Tampilkan postingan dengan label tips n tricks for cosmetik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips n tricks for cosmetik. Tampilkan semua postingan
Selasa, 11 Juni 2013
Selasa, 19 Maret 2013
Mendinginkan Kosmetik dalam Kulkas, Perlukah?
Akhir-akhir ini teknologi kecantikan pun semakin berkembang dengan terciptanya beragam inovasi dalam dunia kecantikan. Salah satu inovasi yang terbaru adalah kulkas khusus untuk produk kosmetik. Really? Yes, indeed! Kulkas khusus kosmetik ini datang dari LA Closet Design yang memproduksi kulkas tersebut dengan sentuhan yang mewah. Mau tahu harganya? Kalau kamu memang tertarik membelinya, siapkan saja uang $2.075 atau seharga Rp20juta untuk satu buah kulkas super mewah ini. So pricey!
Inovasi ini tentunya didasari dengan kebiasaan perempuan yang suka menyimpan produk kecantikan mereka di kulkas. Cara ini pasti umum dilakukan bagi kamu yang melakukan perawatan ke dokter kulit dan mendapatkan produk perawatan kulit langsung dari racikan sang dokter. Beberapa dokter pasti merekomendasikan untuk menyimpan deretan produk tersebut di dalam kulkas agar lebih terjaga, tetap awet, serta tidak berjamur.
Bagaimana dengan produk yang biasa kita beli dari pasaran? Apakah produk-produk ini juga perlu disimpan di dalam kulkas dengan alasan yang sama layaknya produk kecantikan dari dokter? Menurut Tussy Inggriani, Beauty Specialist dari Oriflame, menjelaskan bahwa tidak semua produk yang perlu penyimpanan seperti ini. “Di Oriflame, produk-produk seperti day cream, nite cream, dan serum itu tidak perlu dimasukan ke dalam kulkas. Satu hal yang penting, penyimpanan rapi dan tidak terkontaminasi udara,” jelasnya kepada FIMELA.
Lalu produk seperti apa yang lebih baik disimpan di dalam kulkas? “Produk yang bisa kamu masukkan ke dalam kulkas itu seperti toner or penyegar,” tambahnya. Mengapa? Karena jika dimasukkan ke dalam kulkas, toner ini pun akan lebih maskimal sebagai penyegar, peringkas pori, dan juga sekaligus mengurangi kelebihan minyak di wajah. Toner yang dimasukkan ke dalam kulkas ini juga akan terasa lebih dingin dan bisa membuat wajah terasa lebih segar. Begitu dikeluarkan, sebaiknya digunakan setelah beberapa saat sesuai dengan suhu ruangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kulit kering dan terjadinya iritasi pada kulit.
Lalu, bagaimana dengan makeup? Apakah ada produk makeup yang bisa dimasukkan ke dalam kulkas? Tussy pun mengatakan bahwa tidak ada makeup yang seperlu itu untuk dimasukkan ke dalam kulkas. Ada yang bilang kalau cat kuku adalah salah satu produk makeup yang perlu dimasukkan ke kulkas. Jawabannya? Tidak perlu. Menurut Tussy, justru jika cat kuku dimasukkan ke dalam kulkas malah akan membuat cat kuku ini membuat kering. Sama halnya yang terjadi pada lipstik. Kalau parfum? Tahukah kamu, justru parfum sebaiknya tidak seharusnya berada di dalam ruangan yang lebih dingin. “Cukup simpan parfum di dalam suhu ruangan dan kemasannya tertutup rapat,” tutup Tussy.
Nah, sudah tahu kan produk mana yang bisa dimasukkan ke dalam kulkas, mana yang sebaiknya jangan. Rawat produk kecantikan kamu dengan meletakkannya pada tempat yang seharusnya ya!
Senin, 15 Oktober 2012
Umur Berapa Harus Mulai Pakai Krim Anti-Aging?
Tanya:
Umurku sekarang 21 tahun, tapi aku udah pengen pakai krim anti aging. Soalnya aku pernah baca di beberapa artikel, katanya seharusnya kita pakai krim anti aging sejak umur 20-an untuk menjaga kulit kita dari tanda-tanda penuaan. Apakah benar?
Jawab:
Banyak sekali orang berpaku pada usia dalam menentukan jenis produk perawatan wajah. Padahal, yang sebenarnya harus dilakukan adalah menentukan tipe kulit dan problematika yang dihadapinya.
Seperti misalnya apakah kulit Falophe kering, normal, kombinasi, atau berminyak? Ada masalah jerawat, kulit sensitif atau mulai timbul garis halus?
Kalau memang kulit Anda kering dan mulai terlihat timbulnya kerutan, mungkin memang sudah saatnya memakai produk perawatan wajah seri anti-aging. Karena biasanya produk perawatan wajah jenis tersebut akan membantu meremajakan kembali kulit kita dengan mengembalikan kekenyalan dan elastisitas kulit, menghilangkan kerutan halus, dan menjaga kelembapan yang akan semakin berkurang dengan seiringnya usia. Jika tidak, saya tidak melihat gunanya untuk mulai memakai produk perawatan wajah seri anti-aging.
Tetapi kalau kulit tidak seperti yang saya gambarkan di atas, baiknya fokus saja pada masalah yang ada saat ini. Karena pada usia 21, kulit seharusnya sedang dalam kondisi prima dan tidak perlu perawatan macam-macam. Hanya perlu dijaga keremajaannya dengan menggunakan produk-produk perawatan wajah yang standar seperti pembersih, penyegar, dan moisturizer.
Untuk selengkapnya, bisa dibaca pada artikel berikut: http://fashionesedaily.com/blog/2012/09/25/skincare-101-the-basic-steps-in-skincare-routine/.
Secara garis besar, produk perawatan wajah seri anti-aging disarankan untuk dipakai pada saat memasuki usia 30-35, dimana kondisi sel-sel di dalam kulit kita tidak sebagus pada usia 20-an.
Umurku sekarang 21 tahun, tapi aku udah pengen pakai krim anti aging. Soalnya aku pernah baca di beberapa artikel, katanya seharusnya kita pakai krim anti aging sejak umur 20-an untuk menjaga kulit kita dari tanda-tanda penuaan. Apakah benar?
Jawab:
Banyak sekali orang berpaku pada usia dalam menentukan jenis produk perawatan wajah. Padahal, yang sebenarnya harus dilakukan adalah menentukan tipe kulit dan problematika yang dihadapinya.
Seperti misalnya apakah kulit Falophe kering, normal, kombinasi, atau berminyak? Ada masalah jerawat, kulit sensitif atau mulai timbul garis halus?
Kalau memang kulit Anda kering dan mulai terlihat timbulnya kerutan, mungkin memang sudah saatnya memakai produk perawatan wajah seri anti-aging. Karena biasanya produk perawatan wajah jenis tersebut akan membantu meremajakan kembali kulit kita dengan mengembalikan kekenyalan dan elastisitas kulit, menghilangkan kerutan halus, dan menjaga kelembapan yang akan semakin berkurang dengan seiringnya usia. Jika tidak, saya tidak melihat gunanya untuk mulai memakai produk perawatan wajah seri anti-aging.
Tetapi kalau kulit tidak seperti yang saya gambarkan di atas, baiknya fokus saja pada masalah yang ada saat ini. Karena pada usia 21, kulit seharusnya sedang dalam kondisi prima dan tidak perlu perawatan macam-macam. Hanya perlu dijaga keremajaannya dengan menggunakan produk-produk perawatan wajah yang standar seperti pembersih, penyegar, dan moisturizer.
Untuk selengkapnya, bisa dibaca pada artikel berikut: http://fashionesedaily.com/blog/2012/09/25/skincare-101-the-basic-steps-in-skincare-routine/.
Secara garis besar, produk perawatan wajah seri anti-aging disarankan untuk dipakai pada saat memasuki usia 30-35, dimana kondisi sel-sel di dalam kulit kita tidak sebagus pada usia 20-an.
Senin, 09 Juli 2012
Apakah Produk Pemutih Wajah Anda Mengandung Merkuri?
![]() |
| Anak-anak bisa menghirup uap merkuri |
Dr. Charles Lee, penasehat senior FDA mengatakan, "Paparan merkuri bisa memiliki dampak kesehatan yang serius. Efeknya bisa merusak ginjal dan sistem saraf dan menghambat perkembangan otak bayi dalam kandungan dan anak-anak yang masih kecil."
"Anda tetap dapat terkena dampaknya meski tidak langsung menggunakan produk bermerkuri," ujar toksikologi (ahli racun) dari FDA, Dr. Mike Bolger.
Merkuri bisa masuk ke dalam tubuh (terutama anak-anak) jika uapnya terhirup — jika salah seorang penghuni rumah menggunakan krim kulit yang mengandung merkuri.
Bayi dan anak kecil bisa menelan merkuri jika mereka menyentuh orangtua mereka yang menggunakan produk-produk mengandung merkuri, krimnya tertinggal di tangan mereka dan kemudian mereka menaruh tangan ke dalam mulut.
Salah seorang petugas dari FDA memeriksa sampel dari produk pemutih kulit yang diberi label dengan tidak semestinya dan menemukan fakta kalau produk itu mengandung tingkat merkuri 130 ribu kali lebih tinggi dari yang diizinkan.
Bagaimana mengetahui Anda sudah keracunan merkuri
Tanda-tanda dan gejala keracunan merkuri termasuk:
- perasaan yang sering berubah-ubah, gugup, cepat marah, perubahan emosional
Bayi dan anak kecil bisa menelan merkuri jika mereka menyentuh orangtua mereka yang menggunakan produk-produk mengandung merkuri, krimnya tertinggal di tangan mereka dan kemudian mereka menaruh tangan ke dalam mulut.
Salah seorang petugas dari FDA memeriksa sampel dari produk pemutih kulit yang diberi label dengan tidak semestinya dan menemukan fakta kalau produk itu mengandung tingkat merkuri 130 ribu kali lebih tinggi dari yang diizinkan.
Bagaimana mengetahui Anda sudah keracunan merkuri
Tanda-tanda dan gejala keracunan merkuri termasuk:
- perasaan yang sering berubah-ubah, gugup, cepat marah, perubahan emosional
- insomnia (gejala kelainan berupa kesulitan untuk tidur)
- sakit kepala
- sensasi aneh seperti kesemutan di tangan, kaki dan sekitar mulut.
- kedutan otot
- gemetar
- lemah otot
- pengecilan otot
- penurunan fungsi mental dan hilangnya koordinasi
- kerusakan ginjal
- kegagalan pernapasan, yang bisa menyebabkan kematian
Sayangnya, beberapa pasien terlambat mengunjungi dokter mereka. Mereka tidak tahu sudah terkena paparan merkuri. Karena itu, dokter mulai merawat mereka untuk kondisi kesehatan lain seperti penyakit Parkinson, sklerosis lateral amiotrofik (penyakit saraf yang menyerang neuron yang mengendalikan otot lurik), demensia, atau sklerosis ganda (MS), yang memiliki gejala yang sama dengan keracunan merkuri.
Bagaimana melindungi diri Anda
1. Baca semua label di produk kulit yang Anda gunakan. Jika Anda menemukan kata-kata: "klorida mercurous," "kalomel," "mercuric," "mercurio" atau "merkuri," HENTIKAN penggunaan produk tersebut.
2. Jika tidak ada label, berarti jangan gunakan produk itu. Peraturan mewajibkan semua bahan dan zat yang terkandung dalam obat dan kosmetik harus ditulis dalam label.
3. Selalu mencuci tangan Anda dengan bersih setelah menggunakan produk kecantikan apa pun.
4. Sebelum membuang produk yang mencurigakan, bungkus di dalam tas plastik atau wadah tertentu. Produk-produk tersebut bisa merembes ke tanah di tempat pembuangan sampah dan akhirnya akan masuk ke dalam sistem air kita.
5. Lakukan tes merkuri. Tingkat normal merkuri adalah kurang dari 10 mikrogram/liter di dalam darah dan kurang dari 20 mikrogram/liter di urin. Sebelum melakukan tes, pastikan Anda tidak mengonsumi ikan 5 hari sebelum tes untuk menghindari hasil tes positif yang salah. Seafood mengandung merkuri tingkat tinggi.
Jika Anda curiga tubuh Anda sudah keracunan merkuri, segera temui ahli toksikologi atau ahli saraf.
Sayangnya, beberapa pasien terlambat mengunjungi dokter mereka. Mereka tidak tahu sudah terkena paparan merkuri. Karena itu, dokter mulai merawat mereka untuk kondisi kesehatan lain seperti penyakit Parkinson, sklerosis lateral amiotrofik (penyakit saraf yang menyerang neuron yang mengendalikan otot lurik), demensia, atau sklerosis ganda (MS), yang memiliki gejala yang sama dengan keracunan merkuri.
Bagaimana melindungi diri Anda
1. Baca semua label di produk kulit yang Anda gunakan. Jika Anda menemukan kata-kata: "klorida mercurous," "kalomel," "mercuric," "mercurio" atau "merkuri," HENTIKAN penggunaan produk tersebut.
2. Jika tidak ada label, berarti jangan gunakan produk itu. Peraturan mewajibkan semua bahan dan zat yang terkandung dalam obat dan kosmetik harus ditulis dalam label.
3. Selalu mencuci tangan Anda dengan bersih setelah menggunakan produk kecantikan apa pun.
4. Sebelum membuang produk yang mencurigakan, bungkus di dalam tas plastik atau wadah tertentu. Produk-produk tersebut bisa merembes ke tanah di tempat pembuangan sampah dan akhirnya akan masuk ke dalam sistem air kita.
5. Lakukan tes merkuri. Tingkat normal merkuri adalah kurang dari 10 mikrogram/liter di dalam darah dan kurang dari 20 mikrogram/liter di urin. Sebelum melakukan tes, pastikan Anda tidak mengonsumi ikan 5 hari sebelum tes untuk menghindari hasil tes positif yang salah. Seafood mengandung merkuri tingkat tinggi.
Jika Anda curiga tubuh Anda sudah keracunan merkuri, segera temui ahli toksikologi atau ahli saraf.
Bagaimana Mengenali Kosmetik Halal?
Isu mengenai kosmetik halal mungkin belum begitu berkembang di Indonesia dibandingkan dengan bahan makanan halal. Namun konsumen Muslim saat ini semakin sadar bahwa beberapa kosmetik mengandung bahan yang berasal dari hewan, dan mempertanyakan tentang status halal dari produk tersebut. Selain bahan baku yang digunakan, proses quality control, peralatan, bangunan, dan personil yang terlibat dalam penyusunan produk juga mempengaruhi kualitas dan status halal dari kosmetik dan produk perawatan tubuh.
Banyak riset menyebutkan, tingkat kesadaran mengenai produk kosmetik halal memang masih rendah, tapi kini mulai meningkat pesat. Masalahnya adalah produk halal jumlahnya tergolong minim karena terbatasnya akses bahan baku yang memenuhi standar halal, dan pedoman/panduan yang bisa memastikan status kehalalan bahan baku tersebut.
Dari sisi konsumen, biasanya yang paling dicari dan ingin diketahui menyangkut produk kosmetik halal bisa dikategorikan dalam beberapa isu di bawah ini:
1. Apakah bahan-bahan yang haram untuk dimakan, berarti juga haram sebagai kosmetik?
Walaupun pada dasarnya kosmetik dan produk perawatan tubuh sifatnya berbeda dengan makanan (tidak masuk ke dalam tubuh secara langsung), jawabannya tetap ya. Terutama produk perawatan kulit seperti serum atau pelembap, karena 60 persen produk tersebut bekerja pada kulit dan masuk ke aliran darah. Apabila produk tersebut mengandung alkohol, gliserin yang berasal dari hewan, atau bahan kimia berbahaya, maka bahan-bahan tersebut akan terserap ke dalam tubuh. Tetapi ada juga yang hanya bersifat melapisi bagian luar kulit, sehingga mungkin tidak terserap ke dalam tubuh, namun perlakuannya tetap sama.
2. Bagaimana cara mudah untuk mengetahui kehalalan sebuah produk?
Tidak ada cara mudah. Bahan-bahan turunan yang digunakan sudah sedemikian kompleks, sehingga selain bahan halal dan nonhalal, ada bahan-bahan yang dikategorikan sebagai mashbooh, atau perlu ditelusur lebih lanjut (questionable).
Botanical ingredient, atau bahan dalam kosmetik yang berasal dari tumbuhan (herbs, roots, flowers, fruits, leaves, seeds) secara natural adalah halal, kecuali yang telah tercampur dengan enzim dari hewan.
Semua bahan turunan dan ekstrak dari binatang yang diharamkan - seperti babi - dapat dipastikan haram karena sifat/jenisnya yang memang diharamkan.
Termasuk dalam kategori ini adalah plasenta babi yang masih banyak digunakan dalam industri kosmetik. Bahan-bahan yang berasal dari hewan lain dan turunannya biasanya tergolong nonhalal, kecuali dari jenis ikan dan lebah. Bukan karena hewannya yang haram, melainkan karena prosesnya (penyembelihan) yang dikhawatirkan tidak sesuai dengan syariah. Selain itu juga karena alasan etika.
Produk yang diklaim 100% berasal dari bahan alami, juga tidak menjamin kehalalan produk tersebut, karena ekstrak hewan juga termasuk alami. Terlebih, sekarang produsen kosmetik semakin lihai menggunakan istilah tersembunyi, seperti "protein", untuk menggantikan "plasenta".
Berikut ini beberapa nama teknis dan nama paten yang biasa terdapat dalam komposisi kosmetik. Secara umum, bahan-bahan ini dikategorikan mashbooh, karena biasanya berasal dari hewan: allantoin (alantoin), asam amino, cholesterol, kolagen, colours/dye, cystine (sistina), elastine, gelatine (gelatin), glycerine (gliserin), hyaluronic acid (asam hialuronat), hydrolysed animal protein, keratin, lanolin, lypids, oleic acid (asam oleat), stearic acid (asam stearat), stearyl alcohol, tallow (lemak hewan), vitamin A.
Bahan lain yang sebaiknya dihindari (telah dinyatakan haram oleh LPOM MUI) adalah Sodium Heparin dan Plasenta. Sodium heparin berasal dari babi, sedangkan plasenta biasanya dari manusia, kambing atau sapi.
3. Di Indonesia, apakah sudah ada badan sertifikasi halal untuk kosmetik?
Sudah. Seperti halnya makanan dan obat, sertifikasi ini dikeluarkan oleh LPOM (Lembaga Pengawas Obat dan Makanan) MUI. Namun, karena belum meluasnya kesadaran dan kebutuhan konsumen akan kosmetik yang terjamin halal, tidak semua produk kosmetik yang beredar di Indonesia merasa perlu untuk mendaftarkan sertifikasi ini. Kekhawatiran konsumen mengenai kosmetik masih sebatas bahan-bahan yang berbahaya, seperti merkuri, atau paraben. Oleh sebab itu, untuk merek kosmetik yang tidak termasuk dalam daftar halal LPOM, bukan berarti tidak halal. Kita sebagai konsumen yang harus lebih aktif untuk mencermati daftar komposisi produk.
Untuk daftar produk kosmetik halal yang telah mendapat sertifikasi LPOM MUI, bisa dilihat pada tautan berikut: http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html
4. Bagaimana dengan produk kosmetik yang berasal dari luar negeri?
Di luar negeri sudah lebih banyak lagi lembaga resmi maupun independen yang menerbitkan dan mempublikasikan sertifikasi halal. Malaysia termasuk negara yang sudah mempunyai lembaga sertifikasi yang established (Standards Malaysia) dan menjadi salah satu acuan internasional.
Di Amerika Serikat, salah satu lembaga sertifikasi yang cukup komprehensif adalah Muslim Consumer Group. MCG telah membuat daftar kategori halal, nonhalal, maupun mashbooh untuk produk-produk makanan dan nonmakanan termasuk kosmetik yang bisa dijadikan acuan konsumen. Daftar tersebut bisa dilihat pada tautan berikut: http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html
Tentunya konsumen Muslim perlu meningkatkan pengetahuan tentang kehalalan bahan produk kosmetik. Namun, ternyata tidak semua produk mencantumkan secara lengkap komposisi bahan penyusun produk pada label kemasan. Langkah berikut sangat dianjurkan dalam memilih kosmetik yang halal dan aman.
1. Legalitas produk
Pilihlah produk kosmetik yang legal. Hal ini ditunjukkan dengan dicantumkannya nomor pendaftaran di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kode pendaftaran untuk produk kosmetik lokal adalah CD, sedangkan untuk produk impor memiliki kode CL.
2. Daftar komposisi bahan
Bekali diri dengan pengetahuan tentang bahan-bahan kosmetik yang halal, mashbooh, dan nonhalal, paling tidak sebagai saringan awal untuk memilih produk mana yang aman dan halal untuk dipakai. Semakin lengkap komposisi yang dicantumkan, biasanya produk tersebut semakin terpercaya, karena konsumen dengan mudah mencari informasi mengenai bahan tertentu.
3. Nama dan alamat produsen
Nama dan alamat jelas produsen harus jelas tercantum pada label kemasan yang mengindikasikan mudahnya akses bagi konsumen untuk memperoleh informasi lanjutan mengenai produk bersangkutan.
Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini sudah lebih jelas dan dapat membantu dalam bagaimana caranya dalam memilih kosmetik halal.
Banyak riset menyebutkan, tingkat kesadaran mengenai produk kosmetik halal memang masih rendah, tapi kini mulai meningkat pesat. Masalahnya adalah produk halal jumlahnya tergolong minim karena terbatasnya akses bahan baku yang memenuhi standar halal, dan pedoman/panduan yang bisa memastikan status kehalalan bahan baku tersebut.
Dari sisi konsumen, biasanya yang paling dicari dan ingin diketahui menyangkut produk kosmetik halal bisa dikategorikan dalam beberapa isu di bawah ini:
1. Apakah bahan-bahan yang haram untuk dimakan, berarti juga haram sebagai kosmetik?
Walaupun pada dasarnya kosmetik dan produk perawatan tubuh sifatnya berbeda dengan makanan (tidak masuk ke dalam tubuh secara langsung), jawabannya tetap ya. Terutama produk perawatan kulit seperti serum atau pelembap, karena 60 persen produk tersebut bekerja pada kulit dan masuk ke aliran darah. Apabila produk tersebut mengandung alkohol, gliserin yang berasal dari hewan, atau bahan kimia berbahaya, maka bahan-bahan tersebut akan terserap ke dalam tubuh. Tetapi ada juga yang hanya bersifat melapisi bagian luar kulit, sehingga mungkin tidak terserap ke dalam tubuh, namun perlakuannya tetap sama.
2. Bagaimana cara mudah untuk mengetahui kehalalan sebuah produk?
Tidak ada cara mudah. Bahan-bahan turunan yang digunakan sudah sedemikian kompleks, sehingga selain bahan halal dan nonhalal, ada bahan-bahan yang dikategorikan sebagai mashbooh, atau perlu ditelusur lebih lanjut (questionable).
Botanical ingredient, atau bahan dalam kosmetik yang berasal dari tumbuhan (herbs, roots, flowers, fruits, leaves, seeds) secara natural adalah halal, kecuali yang telah tercampur dengan enzim dari hewan.
Semua bahan turunan dan ekstrak dari binatang yang diharamkan - seperti babi - dapat dipastikan haram karena sifat/jenisnya yang memang diharamkan.
Termasuk dalam kategori ini adalah plasenta babi yang masih banyak digunakan dalam industri kosmetik. Bahan-bahan yang berasal dari hewan lain dan turunannya biasanya tergolong nonhalal, kecuali dari jenis ikan dan lebah. Bukan karena hewannya yang haram, melainkan karena prosesnya (penyembelihan) yang dikhawatirkan tidak sesuai dengan syariah. Selain itu juga karena alasan etika.
Produk yang diklaim 100% berasal dari bahan alami, juga tidak menjamin kehalalan produk tersebut, karena ekstrak hewan juga termasuk alami. Terlebih, sekarang produsen kosmetik semakin lihai menggunakan istilah tersembunyi, seperti "protein", untuk menggantikan "plasenta".
Berikut ini beberapa nama teknis dan nama paten yang biasa terdapat dalam komposisi kosmetik. Secara umum, bahan-bahan ini dikategorikan mashbooh, karena biasanya berasal dari hewan: allantoin (alantoin), asam amino, cholesterol, kolagen, colours/dye, cystine (sistina), elastine, gelatine (gelatin), glycerine (gliserin), hyaluronic acid (asam hialuronat), hydrolysed animal protein, keratin, lanolin, lypids, oleic acid (asam oleat), stearic acid (asam stearat), stearyl alcohol, tallow (lemak hewan), vitamin A.
Bahan lain yang sebaiknya dihindari (telah dinyatakan haram oleh LPOM MUI) adalah Sodium Heparin dan Plasenta. Sodium heparin berasal dari babi, sedangkan plasenta biasanya dari manusia, kambing atau sapi.
3. Di Indonesia, apakah sudah ada badan sertifikasi halal untuk kosmetik?
Sudah. Seperti halnya makanan dan obat, sertifikasi ini dikeluarkan oleh LPOM (Lembaga Pengawas Obat dan Makanan) MUI. Namun, karena belum meluasnya kesadaran dan kebutuhan konsumen akan kosmetik yang terjamin halal, tidak semua produk kosmetik yang beredar di Indonesia merasa perlu untuk mendaftarkan sertifikasi ini. Kekhawatiran konsumen mengenai kosmetik masih sebatas bahan-bahan yang berbahaya, seperti merkuri, atau paraben. Oleh sebab itu, untuk merek kosmetik yang tidak termasuk dalam daftar halal LPOM, bukan berarti tidak halal. Kita sebagai konsumen yang harus lebih aktif untuk mencermati daftar komposisi produk.
Untuk daftar produk kosmetik halal yang telah mendapat sertifikasi LPOM MUI, bisa dilihat pada tautan berikut: http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html
4. Bagaimana dengan produk kosmetik yang berasal dari luar negeri?
Di luar negeri sudah lebih banyak lagi lembaga resmi maupun independen yang menerbitkan dan mempublikasikan sertifikasi halal. Malaysia termasuk negara yang sudah mempunyai lembaga sertifikasi yang established (Standards Malaysia) dan menjadi salah satu acuan internasional.
Di Amerika Serikat, salah satu lembaga sertifikasi yang cukup komprehensif adalah Muslim Consumer Group. MCG telah membuat daftar kategori halal, nonhalal, maupun mashbooh untuk produk-produk makanan dan nonmakanan termasuk kosmetik yang bisa dijadikan acuan konsumen. Daftar tersebut bisa dilihat pada tautan berikut: http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html
Tentunya konsumen Muslim perlu meningkatkan pengetahuan tentang kehalalan bahan produk kosmetik. Namun, ternyata tidak semua produk mencantumkan secara lengkap komposisi bahan penyusun produk pada label kemasan. Langkah berikut sangat dianjurkan dalam memilih kosmetik yang halal dan aman.
1. Legalitas produk
Pilihlah produk kosmetik yang legal. Hal ini ditunjukkan dengan dicantumkannya nomor pendaftaran di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kode pendaftaran untuk produk kosmetik lokal adalah CD, sedangkan untuk produk impor memiliki kode CL.
2. Daftar komposisi bahan
Bekali diri dengan pengetahuan tentang bahan-bahan kosmetik yang halal, mashbooh, dan nonhalal, paling tidak sebagai saringan awal untuk memilih produk mana yang aman dan halal untuk dipakai. Semakin lengkap komposisi yang dicantumkan, biasanya produk tersebut semakin terpercaya, karena konsumen dengan mudah mencari informasi mengenai bahan tertentu.
3. Nama dan alamat produsen
Nama dan alamat jelas produsen harus jelas tercantum pada label kemasan yang mengindikasikan mudahnya akses bagi konsumen untuk memperoleh informasi lanjutan mengenai produk bersangkutan.
Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini sudah lebih jelas dan dapat membantu dalam bagaimana caranya dalam memilih kosmetik halal.
Sabtu, 17 Maret 2012
Cara Memilih Kosmetik untuk Kulit Berminyak
Hendro Revco, Make up artist Revlon Indonesia memberikan tips memilih make up yang aman untuk kulit wajah. Khusus kulit berminyak sebaiknya menggunakan make up yang mengandung kandungan mineral water.
Sebelum menggunakan make-up sebaiknya dicoba di punggung tangan, selama beberapa menit. Apalagi, kondisi make-up semakin bagus, tahan air berarti kosmetik itu bagus.
"Tapi kalau terjadi iritasi pada kulit sebaiknya dihindari pemakaiannya. Setiap konsumen berhak melakukan tester pada kulitnya agar lebih aman," ucapnya.
Sabtu, 28 Januari 2012
Cara Cerdas Memilih Kosmetik
Tidak sedikit kosmetik palsu beredar di pasaran. Kaum perempuan yang nyaris tak bisa meninggalkan ketergantungan pada alat kosmetik pun harus cerdas memilihnya.
Iklan kosmetik cenderung menampilkan kecantikan dan ketampanan seorang artis, serta menawarkan sesuatu yang menggiurkan sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Memilih kosmetik hanya berdasarkan informasi iklan merupakan suatu tindakan yang tidak objektif.
Lantas, bagaimana caranya agar cerdas memilih kosmetik? Hotna Panjaitan, Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen BPOM Bandar Lampung menjelaskan, setiap kosmetik yang beredar memiliki nomor izin edar dari Badan POM.
Ada lima langkah cerdas memilih kosmetik. Yaitu dengan :
Kemasan
- Kenali kemasan kosmetik Anda dengan baik
- Jangan membeli kemasan atau sediaan yang rusak atau jelek
- Teliti kemasan dan wadah, baik penampilan fisik (segel rusak atau tidak) maupun isinya
- Produk yang masih baik bentuk dan warnanya merata, stabil serta tidak ada bercak kotoran
- Kenali kemasan kosmetik Anda dengan baik
- Jangan membeli kemasan atau sediaan yang rusak atau jelek
- Teliti kemasan dan wadah, baik penampilan fisik (segel rusak atau tidak) maupun isinya
- Produk yang masih baik bentuk dan warnanya merata, stabil serta tidak ada bercak kotoran
Label
Pastikan label tercantum jelas dan lengkap. Setiap kosmetik wajib mencantumkan penandaan/label yang benar, meliputi :
- Nama produk
- Nomor izin edar
- Nomor bets/kode produksi
- Nama dan alamat produsen/importir/distributor
- Netto dan komposisi
- Batas Kedaluwarsa
- Kegunaan dan cara penggunaan dalam Bahasa Indonesia, kecuali untuk produk yang sudah jelas cara penggunaannya
Pastikan label tercantum jelas dan lengkap. Setiap kosmetik wajib mencantumkan penandaan/label yang benar, meliputi :
- Nama produk
- Nomor izin edar
- Nomor bets/kode produksi
- Nama dan alamat produsen/importir/distributor
- Netto dan komposisi
- Batas Kedaluwarsa
- Kegunaan dan cara penggunaan dalam Bahasa Indonesia, kecuali untuk produk yang sudah jelas cara penggunaannya
Izin Edar
- Lihat, apakah kosmetik sudah memiliki Nomor Izin Edar dari Badan POM?
- Setiap kosmetik yang akan diedarkan wajib memiliki Nomor Izin Edar dari Badan POM
- Lihat, apakah kosmetik sudah memiliki Nomor Izin Edar dari Badan POM?
- Setiap kosmetik yang akan diedarkan wajib memiliki Nomor Izin Edar dari Badan POM
Penggunaan dan Cara Penggunaan
- Pilihlah kosmetik yang sesuai kebutuhan Anda dan bukan karena iklan semata. Bacalah terlebih dahulu kegunaan dan cara penggunaan yang tercantum pada label (untuk produk yang belum jelas cara penggunaannya)
- Pilihlah kosmetik yang sesuai kebutuhan Anda dan bukan karena iklan semata. Bacalah terlebih dahulu kegunaan dan cara penggunaan yang tercantum pada label (untuk produk yang belum jelas cara penggunaannya)
Kedaluwarsa
Ingat, batas kedaluwarsanya jangan sampai lewat, telitilah waktu kedaluwarsa atau tanggal produksi sebelum membeli kosmetik.
- Kosmetik dengan kestabilan kurang dari 30 bulan wajib mencantumkan batas kedaluwarsa (minimal dalam bulan dan tahun)
- Kosmetik dengan kestabilan lebih dari 30 bulan boleh tidak mencantumkan batas kedaluwarsa
Ingat, batas kedaluwarsanya jangan sampai lewat, telitilah waktu kedaluwarsa atau tanggal produksi sebelum membeli kosmetik.
- Kosmetik dengan kestabilan kurang dari 30 bulan wajib mencantumkan batas kedaluwarsa (minimal dalam bulan dan tahun)
- Kosmetik dengan kestabilan lebih dari 30 bulan boleh tidak mencantumkan batas kedaluwarsa
Dan untuk mengetahui suatu kosmetik telah terdaftar atau belum, dapat dilihat di website Badan POM dengan alamat www.pom.go.id. Jika Anda ragu-ragu terhadap kosmetik hubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM telepon : 021-4263333, fax : 021-4244947, email : infopom@indo.net.id
Rabu, 30 Maret 2011
Cara Tepat Memilih dan Memakai Lipstik Merah
Salah satu tren yang akan selalu bertahan sepanjang masa adalah lipstik merah. Sayangnya, tak semua wanita berani tampil dengan bibir merah menyala. Padahal kalau tahu triknya, siapa pun bisa kok terlihat cantik dan elegan dengan lipstik merah.
1. Pilih warna yang tepat
Ada berbagai pilihan warna lipstik merah. Jika kulit Anda putih, pucat, atau bernuansa pink, pilihlah warna merah bernuansa kebiruan atau yang terkesan "dingin". Kulit yang bernuansa kuning lebih cocok menggunakan warna merah yang hangat, bernuansa coklat atau kekuningan. Jika kulitmu cenderung gelap, pilihlah merah yang bernuansa coklat atau oranye. Lipstik warna merah gelap akan membuat bibir terlihat lebih tipis, jadi jika bibir Anda tipis, pilihlah warna merah yang terang.
2. Pastikan bibirmu halus
Lipstik merah akan terlihat buruk jika dioles ke bibir yang kasar atau pecah-pecah. Coba gosok bibir Anda dengan sikat gigi basah. Ini akan membuang kulit mati yang menempel di bibir. Setelah itu, oleskan pelembab secukupnya.
3. Gunakan lip liner
Lipstik merah cenderung mudah lumer ke luar garis bibir. Apalagi jika Anda belum terampil mengaplikasikan lipstik. Untuk mengatasinya, buatlah garis dengan lip liner di sekeliling garis bibir bagian dalam. Pilih lip liner yang sewarna dengan lipstik Anda. Setelah itu, baru warnai bagian dalam garis bibir tersebut dengan lipstik merah. Gunakan kuas bibir jika ingin hasilnya lebih merata.
4. Tempelkan bibir ke tissue
Setelah mengaplikasikan lipstik merah, tempelkan bibir Anda ke tissue sampai meninggalkan bekas bibir. Teknik blotting ini berfungsi untuk membuat sapuan pertama lipstik bertahan lama di bibir. Setelah blotting, oleskan kembali lipstik yang sama ke bibir Anda.
5. Agar tak menor
Dengan lipstik merah, perhatian akan terpusat di bibir Anda. Jaga agar riasan di bagian wajah lain tetap natural dan tak berlebihan, untuk menghindari dandanan menor. Cukup oleskan maskara di mata, atau pulaskan eye liner di kelopak atas. Gunakan blush on warna natural seperti peach.
Ternyata lipstik merah yang Anda beli warnanya terlalu terang dan terlalu mencolok. Jangan langsung dibuang. Bereksperimenlah dengan cara mencampur lipstik tersebut dengan warna-warna lain dari koleksi lipstik yang Anda punya. Siapa tahu Anda malah menemukan warna favorit Anda.
7. Percaya diri
Lipstik merah bertujuan untuk membuat pemakainya jadi pusat perhatian. Jadi, jika lipstik merah sudah menempel cantik di bibir Anda, wear it with confidence. Tunjukkan bahwa Anda memang pantas jadi pusat perhatian.
Langganan:
Postingan (Atom)





