Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit stroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit stroke. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 Desember 2013
Cemas Berlebihan Dapat Mengundang Serangan Stroke
Berbagai hal yang membuat seseorang mengalami kecemasan berlebihan – atau bahkan depresi – memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan. Temuan terbaru dari University of Pittsburgh School of Medicine di Pitssburgh Amerika Serikat mengatakan, kedua hal tersebut dapat membawa penderitanya mengalami serangan stroke. Semakin tinggi tingkat kecemasan membawa risiko stroke menjadi lebih besar.
Studi ini melibatkan data relawan sebanyak 6.019 orang. Usia mereka 25 sampai 74 tahun. Mereka menjadi peserta dalam penelitian National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES I). Para peserta menjalani sesi wawancara sekaligus pengambilan tes darah. Mereka juga mendapatkan pemeriksaan medis dan kuesioner psikologi yang mesti dikerjakan untuk menilai tingkat kecemasan dan depresi.
Peneliti turut melacak riwayat stroke melalui rumah saki, panti jompo, hingga sertifikat kamatian. Dikutip dari Times of India, peneliti juga memperhatikan berbagai faktor risiko yang ada. Dari situ muncul kesimpulan bahwa peningkatan kecemasan dalam bentuk sederhana dikaitkan dengan kemungkinan besar terjadinya risiko stroke. Tingginya risiko stroke sebanding dengan peningkatan tingkat kecemasan dan depresi.
Sementara itu, ada pihak yang lebih tinggi lagi untuk mendapatka stroke. Orang yang menderita kecemasan dan dia adalah seorang perokok aktif, lebih mungkin 33 persen untuk mengalami stroke dibanding mereka yang tidak merokok.
Studi ini dipublikasikan melalui Journal Report.
Sabtu, 29 Juni 2013
4 Cara Menghindari Stroke Bagi Wanita
Stroke adalah hal yang mengerikan dan sebisa mungkin baiknya dihindari oleh pria maupun wanita. Sayangnya dengan pola hidup dan makanan yang dikonsumsi saat ini, resiko seseorang mengalami stroke makin besar.
Di Amerika, ada lebih dari 500 ribu kasus stroke pada wanita yang tercatat untuk tahun ini saja. Dilansir oleh Merdeka dari US News, faktor yang menyebabkan seorang wanita dapat terserang stroke adalah usia serta sejarah keluarga alias genetik.
Untuk menghindari resiko timbulnya stroke, berikut adalah hal-hal yang dianjurkan oleh Harvard Women’s Health:
- Kontrol tekanan darah
Bila Anda memiliki penyakit tekanan darah tinggi, maka sebisa mungkin kontrol kenaikan tekanan darah Anda agar tak drastis terjadi. Stroke biasanya disebabkan oleh kenaikan tekanan darah secara drastis. Caranya tentu hindari segala hal yang memicu terjadinya hal itu.
- Kontrol berat badan
Obesitas atau kelebihan berat badan dapat membuat resiko stroke meningkat. Ini disebabkan penyakit yang biasanya menyertai kondisi tersebut seperti darah tinggi dan diabetes. Kurangilah berat badan Anda bila dokter mengatakan Anda masuk kategori obesitas.
- Olahraga
Olahraga akan membuat Anda jadi lebih aktif. Akibatnya, obesitas dan tekanan darah tinggi akan menjauh. Terbukti dalam sebuah penelitian yang mempelajari pengaruh olahraga terhadap resiko stroke, wanita yang aktif jalan kaki lebih dari 3 jam dalam seminggu punya resiko stroke lebih kecil ketimbang wanita yang tak suka berjalan.
- Aspirin
Obat ini begitu populer di Amerika untuk mengobati penyakit seperti pusing, pegal dan sakit gigi. konsumsi aspirin dosis rendah dapat mencegah penggumpalan darah terjadi. Ini termasuk cara mudah menghindar dari serangan stroke.
Mudah bukan cara menurunkan resiko stroke untuk wanita?
Selasa, 14 Mei 2013
Gejala Mendadak Serangan Stroke
Stroke adalah penyakit populer saat ini yang menakutkan. Sebab, terkena serangan stroke bisa menjadikan seseorang mengalami kecacatan permanen kalau penanganannya terlambat. Oleh karena itu, memahami gejala serangan stroke sangat penting untuk diajarkan agar mampu bertindak kala melihat orang lain mendapati serangan tersebut.
