Tampilkan postingan dengan label about kind's mitos woman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about kind's mitos woman. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 September 2013
4 Mitos Kecantikan Yang Membuat Kulit Kering
Merawat kelembapan kulit adalah hal yang wajib bagi setiap orang. Sehingga banyak sekali mitos yang muncul soal perawatan kulit. Tapi tak selalu mitos tersebut benar. Karena ada beberapa mitos seputar perawatan kulit tubuh yang justru membuatnya menjadi kering.
Dilansir dari Reader Digest inilah 4 mitos yang justru bisa menyebabkan kulit menjadi kering :
Mitos 1
Mitos : Lotion yang lebih kental, kulit menjadi lebih lembab
Fakta : Kebenarannya adalah hal yang sebaliknya, memakai lotion yang terlalu kental dan banyak justru membuat sel-sel kulit mati yang mengakibatkan kulit tampak kusam.
Mitos 2
Mitos : Bila cuaca berawan atau mendung tidak usah menggunakan sunscreen
Fakta : Walaupun cuaca mendung kamu harus tetap menggunakan sunscreen untuk menjaga kelembapan kulit. Karena awan hanya menyaring sedikit sinar UV yang bisa merusak kulit dan membuatnya kering.
Mitos 3
Mitos : Kulit berminyak tidak membutuhkan moisturizer
Fakta : Biarpun kulit berminyak memproduksi minyak berlebih tapi kulit tetap membutuhkan moisturizer demi menjaga kelembapan alaminya. Pilih moisturizer dengan bahan dasar yang bebas minyak. Untuk kulit kombinasi gunakan moisturizer tipis di bagian T zone, dan lebih banyak di daerah pipi yang lebih kering.
Mitos 4
Mitos : Mandi membantu kulit kering agar tetap lembab
Fakta : Hal tersebut sebenarnya tidak benar, mandi atau bahkan berenang terlalu lama mengikis air dalam kulit. Mandi terlalu sering dan lama dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan pori-pori. Hal tersebut bisa membuat kulit kehilangan air dan kelembapannya sehingga menjadi kering.
Itulah mitos salah yang menyebabkan kulit kering. Semoga bermanfaat ya Dreamers!
Selasa, 11 Juni 2013
8 Mitos Kecantikan yang Salah
Beauty Lovers, 9 mitos di bawah ini akan membuka mata Anda pada mitos kecantikan yang sudah sering Anda dengar (dan Anda praktekkan), tapi pada kenyataannya mitos ini tidak benar. Lebih lengkapnya bisa dibaca di bawah ini.
Hanya Jenis Kulit Kering yang Harus Menggunakan Pelembab
Pelembab hanya akan membuat kulit berminyak Anda menjadi lebih berminyak. Pelembab membuat kulit Anda bekerja lebih keras dalam memproduksi minyak.
Menyisir Rambut 100 Kali Per hari Akan Membuat Rambut Bersinar
Jangan pernah menyisir rambut Anda terlalu sering karena hanya akan membuat folikel rambut melemah dan akan menyebabkan kerusakan.
Menyilangkan Kaki Sebabkan Varises
Salah. Bahkan, berdiri yang terlalu seringlah yang dapat menyebabkan varises. Jika Anda mempunyai pekerjaan yang kebanyakan aktivitasnya memaksa Anda untuk berdiri sepanjang waktu, pembuluh darah Anda bekerja keras untuk memompa darah dari kaki ke jantung Anda, sehingga menyebabkan pengumpulan darah, bengkak, dan urat biru yang akan tampak pada kaki Anda.
Produk Mahal Lebih Efektif
Pada setiap kategori harga, ada banyak produk yang bagus, tapi juga ada beberapa yang tidak berfungsi dengan baik. Semuanya bergantung pada formula yang terkandung dalam produk dan bagaimana reaksi produk tersebut dengan kulit Anda.
Jerawat Akan Hilang dengan Sendirinya Seiring Bertambahnya Usia
Ini bukan tentang usia, melainkan tentang hormon dan genetik. Tidak semua remaja memiliki masalah jerawat pada usianya. Jika Anda tidak mengalami masalah ini pada masa remaja Anda, bukan berarti di masa depan Anda akan terbebas dari tumbuhnya jerawat yang membandel.
Pasta Gigi Dapat Menyingkirkan Jerawat
Memang benar, menthol yang terdapat pada pasta gigi dapat memberikan efek dingin pada jerawat. Tapi bahan-bahan pasta gigi yang lain dapat menyebabkan iritasi kulit.
Produk Berbahan Dasar Natural Lebih Baik
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan produk “natural”? Hal ini sangat susah untuk ditebak. Banyak produk yang mengaku terbuat dari bahan organik atau 100% alami, tapi siapa yang tahu kebenarannya? Dan hanya karena produk yang digunakan bukan buatan manusia, bukan berarti produk tersebut tidak bisa dipercaya. Gunakanlah produk yang menurut Anda berhasil mengatasi masalah Anda.
Mencukur Akan Membuat Bulu Tumbuh Kasar dan Tebal
Tidak benar. Justru tidak mencukur bulu kaki akan membuat kaki Anda terlihat liar. Bercukur tidak akan mengubah tekstur ketebalan rambut setiap individu.
Nah Beauty Lovers, semoga artikel di atas bermanfaat ya!
Selasa, 19 Maret 2013
Fakta dan Mitos Kesehatan Reproduksi
Banyak mitos beredar seputar kesehatan reproduksi.
Agar tidak tersesat informasi yang salah, berikut fakta sebenarnya tentang fungsi dan sistem reproduksi yang perlu Anda cermati.
MITOS: Perempuan yang lebih cepat mendapat haid pertama (menarche) = perempuan nakal
FAKTA: Tidak ada hubungannya antara menarche dengan perilaku nakal.Menarche pada usia 10-15 tahun dipengaruhi faktor gizi dan keturunan. Semakin muda usia menarche, semakin tua usia menopause.
MITOS: Perawan akan berdarah pada hubungan seks pertama atau malam pertama.
FAKTA: Keperawanan punya aspek fisik yang mengacu pada selaput dara dan aspek sosial yang mengacu pada seorang yang pernah berhubungan seksual. Selaput dara memiliki bentuk elastis.
Perempuan akan mengeluarkan cairan vagina jika terangsang sehingga tidak semua perempuan mengalami pendarahan saat berhubungan seks untuk pertama kalinya.
MITOS: Masturbasi atau onani hanya dilakukan pria dan menyebabkan dengkul kopong
FAKTA: Masturbasi bisa dilakukan baik perempuan ataupun laki-laki. Dan perilaku ini bisa menyebabkan luka, keletihan, dan kelelahan jika berlebihan, merasa berdosa, tidak konsentrasi, ketergantungan, dan tidak merasa butuh pasangan.
MITOS: Orang hiperseks, jalan mengangkang dan bentuk bokong rata.
FAKTA: Ini tidak berhubungan dan hanya pasangannya yang tahu bahwa ia hiperseks.
MITOS: Payudara bisa diperbesar dengan meremasnya.
FAKTA: Besar kecilnya payudara disebabkan faktor keturunan. Meremas hanya memperbesar sementara karena rangsangan. Sementara itu, payudara besar tidak mempengaruhi jumlah produksi ASI.
MITOS: Hubungan seks sekali tidak menyebabkan hamil.
FAKTA: Pertemuan sperma dan sel telur dapat menyebabkan kehamilan walaupun hanya berhubungan seks sekali.
MITOS: Makan nanas menyebabkan keguguran.
FAKTA:Apapun yang dimakan secara berlebihan akan menyebabkan gangguan. Pengaruh makanan akan berdampak pada lambung dan usus, bukan pada alat reproduksi.
Senin, 18 Februari 2013
Sembilan Mitos Kehamilan
Kehamilan adalah sebuah hal istimewa sekaligus tugas berat yang berlangsung dalam perut wanita. Mari kita bicara tentang beberapa mitos umum yang sangat dipercayai dan fakta di belakang mereka:
1. Ibu hamil mengidam es krim dan acar
Salah! Beberapa wanita memang ingin sesuatu yang pedas dan manis, namun tidak akan mengidam satu hal melulu selama kehamilan. Beberapa wanita ingin cokelat dalam satu pekan dan pekan depan? Salad buah. Bahkan, hal-hal yang biasanya tidak dimakan atau dianggap tidak sehat, roti putih dan keju, juga bisa tampak sangat menarik selama kehamilan.
2. Makan salmon selama kehamilan buruk bagi bayi
Salah! Salmon mengandung asam lemak Omega-3, yang sebenarnya sangat sehat bagi ibu. Selain itu salmon air tawar akan memiliki lebih sedikit kemungkinan terkontaminasi merkuri. Sushi masih diterima, namun, sardin, hiu, ikan todak, dan tuna harus dibatasi.
3. Ibu hamil harus jauh-jauh dari kucing
Salah! Kucing peliharaan tidak harus dijauhkan, namun hindari kotak kotoran kucing karena mengandung toksoplasma yang dapat membahayakan janin.
4. Berolahraga saat hamil berbahaya
Salah! Latihan ringan seperti berjalan kaki dan berenang sebenarnya bermanfaat karena mereka akan mengurangi nyeri saat persalinan dan menjaga berat badan agar tidak terlalu gemuk. Yoga dan aerobik ringan adalah latihan yang baik.
5. Ibu hamil tidak boleh mengangkat tangan di atas kepala, berhubungan seks, atau menyentuh jari kaki
Semua salah! Kecuali ada kondisi medis tertentu yang mengharuskan menghindari tindakan itu, tidak ada salahnya melakukan semua hal di atas.
6. Mandi itu berbahaya
Tidak selalu! Tetapi mandi panas harus dihindari. Termasuk sauna, jacuzzi, dan spa yang membuat suhu tubuh meningkat karena dapat menyebabkan cacat saraf bayi pada trimester pertama. Silakan mandi air hangat suam-suam kuku dengan suhu di bawah 38 derajat Celsius.
7. Tidur telentang harus dihindari
Tidur telentang tidak menjadi masalah sampai akhir trimester pertama, namun setelah 20 pekan rahim akan begitu berat sehingga menghambat aliran darah ke jantung dan ari-ari. Namun, jika Anda tertidur dengan posisi telentang, jangan khawatir dan Anda hanya perlu tidur menyamping saja.
8. Boleh minum alkohol
Salah! Alkohol dan nikotin dapat memiliki efek yang merugikan pada janin dan harus dihindari sama sekali. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dua gelas anggur dalam sepekan mungkin tidak akan memberi pengaruh.
9. Ibu hamil tak boleh makan hotdog
Salah! Hotdog adalah makanan yang baik selama dimasak dengan benar.
1. Ibu hamil mengidam es krim dan acar
Salah! Beberapa wanita memang ingin sesuatu yang pedas dan manis, namun tidak akan mengidam satu hal melulu selama kehamilan. Beberapa wanita ingin cokelat dalam satu pekan dan pekan depan? Salad buah. Bahkan, hal-hal yang biasanya tidak dimakan atau dianggap tidak sehat, roti putih dan keju, juga bisa tampak sangat menarik selama kehamilan.
2. Makan salmon selama kehamilan buruk bagi bayi
Salah! Salmon mengandung asam lemak Omega-3, yang sebenarnya sangat sehat bagi ibu. Selain itu salmon air tawar akan memiliki lebih sedikit kemungkinan terkontaminasi merkuri. Sushi masih diterima, namun, sardin, hiu, ikan todak, dan tuna harus dibatasi.
3. Ibu hamil harus jauh-jauh dari kucing
Salah! Kucing peliharaan tidak harus dijauhkan, namun hindari kotak kotoran kucing karena mengandung toksoplasma yang dapat membahayakan janin.
4. Berolahraga saat hamil berbahaya
Salah! Latihan ringan seperti berjalan kaki dan berenang sebenarnya bermanfaat karena mereka akan mengurangi nyeri saat persalinan dan menjaga berat badan agar tidak terlalu gemuk. Yoga dan aerobik ringan adalah latihan yang baik.
5. Ibu hamil tidak boleh mengangkat tangan di atas kepala, berhubungan seks, atau menyentuh jari kaki
Semua salah! Kecuali ada kondisi medis tertentu yang mengharuskan menghindari tindakan itu, tidak ada salahnya melakukan semua hal di atas.
6. Mandi itu berbahaya
Tidak selalu! Tetapi mandi panas harus dihindari. Termasuk sauna, jacuzzi, dan spa yang membuat suhu tubuh meningkat karena dapat menyebabkan cacat saraf bayi pada trimester pertama. Silakan mandi air hangat suam-suam kuku dengan suhu di bawah 38 derajat Celsius.
7. Tidur telentang harus dihindari
Tidur telentang tidak menjadi masalah sampai akhir trimester pertama, namun setelah 20 pekan rahim akan begitu berat sehingga menghambat aliran darah ke jantung dan ari-ari. Namun, jika Anda tertidur dengan posisi telentang, jangan khawatir dan Anda hanya perlu tidur menyamping saja.
8. Boleh minum alkohol
Salah! Alkohol dan nikotin dapat memiliki efek yang merugikan pada janin dan harus dihindari sama sekali. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dua gelas anggur dalam sepekan mungkin tidak akan memberi pengaruh.
9. Ibu hamil tak boleh makan hotdog
Salah! Hotdog adalah makanan yang baik selama dimasak dengan benar.
Selasa, 05 Februari 2013
Menguak Mitos-mitos Tentang Keputihan
"Perempuan jangan banyak-banyak makan nanas atau timun, nanti keputihan." Benarkah anggapan tersebut?
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, dr. Yusrawati, SpOG (K) secara tegas menepis mitos itu. Dia memastikan tidak ada buah-buahan yang menimbulkan keputihan. Semua buah berfungsi menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan organ intim wanita, jantung, kulit, dan lainnya.
Bahkan katanya, buah-buahan termasuk nanas maupun pisang ambon, justru perlu dikonsumsi agar tubuh tahan terhadap jamur atau keputihan. “Justru kurang makan buah-buahan malah bisa menimbulkan keputihan,” kata dokter spesialis obstetri & ginekologi ini, “karena daya tahan tubuh menurun dan ketika itu jamur mudah tumbuh.”
Untuk itu, dr. Yusrawati menganjurkan agar tetap mengonsumsi buah-buahan dan sayur tersebut. Idealnya, jenis buah dan sayur yang dikonsumsi bervariasi dengan jumlah cukup. Kendati demikian, mengingat buah nanas bersifat asam dia mengingatkan agar memperhatikan lambung sebelum megonsumsinya. Jangan-jangan malah maagnya kumat.
“Tetapi tidak ada hubungan makan nanas dengan keputihan,” tegas dokter yang berlatar belakang pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Universitas Indonesia.
Lalu bagaimana terjadinya keputihan itu?
Yusrawati kembali mengingatkan, pemicu keputihan adalah daya tahan tubuh yang lemah. Keputihan juga bisa terjadi karena vagina atau organ intim lembap.
Daya tahan tubuh akan rendah jika kurang mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Nah, zat antioksidan itu sangat banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. “Oleh sebab itu makan buah sangat penting,” jelas dr. Yusrawati.
Sebenarnya, lanjut dia, keputihan adalah hal biasa dialami wanita. Hanya perlu diketahui, apakah masih dalam katagori normal atau tidak? Keputihan dalam jumlah banyak masih bisa disebut normal, jika datang sebelum atau sesudah haid, atau pada saat hormonnya meningkat.
“Ciri keputihan normal adalah: tidak berwarna seperti putih telur mentah, tidak berbau, serta tidak ada rasa gatal,” jelasnya.
Keputihan tidak normal bisa dilihat dari warnanya yang berubah kekuningan atau kehijauan, lendirnya menjadi lebih kental, bergelembung-gelembung, berbau, dan gatal. Jika keputihan tidak lagi normal, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter, karena jika dibiarkan bisa berlanjut ke penyakit yang lebih serius.
Keputihan tidak normal, ungkap Yusrawati, berarti telah terjadi infeksi di dalam vagina yang akan mengubah pH (derajat keasaman) vagina menjadi basa. Di dalam vagina atau organ intim ada yang namanya flora normal. Apabila ada yang tidak normal, maka asam vagina berubah. Flora-flora yang tidak normal akan tumbuh, sehingga menjadi infeksi.
Infeksi ini, katanya, tidak hanya ada di vagina, tapi bisa masuk hingga ke mulut rahim, saluran telur, serta akan menimbulkan bercak-bercak yang berpotensi menimbulkan infeksi di saluran rahim. Kondisi tersebut mempengaruhi organ reproduksi.
“Jadi bagi yang belum punya keturunan, bisa saja sulit mendapatkan keturunan akibat infeksi di organ reproduksi,” tuturnya.
Infeksi yang dibiarkan juga bisa memicu kanker rahim. Perubahan pH vagina membuat virus berpotensi masuk. Jika virus yang masuk katagori Human Papilloma Virus (HPV), akan memicu terjadinya kanker.
Untuk itu, wanita disarankan untuk menjaga kondisi vagina. Berikut rekomendasi dr. Yusrawati agar vagina tetap bersih dan sehat:
- Menempuh gaya hidup sehat.
- Vagina harus dijaga agar tetap kering, jangan sampai lembap.
- Sering berganti pakaian dalam, apalagi jika celana dalam dalam kondisi basah.
- Jangan mengenakan pakaian dalam berbahan nilon atau bahan yang membuat vagina lembap.
- Hindari mengenakan celana terlalu ketat, menempel seperti legging, karena udara tidak bisa masuk dan organ kewanitaan tidak bisa bernapas.
- Hindari penggunaan pantyliner berpewangi. Parfum yang terkandung di dalamnya bisa membunuh flora-flora normal di vagina, kemudian berganti menjadi flora tidak normal.
- Hindari penggunaan sabun pencuci vagina yang mengandung antiseptik. Antiseptik itu artinya membunuh segala bentuk kuman, termasuk kuman normal yang ada di vagina. Padahal flora normal dibutuhkan untuk menjaga pH vagina, dan flora normal ini bisa mati semua karena antiseptik. Cara paling aman membersihkan vagina: gunakan air bersih.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, dr. Yusrawati, SpOG (K) secara tegas menepis mitos itu. Dia memastikan tidak ada buah-buahan yang menimbulkan keputihan. Semua buah berfungsi menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan organ intim wanita, jantung, kulit, dan lainnya.
Bahkan katanya, buah-buahan termasuk nanas maupun pisang ambon, justru perlu dikonsumsi agar tubuh tahan terhadap jamur atau keputihan. “Justru kurang makan buah-buahan malah bisa menimbulkan keputihan,” kata dokter spesialis obstetri & ginekologi ini, “karena daya tahan tubuh menurun dan ketika itu jamur mudah tumbuh.”
Untuk itu, dr. Yusrawati menganjurkan agar tetap mengonsumsi buah-buahan dan sayur tersebut. Idealnya, jenis buah dan sayur yang dikonsumsi bervariasi dengan jumlah cukup. Kendati demikian, mengingat buah nanas bersifat asam dia mengingatkan agar memperhatikan lambung sebelum megonsumsinya. Jangan-jangan malah maagnya kumat.
“Tetapi tidak ada hubungan makan nanas dengan keputihan,” tegas dokter yang berlatar belakang pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Universitas Indonesia.
Lalu bagaimana terjadinya keputihan itu?
Yusrawati kembali mengingatkan, pemicu keputihan adalah daya tahan tubuh yang lemah. Keputihan juga bisa terjadi karena vagina atau organ intim lembap.
Daya tahan tubuh akan rendah jika kurang mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Nah, zat antioksidan itu sangat banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. “Oleh sebab itu makan buah sangat penting,” jelas dr. Yusrawati.
Sebenarnya, lanjut dia, keputihan adalah hal biasa dialami wanita. Hanya perlu diketahui, apakah masih dalam katagori normal atau tidak? Keputihan dalam jumlah banyak masih bisa disebut normal, jika datang sebelum atau sesudah haid, atau pada saat hormonnya meningkat.
“Ciri keputihan normal adalah: tidak berwarna seperti putih telur mentah, tidak berbau, serta tidak ada rasa gatal,” jelasnya.
Keputihan tidak normal bisa dilihat dari warnanya yang berubah kekuningan atau kehijauan, lendirnya menjadi lebih kental, bergelembung-gelembung, berbau, dan gatal. Jika keputihan tidak lagi normal, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter, karena jika dibiarkan bisa berlanjut ke penyakit yang lebih serius.
Keputihan tidak normal, ungkap Yusrawati, berarti telah terjadi infeksi di dalam vagina yang akan mengubah pH (derajat keasaman) vagina menjadi basa. Di dalam vagina atau organ intim ada yang namanya flora normal. Apabila ada yang tidak normal, maka asam vagina berubah. Flora-flora yang tidak normal akan tumbuh, sehingga menjadi infeksi.
Infeksi ini, katanya, tidak hanya ada di vagina, tapi bisa masuk hingga ke mulut rahim, saluran telur, serta akan menimbulkan bercak-bercak yang berpotensi menimbulkan infeksi di saluran rahim. Kondisi tersebut mempengaruhi organ reproduksi.
“Jadi bagi yang belum punya keturunan, bisa saja sulit mendapatkan keturunan akibat infeksi di organ reproduksi,” tuturnya.
Infeksi yang dibiarkan juga bisa memicu kanker rahim. Perubahan pH vagina membuat virus berpotensi masuk. Jika virus yang masuk katagori Human Papilloma Virus (HPV), akan memicu terjadinya kanker.
Untuk itu, wanita disarankan untuk menjaga kondisi vagina. Berikut rekomendasi dr. Yusrawati agar vagina tetap bersih dan sehat:
- Menempuh gaya hidup sehat.
- Vagina harus dijaga agar tetap kering, jangan sampai lembap.
- Sering berganti pakaian dalam, apalagi jika celana dalam dalam kondisi basah.
- Jangan mengenakan pakaian dalam berbahan nilon atau bahan yang membuat vagina lembap.
- Hindari mengenakan celana terlalu ketat, menempel seperti legging, karena udara tidak bisa masuk dan organ kewanitaan tidak bisa bernapas.
- Hindari penggunaan pantyliner berpewangi. Parfum yang terkandung di dalamnya bisa membunuh flora-flora normal di vagina, kemudian berganti menjadi flora tidak normal.
- Hindari penggunaan sabun pencuci vagina yang mengandung antiseptik. Antiseptik itu artinya membunuh segala bentuk kuman, termasuk kuman normal yang ada di vagina. Padahal flora normal dibutuhkan untuk menjaga pH vagina, dan flora normal ini bisa mati semua karena antiseptik. Cara paling aman membersihkan vagina: gunakan air bersih.
Jumat, 09 Desember 2011
Mitos Atau Fakta? 9 Mitos Populer Tentang Pelembap
Anda mungkin sering mendengar banyak mitos dari mulut ke mulut mengenai pelembap kulit. Tapi mitos hanyalah sekadar mitos. Berikut ini sembilan mitos dan fakta mengenai pelembap yang patut Anda ketahui kebenarannya:
1. Mitos: Pelembap tidak dibutuhkan oleh wanita yang memiliki jenis kulit berminyak. Jika digunakan, justru akan membuat kulit semakin berminyak.
Fakta: Kulit berminyak juga bisa mengalami dehidrasi atau kekeringan di lapisan dalamnya. Tanpa pelembap, kulit berminyak justru akan memproduksi lebih banyak minyak untuk area yang kekurangan kadar air.
2. Mitos: Hanya kulit kering yang membutuhkan pelembap.
Fakta: Semua jenis kulit membutuhkan pelembap, karena pelembap alami kulit hanya bertahan selama tiga jam. Selebihnya, kulit membutuhkan bantuan untuk menjaga kelembapan, yang bisa didapatkan dari penggunaan produk pelembap secara teratur.
3. Mitos: Penggunaan pelembap yang teratur justru akan menyumbat pori-pori kulit sehingga berisiko memicu pembentukan komedo dan jerawat.
Fakta: Pelembap tidaklah mengandung minyak yang menutup pori-pori, melainkan mengandung air yang justru merawat pori-pori kulit. Dengan pelembap, produksi minyak dapat dikontrol, pori-pori tetap rapat dan jauh dari komedo dan jerawat.
4. Mitos: Produk pelembap untuk kulit berminyak akan meningkatkan kadar air pada kulit.
Fakta: Nah yang ini baru fakta! Pelembap akan menambah dan mempertahankan kadar air dalam kulit kita. Karena pelembap membantu rehidrasi kulit, mengikat molekul air di lapisan kulit, sekaligus mencegah produksi minyak berlebih.
5. Mitos: Pelembap tidak cocok digunakan saat cuaca panas atau di daerah beriklim tropis.
Fakta: Daerah beriklim tropis seperti Indonesia memang memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, namun tidak berarti bahwa kita tidak lagi membutuhkan pelembap. Kelembapan kulit mudah hilang karena proses penguapan dalam suhu udara yang tinggi. Oleh sebab itu, kulit harus selalu diberi pelembap tambahan agar tidak kering.
6. Mitos: Kulit kita tidak perlu lagi pelembap jika sudah menggunakan tabir surya.
Fakta: Tabir surya berguna melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Namun kulit kita tetap butuh air untuk menjaga kelembapannya. Karenanya, pelembap tetap dibutuhkan. Oleskan pelembap sebelum mengenakan tabir surya minimal 10 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan, di bawah sinar mentari.
7. Mitos: Pelembap menyebabkan make-up cepat luntur.
Fakta: Pelembap yang tidak tepat dapat menyebabkan make-up cepat luntur. Gunakan pelembap berbahan dasar air yang justru mengontrol kadar minyak berlebih, sehingga make-up akan bertahan lebih lama, dan terlihat halus di kulit.
8. Mitos: Pelembap memang bisa membuat make-up menempel halus, tetapi debu juga ikut menempel.
Fakta: Bila minyak dengan cepat mengikat bakteri lewat debu dan menjadi komedo atau jerawat, pelembap justru sebaliknya. Pelembap melindungi kulit dan mencegah debu masuk ke dalam lapisan kulit lewat pori-pori. Segera basuh wajah Anda dan gunakan kembali pelembap setelah beraktivitas di luar ruangan.
9. Mitos: Kulit yang sedang berjerawat, jika diberi pelembap justru akan membuatnya meradang.
Fakta: Ini tidak benar! Justru bila sedang berjerawat, kulit membutuhkan pelembap. Karena pada umumnya obat jerawat bersifat mengeringkan kulit. Penggunaan pelembap sangat penting untuk menghindari kekeringan kulit. Pilihlah pelembap yang sekaligus mengandung antibakteri, salycilat acid, bebas minyak dan memang dibuat untuk kulit berjerawat.
Langganan:
Postingan (Atom)



