Tampilkan postingan dengan label arsenal legend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arsenal legend. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Desember 2014
Thierry Henry, Sang Raja Telah Turun Takhta
Senin, 13 Januari 2014
Sejarah Hari Ini (13 Januari): David Seaman Gantung Sepatu
Hari ini atau tepatnya sepuluh tahun lalu, salah satu kiper terbaik Inggris, David Seaman, memutuskan untuk mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola profesional.
Anda yang mengaku pecinta sepakbola Inggris tentu tahu sosok karismatik ini. Memiliki tubuh yang tinggi besar, galak di lapangan, tampang yang gahar dengan kumis tebal plus rambut kuncir kuda. Ya, dialah salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Inggris, David Seaman.
Tepat sepuluh tahun lalu atau 13 Januari 2004, Seaman memutuskan untuk gantung sepatu di usianya yang ke 40 tahun. Sedikit aneh, karena ia tidak pensiun di klub yang menjadikannya ikon, Arsenal, melainkan di Manchester City. Faktor usia dan cedera bahu kambuhan jadi alasannya meninggalkan hingar-bingar dunia sepakbola.

Selama 22 tahun berakirer sebagai pesepakbola profesional, Seaman pernah membela lima klub yang kesemuanya berada di tanah Inggris. Arsenal tentu jadi tim yang paling dikenang.
Bagaimana tidak, sepanjang 13 musim kiprahnya di sana, Seaman mengoleksi total gelar yang identik. Ya, 13 gelar, masing-masing tiga gelar Community Shield, satu Piala Liga Inggris, empat Piala FA, satu Piala Winner, satu gelar Liga Inggris, dan dua gelar Liga Primer Inggris.
Sayang, kiprah gemilangnya di level klub tak sejalan dengan petualangannya di Timnas Inggris. Meski mengoleksi 75 caps, Seaman lebih dikenang dengan kekonyolannya terhadap gol Ronaldinho di perempat-final Piala Dunia 2002.
Tak usahlah kita mengenang setitik aib milik Seaman, tapi kenanglah The Safe Hands sebagai kiper hebat yang mampu menancapkan rasa frustasi pada setiap striker lawan.
Anda yang mengaku pecinta sepakbola Inggris tentu tahu sosok karismatik ini. Memiliki tubuh yang tinggi besar, galak di lapangan, tampang yang gahar dengan kumis tebal plus rambut kuncir kuda. Ya, dialah salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Inggris, David Seaman.
Tepat sepuluh tahun lalu atau 13 Januari 2004, Seaman memutuskan untuk gantung sepatu di usianya yang ke 40 tahun. Sedikit aneh, karena ia tidak pensiun di klub yang menjadikannya ikon, Arsenal, melainkan di Manchester City. Faktor usia dan cedera bahu kambuhan jadi alasannya meninggalkan hingar-bingar dunia sepakbola.
| DAVID SEAMAN |

| Nama: David Seaman Tempat, Tanggal Lahir: Rotherham, Inggris, 19 September 1963 Klub: Peterborough United (1982 - 1984) Birmingham City (1984 - 1986) Queens Park Rangers (1986 - 1890) Arsenal (1990 - 2003) Manchester City (2003 - 2004) Timnas Inggris: 75 caps | Koleksi Gelar Klub:Arsenal: FA Community Shield (1991, 1998, 1999, 2002) Piala Liga Inggris (1992/93) Piala FA (1993, 1998, 2002, 2003) Liga Inggris/Primer Inggris: (1990/91, 1997/98. 2001/02) Piala Winner (1994) |
Selama 22 tahun berakirer sebagai pesepakbola profesional, Seaman pernah membela lima klub yang kesemuanya berada di tanah Inggris. Arsenal tentu jadi tim yang paling dikenang.
Bagaimana tidak, sepanjang 13 musim kiprahnya di sana, Seaman mengoleksi total gelar yang identik. Ya, 13 gelar, masing-masing tiga gelar Community Shield, satu Piala Liga Inggris, empat Piala FA, satu Piala Winner, satu gelar Liga Inggris, dan dua gelar Liga Primer Inggris.
Sayang, kiprah gemilangnya di level klub tak sejalan dengan petualangannya di Timnas Inggris. Meski mengoleksi 75 caps, Seaman lebih dikenang dengan kekonyolannya terhadap gol Ronaldinho di perempat-final Piala Dunia 2002.
Tak usahlah kita mengenang setitik aib milik Seaman, tapi kenanglah The Safe Hands sebagai kiper hebat yang mampu menancapkan rasa frustasi pada setiap striker lawan.
Senin, 21 Oktober 2013
Sejarah Hari Ini (17 Oktober): Rekor John Lukic Untuk Arsenal
Comeback kiper legendaris Arsenal John Lukic ditandai dengan dirinya yang masuk dalam buku sejarah Liga Champions.
Arsenal beruntung bisa memiliki seorang pemain yang di usia senjanya masih dapat bermain bugar di sebuah pertandingan kompetitif.
Saat pemain-pemain berusia 35 tahun ke atas umumnya sudah atau mulai mempertimbangkan untuk gantung sepatu, tapi tidak demikian dengan seorang legenda klub Gudang Peluru.
Yah, hari ini, 13 tahun silam, legenda Arsenal John Lukic membuat sebuah rekor bagi sepakbola Eropa sekaligus bagi The Gunners sendiri.
Lukic menjadi pemain paling tua yang tampil di Eropa pada 17 Oktober 2000, yakni 39 tahun 311 hari. Kala itu, Arsenal bentrok dengan klub ibu kota Italia, Lazio, di laga fase grup Liga Champions. Spesial, Lukic yang comebackdari cedera, langsung diberi kesempatan tampil sebagaistarter pada pertandingan tersebut dan bermain sepanjang 90 menit mengawal gawang Arsenal. Maklum saja spesial, sebab Lukic -- kiper utama Arsenal di era 80-an -- merupakan kiper cadangan tim di era millenium, tapi begitu kembali, dihadiahi tempat starter untuk merasakan atmosfer sebergengsi pentas Eropa.
Pertandingan yang dihelat di Stadio Olimpico itu harus berakhir sama kuat 1-1. Lukic lebih dulu kebobolan lewat aksi brilian dari Pavel Nedved di menit ke-24. Saat Arsenal sepertinya bakal pulang dengan tangan hampa, Robert Pires menyelamatkan muka tim dengan menjebol gawang Lazio dua menit sebelum pertandingan rampung.
Kini, Lukic telah berusia 52 tahun. Kegiatan dia sekarang ini adalah menjadi staf pelatih secara part-time. Mantan pesepakbola asal Serbia ini juga tercatat sebagai pemain yang pernah merasakan juara liga di dua klub berbeda, sebuah prestasi yang sempat diguratkan pemain profesional macam Nicolas Anelka, Eric Cantona, Ashley Cole dan Kevin Richardson.
Buku sejarah Liga Primer Inggris juga mencatat jika Lukic adalah salah satu penggawa yang bermain di kasta teratas sepakboal negeri Ratu Elisabeth dalam empat dekade berbeda, bersama dengan pemain seperti Peter Shilton, Steve Ogrizovic dan Sir Stanley Matthews, yang juga sudah melakukan pencapaian yang sama.
Arsenal beruntung bisa memiliki seorang pemain yang di usia senjanya masih dapat bermain bugar di sebuah pertandingan kompetitif.
Saat pemain-pemain berusia 35 tahun ke atas umumnya sudah atau mulai mempertimbangkan untuk gantung sepatu, tapi tidak demikian dengan seorang legenda klub Gudang Peluru.
Yah, hari ini, 13 tahun silam, legenda Arsenal John Lukic membuat sebuah rekor bagi sepakbola Eropa sekaligus bagi The Gunners sendiri.
| JOHN LUKIC |
![]() |
| Profil |
| Nama lengkap: Jovan "John" Lukic Tempat lahir: Chesterfield, Inggris Tanggal lahir: 11 Desember 1960 (52 tahun) Posisi: Penjaga gawang |
| Klub |
| Leeds United: 1978-1983 Arsenal: 1983-1990 Leeds United: 1990-1996 Arsenal: 1996-2001 |
Pertandingan yang dihelat di Stadio Olimpico itu harus berakhir sama kuat 1-1. Lukic lebih dulu kebobolan lewat aksi brilian dari Pavel Nedved di menit ke-24. Saat Arsenal sepertinya bakal pulang dengan tangan hampa, Robert Pires menyelamatkan muka tim dengan menjebol gawang Lazio dua menit sebelum pertandingan rampung.
Kini, Lukic telah berusia 52 tahun. Kegiatan dia sekarang ini adalah menjadi staf pelatih secara part-time. Mantan pesepakbola asal Serbia ini juga tercatat sebagai pemain yang pernah merasakan juara liga di dua klub berbeda, sebuah prestasi yang sempat diguratkan pemain profesional macam Nicolas Anelka, Eric Cantona, Ashley Cole dan Kevin Richardson.
Buku sejarah Liga Primer Inggris juga mencatat jika Lukic adalah salah satu penggawa yang bermain di kasta teratas sepakboal negeri Ratu Elisabeth dalam empat dekade berbeda, bersama dengan pemain seperti Peter Shilton, Steve Ogrizovic dan Sir Stanley Matthews, yang juga sudah melakukan pencapaian yang sama.
Langganan:
Postingan (Atom)

Momen dimulainya pembentukan sang legenda. Henry dan Wenger bereuni di Arsenal setelah keduanya sempat berkiprah di Monaco.
Meski dianggap kurang bersinar di Spanyol, Henry mencium paling banyak trofi di level klub bersama Barcelona.
Sosok Henry tidak begitu populer di mata rakyat Prancis.




