Tampilkan postingan dengan label about twitter acquisition. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about twitter acquisition. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 September 2013
Twitter Akuisisi Layanan Mobile Ads MoPub, Disiapkan untuk Iklan Otomatis
Twitter telah lakukan akuisisi pada layanan periklanan mobile MoPub. Akuisisi ini dilakukan sebagai tambahan amunisi untuk fitur iklan di layanan mobile mereka. Lantas, apa kelebihan dari MoPub?
Selain Facebook, Twitter juga getol lakukan monetisasi layanannya. Meski tidak miliki jumlah pengguna sedahsyat FB, jutaan pengguna Twitter cukup potensial untuk hadirkan pundi-pundi pemasukan dari iklan.
MoPub sendiri selama ini bergerak di layanan iklan mobile. Layanannya memang hanya fokus pada industri ads di lingkungan device ‘bergerak’. Berapa angka akuisisi yang terjadi?
Keduanya tidak sebutkan detail pasti. Namun dari bocoran sumber terdekat kesepakatan yang ada di harga USD 350 juta. Jika dirupiahkan sekitar 3,9 triliun.
Nah MoPub sendiri diklaim miliki layanan serupa dengan DoubleClick yang dimiliki Google. Layanan ini miliki kemampuan ‘melacak’ iklan secara real-time. Lantas apa yang dilacak?
Iklan Google dikenal mampu hadirkan ads sesuai dengan kata kunci yang terdeteksi. Diyakini MoPub juga miliki kemampuan serupa. Mereka mampu hadirkan iklan sesuai keyword yang ada. Ini yang disebut ‘iklan secara otomatis’.
Jim Payne CEO MoPub mengaku puas akan proses akuisisi ini. Terlebih MoPub akan ditanamkan ke platform mobile Twitter. Memang layanan mereka akan disuntikkan di aplikasi Twitter di iOS dan Android.
Jika dibandingkan dengan kompetitor lain, Google masih merajai pangsa pasar pengiklan. Perusahaan itu menguasai tak kurang 53,17 persen. Facebook di posisi ke-2 dengan 16 persen. Sedangkan Twitter hanya 1,85 persen saja.
Minggu, 23 Juni 2013
Twitter Resmi Mengakuisisi Spindle
Kamis, 20 Juni 2013
Twitter Akuisisi Spindle, Perkuat Fitur Discover
Twitter kembali lebarkan sayapnya. Microblogging populer itu lakukan akuisisipada Spindle, sebuah mesin pencari sosial berbasis lokasi. Ditengarai akuisisi ini digulirkan guna perkuat fitur Discover Twitter.
Twitter miliki fitur eksplorasi yang bernama Discover. Di fitur yang hadir di situs dan aplikasi mobile ini, pengguna bisa menemukan pelbagai topik yang sedang hangat di Twitter berdasarkan pengguna yang diikuti atau lokasi mereka.
Spindle sendiri yang bergelut di eksplorasi sosial berbasis lokasi, didirikan dua setengah tahun yang lalu oleh mantan engineer Microsoft. Fungsi utama startupini untuk membantu pengguna temukan konten yang relevan di jejaring sosial.
Tepat dalam kamus Spindle tak hanya terkait konten saja, namun juga waktu serta lokasi. Startup ini terima pendanaan dari investor hingga USD 2,3 juta pada akhir tahun 2012 lalu.
Lewat publikasi di laman blog-nya, Spindle mengaku kagum dengan apa yang dilakukan Twitter. Dengan bergabungnya mereka ke microblogging populer ini, Spindle bisa lakukan sesuatu yang lebih baik.
“Kami akan membantu Anda temukan informasi yang tak hanya akurat, namun menarik, tepat waktu, dan berguna tentang apa saja yang terjadi di sekitar Anda,” tulis Spindle di blog-nya.
Dengan proses akuisisi ini maka seluruh layanan Spindle akan tutup buku. Selain itu, sebagian tim yang ikut bagian dalam proses akuisisi bakal boyongan ke markas Twitter di San Francisco.
Selain sebagai bagian dari fitur Discover, Spindle diyakini akan jadi amunisi baru Twitter dalam penelolaan bisnis iklan mereka. Ini terkait dengan penargetan konsumen yang lebih akurat dalam aliran iklan.
Jumat, 13 April 2012
UberTwitter Berganti Pemilik
Bagi pengguna Twitter di BlackBerry, tentu tak asing lagi dengan nama UberTwitter. Tahukah Anda jika aplikasi klien untuk Twitter tersebut kini telah berganti pemilik?
Ya, UberTwitter kini telah diakuisisi oleh perusahaan bernama PostUp. Setelah proses akuisisi Twitter ini selesai, PostUp pun langsung berganti nama menjadi UberMedia.
Sayang, tidak disebutkan berapa nilai jual UberTwitter ini. Namun, dikutip dari Berry Review, CEO UberTwitter Paul McDonald mengindikasikan akan tetap mengurusi UberTwitter dengan memperkuat jajaran petinggi UberMedia.
"Bekerja dengan Twitter dalam rentang waktu beberapa tahun telah membuat saya semakin antusias tentang komunikasi real time. Dan saya menantikan untuk melanjutkan bekerja dengan Twitter sebagai bagian dari UberMedia," tukasnya.
UberMedia -- sebelumnya bernama PostUp -- memang terbilang gesit beberapa waktu belakangan dalam urusan caplok-mencaplok. Sebab beberapa minggu sebelumnya, mereka baru saja membeli EchoFon, perusahaan yang mengembangkan aplikasi klien Facebook dan Twitter di iPhone dan iPad.
Langganan:
Postingan (Atom)




