# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about steve jobs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about steve jobs. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2022

Pendiri Apple: Steve Jobs Sebenarnya Gak Ngerti Teknologi

Apple didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak pada April 1976. Wozniak sudah lama tidak menjadi bagian Apple. 

 

Kini, dia menyibukkan diri sebagai pembicara dan kegiatan lainnya.

 

 

Bukan rahasia kalau dari sisi teknis, Wozniak lebih berperan dalam rancangan komputer Apple di masa awal. 

 

Malah Woz menyatakan mendiang Jobs sebenarnya tidak tahu apa-apa soal teknologi. Meskipun demikian, karisma dan visinya membuat Jobs jauh lebih tenar ketimbang Wozniak.

 

"Steve Jobs itu tak punya peran apa-apa dalam desain komputer Apple I dan Apple II dan interface printer dan serial interface dan floppy disk serta hal-hal yang kuciptakan untuk mempercanggih komputer itu," kata Woz dalam sebuah wawancara yang dikutip detikINET dari Mirror.


"Dia tidak mengerti teknologi. Tapi dia ingin menjadi penting dan orang penting selalu adalah orang bisnis. Jadi itulah yang ingin dilakukannya," lanjut Woz.

 

Wozniak dan Steve Jobs pertama kali bertemu pada tahun 1971 setelah diperkenalkan seorang teman. 

 

Kemudian mereka mendirikan perusahaan komputer bernama Apple. Produk pertama adalah komputer Apple I yang dibuat Wozniak di garasi pada tahun 1976.

 

Apple I dijual USD 666,66 pada waktu itu dan awalnya dibuat hanya 200 unit. Karena sangat langka, komputer Apple I sangat diburu sekarang ini dan harganya pun selangit.


 

"Aku selalu ingin berkecimpung di hal-hal berbau teknis, di laboratorium, seperti ilmuwan gila. Jadi memang itu keahlianku," ucap Woz. Ia juga menyinggung soal komputer Apple II.

 

"Komputer Apple II adalah satu-satunya produk sukses Apple dalam 10 tahun berdirinya dan komputer itu selesai semuanya hanya untuk diriku sebelum Steve Jobs tahu bahwa komputer itu eksis," imbuhnya.


Woz mengakui kalau Jobs adalah pebisnis yang hebat dan teman baiknya. 

 

Meski mungkin kurang mengerti hal-hal berbau teknis, Jobs dikenal sebagai visioner dan mampu memotivasi orang-orang di sekitarnya. Sehingga Apple menjadi perusahaan teknologi raksasa.

 

Dalam kunjungannya ke Jakarta pada tahun 2012, Woz pernah banyak bercerita soal kiprahnya di Apple. Dan betapa dia merindukan sosok Jobs.

 

"Aku pergi meninggalkan Apple karena punya ide membangun remote control universal. Aku juga mengembangkan pengganti hardisk dengan chip seperti solid disc state. 

 

Aku cinta mengembangkan barang-barang baru. Aku juga sempat amnesia setelah kecelakaan pesawat. 

 

Kemudian, aku juga kembali kuliah di UC Barkeley untuk mengejar ketertinggalan," Woz mengungkapkan alasannya pergi dari Apple.


 

"Sedangkan Jobs, dia memiliki reputasi buruk pada titik tertentu. Dia diberhentikan dari perannya setelah mencoba untuk memecat CEO kami. 

 

Dia diberhentikan dari otoritasnya tetapi tidak keluar dari Apple. 

 

Dia merasa dihambat untuk melakukan hal yang ia cintai. Mencoba untuk membangun sebuah komputer besar bagi dunia. 

 

Produk-produk Apple benar-benar mendefinisikan pekerjaan Steve. Hampir semua produk Apple adalah representasi dari Steve Jobs," lanjut dia.

 

"Sekarang Steve Jobs sudah pergi meninggalkan kita. Betapa aku sangat merindukannya. 

 

Aku berharap dia ada di sini, menemani saya berbagi pengetahuan dan passion tentang teknologi. Aku rasa tak ada pemimpin teknologi seperti dia," kenang Woz ketika itu.

baca keseluruhan - Pendiri Apple: Steve Jobs Sebenarnya Gak Ngerti Teknologi

Senin, 09 Mei 2022

Belum Banyak yang Tahu, Reaksi Steve Jobs Pertama Kali Pakai FaceTime

FaceTime diluncurkan pada 2010 dan dengan cepat menjadi ekosistem mayor di perusahaan Apple. Salah satu pekerja Apple mengatakan, FaceTime bisa membuat seorang Steve Jobs begitu terkesima.

 

Melansir 9to5Mac, hal ini diceritakan Justin Santamaria yang merupakan mantan lead engineer iPhone. Santamaria bergabung di Apple pada 2003 sebagai build engineer.


 

Di tahun 2009, ia adalah engineering manager dari tim yang bertanggung jawab atas user interface and functionality, Message dan aplikasi FaceTime di iPhone, iPod, dan iPad. 

 

Salah satu momen yang tidak bisa ia lupakan adalah begitu ia dan tim memberikan demo FaceTime pertama kali kepada founder Apple itu.

 

"Aku sedang di kantor bos dengan tim dan seseorang di ruangan lain, dan orang lainnya di ruang lain. 

 

Kami menggunakkan empat komputer dan aku ingat diinstruksikan kalau apapun yang terjadi, pura-pura saja semua berjalan dengan baik," cerita Santamaria di Podcast Techmeme.

 

"Ini software beta, beberapa minggu sebelum peluncuran, dan saat FaceTime muncul suara 'woom', dia (Steve Jobs) muncul 3D, dan aku ingat Steve berkata 'Oh Tuhan, aku bisa membuat orang-orang kaget'," lanjutnya.

 

FaceTime adalah produk video call eksklusif yang dikembangkan oleh Apple Inc. 

 

FaceTime tersedia di perangkat seluler iOS yang didukung iOS 4 dan yang lebih baru dan komputer Mac yang menjalankan Mac OS X 10.6.6 dan yang lebih baru.


 

Lebih lanjut, selain soal FaceTime, Santamaria juga berbicara tentang gelembung teks biru/hijau yang saat ini sedang menjadi kontroversi, serta upaya membuat emoji bisa digunakan oleh orang di luar Jepang.

 

Untuk mendengar lebih lanjut mengenai podcast bersama Justin Santamaria, kamu bisa mengklik tombol ini ya.

baca keseluruhan - Belum Banyak yang Tahu, Reaksi Steve Jobs Pertama Kali Pakai FaceTime

Minggu, 07 Februari 2021

Sifat Asli Steve Jobs yang Mengerikan

Steve Jobs dikenal sebagai sosok yang kharismatik. Namun, kontroversi sisi lainnya tetap ada berdasarkan kesaksian sejumlah orang.

 

Yang paling terkenal adalah cerita dari Lisa Brennan Jobs yang merupakan anak dari Steve Jobs bersama mantan kekasihnya Chrissann Brennan. 

 

Lisa diketahui memiliki hubungan yang kurang baik dengan sang ayah, bahkan Jobs sempat tidak mengakui bahwa Lisa merupakan darah dagingnya -- sampai tes DNA membuktikannya.

 

Co-founder Apple yang sering menggunakan turtleneck ini pun mulai membayar biaya hidup Lisa, namun hanya USD 500 yang sangat tidak sebanding dengan kekayaannya. 

 

Namun pada akhirnya Jobs menaikkan tunjangannya menjadi USD 4.000.

 

Jobs sebulan sekali bertemu dengan Lisa dan kadang berkendara di mobil Porsche. Ketika Lisa bertanya apakah suatu hari mobil itu bisa menjadi miliknya, Jobs meradang.

 

"Kamu tidak akan mendapatkan apapun. Kamu mengerti? Tidak ada. Kamu tidak akan mendapatkan apapun!" ucap Jobs kala itu. 

 

Kesaksian hidup Lisa tentang sifat asli Steve Jobs menjadi buku berjudul 'Small Fry' yang terbit tahun 2018.

Selain Lisa Brennan Jobs, publik juga masih mengingat kisah dari Steve Wozniak yang merupakan otak dari Apple di masa-masa pendiriannya. 

 

Sebagian berpendapat bahwa Jobs memanfaatkan kepintaran dari pria yang akrab disapa Woz ini.

 

"Kami pertama kali bertemu tahun 1971 saat aku kuliah dan dia SMA. Seorang teman berkata aku harus menemuinya karena dia suka elektronik. 

 

Dia mengenalkanku pada Jobs," kisah Woz seperti dikutip dari Wired.

 

Tahun 1976, Woz menciptakan komputer yang kemudian dinamakan Apple 1. Tapi, ia mengaku tidak ada sumbangsih dari Jobs untuk menciptakan produk brilian itu.

 

"Steve Jobs itu tak punya peran apa-apa dalam desain komputer Apple I dan Apple II dan interface printer dan serial interface dan floppy disk serta hal-hal yang kuciptakan untuk mempercanggih komputer itu," kata Woz dalam sebuah wawancara.

 

"Dia tidak mengerti teknologi. Tapi dia ingin menjadi penting dan orang penting selalu adalah orang bisnis. Jadi itulah yang ingin dilakukannya," lanjut Woz.

 

Terlepas dari kontroversi kepribadian Steve Jobs, banyak yang mengagumi kepintaran dan juga kharisma yang muncul dari sosok Jobs. 

 

Jobs dikenal sangat menyayangi orang-orang yang bekerja dengannya terutama mereka yang berada di divisi engineering.

 

Ia juga pernah membuat seorang customer Matt McCoy yang merupakan pendiri Loop Community terkesima karena mau meneleponnya setelah ia mengirim e-mail pengaduan terkait kerusakan hard drive yang tersemat di MacBook Air miliknya pada tahun 2008.

 

"Hai Matt, ini Steve Jobs. 

 

Aku ingin kau tahu bahwa e-mailmu telah ku terima dan kami akan melakukan segala cara untuk memulihkan hard drive milikmu," tutur Jobs kala itu.

baca keseluruhan - Sifat Asli Steve Jobs yang Mengerikan

Senin, 21 Oktober 2013

Rahasia Mengejutkan Steve Jobs Diungkap Mantan Pacar

Steve Jobs, sang legenda Apple yang kini telah tiada, masih terus diperbincangkan. Kini, beberapa rahasia mengejutkan Steve Jobs diungkap oleh mantan pacarnya.

Chrisann Brennan pernah menjadi kekasih Jobs pada masa mudanya. Dia menulis buku tentang kehidupannya bersama Jobs, dengan judul The Bite on the Apple: A Memoir of My Life.

Seperti apa isi buku tentang Steve Jobs yang akan dijual di Amerika Serikat pada akhir Oktober ini? Berikut di antaranya.

Memutuskan Pacar Saat Hamil

Salah satu momen yang tidak bisa dilupakan Brennan adalah kala Jobs memutus hubungan cinta dengan dirinya pada tahun 1977. Masalahnya ketika itu, Brennan dalam keadaan hamil.

Jobs menolak untuk mengaku sebagai ayah kandung anak Brennan ketika lahir. "28 persen dari populasi pria di Amerika Serikat bisa saja adalah ayahnya," elak Jobs.

Brennan pun harus bekerja keras membesarkan Lisa, anaknya bersama Jobs. Hasil tes kemudian membuktikan bahwa Lisa adalah anak Jobs dan kemudian, ia tidak dapat berkilah lagi.

Jobs akhirnya berdamai dengan Lisa dan hubungan mereka menjadi cukup dekat, terutama ketika Lisa remaja. Jobs menafkahi Lisa sampai dia selesai kuliah di Harvard University.
Jobs Merasa Reinkarnasi Pilot Perang

Jobs dan Chrissan Brennan bersama-sama menjalin hubungan kasih sekitar 5 tahun lamanya. Sudah tentu mereka banyak curhat satu sama lain.

Salah satu hal mengagetkan yang pernah dikatakan Jobs pada Brennan adalah, bahwa sang pendiri Apple merasa bahwa dirinya seorang pilot perang dunia di kehidupan sebelumnya.

"Steve sering berkata bahwa dia punya perasaan kuat punya kehidupan di masa lalu sebagai pilot pesawat temput pada perang dunia II," kata Brennan.

"Dia mengatakan padaku bagaimana ketika sedang mengemudi mobil, dia punya perasaan kuat seperti akan lepas landas," tambah Brennan.

Kehidupan Seks yang Hebat
Brennan mengatakan bahwa dirinya dan Jobs sering mengalami hubungan intim yang hebat. Bahkan Steve Jobs sampai mengucapkan terima kasih, meski baru belasan tahun kemudian.

"Steve dan diriku bercinta dengan dalam sehingga sekitar 15 tahun kemudiaan, dia sempat meneleponku dan mengucapkan terimakasih atas hal itu," tulis Brennan.

"Dia sudah menikah pada saat dia menelepon soal tersebut," tulis Brennan yang merasa kaget saat itu.

"Dia memang berubah menjadi seseorang yang kacau. Namun dia benar soal bahwa kehidupan percintaan kami indah," katanya.
Apple Sukses, Jobs Berubah

"Apple mulai lepas landas dan Steve bukan lagi berada dalam sebuah pesawat, dia berada di sebuah kapal roket yang melesat di luar atmosfer. Dia mulai berubah," tulis Chrissan.

Seiring dengan kian suksesnya perusahaan Apple, Jobs pun makin fokus pada pekerjaannya. Dia semakin suka mengontrol orang lain dan egonya mulai tidak terkendali.

Jobs juga menjadi pria yang semakin dingin sikapnya. Dia tak peduli lagi dengan aktivitas sehari-hari. "Memasak sendiri bukan lagi pilihan bagi Steve," Brenan menulis.

"Bersamaan dengan tumbuhnya Apple, demikian juga dengan pribadi Jobs. Seacara pararel, keduanya seperti hidup di dalam dunia mereka sendiri," kata Brennan.
Suka Mengkritik

Steve Jobs terus menunjukkan perubahan sikap yang tidak disukai Brennan. "Aku tidak mengerti bagaimana menghadapi perasaan Jobs yang semakin membesar tentang betapa pentingnya dia," kata Brennan.

"Steve mulai mengkritik bahwa aku memiliki terlalu banyak bintik di dahiku. Ini adalah Steve yang baru,"

"Steve sebelumnya selalu menyukai apa adanya penampilanku, namun sekarang dia mengatakan jika wajahku tidak oke? Aku pun menangis," sebut Brennan.

"Aku kemudian mengerti Steve belajar bagaimana untuk menguasai dengan mengarahkan citra dirinya yang negatif pada orang lain," tulisnya.
baca keseluruhan - Rahasia Mengejutkan Steve Jobs Diungkap Mantan Pacar

Jumat, 05 Oktober 2012

Steve Jobs Lontarkan Ide iPad & AppStore Sejak 1983

iPad dan App Store yang sedemikian fenomenalnya saat ini, ternyata sudah cukup lama ada di pikiran pendiri Apple. Steve Jobs. Hal ini terungkap dalam pidato Jobs tahun 1983 yang direkam dalam sebuah kaset.

Berbicara dalam acara International Design Conference, kaset tersebut mengungkapkan pidato Jobs yang tidak pernah terungkap ke publik secara luas. Dalam sesi tanya jawab, Jobs mengungkapkan apa itu konsep iPad dan toko aplikasi online.

"Kami menempatkan banyak komputer untuk digunakan dalam mode mandiri, satu orang, satu komputer. Tapi itu tidak akan lama, sebelum Anda akan mendapatkan komunitas yang menghubungkan mereka semua bersama-sama. Karena pada akhirnya, komputer menjadi alat komunikasi," kata Jobs.

"Strategi Apple benar-benar sederhana. Apa yang kami ingin lakukan adalah kita ingin menempatkan sebuah komputer yang sangat besar seperti sebuah buku dan Anda mempelajarinya hanya dalam 20 menit saja."

"Itulah yang ingin kita lakukan dan kami ingin melakukannya dekade ini. Dan kami benar-benar ingin melakukannya dengan semacam link radio di dalamnya, sehingga Anda tidak perlu menghubungkan ke apapun dan bisa berkomunikasi dengan komputer apapun," lanjut Jobs.

Tidak hanya ambisinya menciptakan iPad, yang akhirnya terwujud 20 tahun lebih. Bahkan konsep App Store sudah ada dibayangannya kala itu.

"Dimana kita akan pergi dalam transmisi hal ini secara elektronik melalui saluran telepon. Jadi di mana ketika Anda ingin membeli sebuah software, kami akan mengirimkannya melalui telepon atau dari komputer ke komputer (lewat internet), itulah yang kita akan lakukan," angan Jobs.

Kaset ini sendiri didapatkan oleh blogger teknologi bernama Marcel Brown. Ia mengatakan bahwa kaset rekaman juga termasuk prediksi Jobs bahwa orang-orang akan segera menghabiskan lebih banyak waktu berinteraksi dengan komputer daripada yang mereka lakukan terhadap mobil. Dia juga sempat menyinggung mengenai konsep software pengenalan suara, yang kita kenal saat ini bernama Siri.

Kini bertepatan dengan setahun wafatnya Jobs, nyaris semua prediksi dan apa yang digagasnya puluhan tahun lalu, menjadi benar adanya. Demikian dikutip dari Macworld.
baca keseluruhan - Steve Jobs Lontarkan Ide iPad & AppStore Sejak 1983

Selasa, 12 Juni 2012

Orang Ini Pengaruhi Steve Jobs Namai iMac

Selalu ada kisah menarik di balik nama sebuah produk. Nyatanya, memberi nama sebuah produk tak bisa dianggap enteng apalagi bagi orang seperti mendiang Steve Jobs yang menuntut kesempurnaan.

Ini pula yang terjadi pada salah satu produk Apple yakni iMac. Jika bukan karena orang ini, Anda kemungkinan akan menyebut komputer personal Apple tersebut MacMan.

Adalah Kevin Segall, orang di balik layar kampanye 'Think Different' Apple yang 'berjasa' membujuk Jobs yang kala itu keukeuh ingin menamai komputernya dengan sebutan MacMan. Terdengar lebih keren atau malah lucu?

Dalam bukunya yang akan terbit, Fast Company, Segall menceritakan bagaimana ritual Apple saat produk baru selesai dikerjakan. Jobs akan mengundang karyawan Apple dalam sebuah pertemuan untuk melihat perangkat tersebut.

Ketika kain yang menutupi perangkat dibuka, Jobs ingin mengetahui tanggapan spontan setiap orang melihat komputer warna-warni tersebut. Karyawan biasanya akan memuji produk yang dipamerkan dan berupaya memahami bagaimana cara kerja serta kontribusinya untuk dunia.

Disinilah peran Segall mempengaruhi Jobs. "Kami sudah ada nama yang sangat disukai. Tapi saya ingin tahu apakah kalian punya nama lain yang bisa mengalahkannya. Namanya 'MacMan'," tulis Segall dalam bukunya mengutip perkataan Jobs kala itu.

Dilansir Mashable, penggunaan nama 'iMac memerlukan usaha keras membujuk Jobs karena dia tidak suka dengan nama itu. Jobs yang saat itu menjabat sebagai CEO lebih suka komputernya diberi nama 'MacMan'.

Akhirnya, Segall pun berhasil memenangkan 'pertarungan' soal nama ini. Jobs, meski keras kepala dan perfeksionis, dikenal juga sangat mementingkan produk bagi para konsumennya. Memang, perlu usaha keras untuk meyakinkan sosok yang disegani ini.
baca keseluruhan - Orang Ini Pengaruhi Steve Jobs Namai iMac

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense