Tampilkan postingan dengan label about google services. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about google services. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Oktober 2013
Google Sediakan Akses Internet Murah di Jakarta
Minggu, 28 Juli 2013
Google+ Local Resmi Bakal Ditutup
Kamis, 11 Juli 2013
Google Latitude Ditutup
Minggu, 30 Juni 2013
Google Reader Ditutup Esok, Sudahkan Anda Lakukan Migrasi?
![]() |
Google Reader secara resmi esok akan tutup buku. Bagi Anda pengguna setia aplikasi reader ini, sudahkah menemukan penggantinya? Berikut yang harus Anda lakukan pasca penutupan Google Reader.
Unduh data
Google sediakan fitur unduh data di semua layanan yang mereka miliki. Terkait dengan penutupan Google Reader, ada baiknya Anda mengunduh data yang ada di aplikasi reader tersebut. Data yang ada nantinya akan berupa OPML (Outline Processor Markup Language). Lantas apa gunanya?
Data yang berupa berkas XML ini nantinya diperlukan untuk proses migrasi. Misalkan Anda memilih layanan reader dari AOL (AOL Reader). Untuk menggunakannya diperlukan berkas OPML. Nantinya berkas ini akan diunggah ke situs tersebut dan menyinkronisasi segala setting di Google Reader. Unduh berkas OPML di situs Google Takeout pada tautan berikut.
Migrasi
Kurang dari 24 jam Google Reader akan binasa. Anda setidaknya harus miliki layanan alternatif sebagai pengganti reader jempolan Google ini. Berikut layanan-layanan tersebut yang direkomendasikan netizen yang dilansir dari situs ReplaceReader.com.
List di atas tidak semuanya adalah berupa layanan dalam bentuk situs atauwebsite. Flipboard misalnya, adalah sebuah aplikasi reader yang lebih ke arahsocial megazine yang hadir di iOS dan Android.
Yang harus Anda ingat, unduh berkas OPML terlebih dahulu sebelum migrasi. Sebab, tidak semua layanan alternatif di atas miliki fitur sinkronisasi langsung via akun Google. Sebut saja AOL Reader.
Selamat jalan Google Reader.
|
Minggu, 26 Mei 2013
Dianggap Gagal, Google Buzz Resmi Ditutup
![]() |
Ketika dunia internet tengah dilanda oleh demam situs-situs media sosial, Google pun mencoba untuk ikut meramaikan trend tersebut dan ikut bergabung di dalam persaingan dengan meluncurkan Google Buzz. Namun sayangnya, produk tersebut mengalami kegagalan total yang pada akhirnya memaksa Google untuk menutup layanan Buzz.
Hal ini terungkap lewat sebuah email yang dikirim oleh Google kepada para pemilik akun Buzz pada Sabtu, 25 Mei yang lalu. Lewat email tersebut, Google mengumumkan bahwa mereka akan memindahkan seluruh data Buzz ke dalam Google Drive. Menurut kabar yang dirilis The Verge, Google akan memulai memindah-mindahkan data Buzz pada 17 Juli 2013 mendatang.
Lewat situs resminya, Google juga menjelaskan bahwa Jerukers tidak akan bisa lagi melakukan status updateatau mem-posting tulisan-tulisan baru di Buzz. Namun, Google menegaskan bahwa kita masih bisa mengakses konten di Google Profile, Google Takeout, dan Google Dashboard.
Google Buzz pada dasarnya adalah sebuah situs jejaring sosial yang memiliki banyak fasilitas untuk berbagi informasi dan telah terintegrasi dengan beberapa situs-situs media sharing lainnya, seperti Picasa, Flickr, FriendFeed, dan YouTube. Banyak yang mengatakan bahwa Buzz adalah bentuk dari ambisi Google untuk menyaingi popularitas Twitter yang saat itu tengah meningkat.
Dirilis pertama kali pada 9 Februari 2010, Buzz justru telah mendapatkan cap “Discontinued” pada 15 Desember 2011 dan pada akhirnya ditutup secara resmi oleh Google.
|
Kamis, 14 Maret 2013
Google Tutup 7 Layanannya Hingga September 2013
Tak sekadar Google Reader, Google setidaknya akan menutup 7 layanan mereka hingga bulan September 2013. Berikut diantaranya yang dinukil dari Google Blog.
1. GUI Builder dan 5 UiApp widgets untuk AppsScript (16 September)
Akan lebih fokus ke layanan HTML dan sisa layanan lainnya tidak berpengaruh. Untuk informasi lebih detail sila kunjungi Blog Pengembang Google Apps di sini.
2. CalDAV API (16 September)
Masih akan tersedia bagi whitelisted developers dan ditutup untuk pengembang lain pada 16 September nanti.
3. Google Building Maker (1 June)
Digunakan untuk membuat model bangunan tiga dimensi untuk Google Earth dan Maps. Namun pengguna masih bisa mengakses dan ekspor modelnya di 3D Warehouse.
4. Google Cloud Connect (30 April)
Membantu pengguna terhubung di ‘awan’ ketika menyimpan berkas Microsoft Office dari PC Windows di Google Drive.
5. Google Voice App untuk Blackberry (minggu depan)
Pengguna Blackberry yang ingin terus menggunakan Google Voice bisa temukan app HTML5 yang lebih aman, mudah, up to date, dan kompatibel dengan Blackberry 6 keatas.
6. Search API for Shopping (16 September)
Memungkinkan pengembang membuat aplikasi belanja berdasarkan data dari Google Search Product.
7. Snapseed Desktop untuk Macintosh dan Windows (hari ini)
Pengguna tetap bisa mengunduh namun tak akan lagi mendapat pemutakhiran. Namun Google akan tetap menawarkan aplikasi mobile di iOS dan Android secara gratis.
Bukan kali ini saja Google lakukan bersih-bersih layanannya. Secara berkala, Google mengevaluasi produknya dan lakukan kebijakan menghapus layanan yang ‘tidak sesuai’ dengan kriteria mereka.
Senin, 06 Agustus 2012
Lagi, Google Matikan 3 Layanan
Google kembali menghentikan sejumlah produknya yang dinilai sudah tak lagi berguna. Kali ini, ada 3 produk yang dimatikan.
Produk pertama adalah Google Apps for Teams. Layanan ini didirikan pada tahun 2008 yang memungkinkan pelaku bisnis atau sekolah untuk berkolaborasi memakai tool dari Google tanpa harus mendaftar dulu di alamat email Google.
Menurut perusahaan internet ini, produk tersebut tak lagi berguna. Sebagai gantinya, Google bakal mengkonversikan akun Apps for Teams ke dalam akun personal Google mulai 4 September nanti.
Lantas produk kedua yang dihentikan adalah aplikasi Listen. Penghentian produk yang memungkinkan pengguna menemukan berbagai podcast ini dipicu karena kelahiran toko aplikasi Google Play.
"Dengan Google Play, kini orang-orang memiliki akses ke aplikasi podcast yang lebih bervariasi, jadi kami menghentikan Listen," tulis Google dalam blog resminya.
Bagi yang sudah menginstal aplikasi tersebut, Google mengatakan bahwa mereka masih bisa memakainya namun ditegaskan bahwa setelah 1 November, pencarian podcast sudah tak lagi berfungsi.
Dan terakhir, produk yang distop adalah Google Video for Business, produk video hosting & sharing solution, demikian dikutip dari PCMag.
Aksi bersih-bersih semacam ini telah cukup lama dilakukan perusahaan raksasa tersebut. Dalam blognya, Google mengatakan telah membuat perubahan pada sekitar 50 produk, fitur dan layanannya, baik itu digabungkan atau dihentikan.
Adapun produk-produk lain yang sudah lebih dulu tamat riwayatnya antara lain Flip, Google Buzz, Boutiques.com, Wave, Knol, dan masih banyak lagi.
Produk pertama adalah Google Apps for Teams. Layanan ini didirikan pada tahun 2008 yang memungkinkan pelaku bisnis atau sekolah untuk berkolaborasi memakai tool dari Google tanpa harus mendaftar dulu di alamat email Google.
Menurut perusahaan internet ini, produk tersebut tak lagi berguna. Sebagai gantinya, Google bakal mengkonversikan akun Apps for Teams ke dalam akun personal Google mulai 4 September nanti.
Lantas produk kedua yang dihentikan adalah aplikasi Listen. Penghentian produk yang memungkinkan pengguna menemukan berbagai podcast ini dipicu karena kelahiran toko aplikasi Google Play.
"Dengan Google Play, kini orang-orang memiliki akses ke aplikasi podcast yang lebih bervariasi, jadi kami menghentikan Listen," tulis Google dalam blog resminya.
Bagi yang sudah menginstal aplikasi tersebut, Google mengatakan bahwa mereka masih bisa memakainya namun ditegaskan bahwa setelah 1 November, pencarian podcast sudah tak lagi berfungsi.
Dan terakhir, produk yang distop adalah Google Video for Business, produk video hosting & sharing solution, demikian dikutip dari PCMag.
Aksi bersih-bersih semacam ini telah cukup lama dilakukan perusahaan raksasa tersebut. Dalam blognya, Google mengatakan telah membuat perubahan pada sekitar 50 produk, fitur dan layanannya, baik itu digabungkan atau dihentikan.
Adapun produk-produk lain yang sudah lebih dulu tamat riwayatnya antara lain Flip, Google Buzz, Boutiques.com, Wave, Knol, dan masih banyak lagi.
Selasa, 17 Juli 2012
Google Matikan iGoogle
Bukan kali pertama Google mematikan sejumlah produknya. Kali ini, ada 5 produk lagi yang dihentikan kelanjutannya oleh raksasa internet tersebut.
"Teknologi menciptakan peluang luar bisa untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Namun untuk memaksimalkannya, kami harus fokus, jika tidak kami harus berakhir dengan melakukan terlalu banyak dan tidak memiliki dampak dari yang kami perjuangkan," ujar Google dalam blognya.
Adapun produk-produk yang dihentikan salah satunya adalah iGoogle. iGoogle adalah home page untuk web yang bisa dikustomisasi.
Dirilis pada tahun 2005, produk tersebut merupakan kombinasi RSS reader dan widget platform, demikian seperti dikutip dari Cnet.
Dengan hadirnya aplikasi modern yang berjalan di atas platform seperti Chrome dan Android, kehadiran iGoogle sudah tidak dibutuhkan lagi. Penggunapun diberikan waktu 16 bulan untuk mengatur dan mengeskpor datanya.
Selain iGoogle, masih ada 4 produk lagi yang dihentikan di mana beberapa di antaranya gaungnya memang tidak santer terdengar. Apa saja?
"Teknologi menciptakan peluang luar bisa untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Namun untuk memaksimalkannya, kami harus fokus, jika tidak kami harus berakhir dengan melakukan terlalu banyak dan tidak memiliki dampak dari yang kami perjuangkan," ujar Google dalam blognya.
Adapun produk-produk yang dihentikan salah satunya adalah iGoogle. iGoogle adalah home page untuk web yang bisa dikustomisasi.
Dirilis pada tahun 2005, produk tersebut merupakan kombinasi RSS reader dan widget platform, demikian seperti dikutip dari Cnet.
Dengan hadirnya aplikasi modern yang berjalan di atas platform seperti Chrome dan Android, kehadiran iGoogle sudah tidak dibutuhkan lagi. Penggunapun diberikan waktu 16 bulan untuk mengatur dan mengeskpor datanya.
Selain iGoogle, masih ada 4 produk lagi yang dihentikan di mana beberapa di antaranya gaungnya memang tidak santer terdengar. Apa saja?
Google Video
Google video telah menghentikan penguploadan di layanan ini sejak Mei 2009. Pengguna produk tersebut diberi kesempatan untuk migrasi, menghapus atau mendownload kontennya ke YouTube hingga 20 Agustus.
Sedangkan untuk video yang masih tersisa, Google akan memindahkan konten-konten tersebut ke situs YouTube sebagai video private.
Sedangkan untuk video yang masih tersisa, Google akan memindahkan konten-konten tersebut ke situs YouTube sebagai video private.
Google Talk Chatback
Produk ini memungkinkan website untuk mengembed widget Google Talk. Google kini telah mematikan Chatback dan menyarankan pemakaian Meebo bar untuk fungsi yang sama.
Sebagai aplikasi messaging untuk browser, Meebo telah diakuisisi Google pada bulan lalu. Untuk start up yang berusia 7 tahun ini Google menggelontorkan uang sekitar USD 100 juta.
Sebagai aplikasi messaging untuk browser, Meebo telah diakuisisi Google pada bulan lalu. Untuk start up yang berusia 7 tahun ini Google menggelontorkan uang sekitar USD 100 juta.
Symbian Search App
Produk lain yang menjadi 'korban' bersih-bersih Google pada musim panas tahun ini adalah Symbian Search App. "Kami merekomendasikan Anda untuk pergi ke situs www.google.com dan membuatnya sebagai home page," demikian ujar perusahaan tersebut.
Google Mini
Google Mini sebenarnya menjadi bagian penting dalam penawaran Enterprise Search sejak dikenalkan pada tahun 2005. Namun mulai akhir bulan Juli ini, Google memutuskan untuk mengakhiri perjalanan produk tersebut karena dikatakan fungsinya kalah baik dibandingkan dengan apa yang disediakan produk lain seperti Google Search Appliance dan Google Site Search.
Jumat, 13 April 2012
Layanan Baru Google Bisa Intip Aktivitas Online
Google merilis tool baru yang memungkinkan Anda mengetahui aktivitas sehari-hari menggunakan layanan Google. Tool bernama Account Activity ini bisa juga mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Seperti dikutip dari blog resmi Google, pengguna bisa menerima report mengenai aktivitasnya menggunakan layanan Google per bulannya melalui email.
Dalam laporan setiap bulan, Account Activity akan memberikan informasi berupa seberapa banyak email yang dikirim dan diterima per bulannya, history web, ke mana saja mereka berselancar di web, browser yang digunakan dan informasi pada akun yang berhubungan dengan alamat email pengguna.
Disebutkan Google, tool ini akan memberikan banyak informasi mengenai penggunaan sebuah akun layanan Google. Lebih jauh lagi, pengguna juga bisa mengetahui jika ada orang lain yang berupaya mengakses akun mereka.
"Contohnya, jika Anda menemukan notifikasi sign-in dari negara bukan tempat tinggal Anda, atau perangkat lain, Anda bisa waspada dan segera mengganti password," tulis Andreas Turek selaku Product Manager Google.
Mereka yang ingin menggunakan layanan ini bisa mengunjungi tautan ke Account Activity dan mendaftar untuk mendapatkan report aktivitas online mereka.
Seperti dikutip dari blog resmi Google, pengguna bisa menerima report mengenai aktivitasnya menggunakan layanan Google per bulannya melalui email.
Dalam laporan setiap bulan, Account Activity akan memberikan informasi berupa seberapa banyak email yang dikirim dan diterima per bulannya, history web, ke mana saja mereka berselancar di web, browser yang digunakan dan informasi pada akun yang berhubungan dengan alamat email pengguna.
Disebutkan Google, tool ini akan memberikan banyak informasi mengenai penggunaan sebuah akun layanan Google. Lebih jauh lagi, pengguna juga bisa mengetahui jika ada orang lain yang berupaya mengakses akun mereka.
"Contohnya, jika Anda menemukan notifikasi sign-in dari negara bukan tempat tinggal Anda, atau perangkat lain, Anda bisa waspada dan segera mengganti password," tulis Andreas Turek selaku Product Manager Google.
Mereka yang ingin menggunakan layanan ini bisa mengunjungi tautan ke Account Activity dan mendaftar untuk mendapatkan report aktivitas online mereka.
Selasa, 13 Desember 2011
10 Layanan Google yang 'Layu Sebelum Berkembang'
Google boleh dianggap sebagai rajanya situs pencarian. Sistem iklan AdSense dan AdWords-nya pun sangat sukses di dunia iklan online.
Produk Google lainnya yang menikmati 'angin surga' termasuk Gmail, Google Talk dan Google Maps. Ada juga hasil akuisisi yang sukses dimanfaatkan Google, ini termasuk situs berbagi video YouTube, mesin penerbit konten Blogger dan sistem operasi mobile Android.
Namun di balik itu semua, tak sedikit produk Google yang gagal. Kemudian, produk-produk itu dimatikan atau dialihkan menjadi bagian dari produk lainnya.
Berikut adalah 10 di antaranya:
- Google Wave :
Sempat disebut-sebut sebagai teknologi yang akan 'menggantikan email', pengembangan Google Wave akhirnya dihentikan. Kematian Wave konon disebabkan penggunaannya yang terlalu rumit.
- Google Notebook :
Layanan ini memungkinkan pengguna mencatat sesuatu sambil merambah halaman web. Namun penggunanya yang sedikit membuat layanan ini sekarang bagai hidup segan mati tak mau.
- Google Answers :
Diawali sebagai sebuah layanan berbayar, Google Answers lama kelamaan dihadirkan juga dalam versi gratis. Pada akhirnya, layanan ini gagal bersaing dengan Yahoo! Answers.
- Google Video :
Sebelum YouTube, Google sempat punya layanan sendiri bernama Google Video. Setelah membeli YouTube, Google pada akhirnya memilih untuk mempertahankan YouTube dan memenggal 'anak'-nya sendiri.
- Google Print Ads :
Dengan maksud berbaik hati pada media cetak, Google sempat membuka layanan semacam AdSense bagi koran cetak. Tentunya, layanan ini lalu gagal.
- Google Mashup Editor :
Sebuah layanan bagi pengembang untuk uji coba aplikasi ini akhirnya digantikan oleh layanan lain dari Google bernama App Engine.
- Search Mash :
Situs yang bahkan nyaris tak dikenal ini konon merupakan salah satu tempat Google mencoba fitur atau teknologi pencarian barunya. Sekarang situs ini sudah 'bernasib seperti dinosaurus'.
- Jaiku :
Sebenarnya, Twitter versi Google ini belum benar-benar mati. Meski masih bisa diakses, Jaiku sudah tak mendapat dukungan resmi Google dan hanya dijalankan oleh sukarelawan.
- Dodgeball :
Layanan berbasis lokasi ini seharusnya bisa bersaing dengan FourSquare atau Gowalla. Namun kini ia sudah dimatikan dan diganti dengan Google Lattitude.
- Lively :
Ini adalah salah satu eksperimen Google dalam situs jejaring sosial. Calon 'pembunuh Facebook' ini akhirnya malah mati sendiri.
Produk Google lainnya yang menikmati 'angin surga' termasuk Gmail, Google Talk dan Google Maps. Ada juga hasil akuisisi yang sukses dimanfaatkan Google, ini termasuk situs berbagi video YouTube, mesin penerbit konten Blogger dan sistem operasi mobile Android.
Namun di balik itu semua, tak sedikit produk Google yang gagal. Kemudian, produk-produk itu dimatikan atau dialihkan menjadi bagian dari produk lainnya.
Berikut adalah 10 di antaranya:
- Google Wave :
Sempat disebut-sebut sebagai teknologi yang akan 'menggantikan email', pengembangan Google Wave akhirnya dihentikan. Kematian Wave konon disebabkan penggunaannya yang terlalu rumit.
- Google Notebook :
Layanan ini memungkinkan pengguna mencatat sesuatu sambil merambah halaman web. Namun penggunanya yang sedikit membuat layanan ini sekarang bagai hidup segan mati tak mau.
- Google Answers :
Diawali sebagai sebuah layanan berbayar, Google Answers lama kelamaan dihadirkan juga dalam versi gratis. Pada akhirnya, layanan ini gagal bersaing dengan Yahoo! Answers.
- Google Video :
Sebelum YouTube, Google sempat punya layanan sendiri bernama Google Video. Setelah membeli YouTube, Google pada akhirnya memilih untuk mempertahankan YouTube dan memenggal 'anak'-nya sendiri.
- Google Print Ads :
Dengan maksud berbaik hati pada media cetak, Google sempat membuka layanan semacam AdSense bagi koran cetak. Tentunya, layanan ini lalu gagal.
- Google Mashup Editor :
Sebuah layanan bagi pengembang untuk uji coba aplikasi ini akhirnya digantikan oleh layanan lain dari Google bernama App Engine.
- Search Mash :
Situs yang bahkan nyaris tak dikenal ini konon merupakan salah satu tempat Google mencoba fitur atau teknologi pencarian barunya. Sekarang situs ini sudah 'bernasib seperti dinosaurus'.
- Jaiku :
Sebenarnya, Twitter versi Google ini belum benar-benar mati. Meski masih bisa diakses, Jaiku sudah tak mendapat dukungan resmi Google dan hanya dijalankan oleh sukarelawan.
- Dodgeball :
Layanan berbasis lokasi ini seharusnya bisa bersaing dengan FourSquare atau Gowalla. Namun kini ia sudah dimatikan dan diganti dengan Google Lattitude.
- Lively :
Ini adalah salah satu eksperimen Google dalam situs jejaring sosial. Calon 'pembunuh Facebook' ini akhirnya malah mati sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)















