# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label sepak bola juventus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola juventus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Agustus 2021

Tiba di Turin, Manuel Locatelli Segera Tes Medis di Juventus

Saga transfer Manuel Locatelli ke Juventus akan segera berakhir. Sang gelandang sudah tiba di Turin untuk melakukan tes medis.

 

Locatelli naik daun di musim panas ini. Sang gelandang memainkan peran krusial untuk membawa Italia menjadi juara Euro 2020.

 

Berkat performa apiknya itu, Locatelli menjadi incaran banyak klub. Salah satunya adalah Juventus yang gencar mengamankan jasa sang gelandang.

 

Transfer Locatelli dipastikan sudah hampir selesai. Hari ini, sang gelandang sudah tiba di Turin untuk menuntaskan transfernya.


Lakukan Tes Medis

 

Kedatangan Locatelli ke Juventus ini dikonfirmasi langsung oleh akun official Si Nyonya Tua.

 

Mereka mengabarkan bahwa sang pemain sudah tiba di J Medical untuk melakukan tes medis.

 

Kesepakatan Transfer

 

Menurut Fabrizio Romano, Juventus tidak langsung membeli Locatelli dari Sassuolo.

 

Mereka akan meminjam sang gelandang selama dua musim. Di akhir masa peminjaman ada obligasi untuk membelinya dengan mahar 35 juta Euro.

 

Locatelli juga dikabarkan akan menandatangani kontrak berdurias lima tahun di Juventus.

baca keseluruhan - Tiba di Turin, Manuel Locatelli Segera Tes Medis di Juventus

Minggu, 16 Maret 2014

Sejarah Hari Ini (15 Maret): Joyeux Anniversaire Paul Pogba!

Tepat hari ini, salah satu pemain yang jadi fenomena di dunia sepakbola era kini merayakan hari jadinya yang ke-21 tahun.

Tepat hari ini, salah satu pemain yang jadi fenomena di dunia sepakbola era kini merayakan hari jadinya yang ke-21 tahun. Ya, dialah gelandang Juventus asal Prancis, Paul Pogba. Sosok pesepakbola muda yang tempatnya kini makin paten bersama Si Nyonya Tua dan Les Blues.

Melesatnya nama Pogba tak bisa lepas dari kecerdikan scout Bianconeri dalam melihat talenta emas yang "tak terpakai" di Manchester United.

Juve bahkan mendapatkan aset berharga itu secara cuma-cuma. Bayangkan, ia adalah gelandang dengan potensi terbaik yang diakui oleh Sir Alex Ferguson dan 
La Vecchia Signora mendapatkannya secara gratis dari United!Berkat performa hebat yang ditampilkannya sejak menjejakkan kaki di Juventus Stadium, kini hargaPogboom melejit hingga €45 juta, seperti dilansir transfermarkt.

Resmi bergabung sejak Juli 2012, bocah yang kala itu masih 19 tahun langsung jadi andalan Antonio Conte. Meski tak selalu turun di sebelas awal, Conte hampir selalu memainkannya di setiap laga Juventus musim lalu. Visinya, akurasi umpan, ketahanan fisik serta tendangan gledek adalah modal emasnya. 

Ia jadi wakil sempurna trio MVP (Marchisio-Vidal-Pirlo) di starting XI. Koleksi 38 penampilan serta lima gol-nya, memberi kontribusi berarti untuk gelar Piala Super Italia dan scudetto Si Nyonya tua musim lalu. Pogba juga berhasil menyabet gelar Piala Dunia U-20, Juli lalu, sekaligus keluar sebagai pemain terbaik.

PAUL POGBA


Nama: Paul Labile Pogba
Julukan: Il Polopo Paul 
Tempat, Tanggal Lahir: Lagny-sur-Marne, Prancis, 15 Maret 1993
Klub:
 Manchester United (2011-12)
Juventus (2012-sekarang)
Timnas Prancis: 8 caps/1 gol
Koleksi Gelar Klub:
Juventus:Serie A: 2012/13
Supercoppa Italiana (2): 2012, 2013

Musim ini kegemilangannya makin menjadi. Ia bahkan sudah berstatus sebagai pengisi permanen starting XI La Vecchia Omcidi. Ya, Conte "dipaksa tega" menggeser pujaan Juventini, Marchisio, ke bangku cadangan untuk memberi tempat pada Il Polopo Paul.

Total Pogba sudah tampil 36 kali di semua kompetisi bersama Juve musim ini. Statistik berbicara karena dari jumlah penampilannya itu, tercatat delapan gol plus 12 assist sudah ia torehkan.

Melihat ledakannya di usia semuda ini, tampaknya harapan Si Gurita untuk jadi pemain terbaik dunia di masa depan bukan lagi angan-angan.

Selamat ulang tahun Paul Pogba!


"Suatu saat saya ingin memenangkan segalanya. Ketika Anda bermimpi, tak ada yang salah di dalamnya. "

- Paul Pogba
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (15 Maret): Joyeux Anniversaire Paul Pogba!

Minggu, 26 Januari 2014

Sejarah Hari Ini (26 Januari): Buon Compleanno Sebastian Giovinco!

Tepat hari ini, Sebastian Giovinco merayakan hari ulang tahunnya yang ke-27.

27 tahun lalu atau tepatnya 26 Januari 1987, telah lahir pemain yang disebut-sebut memiliki bakat seorang fantasista calcio. Si kecil yang hanya berpostur 164 centimeter, tapi cepat, kreatif dan beringas. Ya! Dialah Sebastian Giovinco

Tak disangka memang, jika pria yang berwajah baby face itu kini sudah menginjak usia matang seorang pesepakbola profesional. Belum banyak gelar yang ia peroleh, tapi namanya sudah mapan sebagai stirker papan atas Italia.

Untuk sampai di titik itu, perjuangan ekstra keras harus dilalui pria bernomor punggung 12 tersebut. Meski namanya malang-melintang di level junior bersama Juve, ia tak otomatis masuk dalam skuat utama Si Nyonya Tua.

Giovinco sempat dipinjamkan ke Empoli selepas musim pertamanya di Juve, pada 2006/07. Tampil brilian bersama La Azzurri, Seba (sapaan akrabnya) ditarik Juve untuk jadi bagian reguler di musim 2008/09 dan 2019/10. Sayang, ia masih gagal menampilkan performa terbaiknya di level teritinggi.

Bianconeri tak lantas menyerah dengan bakat besar Seba. Mereka kembali meminjamkannya ke Parma selama dua musim, yakni pada 2010/11 dan 2011/12. Keputusan yang tepat, tampil di 70 laga bersama Il Gialloblu Si Semut Atom mampu menorehkan 23 gol. Seba pun kembali dijemput pulang ke Turin.

Lagi-lagi bukan keputusan yang salah, karena musim 2012/13 mungkin jadi momen terbaik Seba di Juve hingga kini. Ia jadi aktor penting keberhasilan La Vecchia Omcidi menyabet sepasang gelar musim itu, yakni Piala Super Italia dan Scudetto. Seba tampil di 42 laga di semua ajang bersama Juve, dengan torehan 11 gol.

Sayang, seiring kedatangan Carlos Tevez dan Fernando Llorente di musim ini, kesempatannya untuk merumput jadi berkurang. Hingga giornata 20 Serie A 2013/14, Formica Atomica baru mengoleksi sepuluh laga dan hanya menorehkan sebiji gol. Desas-desus yang mengabarkan jika dirinya bakal segera hengkang ke Arsenal pun makin menguat.

Terlepas dari apapun, semoga di usianya yang ke-27 ini, keinginan terbesar Seba untuk menjuarai Piala Dunia bersama Timnas Italia dan menggondol Ballon d'Or bisa terwujud.

Buon Compleanno Giovinco!

SEBASTIAN GIOVINCO


Nama: Sebastian Giovinco
Julukan: Formica Atomica (Si Semut Atom)
Tempat, Tanggal Lahir: Turin, Italia, 26 Januari 1987
Klub:
 Juventus (2006 - sekarang)
Empoli (2007 - 2008)
Parma (2010 - 2012)
Timnas Italia: 17 caps
Koleksi Gelar Klub:Juventus:Serie A : 2012/13
Supercoppa Italiana (2): 2012,2013
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (26 Januari): Buon Compleanno Sebastian Giovinco!

Senin, 02 Desember 2013

Sejarah Hari Ini (26 November): Juventus Juara Piala Toyota

17 tahun lalu gol tunggal Alessandro Del Piero ke gawang River Plate membawa Juventus berada di puncak dunia.

Medio 90-an mungkin jadi saat terbaik bagi raksasa Italia, Juventus. Bagaimana tidak, tak hanya mendominasi sepakbola Italia Juve juga mampu menguasai Eropa! Penegasan untuk jadi yang terbaik di dunia pun mereka lakukan lewat gelar Piala Interkonental atau lebih dikenal dengan nama Piala Toyota pada 26 November 1996.

Berstatus sebagai juara Liga Champions musim 1995/96, I Bianconeri dipertemukan dengan kampiun Copa Libertadores kala itu, River Plate. 

Jika Si Nyonya Tua mengandalkan perpaduan kreatifitas si gelandang anyar Zinedine Zidane dengan idola Juventini Alessandro Del Piero. maka Los Millonarios menggantungkan harapannya pada duet maut di lini depan yang diisi Julio Ricardo Cruz dan Enzo Francescoli.

Laga pun berlangsung sengit sejak sepakan awal dimulai. Para punggawa kedua kubu terlihat sangat bernafsu untuk memenangi laga, tak pelak permainan keras pun jadi warna mencolok di paruh pertama
Final Piala Toyota 1996
Juventus 1-0 River Plate
26 November 1996
National Stadium, Tokyo
Wasit: Marcio Rezende de Freitas (Brasil)
Gol: 1-0 Alessandro Del Piero 81'
Juventus: Angelo Peruzzi; Ciro Ferrara, Paolo Montero, Sergio Porrini, Moreno Torricelli; Didier Deschamps, Angelo Di Livio, Vladimir Jugovic, Zinédine Zidane (Alessio Tacchinardi 90'); Alen Boksic, Alessandro Del Piero
Pelatih: Marcello Lippi

River Plate: 
Roberto Bonano; Celso Ayala, Eduardo Berizzo, Hernán Edgardo Díaz, Juan Pablo Sorín; Leonardo Astrada, Sergio Ángel Berti (Leonel Gancedo 74'), Roberto Carlos Monserrat, Ariel Ortega; Julio Cruz (Marcelo Salas 83'), Enzo Francescoli
Pelatih: Ramon Dia
Sebelum jeda River Plate memang unggul penguasaan bola. Ariel Ortega jadi sosok pengalir bola sang raksasa Argentina. Kinerja Cruz dan Francescoli di lini depan dibuat mudah olehnya. Sayang, Paolo Montero dan Sergio Porrini tampil kokoh menjaga pertahanan La Vecchia Signora.

Angelo Peruzzi juga tampil brilian. Beberapa kali ia melakukan penyelamatan gemilang terhadap peluang yang datang dari Francescoli dan  Juan Pablo Sorin. Tak pelak, hasil imbang tanpa gol pun menutup babak pertama.

Babak kedua di mulai, tak ada pergantian pemain yang dilakukan kedua kubu. Namun Marcello Lippi terlihat merubah skema Juve dengan memberi kebebasan lebih pada Zidane, yang tampil kikuk di babak pertama.

Hasilnya mulai kentara, punggawa Timnas Prancis berdarah Aljazair ini menunjukkan kelasnya sebagai calon pemain terbaik dunia. Ia jadi pemain yang paling serig menyentuh bola dan memimpin dominasi Juve di paruh kedua.

Hal itu membuat potensi besar Del Piero yang tak terlihat di babak pertama keluar. Peluang demi peluang mampu dihasilkan lewat kerja sama kedua pemain yang kini pantas disebut sebagai maestro sepakbola.

Luar biasanya kegemilangan mereka berhasil dibendung lewat kesigapan kiper La Banda Roberto Bonano. Namun penampilan heroiknya tak mampu bertahan hingga 90 menit usai.

Momen bersejarah bagi Juve akhirnya datang pada menit ke 81. Berawal dari serangan La Vecchia Omcidi yang gagal dan menghasilkan sepak pojok. Bola hasil tendangan sang eksekutor, Angelo Di Livio, menemui kepala Zidane. Dengan cerdik Zizou mengarahkan bola ke tiang jauh yang jatuh tepat di kaki Del Piero.

Tanpa ragu Alex langsung melepaskan tembakan keras ke pojok kiri gawang River Plate dan mengubah keadaan menjadi 1-0! Kedudukan itu bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Juventus akhirnya menegaskan posisi mereka sebagai tim terbaik di dunia dengan raihan Piala Toyota. Del Piero sendiri dipilih sebagai pemain terbaik dalam laga itu.
 
Final Piala Toyota 1996 jadi penampilan terakhir kedua klub di kompetisi bergengsi ini, sebelum FIFA mengubahnya menjadi ajang Piala Dunia Antraklub pada 2004.

Tak seperti Piala Toyota yang hanya mempertemukan dua klub terbaik dari belahan Eropa dan Amerika Selatan, Piala Dunia Antarklub menyertakan tim teratas dari setiap konferderasi untuk bersaing menduduki puncak dunia.
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (26 November): Juventus Juara Piala Toyota

Rabu, 03 Juli 2013

Carlos Tevez Dan Sejarah Striker Argentina Bersama Juve

Kepastian pindahnya Carlos Tevez ke Juventus menjadi berita deal transfer terhangat pekan ini. Produk akademi Boca Juniors tersebut dilaporkan pindah dengan biaya transfer sebesar 10 juta Poundsterling dari Manchester City.

Keputusan Juve untuk mendatangkan Tevez menuai optimisme banyak pihak. Dengan segudang pengalaman dan prestasi serta usianya yang masih 29 tahun, banyak yang menilai bahwa Giuseppe Marrotta telah melakukan pembelian jitu. Tevez diharap mampu menajamkan lini depan Bianconeri yang selama ini disoroti sebagai titik lemah.

Selain itu, ada faktor historis yang tidak boleh dikesampingkan. Juve kerap kali berjodoh dengan striker asal Argentina. Yang terbaik adalah Omar Sivori yang memenangkan Ballon d'Or di tahun 1961 dan juga menjadi pencetak gol terbanyak kelima dalam sejarah klub.

Selain Sivori, La Vecchia Signora pernah memiliki sejumlah attacante asal negeri Tango lainnya yang bermain di berbagai jaman. Siapa saja? Simak rangkuman yang telah dihimpun sebagai berikut.

Ernesto Boglietti

Periode Memperkuat Juventus: 1913-1915
Jumlah Penampilan: 37
Jumlah Gol: 26


Boglietti merupakan striker kelahiran Argentina yang memperkuat Juventus di periode 1913-1916. Produktivitas golnya sangat tinggi untuk ukuran striker dengan mencetak 26 gol dari 37 pertandingan.

Setelah memperkuat Juve, Boglietti pindah ke rival sekota, Torino dan menghabiskan sisa karirnya di klub-klub minor. 
Juan Eduardo Esnaider

Periode Memperkuat Juventus:1999-2001
Jumlah Penampilan: 26
Jumlah Gol: 2


Esnaider menjadi satu-satunya striker asal Argentina yang gagal bersinar bersama Juve. Didatangkan senilai 4,5 juta Pounds sebagai pengganti Alessandro Del Piero yang terkena cedera parah pada tahun 1999, Esnaider tidak mampu memberikan kontribusi maksimal.

Dalam dua musim Esnaider hanya bermain sebanyak 26 kali tanpa mampu mencetak satu golpun di Serie A. Sempat bersinar di masa peminjaman bersama Zaragoza, Esnaider akhirnya dilepas ke Porto pada tahun 2001.
Raimundo Orsi

Periode Memperkuat Juventus:1928-1935
Jumlah Penampilan: 194
Jumlah Gol: 88

Orsi adalah tokoh sentral yang mengantarkan Juve merajai Serie A di dekade 30-an. Pemain berjuluk 'Mummo' tersebut mengantarkan Juve memenangkan 5 gelar Scudetti secara beruntun dalam rentang waktu 1931-1935, pencapaian yang fenomenal.

Talenta luar biasa Orsi sebagai salah satu winger terbaik yang pernah bermain di Italia menarik minat Azzurri untuk memakai jasanya. Karena pada saat itu belum ada aturan mengenai kewarganegaraan ganda, Orsi bisa membela Italia sekalipun sudah pernah bermain untuk Argentina.

Keputusan tersebut ternyata terbayar tuntas karena Orsi berhasil mengantarkan Italia menjadi juara Piala Dunia di tahun 1934.
Eduardo Ricagni

Periode Memperkuat Juventus:1953-1954
Jumlah Penampilan: 24
Jumlah Gol: 17

Ricagni yang berposisi sebagai penyerang sayap pernah melanglang buana di kompetisi Argentina dan juga Uruguay sebelum akhirnya bergabung bersama Juve di musim 1953-54. Ricagni tampil cukup cemerlang dengan mengemas 17 gol di musim debutnya.

Hanya semusim di Juve, Ricagni melanjutkan petualangannya di Italia bersama AC Milan, Torino, dan Catania. Ricagni berhasil meraih 2Scudetti bersama Rossoneri sempat dipanggil juga untuk memperkuat Timnas Italia sebagai Oriundi.
Omar Sivori

Periode Memperkuat Juventus: 1957-1965
Jumlah Penampilan: 253
Jumlah Gol: 167


Sivori adalah superstar sepakbola di tahun 60-an. Masyarakat Argentina menjulukinya sebagai pemain terbaik sepanjang sejarah Albicelestesebelum munculnya Diego Maradona. Kepindahannya ke Juventus dari River Plate memecahkan rekor transfer dunia saat itu.

Bersama John Charles dan Giampiero Boniperti, Sivori membentuk tridente mematikan yang dijuluki 'Trio Magico'. Kontribusi ketiganya menghasilkan 3 gelar Serie A dan 2 gelar Coppa Italia. Sumbangsih 167 golnya bagi Bianconeri menempatkan Sivori sebagai pencetak gol terbanyak kelima Juventus sepanjang masa.

Secara individu juga Sivori mendapatkan pengakuan publik dengan memenangkan Ballon d'Or di tahun 1961. Dribblenya yang lincah serta sulit dihentikan serta kepribadiannya yang meledak-ledak membuatnya dijuluki 'El Cabezon' atau Si Kepala Besar.

Sama seperti Raimundo Orsi, Sivori juga sempat memperkuat Timnas Italia meskipun sudah pernah tampil bersama Argentina.
Carlos Tevez

Periode Memperkuat Juventus: 2013- ?

Sepanjang karirnya, Tevez sepertinya telah meraih semua gelar yang mungkin dimemenangkan di level klub. Mulai dari juara Liga Argentina, Copa Libertadores, Liga Inggris, Liga Champions, dan juga Piala Dunia Antarklub telah dia menangkan.

Secara Individu juga pemain 29 tahun tersebut pernah memenangkan penghargaan pemain terbaik Amerika Selatan dalam 3 tahun beruntun dan juga meraih topskor Premier League di tahun 2011. Saat ini Tevez tercatat sebagai pemain Amerika Latin tersubur dalam sejarah Premier League berkat torehan golnya selama membela West Ham, Manchester United, dan Manchester City.

Patut ditunggu kiprah Tevez di Juventus, apalagi pihak klub telah memberinya kepercayaan untuk mengenakan nomor 10 peninggalan Alessandro Del Piero.
baca keseluruhan - Carlos Tevez Dan Sejarah Striker Argentina Bersama Juve

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense