# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label profil pemain sepak bola dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil pemain sepak bola dunia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Mei 2014

PROFIL: Ivan Rakitic, Pangeran Andalusia Asal Kroasia

Sevilla akhirnya keluar sebagai kampiun Liga Europa 2013/14, setelah sukses menaklukkan Benfica lewat drama adu penalti, Kamis (15/5) dini hari WIB.

Partai puncak yang digelar di Juventus Stadium itu sejatinya berjalan di luar ekspektasi. Kedua tim yang dikenal tampil atraktif malah menunjukkan performa antitesis. Skor imbang 0-0 tak berubah selama 120 menit, hingga Sevilla kemudian juara lewat skor 4-2 melalui babak adu penalti.

Fakta yang cukup mengejutkan, karena sejatinya komposisi pemain Sevillistas Rojiblancos jelas kalah mentereng dibanding peserta lainnya, macam Fiorentina, Tottenham Hotspur, Juventus, bahkan lawannya di final Benfica!

Kesatuan, kekompakan, serta semangat juang hingga tetes darah penghabisan, jadi kunci keberhasilan pasukan Unai Emery. Pernyataan di atas boleh saja Anda koreksi, tapi coba cermati fakta yang kami paparkan kemudian.

Sevilla sejatinya bukan "anggota resmi" LE musim ini. Mereka hanya mampu finish di posisi kesembilan La Liga Spanyol 2012/13. Tiket ke Eropa berhasil diraih akibat sanksi yang deterima Malaga dan Rayo Vallecano akibat masalah finansial. Secara heroik Los Palangans kemudian melalui 19 partai sejak babakplay-off, untuk jadi juara!

Jangan lupakan pula comeback melawan Real Betis, serta gol detik terakhir Stephane M'Bia menghadapi Valencia dalam prosesnya! Sebagai seorang netral, kita jelas dibuat terkagum-kagum dengan torehan tersebut.

Selain faktor kepemimpinan pelatih sebagai peracik skema sekaligus pembangun mental pemain di pinggir lapangan, sosok pemimpin di atas lapangan juga jadi bagian krusial. Peran itulah yang diemban dengan sangat brilian oleh sang kapten, Ivan Rakitic.

UEFA yang memilihnya menjadi Man of The Match di partai final. Tidak melulu konservatif, dengan hanya menilai sebiji gol atu sepasang assist catatannya. Lebih dari itu, sebagai seorang Kroasia, kebesaran cinta Rakitic hingga mau berkorban untuk klub terbesar Andalusia jadi teladan utama rekan-rekannya.


                         Rakitic membela Timnas Kroasia sejak berusia 19 tahun

Lahir pada 10 Maret 1988, Ivan Rakitic merupakan seorang Kroasia yang tumbuh dan besar di kota kecil Mohlin, Swiss. Keluarganya merupakan imigran asal Sikirevci, Kroasia, yang pindah dan menetap di Swiss akibat perang.

Ayah dan kakaknya sendiri adalah mantan pesepakbola profesional. Fakta itulah yang jadi dorongan kuat Rakitic melanjutkan profesi yang sudah jadi tradisi keluarganya. Klub lokal di Mohlin jadi pilihan untuk mulai meretas petualangan hebatnya. 

Di usia 16 tahun Rakitic sukses memikat hati pemandu bakat klub terbesar Swiss, FC Basel. Jadilah ia masuk ke akademi klub cikal bakal Barcelona itu hingga menandatangani kontrak profesional pada 1 Juli 2005, di usia 17 tahun! Potensinya sebagai pemain besar terasah dengan sempurna. Cukup dua musim diRot Blau, klub mapan Jerman, Schalke 04, memboyongnya dengan mahar €5 juta.

Dua bulan setelah kepindahannya ke Bundesliga Jerman pada 22 Juni 2007, pemain berambut pirang itu kemudian membuat sebuah keputusan penting untuk kelangsungan kariernya. Rakitic memutuskan untuk membela Timnas Kroasia di level internasional, alih-alih melanjutkan kiprah bersama Timnas Swiss. Suatu pergolakan hati yang mendalam, karena ia lahir dan besar di Swiss dan membela Timnasnya di berbagai kategori umur.

Keputusan karier yang dirasa tepat. Meski baru akan merasakan megahnya ajang Piala Dunia di Brasil esok, ia sudah jadi pilar Kroasia sejak berusia 19 tahun dan selalu turut serta dalam Euro 2008 dan 2012. Tempatnya di sebelas awal tim juga sulit tergeser, karena faktanya Rakitic sudah mengoleksi 60 caps dengan torehan sembilan gol.

                  Nama Ivan Rakitic mulai mencuat sejak gemilang bersama Schalke 04

Berkiprah di Veltnis Arena, nama Rakitic makin mencuat di Eropa. Tampil rata-rata 35 kali di setiap musimnya, ia jadi pilar kesuksesan Die Königsblauen menyodok papan atas Bundeliga Jerman. Gelar DFB-Pokal di musim terakhirnya pada 2010/11 jadi ganjaran paling spesial.

Sayangnya di musim terakhir itulah, berbagai masalah datang silih berganti bagi pemuda yang kala itu masih berusia 22 tahun. Ia mulai tidak kerasan dengan kebiasaan Schalke mengganti pelatih, kelas tim yang dirasa kurang mentereng di Eropa, hingga memuncak pada cedera panjang yang membuatnya tersisih dari starting XI.

Tampil hanya di 16 partai pada musim 2010/11, kontraknya yang tinggal menyisakan satu musim tak diperpanjang. Santer diberitakan bakal hijrah ke Atletico Madrid atau Juventus, secara mengejutkan Sevilla yang malah mengangkutnya hanya dengan harga €2,5 juta!


              Memasuki musim keempatnya bersama Sevilla, Rakitic dipercaya jadi kapten
Melakoni musim perdana di Sevilla, masa yang sulit dialami Rakitic. Ia tidak klop dengan pelatih Los Nervionenses kala itu, Marcelino Garcia. Bermain di posisi aslinya sebagai winger dalam skema 4-4-2, keberadaan Frederic Kanoute dan Alvaro Negredo di lini depan secara mengejutkan malah menyulitkannya.

Hal itu terjadi karena Marcelino menarik Kanoute lebih ke belakang untuk melayani Negredo. Alih-alih memudahkan kinerja Rakitic, keduanya malah sering bertabrakan posisi. Imbasnya nama yang disebut terakhir jadi sering duduk di bangku cadangan. Dari 29 partai di musim perdananya, ia turun 17 kali daribench. Hal itu terus berlanjut di musim kedua, hingga akhirnya Kanoute memutuskan hijrah ke Cina.

Rakitic kemudian dipilih masuk untuk mengisi pos kosong peninggalan striker asal Mali tersebut. Hasilnya sempurna, ia jadi pelayan sempurna bagi Negredo di musim lalu melalui gelontoran sepuluh assist-nya. Peningkatan performa dibarengi dengan peningkatan rasa cintanya pada tanah Andalusia.

Perasaan yang makin menjadi tatkala dirinya bertemu wanita cantik khas Andalusia, Raquel Mauri, yang berakhir jadi istrinya. Dikaruniai seorang putri dari hasil pernikahannya, sikap Rakitic jadi berubah 180 derajat. Ia tak lagi urakan dan tampil lebih dewasa.

Eakitic lantas merepresentasikannya dengan jelas di atas lapangan setiap kali berlaga. Tak pelak, di awal musim 2013/14, Unai Emery sang pelatih menunjuk sang Kroasia jadi kapten kesebelasan.


                                                                                         
Bicara statistik musim ini, Rakitic boleh dibilang tengah berada di puncak karier. Tampil di 33 laga La Liga Spanyol dari total 37 jornada, ia sukses menorehkan jumlah gol dan assist yang identik. Ya, 12 gol dan sepuluh assist dalam semusim di liga domestik, jadi catatan terbaik sepanjang kariernya.

Berkat hal itu Sevilla kini mapan di peringkat lima klasemen, meski belum aman betul. Rakitic juga memiliki peran besar terhadap mencuatnya nama Carlos Bacca di bursa transfer. Perpaduan keduanya mengingatkan kita akan pendahulunya di Ramon Sanchez Pijzuan, yakni Enzo Maresca dan Luis Fabiano.

Kegemilangan Rakitic makin kentara jika kita mengalihkan pandangan pada turnamen Liga Europa, di mana Sevilla keluar sebagai juara. Hanya sebiji gol dan sepasang assist yang ia torehkan memang, tapi dialah pemain teratas pembuka jalan bagi 43 gol yang ditorehkan Sevilla sepanjang turnamen.

Dari 802 operan yang ia lepaskan di LE musim ini, 31 diantaranya jadi kunci gelontoran gol The Washbowl.Satu yang hilang darinya di partai final dini hari tadi. Namun Rakitic tetaplah brilian lewat beberapa aksinya, karena tak mungkin UEFA sekonyong-konyong memilih Man of The Match untuk partai final.

Karena performa impresifnya di sepanjang musim, tawaran untuk segera hijrah ke klub yang lebih besar lantas jadi ujian sejati kecintaan Rakitic pada Sevilla. Berulang kali ia mengatasnamakan istri dan anaknya untuk bertahan, tapi di masa kini hal itu tak lagi jadi jaminan.

Real Madrid hadir sebagai godaan terbesar. Meski laman transfermakt.com melansir harga Rakitic berkisar di angka €20 juta, Sevilla memasang banderol tinggi dalam kontraknya senilai €40 juta.

Sejatinya bukan hal yang sulit bagi Los Blancos untuk menebus syarat tersebut, melalui kekuatan uangnya. Kini tinggal Rakitic yang memutuskan, apakah dirinya akan pergi dengan mengesampingkan perasaan cinta dan loyalitas? Atau tetap bertahan untuk jadi si asing dari Kroasia yang jadi pangeran Andalusia...

IVAN RAKITIC

Nama: Ivan Rakitic

Tempat, Tanggal Lahir: Mohlin, Swiss, 10 Maret 1988

Klub:
 FC Basel (2005-2007)
Schalke 04 (2007-2011)
Sevilla (2011-...)

Caps Timnas Kroasia: 60/9 gol
Koleksi Gelar

(FC Basel)

Piala Swiss: 2006/07

(Schalke 04)
DFB-Pokal: 
2010/11

(Sevilla)
Liga Europa: 
2013/14

baca keseluruhan - PROFIL: Ivan Rakitic, Pangeran Andalusia Asal Kroasia

Sabtu, 26 Oktober 2013

Sejarah Hari Ini (10 Agustus): Ulang Tahun Javier Zanetti

Hari ini, kapten FC Internazionale, Javier Zanetti merayakan ulang tahunnya yang ke-40.

Hari ini, 10 Agustus, adalah hari kelahiran legenda sepakbola asal Argentina yang kini masih aktif membela klub raksasa Serie A Italia, FC Internazionale, yaitu Javier Zanetti.

Lahir pada 1973 di Dock Sud, Buenos Aires, Argentina, Zanetti saat ini menjadi salah satu pemain yang paling dihormati di sepakbola dengan caps lebih dari seribu kali untuk tim nasional dan juga untuk klub. Kapten Inter ini dikenal sebagai pemain yang kuat, tangguh, stamina tinggi, dan kemampuannya untuk melewati para pemain lawan ketika menyerang.

Dia juga dikenal sebagai pemain yang sangat serba bisa, Zanetti mampu bermain di beberapa posisi seperti bek kiri, bek kanan, sayap kiri, sayap kanan dan juga gelandang bertahan. Posisi utamanya adalah sebagai bek kanan, tetapi kemampuan menyerangnya juga tidak dapat ditutupi, mengingat ia sering melewati lawan ketika maju membawa bola. Tercatat ia mencetak 26 gol sepanjang karirnya di level klub.

Menjalani debut di Inter pada 27 Agustus 1995 pada usia 22 tahun menghadapi Vicenza di Serie A, sekarang ia sudah menjadi salah satu sosok legenda dengan memegang rekor sebagai pemain paling banyak bermain untuk Inter (847) dan di Argentina (145). Di Serie A, catatan caps-nya hanya kalah dari Paolo Maldini yang bermain sebanyak 647 kali, sementara Zanetti bermain sebanyak 603 kali.

JAVIER ZANETTI


Nama: Javier Adelmar Zanetti

Tempat, Tanggal Lahir: Buenos Aires, Argentina 10 Agustus 1973.

Klub:
 Talleres (1991-1992)
Banfield (1992-1995)
FC Internazionale (1995-sekarang)
Koleksi Gelar
Serie A Italia: 5
Coppa Italia:  4
Supercoppa Italia: 4
Piala UEFA: 
1
Liga Champions: 1
Piala Dunia Antarklub: 1

Selama karirnya, Pupi telah memenangkan lima Scudetto, empat trofi Coppa Italia, empat Supercoppa, satu Piala UEFA, satu Liga Champions dan satu Piala Dunia Antarklub. Sebagai kapten, ia mampu mengantarkan Inter meraih treble winners dengan menjuarai Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions pada 2010 silam.

Rekor-rekor di atas diperkirakan masih akan tetap diperbarui, mengingat Zanetti masih belum memiliki keinginan untuk pensiun dari dunia sepakbola, meski ia harus istirahat panjang karena cedera di akhir musim 2012/13 kemarin. Selamat ulang tahun ke-40, Zanetti!


"Dia tidak pernah kehilangan bola [pada sesi latihan pertamanya di Inter], selalu menempel di kakinya. Hari itu, saya tahu dia akan membuat sejarah."
Giuseppe Bergomi

baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (10 Agustus): Ulang Tahun Javier Zanetti

Sejarah Hari Ini (13 Agustus): Ulang Tahun Alan Shearer

Penyerang legendaris Inggris ini merayakan ulang tahunnya yang ke-43.
Selamat ulang tahun, Shearer!

Mantan pemain Southampton, Blackburn Rovers, dan Newcastle United ini terkenal sebagai pencetak gol ulung. Ia pun sempat menjadi penyerang yang ditakuti seantero Eropa. Jika bicara soal senjatanya, dari ujung kaki hingga kepala adalah senjata andalan Shearer untuk mencetak gol. Predikat pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Primer Inggris pun membuatnya layak menyandang status legenda sepakbola Inggris.

ALAN SHEARER
 Profil
Nama
Tanggal Lahir
Tempat Lahir
Alan Shearer
13 Agustus 1970Newcastle, Inggris
 Statistik Karir
Klub (Pemain)






Tim Nasional

Klub (Pelatih)

Gelar


Caps Int.

Gol Int.

Gol di EPL

- Southampton (1988-1992)
- Blackburn Rovers
(1992-1996)
- Newcastle United (1996-2006)

- Inggris (1992-2000)

- Newcastle (2009)

Liga Primer Inggris (1994-1995)

60

30

260

Mengawali karir di Southampton, pria kelahiran Newcastle yang turun sebagai pengganti ini langsung tampil memukau dalam pertandingan debutnya. Namanya pun menghiasi halaman depan surat kabar setempat setelah ia menyarangkan hattrick ke gawang Arsenal dan membawa Southampton menang 4-3 atas The Gunners.

Performanya terus meningkat hingga pada 1992 ia pun memutuskan untuk bergabung dengan Blackburn Rovers setelah menolak tawaran dari Manchester United. Di tahun pertamanya, Shearer sempat mengalami cedera yang membuatnya tidak bisa tampil selama setengah musim. Namun, ia membubuhkan 16 gol dalam 21 pertandingan bersama Blackburn.

Di musim 1993/94,  Shearer pulih dari cedera dan melakukan comeback yang brilian. Penyerang ini meraih gelar Player of The Year, seiring ia mencetak 31 gol dalam 40 pertandingan. Puncaknya, Shearer berhasil membawa Blackburn menjadi kampiun Inggris pada musim 1994/95 setelah klub itu puasa gelar selama bertahun-tahun.

Dengan torehan 112 gol dalam 138 penampilan bersama Blackburn di EPL, Shearer pun hijrah ke klub yang menjadi idola kanak-kanaknya, Newcastle United, pada 1996. Mantan penyerang Inggris ini lagi-lagi menolak pinangan United demi bergabung dengan idolanya, Kevin Keegan.

Sayang, karir Shearer di Newcastle tidak selancar perkiraan. Mantan penyerang Blackburn ini berkali-kali dihadang persoalan cedera. Kendati begitu, ia tetap mampu menjadi topskor EPL dan meraih PFA Player of The Year sekali lagi, meski Newcastle tidak berhasil membawa pulang gelar apapun ke St James Park sejak kedatangannya. Shearer menutup buku torehan prestasinya di Newcastle pada akhir musim 2005/06, mencetak 206 gol, 148 di antaranya ia cetak di EPL. Hingga kini, Shearer masih menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah EPL dengan 260 gol menjadi buktinya.

Karir internasionalnya di Inggris memang tidak seheboh karirnya di klub, namun patut diperhitungkan. Penyerang yang terkenal dengan tandukan dan tendangan kerasnya ini mencatatkan 63 penampilan bersama tim nasional Inggris dan 30 gol ia cetak.

Setelah pensiun, Shearer pun mulai menjajaki dunia kepelatihan. Secara mengejutkan, pada awal April 2009, Shearer justru ditunjuk menjadi manajer Newcastle United untuk delapan laga terakhir, mengambil alih pekerjaan dari Chris Hughton saat manajer utama Joe Kinnear baru selesai operasi jantung. Sayang, debutnya sebagai manajer justru berujung pahit, Newcastle United terdegradasi setelah musim 2008/2009 berakhir.
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (13 Agustus): Ulang Tahun Alan Shearer

Senin, 07 Oktober 2013

Sejarah Hari Ini (3 Oktober): HUT Zlatan Ibrahimovic, 1981

Berdarah campuran Bosnia dan Kroasia, Ibra memulai karir di Malmo FF sebelum hijrah ke Ajax Amsterdam.

Salah satu penyerang paling mengerikan di kotak penalti ini ternyata dahulunya pernah dianggap tidak memiliki bakat hebat tetapi waktu kemudian membuktikan, namanya menjulang tinggi.

Dilahirkan di Malmo 3 Oktober 1981, nama Ibrahimovic mulai berkibar ketika berpetualang di Italia bersama Juventus dan FC Internazionale dengan menyabet sederet gelar personal prestisius.

Berdarah campuran Bosnia dan Kroasia, Ibra memulai karir di Malmo FF sebelum hijrah ke Ajax Amsterdam dan tiga musim kemudian dijual ke Turin.

IBRACADABRA! 
Nama: Zlatan Ibrahimovic

Tempat, Tanggal Lahir: Malmo, 2 Oktober 1981.

Klub:

Malmo FF: 1990-2001
Ajax Amsterdam: 2001-2004
Juventus: 2004-2006
FC Internazionale: 2006-2009
Barcelona 2009-2011
AC Milan: 2010-2012
PSG 2012 - sekarang
Koleksi Gelar
Eredivisie Belanda:
 2001/02, 2003/04 (Ajax)
KNVB Cup: 2001/02 (Ajax)
Serie A: 2006/07, 2007/08, 2008/09 (Inter) dan 2010/11 (AC Milan).
Piala Super Italia: 2006, 2008 (Inter) dan 2011 (Milan)
La Liga: 2009/10 (Barcelona)
Piala Super Spanyol: 2009, 2010 (Barcelona)
Piala Super Eropa: 2009 (Barcelona)
FIFA Club World Cup: 2009 (Barcelona)
Ligue 1: 2012/13 (PSG)
Trophée des champions: 2013 (PSG)

Ketika si Nyonya Tua mendapat sanksi turun kasta dari Serie A, Ibra menyeberang ke Inter seharga £16.7 juta dan menjadi salah satu pilar kesuksesan klub di bawah komando Roberto Mancini dan Jose Mourinho.

Pada 2009 Ibracadabra meninggalkan Italia dan sepakat terbang ke Barcelona. Transfer ini tidak main-main karena El Barca harus rela memecah rekor investasi paling besar klub plus menyerahkan striker tajam Samuel Eto'o ke Giuseppe Meazza.

Performa Ibra bersama Azulgrana masuk kategori gemilang, sayang dia gagal menjalin hubungan cantik dengan pelatih Pep Guardiola hingga dikirimkan ke AC Milan pada musim panas 2010.

Ibra sempat mencicipi satu gelar Serie A bersama Rossoneri sebelum akhirnya jatuh ke pelukan tim kaya raya Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain tahun lalu.
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (3 Oktober): HUT Zlatan Ibrahimovic, 1981

Jumat, 06 September 2013

Deco Pensiun Dari Lapangan Hijau

Anderson Luís de Souza atau sering dikenal dengan nama Deco akhirnya memutuskan untuk pensiun sebagai pemain sepak bola.

Mantan pemain bintang Barcelona dan The Blues Chelsea yang berposisi sebagai gelandang serang ini, memutuskan untuk gantung sepatu karena masalah kebugaran yang seperti tidak ada ujungnya. Pemain berusia 35 tahun ini menderita cedera otot yang tak kunjung sembuh.

Deco menjadikan Fluminense sebagai pelabuhan yang terakhir dalam karir sepak bolanya selama 17 tahun menjadi pemain bola profesional.

“Dengan sangat menyesal saya mengumumkan akhir karier profesional saya,”
“Saya sangat senang selama di sini. Saya ingin lebih banyak membantu Fluminense, tapi tubuh ini tidak mengizinkan. Otot-otot saya sudah tidak dapat memenuhi tuntutan sepak bola profesional,” ungkap Deco kepada media.

Selama ini Deco telah melanglang buana dalam karirnya selama menjadi pemain aktif, mulai dari klub amerika latin sampai klub Eropa pernah dibela oleh pemain asal Potugal tersebut.

Klub yang pernah dibelanya diantaranya Corinthians 1996-1997, Benfica 1997-1999, sempat dipinjamkan ke F.C. Alverca 1997-1998 dan ke S.C. Salgueiros 1998-1999, kemudian Deco hengkang ke klub Portugal FC Porto, semasa di klub tersebut Deco menemukan masa kejayaannya dengan sukses mencetak 32 gol dari 154 kali penampilannya, kemudian hengkang ke klub Barcelona pada tahun 2004-2008, dan akhirnya Deco hengkang menuju The Blues Chelsea selama 2 tahun dari 2008 – 2010, dan akhirnya hengkang ke klub Fluminense dari tahun 2010 sampai akhir karirnya.

Di level timnas Deco juga merupakan ikon yang tak tergantikan di eranya, deco juga sempat berduet dengan mega bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo. Tercatat total 75 caps dan sukses mencetak 5 gol untuk timnas Portugal.

Gelar yang diberitakan oleh Deco juga tidak kalah mentereng, baik level klub ataupun individu diantaranya.

PORTO

Liga Portugal : 1998/1999, 2002/2003,dan 2003/2004
Taça de Portugal: 2000, 2001, dan 2003
Supertaça Cândido de Oliveira: 1999, 2001, dan 2003
UEFA League : 2002/2003
UEFA Champions League : 2003/2004

BARCELONA

La Liga : 2004/2005 dan 2005/2006
Supercopa de España: 2005, 2006
UEFA Champions League : 2005/2006

Chelsea


Premier League : 2009/2010
Piala FA : 2008/2009 dan 2009/20010
Community Shield : 2009

Fluminense

Campeonato Brasileiro Série A: 2010

Level Individual


Pemain Terbaik Liga Portugal: 2003–04
Pemain Terbaik UEFA: 2003–04
UEFA Best Midfielder: 2003–04 , 2005–06
FIFA World Club Cup Golden Ball: 2006
Premier League Player of the Month: Agustus 2008
baca keseluruhan - Deco Pensiun Dari Lapangan Hijau

Sabtu, 10 Maret 2012

Shunsuke Nakamura

Nama Lengkap : Shunsuke Nakamura
Tempat Lahir : Yokohama
Tanggal Lahir : 06-24-1978
Kebangsaan : Jepang
Posisi : Playmaker
Bermain di Klub : Yokohama F Marinos 


Shunsuke Nakamura lahir pada 24 Juni 1978 di Yokohama, Kanagawa Prefecture.

Karir Senior
1997–2002 Yokohama F. Marinos | tampil (176) | gol (45)
2002–2005 Reggina | tampil (81) | gol (11)
2005–2009 Celtic | tampil (128) | gol (29)
2009–2010 Espanyol | tampil (12) | gol (0)
2010– Yokohama F. Marinos | tampil (14) | gol (3)
Timnas
1996–1997 Japan U20 | tampil (11) | gol (2)
1998–2000 Japan U23 | tampil (18) | gol (7)
2000–2010 Japan | tampil (98) | gol (24)

Masih ingat dengan Shunsuke Nakamura? Raja tendangan bebas kaki kidal asal Jepang itu baru saja unjuk kebolehan di negara asalnya.

Nakamura yang pernah bermain di Celtic dan Espanyol itu kini memperkuat klub kota kelahirannya, Yokohama F. Marinos. Namun tendangan bebas akurat yang menjadi trademark Nakamura belum hilang dari pemain berusia 33 tahun tersebut.

Nakamura "mencetak gol" ke dalam bis kota yang melaju di jalanan dari jarak yang cukup jauh. Uniknya, Nakamura melakukan aksinya tersebut dari dalam sebuah gang kecil, sehingga ia harus memperhitungkan dengan tepat akurasi, timing, dan kecepatan bis yang melaju tersebut.

Meski tak lagi bermain di Eropa, Nakamura ternyata belum kehilangan sentuhan emas kaki kidal yang menjadi daya magisnya.

baca keseluruhan - Shunsuke Nakamura

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense