meja dan peralatan lainnya dengan tisu pembersih anti kuman. Meja yang bersih dan lapang akan membuat suasana kerja semakin menyenangkan. Tumpukan yang tidak beraturan serta posisi benda yang tidak teratur akan membuat seseorang berusaha lebih keras untuk meraih sebuah benda yang diinginkan. Tak jarang hal ini menimbulkan cedera otot ringan.

Makan di meja kerja 

Ada banyak alasan sebaiknya meja kerja tidak berfungsi gandasebagai meja makan. Makan sambil mengetik di laptop Anda hanya akan membuat kuman yang bersarang di laptop pindah ke makanan lalu ke mulut Anda. Selain itu, sisa-sisa makan yang tercecer di meja bisa sumber penyakit baru karena menarik perhatian binatang-binatang kecil atau bahkan tikus di malam hari untuk mampir ke meja Anda. Walau Anda selalu berusaha membersihkan semaksimal mungkin, tetap saja risiko tersebut masih tetap bisa terjadi.

Masalah yang seringkali juga terjadi adalah rusaknya peralatan akibat makanan dan minuman yang terdapat di atas meja. Air minum yang tumpah membasahi keyboard atau saus makanan yang terpercik ke dokumen Anda tentu bukan hal yang asing. Belum tentu Anda bisa menjamin bebas akan risiko ini. Daripada harus mengganti peralatan kantor karena hal tersebut atau terlambat rapat karena harus menyiapkan ulang dokumen yang terkena makanan sebaiknya bawa makanan Anda ke tempat makan yang benar.

Makan sambil kerja membuat otak Anda menjadi tidak fokus terhadap kegiatan makan. Efeknya sama seperti makan di depan televisi. Anda bisa menghabiskan porsi lebih makan saat makan sambil kerja dibanding dengan makan yang fokus. Peneliti dari Universitas Bristol mengungkapkan, makan sambil bekerja dapat menyebabkan seseorang merasa kurang kenyang dan akan banyak mengonsumsi camilan di sore harinya. Bila diteruskan dapat meningkatkan risiko obesitas.

Selain itu tentunya tubuh dan otak Anda perlu waktu untuk penyegaran. Studi menunjukkan 15 menit saja beralih dari meja kerja untuk makan atau beristirahat dapat meningkatkan kerja otak Anda.

Terpaku di meja kerja 

Berjam-jam duduk di meja kerja tanpa beristirahat dapat memicu timbulnya penyakit. Terus-menerus duduk di meja kerja dapat melambatkan kerja otak karena kurang lancarnya aliran darah. Dalam satu jam sekali setidaknya berdiri dan berjalanlah berkeliling sesaat untuk meregangkan badan dan melancarkan aliran darah.

Selain itu, postur duduk yang salah juga bisa memicu timbulnya nyeri pada punggung, leher, serta sakit kepala.

Jika ada yang ingin didiskusikan dengan teman kerja, coba sesekali datangi meja kerjanya daripada mengirim email. Kegiatan ini baik untuk menyegarkan otak dan membuat badan lebih sehat. Hindari juga menyimpan benda-benda pada bagian yang terkena tekanan saat duduk. Kantong belakang yang berisi dompet sebaiknya dikosongkan sebelum duduk. Tekanan yang terus menerus dari dompet tersebut dapat memicu nyeri pada syaraf di sekitarnya.

Untuk menjaga kesehatan mata dari paparan sinar komputer sebaiknya ikuti rumus 20-20. Setiap 20 menit, palingkan mata Anda dari layar komputer selama 20 detik untuk melihat sesuatu yang  jaraknya paling tidak sejauh 5 meter. Kegiatan ringan ini jika dilakukan dapat mengurangi risiko kerusakan pada mata.
baca keseluruhan - Kebiasaan Buruk di Meja Kerja yang Memicu Penyakit

Minggu, 01 April 2012

Bahaya! Membersihkan Telinga Terlalu Dalam


Mengorek telinga. Hmm, pasti nikmat rasanya. Namun awas, Anda harus hati-hati melakukannya. Jangan gara-gara ingin telinga bersih, justru organ pendengaran kita rusak.
Bagaimana agar telinga kita bersih dan tetap sehat? Dokter pesialis telinga hidung tenggorokan dari Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Ulin Banjarmasin, dr Achmad Rofi'I Sp THT menyarankan jika tak ada masalah telinga jangan diapa-apakan.
Menurutnya, membersihkan telinga sampai masuk ke telinga tengah sangatlah dilarang dan berbahaya.
"Untuk memasukkan cutton bud ketelingan tidak boleh karena bisa mendorong kotoran telinga ke dalam, cutton bad hanya untuk membersihkan di luar atau di daerah yang keliatan saja," bebernya, kepada Banjarmasin Post (grup Tribunnews.com).
Karena jika sampai masuk ke dalam selain kotoran telinga bisa jadi menumpuk bisa juga menyebabkan infeksi karena dinding telinga atau tulang sangat tipis. Dan ini bisa menyebabkan infeksi.
Menurut Rofi"I, telinga ada perlindungan sendiri yakni bulu-bulu disaluran depan telinga. Bulu-bulu ini lah fungsinya mengeluarkan kotoran telinga.
baca keseluruhan - Bahaya! Membersihkan Telinga Terlalu Dalam

Kamis, 15 Maret 2012

Cara Efektif Atasi Sakit Telinga

Sakit telinga bisa menjadi hal yang cukup mengganggu. Pasalnya, infeksi jamur di telinga dapat menyebabkan rasa gatal dan sakit tak terhingga. Ini terutama terjadi di daerah yang beriklim lembap. Untuk itu, situs Times of India mengurutkan beberapa tips sederhana untuk mengatasi sakit telinga.

Cara pertama adalah dengan meneteskan minyak zaitun secukupnya ke bagian telinga yang sakit atau gatal. Kemudian, oleskan tetesan minyak tersebut dengan menggunakan kapas. Lalu kompres bagian telinga yang sakit dan sekitarnya dengan air hangat.

Cara berikutnya adalah dengan menghirup uap air rebusan yang telah ditetesi sedikit minyak kayu putih saat hampir mendidih. Lakukan cara ini tiga kali sehari. Lanjutkan dengan mengoleskan bubuk bawang merah di bagian luar telinga.

Jangan meniup hidung Anda atau langsung pakai obat penghilang rasa sakit. Hawa hangat (tidak panas) yang ditiupkan dari pengering rambut dengan lembut ke dalam telinga juga bisa membantu. Kendati demikian, konsultasikan dulu dengan dokter Anda untuk langkah ini.
baca keseluruhan - Cara Efektif Atasi Sakit Telinga

Lihat Penyakit dari Bentuk Fisik


Bila Anda bisa mengetahui beragam penyakit setelah diagnosa dokter, ternyata karakteristik fisik juga dapat mendeteksi masalah kesehatan Anda. Karenanya, perlu kesadaran Anda sejak dini untuk mencegah atau menghindari penyakit yang lebih fatal. 
Menurut laman ToI, melansir jika jari telunjuk lebih pendek dari jari manis, itu menunjukkan diri Anda rentan terhadap penyakit sendi degeneratif pada lutut. Solusinya, Anda bisa melakukan olah raga lutut dengan jongkok dan menekuk lutut. Namun jika jari telunjuk Anda lebih atau sama panjang dengan jari manis, makan dapat dikatakan Anda aman dari penyakit tersebut. Hal itu terjadi karena terkait dengan rendahnya tingkat estrogen dalam tubuh. 
Selain jari, kaki pun dapat mengabarkan kesehatan Anda. Kaki panjang memiliki faktor air liur. Tapi kaki pendek tampaknya tidak demikian. Penelitian ini mendorong lebih jauh tentang mereka yang berkaki pendek akan berpotensi pada perkembangan penyakit liver.
Untuk Anda yang bertangan panjang, akan memiliki cerita tersendiri. Cobalah ukur tangan Anda, jika jaraknya kurang dari 60 inci dari ujung pangkal tangan ke ujung jari, Anda rentan terhadap penyakit alzheimer. Untuk itu, Anda dapat melakukan kegiatan perangsang otak. Seperti bermain gitar saat pelajaran tari atau bermain catur.
Sedangkan betis yang besar kurang dari 13 inci dapat menandakan potensi serangan stroke. Karena itu, jangan lupa minum teh hijau setiap hari untuk menjaga lemak tubuh Anda. Telinga pun bisa menandakan kalau Anda berpotensi terserang jantung. Sebuah kerut linier di telinga, yang dimulai di bagian belakang lobus bisa sebagai tanda dari penyakit mematikan tersebut. Jadi pastikan, jaga berat badan ideal Anda agar tubuh tetap sehat dan bugar. 
Dan terakhir, bila penciuman Anda bermasalah saat identifikasi aroma makanan, Anda mungkin menderita penyakit Parkinson. Jadi berilah pada makanan otak Anda vitamin yang tepat untuk menjaga agar indera penciuman Anda tajam.
baca keseluruhan - Lihat Penyakit dari Bentuk Fisik

Sabtu, 10 Maret 2012

Telinga Anda Berdenging? Hindari Kafein


Suara berdengung atau denging yang terdengar di telinga itu disebut tinnitus. Tinnitus adalah suara yang tidak jelas sumbernya yang hanya terdengar di telinga seorang penderita.
Suara yang terdengar bisa bermacam-macam, bisa dengungan, denging, mengerik, deru, raungan atau siulan bahkan suara berdesis dengan tingkat gangguan berbeda-beda, dari yang tidak begitu mengganggu sampai yang bisa bikin stres!
Macam-macam penyebab tinnitus. Bisa karena liang telinga yang tersumbat, terpapar oleh suara keras, atau karena akibat reaksi terhadap obat tertentu (seperti aspirin, kuinidin, kuinin) juga bisa karena kebanyakan kafein. Tapi tinnitus juga bisa menjadi salah satu pertanda adanya suatu keadaan  medis yang serius (seperti darah tinggi atau rendahnya kadar hormon tiroid, jantung, alergi, dan anemia).
Memang, para ahli juga belum dapat memastikan mekanisme penyebab timbulnya suara itu. Karena itu penting pergi ke dokter dulu sebelum mengambil suatu tindakan.
Umumnya dokter akan memeriksa apakah ada infeksi, telinga tersumbat atau ada gangguan pendengaran. Dan ini biasanya terjadi pada kedua telinga  bukan salah satu saja.
Hindari mengonsumsi nikotin, kafein, dan alkohol selama beberapa minggu, karena dapat memperburuk keadaan.
baca keseluruhan - Telinga Anda Berdenging? Hindari Kafein

Senin, 23 Januari 2012

Penyebab Telinga Berdengung


dr Hanggoro Sapto SpTHT, dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan, RS Urip Sumoharjodr, Bandar Lampung, menjelaskan bahwa penyebab telinga berdengung ada tiga hal.
Pertama, dari telinga bagian luar yaitu adanya kotoran telinga yang menyumbat, tidak bersih atau adanya peradangan. Sehingga gelombang suara tidak bisa masuk dengan baik. Penanganannya yaitu cara membersihkan kotoran tersebut.
Kedua, dari telinga bagian tengah yaitu gendang telinga meradang sampai berlubang / bocor. Faktor penyebabnya karena sering flu, bersin-bersin dan hidung tersumbat.
Penanganannya yaitu radang disembuhkan, gendang telinga yang bocor ditutup kembali, dan jika flu atau sering bersin-bersin, maka flu tersebut harus disembuhkan.
Ketiga, dari telinga bagian dalam yaitu adanya kelelahan pada sensor dan syaraf telinga. Penyebabnya yaitu sering terpapar suara bising mesin, sering memakai headset dalam waktu lama, atau menelepon menggunakan handphone. Sehingga telinga menjadi berdenging.
Faktor lain yaitu adanya penyakit lain seperti kencing manis. Intinya untuk mengetahui penyebab dari telinga berdenging, sebaiknya periksakan diri ke dokter THT. Atau bisa melakukan test audiometri atau tes pendengaran untuk mengetahui, apakah telinga kita dalam kondisi baik atau tidak.
baca keseluruhan - Penyebab Telinga Berdengung

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense