Tampilkan postingan dengan label about bill gates prediction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about bill gates prediction. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Agustus 2020
Bill Gates Prediksi Pandemi COVID-19 Baru Akan Berakhir pada 2022
Kamis, 23 April 2020
'Ramalkan' Corona, Bill Gates Sudah Lama Timbun Makanan
Sudah sejak tahun 2010-an Bill Gates
menyuarakan agar dunia waspada akan kedatangan pandemi virus seperti
yang pernah terjadi di masa silam.
Salah satu keluarga terkaya di dunia
inipun sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan.
Salah satunya dengan menyimpan banyak makanan di basement rumah mereka.
Itu dilakukan bukan hanya sebagai antisipasi wabah virus corona tapi juga jika ada kejadian buruk lainnya.
"Beberapa
tahun silam kami membicarakan bagaimana jika tidak ada air bersih?
Bagaimana jika tidak ada cukup makanan? Kemana kita mungkin akan pergi?
Apa yang mungkin kita lakukan sebagai keluarga? Maka saya pikir kita
harus mempersiapkan hal seperti itu sendiri," sebut istri sang pendiri
Microsoft, Melinda.
"Kami telah mempersiapkan diri dan memiliki beberapa makanan di
basement jika diperlukan dan sekarang kita semua berada di situasi yang
sama," sambungnya dalam wawancara dengan BBC.
Di sisi lain,
Melinda bersyukur atas kondisi keluarga mereka yang tentunya tidak
pernah kekurangan apapun.
"Apa yang banyak kami bicarakan sekarang di
rumah setiap malam adalah betapa beruntungnya kami. Kami mengerti
privilese kami," cetusnya.
Bill Gates yang sekarang termasuk sosok
paling depan dalam membantu pengembangan vaksin COVID-19 sudah cukup
lama memperingatkan virus akan menjadi ancaman serius.
Misalnya pada
tahun 2018 dalam event Massachusetts Medical Society.
"Dunia perlu persiapan untuk pandemi dengan cara serius yang sama seperti persiapan untuk perang," cetusnya saat itu.
"Ketika
saya masih kecil, bencana yang paling kami cemaskan adalah perang
nuklir. Saat perang nuklir datang, kami diharapkan ke lantai bawah
tanah.
Saat ini, risiko terbesar malapetaka bukanlah seperti perang
nuklir. Akan tetapi infeksi virus," tambahnya.
Rabu, 15 April 2020
Kapan Amerika Kalahkan Corona? Ini Ramalan Suram Bill Gates
Pandemi virus corona
benar-benar membuat Amerika Serikat kerepotan. Lebih dari 400 ribu
warga Negeri Paman Sam positif COVID-19.
Kapan kira-kira negara adidaya
itu benar-benar aman dari ancaman corona?
Bill Gates
melontarkan prediksi soal itu yang cukup suram. Menurut sang pendiri
Microsoft, musim gugur tahun 2021 adalah saat di mana Negeri Paman Sam
sudah dapat mengalahkan corona sepenuhnya.
Musim gugur di sana
biasanya jatuh pada bulan September. Artinya jika prediksi Gates benar,
masih butuh waktu sekitar 1,5 tahun lagi sebelum warga Amerika merdeka
dari COVID-19.
Waktu yang cukup lama itu dikarenakan pengembangan vaksin corona
memerlukan waktu lebih dari setahun sebelum dapat diberikan ke publik.
Vaksin merupakan kunci utama dalam melibas corona.
"Vaksin itu
penting karena sampai Anda memilikinya, keadaaan tidak akan menjadi
benar-benar normal," kata orang terkaya dunia nomor dua di belakang Jeff
Bezos ini.
Lockdown atau social distancing bisa dilonggarkan,
namun masih berisiko tanpa vaksin. "Bisa dibuka dalam derajat tertentu
namun risiko balik lagi akan ada sampai kita memiliki vaksin tersedia
sangat luas," cetusnya.
Gates juga memprediksi seperti apa situasi
dalam 6 sampai 12 bulan mendatang. Kurang lebih kondisinya akan mirip
dengan yang terjadi di China.
"Orang-orang kembali bekerja tetapi
mereka memakai masker. Mereka cek suhu. Mereka tidak mengadakan event
olahraga besar. Sehingga mereka dapat menghindari rebound yang besar,"
lanjut Gates.
Salah satu kemungkinan adalah acara yang melibatkan
kerumunan orang bisa saja kembali diizinkan, namun ada pembatasan jumlah
yang sangat terbatas.
Kerumunan besar seharusnya tetap ditiadakan
sampai vaksin tersedia secara luas.
Kamis, 02 April 2020
Bill Gates dan Para 'Peramal' yang Jitu Tebak Kemunculan Virus Corona
Mereka memang tidak secara spesifik meramalkan kedatangan virus corona
dan tidak semua perkataannya tepat. Akan tetapi secara garis besar,
sosok-sosok ini telah meramalkan akan munculnya wabah semacam virus
corona.
Memang melihat pola yang terjadi di masa silam, wabah
penyakit kadang muncul dalam kurun waktu tertentu.
Nah, siapa saja para
'peramal' itu? Berikut di antaranya yang sebagian besar adalah ilmuwan,
seperti dikutip dari Business Insider :
1. Bill Gates
Pendiri Microsoft ini sudah berkali-kali mengingatkan bahwa dunia
tidak akan siap jika ada pandemi merebak.
Tahun 2017 misalnya, Bill Gates
pernah mengutarakan peringatan bahwa dunia harus siap bila suatu saat
muncul patogen yang dapat menghilangkan banyak nyawa dalam waktu
singkat.
Di ajang Massachusetts Medical Society dan New England
Journal of Medicine April 2018, Gates melontarkan pernyataan serupa.
"Dalam kasus ancaman biologis, rasa urgensi itu kurang. Dunia perlu
bersiap menghadapi pandemi sama seriusnya seperti cara menghadapi
perang," cetusnya kala itu.
2. Michael Osterholm
Michael Osterholm adalah
pakar penyakit menular. Tahun 2005, ia menulis di majalah Foreign
Affairs soal ancaman pandemik di masa depan.
"Ini adalah masa penting di
sejarah kita. Waktu sudah habis untuk mempersiapkan diri bagi pandemik
selanjutnya," tulis dia.
"Kita harus beraksi sekarang dengan tegas
dan bertujuan," lanjutnya. Dalam buku Deadliest Enemy : Our War Against
Killer Germs, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak siap jika
wabah berbahaya datang.
3. Robert G. Webster
Robert
G. Webster merupakan pakar penyakit flu. Dalam bukunya Desember silam
berjudul Flu Hunter : Unlocking the secrets of a virus, ia yakin
kedatangan pandemik di depan mata, "Tidak hanya mungkin tapi hanya
masalah waktu," tulisnya.
Jutaan orang dicemaskannya meninggal
sebelum pandemik itu bisa dikendalikan."Alam sekali lagi akan menantang
umat manusia seperti yang terjadi pada virus influenza tahun 1918. Kita
harus bersiap-siap," sarannya.
4. Badan Intelijen
Komunitas intelijen selalu
waspada akan kedatangan pandemik, misalnya pada tahun 2018 dalam
Worldwide Threat Assessment. "Virus yang mudah menular antar manusia
terus menjadi ancaman besar," tulis mereka.
"Kami melihat Amerika Serikat dan dunia akan tetap rentan pada
pandemik flu berikutnya atau wabah sekala besar penyakit menular yang
bisa menyebabkan kematian masif, mengganggu ekonomi dunia dengan berat,
menghabiskan sumber daya internasional dan permintaan yang terus
meningkat pada AS untuk memberi bantuan,"sebut mereka di Januari 2019.
5. Jeremy Konyndyk
Jeremy
Konyndyk adalah mantan direktur US Foreign Disaster Assistance. Pada
artikelnya di Politico tahun 2017, ia menyebut krisis kesehatan global
hanyalah masalah waktu seperti yang sudah terjadi di masa silam.
"Di
masa tertentu, virus yang sangat fatal dan sangat mudah menular akan
muncul, seperti pandemik flu Spanyol tahun 2018 yang menginfeksi
sepertiga populasi dunia," sebutnya. Perkiraan itu memang tidak
sepenuhnya tepat, tapi virus corona terbukti amat menular.
6. Dean Koontz
Dean Koontz adalah penulis
novel yang terbit pada tahun 1981 berjudul The Eyes of Darkness.
Dikisahkan ada virus bernama Wuhan 400, tepat dari mana virus corona
berasal dan kemudian menyebar.
Namun demikian, ramalannya tidak
sepenuhnya tepat. Dalam novel itu, virus bersangkutan dibuat ilmuwan dan
merupakan senjata biologis. Potensi kematian penderita pun 100%.
Sedangkan virus corona potensi kematiannya relatif kecil.
7. Sylvia Browne
Sylvia
Browne yang mengaku bisa meramal menulis buku pada tahun 2008 berjudul
"End of Days: Predictions and Prophecies About the End of the World,".
Dia menulis tentang akan munculnya penyakit pernapasan pada 2020.
"Sekitar
2020 penyakit seperti pneumonia akan menyebar ke seluruh dunia.
Menyerang paru-paru dan saluran bronkial dan sulit disembuhkan dengan
semua jenis perawatan yang ada.
Lebih membingungkan lagi penyakit itu
akan lenyap secara tiba-tiba dan kembali menyerang sepuluh tahun
kemudian dan menghilang secara keseluruhan," tulisnya.
Tapi tulisan itu
juga tidak sepenuhnya tepat karena sebagian besar penderita virus corona
tidak mengalami pneumonia.
8. Dr. Luciana Borio
Dr.
Luciana Borio adalah mantan pejabat White House National Security
Council (NSC) yang sudah dibubarkan.
Ia pernah mengkhawatirkan akan
hadirnya virus berbahaya dan ketidaksiapan menghadapinya.
Pernyataan
itu ia kemukakan pada tahun 2018.
"Ancaman pandemik flu adalah
perhatian nomor satu dalam hal pengamanan kesehatan. Apakah kita siap
untuk meresponsnya? Saya takut jawabannya adalah tidak," katanya kala
itu.
Ramalan Jadi Nyata, Bill Gates Berusaha Jinakkan Corona
Nama Bill Gates dan corona
seperti tidak bisa dilepaskan belakangan ini.
Ya mantan pendiri
Microsoft itu begitu jitu meramal kedatangan wabah yang telah
menginfeksi ratusan ribu orang di dunia.
Gates telah mewanti-wanti
akan datangnya pandemi virus yang mampu membuat dunia lumpuh lebih
parah dari serangan misil. Dia mengatakan itu di acara TED Talk yang
digelar 2015.
"Jika ada sesuatu yang dapat membunuh lebih dari 10 juta orang dalam
satu dekade mendatang, kemungkinan besar itu adalah virus yang sangat
menular. Bukan rudal, melainkan mikroba," ujarnya.
Dan ketika saat itu tiba, Gates menyakini kita semua tidak akan siap.
Pasalnya sistem kesehatan global belum punya kesiapan untuk menghadapi
epidemik tersebut.
Tidak sekali dua kali suami dari Melinda Gates
itu mengingatkan soal ancaman tersebut. Pernah di diskusi yang gelar
oleh Massachusetts Medical Society dan New England Journal of Medicine
pada April 2018, Gates memperingatkan akan yang terjadi dari sebuah
wabah virus seperti flu Spanyol kembali terjadi di era modern.
![]() |
Virus
tersebut diyakininya berasal dari hewan namun bermutasi sehingga mampu
menyerang manusia. "Dalam kasus ancaman biologis, rasa urgensi itu
kurang.
Dunia perlu bersiap menghadapi pandemi sama seriusnya seperti
cara menghadapi perang," ujarnya kala itu.
Dan benar saja apa yang
telah diwanti-wanti Gates sejak lima tahun lalu benar-benar terjadi.
Virus corona telah menjadi pandemi yang melumpuhkan banyak negara,
termasuk Indonesia.
Data dari lembaga WHO, hingga saat ini ditemukan lebih dari 593 ribu
kasus dari seluruh dunia. Ada lebih dari 27 ribu orang yang meninggal
dan 132 ribu yang sembuh.
Tapi hebatnya Gates, kendati prediksinya
benar dirinya tidak jumawa. Dia bahkan ikut turun bantu menyelesaikan
persoalan dengan coba menjinakan virus corona.
Tantangan Besar di Negara Miskin
Gates berharap jumlah pasien positif corona tidak banyak. Hanya saja kondisi negara miskin membuatnya ketar-ketir.
Menurutnya
jumlah manusia yang kemungkinan terinfeksi corona bervariasi di setiap
negara. Negara maju kemungkinan besar akan sangat sedikit kasus yang
terjadi, misalnya Taiwan, Hong Kong dan Singapura.
Kondisi ini berbeda dengan negara miskin. Tantangannya sangat besar karena sulitnya melakukan social distancing.
"Kebanyakan
negara maju seharusnya bisa mencapai level rendah infeksi. Namun
beberapa negara berkembang tidak akan bisa melakukan itu," kata Gates.
"Orang-orang
hidup dalam jarak dekat dan harus bekerja untuk memperoleh makanan
sehingga akan ada negara-negara di mana virus ini akan menyebar lebih
luas," sambung pria berusia 64 tahun ini.
![]() |
Dua Solusi
Bapak
tiga orang anak ini berpendapat ada dua cara yang dapat menekan jumlah
kasus pasien corona secara signifikan.
Pertama melakukan tes atau
pengujian secara massal.
Kedua melakukan slow down lewat social
distancing selama 2-3 bulan. Dan ini sudah berhasil di China yang
mempraktikan hal tersebut selama kurun enam minggu. Kurva kasus infeksi
corona di sana melandai.
"Jika sebuah negara melakukan
pekerjaannya dengan baik, lewat pengujian secara massal dan shutdown
dalam kurun 2-3 bulan, maka mereka akan melihat jumlah kasus yang
berkurang banyak dan bisa kembali membuka negaranya," papar Gates.
Jinakan Corona
Saat pertama kali mengutarakan soal akan
adanya pandemi virus yang bikin dunia babak belur, Gates langsung
menyebut kata vaksin. Menurut peria kelahiran Seattle itu vaksin mampu
menghadapi virus yang terus bermutasi.
Karena itu butuh kerja keras untuk menemukan pengobatan dan vaksin untuk menjinakan COVID-19.
Menurutnya, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations telah
mempersiapkan delapan vaksin yang dijadikan kandidat untuk percobaan
klinis.
Jika salah satu atau lebih dari vaksin terbukti aman dan efektif
pada percobaan hewan, mereka akan bersiap pada skala lebih besar
sekitar bulan Juni.
Bill Gates saat berkunjung ke Indonesia, Foto: Instagram
|
Untuk
obat-obatan, sang filantropi menuturkan bisa ditemukan dengan
mengakselerasi komponen yang telah teruji aman dan menggunakan teknik
screening terbaru.
Sebelumnya ia menyatakan, vaksin massal mungkin
tersedia dalam waktu 12 sampai 18 bulan.
"Semua langkah ini akan
membantu mengatasi krisis saat ini. Tetapi kita juga perlu membuat
perubahan sistemik yang lebih besar sehingga kita dapat merespons lebih
efisien dan efektif ketika epidemi berikutnya tiba.
Sangat penting untuk
membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah memperkuat
sistem perawatan kesehatan utama mereka," ujarnya.
Terakhir, Gates mengatakan meskipun rintangan yang ada sangatlah banyak
dan berliku, kita semua pasti bisa menyelamatkan dunia dari ancaman
virus corona.
Melalui yayasannya, Gates telah mendonasikan dana hingga
Rp 1,3 triliun untuk pencegahan COVID-19 di dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)






