Tampilkan postingan dengan label application zoom bombing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label application zoom bombing. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 April 2020
Zoom Sembunyikan ID Rapat untuk Cegah Zoom Bombing
Beberapa waktu yang lalu Zoom diterpa masalah keamanan terkait Zoom Bombing.
Fenomena ini merupakan kejadian di mana orang asing menyusup ke dalam
rapat online dan mengirimkan gangguan berupa konten pornografi atau
ujaran kebencian disertai ancaman.
Salah satu hal yang memudahkan
orang tidak bertanggung jawab untuk melakukan Zoom Bombing adalah ID
rapat online yang bisa diketahui dengan mudah.
Untuk menyelesaikan
masalah ini, Zoom memutuskan untuk menyembunyikan ID tersebut.
Dikutip dari Mashable, ID
ini berisi sembilan hingga 11 digit angka acak yang sebelumnya
ditampilkan di title bar aplikasi Zoom.
Saat makin banyak orang bekerja dan belajar dari rumah untuk
menghindari penyebaran virus corona, mereka biasanya mengambil
screenshot atau foto yang memperlihatkan jendela rapat Zoom mereka untuk
diunggah di media sosial.
Kadang foto dan screenshot tersebut berisi ID
yang terpampang jelas.
Semua orang pun bisa melihat ID tersebut,
termasuk mereka yang berniat jahat.
Bahkan orang yang seharusnya
mengerti masalah ini seperti Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga
lalai karena menampilkan ID rapat online kabinet Inggris di media
sosial.
Untungnya saat ini dengan update terbaru ID rapat Zoom tidak
lagi terpampang di bagian atas layar.
ID yang tersembunyi tentu bisa
melindungi peserta rapat dan menghindari munculnya orang tidak diundang
di tengah-tengah diskusi.
Update ini tersedia untuk Zoom versi
4.6.20041.0408. Untuk aplikasi desktop, kalian bisa meng-update Zoom
dengan membuka aplikasinya dan klik opsi 'Check for Updates'.
Untuk aplikasi Android dan iOS, bisa di-update lewat Google Play
Store dan App Store.
Tapi saat ini belum ada tanda-tanda perubahan untuk
ID rapat di halaman update Zoom untuk Android dan iOS.
Ini
merupakan fitur kesekian yang dirilis Zoom untuk meningkatkan keamanan
platform-nya dari Zoom Bombing.
Sebelumnya mereka meluncurkan fitur
waiting room dan mewajibkan peserta meeting yang bergabung dalam sesi
secara manual untuk memasukkan password.
Sabtu, 04 April 2020
Zoom Bombing Bikin Berang Pejabat Pemerintah
Pejabat hukum di sedikitnya 3 negara bagian di Amerika Serikat menyelidiki aplikasi konferensi video Zoom soal privasi dan keamanan.
Itu dilakukan karena ada pejabat pemerintah yang terkena Zoom Bombing.
Zoom
Bombing merupakan istilah bagi serangan berupa gangguan dari luar yang
membajak video konferensi dengan mengirim gambar-gambar porno atau
ujaran kebencian disertai ancaman.
Hal ini membuat keamanan Zoom
dipertanyakan, khususnya saat menggelar rapat penting.
Dikutip dari CNBC, kejaksaan negara bagian Connecticut, New York dan Florida
menyelidiki Zoom dan kemungkinan ada negara bagian lain yang akan ikut
bergabung.
Jaksa Agung Connecticut, William Tong, adalah pejabat yang jadi
korban Zoom Bombing saat beberapa waktu lalu berkomunikasi dengan
Gubernur Connecticut, Susan Bysiewicz. Pesan-pesan tidak pantas
membanjirinya di chat box.
"Kami waspada dengan insiden Zoom
Bombing dan mencari lebih banyak informasi dari perusahaan tentang upaya
privasi dan keamanan mereka serta berkoordinasi dengan jaksa lain,"
cetus Tong.
Bysiewicz mengaku sudah beberapa kali mengalami Zoom
Bombing.
"Sangat bikin frustrasi melihat hal-hal kebencian dan bully itu
berada di sisi layar," katanya, dikutip dari CNBC.
Zoom
sendiri mengaku berusaha memperbaiki masalah yang menjadikan mereka
sasaran kritik.
"Kami memperlakukan privasi, sekuriti dan kepercayaan
user dengan sangat serius," sebut juru bicara Zoom.
Awas Zoom Bombing! Ini Tips Aman Meeting Online Pakai Zoom
Zoom jadi salah satu
platform yang sedang naik daun saat ini. Berbagai instansi pemerintahan,
perusahaan, universitas hingga sekolah di berbagai negara serentak
menggunakannya untuk menunjang aktivitas bekerja dan belajar dari rumah.
Sayangnya,
aplikasi ini memiliki masalah yang bisa mengganggu penggunanya. IT
Security Consultant PT Prosperita - ESET Indonesia Yudhi Kukuh
mengatakan, segala hal yang terkait dengan dunia maya pasti memiliki
risiko, termasuk menggunakan Zoom.
"Dalam kasus Zoom, ancaman Zoom
Bombing bisa menjadi masalah besar bagi banyak pihak, untuk mengatasi
masalah ini dibutuhkan pengaturan yang tepat untuk mencegah terjadinya
pembajakan," kata Yudhi seperti dikutip dari keterangan resminya.
Zoom Bombing
merupakan serangan berupa gangguan dari luar yang membajak video
konferensi dengan mengirim gambar-gambar porno atau ujaran kebencian
disertai ancaman, sehingga menghentikan segala interaksi sosial online
yang sedang dilakukan.
Serangan ini diketahui semakin meningkat secara
signifikan selama pandemi.
Nah, bagaimana caranya agar tetap aman?
Pencegahan merupakan cara terbaik untuk mengatasinya.
Sebelum Zoom
Bombing menimpa, Yudhi membeberkan tips untuk mengamankan jaringan dari
serangan serupa.
Zoom memiliki hidden tool untuk mencegah
pengeboman Zoom yang disebut sebagai 'Waiting Room' atau ruang tunggu
yang memungkinkan mencegah tamu yang tidak diundang mengambil alih.
Berikut adalah langkah-langkah mengaktifkan Waiting Room :
![]() |
1. Buka account management dan pengaturan akun, dan scroll ke bawah ke opsi 'Waiting Room' lalu aktifkan |
![]() |
3. Setelah diaktifkan, Waiting Room juga dapat diatur untuk pertemuan tertentu.Untuk melakukan ini, jadwalkan pertemuan terlebih dahulu di opsi 'Schedule Meeting' |
![]() |
4. Untuk melihat pertemuan berikutnya tinggal klik 'Upcoming Meeting'. |
![]() |
5. Di sana, periksa untuk mengaktifkan 'Waiting Room' untuk pertemuan khusus/tertentu |
![]() |
6. Kamu juga bisa mengaktifkan 'Waiting Room' untuk semua rapat dengan ID rapat pribadi kamu.Ini dapat dilakukan dengan cara, dari opsi 'Meeting' kemudian pilih opsi 'Personal Meeting Room'. |
![]() |
7. Klik 'Edit this Meeting'8. Pastikan mengaktifkan 'Waiting Room' dengan dicentang, lalu tekan save/simpan.9. Inilah yang akan dilihat peserta rapat saat berada di 'Waiting Room' |
10. Host dapat kendalikan Waiting Room dengan memilih 'Manage Participants' |
![]() |
11. Sementara opsi 'More' akan memberikan beberapa opsi, termasuk memasukkan seseorang ke 'Waiting Room' |
![]() |
12. Setelah pertemuan dimulai, calon peserta rapat dapat diterima dari daftar tunggu di bawah 'Manage participants' (kelola peserta). |
![]() |
13. Atau, seluruh yang ada di 'Waiting Room' dapat diterima sekaligus |
![]() |
14. Dengan mengklik 'More' pada 'Video Participants' mereka dapat dikirim ke 'Waiting Room' selama panggilan. |
Mencegah lebih baik daripada mengobati atau sedia payung sebelum hujan, dua pepatah ini sangat akrab di telinga kita sebagai orang Indonesia, kedua ungkapan tersebut sangat cocok dalam situasi Zoom terkini.
Semoga tips langkah-langkah pengamanan Zoom di atas dapat bermanfaat untuk para penggunanya.
Langganan:
Postingan (Atom)













