Tampilkan postingan dengan label about google glasses history. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about google glasses history. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 Juli 2013
Google Glass Bantu Dokter Bedah Lakukan Operasi
Jumat, 17 Mei 2013
Prototype Google Glass Dari Dulu Hingga Sekarang
Selasa, 23 April 2013
Ini Gaya Jadul Google Glass
![]() |
| (kedua dari kanan) Thad Starner dengan cikal bakal Google Glass (mashable) |
Meski masih bergaya culun, tetapi konsep ini harus diakui sudah sangat inovatif pada zamannya. Siapa sangka, 20 tahun berselang, konsep tersebut dapat direalisasikan menjadi produk nyata nan penuh gaya.
Adalah Thad Starner yang berhasil mengubah mimpi kacamata pintar menjadi produk nyata di masa depan. Alumni Massachusetts Institute of Technology (MIT) ini memang bisa dibilang sebagai inventor wearable computing.
Pada tahun 1993, ia sudah memamerkan kreasi kacamata pintarnya. Bahkan dalam sebuah arsip dokumen, ada foto jadul yang menunjukkan Starner bersama koleganya bergaya dengan perangkat 'aneh' di tahun 1996.
Memang, perangkat tersebut mungkin dianggap 'aneh' pada zamannya. Padahal itu adalah cikal bakal Google Glass yang kini dinanti banyak orang.
Starner memang menjadi sosok penting dalam pengembangan Google Glass. Pada tahun 1998, duo pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, kepincut dengan kreasi ini dan merekrut Starner.
Dan kini, Thad Starner adalah director of Contextual Computing Group serta menjabat sebagai Technical Lead/Manager on Google's Project Glass.
Kamis, 04 April 2013
Leonardo Da Vinci Ternyata Telah Merancang Google Glass!
Google Glass merupakan sebuah gadget yang terbilang sangat inovatif di era perkembangan teknologi saat ini.
Perangkat ini pertama kali diperkenalkan oleh Sergey Brin, salah seorang pendiri Google, pada tahun 2012 yang lalu.
Beberapa pihak sempat mengakui keunggulan dan kehebatan dari kacamata cerdas ini, karena kita bisa terhubung dengan beberapa sosial media (khususnya Google+), mengambil gambar, dan mengirimkan email dengan menggunakan Google Glass.
Perangkat ini pertama kali diperkenalkan oleh Sergey Brin, salah seorang pendiri Google, pada tahun 2012 yang lalu.
Beberapa pihak sempat mengakui keunggulan dan kehebatan dari kacamata cerdas ini, karena kita bisa terhubung dengan beberapa sosial media (khususnya Google+), mengambil gambar, dan mengirimkan email dengan menggunakan Google Glass.
Namun, apakah yang kamu pikirkan bila konsep kacamata cerdas ini ternyata telah ditemukan sejak abad ke-15 dan telah dirancang oleh Leonardo Da Vinci, seorang seniman visioner era Renaissance?
Dr. Burt Wilde, seorang peneliti dari University of Illinois, Amerika Serikat (AS), menegaskan bahwa ia telah menemukan sebuah gambar desain kacamata teknologi tinggi yang dibuat oleh Da Vinci.
Gambar rancangan kacamata tersebut juga disertai oleh berbagai keterangan detil yang semakin memperkuat anggapan bahwa Da Vinci adalah seorang inovator “tergila” hingga saat ini.
Gambar rancangan kacamata tersebut juga disertai oleh berbagai keterangan detil yang semakin memperkuat anggapan bahwa Da Vinci adalah seorang inovator “tergila” hingga saat ini.
“Gambar rancangan tersebut memang belum sempurna, tetapi keterangan-keterangan yang ada di dalam desain tersebut sangatlah detil,” ungkap Dr. Wilde, seperti yang dikutip dari Mashable. “Da Vinci memiliki cara yang unik untuk menyelesaikan beberapa masalah di dalam kehidupan manusia. Namun saya rasa, riset di produk ini berjalan dengan stagnan.”
Gambar desain kacamata yang dibuat oleh Da Vinci memang berbeda dengan kacamata-kacamata yang kerap kita temui saat ini. Seniman asal Italia tersebut mendesainnya dengan menggambar kepala manusia yang dikelilingi oleh sebuah alat berbentuk kacamata, bukan dikaitkan di kedua telinga yang lazim kita lihat saat ini. Di bagian mata, Da Vinci merancang sebuah kotak kecil yang terlihat seperti sebuah monocle atau kacamata untuk satu mata.
“Saya tidak percaya karya Da Vinci satu ini luput dari perhatian umum. Mungkin karena teknologi Google Glass belum muncul beberapa tahun yang lalu dan membuat semua orang tidak menyadari karya fenomenal ini,” ucap Dr. Wilde lebih lanjut. “Mungkin sebagian orang melihat desain Da Vinci sebagai sebuah kacamata biasa. Namun kita tidak menyadari bahwa desain ini sangatlah luar biasa.”
Bagi sebagian orang, Leonardo Da Vinci bisa disebut sebagai seorang seniman dan arsitek paling revolusioner hingga saat ini. Selain lukisan-lukisan menakjubkan, pria kelahiran 15 April 1452 ini juga telah membuat berbagai gambar yang mampu menginspirasi para arsitek zaman modern untuk membuat berbagai teknologi yang sangat membantu umat manusia. Sebut saja gambar desain payung parasut, mesin faksimili, helikopter, hingga rancangan senjata senapan mesinnya yang begitu detil, hingga bisa dibangun di era modern.
Kamis, 03 Januari 2013
Serba-serbi Kacamata Pintar Google
Mengubah karya fiksi menjadi produk di dunia nyata rasanya pas disematkan ke proyek Google Glass. Hanya melihat dari film-film sci-fi atauaction ala James Bond, kacamata pintar ini sebentar lagi akan benar-benar terwujud.
Ya, Google Glass memang seperti kacamata futuristik dengan kemampuan melihat gambar, memutar video dan membaca pesan. Lebih dari itu? Mungkin saja, karena Google sendiri masih akan terus mengembangkannya sebelum siap dilempar secara luas.
Banyak orang yang berdecak kagum melihat karya Google tersebut, walaupun tak sedikit juga yang mencibirnya.
Lika-liku dan perjalanan Google Glass ini pantas disimak untuk mengetahui seberapa ambisusnya proyek ini bisa berhasil. Berikut perjalanan serta serba-serbinya yang dikutip dari berbagai sumber.
Ya, Google Glass memang seperti kacamata futuristik dengan kemampuan melihat gambar, memutar video dan membaca pesan. Lebih dari itu? Mungkin saja, karena Google sendiri masih akan terus mengembangkannya sebelum siap dilempar secara luas.
Banyak orang yang berdecak kagum melihat karya Google tersebut, walaupun tak sedikit juga yang mencibirnya.
Lika-liku dan perjalanan Google Glass ini pantas disimak untuk mengetahui seberapa ambisusnya proyek ini bisa berhasil. Berikut perjalanan serta serba-serbinya yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Ambisi Google
Setiap produk pasti punya tujuan untuk dibuat, demikian pula yang terjadi dengan Google Glass. Menurut Head of Google Glass project Babak Parviz, proyek Google Glass adalah satu di antara cara raksasa internet itu bisa menghasilkan uang dari penjualan device selain dari iklan.
"Selain itu kami membuat device ini agar bisa digunakan oleh banyak orang dengan dua tujuan. Pertama, kami ingin piranti ini dapat menjadi alat komunikasi bergambar dimana terhubung dengan gambar dan video," katanya.
Tujuan kedua, adalah misi besar kami dimana kami menginginkan teknologi dapat mengakses informasi dengan sangat, sangat cepat. Jadi ketika Anda mendapatkan pertanyaan, maka dengan mudah dan segera mendapatkan jawabannya.
"Selain itu kami membuat device ini agar bisa digunakan oleh banyak orang dengan dua tujuan. Pertama, kami ingin piranti ini dapat menjadi alat komunikasi bergambar dimana terhubung dengan gambar dan video," katanya.
Tujuan kedua, adalah misi besar kami dimana kami menginginkan teknologi dapat mengakses informasi dengan sangat, sangat cepat. Jadi ketika Anda mendapatkan pertanyaan, maka dengan mudah dan segera mendapatkan jawabannya.
2. Pertunjukan Google Glass
Kendati belum secara resmi dijual ke publik secara luas, Google Glass beberapa kali dipamerkan oleh salah satu pendiri Google, Sergey Bin.
Ya, dalam beberapa kesempatan Sergey memperlihatkan prototype Google Glass.
Pertama kali Sergey memakai Google Glass di hadapan publik saat acara Foundation Fighting Blindness di San Francisco, tanggal 5 April 2012. Saat itu pemberitaan langsung tertuju ke gadget anyar tersebut.
Tak sampai di situ, Sergey kembali mendemokan kehebatan purwarupa produknya pada tanggal 23 Mei 2012 di acara talkshow televisi The Gavin Newsom Show.
Hingga puncaknya, saat kacamata pintar ini kembali dipamerkan di ajang pertemuan developer Google I/O di mana ketika itu piranti ini semakin mendekati kata sempurna.
Pertama kali Sergey memakai Google Glass di hadapan publik saat acara Foundation Fighting Blindness di San Francisco, tanggal 5 April 2012. Saat itu pemberitaan langsung tertuju ke gadget anyar tersebut.
Tak sampai di situ, Sergey kembali mendemokan kehebatan purwarupa produknya pada tanggal 23 Mei 2012 di acara talkshow televisi The Gavin Newsom Show.
Hingga puncaknya, saat kacamata pintar ini kembali dipamerkan di ajang pertemuan developer Google I/O di mana ketika itu piranti ini semakin mendekati kata sempurna.
3. 'Otak' di Balik Google Glass
Untuk mewujudkan proyek besar ini, tentu saja Google harus memilih orang yang sangat tepat. Salah satunya adalah Babak Amir Parviz yang mengisi jabatan Head of Google Glass. Namun tak banyak orang tahu siapakah dia?
Babak Parviz sebelumnya adalah seorang professor yang mengajar di Universitas di Washington. Dia menjadi salah satu orang yang mengerjakan teknologi augmented reality di dalam lensa kotak.
Awal bergabung dengan proyek ini, Babak bahu-membahu mewujudkan kacamata pintar ini bersama Steve Lee dan Sebastian Thrun yang memimpin Google X -- lab rahasia Google untuk mengembangkan cikal bakal kacamata pintar.
Lensa kontak bionik yang sempat dikembangkan olehnya ini berfungsi memberikan tampilan virtual yang bisa memiliki berbagai kegunaan dari membantu tunanetra untuk industri video game.
Perangkat akan memiliki bentuk lensa kontak konvensional dengan menambahkan teknologi bionik.
Babak Parviz sebelumnya adalah seorang professor yang mengajar di Universitas di Washington. Dia menjadi salah satu orang yang mengerjakan teknologi augmented reality di dalam lensa kotak.
Awal bergabung dengan proyek ini, Babak bahu-membahu mewujudkan kacamata pintar ini bersama Steve Lee dan Sebastian Thrun yang memimpin Google X -- lab rahasia Google untuk mengembangkan cikal bakal kacamata pintar.
Lensa kontak bionik yang sempat dikembangkan olehnya ini berfungsi memberikan tampilan virtual yang bisa memiliki berbagai kegunaan dari membantu tunanetra untuk industri video game.
Perangkat akan memiliki bentuk lensa kontak konvensional dengan menambahkan teknologi bionik.
Lensa itu akan memiliki sirkuit elektronik fungsional dan lampu inframerah untuk membuat tampilan virtual. Pengalaman inilah yang mungkin membuat Google kepincut dan akhirnya diadopsi pula.
4. Kemampuan Google Glass
Google Glass memang masih dalam berstatus on-progress, tetapi dalam beberapa kesempatan gadget ini sudah melakukan banyak fungsi dan masih mungkin untuk dikembangkan lebih jauh lagi.
Beberapa di antaranya,
Beberapa di antaranya,
- Pengguna dapat menghubungkan gambar dan video untuk komunikasi bergerak dan banyak informasi yang akan diterima dengan sangat, sangat cepat.
- Pengguna dapat menggunakan gerak, suara, dan sentuhan untuk mengontrol Kaca Google: Memiliki "audio penuh dan audio out" dan touchpad. Fungsi ini juga terhubung dengan Google Now.
- Google Glass telah disisipkan dengan email dan layanan kalender khusus agar bisa dibaca di kacamatanya langsung.
- Google Glass memungkinkan pemakai untuk menerima panggilan telepon.
5. Pesaing Bermunculan
Setelah Google memperkenalkan Google Glass Project, tak lama bermunculan pula kacamata pintar lain yang ingin menjadi pesaing. Microsoft dan Olympus adalah dua di antara para kompetitor itu.
Apple pun diyakini menggarap kacamata futuristik serupa. Bahkan kabarnya, Apple telah lebih dulu memiliki paten atas perangkat ini di Amerika Serikat.
Apple pun diyakini menggarap kacamata futuristik serupa. Bahkan kabarnya, Apple telah lebih dulu memiliki paten atas perangkat ini di Amerika Serikat.
Langganan:
Postingan (Atom)