Dikutip dari Times of India, berikut ini ciri-ciri umum serangan stroke yang terjadi secara mendadak:
- Mengalami mati rasa mendadak atau otot melemah di bagian wajah, lengan, atau tungkai di salah satu sisi tubuh.
- Tiba-tiba mendadak merasa kebingungan, sulit berbicara, dan kurang mampu memahami saat diajak bicara.
- Mendadak mengalami kesulitan menggerakkan anggota tubuh pada salah satu sisi.
- Mengalami kesulitan berjalan atau berjalan dengan menyeret kaki, merasa pusing, hilang keseimbangan, dan kesulitan mengoordinasi bagian tubuh.
- Tiba-tiba kepala terasa sangat sakit dan tidak diketahui penyebabnya.
Gejala-gejala ini dapat berlangsung singkat dan ringan sehingga tidak membuat khawatir. Namun, saat intensitasnya lebih kuat, dapat menjadi sinyal terjadinya stroke dan segera harus mendapat pertolongan. Serangan stroke seperti serangan jantung yang perlu cepat pertolongan medis. Sebab, serangan stroke langsung mengenai pembuluh darah di otak.
Maksimal waktu penanganan serangan stroke adalah tiga jam sejak serangan terjadi. Bila lebih dari itu, dikhawatirkan kecacatan pasca-stroke risikonya meningkat. Pemberian obat stroke lebih dini saat serangan, bisa menurunkan risiko kecacatan hingga 30 persen. Sementara itu, menurut laporan dariNational Stroke Association, dua per tiga penderita stroke mengalami cacat setelah mengalami serangan.
Oleh karena itu, bila Anda mendapati orang di sekitar mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut dengan intensitas yang hebat, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit terdekat. Ini bisa menjaganya dari keparahan sakit dan mengantisipasi kecacatan jika yang dialaminya adalah serangan stroke.
Rabu, 16 Januari 2013
Awas... Ngorok Perbesar Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
Mendengkur atau akrab disebut ngorok terkadang dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Padahal, mendengkur ternyata bisa mengundang berbagai penyakit.
Pakar Kesehatan Tidur, Rimawati Tedjasukmana, Sp.S, RPSGT, mengatakan mendengkur merupakan salah satu gejala penyakit Obstrutuktive Sleep Apnea (OSA), sebuah penyakit dimana terdapat potensi pernapasan berhenti selama tidur.
Rasa kantuk pada siang hari berlebihan, mendengkur dengan suara keras, nafas terhenti saat tidur, terbangun disertai sesak nafas, mulut kering, sakit kepala dan sering buang air kecil saat malam hari adalah gejala seseorang mengalami OSA. Biasanya penderita OSA dialami orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
Gejala itu, sambung Rima, mungkin terlihat ringan. Padahal, dampaknya cukup serius seperti misal menyebabkan hipertensi, diabetes, jantung, stroke, kecelakaan lalu lintas, depresi, antietas dan Iribilitas.
"Riset yang dipublikasikan Universitas John Hopkins menyatakan 46 persen dari pasien OSA berat akan meninggal lebih dinii," kata Rima saat berbicara dalam workshop 'Bahaya Dibalik Mendengkur' di Jakarta.
Karena itu, lanjut Rima, bagi yang mengetahui teman, pasangan atau keluarga yang diketahui mendengkur namun sempat berhenti nafas maka harus diingatkan agar mendapatkan pengobatan. "Sebagai catatan lain, setiap jenjang umur rentan terhadap penyakit ini," ungkap Rima yang menyebut mendengkur bukan karena mengantuk.
Adapun pengobatan yang dilakukan antara lain, menggunakan perangkat medis untuk menjaga jalan nafas terbuka atau menjalani rangkaian prosedur medis untuk menghapus jaringan yang mengganggu di hidung, mulut atau tenggorokan.
"Dalam kasus ringan, OSA dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup. Namun untuk kategori parah perlu dilakukan perawatan lain seperti terapi, perangkat oral, dan operasi. Yang pasti, OSA dapat disembuhkan," ungkapnya
Terkait solusi, kata Rima, hingga kini belum ditemukan solusi alami untuk mencegah, apakah itu berolahraga atau apa. "Aboriginan Australia punya alat musik yang dapat diketahui melatih otot pernafasan bagian atas. Tapi belum bisa dibuktikan. Jadi, tidak ada olahraga yang secara khusus untuk melatih otot-otot pernafasan atas," pungkas dia.
Efektifkah Tusuk Jari Saat Terserang Stroke?
Pernahkan orang di dekat Anda terserang stroke? Dan apa yang Anda lakukan sebagai pertolongan pertama?
Ya, saat dihadapkan pada posisi itu, banyak orang yang panik harus melakukan apa. Bahkan, ada sebagian orang yang percaya hanya dengan menusuk-nusuk jari hingga berdarah dapat menyelamatkan nyawa penderita stroke. Lantas, apakah cara itu terbukti efektif?
Tentu saja ini salah besar. Menurut dr Eka Harmeiwaty, SpS, ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita, menusuk jari agar darah kental keluar tidak akan memberikan pengaruh apapun pada penderita stroke.
"Ini hanya mitos dan tidak ada bukti ilmiahnya, tetapi masih saja digunakan orang. Kisah nyatanya pasien saya sendiri dan kini malah sedang koma," ungkapnya.
Menurutnya, orang yang terserang stroke harus segera diberikan pertolongan pertama, yaitu segera larikan penderita ke rumah sakit.
"Penderita stroke harus dibawa ke rumah sakit terdekat dan terlengkap sesegera mungkin untuk pertolongan pertama. Dalam waktu tiga jam, penderita stroke harus dapat pertolongan," jelas dr Eka.
Dalam waktu tiga jam, lanjut dr Eka, dokter harus tahu stroke tersebut disebabkan karena ada penyumbatan atau bukan. Setelah itu, baru diberikan perawatan dan obat-obatan yang tepat.
"Ini yang harus disebarluaskan pada masyarakat. Seberapa cepat pasien diberikan pertolongan akan semakin membantu pasien. Sayangnya, masyarakat Indonesia selalu gerak lambat. Terbiasa, harus menunggu anggota keluarga yang lain untuk datang baru lakukan pertolongan," tambahnya.
Kenali Gejala Awal Stroke
Jangan anggap stroke hanya diderita oleh orang berusia lanjut. Anak muda kini juga menjadi incaran risiko stroke.
Data menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di seluruh dunia. Sekitar 85 persen stroke terjadi di negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah.
Di Indonesia, 15,4 persen kematian disebabkan oleh stroke dan 16 juta penduduk Indonesia menjadi penderita stroke.
Umumnya, penyebab stroke disebabkan oleh pola makan yang salah dan rokok. Indonesia sendiri menduduki posisi ketiga dengan populasi perokok terbanyak di kawasan Asia Pasifik setelah China dan Jepang.
Stroke dapat dicegah dengan memahami bagaimana mengelola faktornya. Orang yang sudah terkena stroke juga harus menjaga kualitas hidupnya dengan menjalani pengobatan dan perawatan jangka panjang yang optimal.
Agar tak terjebak dalam kondisi fatal, maka jangan abaikan gejala stroke yang mungkin dianggap sepele. Dokter Eka Harmeiwaty, SpS dari RS Jantung Harapan Kita menjelaskan beberapa gejala dini stroke agar masyarakat sedini mungkin mencurigainya.
1. Mendadak. Gejala awal stroke bisa terlihat secara fisik. Misalnya, orang yang tadinya sehat mendadak menjadi tiba-tiba lumpuh, kelainan saraf, mulut mencong dan lidah cadel.
2. Kesemutan separuh tubuh. Gejala lainnya adalah sering mati rasa atau kesemutan pada wajah atau sebelah sisi badan.
3. Gangguan penglihatan dan pendengaran.
4. Kesulitan berbicara atau berkomunikasi.
5. Perubahan perilaku atau gangguan mental.
6. Mendadak lemas bahkan pingsan.
Senin, 22 Oktober 2012
Tomat Dapat Turunkan Risiko Stroke
Memakan banyak tomat dapat menurunkan risiko terkena stroke, menurut sebuah penelitian baru pada Senin, yang meyediakan lebih banyak dukungan untuk diet yang kaya akan buah-buahan dan sayuran.
Faktor utama yang muncul adalah likopen antioksidan, menurut penelitian asal Finlandia yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology.
Penelitian tersebut, yang didasarkan pada data lebih dari 1.000 pria berusia pertengahan, diiikuti dengan usia rata-rata 12 tahun, mengindikasikan bahwa orang-orang yang memiliki likopen tingkat tinggi dalam darah mereka, memiliki 55 persen kesempatan lebih rendah untuk mengalami stroke.
“Penelitian ini menambahkan bukti bahwa diet tinggi buah dan sayuran berhubungan dengan risiko stroke,” ujar penulis penelitian, Jouni Karppi, dari University of Eastern Finland, di Kuopio.
Di antara 258 pria yang memiliki likopen tingkat terendah dalam darah mereka, terdapat satu dari 10 pria yang mengalami stroke. Namun di antara 259 yang memiliki antioksidan dengan tingkat tertinggi, jumlah tersebut turun menjadi satu dari 25 orang.
Korelasi antara tingkat likopen dan risiko stroke lebih besar ketika para peneliti hanya memasukkan stroke yang diakibatkan oleh gumpalan darah, meninggalkan mereka yang disebabkan oleh pendarahan.
Para partisipan dengan tingkat tertinggi likopen memiliki 59 persen lebih rendah risiko stroke dari gumpalan darah dibandingkan pria yang memiliki antioksidan dengan tingkat terendah.
Jumlah keseluruhan, 67 dari pria mengalami stroke saat penelitian tersebut.
Para peneliti mengamati sejumlah antioksidan lainnya, seperti alpha-carotene, beta-carotene, alpha-tocopherol, yang membentuk vitamin E, dan vitamin A, atau retinol, namun tidak menemukan hubungan dengan risiko stroke.
Jumat, 13 April 2012
Sering Marah Bikin Rentan Sakit
Terkadang tak mudah bagi seseorang untuk menahan emosi. Akibatnya, marah-marah menjadi sebuah fenomena yang dianggap biasa untuk melampiaskan endapan emosi.
Namun, mulai kini belajarlah untuk mengontrol emosi Anda. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa luapan kemarahan dapat meningkatkan risiko jangka panjang dari berbagai penyakit, seperti serangan jantung dan stroke serta melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Para peneliti dari University of Granada Spanyol menanyakan 50 orang mengenai peristiwa di masa lalu, kesalahan yang mereka lakukan, dan penyesalan mereka.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS One menunjukkan bahwa orang yang masih berkubang dengan kenangan buruknya lebih mungkin untuk merasakan nyeri.
Menurut peneliti, suasana hati negatif mengganggu sirkulasi otak. Ketika kita kehilangan kendali, denyut jantung dan tekanan darah kita meningkat, serta aliran darah ke otot juga mengalami kenaikan yang membuat tubuh 'ancang-ancang' untuk berkelahi menghadapi keadaan yang membuat pikiran tegang.
Pada saat yang sama, kadar glukosa meningkat untuk memberikan energi bagi otot untuk beraksi dan memompa kelenjar adrenal mengeluarkan hormon adrenalin. Hal ini menyebabkan pembesaran pupil mata untuk menajamkan penglihatan dan memperluas kapasitas paru-paru sehingga dapat menghirup oksigen tambahan yang diperlukan.
Jantung dianggap menjadi bagian tubuh paling berisiko saat seseorang sering melampiaskan emosi negatifnya. Peneliti memperkirakan ada banyak bagian di sistem kardiovaskular yang menjadi rusak karena terlalu sering marah.
"Orang sering merasa sangat energik ketika mereka marah. Jantung mereka berdetak lebih cepat, penglihatan dan pendengaran mereka lebih tajam," papar psikolog Annie Hinchliff, dilansir melalui Dailymail.
Minggu, 01 April 2012
Satu Buah Apel Per Hari Bisa Mencegah Stroke
bahwa sebutir apel bisa menjauhkan kita dari dokter, barangkali sering Anda dengar. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Stroke: Journal of the American Heart Association merincinya lebih spesifik: sebutir apel perhari akan menjauhkan kita dari serangan stroke. Tak hanya apel, tapi seluruh buah berwarna daging terang.
Namun para peneliti Belanda mengatakan orang dengan asupan tinggi apel, pir, pisang, atau kembang kol dapat mengurangi risiko stroke sebesar 52 persen. Studi ini melibatkan lebih dari 20 ribu orang dewasa berusia di atas 10 tahun.
Kendati begitu, para ahli stroke mengatakan, tak perlu menunda makan buah dan sayuran dengan warna lainnya, hanya demi mencegah stroke.
Pada awal penelitian, peserta diminta mengisi kuesioner rinci tentang diet dan gaya hidup pada tahun sebelumnya. Dengan menggunakan informasi ini dan pelacakan kesehatan para peserta selama dekade berikutnya, para peneliti mampu memeriksa hubungan antara warna buah dan sayuran yang dikonsumsi dengan risiko stroke.
Studi tersebut menemukan bahwa peningkatan 25 gram (g) per hari konsumsi buah-buahan dan sayuran putih berkaitan dengan risiko terkena stroke yang 9 persen lebih rendah.
Dari buah putih dan sayuran yang dimakan oleh 20 ribu orang yang dilibatkan dalam penelitian ini, lebih dari separuhnya adalah apel dan pir. Sebuah apel rata-rata memiliki berat 120g.
Akan tetapi hubungan serupa tidak ditemukan antara kejadian stroke dan buah dan sayuran berwarna hijau (sayuran berdaun gelap, kubis, dan selada), oranye/kuning (kebanyakan buah-buahan jeruk), ataupun merah/ungu.
Linda Oude Griep, penulis utama studi tersebut, sekaligus seorang postdoctoral dalam bidang gizi di Wageningen University, Belanda, mengatakan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu mengapa daging putih (pada buah dan sayuran) itu penting.
"Sulit untuk mengatakan nutrisi apa yang berperan penting dalam buah-buahan dan sayuran putih. Kita tahu bahwa apel dan pir adalah buah yang tinggi serat, tapi mungkin ada penjelasan lain."
Ia mengatakan, temuan ini mungkin berguna mendorong orang agar mengkonsumsi sejumlah besar daging buah putih dan sayuran untuk mencegah stroke.
Ingin Jauh dari Stroke, Makanlah Coklat Secara Teratur
Apakah anda tergiur dengan cokelat batangan? Mungkin sering memakan cokelat, terutama cokelat hitam, bukanlah hal yang buruk. Menurut penelitian di Swedia yang diterbitkan di Journal of the American College of Cardiology, yang meneliti lebih dari 33 ribu perempuan, mereka yang lebih banyak memakan cokelat memiliki risiko terserang stroke yang semakin kecil.
Hasil penelitian itu menambah sederet bukti yang mengaitkan konsumsi cokelat dengan kesehatan jantung. Namun hal itu bukan berarti masyarakat bebas memakan cokelat.
"Mengingat rancangan observasi penelitian tersebut, penemuan pada penelitian ini tidak membuktikan bahwa cokelat lah yang menurunkan risiko serangan stroke," kata Susanna Larsson dari Institut Karolinska di Stockholm melalui surat elektronik kepada Reuters Health.
Meskipun Larsson percaya cokelat memiliki manfaat kesehatan, dia juga memperingatkan terlalu banyak makan cokelat dapat mengakibatkan kontraproduktif.
"Cokelat harus dikonsumsi secara teratur karena makanan itu juga mengandung kalori, lemak dan gula yang berjumlah banyak. Konsumsi cokelat gelap dapat lebih menguntungkan bagi kesehatan karena mengandung lebih banyak cokelat murni dan lebih sedikit gula daripada cokelat susu," tambah Larsson.
Larsson dan mitranya memperlihatkan data pemeriksaan mamografi yang memiliki laporan mengenai jumlah cokelat yang dimakan perempuan berumur antara 49 dan 83 tahun pada 1997. Pada periode berikutnya terdapat 1.549 penyakit stroke yang dialami kelompok tersebut.
Semakin banyak cokelat yang dimakan perempuan di dalam kelompok itu, maka semakin kecil risiko serangan stroke. Di antara para perempuan yang banyak mengkonsumsi cokelat per pekan --lebih dari 45 gram-- terbukti ada 2,5 serangan stroke dari 1.000 wanita.
Jumlahnya adalah 7,8 per 1.000 perempuan yang setidaknya memakan cokelat kurang dari 8,9 gram setiap pekannya. Sejumlah ilmuwan memperkirakan zat yang terkandung di dalam cokelat yang bernama 'flavonoid' atau lebih dikenal dengan 'flavanois' memberikan dampak positif bagi kesehatan.
Menurut Larsson, flavonoids dapat menurunkan tekanan darah tinggi --yang menjadi faktor penyebab stroke-- dan menyehatkan unsur lain darah yang terkait dengan kesehatan jantung. Namun apakah bukti teori tentang konsumsi cokelat memberikan keuntungan bagi kesehatan harus tetap dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.
Sekitar 800 ribu warga di Amerika Serikat menderita stroke setiap tahunnya, dengan sekitar enam orang dari penderita menemui ajal sementara yang lain menjadi lumpuh. Para dokter menyarankan warga yang berisiko terkena stroke untuk menjalani pemeriksaan tekanan darah, tidak merokok, melakukan olah raga dan konsumsi makanan sehat, namun hingga saat ini cokelat belum masuk dalam saran.
Selain untuk kesehatan jantung, cokelat juga dipercaya memberikan ketenangan bagi penggemarnya karena kandungan 'phenylethylamine' dalam cokelat dapat menghasilkan 'dopamine', yang menimbulkan perasaan senang dan ketenangan.
Namun bagi penggemar yang memiliki risiko penyakit ginjal diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi cokelat. Karena makanan tersebut dapat meningkatkan ekskresi 'oksalat' dan kalsium sebanyak tiga kali lipat. Kata cokelat berasal dari bahasa suku Aztec 'xocoatl' dan berkembang di kalangan suku Indian menjadi chocolat, yang berarti minuman berasa pahit.
Ini Dia, Makanan Anti-Stroke
Orang yang mengkonsumsi banyak makanan kaya akan magnesium seperti sayuran berdaun hijau, kacang, dan buncis memiliki risiko lebih rendah untuk terserang stroke, demikian hasil satu studi internasional atas sebanyak 250 ribu orang.
Meskipun demikian, para penulis studi itu, yang disiarkan di American Journal of Clinical Nutrition, tak sampai menyarankan orang agar setiap hari mengkonsumsi asupan magnesium sebab analisis mereka dipusatkan pada magnesium pada makanan. Mereka juga menduga ada aspek lain makanan yang mempengaruhi temuan mereka.
"Konsumsi makanan yang kaya akan magnesium berbanding terbalik dengan kaitan risiko stroke, terutama stroke iskemik," tulis pemimpin penulis studi tersebut Susanna Larsson, profesor di Karolinska Institute di Stockholm, Swedia. Stroke iskemik adalah jenis stroke paling umum yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak, seperti akibat penyumbatan pada pembuluh darah.
Hasil itu menyarankan orang mengonsumsi makanan sehat yang mengandung "magnesium seperti sayuran berdaun hijau, kacang, buncis dan padi-padian", ia menambahkan.
Larsson dan rekannya melakukan penelitian melalui penelusuran bank data selama 45 tahun belakangan guna menemukan studi yang melacak berapa jumlah magnesium yang dikonsumsi orang dan berapa banyak di antara mereka yang menderita stroke selama masa itu.
Dalam tujuh studi yang disiarkan selama 14 tahun belakangan, perkembangan sebanyak 250.000 orang di Amerika Serikat, Eropa dan Asia diikuti selama rata-rata 11,5 tahun. Sebanyak 6,500 di antara mereka, atau tiga persen, terserang stroke saat mereka mengikuti penelitian, demikian laporan Reuters.
Untuk setiap tambahan 100 miligram magnesium yang dikonsumsi seseorang setiap hari, risiko mereka terserang stroke iskemik --jenis yang paling umum, yang terutama disebabkan oleh pembekuan darah-- turun sebesar sembilan persen.
Langganan:
Postingan (Atom)



