# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about facebook security. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about facebook security. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2021

500 Juta Nomor Telepon Pengguna Facebook Dijual di Telegram

Hacker menjual database berisi nomor telepon milik ratusan juta pengguna Facebook menggunakan bot Telegram. Data tersebut dijual dengan harga USD 20 per nomor telepon.

 

Peneliti keamanan yang menemukan celah ini, Alon Gal, mengatakan hacker yang mengoperasikan bot tersebut mengklaim memiliki informasi dari 533 juta pengguna Facebook di 19 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Australia.

 

Data tersebut rupanya diambil lewat celah keamanan Facebook yang telah ditambal pada tahun 2019.

 

"Sangat mengkhawatirkan melihat database seukuran itu dijual di komunitas kejahatan siber, ini sangat membahayakan privasi kita dan tentunya akan digunakan untuk smishing (SMS phishing) dan aktivitas jahat lainnya," kata Gal, seperti dikutip dari Motherboard, Selasa (26/1/2021).

 

 

Hacker ini menggunakan bot Telegram untuk memudahkan orang yang ingin membeli data. 

 

Bot ini bisa menemukan nomor telepon pengguna Facebook jika 'calon pembeli' sudah memiliki ID penggunanya, dan jika calon pembeli sudah memiliki nomor telepon pengguna, bot tersebut bisa mencari ID Facebook-nya.

Awalnya informasi dari bot ini disamarkan, dan pengguna harus membeli kredit untuk melihat nomor telepon atau ID Facebook secara lengkap. 

 

Satu kredit dipatok dengan harga mulai USD 20, dan 1.000 kredit dijual dengan harga USD 5.000.

 

Berdasarkan screenshot yang diunggah Gal, bot ini setidaknya sudah beroperasi sejak 12 Januari 2021, tapi data Facebook yang dijual berasal dari tahun 2019. 

 

Meski sudah cukup lawas, penjualan data ini tetap menghadirkan risiko privasi dan keamanan siber karena kebanyakan orang tidak begitu sering mengganti nomor teleponnya.

 

Saat ini belum diketahui apakah Motherboard atau Gal sudah menghubungi Telegram untuk mencekal bot tersebut. 

 

Tapi jika bot Telegram-nya telah dihapus pun database tersebut tetap bisa diakses di internet.

baca keseluruhan - 500 Juta Nomor Telepon Pengguna Facebook Dijual di Telegram

Rabu, 04 September 2013

Celah di Facebook Bisa Bikin Foto Lenyap

Peneliti keamanan internet Arul Kumar diganjar USD 12.500. Hadiah uang tersebut merupakan pemberian Facebook karena dia telah melaporkan celah keamanan yang bisa menghilangkan foto.

Dalam blognya, Kumar menjelaskan bagaimana celah tersebut bisa mengeksploitasi Facebook Support Dashboard. Celah keamanan ini dikategorikan sebagai 'critical' atau cukup berbahaya.

Disebutkan Kumar, seperti dilansir Cnet, celah yang ditemukannya bekerja pada semua browser, versi apa saja. Namun sebagian besar eksploitasi terjadi melalui perangkat mobile.

Facebook Support Dashboard, digunakan untuk mengirim permintaan Photo Removal ke Facebook. Nantinya, laporan akan ditinjau oleh pegawai Facebook di bagian ini. Atau alternatif lainnya, laporan akan dikirim secara langsung ke pemilik foto. Selanjutnya, sebuah link akan muncul untuk menghapus foto yang dimaksud.

Dalam proses ini, saat mengirim pesan, ada dua parameter yang rentan yakni Photo id dan Owners Profile id. Jika dimodifikasi, hacker bisa menerima link permintaan penghapusan foto di inbox mereka. Tentu saja, tanpa sepengetahuan si pemilik akun atau foto.

"Foto apapun yang sudah diupload bisa dihapus, baik itu foto yang terpampang di sebuah page atau akun, foto yang sudah dibagi atau foto yang ditag orang lain," kata Kumar.

Beruntungnya Kumar, Facebook mengapresiasi laporannya. Facebook sendiri memang memiliki program Bug Bounty, yakni program yang mendorong para peneliti keamanan melaporkan temuan mereka dan akan diberi hadiah. Saat ini, Facebook telah memperbaiki celah tersebut.
baca keseluruhan - Celah di Facebook Bisa Bikin Foto Lenyap

Senin, 04 Maret 2013

Berburu Video Porno Kim Kardashian Berbuntut Virus

Pernah mendapati screenshot video porno Kim Kardashian di wall Facebook Anda? Hati-hati, bisa jadi itu jebakan menuju situs penyebar virus.

Memang, belakangan mulai marak kembali jebakan yang mencatut nama artis ternama, sebut saja Kim Kardashian dan penyanyi Rihanna yang saat ini sedang menjadi 'umpan' untuk menjebak para pengguna internet.

Kedua namanya kerap muncul di jejaring sosial bersama sebuah screenshotvideo porno. Para pengguna yang terkecoh pun akan menganggap bahwa video itu sungguhan, tapi percayalah, itu hanya jebakan para penyebar virus.

Saat diklik, video tersebut akan membawa calon korbannya menuju situs hdmovi******.com. Di sini pengunjung dijanjikan bisa mendownload banyak sekali video porno berkulitas HD yang diperankan berbagai artis cantik papan atas.

Tapi sebelum bisa menikmati video itu, pengguna diwajibkan untuk menunduh codec agar video tersebut bisa diputar. Tapi nyatanya bukan video yang didapat, para korban justru dikirimkan program jahat oleh pelaku.

Menurut keterangan vaksincom, meski sudah beredar cukup lama, namun tak banyak antivirus yang bisa mengenali program jahat ini. Tercatat hanya ada kurang dari 10% saja.

Salah satu aplikasi yang berhasil mendeteksinya adalah Norman Security Suite, program ini sukses mendeteksi malware itu sebagai winpe/Solimba.EDRK.

Solimba sendiri adalah adware yang akan menginstalkan aplikasi pihak untuk kemudian menjalankan file dari jaringan. Perkembangan terakhir yang mengkhawatirkan, program jahat ini ia akan mengumpulkan data dari komputer korbannya yang menggunakan sistem operasi Windows 2000 sampai Windows 7.
baca keseluruhan - Berburu Video Porno Kim Kardashian Berbuntut Virus

Senin, 04 Februari 2013

Waspada, 76 Juta Akun Palsu 'Gentayangan' di Facebook

Facebook mengumumkan jumlah akun pengguna yang terdaftar di situs jejaring sosialnya telah menembus angka 1,06 miliar. Namun sayangnya, 7% atau sekitar 76 juta di antaranya merupakan akun palsu.

Perusahaan yang didirikan Mark Zuckeberg ini memaparkan, setidaknya ada tiga jenis katagori pengguna akun palsu tersebut, yakni akun ganda, akun dengan kesalahan klasifikasi, dan akun yang tak diinginkan.

Seperti dikutip dari PC Advisor, akun ganda atau yang sengaja dibuat dan dijalankan selain akun utama pengguna, menjadi kategori akun palsu paling banyak dengan jumlah hingga 56 juta.

Sementara untuk akun yang salah klasifikasi, menempati posisi kedua dengan 14 juta akun. Sisanya adalah katagori akun yang tak diinginkan, seperti yang dibuat oleh spammer dengan jumlah 9,5 juta akun.

Untuk mengeliminir jumlah akun palsu ini, Facebook juga menegaskan bahwa pengguna bisa ikut berpartisipasi dengan melaporkan akun yang terbukti memiliki nama palsu karena melanggar kebijakan jejaring sosial itu.
baca keseluruhan - Waspada, 76 Juta Akun Palsu 'Gentayangan' di Facebook

Rabu, 01 Agustus 2012

Ciri-ciri Akun Facebook yang Tertipu WhatsApp Palsu

Meski sempat beredar di Facebook dalam waktu relatif singkat, namun aplikasi WhatsApp palsu diprediksi sudah berhasil menjerat cukup banyak warga Facebook di Tanah Air. Seperti apa ciri-cirinya?

WhatsApp sejatinya merupakan aplikasi chatting yang tersedia untuk berbagai smartphone. Namun di Facebook, nama aplikasi ini dicatut untuk dijadikan alat mengumpulkan data oleh pembuatnya.

Nah, berikut adalah ciri-ciri akun Facebook yang sudah tertipu oleh WhatsApp gadungan tersebut. Seperti yang disampaikan perusahaan antivirus Vaksincom.

Pertama-tama WhatApp palsu ini akan menyebarkan diri melalui teman Facebook pengguna yang terjangkit dan berisikan pesan: [nama akun Facebook] has shared 3 pics with you in WhatsApp. Seperti gambar di bawah ini.



Kemudian jika Anda tergoda dan mengklik notifikasi tersebut, maka pengguna akan dibawa ke layar konfirmasi dari Facebook seperti di bawah ini. Isinya, meminta persetujuan pemilik akun Facebook untuk mengakses informasi.


Jika kita cermat dan memperhatikan secara seksama, keabsahan aplikasi ini sebenarnya mulai dapat diragukan, karena WhatsApp merupakan aplikasi berbagi pesan / messaging dan bukan game seperti yang terlihat dari gambar 3 di bawah ini.


Guna lebih meyakinkan lagi, aplikasi gadungan ini akan menampilkan foto kontak beberapa teman Anda yang diklaim ikut menjadi pengguna aplikasi ini, padahal mereka tidak menggunakannya.

Hal ini dibuat untuk lebih meyakinkan calon korban ini adalah aplikasi terpercaya dan banyak digunakan oleh rekan-rekan Anda. Padahal informasi tersebut tidak benar.

Jika pengguna memperbolehkan aplikasi ini dijalankan, maka akan muncul konfirmasi lainnya yang meminta apakah Anda ingin mengirimkan aplikasi ini kepada kontak Facebook anda yang lain.

Celakanya, baik memilih opsi [Send Request] atau [Cancel] aplikasi tetap akan langsung mengirimkan notifikasi aplikasi ini kepada kontak-kontak anda seperti yang terjadi pada gambar di bawah ini.



Aplikasi ini memang tidak akan menimbulkan kerusakan atau kerugian finansial, melainkan hanya sebatas mengumpulkan data warga Facebook untuk keuntungan pribadi para pembuatnnya.

Saat ditelusiri aplikasi ini memiliki server di milindgupta.com, yang pada saat ini sudah diblokir. Jika WhatsApp palsu ini berhasil aktif dan Friend Request dikirimkan, maka ia akan menampilkan pesan untuk mengisi survei dengan alasan untuk memastikan bahwa pengguna aplikasi ini adalah manusia dan bukan program (spambot). Inilah modal sang pembuat untuk menghasilkan rupiah.



Hingga kini tidak diketahui berapa banyak warga Facebook yang terjebak oleh aplikasi tersebut, namun disinyalir kebanyakan korban berasal dari Thailand dan Indonesia.

"Aplikasi ini hanya berumur kurang dari 12 jam. Menurut pengamatan Vaksincom, korban terbanyak terjadi di Thailand dan Indonesia. Namun administrator Facebook bergerak cepat menghapuskan posting-posting yang dilakukan oleh aplikasi jahat ini," jelas Alfons, praktisi keamanan internet dari vaksincom.
baca keseluruhan - Ciri-ciri Akun Facebook yang Tertipu WhatsApp Palsu

Senin, 09 Juli 2012

Awas! Tertipu Bokong Seksi di Facebook

Dengan iming-iming menampilkan video wanita seksi, para pejahat dunia maya mencoba mencuri data warga Facebook. Terlebih, 'pancingan' gambar yang digunakan amat menggoda.

Tawaran video tersebut disebarkan melalui foto bokong seksi wanita dengan kalimat [SHOCK] At 17, she did THIS in public high school, EVERY day! Outrageous?. Foto ini menyebar melalui status para pengguna Facebook.

Meski memiliki gambar dengan kata-kata yang bikin penasaran, namun ketika diklik, foto yang disertai tautan itu tidak menampilkan video sesuai yang dijanjikan.

Memang, ketika diklik pengguna akan dibawa ke halaman baru untuk memutar video, namun saat tombol 'play' ditekan pengguna justru secara tidak sadar memberikan label 'Like' untuk video tersebut dan menyebarkan melalui statusnya. Sedangkan video yang dijanjikan tidaklah ada.

Selain numpang menyebarkan spam melalui akun korbannya, pembuat gambar seksi tersebut juga memiliki akses untuk menilik informasi korban. Mulai dari biodata, hingga nomer telepon yang nanti akan didaftarkan ke layanan SMS premium.

Seperti dikutip dari Sophos, tak hanya berhasil mendulang keuntungan dari SMS premium, pelaku juga diduga sedang mengumpulkan data untuk dijual ke oknum-oknum yang membutuhkan.

Jadi dari pada menanggung resiko yang tidak diinginkan, sebaiknya para pengguna berhati-hati jika melihat gambar tersebut.
baca keseluruhan - Awas! Tertipu Bokong Seksi di Facebook

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense