# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label the scientists. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label the scientists. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2013

Gadget di Film 'Mission: Impossible' Tak Lama Lagi Bakal Menjadi Kenyataan

Patut diakui, dunia film telah menjadi salah satu inspirasi terbaik bagi para ilmuwan untuk membangun sebuah teknologi yang memiliki inovasi terbaru bagi umat manusia. Kali ini, para ahli dari University of Illinois, Amerika Serikat, mengambil inspirasi dari film Mission: Impossible, film aksi tentang spionase yang diperankan oleh Tom Cruise.
Dalam sebuah riset terbarunya yang diberi nama “Born to Die”, sebuah tim yang dipimpin oleh John A. Rogers berniat untuk membangun sebuah teknologi yang bisa menghancurkan diri sendiri atau self-destruct. Teknologi ini diilhami dari sebuah gadget yang bisa terbakar atau hancur dengan sendirinya, persis seperti yang anda bisa tonton di film Mission: Impossible.
Proyek tersebut dimulai dengan membangun sebuah chip yang bisa langsung terurai, tepat saat ia tersiram atau jatuh ke dalam air. Setelah berhasil menciptakan chip tersebut, tim riset pun akan mulai membangun sebuah gadget atau smartphone yang juga akan langsung hancur dengan sendirinya, tepat setelah selesai digunakan.
Purwarupa pertama tersebut dibangun dengan bahan campuran antara magnesium, silikon, dan sutra. Menurut Mashable, campuran bahan-bahan tersebut akan langsung mengurai sebuah gadget saat tersentuh air atau ketika berada di dalam tubuh manusia. Produk ini diperhitungkan tidak akan membahayakan nyawa manusia.
Apabila proyek ini berhasil, maka jangan heran apabila anda tak sengaja melihat sebuah peristiwa, dimana sebuah ponsel secara tiba-tiba hancur dengan sendirinya, sesaat setelah seorang agen rahasia menerima pesan mengenai sebuah misi penting.
baca keseluruhan - Gadget di Film 'Mission: Impossible' Tak Lama Lagi Bakal Menjadi Kenyataan

Kamis, 25 Juli 2013

Cetak Gambar 3D dengan Kekuatan Pikiran

Pernah membayangkan mencetak sebuah gambar 3D hanya dengan mengendalikan pikiran? George Laskowsky, Chief Technical Officer Thinker Hal mengembangkan sistem tersebut.

Thinker Thing, sebuah start-up berbasis di Santiago, Chili, mengatakan telah mengembangkan cara untuk mencetak objek 3D dari pikiran manusia.
Mainan ini adalah objek pertama dari daya pikir yang berhasil diciptakan oleh start-up tersebut.
Bentuk atau wujud mainan tersebut ditentukan dari sebuah headset yang kemudian akan dapat mengenali apa yang sedang kita pikirkan.
Ide ini adalah sebuah imajinasi mereka apa yang ingin mereka cetak dalam bentuk 3D. 
Versi awal dari apa yang disebut emosional sistem desain evolusi yang akan memungkinkan orang untuk mengembangkan desain dengan pikiran mereka. 
Anak-anak di Chili akan mendapatkan kesempatan pertama untuk mencobanya ketika mereka akan mengubah pikiran mereka untuk mengubah desain cetak 3D.
Dari hasil cetak 3D tersebut bisa dibuat dalam bentuk patung hiasan meja dan lainnya.
baca keseluruhan - Cetak Gambar 3D dengan Kekuatan Pikiran

Jumat, 19 Juli 2013

Penelitian: Urine Digunakan untuk Isi Daya Telepon Seluler


Ilmuwan Inggris pada Selasa melaporkan telah memanfaatkan kekuatan urine untuk mengisi baterai telepon seluler, dengan energi listrik yang cukup untuk mengirimkan pesan dan menjelajahi internet.
Para peneliti dari University of Bristol dan Bristol Robotics Laboratory mengatakan mereka telah menciptakan sel bahan bakar yang menggunakan bakteri untuk memecah urine agar bisa membangkitkan energi listrik, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Royal Society of Chemistry Physical Chemistry Chemical Physics.
Belum ada orang yang memanfaatkan urine untuk hal ini sehingga ini merupakan penemuan yang menarik, ujar peneliti Ioannis Ieropoulos.
Kebaikan dari sumber daya ini adalah, kita tidak bergantung pada tenaga angin atau matahari yang tidak menentu; kami mendaur ulang sampah untuk menciptakan energi. Satu produk yang kami yakini pasokannya tidak akan habis adalah urine kita sendiri, tambahnya.
Tim membiakkan bakteri dalam elektron positif berisi serat karbon dan menempatkannya ke dalam tabung keramik. Bakteri yang memecah zat-zat kimia dalam urine tersebut masuk melalui tabung itu, lalu membentuk sejumlah kecil daya listrik yang disimpan dalam sebuah kapasitor.
Ieropoulos berharap sel tersebut, yang saat ini sebesar aki mobil, dapat digunakan untuk banyak aplikasi.
€œTujuan kami adalah mempunyai sesuatu yang bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah, jelasnya.
€œSejauh ini microbial fuel stack (MFC) yang sudah kami kembangkan membangkitkan daya yang cukup untuk mengirim SMS, menjelajah internet, dan melakukan panggilan singkat. Konsepnya sudah diuji dan berhasil -- sekarang saatnya bagi kami untuk mengembangkan dan memperbaiki prosesnya sehingga kami bisa mengembangkan MFC untuk mengisi baterai secara penuh.
Mereka berharap teknologi tersebut dapat digunakan untuk alat elektronik rumah tangga.
baca keseluruhan - Penelitian: Urine Digunakan untuk Isi Daya Telepon Seluler

Sabtu, 13 Juli 2013

Ilmuwan China Ciptakan Kamera 100 Megapixel

Seperti apa kemampuan kamera 100 megapixel? Sementara kita masih membayangkannya, para ilmuwan di Chinese Academy of Sciences (CAS) telah berhasil mengembangkan kamera dengan kemampuan monster ini.

"Ini menjadi kamera buatan China dengan pixel tertinggi," klaim tim CAS dalam keterangannya yang dikutip dari lansiran China Daily.

IOE3-Kanban, demikian nama kamera tersebut, dikembangkan oleh divisi Institute of Optics and Electronics CAS. Dengan megapixel yang besar, IOE3-Kanban bisa menghasilkan foto 10.240 x 10.240 pixel.

Meski demikian, kamera ini memiliki body yang tipis dan ringan. Bisa digunakan pada suhu antara minus 20 derajat celcius hingga 55 derajat celcius, IOE3-Kanban diklaim memiliki sensitivitas tinggi.

Dibenamkan pula kemampuan high dynamic range (HDR), sehingga kamera ini bisa digunakan untuk pencitraan beresolusi tinggi melalui pemetaan udara, perencanaan kota, pemantauan bencana, dan sistem transportasi pintar.

"Kamera dilengkapi sistem optik canggih, sistem kontrol kamera, dan sistem perekaman data berkapasitas tinggi," tulis CAS.

Dalam pengujian untuk kepentingan sistem pencitraan udara jarak jauh, kamera ini diklaim terbukti sukses. Namun tidak ada keterangan kapan teknologi ini dipasarkan. Yang jelas CAS akan terus mengembangkan kemampuan kameranya agar menjadi lebih canggih.
baca keseluruhan - Ilmuwan China Ciptakan Kamera 100 Megapixel

Kamis, 04 Juli 2013

Rich Lee, Manusia Pertama yang Cangkok Headphone di Telinga

Dengan menggunakan headphone, Anda bisa mendengarkan musik di manapun tanpa harus menggangu orang lain. Ingin lebih praktis lagi, Rich Lee bahkan mengimplankan (cangkok) alat tersebut di tubuhnya, membuatnya menjadi manusia pertama dengan cangkok headphone di telinga.

Rich Lee merupakan bagian dari subkultur seniman modifikasi tubuh, yang menempelkan magnet kecil di tragus, daging kaku di bagian luar telinga. Ia kemudian membuat perangkat sendiri menyerupai kalung chunky, yang dapat menciptakan medan magnet sehingga menyebabkan implan bergetar dan menghasilkan suara.

Kini Lee bisa mendengarkan musik kapanpun dan di manapun ia mau, tanpa harus repot-repot memasang dan mencopot headphone dari telinganya. Tapi ini bukan satu-satunya hal yang ia rencanakan dengan cangkok headphone barunya.

Karena implan tidak terlihat dengan mata telanjang, Lee berencana menghubungkan earbud ke 'directional mic', sehingga ia dapat mendengarkan percakapan yang terjadi di seluruh ruangan.

Dan karena ia telah kehilangan sebagian besar penglihatan di mata kanannya beberapa tahun lalu, ia juga berencana menggunakan cangkok headphone untuk berlatih echolocation. Dengan menghubungkannya ke 'pengintai ultrasonik', cangkok headphone akan membantunya menggunakan suara untuk memperkirakan seberapa jauh jarak benda dari tubuhnya.

Alat ini menurutnya dapat membantu para tunanetra untuk menavigasi arah, tanpa harus membuat suara dengan mulut atau menggunakan noisemaker manual lainnya.

Lee dikenal sebagai 'biohacker' atau 'grinder', orang-orang yang memodifikasi tubuh dan bereksperimen dengan implan bedah atau teknologi body-enhancement, seperti magnet dan chip identifikasi frekuensi radio, untuk mendapatkan indra tambahan dan meningkatkan kemampuan tubuhnya, seperti dilansir Huffingtonpost.
baca keseluruhan - Rich Lee, Manusia Pertama yang Cangkok Headphone di Telinga

Sabtu, 29 Juni 2013

Ilmuwan Ciptakan Alat Melihat Tembus Pandang

Fungsi Google Glass kurang 'mengerikan'? Teknologi yang satu ini mungkin akan membuat sebagian orang lebih ketakutan. Pasalnya, dengan perangkat ini orang bisa melihat secara tembus pandang. 

Para ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) bereksperimen dengan sistem yang mereka sebut Wi-Vi. Sistem ini bisa melacak obyek bergerak di balik tembok, menggunakan sistem wireless yang terbilang murah dan sudah tersedia dimana-mana. 

Wi-Vi bisa dibenamkan di smartphone atau perangkat genggam khusus. Dina Katabi, profesor yang mengembangkan Wi-Vi bersama mahasiswanya Fadel Adib menyebutkan, sistem ini nantinya bisa digunakan untuk kepentingan hukum atau penyelamatan saat bencana alam. 

Meski demikian, menurut Katabi, pengguna gadget pun bisa menggunakannya. Misalnya, ketika seseorang khawatir ada yang mengikuti atau mengintai dari belakang, dia bisa menggunakan gadgetnya untuk mendeteksi apakah ada orang atau tidak di balik tembok. 

Untuk saat ini, resolusi sistem Wi-Vi masih rendah. Sebagai gambaran, Wi-Vi versi pertama ini lebih seperti radar yang melacak pesawat, belum memperlihatkan detail seperti sinar X-ray. 

Katabi dan Adib sedang berupaya mengembangkan versi dengan resolusi lebih tinggi, sehingga sistem ini bisa mengenali wajah. Namun sebelumnya, menurutnya masyarakat perlu memiliki kebijakan mengenai bagaimana menggunakannya. Tentunya agar masyarakat tidak kaget dan menciptakan kekhawatiran seperti ketika datang Google Glass. 

"Seperti semua teknologi di dunia, ini bergantung pada bagaimana kita menggunakannya," kata Katabi seperti dilansir Computer World

Wi-Vi bekerja dengan mengirimkan gelombang radio Wi-Fi menembus hambatan seperti tembok, kemudian mengukur cara mereka terpantul kembali. Ini mirip dengan cara kerja radar dan sonar, namun tanpa perangkat berukuran besar dan mahal serta frekuensi terbatas. 

Setiap kali sinyal Wi-Fi terpantul obyek, bentuk dan susunan obyek tersebut akan mempengaruhi sinyal yang dipantulkan lagi. Namun saat Wi-Fi 'menabrak' dinding, sebagian besar sinyal akan tercermin pada dinding. Saat itulah samar-samar bisa terlihat refleksi orang yang berada di sisi lain tembok.
baca keseluruhan - Ilmuwan Ciptakan Alat Melihat Tembus Pandang

Senin, 11 Maret 2013

Mobil Sapu Angin 'Minum' 1 Liter BBM untuk 300 Km

Mobil Sapu Angin, karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) ini kian akrab di telinga beberapa tahun terakhir. Semakin inovatif, versi terbaru Sapu Angin siap berlaga kembali.

Ya, meraih juara Shell Eco-Marathon Asia selama tiga tahun berturut-turut, tak lekas membuat tim pengembangan Sapu Angin berpuas diri. Bekerja keras, mereka menyiapkan Sapu Angin 7 Evolution untuk dipertandingkan di event tahunan yang sama, di Sirkuit Sepang Juli mendatang di Malaysia.

Arif Aulia Rahhman, perwakilan tim Sapu Angin mengatakan, timnya saat ini fokus pada pengembangan kinerja mesin, meringankan bobot kendaraan dan membuat desain mobil lebih aerodinamis. Satu hal tak kalah penting, Arif dan rekan-rekannya akan membuat mobil ini semakin irit bahan bakar.

"Anda ingin isi bahan bakar hanya sebulan sekali?," demikian Arif mempromosikan karya timnya dalam sebuah tayangan video yang diputar dalam acara Get Inspired, Kamis (7/3/2013). 

Ucapan Arif tak main-main. Timnya memang menargetkan Sapu Angin 7 Evolution bisa lebih irit dari pendahulunya, dengan penggunaan bahan bakar satu liter pada jarak 300 km.


Demi Sapu Angin 7 Evolution, Arif dan timnya yang berjumlah sekitar 20 orang rela sering begadang selama kurang lebih enam bulan. Alhasil, mereka pun harus pandai-pandai mengatur waktu di tengah kesibukan kuliah mereka. Meski demikian, Arif dan timnya bersemangat mengerjakan proyek ini.

"Biasanya sih kita kerjain malam setelah kuliah dan kalau libur," kata mahasiswa ITS semester 8 ini.

Dalam kesempatan berbicara di acara Get Inspired yang diadakan BBC Indonesia di Undiknas University, Denpasar, Bali, Arif juga menyempatkan diri memohon doa restu dari hadirin menjelang Sapu Angin 7 dilombakan.

"Kami ingin menjadi juara keempat kalinya, mengukuhkan rekor yang kami buat tahun lalu. Saya mohon doanya ya," kata Arif.

Selain Shell Eco-Marathon Asia, rencananya Sapu Angin 7 Evolution juga akan mengikuti ajang di negeri sendiri, Indonesia Energy Marathon Chalenge, November tahun ini.

Sukses terus tim Sapu Angin!
baca keseluruhan - Mobil Sapu Angin 'Minum' 1 Liter BBM untuk 300 Km

Kamis, 10 Maret 2011

Ilmuwan Buat Bahan Bakar Diesel Langsung dari Matahari

Perusahaan bioteknologi di Massachusetts, Amerika Serikat (AS), Joule Unlimited mengklaim bisa menghasilkan bahan bakar diesel murni langsung dari energi matahari. Bagaimana caranya?

Menggunakan teknologi yang dinamakan Helioculture, tim Joule mengubah cahaya matahari dan sisa pembakaran CO2 langsung menjadi bahan bakar berwujud cairan.

Ini dilakukan tanpa melibatkan proses dua tahap menggunakan cahaya matahari untuk menumbuhkan tanaman yang baru setelah itu diolah untuk menjadi bahan bakar.

"Kami menyalurkan fotosintesis yang merupakan proses pengambilan energi paling produktif di dunia, pada tingkat efisiensi yang sebelumnya diperkirakan tidak dapat dicapai," kata President dan CEO Joule Bill Sims, dikutip dari TG Daily.

Dia juga menyebutkan, pada waktu yang sama, proses ini menghilangkan ketergantungan pada biomass, produksi biofuel serta biaya pengolahan yang menyertainya.

Temuan yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Photosynthesis Research ini, memaparkan bahwa penemuan Joule dapat menghasilkan 15.000 galon bahan bakar diesel per tahun. Ini lebih banyak dibandingkan 3.000 galon biodiesel yang dihasilkan secara tidak langsung dari tanaman ganggang.

"Kami telah menunjukkan bahwa proses fotosintesis adalah cara unggul untuk mendapatkan bahan bakar yang bisa diperbaharui secara langsung pada volume dan biaya yang dibutuhkan untuk menggantikan bahan bakar fosil," kata Dan Robertson selaku Senior Vice President Biological Sciences di Joule.
baca keseluruhan - Ilmuwan Buat Bahan Bakar Diesel Langsung dari Matahari

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense