# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about kind's mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about kind's mitos. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 November 2013

Fakta Mitos Usus Buntu


Usus buntu (umbai cacing) adalah sebuah organ yang bentuknya menyerupai cacing, dan merupakan perpanjangan dari sekum (bagian dari usus besar). Panjang dari usus buntu biasanya sekitar 8-10 cm namun dapat bervariasi dari 2 hingga 20 cm.
Apendisitis (radang usus buntu) merupakan sebuah prosses peradangan yang terjadi pada lapisan dalam dari apendiks (usus buntu), yang menyebar hingga ke area disekitarnya. Peradangan pada daerah ini menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa dan dapat menyebabkan kematian jika terlambat mencari pertolongan.
Beberapa mitos yang sering terdengar mengenai apendisitis misalnya:

  1. MITOS: Makan jambu biji, atau cabai dapat menyebabkan terjadinya radang usus buntu.
FAKTA: SALAH.
Seorang rekan spesialis bedah yang sudah lebih dari sering melakukan apendectomi (operasi pengangkatan usus buntu) tidak pernah menemukan sebutir biji jambu maupun biji cabai. 

  1. MITOS: Lari setelah makan menyebabkan usus buntu.
FAKTA: SALAH.
Sama sekali tidak ada hubungannya. Sebenarnya, secara medis radang usus buntu ini terjadi karena adanya sumbatan pada lumen usus. Penyumbatan ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan didalam lumen usus, sumbatan ini yang menyebabkan sekresi cairan usus menumpuk dan dimanfaatkan oleh bakteri-bakteri dalam usus yang bertumbuh subur. Bakteri ini mengaktifasi pertahanan tubuh melalui sel darah putih, maka terbentuklah pus (nanah) yang  membuat tekanan didalam usus semakin tinggi.

  1. MITOS: Usus buntu adalah salah satu organ yang tidak memiliki fungsi
FAKTA: SALAH.
Prof, Loren G. Martin dari Oklahoma State University, berpendapat bahwa usus buntu memiliki dwifungsi pada manusia, yakni:
·         Ketika manusia berupa janin di kandungan ibu
Pada usia janin 11 minggu, apendiks mengambil peran penting dalam proses mekanisme kontrol biologis. Dimana apendiks mengambil kendali dalam proses ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan keseimbangan yang dinamis secara konsisten. Dimana Martin dalam penelitiannya berhasil membuktikan bahwa ditemukan sel endokrin pada janin yang berusia 11 minggu.
  ·         Ketika manusia berusia dewasa
Sementara pada tubuh manusia berusia dewasa, apendiks memiliki fungsi sebagai organ limfatik. Dalam penelitiannya pula Martin menemukan bahwa apendiks memiliki kandungan sel limfoid yang mengindikasikan kuatnya kemungkinan apendiks mengambil peran dalam mekanisme sistem imun manusia.

Setelah mengetahui penyebab dari penyakit berbahaya ini, tentunya sekarang pikiran kita jadi semakin terbuka bukan?
baca keseluruhan - Fakta Mitos Usus Buntu

Selasa, 09 Juli 2013

3 Mitos Perut Sixpack Dan Cara Mengatasinya

Perut sixpack dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membuat si pemilik terlihat lebih menarik. Namun, membentuk perut sixpack membutuhkan waktu dan kesabaran yang tinggi dalam menjalankannya.


Ada beberapa mitos yang beredar seputar cara membentuk perut sixpack yang benar. Mitos ini seringkali menyesatkan dan membuat usaha yang Anda lakukan sia-sia. Mitos-mitos yang beredar di antaranya:
  1. Berlatih Dalam Waktu Yang Lama
    Pada dasarnya, latihan apapun tidak boleh dilakukan terlalu lama. Tubuh memiliki kemampuan yang terbatas. Selain itu, tubuh juga memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk pemulihan. Berlatih dalam waktu lama bisa mengakibatkan overtraining yang pada akhirnya hanya memberi Anda rasa sakit tanpa hasil berarti. Dari pada Anda berlatih terlalu lama, cukup luangkan waktu 20-30 menit tiap latihan. Dengan cara ini, tubuh Anda akan memiliki waktu untuk pulih dan otot akan berkembang lebih optimal.
  2. Berlatih Setiap Hari
    Berlatih tiap hari tidak akan membuat otot perut Anda kencang lebih cepat, tapi hanya membuat otot Anda tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pemulihan dan pertumbuhan. 3 kali dalam seminggu adalah waktu yang tepat untuk melatih otot perut Anda.
  3. Crunch Adalah Latihan Terbaik
    Jika Anda menginginkan otot perut sixpack, jangan membatasi diri dengan hanya melakukan latihan crunch atau sit up saja. Banyak latihan lain yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan perut sixpack, seperti latihan leg raise, plank, hip thrust, dan masih banyak lagi. Melakukan latihan yang bervariasi juga baik untuk mencegah Anda dari kejenuhan.
Agar perut sixpack bisa Anda raih dalam waktu yang lebih singkat, imbangi latihan Anda dengan diet sehat dan istirahat cukup.
baca keseluruhan - 3 Mitos Perut Sixpack Dan Cara Mengatasinya

Minggu, 30 Juni 2013

Mitos yang Berkembang Seputar Dehidrasi


Cairan sangat diperlukan tubuh untuk banyak hal. Misalnya mengatur suhu tubuh, melindungsu sendi dan organ, hingga membantu proses pencernaan. Namun banyak orang yang masih menganggap remeh soal minum air. Di samping itu, ternyata banyak beredar mitos-mitos terkait dehidrasi. Agar Anda makin paham soal dehidrasi dan kebutuhan terhadap minum, berikut ini tujuh mitos yang berkembang pada persoalan tersebut:
  1. Mitos: Dehidrasi akan membuat tubuh tidak nyaman saja dan tidak berbahaya. Faktanya, dehidrasi ringan mampu menimbulkan sakit kepala, badan lesu, penurunan jumlah urin, penurunan keringat. Saat dehidrasi terjadi parah, dapat menimbulkan pembengkakan otak, kejang, gagal ginjal, hingga kematian. Demikian menurut studi Mayo Clinic.
  2. Mitos: Dehidrasi ditandai dengan rasa haus. Faktanya, seseorang memerlukan air tidak hanya saat haus. Haus hanyalah sinyal bahwa tubuh perlu minum. Kira-kira saat itu terjadi penurunan air sebanyak satu persen di dalam tubuh dan perlu minum beberapa porsi saja. Hanya saja, kekurangan air tidak selamanya ditandai dengan rasa haus ini.
  3. Mitos: Setiap hari seseorang perlu minum 8 gelas per hari. Pedoman ini sering dipakai perusahaan air minum untuk mengkampanyekan produknya. Menurut Institute of Medicine, pria sebaiknya mendapatkan cairan sebanyak total tiga liter per hari. Sementara bagi perempuan, direkomendasikan minum 2,2 liter per hari. Asupan cairan sebanyak itu tidak hanya didapat dari air. Bisa juga termasuk cairan dari buah, sayuran, dan sebagainya.
  4. Mitos: Jarang minum berarti dehidrasi. Faktanya, pada musim panas mungkin hal tersebut terjadi karena cairan banyak keluar lewat keringat. Namun, itu bukan patokan. Tanda dehidrasi bisa dilihat dari warna urin. Urin yang berwarna (tidak bening) bisa menandakan dehidrasi. Walupun kadang warna urin dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan atau suplemen.
  5. Mitos: Minum banyak air itu lebih baik. Faktanya, cairan sebaiknya dikonsumsi dalam batas kewajaran. Kelebihan cairan menyebabkan hiponatremia yang membuat sel-sel membengkak akibat natrium terencerkan. Gejalanya mual, muntah, pusing, bingung dan lelah, dan bisa kejang atau koma.
  6. Mitos: Olahragawan perlu banyak mengonsumsi minuman olahraga atau minuman elektrolit. Faktanya, elektrolit dan cadangan glikogen baru akan terkuras setelah berolahraga intens selama lebih dari satu jam. Secara sederhana, Anda bisa menyukupi elektrolit yang hilang dengan minum larutan gula dan garam. Kandungannya tidak beda dengan minuman elektrolit bermerek.
  7. Mitos: kopi membuat dehidrasi. Faktanya, kopi baru akan membuat Anda dehidrasi jika mengonsumsinya secara berlebihan. Menurut Mayo Clinic, konsumsi kafein berlebihan jika mencapai di atas 500 miligram per hari atau meminum sekitar lima cangkir kopi sehari.
baca keseluruhan - Mitos yang Berkembang Seputar Dehidrasi

Jumat, 31 Mei 2013

Studi: Imunisasi Jadi Penyebab Autisme Itu Hanya Mitos

Banyak mitos yang beredar bahwa imunisasi pada bayi usia 1 hari hingga 2 tahun dapat menyebabkan autisme pada anak-anak, sehingga para ibu mulai enggan memberikan imunisasi pada bayi mereka.


Baru-baru ini studi yang dipublikasikan dalam Journal Pediatrics membantah hal tersebut. Studi tersebut menyatakan bahwa pemberian vaksinansi (imunisasi) pada anak di masa-masa awal kehidupan tidak menimbulkan risiko autisme pada anak.
Geraldine Dawson, Chief Science Officer di Autism Speaks, mengatakan,“Perhatian pada seputar vaksin telah menjadi isu yang sangat signifikan. Banyak orang tua yang memutuskan untuk menunda atau menjauhi ruang vaksin, karena mereka merasa cemas apakah vaksin dapat menyebabkan autisme, sehingga mereka memilih untuk tidak memvaksinasi anak mereka.”
Studi dilakukan pada lebih dari 250 anak-anak penderita spektrum autisme dan lebih dari 750 anak-anak sehat. Peneliti menghitung berapa banyak imunisasi yang diberikan sekaligus mendata jumlah antigen dalam vaksin dalam tiga waktu berbeda yaitu, lahir hingga usia tiga bulan, lahir hingga usia tujuh bulan, dan lahir hingga usia dua tahun.
“Ketika kami membandingkan sekitar 250 anak-anak autisme dengan sekitar 750 anak-anak yang tidak memiliki autisme, kami menemukan bahwa paparan antigen mereka sama, sehingga bisa dikatakan tidak ada hubungan antara imunisasi dengan autisme” ungkap Dr Frank DeStefano, pemimpin penelitian sekaligus direktur Immunization Safety Office at the Centers for Disease Control and Prevention, seperti dikutip Zee news.
baca keseluruhan - Studi: Imunisasi Jadi Penyebab Autisme Itu Hanya Mitos

Sabtu, 12 Januari 2013

Ada Kutukan "Segitiga Bermuda" di Laut Karibia


Pesawat yang membawa jutawan fashion Italia, Vittorio Missoni dan lima orang lainnya hilang saat melintasi Laut Karibia. Penyebabnya masih misterius, ada yang menduga itu akibat kegagalan mesin, hingga diduga mereka diculik oleh para penyelundup obat-obatan terlarang.
Di tengah ketidakjelasan itu, muncul teori baru: pesawat beserta seluruh penumpangnya menjadi korban dari "Kutukan Los Roques", fenomena yang dikait-kaitkan dengan Segitiga Bermuda. Demikian dilaporkan media Inggris, The Guardian, seperti dilansir situs sains Live Science.
Pesawat nahas itu diketahui terbang 140 kilometer dari sebuah resor di kepulauan Los Roques ke Caracas, Venezuela, Jumat lalu, saat ia kemudian dinyatakan hilang. Posisinya saat lenyap ada di lautan terbuka.
Ini bukan kali pertamanya pesawat hilang di kawasan tersebut. Setidaknya 15 pesawat lain dilaporkan mengalami kondisi gawat, jatuh, atau menghilang sejak tahun 1990-an.
Pada 2008 lalu, misalnya, 14 orang dinyatakan tewas ketika pesawat yang mereka tumpangi menghilang saat menempuh rute yang sama dari Los Roques. Tak ada serpihan pesawat yang pernah ditemukan, dan hanya satu jasad yang berhasil dievakuasi. Demikian ungkap VolarenVenezuela, situs penerbangan sipil di Venezuela.
Sejumlah orang mengklaim, musibah itu adalah akibat dari gas metan dalam jumlah luar biasa yang dilepaskan dari dasar laut. Lainnya menawarkan teori aneh, tanpa dasar, bahwa penyebabnya mungkin alien dari luar angkasa yang bersembunyi di balik ombak. Bahkan ada yang menyebut, jiwa-jiwa dari peradaban Atlantis yang hilang ditelan ombak, ikut andil dalam musibah itu.
Mitos Segitiga Bermuda
Mungkin tak ada lokasi di dunia yang semisterius Segitiga Bermuda. Ia adalah wilayah laut di dalam garis imajiner yang menghubungkan tiga wilayah yaitu Bermuda, San Juan - Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat.
Ada yang menyebutnya Segitiga Setanatau Devil Triangle, Limbo the Lost, Twilight Zone, dan yang paling tenar adalah sebutan Segitiga Bermuda -- terinspirasi dari artikel Vincent Gaddis di Majalah Argosy.
Sepanjang sejarah banyak pesawat dan kapal yang hilang misterius di lokasi tersebut. Penyebabnya, tak jelas. Spekulasi pun beredar: dugaa lubang hitam black hole, atau alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajjal.
Namun, kemisteriusan Segitiga Bermuda ditepis secara ilmiah. Salah satunya dari Lembaga pemerintah Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric  Administration (NOAA).   
"Angkatan Laut AS (US Navy) dan penjaga pantai (US Coast Guard) berpendapat bahwa tidak ada penjelasan supernatural untuk berbagai bencana di laut. Pengalaman mereka menunjukkan, kombinasi dari alam dan kesalahan manusia, mengalahkan penjelasan fiksi ilmiah paling terpercaya sekali pun."
Dua lembaga AS penguasa laut, US Navy dan US Coast Guard, juga menambahkan, tak ada peta resmi yang menyebut sebuah lokasi bernama Segitiga Bermuda. Badan Geografi AS (US Board of Geographic) juga tidak mengakui Segitiga Bermuda sebagai nama resmi.  

Selain Segitiga Bermuda, ada sejumlah wilayah yang disebut punya "kutukan" serupa. Ada Segitiga Michigan di Danau Michiga tempat hilangnya sejumlah awak kapal dan pesawat. Juga di Laut Sargasso -- di mana sejumlah kapal ditemukan berlayar mengarungi laut tenang Sargasso tanpa awak satu pun.
Ada lagi Laut Iblis (Devils Sea), yang dijuluki Segitiga Bermuda Pasifik di sekitar Pulau Miyake, selatan Tokyo. Legenda kuno menyebut, ada naga yang hidup di perairan sana -- yang membuatnya punya nama lain, "Segitiga Naga".
baca keseluruhan - Ada Kutukan "Segitiga Bermuda" di Laut Karibia

Senin, 06 Agustus 2012

Lima Mitos dan Kesalahpahaman Soal Mars

Mars, tetangga Bumi, mungkin adalah planet yang paling sering dipelajari di tata surya kita. Sudah ada dua robot penjelajah, Spirit dan Opportunity, yang meneliti permukaan Mars sejak 2004.

Kini Spirit tak lagi mengirim data komunikasi kembali ke Bumi. Meski Opportunity masih berjalan namun NASA berencana mengirimkan robot penjelajah ketiga di permukaan Mars pada Senin (6/8) siang WIB bernama Curiosity. Robot penjelajah ini akan mengangkut instrumen ilmiah dengan massa 10 kali lebih banyak dari robot-robot penjelajah sebelumnya di Mars. Robot ini diharapkan bisa memberi kesempatan untuk mengetahui Planet Merah secara lebih mendalam.



Sebelum eksplorasi Mars dimulai, ada kesalahpahaman yang muncul tentang planet ini akibat minimnya informasi. Berikut adalah mitos-mitos Mars yang masih bertahan.

Mitos #1: Ada wajah di Mars
Pada 1976, pesawat luar angkasa Viking 1 milik NASA mengambil foto permukaan planet Mars yang ternyata agak mengerikan. Terlihat seperti ada wajah manusia yang melihat dari permukaan planet tersebut. Ilmuwan sudah mengatakan bahwa 'Wajah di Mars' adalah trik cahaya dan bayangan, namun publik keburu heboh. Para penyuka teori konspirasi menganggap wajah di Mars sebagai bukti kehidupan. Tabloid gosip pun terus membahasnya. Bahkan, episode serial televisi "The X-Files" pernah membahas hal ini pada 1993 (episode: "Space").

Pada 1998, Mars Global Surveyor NASA terbang ke 'wajah' tersebut dan mengambil gambar tajam pertama dari bentuk tanah di Mars sejak misi pesawat Viking. Kali ini, bentuknya tidak lagi seperti wajah, melainkan hanya mesa, semacam bukit atau gunung dengan permukaan rata. Teori wajah di Mars pun semakin diragukan lagi pada 2001, saat Mars Global Surveyor mengambil lebih banyak foto. Dengan resolusi tinggi, wajah di Mars ternyata hanyalah sebuah 'butte', bukit terisolasi dengan bagian atas rata.

Mitos #2: Penduduk Mars membangun saluran air yang rumit

Lama sebelum wajah Mars menjadi misteri publik, pengamat planet yakin bahwa ada bentuk-bentuk aneh menghiasi permukaan Planet Merah tersebut. Pada 1887, astronom Italia Giovanni Schiaparelli melihat bentuk-bentuk yang ia sebut 'canali' atau kanal, di permukaan planet Mars. Apakah fitur-fitur ini bisa menjadi bukti irigasi dan peradaban?

Begitulah yang dipikirkan oleh pebisnis Amerika Percival Lowell. Gambar-gambarnya akan kanal-kanal di Mars dan tiga buku yang ia terbitkan antara 1895 dan 1908 menyebarkan ide bahwa ada mahluk cerdas yang membangun kanal untuk menarik air dari puncak es Mars.

Foto jarak dekat Mars pada 1965, diambil oleh pesawat luar angkasa Mariner 4, membunuh teori tersebut. Ternyata kanal itu tidak ada, hanya ilusi optik.

Mitos#3: Mars punya lautan

Awalnya, Mars diduga memiliki lautan. Pada 1784, astronom Sir William Herschel menerbitkan penelitian hasil pengamatan teleskop akan Mars. Ada temuan yang tepat dari laporan tersebut, namun Herschel membuat asumsi salah akan area gelap di Mars yang ia anggap sebagai lautan. Ide bahwa Mars punya lautan bertahan sepanjang 1800an.

Setelah Mars dilihat lebih dekat, planet itu ternyata sangat kering, meski para ilmuwan percaya bahwa ada air yang pernah mengalir di planet itu miliaran tahun lalu. Sampai sekarang, air yang ditemukan di Mars sudah 'terkunci' jadi es di tanah, sementara bukti air di permukaan Mars masih belum jelas.

Mitos #4: Mars akan terlihat sama besarnya seperti Bulan
Sejak 2003, beredar email yang mengklaim bahwa pada tanggal-tanggal tertentu, Mars akan terlihat sama besarnya seperti bulan purnama dari Bumi. Dan, dengan pesan tambahan, penulisnya memberi peringatan buat pembaca, "Orang yang hidup sekarang tidak akan bisa melihatnya lagi." Ternyata memang tidak ada yang pernah melihat Mars sama besarnya dengan bulan. Orbit Mars membawa planet tersebut dekat dengan Bumi pada 27 Agustus 2003, namun planet tersebut 'hanya' terlihat enam kali lebih besar dan 85 kali lebih terang, tapi tidak sebesar Bulan.

Posisi Mars pada 2003 ini adalah yang paling dekat dengan Bumi dalam 60 ribu tahun terakhir, sekitar 56 juta kilometer. Sebagai perbandingannya, Bulan rata-rata berada pada jarak 384.400 km dari Bumi. Meski ukurannya jauh lebih besar, Mars harus berada sangat dekat dengan Bumi untuk bisa menyaingi Bulan.

Mitos #5: Ada kehidupan mahluk cerdas di Mars
Kemungkinan adanya kehidupan di Mars memang belum dicoret, namun kini para ilmuwan lebih mencari mikroba kecil, bukan mahluk Mars super cerdas dengan lengan seperti tentakel. Pada 1784, Sir William Herschel yang sangat percaya pada mahluk ekstraterestrial menulis bahwa orang-orang Mars "kemungkinan menikmati situasi yang sama seperti kita."  Dia mendasarkannya pada kanal-kanal yang menjadi dasar adanya peradaban kuno di planet tersebut. Tentu saja, teori akan kanal tersebut tak terbukti.

Mungkin mahluk Mars yang paling terkenal ada di novel karya H.G.Wells berjudul "The War of the Worlds" yang diterbitkan pada 1898. Pada 1938, drama radio dari novel tersebut menyebabkan kepanikan saat para pendengar mengira bahwa benar-benar ada serangan dari Mars. Baru saja 17 tahun sebelumnya, New York Times menerbitkan artikel soal Marconi Wireless Telegraph Company, Ltd., yang menerima transmisi dari Mars secara reguler.
baca keseluruhan - Lima Mitos dan Kesalahpahaman Soal Mars

Kamis, 02 Agustus 2012

Lima Isu Kesehatan yang Disikapi Berlebihan

Belakangan ini, menonton berita kesehatan cukup membuat jantung kita berdebar — atau mendiagnosis diri sendiri terhadap isu kesehatan yang muncul. Media memang tidak bermaksud untuk menakut-nakuti Anda, tetapi masalahnya liputan mereka membuat para penonton cenderung mengesampingkan fakta ilmiah.

Sebelum Anda menemui setiap dokter spesialis yang ditanggung oleh asuransi Anda, pilah dulu faktanya. Berikut adalah lima isu kesehatan yang terbukti tidak seperti yang diberitakan.

Klaim: Telepon seluler memicu kanker otak

Tahun 1993, David Reynard hadir di acara “Larry King Live” dan mengatakan telepon seluler bertanggungjawab atas tumor otak ganas yang menggerogoti mendiang istrinya. Kehebohan media atas wawancara tersebut memicu beragam penelitian yang mencari hubungan antara ponsel dan kanker otak. Tetapi tidak ada yang menemukan korelasi signifikan.

Sebuah penelitian tahun 2004 dari Karolinska Institute di Stockholm menambah panas isu tersebut: Peneliti mengumpulkan data perseorangan dari 750 orang. Hasilnya, mereka menemukan bahwa pengidap tumor otak yang biasa bertelepon hanya di salah satu sisi kepala cenderung memiliki tumor di sisi kepala yang sama.

FAKTA: Studi tahun 2004 tersebut sudah cacat dari awalnya karena terdapat bias ingatan, kata John Moulder, Ph.D., seorang profesor bidang onkologi radiasi di University of Wisvonsin-Madison. “Mereka bertanya kepada orang-orang tentang kebiasaan menggunakan telepon pada dekade yang lalu,” katanya. “Secara realistis, dapatkah Anda mengutarakan secara akurat berapa banyak Anda menggunakan ponsel 10 tahun lalu, bagaimana Anda menggunakannya, dan di mana Anda melakukan pembicaraan?”

Telepon Anda, yang mengeluarkan radiasi dengan jumlah yang sama dengan radio AM atau televisi, tidak pernah terbukti sebagai pemicu kanker.

Hanya satu penelitian pada tikus yang menemukan hubungan antara paparan terhadap gelombang radio dan kanker. Tetapi 17 percobaan yang dilakukan setelah itu mendapatkan hal berbeda. “Kami pernah bertanya apakah frekuensi radio menyebabkan perubahan di sel tubuh yang mengasumsikan mereka menyebabkan kanker,” kata Moulder. “Jawabannya adalah tidak. Sejauh yang kami teliti, mereka tidak berdampak apa pun.”

Jika Anda masih tidak yakin, cobalah beralih ke operator yang punya BTS paling banyak. Jika sinyal ponsel Anda bagus, maka mereka tidak akan bekerja lebih keras untuk mencegah putusnya sambungan (dan karena itu telepon seluler tidak akan mengeluarkan frekuensi lebih banyak ke kepala Anda).

KESIMPULAN: Tetaplah menggunakan telepon seluler. Sebuah penelitian tahun 2009 mencatat kasus tumor otak dari 1974 sampai 2003 dan menemukan tidak adanya peningkatan signifikan ketika diperkenalkannya ponsel pada tahun 1990-an.

Klaim: Vaksin menyebabkan autis

Pada 1998, jurnal kedokteran Inggris The Lancet mengedarkan sebuah penelitian yang menghubungkan vaksin MMR (Measles, Mumps, dan Rubella) dengan autisme. Penulis penelitian tersebut, Andrew Wakefield telah meneliti anak-anak dengan sejarah pertumbuhan yang normal yang tiba-tiba muncul keterbelakangan (dalam pertumbuhan dan kemampuan sosialnya) dan berhubungan dengan masalah pencernaan.

Wakefield menyimpulkan, vaksin yang diberikan menyebabkan nutrisi yang tidak tercerna dengan baik “bocor” dari usus ke dalam darah, yang menyebabkan kerusakan. “Respons atas penelitian tersebut cukup luas dan kuat,” kata Lisa Miller, M.D., direktur dari Disease Control and Environmental Epidemiology Division untuk Departemen Kesehatan Colorado, yang meneliti faktor risiko autisme.

“Centers for Disease Control and Prevention dan National Institutes of Health telah mengadakan panel diskusi para ahli pada musim gugur tahun 2000 untuk mengkaji isu keamanan vaksin.” Selebriti seperti Jenny McCarthy ikut menentang penggunaan vaksin tersebut. Ketakutan publik memengaruhi sikap dari para orang tua, kata Miller, dengan menurunnya penggunaan vaksin MMR di Inggris dan meningkatnya kasus campak — dari hanya 56 kasus pada 1998 menjadi 884 kasus pada 2008.

FAKTA:
The Lancet secara resmi menarik penelitian Wakefield pada Februari 2010 karena kode moralnya yang dipertanyakan. Dua alasan lain untuk penarikan tersebut: Ukuran sampelnya yang hanya 12 anak, dan sampel darahnya dibeli dari teman-teman putra sang peneliti pada suatu pesta ulang tahun.

Parahnya lagi, Wakefield mengantongi paten dari vaksin saingan yang dia deklarasikan lebih aman dari vaksin MMR, jadi ada kepentingan uang yang bermain. Orang tua yang khawatir anaknya dapat terkena autisme (satu dari 110 anak akan terkena, menurut CDC) dapat menerima kembali ide akan vaksinasi — yang merupakan alat penting untuk mencegah penyakit.

KESIMPULAN:
Galakkan vaksinasi. “Terdapat banyak penelitian ilmiah dari seluruh dunia yang mencari hubungan antara vaksin dengan autisme,” kata Miller. “Dan mereka belum menemukannya.”

Klaim: Nitrit pada daging yang diawetkan memicu kanker


Pada 1970, jurnal Nature menayangkan penelitian yang mengatakan, tikus terkena kanker setelah mengonsumsi nitosamines — campuran protein dan nitrit yang terbentuk ketika daging yang diawetkan. Hal itu memicu munculnya peraturan zat tambahan pada makanan, yang mempertanyakan nitrit. “Sebuah laporan tahun 1979 di Science yang mengatakan bahwa nitrit dapat memicu kanker menarik perhatian media dan menyebabkan kehebohan publik untuk melarang penggunaan nitrit dan nitrat,” kata Andrew Milkowski, Ph.D., seorang profesor yang membantu Food Research Institute di University of Wisconsin-Madison, yang menulis penelitian baru-baru ini tentang makanan yang mengandung nitrat. “Laporan tersebut akhirnya terbukti tidak benar, tetapi hasil ini tidak dipublikasikan seheboh sebelumnya.”

FAKTA: Nitrit dalam makanan Anda mungkin tidak terlalu buruk. Bahkan, zat tersebut terdapat dalam buah dan sayuran, dan tubuh kita sendiri juga memproduksinya secara alami setiap hari. “Tubuh manusia memproduksi sekitar 70 sampai 100 miligram nitrit dalam metabolisme setiap hari, dengan acuan orang dewasa berbobot 150-220 pon,” kata Milkowski. “Untuk perbandingan, sebuah hotdog yang telah dimasak memiliki sekitar 1,5 sampai 1,0 mg nitrit di dalamnya.” Meskipun begitu, USDA membatasi penggunaan nitrit dalam pengawetan daging sebesar kurang dari 1 persen dari beratnya. Akibatnya, nitrosamine tinggal sejarah.

KESIMPULAN:
Jika nitrit menyebabkan kanker, maka orang-orang akan dilarang untuk menelan ludah, karena ludah juga mengandung nitrit. Anda harus memakan sekitar 100 hotdog untuk mendapat jumlah nitrit yang sama yang diproduksi tubuh secara alami setiap hari.

Klaim: Merkuri dalam ikan berbahaya

Pada 2004, Environmental Protecion Agency dan Food Drug Administration mengedarkan peringatan yang berisi bahwa wanita yang sedang mengandung atau menyusui (target populasi yang kecil dan sangat spesifik) tidak dianjurkan mengonsumsi empat ikan berikut: hiu, ikan cucut, makarel besar, dan tilefish.

Ikan tersebut memiliki kadar merkuri yang lebih tinggi dari jenis lainnya, dan penelitian bertahun-tahun membuktikan, masuknya merkuri berlebih ke kandungan dapat menyebabkan kerusakan otak. Pada 1997 salah satu penelitian akan konsumsi ikan di Kepulauan Faroe menunjukan bahwa tingkat merkuri yang tinggi di kandungan berhubungan dengan berkurangnya kemampuan ingatan, perhatian, bahasa, dan persepsi visual ruang.

FAKTA:
Risiko mengonsumsi ikan tidak berlaku untuk populasi secara umum (hanya untuk wanita hamil dan menyusui). “Risiko yang dijelaskan sangat terfokus dan spesifik,” kata Dariush Mozaffarian, M.D., seorang asisten profesor di Departement of Epidemiology di Harvard School of Public Health. “Target dari imbauan risiko tersebut telah secara dramatis berubah di pikiran masyarakat.”

Faktanya, lebih besar risiko — lebih tepatnya tragedi — jika tidak mengonsumsi ikan. “Negara ini mengalami ketakutan yang tidak pada tempatnya dan menyebabkan rendahnya konsumsi makanan laut yang merupakan makanan pencegah kematian karena penyakit kardiovaskuler,” kata Mozaffarian.

Untuk rata-rata orang dewasa, satu-dua porsi ikan per pekan dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung sekitar 36 persen, menurut sebuah tinjauan ulang dari tim Mozaffarian yang muncul di Journal of Environmental Research and Public Health pada Juni 2009. Konsumsilah ikan dan nikmati semua manfaatnya, dan dorong istri Anda yang sedang hamil atau menyusui untuk mengonsumsi ikan (selain jenis yang disebutkan). DHA dalam ikan sangat baik untuk perkembangan otak bayi.

KESIMPULAN: Manfaat mengonsumsi ikan jauh melebihi risikonya. “Itu hanya ketakutan yang melebihi proporsi jika dibandingkan dengan bukti aktual dan rekomendasinya,” kata Mozaffarian.

Klaim: Botol air plastik tidak aman


Sebuah penelitian yang dicantumkan di Toxicology and Industrial Health pada 1998 menemukan bahwa dosis rendah Bisphenol A (BPA), zat kimia yang digunakan dalam produksi plastik dan lapisan kaleng alumunium, menyebabkan masalah di sistem reproduksi dan pertumbuhan tikus. Penemuan tersebut memicu munculnya artikel Consumer Reports yang mengecam penggunaan zat tersebut, dan berita-berita mengerikan lainnya.

Beragam tim peneliti menemukan bahwa BPA bisa berpindah dari wadah plastik ke makanan dan  minuman, menyebabkan dikeluarkannya aturan penggunaan (EPA menetapkan “batas asupan harian” pada 3,6 mikrogram per hari, dengan acuan pria berbobot 160 pon). Lalu, FDA mengajukan tinjauan ulang masalah BPA dan berniat menghilangkan BPA seluruhnya dari produk plastik perlengkapan untuk bayi.

FAKTA: Tidak semua plastik dibuat dengan bahan yang sama. Pastik berbahan BPA memiliki nomor daur ulang 7 (lihat nomornya di dalam tanda segitiga daur ulang). Plastik yang lebih lembut untuk botol minuman dibuat dari polyethylene terephthalate (PET). Mereka ditandai dengan nomor 1 dan disinyalir tidak mengontaminasi minuman Anda.

Karena kebanyakan penelitian terhadap BPA menggunakan tikus sebagai subyek, hasilnya tidak terlalu akurat untuk manusia. Manusia memetabolismekan BPA lebih efisien dari tikus, jadi apa pun efek yang terlihat di tikus akan berkurang efeknya di manusia. Lalu, batas asupan harian BPA untuk manusia adalah satu seperseribu dari jumlah yang menimbulkan efek pada tikus, menurut EPA (efeknya adalah berkurangnya berat tubuh).

“Efek yang sangat merugikan belum pernah terlihat pada manusia,” kata Michael Karmin, Ph.D., seorang profesor emeritus toksikologi di Michigan State University. “Jika Anda melihat berbagai grup dan organisasi pemerintah di seluruh dunia, hampir semuanya setuju bahwa tidak ada hal yang terlihat terjadi.”

KESIMPULAN:
“Semua hal memiliki racun. Itu adalah aturan pertama dari toksikologi,” kata Karmin. Hal yang penting adalah menentukan batas amannya. Jumlah BPA yang kita konsumsi setiap harinya sangat sedikit, dan kita tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa melebihi batas tersebut akan menyakiti kita.
baca keseluruhan - Lima Isu Kesehatan yang Disikapi Berlebihan

Mitos: Pasien Kanker Hanya Butuh Istirahat

Dokter dan perawat harus "menghancurkan" mitos kalau pasien kanker hanya butuh istirahat untuk sembuh.

Macmillan Cancer Support menemukan fakta bahwa hanya seperlima pasien yang melakukan perawatan diberitahu kalau beraktivitas memiliki banyak manfaat.

Sering beraktivitas seperti berjalan cepat atau berkebun bisa menghilangkan setengah risiko kanker usus muncul lagi dan mengurangi sepertiga kemungkinan kanker payudara menyerang kembali, menurut sebuah hasil penelitian.

Beraktivitas juga bisa melukai kecapekan, pengecilan otot dan depresi yang dialami pasien kanker yang selamat — juga membuat mereka lebih gampang bergerak.

Tapi jajak pendapat YouGov untuk Macmillan menunjukkan, 37 persen pasien kanker tidak aktif secara fisik.

Jane Maher, kepala medis untuk badan amal itu, mengatakan: "Sebagai spesialis kanker sangat sulit mendorong orang untuk berpikir tentang fitness selama dan setelah perawatan kanker yang melelahkan."

"Lebih mudah menyuruh orang beristirahat. Tapi dengan jumlah yang semakin meningkat, banyak pasien membutuhkan bantuan kita untuk menghancurkan mitos bahwa beristirahat adalah hal yang tepat untuk dilakukan, jadi mereka melewatkan “obat ajaib” yakni beraktivitas, yang bisa membuat perbedaan dalam proses penyembuhan."

Ciaran Devane, kepala badan amal itu, mengatakan: "Penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa pesan tersebut masih belum disampaikan kepada para pasien kanker tentang pentingnya menjaga tubuh mereka tetap aktif."

"Kita tahu orang-orang yang melewati perawatan kanker yang melelahkan cenderung merasa di luar kendali dan masa itu kadang bisa menjadi saat yang menakutkan. Mengetahui sesuatu yang bisa membantu dirimu dan menyembuhkan itu sangat menguatkan dan membantu."

"Sangat penting bagi para profesional di bidang kesehatan untuk mendorong orang yang hidup dengan kanker untuk tetap aktif secara fisik dan Macmillan akan terus melanjutkan usaha dan dukungan mereka untuk memastikan hal itu terjadi."
baca keseluruhan - Mitos: Pasien Kanker Hanya Butuh Istirahat

Senin, 23 Juli 2012

Air Kelapa Putihkan Kulit Anak? Ah Itu Hanya Mitos


Tidak sedikit orang meyakini khasiat air kelapa, khususnya kelapa hijau, sangat baik diminum oleh ibu yang sedang hamil agar proses persalinan menjadi mudah dan anak yang dilahirkan memiliki kulit yang putih dan mulus. Benarkah ini?
Dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dr Nasrudin AM SpOG mengatakan, sampai saat ini belum ada referensi yang menulis secara ilmiah bahwa air kelapa berpengaruh pada pigmentasi (warna kulit) pada bayi.
"Jadi menurut kami hal tersebut hanya merupakan mitos, namun banyak orang yang tersugesti dan mungkin saja secara kebetulan bisa terjadi," ujarnya.
Nasrudin mengatakan, secara ilmiah pigmentasi kulit janin dan secara umum postur serta gambaran fisik janin intra uterin akan terbentuk sesuai kode atau pesan yang di bawah dari faktor ibu dan ayahnya (secara genetik) dan selanjutnya setelah bayi lahir lingkungan turut berperan membentuk pigmentasi kulit anak.
baca keseluruhan - Air Kelapa Putihkan Kulit Anak? Ah Itu Hanya Mitos

Kamis, 23 Februari 2012

Mitos Tentang Cinta dan Faktanya

Beragai mitos tentang cinta telah beredar selama berabad-abad. Namun tak semua mitos tersebut benar. Berikut beberapa mitos yang ada serta faktanya.

Mitos : Cinta saja sudah cukup sebagai dasar berhubungan

Fakta : Dalam memilih pasangan, banyak orang yang mengedepankan perasaan cinta yang menggebu-gebu. Hal itu tidak salah, namun saat ingin menjalin hubungan yang lebih serius misalnya pernikahan, sekadar perasaan cinta yang menggebu saja tidak cukup. Layaknya tanaman, cinta pun membutuhkan nutrisi untuk menjaganya tetap hidup. Kepercayaan, toleransi, intimasi serta komitmen adalah nutrisi utama bagi perasaan cinta. Jika Anda hanya merasakan cinta, tanpa diikuti oleh nutrisinya, maka dapat dipastikan, perasaan itu tak akan bertahan lama.

Mitos : Cinta tak perlu dipelajari

Fakta : Cinta juga perlu dipelajari. Jika Anda menganggap cinta saja sudah cukup, maka secara otomatis Anda dan pasangan tak akan pernah belajar untukberkomunikasi dan menyelesaikan masalah. padahal, sebesar apapun cinta Anda, kerikil dalam hubungan tak akan bisa dihindari. Namun ketika badai dahsyat yang menguji cinta Anda bisa dilewati, maka ikatan Anda dan pasangan makin kuat. Oleh karena itu, jangan jadikan perasaan cinta Anda alasan untuk berhenti belajar dan mengenal pasangan lebih dalam.

Mitos : Pasangan tak akan berubah sampai kapanpun
Fakta : Setiap orang akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dulu si dia sering menulis puisi bagi Anda, namun kini, SMS romantis pun tak pernah ada. Anda tak bisa menahan perubahan tersebut. Yang bisa Anda lakukan adalah menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada maka Anda akan berbahagia. Lagipula, apakah cinta si dia hanya bisa dibuktikan lewat puisi-puisinya saja?

Mitos : Pasangan sempurna akan membuat Anda bahagia
Fakta : Tak ada seorangpun yang sempurna. Seperti kata pepatah, jangan menghabiskan waktu Anda untuk mencari orang yang sempurna. Tapi carilah seseorang yang bisa menyempurnakan kehidupan Anda. Si dia mungkin tak seganteng Brad Pitt, tak sekaya Donald Trump dan rambutnya tak setebal Sharuk Khan. Tapi kesabarannya dapat membuat hati Anda tenang setiap saat. Itulah pasangan yang 'sempurna'.

Mitos : Pernikahan adalah prestasi
Fakta : Jangan pernah terganggu dengan status sahabat yang sudah menikah. Menikah bukan prestasi. Memiliki suami bukan berarti Anda memiliki kelebihan dari wanita lain. Ketimbang putus asa karena status single, lebih baik buka pikiran Anda menjadi lebih positif. Aura dan emosi positif justru akan membuat Anda semakin menarik. Dan jika saatnya tepat, seorang 'pangeran' akan datang dan meminang Anda.

Selamat berbahagia.
baca keseluruhan - Mitos Tentang Cinta dan Faktanya

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense