- Ketika akan membersihkan area vagina, lakukan dari arah depan ke belakang. Ini akan mencegah masuknya bakteri dari anus ke dalam vagina yang bisa menimbulkan penyakit. Gunakan tisu yang bersih untuk melakukannya.
- Ganti pembalut yang dipakai setiap 6-7 jam sekali. Pembalut yang lembab menjadi sarang bakteri. Jika dibiarkan terlalu lama dapat menginfeksi area kemaluan.
- Hndari memakai sabun mandi untuk membersihkan vagina. Bahan kimia di dalamnya bisa menimbulkan ketidaknyamanan alat vital. Kadar pH di vagina juga mungkin menjadi tidak stabil. Lebih baik menggantinya dengan sabun antibakteri.
- Hindari memakai celana dalam berbahan sistetis. Jenis bahan ini bisa mengiritasi vagina. Lebih tepatnya pakailah yang dari bahan katun. Selain bahan ini lebih ringan, juga lebih nyaman dan bisa kering degan cepat.
- Untuk membersihkan vagina, gunakan air hangat dengan sabun khusus untuk organ intim tersebut. Hanya saja jangan berlebihan memakai sabun agar tidak iritasi.
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk vagina wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk vagina wanita. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 26 Oktober 2013
Tips Menjaga Kebersihan Organ Intim Wanita
Kebersihan organ intim wanita wajib selalu dijaga. Lubang vagina sangat rentan sebagai jalan masuknya berbagai penyebab penyakit mulai dari bakteri, jamur, hingga virus. Penyakit yang dapat ditimbulkan oleh ketiga penyebab tersebut mulai dari yang ringan hingga berat. Oleh karena itu, Anda mesti selalu waspada dengan memerhatikan kebersihannya.
Dikutip dari Boldsky, berikut ini beberapa cara untuk membuat area vagina tetap higienis:
Minggu, 24 Maret 2013
10 Fakta Tentang Vagina
Apa saja organ reproduksi perempuan?
Terletak di dasar panggul, sistem reproduksi perempuan terdiri dari berbagai organ. Vulva adalah yang terlihat di luar, organ eksternal kelamin perempuan. Sedangkan vagina adalah organ yang bisa Anda lihat saat membuka labia majora (bibir luar yang tertutupi rambut kemaluan). Di kedua sisi lubang vagina adalah labia minora (lipatan kulit yang lembut, disebut juga bibir bagian dalam). Vagina mengarah ke rahim melalui serviks (leher rahim). Banyak orang keliru menyebut vulva sebagai vagina.
Di bagian dalam, uterus (atau rahim) dikelilingi oleh dinding otot. Di kedua sisi rahim ada kelenjar reproduksi kecil yang disebut ovarium. Mereka melekat pada tuba falopi, yaitu saluran yang membawa telur mencapai uterus di tempat yang dapat dibuahi oleh sperma.
Organ seks eksternal lainnya, antara lain lubang uretra (di atas lubang vagina), dari sanalah air seni mengalir, dan klitoris (atas uretra) — organ kecil yang sangat sensitif yang terletak di bawah tulang kemaluan. Klitoris memiliki peran penting dalam kenikmatan seksual.
Di manakah vagina diawali dan diakhiri?
Vagina adalah kanal otot elastis yang dimulai di vulva. Selama hubungan seksual, penis memasuki vagina melalui lubang vagina. Vagina memiliki panjang rata-rata sekitar 8 sentimeter dari pembukaan sampai akhir di bagian dalam. Bergerak dari vulva, vagina melebar mendekati akhir bagian dalam, di sanalah leher rahim dan uterus berada. Leher rahim menyerupai kubah kecil yang melengkung ke arah rongga vagina, dan dapat dirasakan dengan memasukkan jari ke dalam vagina. Sperma mencapai uterus melalui bagian vagina, yang juga berfungsi sebagai saluran untuk aliran menstruasi dari rahim. Selama persalinan, bagian itu berfungsi sebagai jalan saat melahirkan.
Apa itu selaput dara?
Selaput dara adalah selaput tipis dari jaringan yang mengelilingi pembukaan vagina, memisahkannya dari bagian luar. Selaput ini sering jadi lambang keperawanan, dan bisa rusak akibat latihan berat atau penggunaan tampon.
Dapatkah tampon atau cincin kontrasepsi lepas?
Vagina bukanlah tabung terbuka. Dinding vagina berotot dan menempel satu sama lain, dan mereka melebar untuk membiarkan tampon atau penis masuk. Dikelilingi oleh otot, rongga vagina tertutup secara alami dan bentuknya menekuk pada sudut tertentu: Bagian tersebut mengarah dari pembukaan dan menjadi hampir horizontal saat bergerak ke arah ujung bagian dalam. Jadi tidak ada risiko bahwa tampon atau cincin kontrasepsi bisa jatuh begitu saja.
Seperti apakah bagian dalam vagina?
Bagian dalam vagina dilapisi dengan membran yang memiliki banyak lipatan, benjolan, dan kerutan yang disebut ruge vagina (lipatan jaringan pada dinding vagina). Meskipun membran tersebut kaya akan pembuluh darah, arteri, dan vena, vagina memiliki beberapa ujung saraf, yang membuatnya sensitif, kecuali di dekat vulva.
Apa itu flora vagina?
Di dalam vagina, dinding dilapisi dengan cairan yang komposisinya dapat berubah selama siklus menstruasi. Cairan itu mengandung bakteri pelindung (lactobacilli) yang disebut flora. Flora menyimpan pH asam yang sehat dalam vagina dan bekerja untuk mencegah perkembangan penyakit dan infeksi seperti infeksi jamur.
Pada usia berapa Anda bisa mulai menggunakan tampon?
Banyak mitos muncul tentang hal itu. Anda dapat menggunakan tampon tanpa memandang usia atau pengalaman seksual, selama Anda memasukkannya dengan benar dan menggantinya secara teratur (sekitar setiap empat jam). Tidak mengganti tampon bisa menyebabkan infeksi vagina yang sangat tidak menyenangkan.
Apa rutinitas terbaik untuk menjaga kebersihan vagina?
Jagalah kebersihan vagina Anda dengan berendam dan mandi secara teratur untuk menghilangkan minyak atau keringat yang dihasilkan. Bagian dalam vagina bisa membersihkan diri sendiri berkat flora. Terlalu sering menggunakan produk kebersihan bisa mengganggu dan akhirnya menghancurkan bakteri pelindung, menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan infeksi.
Douche (alat yang digunakan untuk membersihkan vagina) harus dihindari, karena mereka membersihkan bakteri baik dalam vagina, pada dasarnya melemahkan pertahanan terhadap bakteri jahat. Sabun dengan pH netral dapat digunakan untuk membersihkan vulva. Anda harus selalu membersihkan dan menggosoknya dari depan ke belakang, agar tidak membawa kuman dari daerah anus.
Dapatkah Anda memberikan obat melalui vagina?
Dinding vagina memiliki banyak lipatan dan sangat kaya akan pembuluh darah, memberikannya sifat penyerapan yang sangat baik untuk memberikan obat-obatan atau hormon. Biasanya, obat-obatan yang diberikan melalui vagina muncul dalam bakal biji berbentuk supositoria dan mengobati kondisi vagina seperti infeksi ragi.
Apa yang terjadi di dalam vagina saat berhubungan seks?
Selama rangsangan seksual, vagina mengembang, leher rahim menghasilkan lendir serviks yang mendukung kelangsungan hidup sperma, dan vagina menghasilkan cairan yang membantu pelumasan. Saluran vagina mengembang dalam bentuk panjang maupun lebar. Selama hubungan seksual, otot-otot yang mengelilingi vulva dan rahim berkontraksi untuk membantu lewatnya sperma.
Terletak di dasar panggul, sistem reproduksi perempuan terdiri dari berbagai organ. Vulva adalah yang terlihat di luar, organ eksternal kelamin perempuan. Sedangkan vagina adalah organ yang bisa Anda lihat saat membuka labia majora (bibir luar yang tertutupi rambut kemaluan). Di kedua sisi lubang vagina adalah labia minora (lipatan kulit yang lembut, disebut juga bibir bagian dalam). Vagina mengarah ke rahim melalui serviks (leher rahim). Banyak orang keliru menyebut vulva sebagai vagina.
Di bagian dalam, uterus (atau rahim) dikelilingi oleh dinding otot. Di kedua sisi rahim ada kelenjar reproduksi kecil yang disebut ovarium. Mereka melekat pada tuba falopi, yaitu saluran yang membawa telur mencapai uterus di tempat yang dapat dibuahi oleh sperma.
Organ seks eksternal lainnya, antara lain lubang uretra (di atas lubang vagina), dari sanalah air seni mengalir, dan klitoris (atas uretra) — organ kecil yang sangat sensitif yang terletak di bawah tulang kemaluan. Klitoris memiliki peran penting dalam kenikmatan seksual.
Di manakah vagina diawali dan diakhiri?
Vagina adalah kanal otot elastis yang dimulai di vulva. Selama hubungan seksual, penis memasuki vagina melalui lubang vagina. Vagina memiliki panjang rata-rata sekitar 8 sentimeter dari pembukaan sampai akhir di bagian dalam. Bergerak dari vulva, vagina melebar mendekati akhir bagian dalam, di sanalah leher rahim dan uterus berada. Leher rahim menyerupai kubah kecil yang melengkung ke arah rongga vagina, dan dapat dirasakan dengan memasukkan jari ke dalam vagina. Sperma mencapai uterus melalui bagian vagina, yang juga berfungsi sebagai saluran untuk aliran menstruasi dari rahim. Selama persalinan, bagian itu berfungsi sebagai jalan saat melahirkan.
Apa itu selaput dara?
Selaput dara adalah selaput tipis dari jaringan yang mengelilingi pembukaan vagina, memisahkannya dari bagian luar. Selaput ini sering jadi lambang keperawanan, dan bisa rusak akibat latihan berat atau penggunaan tampon.
Dapatkah tampon atau cincin kontrasepsi lepas?
Vagina bukanlah tabung terbuka. Dinding vagina berotot dan menempel satu sama lain, dan mereka melebar untuk membiarkan tampon atau penis masuk. Dikelilingi oleh otot, rongga vagina tertutup secara alami dan bentuknya menekuk pada sudut tertentu: Bagian tersebut mengarah dari pembukaan dan menjadi hampir horizontal saat bergerak ke arah ujung bagian dalam. Jadi tidak ada risiko bahwa tampon atau cincin kontrasepsi bisa jatuh begitu saja.
Seperti apakah bagian dalam vagina?
Bagian dalam vagina dilapisi dengan membran yang memiliki banyak lipatan, benjolan, dan kerutan yang disebut ruge vagina (lipatan jaringan pada dinding vagina). Meskipun membran tersebut kaya akan pembuluh darah, arteri, dan vena, vagina memiliki beberapa ujung saraf, yang membuatnya sensitif, kecuali di dekat vulva.
Apa itu flora vagina?
Di dalam vagina, dinding dilapisi dengan cairan yang komposisinya dapat berubah selama siklus menstruasi. Cairan itu mengandung bakteri pelindung (lactobacilli) yang disebut flora. Flora menyimpan pH asam yang sehat dalam vagina dan bekerja untuk mencegah perkembangan penyakit dan infeksi seperti infeksi jamur.
Pada usia berapa Anda bisa mulai menggunakan tampon?
Banyak mitos muncul tentang hal itu. Anda dapat menggunakan tampon tanpa memandang usia atau pengalaman seksual, selama Anda memasukkannya dengan benar dan menggantinya secara teratur (sekitar setiap empat jam). Tidak mengganti tampon bisa menyebabkan infeksi vagina yang sangat tidak menyenangkan.
Apa rutinitas terbaik untuk menjaga kebersihan vagina?
Jagalah kebersihan vagina Anda dengan berendam dan mandi secara teratur untuk menghilangkan minyak atau keringat yang dihasilkan. Bagian dalam vagina bisa membersihkan diri sendiri berkat flora. Terlalu sering menggunakan produk kebersihan bisa mengganggu dan akhirnya menghancurkan bakteri pelindung, menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan infeksi.
Douche (alat yang digunakan untuk membersihkan vagina) harus dihindari, karena mereka membersihkan bakteri baik dalam vagina, pada dasarnya melemahkan pertahanan terhadap bakteri jahat. Sabun dengan pH netral dapat digunakan untuk membersihkan vulva. Anda harus selalu membersihkan dan menggosoknya dari depan ke belakang, agar tidak membawa kuman dari daerah anus.
Dapatkah Anda memberikan obat melalui vagina?
Dinding vagina memiliki banyak lipatan dan sangat kaya akan pembuluh darah, memberikannya sifat penyerapan yang sangat baik untuk memberikan obat-obatan atau hormon. Biasanya, obat-obatan yang diberikan melalui vagina muncul dalam bakal biji berbentuk supositoria dan mengobati kondisi vagina seperti infeksi ragi.
Apa yang terjadi di dalam vagina saat berhubungan seks?
Selama rangsangan seksual, vagina mengembang, leher rahim menghasilkan lendir serviks yang mendukung kelangsungan hidup sperma, dan vagina menghasilkan cairan yang membantu pelumasan. Saluran vagina mengembang dalam bentuk panjang maupun lebar. Selama hubungan seksual, otot-otot yang mengelilingi vulva dan rahim berkontraksi untuk membantu lewatnya sperma.
Kamis, 14 Maret 2013
Tips Menjaga Organ Intim Wanita
Organ intim wanita memang perlu perawatan khusus. Selain sensitif, juga mudah sebagai jalan masuknya kuman melalui mulut vagina. Dengan organ intim yang sehat, dapat pula memicu kepercayaan diri saat berhadapan dengan pasangan.
Ada 11 cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga organ intim kewanitaan. UF Bagazi, pakar kebidanan dan kandungan dari Brawijaya Women & Children Hospital, mmbagikannya untuk Anda:
- Mengganti pembalut saat haid itu perlu, apalagi ketika ada darah yang keluar. Pembalut yang kotor bisa menjadi media pertumbuhan kuman yang mengancan kesehatan.
- Jika ingin membilas vagina, arahkan air dari vagina menuju anus (depan ke belakang) dan jangan sebaliknya. Hal ini untuk menghindari adanya kuman dari anus yang masuk ke vagina.
- Keringkan organ intim Anda dengan tisu atau kain bersih seusai buang air kecil. Ini untuk menjaga agar tidak lembab. Kenakan pula celana dalam yang menyerap keringat.
- Bagi wanita bertubuh gemuk, pastikan vagina dan sekitarnya kering dan tidak lembab. Kuman yang hinggap di lipatan kulit dapat menyebabkan gatal-gatal.
- Celana dalam perlu diganti minimal dua atau tiga kali sehari. Saat udara begitu panas, gantilah celana dalam begitu terasa lembab.
- Pastikan Anda mengenakan celana yang benar-benar kering. Jemur celana langsung di bawah sinar matahari untuk membunuh kuman. Celana yang lembab menjadi sarang bagi jamur.
- Mendeteksi kesehatan mulut rahim itu penting bagi wanita yang pernah melahirkan atau melakukan hubungan seks. Anda bisa lakukan pap smear setahun sekali.
- Istirahatlah dari berhubungan seks kala haid. Dinding rahim bisa luka jika nekad. Karena, waktu haid, dinding rahim cenderung mengalami pelunakan.
- Ubah kebiasaan buruk Anda menjadi gaya hidup sehat. Hindari stres dan jadilah wanita dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan seimbang.
Minggu, 10 Februari 2013
Pantau Kesehatan Vagina Melalui Keputihan
Keputihan merupakan kondisi yang normal dan sering terjadi.
Keputihan yang normal menandakan fungsi tubuh yang sehat, sekaligus menjadi cara tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina.
Namun, harus tetap diwaspadai. Jumlah dan warna cairan yang abnormal dapat mengindikasikan adanya ketidakberesan dalam kesehatan wanita.
Kuning keju. Warna putih kekuningan menunjukkan adanya infeksi jamur. Jaga zona V Anda karena rawan terhadap serangan jamur, yang suka lingkungan yang hangat, gelap dan lembab. Kondisin ini sangat umum terjadi pada wanita yang sedang hamil, menderita diabetes atau mengonsumsi antibiotik.
Kecoklatan. Keluarnya cairan berwarna kecoklatan seperti setelah menstruasi, umumnya dipicu oleh konsumsi pil kontrasepsi. Jika hal ini terjadi terus-menerus, kunjungi dokter kandungan Anda untuk dapat membicarakan mengenai pilihan kontrasepsi lainnya. Namun tetap waspada, karena ada kemungkinan gejala awal masalah polip, fibroid, peradangan dan infeksi serviks.
Kuning. Cairan vagina Anda berwarna kekuningan, gatal, sakit dan berbau? Segera temui dokter! Kondisi ini bisa menandakan adanya gonore (kencing nanah). Jika tidak segera diobati, infeksi dapat menyebar, menyebabkan radang panggul yang sangat nyeri.
Hijau keabu-abuan. Ini merupakan tanda dari kondisi serius, yang disebut trikomoniasis. Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh pasangan yang tidak menggunakan kondom saat seks. Wanita dengan trikomoniasis umumnya merasakan gatal-gatal atau rasa panas di vagina.
Senin, 04 Februari 2013
Kenali 6 Penyebab Vagina Kering
Hampir semua wanita akan mengalami suatu masa dimana vagina akan terasa kering, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan atau nyeri saat berhubungan seks.
Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter jika hal ini mulai mengganggu dan mengkhawatirkan, apalagi jika kekeringan pada vagina disertai rasa terbakar, gatal, sakit, atau tetap kering meski sudah diberi pelumas buatan. Banyak hal yang menyebabkan vagina kering. Berikut ini ada 6 penyebab vagina kering yang dilansir melalui healthy vaginas.
Penurunan Kadar Estrogen
Salah satu penyebab paling umum dari keringnya miss V adalah penurunan kadar estrogen, terutama saat setelah melahirkan, selama perimenopause, menopause atau menyusui, yang dapat menyebabkan penipisan dan pengeringan dinding vagina.
Pengobatan Kanker
Pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan radiasi juga dapat menyebabkan penurunan lubrikasi vagina. Meskipun, kondisi Anda sangat membutuhkan pengobatan ini, Anda bisa menghindari kekeringan pada miss Vdengan menggunakan krim pelembab yang berbahan dasar air maupun gel peremajaan vagina. Selain itu, tindakan operasi yang berkaitan reproduksi wanita, seperti operasi pengangkatan rahim, juga akan menyebabkan turunnya produksi lendir lubrikasi.
Penggunaan Obat
Obat antidepresan, asma, alergi dan obat lainnya yang dijual bebas atau yang mengandung antihistamin akan menyebabkan pembuluh darah sistemik, pada gilirannya juga akan menurunkan produksi cairan lubrikasi vagina. Selain itu, penggunaan cairan pembersih vagina juga dapat menganggu keseimbangan di dalam vagina dan menimbulkan peradangan (vaginitis), sehingga vagina terasa kering atau teriritasi.
Alergi
Banyak wanita yang mengalami alergi terhadap bahan kimia dalam deterjen, sabun, produk kebersihan dan parfum yang mempengaruhi kulit mereka. Ternyata, iritasi yang disebabkan oleh pakaian atau handuk juga dapat mempengaruhi vagina Anda. Selain itu, kondom dan pembalut yang memiliki aroma juga harus dihindari karena mengganggu keseimbangan pH alami vagina.
Stres
Faktor psikologis dan emosional, seperti stres dan mudah cemas, ternyata juga mendatangkan malapetaka pada hasrat seksual dengan menyebabkan kekeringan pada vagina. Saat wanita sedang stres, maka aliran darah tidak mengalir dengan baik yang mengakibatkan terjadinya vagina kering.
Yang Merugikan Bagi Vagina
Wanita memang sangat peduli terhadap kecantikan.
Tak hanya perawatan kecantikan di wajah saja, area intim pun tak luput dari perhatian.
Kini, perawatan kecantikan vagina sedang nge-tren. Jadi Anda siap untuk ikut tren tersebut, maka bersiaplah untuk mengalami risiko berbahaya bagi kesehatan.
Berikut tren kecantikan bagi Miss V yang berbahaya, dilansir dari Health.com.
Mengecat bulu kemaluan. Kulit di area kemaluan jauh lebih mudah iritasi karena sangat sensitif dibandingkan kulit kepala Anda. Jadi, pikirkan ulang sebelum mewarnai bulu kemaluan demi mencegah terjadinya iritasi di daerah Miss V.
Bleaching. Bleaching atau pemutihan sengaja di lakukan wanita agar memiliki kulit yang lebih cerah di sekitar vagina. Sayangnya, bleaching dapat menyebabkan kulit iritasi, melepuh bahkan sulit buang air besar. "Jika dilakukan dengan tidak benar, ada kemungkinan risiko terkena herpes atau infeksi bakteri," jelas dermatolog Doris Day.
Brazilian waxing. Menghilangkan hampir semua bulu kemaluan bukanlah ide yang baik. Sadarkah Anda bahwa bulu kemaluan memberikan perlindungan bagi vagina Anda? "Waxing dapat mengangkat atau merobek kulit halus, yang menyebabkan rambut tumbuh ke dalam, timbul ruam dan infeksi," tegas Dr. Libby Edwards, MD, chief
of dermatology di Carolinas Medical Center, Carolina.
Tindik vagina. Tak hanya di telinga atau hidung saja. Tren tindik yang cukup nyeleneh juga dilakukan di sekitar vagina. Tentu saja risiko terkena infeksi sangat besar, mengingat area intim Anda sangat sensitif. Waspadai juga risiko pembengkakan dan kemerahan.
Kenali Risiko Turunnya Vagina
Prolaps alias disfungsi dasar panggul bisa menjadi mimpi buruk bagi tiap wanita.
Prolaps merupakan turun atau keluarnya dinding vagina dari kondisi normal. Biasanya, hal itu terjadi setelah melahirkan anak pertama, dan perubahan ini akan mudah terlihat.
Tentu Anda tidak ingin jika si dia mulai tak tertarik lagi dengan Anda akibat masalah prolaps ini. Maka, sejak dini Anda sudah harus menjaga berat tubuh dan menghindari obesitas yang jadi pemicu risiko prolaps.
Proses melahirkan anak lebih dari 3, atau proses persalinan yang terlalu lama juga dapat menyebabkan terjadinya prolaps.
"Lima puluh persen wanita yang melahirkan berisiko mengalami disfungsi dasar panggul. Untuk menghindarinya, olahraga seperti senam kegel dan pola makan terjaga bisa memperkecil kemungkinan tersebut," jelas Dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K), Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI RSCM, Jakarta.
Mulai sekarang jaga kesehatan panggul Anda lebih ketat!
Kamis, 31 Januari 2013
Tak Perlu Sabun untuk Bersihkan Vagina
Vagina merupakan organ sensitif dan perlu perhatian khusus karena rentan infeksi jamur. Tidak jarang wanita menggunakan sabun untuk membersihkan area kewanitaan setiap kali mandi. Namun ternyata pemakaian sabun secara berlebihan untuk vagina justru akan memberikan dampak kurang baik.
“Seharusnya sabun pembersih untuk kewanitaan tidak dipakai secara rutin,” ujar dr. Febriansyah Darus. Sp.OG, dokter spesialis obstetri & ginekologi yang berpraktik di RSIA Kemang Medical Care, Jakarta.
Ia menjelaskan, pemakaian sabun terlalu berlebihan, terutama sabun yang bukan khusus untuk vagina, bisa menyebabkan perubahan asam basa vagina. Maka jika dipakai terlalu sering akan berbahaya.
Dokter yang juga berpraktik di RS Hermina Jatinegara dan RSPAD Gatot Subroto ini menjelaskan, terlalu sering menggunakan sabun pembersih justru merangsang timbulnya keputihan. “Terutama ini bisa terjadi jika kita menggunakan sabun kosmetik yang pH-nya tidak sesuai dengan pH (kadar keasaman) vagina,” ujarnya.
Pemakaian sabun yang tidak sesuai menyebabkan suasana asam basa vagina berubah. Perubahan lingkungan dalam organ intim ini menyebabkan kuman yang mestinya normal justru menjadi lebih banyak pertumbuhannya. Kuman yang seharusnya tidak ada justru timbul karena daya tahan vagina berubah. Hal ini terjadi akibat perubahan asam basa yang dipicu penggunaan pembersih tidak semestinya, misalnya sabun biasa (alkalis).
Sebaiknya, dr Febriansyah menyarankan, gunakan pembersih dalam kondisi tertentu saja. Misalnya, di saat kondisi vagina sedang basah atau berair atau ketika muncul keputihan.
Bagaimana jika memang ingin dibersihkan? Kata dr Febriansyah, gunakan sabun khusus untuk vagina supaya lingkungan organ intim kembali normal. “Sekarang kan sudah ada sabun-sabun yang direkomendasikan, tetapi kita nggak mau menyebut brand ya,” tandasnya. Jika salah pilih sabun, bisa semakin memperparah keputihan.
Dalam memilih pembersih, dr. Febriansyah menyarankan produk yang mampu mempertahankan Lactobacillus. Lactobacillus adalah salah satu jenis kuman yang menyebabkan asam basa vagina menjadi netral dan menjaga pH alami.
“Kurangi juga produk-produk yang terlalu banyak mengandung detergen dengan busa terlalu banyak, karena vagina akan menjadi lebih basa dan jadi kering,” jelas dr. Febriansyah.
Namun meskipun sudah banyak sabun khusus vagina, kita tetap harus menggunakannya sesuai kebutuhan saja. “Jika organ kewanitaan tidak bermasalah, tidak basah, tidak berair, dicuci dengan air biasa yang steril justru lebih aman,” katanya.
Untuk merawat vagina, berikut rekomendasi dr. Febriansyah Darus:
1. Awasi keputihan. Kalau ada keputihan yang sudah berwarna, berbau, gatal, segera diobati. Tetapi jika keputihannya tetap berwarna bening, tidak gatal, dan tidak berbau, berarti masih normal. Tidak diobati juga tak apa-apa.
2. Jangan biarkan vagina lembap. Biasanya, usai buang air kecil, keringkan vagina sebelum memakai celana dalam. Jika celana dalam telanjur kena basah, sebaiknya ganti saja agar tidak lembap.
3. Hati-hati memakai pantyliner. Jangan memakai pantyliner terlalu lama hingga 8-12 jam. Pemakaian pantyliner terlalu lama, apalagi yang tidak menyerap keringat, menyebabkan vagina menjadi lembap. Pantyliner sebaiknya sering diganti setiap 3-4 jam sekali. Gunakan pula produk pembersih vagina yang tidak mengandung detergen.
“Seharusnya sabun pembersih untuk kewanitaan tidak dipakai secara rutin,” ujar dr. Febriansyah Darus. Sp.OG, dokter spesialis obstetri & ginekologi yang berpraktik di RSIA Kemang Medical Care, Jakarta.
Ia menjelaskan, pemakaian sabun terlalu berlebihan, terutama sabun yang bukan khusus untuk vagina, bisa menyebabkan perubahan asam basa vagina. Maka jika dipakai terlalu sering akan berbahaya.
Dokter yang juga berpraktik di RS Hermina Jatinegara dan RSPAD Gatot Subroto ini menjelaskan, terlalu sering menggunakan sabun pembersih justru merangsang timbulnya keputihan. “Terutama ini bisa terjadi jika kita menggunakan sabun kosmetik yang pH-nya tidak sesuai dengan pH (kadar keasaman) vagina,” ujarnya.
Pemakaian sabun yang tidak sesuai menyebabkan suasana asam basa vagina berubah. Perubahan lingkungan dalam organ intim ini menyebabkan kuman yang mestinya normal justru menjadi lebih banyak pertumbuhannya. Kuman yang seharusnya tidak ada justru timbul karena daya tahan vagina berubah. Hal ini terjadi akibat perubahan asam basa yang dipicu penggunaan pembersih tidak semestinya, misalnya sabun biasa (alkalis).
Sebaiknya, dr Febriansyah menyarankan, gunakan pembersih dalam kondisi tertentu saja. Misalnya, di saat kondisi vagina sedang basah atau berair atau ketika muncul keputihan.
Bagaimana jika memang ingin dibersihkan? Kata dr Febriansyah, gunakan sabun khusus untuk vagina supaya lingkungan organ intim kembali normal. “Sekarang kan sudah ada sabun-sabun yang direkomendasikan, tetapi kita nggak mau menyebut brand ya,” tandasnya. Jika salah pilih sabun, bisa semakin memperparah keputihan.
Dalam memilih pembersih, dr. Febriansyah menyarankan produk yang mampu mempertahankan Lactobacillus. Lactobacillus adalah salah satu jenis kuman yang menyebabkan asam basa vagina menjadi netral dan menjaga pH alami.
“Kurangi juga produk-produk yang terlalu banyak mengandung detergen dengan busa terlalu banyak, karena vagina akan menjadi lebih basa dan jadi kering,” jelas dr. Febriansyah.
Namun meskipun sudah banyak sabun khusus vagina, kita tetap harus menggunakannya sesuai kebutuhan saja. “Jika organ kewanitaan tidak bermasalah, tidak basah, tidak berair, dicuci dengan air biasa yang steril justru lebih aman,” katanya.
Untuk merawat vagina, berikut rekomendasi dr. Febriansyah Darus:
1. Awasi keputihan. Kalau ada keputihan yang sudah berwarna, berbau, gatal, segera diobati. Tetapi jika keputihannya tetap berwarna bening, tidak gatal, dan tidak berbau, berarti masih normal. Tidak diobati juga tak apa-apa.
2. Jangan biarkan vagina lembap. Biasanya, usai buang air kecil, keringkan vagina sebelum memakai celana dalam. Jika celana dalam telanjur kena basah, sebaiknya ganti saja agar tidak lembap.
3. Hati-hati memakai pantyliner. Jangan memakai pantyliner terlalu lama hingga 8-12 jam. Pemakaian pantyliner terlalu lama, apalagi yang tidak menyerap keringat, menyebabkan vagina menjadi lembap. Pantyliner sebaiknya sering diganti setiap 3-4 jam sekali. Gunakan pula produk pembersih vagina yang tidak mengandung detergen.
Senin, 22 Oktober 2012
Jeans Ketat Membahayakan Miss V
Apakah Anda memerhatikan kalau belakangan ini area Miss Cheerful sering terasa "geli"?
"Jeans yang terlalu ketat akan menekan saraf pada tulang panggul Anda, dan mengakibatkan kurangnya aliran darah dan oksigen ke vagina Anda," jelas Dr. Bratter.
Ada nama untuk kondisi macam ini adalah meralgia aresthetica. Efek jangka panjang? Anda akan merasa sakit luar biasa di vagina karena saraf yang rusak.
Semakin ketat celana jeans, semakin bagus pula bentuk bokong Anda dibuatnya. Tapi mungkin, not toooo tight? Perhatikan ukuran celana yang sering Anda kenakan agar ada ruang lebih bagi Miss Cheerful untuk "bernapas". Tapi jika rasa geli itu kembali muncul, segera cek ke dokter.
Untuk mengetahui apakah jeans Anda terlalu skinny, lakukan sebuah tes sederhana. Jika Anda bisa jongkok saat mengenakan jeans tanpa merasa adanya tekanan di Miss Cheerful, that's great!
Nope, bukan rasa "geli" biasa lho, tapi sensasi yang mirip dengan perasaan ketika kaki Anda kesemutan.
"Jeans yang terlalu ketat akan menekan saraf pada tulang panggul Anda, dan mengakibatkan kurangnya aliran darah dan oksigen ke vagina Anda," jelas Dr. Bratter.
Ada nama untuk kondisi macam ini adalah meralgia aresthetica. Efek jangka panjang? Anda akan merasa sakit luar biasa di vagina karena saraf yang rusak.
Semakin ketat celana jeans, semakin bagus pula bentuk bokong Anda dibuatnya. Tapi mungkin, not toooo tight? Perhatikan ukuran celana yang sering Anda kenakan agar ada ruang lebih bagi Miss Cheerful untuk "bernapas". Tapi jika rasa geli itu kembali muncul, segera cek ke dokter.
Untuk mengetahui apakah jeans Anda terlalu skinny, lakukan sebuah tes sederhana. Jika Anda bisa jongkok saat mengenakan jeans tanpa merasa adanya tekanan di Miss Cheerful, that's great!
Minggu, 05 Agustus 2012
Sudah Sehatkah Vagina Anda?
Vagina memang organ yang misterius. Wanita akan kesulitan menyadari apakah vaginanya sehat. Cairan kental (lendir) dari Ms V sebenarnya sehat karena Ms V memiliki pembersih diri terbaik.
Ms V bisa mempertahankan keseimbangan dari bakteri bahkan dapat membersihkan zat asing. Ketika Anda bertanya, apakah daerah bawah Anda sehat, perlu diingat bahwa vagina sehat tidak berbau. Ada berbagai alasan yang membuat vagina Anda berbau. Berikut ulasannya sebagaimana dilansir askdanandjennifer :
1. Jorok
Bila Anda menjaga kebersihan, Anda bisa menghentikan bau vagina. Anda bisa menggunakan sabun batangan atau sabun badan untuk membersihkan Mr V dan bagian luar area genital. Pastikan Anda mengeringkan vagina dengan benar agar tetap sehat.
Jika Anda menggunakan sabun yang terlalu wangi, Anda memicu risiko menciptakan iritasi di daerah vagina. Hati-hati, iritasi ini bisa menyebabkan infeksi.
Infeksi yang paling umum terjadi karena kotoran masuk ke vagina setelah buang air besar. Ingat basuh dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi.
2. Infeksi
Salah satu cara terbaik untuk memerangi infeksi dan bau adalah dengan mendapatkan sedikit udara di sana. Mulailah mengenakan celana dalam yang longgar dari bahan katun. Ini akan membawa banyak aliran udara ke vagina dan mengurangi jumlah keringat.
Ketika keringat menumpuk di vagina maka akan berbau. Jika Anda mencium bau amis di bawah sana, Anda mungkin terinfeksi bakteri.
Ada berbagai obat yang mengobati infeksi bakteri. Sejumlah wanita bisa keliru dengan bau vagina yang mereka sangka infeksi. Padahal wanita itu bisa saja memiliki penyakit pelvic inflammatory disease (PID). Ini juga dikenal dengan kanker serviks.
Jika Anda berpikir berisiko PID, konsultasikan dengan dokter kandungan.
3. Hindari douching
Douching bisa menyakiti Anda. Douching biasanya digunakan sebelum melakukan hubungan seks untuk memastikan semuanya bersih. Masalahnya, ketika Anda menyemprotkan air ke vagina, Anda membersihkan cairan alami yang digunakan untuk memerangi infeksi.
Douching dapat meningkatkan perkembangan infeksi bakteri karena meningkatkan keasaman. Douching juga dapat menyebabkan vagina menjadi mudah merah. Douching hanya dilakukan jika dokter Anda telah menginstruksikan. Daripada douching, basahi alat kelamin dengan air hangat.
4. Infeksi Jamur
Salah satu infeksi yang paling umum untuk vagina adalah infeksi jamur. Gejala yang sangat biasa adalah gatal. Tanda lainnya dalah rasa sakit di dalam atau sekitar vagina.
Jika Vulva Anda merah dan membengkak, Anda mungkin terkena infeksi jamur. Saat ini Anda tak diperkenankan berhubungan seksual. Karena bisa menyebabkan masalah lebih buruk.
Infeksi jamur dapat memicu kotoran yang abnormal. Kadang-kadang yang keluar berwarna putih atau bening. Atau juga bisa abu-abu atau hijau. Jika Anda mencium bau ikan, Anda harus bertemu dokter. Anda bisa saja memiliki vaginosis bakteri atau trikomoniasis.
5. Infeksi Menular Seksual (IMS)
IMS penyebab keputihan dan bau. IMS biasanya karena hubungan seks tanpa kondom. Gonore adalah PMS yang sangat umum yang biasanya muncul dalam 2-5 hari setelah infeksi terjadi. Gonore dapat menyebabkan keputihan dan buang air kecil yang meningkat.
Ini juga dapat menyebabkan rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
Chlamydia merupakan IMS yang biasanya menyebabkan bau vagina. Chlamydia dapat menyebabkan rasa nyeri saat kencing dan keluarnya cairan vagina. Ini juga dapat menyebabkan hubungan seksual sangat menyakitkan.
Ms V bisa mempertahankan keseimbangan dari bakteri bahkan dapat membersihkan zat asing. Ketika Anda bertanya, apakah daerah bawah Anda sehat, perlu diingat bahwa vagina sehat tidak berbau. Ada berbagai alasan yang membuat vagina Anda berbau. Berikut ulasannya sebagaimana dilansir askdanandjennifer :
1. Jorok
Bila Anda menjaga kebersihan, Anda bisa menghentikan bau vagina. Anda bisa menggunakan sabun batangan atau sabun badan untuk membersihkan Mr V dan bagian luar area genital. Pastikan Anda mengeringkan vagina dengan benar agar tetap sehat.
Jika Anda menggunakan sabun yang terlalu wangi, Anda memicu risiko menciptakan iritasi di daerah vagina. Hati-hati, iritasi ini bisa menyebabkan infeksi.
Infeksi yang paling umum terjadi karena kotoran masuk ke vagina setelah buang air besar. Ingat basuh dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi.
2. Infeksi
Salah satu cara terbaik untuk memerangi infeksi dan bau adalah dengan mendapatkan sedikit udara di sana. Mulailah mengenakan celana dalam yang longgar dari bahan katun. Ini akan membawa banyak aliran udara ke vagina dan mengurangi jumlah keringat.
Ketika keringat menumpuk di vagina maka akan berbau. Jika Anda mencium bau amis di bawah sana, Anda mungkin terinfeksi bakteri.
Ada berbagai obat yang mengobati infeksi bakteri. Sejumlah wanita bisa keliru dengan bau vagina yang mereka sangka infeksi. Padahal wanita itu bisa saja memiliki penyakit pelvic inflammatory disease (PID). Ini juga dikenal dengan kanker serviks.
Jika Anda berpikir berisiko PID, konsultasikan dengan dokter kandungan.
3. Hindari douching
Douching bisa menyakiti Anda. Douching biasanya digunakan sebelum melakukan hubungan seks untuk memastikan semuanya bersih. Masalahnya, ketika Anda menyemprotkan air ke vagina, Anda membersihkan cairan alami yang digunakan untuk memerangi infeksi.
Douching dapat meningkatkan perkembangan infeksi bakteri karena meningkatkan keasaman. Douching juga dapat menyebabkan vagina menjadi mudah merah. Douching hanya dilakukan jika dokter Anda telah menginstruksikan. Daripada douching, basahi alat kelamin dengan air hangat.
4. Infeksi Jamur
Salah satu infeksi yang paling umum untuk vagina adalah infeksi jamur. Gejala yang sangat biasa adalah gatal. Tanda lainnya dalah rasa sakit di dalam atau sekitar vagina.
Jika Vulva Anda merah dan membengkak, Anda mungkin terkena infeksi jamur. Saat ini Anda tak diperkenankan berhubungan seksual. Karena bisa menyebabkan masalah lebih buruk.
Infeksi jamur dapat memicu kotoran yang abnormal. Kadang-kadang yang keluar berwarna putih atau bening. Atau juga bisa abu-abu atau hijau. Jika Anda mencium bau ikan, Anda harus bertemu dokter. Anda bisa saja memiliki vaginosis bakteri atau trikomoniasis.
5. Infeksi Menular Seksual (IMS)
IMS penyebab keputihan dan bau. IMS biasanya karena hubungan seks tanpa kondom. Gonore adalah PMS yang sangat umum yang biasanya muncul dalam 2-5 hari setelah infeksi terjadi. Gonore dapat menyebabkan keputihan dan buang air kecil yang meningkat.
Ini juga dapat menyebabkan rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
Chlamydia merupakan IMS yang biasanya menyebabkan bau vagina. Chlamydia dapat menyebabkan rasa nyeri saat kencing dan keluarnya cairan vagina. Ini juga dapat menyebabkan hubungan seksual sangat menyakitkan.
Kamis, 19 Juli 2012
Bau Tak Sedap pada Vagina
Vagina bau merupakan suatu gangguan yang kerap terjadi pada perempuan. Banyak wanita yang bertanya-tanya mengenai mengapa area kewanitaannya ini sering menimbulkan bau yang tak sedap.
Menurut Dr Lauren Streicher, asisten profesor klinis kebidanan dan ginekologi di sekolah kedokteran Northwestern University, vagina bau umumnya disebabkan oleh pH feminim yang tidak seimbang. Menstruasi, hubungan seksual, douching (membersihkan vagina salah) dan penggunaan sabun dapat menyebabkan ketidakseimbangan ini.
Dr Sharon R. Thompson dari Central Phoenix Obstetrics and Gynecology menjelaskan beberapa item yang dapat menyebabkan gangguan dalam keseimbangan vagina, seperti detergen cuci baju, sabun, panty liner, beberapa jenis pakaian dan kondom lateks.
"Wanita yang sering mengalami vagina bau harus bisa menilai lingkungannya yang berpotensi menyebabkan iritasi dan membuat perubahan untuk menghilangkannya," jelas Dr Thompson, dilansir melalui Sheknows.
Untuk menghilangkan bau tak sedap pada vagina, Anda sebaiknya selalu mandi teratur, mengganti pakaian dalam yang basah atau terkena keringat dan menghindari penggunaan berulang pakaian ketat.
"Banyak produk yang dipasarkan khusus untuk daerah kelamin perempuan, yang terkadang dapat mengganggu keseimbangan pH normal, menyebabkan iritasi dan infeksi," tambah Dr O'Connor.
Penggunaan sabun wangi juga berpotensi membuat masalah vagina bau menjadi lebih parah dalam jangka panjang. Menurut Dr O'Connor, sabun wangi dan gel yang mengandung parfum dan bahan lain dapat mengiritasi jaringan halus di daerah kelamin.
Anda juga perlu tahu kapan bau di daerah kewanitaan Anda sudah melewati batas, dan dapat menjadi sesuatu yang berbahaya. Dr O'Connor menyarankan Anda untuk melihat timbulnya ruam, iritasi atau rasa gatal dan perubahan pada bau vagina Anda. Jika Anda melihat salah satu gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera temui dokter.
Menurut Dr Lauren Streicher, asisten profesor klinis kebidanan dan ginekologi di sekolah kedokteran Northwestern University, vagina bau umumnya disebabkan oleh pH feminim yang tidak seimbang. Menstruasi, hubungan seksual, douching (membersihkan vagina salah) dan penggunaan sabun dapat menyebabkan ketidakseimbangan ini.
Dr Sharon R. Thompson dari Central Phoenix Obstetrics and Gynecology menjelaskan beberapa item yang dapat menyebabkan gangguan dalam keseimbangan vagina, seperti detergen cuci baju, sabun, panty liner, beberapa jenis pakaian dan kondom lateks.
"Wanita yang sering mengalami vagina bau harus bisa menilai lingkungannya yang berpotensi menyebabkan iritasi dan membuat perubahan untuk menghilangkannya," jelas Dr Thompson, dilansir melalui Sheknows.
Untuk menghilangkan bau tak sedap pada vagina, Anda sebaiknya selalu mandi teratur, mengganti pakaian dalam yang basah atau terkena keringat dan menghindari penggunaan berulang pakaian ketat.
"Banyak produk yang dipasarkan khusus untuk daerah kelamin perempuan, yang terkadang dapat mengganggu keseimbangan pH normal, menyebabkan iritasi dan infeksi," tambah Dr O'Connor.
Penggunaan sabun wangi juga berpotensi membuat masalah vagina bau menjadi lebih parah dalam jangka panjang. Menurut Dr O'Connor, sabun wangi dan gel yang mengandung parfum dan bahan lain dapat mengiritasi jaringan halus di daerah kelamin.
Anda juga perlu tahu kapan bau di daerah kewanitaan Anda sudah melewati batas, dan dapat menjadi sesuatu yang berbahaya. Dr O'Connor menyarankan Anda untuk melihat timbulnya ruam, iritasi atau rasa gatal dan perubahan pada bau vagina Anda. Jika Anda melihat salah satu gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera temui dokter.
Langganan:
Postingan (Atom)


