# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about google services. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about google services. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2013

Google Sediakan Akses Internet Murah di Jakarta

Sebagai alternatif pengganti sinyal internet 3G yang kurang stabil, Google kini merilis sebuah layanan internet khusus untuk warga Jakarta.

Layanan berbasis WiFi itu adalah hasil kerjasama antara Google dan Indomog. Di mana keduanya coba menawarkan koneksi internet melalui sejumlah WiFi hotspot yang telah tersebar di sekitar Jakarta.

Untuk menikmati layanan itu, pengguna terlebih dahulu harus mengunduh aplikasi bernama Google WiFi Passport di Play Store. Piranti lunak ini khusus untuk perangkat Android 2.2 ke atas.

Setelah diinstal maka pengguna akan dimintai kode voucher yang bisa dibeli melalui Carefour, 7-eleven, Circle K, Hypermart, Ramayana dan outlet lainnya yang bekerjasama dengan Indomog.

Harga voucher untuk menikmati layanan tersebut diklaim cukup terjangkau. Contohnya, untuk akses internet selama 20 hari pengguna akan di-charge sebesar Rp 20 ribu. Sementara untuk 50 hari akan dikenakan biaya Rp 50 ribu.

Seperti yang tertulis pada situs Google, sayangnya layanan tersebut hanya tersedia untuk warga Jakarta. Dan itu pun masih terbatas pada akses WiFi tertentu yang sudah didaftarkan.
baca keseluruhan - Google Sediakan Akses Internet Murah di Jakarta

Minggu, 28 Juli 2013

Google+ Local Resmi Bakal Ditutup

Pengembangan yang dilakukan oleh Google terhadap produk-produk digitalnya, kembali memakan korban. Kali ini, sebuah aplikasi iOS bernama Google+ Local direncanakan akan segera ditutup layanannya. Kabarnya Google+ Local akan digabung dan diintegrasi dengan Google Maps versi terbaru.
Menurut kabar yang dirilis oleh Engadget, Google disebutkan akan segera menutup Google+ Local pada tanggal 7 Agustus mendatang. Meskipun akan segera ditutup dalam waktu dekat, tetapi anda nantinya akan tetap bisa menggunakan layanannya, berkat integrasinya dengan Google+ dan juga Google Maps versi iOS.
Google sendiri telah memberikan sebuah pernyataan resmi soal penutupan layanan ini. Namun di sisi lain, Google akan mengoptimalkan kinerja dari Google+ dan Google Maps untuk bisa menampung aktivitas digital para pengguna perangkat iOS.
baca keseluruhan - Google+ Local Resmi Bakal Ditutup

Kamis, 11 Juli 2013

Google Latitude Ditutup

Satu lagi layanan milik Google yang akan segera ditutup. Setelah sebelumnya, Google Reader tak diperpanjang usianya, kini giliran Latitude yang akan dimatikan.

Google Latitude merupakan layanan jejaring sosial berbasis lokasi, sedikit banyak mirip dengan Foursquare. Namun, Latitude mampu melihat posisi lokasi yang sudah berteman.

Seperti dikutip dari Cnet, Latitude akan ditutup pada tanggal 9 Agustus 2013 mendatang. Dan sejumlah pengguna yang mengunakan layanan ini sudah diberitahukan informasinya melalui email.

Tidak dijelaskan lebih jauh mengapa akhirnya Google Latitude ditutup oleh raksasa internet tersebut. Padahal dari segi jumlah pengguna tidak terlalu mengecewakan.

Google hanya menjelaskan bahwa setelah Latitude akan mati, maka semua anggota teman milik pengguna akan dihapus bersamaan dengan database lokasinya.

Selain itu, aplikasi pihak ketiga yang mendukung Google Latitude secara otomatis akan mengalami perubahan.
baca keseluruhan - Google Latitude Ditutup

Minggu, 30 Juni 2013

Google Reader Ditutup Esok, Sudahkan Anda Lakukan Migrasi?

Google Reader secara resmi esok akan tutup buku. Bagi Anda pengguna setia aplikasi reader ini, sudahkah menemukan penggantinya? Berikut yang harus Anda lakukan pasca penutupan Google Reader.
Unduh data
Google sediakan fitur unduh data di semua layanan yang mereka miliki. Terkait dengan penutupan Google Reader, ada baiknya Anda mengunduh data yang ada di aplikasi reader tersebut. Data yang ada nantinya akan berupa OPML (Outline Processor Markup Language). Lantas apa gunanya?
Data yang berupa berkas XML ini nantinya diperlukan untuk proses migrasi. Misalkan Anda memilih layanan reader dari AOL (AOL Reader). Untuk menggunakannya diperlukan berkas OPML. Nantinya berkas ini akan diunggah ke situs tersebut dan menyinkronisasi segala setting di Google Reader. Unduh berkas OPML di situs Google Takeout pada tautan berikut.
Migrasi
Kurang dari 24 jam Google Reader akan binasa. Anda setidaknya harus miliki layanan alternatif sebagai pengganti reader jempolan Google ini. Berikut layanan-layanan tersebut yang direkomendasikan netizen yang dilansir dari situs ReplaceReader.com.
List di atas tidak semuanya adalah berupa layanan dalam bentuk situs atauwebsite. Flipboard misalnya, adalah sebuah aplikasi reader yang lebih ke arahsocial megazine yang hadir di iOS dan Android.
Yang harus Anda ingat, unduh berkas OPML terlebih dahulu sebelum migrasi. Sebab, tidak semua layanan alternatif di atas miliki fitur sinkronisasi langsung via akun Google. Sebut saja AOL Reader.
Selamat jalan Google Reader.
baca keseluruhan - Google Reader Ditutup Esok, Sudahkan Anda Lakukan Migrasi?

Minggu, 26 Mei 2013

Dianggap Gagal, Google Buzz Resmi Ditutup


Ketika dunia internet tengah dilanda oleh demam situs-situs media sosial, Google pun mencoba untuk ikut meramaikan trend tersebut dan ikut bergabung di dalam persaingan dengan meluncurkan Google Buzz. Namun sayangnya, produk tersebut mengalami kegagalan total yang pada akhirnya memaksa Google untuk menutup layanan Buzz.
Hal ini terungkap lewat sebuah email yang dikirim oleh Google kepada para pemilik akun Buzz pada Sabtu, 25 Mei yang lalu. Lewat email tersebut, Google mengumumkan bahwa mereka akan memindahkan seluruh data Buzz ke dalam Google Drive. Menurut kabar yang dirilis The Verge, Google akan memulai memindah-mindahkan data Buzz pada 17 Juli 2013 mendatang.
Lewat situs resminya, Google juga menjelaskan bahwa Jerukers tidak akan bisa lagi melakukan status updateatau mem-posting tulisan-tulisan baru di Buzz. Namun, Google menegaskan bahwa kita masih bisa mengakses konten di Google Profile, Google Takeout, dan Google Dashboard.
Google Buzz pada dasarnya adalah sebuah situs jejaring sosial yang memiliki banyak fasilitas untuk berbagi informasi dan telah terintegrasi dengan beberapa situs-situs media sharing lainnya, seperti Picasa, Flickr, FriendFeed, dan YouTube. Banyak yang mengatakan bahwa Buzz adalah bentuk dari ambisi Google untuk menyaingi popularitas Twitter yang saat itu tengah meningkat.
Dirilis pertama kali pada 9 Februari 2010, Buzz justru telah mendapatkan cap “Discontinued” pada 15 Desember 2011 dan pada akhirnya ditutup secara resmi oleh Google.
baca keseluruhan - Dianggap Gagal, Google Buzz Resmi Ditutup

Kamis, 14 Maret 2013

Google Tutup 7 Layanannya Hingga September 2013

Tak sekadar Google Reader, Google setidaknya akan menutup 7 layanan mereka hingga bulan September 2013. Berikut diantaranya yang dinukil dari Google Blog.

1. GUI Builder dan 5 UiApp widgets untuk AppsScript (16 September)
Akan lebih fokus ke layanan HTML dan sisa layanan lainnya tidak berpengaruh. Untuk informasi lebih detail sila kunjungi Blog Pengembang Google Apps di sini.

2. CalDAV API (16 September)
Masih akan tersedia bagi whitelisted developers dan ditutup untuk pengembang lain pada 16 September nanti.

3. Google Building Maker (1 June)
Digunakan untuk membuat model bangunan tiga dimensi untuk Google Earth dan Maps. Namun pengguna masih bisa mengakses dan ekspor modelnya di 3D Warehouse.

4. Google Cloud Connect (30 April)
Membantu pengguna terhubung di ‘awan’ ketika menyimpan berkas Microsoft Office dari PC Windows di Google Drive.

5. Google Voice App untuk Blackberry (minggu depan)
Pengguna Blackberry yang ingin terus menggunakan Google Voice bisa temukan app HTML5 yang lebih aman, mudah, up to date, dan kompatibel dengan Blackberry 6 keatas.

6. Search API for Shopping (16 September)
Memungkinkan pengembang membuat aplikasi belanja berdasarkan data dari Google Search Product.

7. Snapseed Desktop untuk Macintosh dan Windows (hari ini)
Pengguna tetap bisa mengunduh namun tak akan lagi mendapat pemutakhiran. Namun Google akan tetap menawarkan aplikasi mobile di iOS dan Android secara gratis.

Bukan kali ini saja Google lakukan bersih-bersih layanannya. Secara berkala, Google mengevaluasi produknya dan lakukan kebijakan menghapus layanan yang ‘tidak sesuai’ dengan kriteria mereka.
baca keseluruhan - Google Tutup 7 Layanannya Hingga September 2013

Senin, 06 Agustus 2012

Lagi, Google Matikan 3 Layanan

Google kembali menghentikan sejumlah produknya yang dinilai sudah tak lagi berguna. Kali ini, ada 3 produk yang dimatikan.

Produk pertama adalah Google Apps for Teams. Layanan ini didirikan pada tahun 2008 yang memungkinkan pelaku bisnis atau sekolah untuk berkolaborasi memakai tool dari Google tanpa harus mendaftar dulu di alamat email Google.

Menurut perusahaan internet ini, produk tersebut tak lagi berguna. Sebagai gantinya, Google bakal mengkonversikan akun Apps for Teams ke dalam akun personal Google mulai 4 September nanti.

Lantas produk kedua yang dihentikan adalah aplikasi Listen. Penghentian produk yang memungkinkan pengguna menemukan berbagai podcast ini dipicu karena kelahiran toko aplikasi Google Play.

"Dengan Google Play, kini orang-orang memiliki akses ke aplikasi podcast yang lebih bervariasi, jadi kami menghentikan Listen," tulis Google dalam blog resminya.

Bagi yang sudah menginstal aplikasi tersebut, Google mengatakan bahwa mereka masih bisa memakainya namun ditegaskan bahwa setelah 1 November, pencarian podcast sudah tak lagi berfungsi.

Dan terakhir, produk yang distop adalah Google Video for Business, produk video hosting & sharing solution, demikian dikutip dari PCMag.

Aksi bersih-bersih semacam ini telah cukup lama dilakukan perusahaan raksasa tersebut. Dalam blognya, Google mengatakan telah membuat perubahan pada sekitar 50 produk, fitur dan layanannya, baik itu digabungkan atau dihentikan.

Adapun produk-produk lain yang sudah lebih dulu tamat riwayatnya antara lain Flip, Google Buzz, Boutiques.com, Wave, Knol, dan masih banyak lagi.
baca keseluruhan - Lagi, Google Matikan 3 Layanan

Selasa, 17 Juli 2012

Google Matikan iGoogle

Bukan kali pertama Google mematikan sejumlah produknya. Kali ini, ada 5 produk lagi yang dihentikan kelanjutannya oleh raksasa internet tersebut.

"Teknologi menciptakan peluang luar bisa untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Namun untuk memaksimalkannya, kami harus fokus, jika tidak kami harus berakhir dengan melakukan terlalu banyak dan tidak memiliki dampak dari yang kami perjuangkan," ujar Google dalam blognya.

Adapun produk-produk yang dihentikan salah satunya adalah iGoogle. iGoogle adalah home page untuk web yang bisa dikustomisasi.

Dirilis pada tahun 2005, produk tersebut merupakan kombinasi RSS reader dan widget platform, demikian seperti dikutip dari Cnet.

Dengan hadirnya aplikasi modern yang berjalan di atas platform seperti Chrome dan Android, kehadiran iGoogle sudah tidak dibutuhkan lagi. Penggunapun diberikan waktu 16 bulan untuk mengatur dan mengeskpor datanya.

Selain iGoogle, masih ada 4 produk lagi yang dihentikan di mana beberapa di antaranya gaungnya memang tidak santer terdengar. Apa saja?




Google Video

Google video telah menghentikan penguploadan di layanan ini sejak Mei 2009. Pengguna produk tersebut diberi kesempatan untuk migrasi, menghapus atau mendownload kontennya ke YouTube hingga 20 Agustus.

Sedangkan untuk video yang masih tersisa, Google akan memindahkan konten-konten tersebut ke situs YouTube sebagai video private.


Google Talk Chatback

Produk ini memungkinkan website untuk mengembed widget Google Talk. Google kini telah mematikan Chatback dan menyarankan pemakaian Meebo bar untuk fungsi yang sama.

Sebagai aplikasi messaging untuk browser, Meebo telah diakuisisi Google pada bulan lalu. Untuk start up yang berusia 7 tahun ini Google menggelontorkan uang sekitar USD 100 juta.

Symbian Search App

Produk lain yang menjadi 'korban' bersih-bersih Google pada musim panas tahun ini adalah Symbian Search App. "Kami merekomendasikan Anda untuk pergi ke situs www.google.com dan membuatnya sebagai home page," demikian ujar perusahaan tersebut.



Google Mini


Google Mini sebenarnya menjadi bagian penting dalam penawaran Enterprise Search sejak dikenalkan pada tahun 2005. Namun mulai akhir bulan Juli ini, Google memutuskan untuk mengakhiri perjalanan produk tersebut karena dikatakan fungsinya kalah baik dibandingkan dengan apa yang disediakan produk lain seperti Google Search Appliance dan Google Site Search.
baca keseluruhan - Google Matikan iGoogle

Jumat, 13 April 2012

Layanan Baru Google Bisa Intip Aktivitas Online

Google merilis tool baru yang memungkinkan Anda mengetahui aktivitas sehari-hari menggunakan layanan Google. Tool bernama Account Activity ini bisa juga mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Seperti dikutip dari blog resmi Google, pengguna bisa menerima report mengenai aktivitasnya menggunakan layanan Google per bulannya melalui email.

Dalam laporan setiap bulan, Account Activity akan memberikan informasi berupa seberapa banyak email yang dikirim dan diterima per bulannya, history web, ke mana saja mereka berselancar di web, browser yang digunakan dan informasi pada akun yang berhubungan dengan alamat email pengguna.

Disebutkan Google, tool ini akan memberikan banyak informasi mengenai penggunaan sebuah akun layanan Google. Lebih jauh lagi, pengguna juga bisa mengetahui jika ada orang lain yang berupaya mengakses akun mereka.

"Contohnya, jika Anda menemukan notifikasi sign-in dari negara bukan tempat tinggal Anda, atau perangkat lain, Anda bisa waspada dan segera mengganti password," tulis Andreas Turek selaku Product Manager Google.

Mereka yang ingin menggunakan layanan ini bisa mengunjungi tautan ke Account Activity dan mendaftar untuk mendapatkan report aktivitas online mereka.




baca keseluruhan - Layanan Baru Google Bisa Intip Aktivitas Online

Selasa, 13 Desember 2011

10 Layanan Google yang 'Layu Sebelum Berkembang'

Google boleh dianggap sebagai rajanya situs pencarian. Sistem iklan AdSense dan AdWords-nya pun sangat sukses di dunia iklan online.

Produk Google lainnya yang menikmati 'angin surga' termasuk Gmail, Google Talk dan Google Maps. Ada juga hasil akuisisi yang sukses dimanfaatkan Google, ini termasuk situs berbagi video YouTube, mesin penerbit konten Blogger dan sistem operasi mobile Android.

Namun di balik itu semua, tak sedikit produk Google yang gagal. Kemudian, produk-produk itu dimatikan atau dialihkan menjadi bagian dari produk lainnya.

Berikut adalah 10 di antaranya:


Google Wave :

Sempat disebut-sebut sebagai teknologi yang akan 'menggantikan email', pengembangan Google Wave akhirnya dihentikan. Kematian Wave konon disebabkan penggunaannya yang terlalu rumit.

- Google Notebook :

Layanan ini memungkinkan pengguna mencatat sesuatu sambil merambah halaman web. Namun penggunanya yang sedikit membuat layanan ini sekarang bagai hidup segan mati tak mau.

- Google Answers :

Diawali sebagai sebuah layanan berbayar, Google Answers lama kelamaan dihadirkan juga dalam versi gratis. Pada akhirnya, layanan ini gagal bersaing dengan Yahoo! Answers.

- Google Video :

Sebelum YouTube, Google sempat punya layanan sendiri bernama Google Video. Setelah membeli YouTube, Google pada akhirnya memilih untuk mempertahankan YouTube dan memenggal 'anak'-nya sendiri.

- Google Print Ads :

Dengan maksud berbaik hati pada media cetak, Google sempat membuka layanan semacam AdSense bagi koran cetak. Tentunya, layanan ini lalu gagal.

- Google Mashup Editor :

Sebuah layanan bagi pengembang untuk uji coba aplikasi ini akhirnya digantikan oleh layanan lain dari Google bernama App Engine.

- Search Mash :

Situs yang bahkan nyaris tak dikenal ini konon merupakan salah satu tempat Google mencoba fitur atau teknologi pencarian barunya. Sekarang situs ini sudah 'bernasib seperti dinosaurus'.

- Jaiku :

Sebenarnya, Twitter versi Google ini belum benar-benar mati. Meski masih bisa diakses, Jaiku sudah tak mendapat dukungan resmi Google dan hanya dijalankan oleh sukarelawan.

- Dodgeball :

Layanan berbasis lokasi ini seharusnya bisa bersaing dengan FourSquare atau Gowalla. Namun kini ia sudah dimatikan dan diganti dengan Google Lattitude.

- Lively :

Ini adalah salah satu eksperimen Google dalam situs jejaring sosial. Calon 'pembunuh Facebook' ini akhirnya malah mati sendiri.
baca keseluruhan - 10 Layanan Google yang 'Layu Sebelum Berkembang'

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense