# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about bill gates prediction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about bill gates prediction. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Agustus 2020

Bill Gates Prediksi Pandemi COVID-19 Baru Akan Berakhir pada 2022

Miliarder filantropi, Bill Gates sebagaimana diketahui sebagai sosok yang paling royal dalam menangani pandemi Covid-19.

Meski virus corona ini menjadi pandemi sejak awal tahun 2020, namun perkiraan Bill Gates, pandemi ini baru akan berakhir pada penghujung 2021 pun untuk negara-negara kaya.

"Pengembangan inovasi baru di bidang diagnosis, obat-obatan baru, dan pada vaksin sebenarnya sangat mencengangkan.

Itu yang membuat saya yakin bahwa untuk negara-negara kaya, kita bisa menyelesaikan ini di penghujung 2021," kata Gates dalam wawancara dengan majalah Wired yang dilansir di Jakarta, Senin (10/8/2020).


Bill Gates Ungkap Ada yang Lebih Parah dari Pandemi Covid-19


Pendiri Microsoft ini memprediksi bahwa pandemi ini akan selesai pada akhir 2022 secara global atau dunia.
"Untuk dunia pada umumnya (wabah ini) akan selesai pada akhir 2022," tambah Gates lagi.
Menurut Gates vaksin-vaksin yang kini sedang dikembangkan memang akan berhasil melawan Covid-19.

Tetapi masalah baru terletak pada proses dan kapasitas produksi yang bisa menyentuh angka miliaran dosis untuk seluruh dunia.

Terbatasnya jumlah vaksin, menurut Gates, akan membuat negara-negara kaya menjadi prioritas utama saat vaksin siap diproduksi.

Namun, WHO telah memperingatkan anasionalisme vaksin. WHO tak ingin negara-negara kaya  memonopoli vaksin. Menurut WHO, hal ini justru tidak akan membuat mereka bebas dari Covid-19 sepenuhnya.

"Nasionalisme vaksin tidak baik, tidak akan membantu kita sama sekali," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Agar dunia bisa pulih dengan cepat, maka kita harus pulih bersama. Karena saat ini dunia sudah berglobalisasi: perekonomian saling berkaitan," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa calon vaksin Covid-19 telah dikembangkan. Beberapa diantaranya cukup potensial untuk melawan pandemi Covid-19.
baca keseluruhan - Bill Gates Prediksi Pandemi COVID-19 Baru Akan Berakhir pada 2022

Kamis, 23 April 2020

'Ramalkan' Corona, Bill Gates Sudah Lama Timbun Makanan

Sudah sejak tahun 2010-an Bill Gates menyuarakan agar dunia waspada akan kedatangan pandemi virus seperti yang pernah terjadi di masa silam. 

Salah satu keluarga terkaya di dunia inipun sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan.

Salah satunya dengan menyimpan banyak makanan di basement rumah mereka. 

Itu dilakukan bukan hanya sebagai antisipasi wabah virus corona tapi juga jika ada kejadian buruk lainnya.

"Beberapa tahun silam kami membicarakan bagaimana jika tidak ada air bersih? Bagaimana jika tidak ada cukup makanan? Kemana kita mungkin akan pergi? Apa yang mungkin kita lakukan sebagai keluarga? Maka saya pikir kita harus mempersiapkan hal seperti itu sendiri," sebut istri sang pendiri Microsoft, Melinda.

"Kami telah mempersiapkan diri dan memiliki beberapa makanan di basement jika diperlukan dan sekarang kita semua berada di situasi yang sama," sambungnya dalam wawancara dengan BBC.

Di sisi lain, Melinda bersyukur atas kondisi keluarga mereka yang tentunya tidak pernah kekurangan apapun. 

"Apa yang banyak kami bicarakan sekarang di rumah setiap malam adalah betapa beruntungnya kami. Kami mengerti privilese kami," cetusnya.

Bill Gates yang sekarang termasuk sosok paling depan dalam membantu pengembangan vaksin COVID-19 sudah cukup lama memperingatkan virus akan menjadi ancaman serius. 

Misalnya pada tahun 2018 dalam event Massachusetts Medical Society.

"Dunia perlu persiapan untuk pandemi dengan cara serius yang sama seperti persiapan untuk perang," cetusnya saat itu.

"Ketika saya masih kecil, bencana yang paling kami cemaskan adalah perang nuklir. Saat perang nuklir datang, kami diharapkan ke lantai bawah tanah. 

Saat ini, risiko terbesar malapetaka bukanlah seperti perang nuklir. Akan tetapi infeksi virus," tambahnya.

baca keseluruhan - 'Ramalkan' Corona, Bill Gates Sudah Lama Timbun Makanan

Rabu, 15 April 2020

Kapan Amerika Kalahkan Corona? Ini Ramalan Suram Bill Gates

Pandemi virus corona benar-benar membuat Amerika Serikat kerepotan. Lebih dari 400 ribu warga Negeri Paman Sam positif COVID-19. 

Kapan kira-kira negara adidaya itu benar-benar aman dari ancaman corona?

Bill Gates melontarkan prediksi soal itu yang cukup suram. Menurut sang pendiri Microsoft, musim gugur tahun 2021 adalah saat di mana Negeri Paman Sam sudah dapat mengalahkan corona sepenuhnya.

Musim gugur di sana biasanya jatuh pada bulan September. Artinya jika prediksi Gates benar, masih butuh waktu sekitar 1,5 tahun lagi sebelum warga Amerika merdeka dari COVID-19.

Waktu yang cukup lama itu dikarenakan pengembangan vaksin corona memerlukan waktu lebih dari setahun sebelum dapat diberikan ke publik. 

Vaksin merupakan kunci utama dalam melibas corona.

"Vaksin itu penting karena sampai Anda memilikinya, keadaaan tidak akan menjadi benar-benar normal," kata orang terkaya dunia nomor dua di belakang Jeff Bezos ini.

Lockdown atau social distancing bisa dilonggarkan, namun masih berisiko tanpa vaksin. "Bisa dibuka dalam derajat tertentu namun risiko balik lagi akan ada sampai kita memiliki vaksin tersedia sangat luas," cetusnya.

Gates juga memprediksi seperti apa situasi dalam 6 sampai 12 bulan mendatang. Kurang lebih kondisinya akan mirip dengan yang terjadi di China.

"Orang-orang kembali bekerja tetapi mereka memakai masker. Mereka cek suhu. Mereka tidak mengadakan event olahraga besar. Sehingga mereka dapat menghindari rebound yang besar," lanjut Gates.

Salah satu kemungkinan adalah acara yang melibatkan kerumunan orang bisa saja kembali diizinkan, namun ada pembatasan jumlah yang sangat terbatas. 

Kerumunan besar seharusnya tetap ditiadakan sampai vaksin tersedia secara luas.
baca keseluruhan - Kapan Amerika Kalahkan Corona? Ini Ramalan Suram Bill Gates

Kamis, 02 April 2020

Bill Gates dan Para 'Peramal' yang Jitu Tebak Kemunculan Virus Corona

Mereka memang tidak secara spesifik meramalkan kedatangan virus corona dan tidak semua perkataannya tepat. Akan tetapi secara garis besar, sosok-sosok ini telah meramalkan akan munculnya wabah semacam virus corona.

Memang melihat pola yang terjadi di masa silam, wabah penyakit kadang muncul dalam kurun waktu tertentu. 

Nah, siapa saja para 'peramal' itu? Berikut di antaranya yang sebagian besar adalah ilmuwan, seperti dikutip dari Business Insider :

1. Bill Gates

Pendiri Microsoft ini sudah berkali-kali mengingatkan bahwa dunia tidak akan siap jika ada pandemi merebak. 

Tahun 2017 misalnya, Bill Gates pernah mengutarakan peringatan bahwa dunia harus siap bila suatu saat muncul patogen yang dapat menghilangkan banyak nyawa dalam waktu singkat.

Di ajang Massachusetts Medical Society dan New England Journal of Medicine April 2018, Gates melontarkan pernyataan serupa. "Dalam kasus ancaman biologis, rasa urgensi itu kurang. Dunia perlu bersiap menghadapi pandemi sama seriusnya seperti cara menghadapi perang," cetusnya kala itu.

2. Michael Osterholm

Michael Osterholm adalah pakar penyakit menular. Tahun 2005, ia menulis di majalah Foreign Affairs soal ancaman pandemik di masa depan. 

"Ini adalah masa penting di sejarah kita. Waktu sudah habis untuk mempersiapkan diri bagi pandemik selanjutnya," tulis dia.

"Kita harus beraksi sekarang dengan tegas dan bertujuan," lanjutnya. Dalam buku Deadliest Enemy : Our War Against Killer Germs, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak siap jika wabah berbahaya datang.

3. Robert G. Webster

Robert G. Webster merupakan pakar penyakit flu. Dalam bukunya Desember silam berjudul Flu Hunter : Unlocking the secrets of a virus, ia yakin kedatangan pandemik di depan mata, "Tidak hanya mungkin tapi hanya masalah waktu," tulisnya.

Jutaan orang dicemaskannya meninggal sebelum pandemik itu bisa dikendalikan."Alam sekali lagi akan menantang umat manusia seperti yang terjadi pada virus influenza tahun 1918. Kita harus bersiap-siap," sarannya.


4. Badan Intelijen

Komunitas intelijen selalu waspada akan kedatangan pandemik, misalnya pada tahun 2018 dalam Worldwide Threat Assessment. "Virus yang mudah menular antar manusia terus menjadi ancaman besar," tulis mereka.

"Kami melihat Amerika Serikat dan dunia akan tetap rentan pada pandemik flu berikutnya atau wabah sekala besar penyakit menular yang bisa menyebabkan kematian masif, mengganggu ekonomi dunia dengan berat, menghabiskan sumber daya internasional dan permintaan yang terus meningkat pada AS untuk memberi bantuan,"sebut mereka di Januari 2019.

5. Jeremy Konyndyk

Jeremy Konyndyk adalah mantan direktur US Foreign Disaster Assistance. Pada artikelnya di Politico tahun 2017, ia menyebut krisis kesehatan global hanyalah masalah waktu seperti yang sudah terjadi di masa silam.

"Di masa tertentu, virus yang sangat fatal dan sangat mudah menular akan muncul, seperti pandemik flu Spanyol tahun 2018 yang menginfeksi sepertiga populasi dunia," sebutnya. Perkiraan itu memang tidak sepenuhnya tepat, tapi virus corona terbukti amat menular.

6. Dean Koontz

Dean Koontz adalah penulis novel yang terbit pada tahun 1981 berjudul The Eyes of Darkness. Dikisahkan ada virus bernama Wuhan 400, tepat dari mana virus corona berasal dan kemudian menyebar.

Namun demikian, ramalannya tidak sepenuhnya tepat. Dalam novel itu, virus bersangkutan dibuat ilmuwan dan merupakan senjata biologis. Potensi kematian penderita pun 100%. Sedangkan virus corona potensi kematiannya relatif kecil.

7. Sylvia Browne

Sylvia Browne yang mengaku bisa meramal menulis buku pada tahun 2008 berjudul "End of Days: Predictions and Prophecies About the End of the World,". Dia menulis tentang akan munculnya penyakit pernapasan pada 2020.

"Sekitar 2020 penyakit seperti pneumonia akan menyebar ke seluruh dunia. Menyerang paru-paru dan saluran bronkial dan sulit disembuhkan dengan semua jenis perawatan yang ada.

Lebih membingungkan lagi penyakit itu akan lenyap secara tiba-tiba dan kembali menyerang sepuluh tahun kemudian dan menghilang secara keseluruhan," tulisnya. 

Tapi tulisan itu juga tidak sepenuhnya tepat karena sebagian besar penderita virus corona tidak mengalami pneumonia.

8. Dr. Luciana Borio

Dr. Luciana Borio adalah mantan pejabat White House National Security Council (NSC) yang sudah dibubarkan. 

Ia pernah mengkhawatirkan akan hadirnya virus berbahaya dan ketidaksiapan menghadapinya.
Pernyataan itu ia kemukakan pada tahun 2018. 

"Ancaman pandemik flu adalah perhatian nomor satu dalam hal pengamanan kesehatan. Apakah kita siap untuk meresponsnya? Saya takut jawabannya adalah tidak," katanya kala itu.
baca keseluruhan - Bill Gates dan Para 'Peramal' yang Jitu Tebak Kemunculan Virus Corona

Ramalan Jadi Nyata, Bill Gates Berusaha Jinakkan Corona

Nama Bill Gates dan corona seperti tidak bisa dilepaskan belakangan ini. 

Ya mantan pendiri Microsoft itu begitu jitu meramal kedatangan wabah yang telah menginfeksi ratusan ribu orang di dunia.

Gates telah mewanti-wanti akan datangnya pandemi virus yang mampu membuat dunia lumpuh lebih parah dari serangan misil. Dia mengatakan itu di acara TED Talk yang digelar 2015.

"Jika ada sesuatu yang dapat membunuh lebih dari 10 juta orang dalam satu dekade mendatang, kemungkinan besar itu adalah virus yang sangat menular. Bukan rudal, melainkan mikroba," ujarnya.

Dan ketika saat itu tiba, Gates menyakini kita semua tidak akan siap. Pasalnya sistem kesehatan global belum punya kesiapan untuk menghadapi epidemik tersebut.

Tidak sekali dua kali suami dari Melinda Gates itu mengingatkan soal ancaman tersebut. Pernah di diskusi yang gelar oleh Massachusetts Medical Society dan New England Journal of Medicine pada April 2018, Gates memperingatkan akan yang terjadi dari sebuah wabah virus seperti flu Spanyol kembali terjadi di era modern.

Bill Gates saat berbicara di acara TED 2015.

Virus tersebut diyakininya berasal dari hewan namun bermutasi sehingga mampu menyerang manusia. "Dalam kasus ancaman biologis, rasa urgensi itu kurang. 

Dunia perlu bersiap menghadapi pandemi sama seriusnya seperti cara menghadapi perang," ujarnya kala itu.

Dan benar saja apa yang telah diwanti-wanti Gates sejak lima tahun lalu benar-benar terjadi. Virus corona telah menjadi pandemi yang melumpuhkan banyak negara, termasuk Indonesia.

Data dari lembaga WHO, hingga saat ini ditemukan lebih dari 593 ribu kasus dari seluruh dunia. Ada lebih dari 27 ribu orang yang meninggal dan 132 ribu yang sembuh.

Tapi hebatnya Gates, kendati prediksinya benar dirinya tidak jumawa. Dia bahkan ikut turun bantu menyelesaikan persoalan dengan coba menjinakan virus corona.

Tantangan Besar di Negara Miskin

 

Gates berharap jumlah pasien positif corona tidak banyak. Hanya saja kondisi negara miskin membuatnya ketar-ketir.

Menurutnya jumlah manusia yang kemungkinan terinfeksi corona bervariasi di setiap negara. Negara maju kemungkinan besar akan sangat sedikit kasus yang terjadi, misalnya Taiwan, Hong Kong dan Singapura.

Kondisi ini berbeda dengan negara miskin. Tantangannya sangat besar karena sulitnya melakukan social distancing.

"Kebanyakan negara maju seharusnya bisa mencapai level rendah infeksi. Namun beberapa negara berkembang tidak akan bisa melakukan itu," kata Gates.

"Orang-orang hidup dalam jarak dekat dan harus bekerja untuk memperoleh makanan sehingga akan ada negara-negara di mana virus ini akan menyebar lebih luas," sambung pria berusia 64 tahun ini.

Bill Gates menyarankan untuk social distancing.

Dua Solusi

 

Bapak tiga orang anak ini berpendapat ada dua cara yang dapat menekan jumlah kasus pasien corona secara signifikan. 

Pertama melakukan tes atau pengujian secara massal.

Kedua melakukan slow down lewat social distancing selama 2-3 bulan. Dan ini sudah berhasil di China yang mempraktikan hal tersebut selama kurun enam minggu. Kurva kasus infeksi corona di sana melandai.

"Jika sebuah negara melakukan pekerjaannya dengan baik, lewat pengujian secara massal dan shutdown dalam kurun 2-3 bulan, maka mereka akan melihat jumlah kasus yang berkurang banyak dan bisa kembali membuka negaranya," papar Gates.

Jinakan Corona

 

Saat pertama kali mengutarakan soal akan adanya pandemi virus yang bikin dunia babak belur, Gates langsung menyebut kata vaksin. Menurut peria kelahiran Seattle itu vaksin mampu menghadapi virus yang terus bermutasi.

Karena itu butuh kerja keras untuk menemukan pengobatan dan vaksin untuk menjinakan COVID-19.

Menurutnya, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations telah mempersiapkan delapan vaksin yang dijadikan kandidat untuk percobaan klinis. 

Jika salah satu atau lebih dari vaksin terbukti aman dan efektif pada percobaan hewan, mereka akan bersiap pada skala lebih besar sekitar bulan Juni.

Bill Gates saat berkunjung ke Indonesia, 
Bill Gates saat berkunjung ke Indonesia, Foto: Instagram
Untuk obat-obatan, sang filantropi menuturkan bisa ditemukan dengan mengakselerasi komponen yang telah teruji aman dan menggunakan teknik screening terbaru. 

Sebelumnya ia menyatakan, vaksin massal mungkin tersedia dalam waktu 12 sampai 18 bulan.

"Semua langkah ini akan membantu mengatasi krisis saat ini. Tetapi kita juga perlu membuat perubahan sistemik yang lebih besar sehingga kita dapat merespons lebih efisien dan efektif ketika epidemi berikutnya tiba. 

Sangat penting untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah memperkuat sistem perawatan kesehatan utama mereka," ujarnya.

Terakhir, Gates mengatakan meskipun rintangan yang ada sangatlah banyak dan berliku, kita semua pasti bisa menyelamatkan dunia dari ancaman virus corona. 

Melalui yayasannya, Gates telah mendonasikan dana hingga Rp 1,3 triliun untuk pencegahan COVID-19 di dunia.
baca keseluruhan - Ramalan Jadi Nyata, Bill Gates Berusaha Jinakkan Corona

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense