# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label serba unix hotel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba unix hotel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Desember 2013

Tertarik Menginap di Hotel Luar Angkasa?


Jika biasanya kehidupan luar angkasa hanya bisa dilihat dalam film saja, kini siapapun bisa merasakan langsung bagaimana hidup di luar angkasa lho. Yap, sebuah hotel di China bernama Pengcheng Space Capsules menawarkan konsep menginap seperti di luar angkasa.
Hotel ini baru saja dibangun tiga bulan lalu dan berhasil menarik perhatian warga sekitar. Di hotel ini, pengunjung bisa berinteraksi dengan berbagai robot canggih. Pengunjung juga bisa menikmati desain ruang futuristik yang hadir di setiap ruangannya.
Jika menginap disini, pengunjung akan memasuki pesawat kapsul ruang angkasa. Pada bagian depan, ada sebuah robot besar yang berdiri menjaga pintu hotel dan sebagai sambutan, hadir robot penerima tamu yang akan membawakan minuman selamat datang.
Tak hanya sosok robot-robot canggih yang ditemui, namun interior yang ada hotel ini pun dibuat secanggih mungkin. Saat menginap disini, pengunjung akan merasakan dekorasi di dalam kamar yang agak berbeda. Tersedia tempat tidur tingkat dan sempit dalam ruang kaca, mirip dengan ruang istirahat para astronot. Kamar ini pun dihiasi dengan lampu berwarna violet yang berkesan futuristik.
Seperti kehidupan di masa depan, Pengcheng Space Capsules benar-benar memberikan kecanggihan teknologi luar biasa. Misalnya, pengunjung dapat memesan makanan atau minuman melalui tablet yang disediakan di kafe lantai dasar.
Dilansir dalam Rocketnews24, untuk bisa bermalam dengan nuansa luar angkasa, pengunjung tak perlu mengeluarkan biaya mahal. Tarif permalamnya hanya seharga Rp130 ribu saja. Wow!
Pengcheng Space Capsules hadir mengikuti tren hotel kapsul di Asia, tepatnya Jepang. Mulanya, hotel dengan konsep ini memang sengaja dibuat untuk pengunjung yang membutuhkan tempat beristirahat saat tertinggal kereta. Maka jangan heran, biasanya hotel ini ada disekitaran stasiun.
Namun, dengan berjalannya waktu, hotel kapsul hadir jadi tren pilihan menginap dengan tarif murah. Tema-temanya yang dihadirkan juga sangat sederhana dengan fasilitas yang tak berlebihan. Tetapi Pengcheng Space Capsules punya sesuatu yang berbeda, hotel ini hadir dengan tema unik, modern dan menawarkan kecanggihan teknologi terkini.
Nah, tertarik menginap di Pengcheng Space Capsules, Dreamers?
baca keseluruhan - Tertarik Menginap di Hotel Luar Angkasa?

Rabu, 16 Oktober 2013

Hotel Alcatraz, Pengunjungnya Diperlakukan Seperti Tahanan

Sebuah hotel di Jerman dinamai Alcatraz, sebab bangunannya merupakan bekas penjara tua yang kini sudah dialih fungsikan. Hotel Alcatraz berada di kota Kauserslautern, dan memiliki 56 kamar ‘penjara’ untuk tempat menginap tamu-tamu ‘tahanan’ mereka.
Tentu saja hotel ini tidak ada hubungannya dengan Alcatraz yang mengerikan itu, walau memakai namanya untuk menarik perhatian pengunjung.
Kamar-kamar yang dipakai untuk para tamu menginap masih seperti bentuk sel penjara aslinya, yaitu dengan jeruji besi yang kuat dan rapat bahkan hingga ke jendelanya. Untuk membuat suasana penjara makin terasa, tetamu wajib mengenakan piyama bergaris hitam putih, seperti tahanan jaman dahulu.
Namun tentu ada fasilitas modern semacam televisi dan wi-fi yang boleh digunakan untuk membuat tamu hotel tak terlalu bete menginap di sana. Jadi tak heran bila mereka masih bisa menggunakan laptop untuk bekerja atau sekedar online.
Resepsionis hotel, David Woodard, 23, menerangkan asal mula Hotel Alcatraz:
“Dr Michael Koll dan Dr Andreas Kirsch lah yang membeli bekas penjara dan punya ide untuk mengubahnya menjadi sebuah hotel tahun 2007, lima tahun setelah (penjara) ditutup,” ungkap David Woodard seperti dilansir oleh Dailymail.
Namun tak semua bagian penjara diubah menjadi hotel, sebab ada beberapa bagian penjara asli yang dibiarkan untuk lokasi tur wisata pengunjung. Tarif menginap di hotel itu adalah 41 – 58 poundsterling per malam.
Penjara tersebut berdiri sejak tahun 1867, dan memiliki banyak ruangan seperti ruang kerja, gudang, dan juga kapel.
Nah, Anda berminat juga menjadi ‘tahanan’ disana?
baca keseluruhan - Hotel Alcatraz, Pengunjungnya Diperlakukan Seperti Tahanan

Rabu, 26 Juni 2013

Hotel Gelandangan, Agar Pengunjung Merasakan Sensasi Jadi Gelandangan

Biasanya sebuah hotel akan menawarkan berbagai kenyamanan dan fasilitas memadai agar pengunjungnya dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman. Namun tidak demikian halnya dengan Hotel Faktum, di Swedia.
Hotel ini tak menyediakan berbagai fasilitas layaknya hotel, namun memberi layanan yang unik. Faktum Hotel memberikan tempat menginap layaknya gelandangan.
Ya, Anda nantinya akan tidur di bawah jembatan layang, di rumah kosong, alam terbuka, juga flat kotor  yang sudah ditinggalkan pemiliknya. Tempat tidur empuk pun tak akan Anda jumpai, melainkan hanya ada sleeping bag, serta bantal tua atau selimut bekas yang lusuh.
Biaya sewa Hotel Faktum murah meriah, hanya US$ 10 saja atau Rp. 97 ribu per malam.
Aaron Israelson, pengurus hotel gelandangan tersebut mengatakan bahwa di bulan Januari dan Februari adalah saat paling mengenaskan bagi para tunawisma.
“Cuaca di bulan Januari dan Februari sangat dingin. Pengunjung yang ingin merasakan bagaimana penderitaan tunawisma dapat memilih bulan tersebut untuk menginap di sini”, tuturnya untuk Huffington Post.
Hotel tersebut memang ingin menyadarkan masyarakat Swedia bahwa ada banyak tunawisma alias gelandangan yang tak memiliki rumah di sekitar mereka. 
Diharapkan setelah menginap di hotel Faktum dan merasakan betapa tak enaknya menjadi gelandangan, dapat membuka kesadaran pengunjung untuk mau mengulurkan tangan membantu para tunawisma tersebut.
Keuntungan yang didapat dari penyewaan hotel Faktum seluruhnya dipakai untuk membantu kaum tunawisma di Swedia.
Anda berminat mengunjunginya? Silakan buka situs Faktum hotel. Sebuah usaha pengumpulan dana yang sangat kreatif, bukan?
baca keseluruhan - Hotel Gelandangan, Agar Pengunjung Merasakan Sensasi Jadi Gelandangan

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense