# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about jose mourinho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about jose mourinho. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2021

Dengan Bantuan Lingard, Moyes Sukses Patahkan Kutukan Mourinho

David Moyes akhirnya berhasil mengalahkan kutukan Jose Mourinho usai ia membawa West Ham meraih kemenangan atas Tottenham.

 

West Ham menjamu Tottenham di pekan ke-25 Premier League 2020-21 di London Stadium, Minggu (21/02/2021) malam WIB. Pertandingan berlangsung sulit bagi Jesse Lingard dkk.

 

Tottenham mendominasi jalannya laga. Mereka mengontrol penguasaan bola.

 

Namun penguasaan itu tak diimbangi oleh ketajaman lini serangnya. Dari 20 percobaan tembakan, Spurs hanya berhasil mencatatkan empat shots on target.

 

Sebaliknya, West Ham bermain efektif. Empat percobaan mereka semuanya tepat sasaran.


Moyes Akhirnya Kalahkan Mourinho

 

Pada akhirnya, West Ham berhasil menundukkan Tottenham dengan skor 2-1. 

 

Gol-gol The Hammers dicetak oleh Michail Antonio dan Jesse Lingard, sementara gol Spurs dihasilkan Lucas Moura.

 

Kemenangan ini sangat emosional dan bersejarah bagi David Moyes. Sebab ia sebelumnya tak pernah menang sama sekali dari 15 pertemuannya dengan Jose Mourinho.

 

Termasuk, saat Moyes menukangi Manchester United dan masa-masa pertamanya menukangi West Ham. Rekornya sebelum ini adalah enam kali seri dan sembilan kali kalah.

 

Sebelum kekalahan ini, rekor tak terkalahkan Mourinho atas Moyes merupakan rekor terlamanya dibandingkan manajer lainnya yang pernah dihadapi oleh pria Portugal tersebut.


Catatan Gol Jesse Lingard

 

Sementara itu Jesse Lingard di bawah asuhan David Moyes kini jadi pemain yang berbeda dibandingkan saat masih di Manchester United, termasuk di era Ole Gunnar Solskjaer. 

 

Ia kini jadi pemain yang lebih tajam.

 

Rekor golnya di bawah asuhan Moyes pun lebih baik dibanding saat masih bermain di bawah asuhan Solskjaer. 

 

Sejauh ini ia telah mencetak tiga gol dari empat laga di bawah asuhan bos asal Skotlandia tersebut.

"Jesse Lingard mencetak gol Premier League di bawah David Moyes (3 dari 4 pertandingan untuk West Ham) sebanyak yang dia lakukan di bawah Ole Gunnar Solskjaer (3 dari 36 pertandingan untuk Man Utd). Kemajuan."


Tottenham Alami Penurunan Performa

 

Kemenangan yang didapat West Ham ini membuat mereka meraih 45 poin dari 25 laga. Jesse Lingard dkk kini menempati posisi empat klasemen sementara Premier League 2020-21.

 

Di sisi lain, kekalahan itu menunjukkan Tottenham kini mengalami penurunan performa. Itu adalah kekalahan ke delapan mereka dari 24 laga.

 

Pasukan Jose Mourinho kini terlempar ke posisi sembilan klasemen sementara Premier League. Mereka mengoleksi 36 poin, terpisah sembilan poin dari pasukan David Moyes.


baca keseluruhan - Dengan Bantuan Lingard, Moyes Sukses Patahkan Kutukan Mourinho

Rabu, 04 November 2020

Betapa Menyebalkannya Jose Mourinho Saat Masih Menjadi Pemain

Entah sudah berapa banyak pemain yang sebal dengan gaya melatih nahkoda Tottenham, Jose Mourinho. 

Dan ternyata, ia sudah membuat banyak orang kesal semenjak dirinya masih menjadi seorang pemain dulu.

Kendati sering membuat kesal, namun tidak ada yang bisa memungkiri kalau Mourinho adalah salah satu pelatih terbaik sekarang ini. 

Apalagi kalau 25 trofi dari berbagai kompetisi yang diraih bersama lima klub berbeda telah berbicara.

Mourinho adalah sosok yang tidak sungkan untuk berkonfrontasi dengan pemainnya. Apalagi jika pemain yang bersangkutan tidak menunjukkan performa maksimal di lapangan. 

Pemandangan ini kerap terlihat kala ia melatih Manchester United dulu.

Pria asal Portugal itu dikenal sebagai sosok yang disiplin. 

Lantas, bagaimana Mourinho sewaktu masih bermain dulu? Ternyata ia juga kerap membuat pelatihnya pusing karena sering bermalas-malasan dan kerap mengeluh.

 

Mourinho Si Pemalas

 

Mantan rekan setim Mourinho kala di Rio Ave, Baltemar Brito, memberikan sedikit cerita di masa lampau. 

Katanya, Mourinho adalah sosok pemalas dan kerap mengeluh. Kepribadian tersebut berasal dari latar belakang keluarga yang sudah hidup nyaman.

"Dia punya keahlian yang hebat, tapi yang mungkin membuatnya tertahan adalah karena kehidupan yang sudah nyaman pada saat itu - ibunya adalah seorang guru, ayahnya, seorang pelatih," ujar Brito kepada Bleacher Report.

"Anggapan kami adalah sepak bola hanya sebagai hobi bagi dia. Meskipun dia senang bermain, dia sedikit malas, dia tidak bekerja keras seperti yang seharusnya secara fisik. Dia melakukan apa yang harus dilakukan dan begitulah," lanjutnya.

"Dia selalu meminta bola. Saat kami tidak memberikan bola kepadanya, dia akan mengeluh - dia sedikit menyebalkan saat berada di lapangan," tambahnya.

 

Ambil Dia, Gratis Kok!

 

Mourinho sendiri mengakui bahwa dirinya begitu menyebalkan sewaktu masih bermain dulu. 

Bahkan kalau ia melatih dirinya sendiri di masa lampau, ia tidak akan sungkan untuk menjualnya secara gratis pada bursa transfer.

"Saya sebagai pemain? Sudah benar - sangat tepat," ujar Mourinho soal cerita Brito dalam konferensi pers menjelang partai lanjutan Premier League melawan Burnley.

"Saya tidak akan memainkannya. Saya takkan memainkannya. Itu sangat mudah. Menawarkannya [ke klub lain], ambil dia! Ambil dia secara gratis!" pungkasnya.

baca keseluruhan - Betapa Menyebalkannya Jose Mourinho Saat Masih Menjadi Pemain

Sabtu, 06 September 2014

Ketika Jose Mourinho Menjadi Gelandang

“Anda tidak tahu keadaan karena Anda tidak pernah menjadi pemain profesional, Mister!” Demikian sepenggal kalimat Sergio Ramos kala ditegur oleh Jose Mourinho. Ramos dianggap lalai oleh The Special One karena memilih bertukar posisi dengan Pepe dalam perempat final leg pertama Copa del Rey. Akibatnya, lahirlah gol Carles Puyol yang lolos dari penjagaan.


Jose Mourinho memang bukan pemain yang berlaga di divisi tertinggi Liga Portugal. Namun, bukan berarti ia tidak bisa menggoyang bola.
Ya, Mourinho yang kelahiran Setubal, 1963 pernah menghabiskan waktu sebagai gelandang pada tahun 1980 hingga 1987.  Selama rentang waktu tersebut, ia bermain 94 kali untuk klub-klub Divisi Dua Liga Portugal.
Mourinho sendiri memang sudah cukup jenius sejak menjadi pemain. Setidaknya ia tahu di mana harus berlaga dengan kemampuannya.
Mou pernah berkata, “Saya orang yang cerdas. Saya tahu bahwa saya tidak bisa berkembang lebih jauh. Divisi II adalah level saya.”
Jose Mourinho Rio Ave 2Uniknya, dalam tujuh tahun bergelut sebagai pemain bola, Jose Mourinho tampaknya sudah memiliki jiwa pengelana. Buktinya, dalam 7 tahun tersebut, ia bermain untuk empat klub: Rio Ave, Belenenses, Sesimbra, dan Comércio e Indústria. Setidaknya, mendekati rekor menangani 6 tim dalam 12 karier melatihnya.
Karier awal Mou di Rio Ave dibantu oleh kenyataan bahwa sang ayah, Felix Mourinho menjadi pelatih klub tersebut.
Uniknya, meskipun menjadi seorang gelandang, bakat melatih Mou sudah tumbuh. Konon, ia kadang membantu sang ayah dengan memberikan laporan pembanding tentang jalannya pertandingan dan efektivitas strategi yang dimainkan.
Dua tahun bersama Rio Ave, Mou kemudian hijrah ke Belenenses. Di klub ini, The Special One bermain 16 kali dan mencetak 2 gol.
Sang pengelana kemudian singgah di Sesimbra. Dua musim di klub ini, Mou bermain 35 kali.
Jose Mourinho Rio AvePada 1985, Mou akhirnya mendaratkan pilihan terakhir pada Comércio e Indústria, klub yang bila diterjemahkan secara harafiah berarti “Perdagangan dan Industri”. Di klub ini, Mou mencatatkan rekor tersuburnya dalam berkarier. Ia mencetak 8 gol dalam 27 pertandingan.
Mou akhirnya benar-benar menyadari bahwa kariernya sebagai pesepakbola sudah mentok. Ia pun gantung sepatu di tahun 1987, kala berusia 24 tahun. Sejak saat itulah, dunia kehilangan seorang pemain sepak bola “sederhana” dan menemukan salah satu manajer terbaiknya.

baca keseluruhan - Ketika Jose Mourinho Menjadi Gelandang

Sabtu, 25 Mei 2013

Lima Fakta Unik Mourinho di Madrid

Kepastian Jose Mourinho meninggalkan Real Madrid akhir musim ini membuat kita ingin mengenang apa saja yang sudah dilakukan pria Portugal tersebut selama di El Real.
Selain gelar juara tentunya, ada hal-hal unik yang dilakukan The Special One selama tiga tahun di Ibukota Spanyol.
Berikut kami pilihkan lima fakta paling unik Mourinho selama di Real Madrid.
 
Pria Paling Berpengaruh ke-9 di Dunia

Ketika diberitahu oleh seorang jurnalis Spanyol bahwa ia dinobatkan sebagai orang yang paling berpengaruh ke-sembilan di dunia oleh Askmen, Mourinho menjawab: "Apa posisi istri saya di tempat ke-delapan?  Itu gila, saya bahkan tidak bertanggung jawab di rumah saya sendiri."
Rockstar of the Year

Pada akhir 2011 Jose Mourinho diberi anugerah sebagai Rockstar of the Year oleh majalah RollingStone Spanyol. ia juga tampil sebagai kover depan majalah tersebut edisi bulan Desember tahun itu.
Bermain dengan 10 Orang

Ketika Real Madrid akan melawan Barcelona di semifinal Liga Champions, ia memberi psy-war dengan mengklaim timnya akan berlatih bagaimana bermain dengan 10 orang karena wasit selalu mengusir pemainnya ketika menghadapi Barca.

"Saya harus berlatih dengan 10 orang, cara bermain dengan 10 orang, karena saya pergi ke sana (Camp Nou) dengan Chelsea, pemain saya diusir, begitu juga dengan Inter, dan saya harus melatih untuk bermain dengan 10 orang karena itu dapat terjadi lagi." ujarnya kala itu.

Dan memang benar, dalam leg pertama di Santiago Berrnabeu di manaEl Real kalah 0-2, Pepe diusir keluar lapangan oleh wasit.
 
Perselisihan dengan Tito Vilanova

Pada Agustus 2011 Mourinho lolos dari hukuman untuk aksinya menyentil mata Tito Vilanova di leg kedua Piala Super Spanyol. Setelah insiden itu ia memanggil Tito dengan 'Pito', sebuah istilah dalam bahasa Spanyol yang hampir sama dengan menyebut alat kelamin.
 
Orang Pertama

Kemenangan Mourinho di Piala Super Spanyol 2012 membuat ia dinobatkan sebagai manusia pertama yang memenangkan Piala Super di empat negara berbeda.

Sebelumnya, ia sudah memenangi Piala Super di Portugal bersama Porto, di Inggris bersama Chelsea, dan di Italia bersama Inter Milan.
baca keseluruhan - Lima Fakta Unik Mourinho di Madrid

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense