Tampilkan postingan dengan label consumer charger portable. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label consumer charger portable. Tampilkan semua postingan
Selasa, 31 Desember 2013
Mengisi Ulang Baterai Note 3 Bisa Dilakukan Secara Nirkabel Dengan Flip Cover Ini
Secara harfiah, fungsi sebuah flip cover bagi perangkat mobile adalah sama, yaitu untuk melindungi perangkat tersebut. Namun, hal yang sedikit berbeda diciptakan oleh Samsung.
Raksasa asal Korea Selatan ini disebutkan telah menawarkan aksesori yang tidak hanya melindungi Samsung Galaxy Note 3, tetapi mampu untuk mengisi ulang baterai phablet tersebut secara nirkabel, seperti dilansir dari Phone Arena.
Hal tersebut dicapai dengan kombinasi flip cover S-View biasa dengan panel belakang yang dapat mendukung pengisian baterai secara nirkabel. Harga flip cover sendiri adalah US$ 69,99. Namun, pengguna masih harus menambah sekitar US$30 sampai US$40 untuk mendapatkan sebuah panel nirkabelnya.
Meskipun flip cover akan menutup layar Note 3,pengguna masih bisa menggunakan jari atau S-Pen untuk menelusuri berbagai menu dari layar jendela. Sebagai contoh, pengguna dapat menggunakan kamera, memutar musik, atau menggunakan Action Memo tanpa harus membuka cover. Pengguna juga dapat memilih warna yang berbeda dari layar jendela.
Bagian belakang didesain untuk terkunci dengan penutup baterai . Flip cover tersedia dalam warna hitam dan putih, serta dapat dipesan langsung dari Samsung.
Kamis, 04 April 2013
Charge Card: Kabel USB Setipis Kartu Kredit
Untuk menghubungkan smartphone ke PC atau laptop dibutuhkan sebuah kabel USB. Dan kami yakin tidak semua pengguna smartphone akan selalu membawa kabel USB milik smartphone mereka saat berpergian. Agar memudahkan Anda yang selalu membawa kabel USB saat berpergian, berikut ada solusi yang tepat.
Charge Card adalah sebuah kabel USB yang sangat berguna untuk menggantikan kabel USB smartphone kebanyakan. Keunggulan Charge Card adalah dari tampilan fisiknya. Kabel USB cenderung panjang dan dapat kusut, sementara Charge Card dijamin tetap akan terlihat rapih dan bebas kusut.
Pasalnya, Charge Card hadir dengan bentuk dan dimensi yang mirip dengan kartu kredit. Bagian port USB-nya dibuat fleksibel agar lebih mudah menjangkau port konektivitas PC atau laptop, dan karena bentuknya yang mirip kartu kredit Anda juga dapat memasukkannya ke dalam dompet. Selain itu, Charge Card juga dapat digunakan untuk isi ulang baterai smartphone Anda jika sedang terhubung ke PC atau laptop.
Charge Card saat ini tersedia untuk model koneksi iPhone 4, iPhone 5 dan Micro USB biasa yang digunakan smartphone dan tablet PC. Harganya juga relatif terjangkau yaitu sekitar US$25. Untuk pemesanan bisa dilakukan di link berikut.
Kamis, 28 Maret 2013
Charger Ponsel Ini Diklaim Terkecil di Dunia
![]() |
| Fuel Micro Charger |
Klaim tersebut sepadan dengan desain yang diusung oleh Fuel Micro Charger ini. Ia didesain berukuran hanya 1.3 inch x 0.9 inch x 0.5 inch. Bahkan sekilas mirip gantungan kunci.
Produk yang dirancang oleh Devotec Industries asal Massachusetts ini bisa menyediakan 20-30 menit extra talk time atau beberapa jam dalam kondisi standy pada ponsel.
Dikutip dari Mashable, untuk memakai Fuel mudah saja. Pengguna tinggal mengaktifkan power switch dan mencolokkannya ke ponsel.
Sejauh ini, Devotec telah mengumpulkan pendanaan yang menembus angka USD 17.000. Di Kickstarter mereka berharap bisa menggalang USD 20.000.
Sang kreator menghabiskan waktu 4 bulan untuk mencari, mengetes dan mengevaluasi komponen paling kecil nan efisien untuk dipakai di produknya itu.
"Sempurna saat Anda mengalami delay atau tak bisa mengecharge ponsel Anda dan harus membuat panggilan telepon, mengirim email kerjaan atau memakai fungsi GPS dan maps," papar Devotec dalam situs Kickstarter.
Minggu, 24 Maret 2013
Mengisi Baterai Ponsel Sambil Membakar Kalori
Dimanjakan teknologi bukan berarti kamu harus malas berolahraga, Sesekali kamu perlu berkeringat seperti manusia purba ketika membutuhkan api untuk membakar kayu.
Kamu tidak perlu kembali ke zaman purbakala jika sekedar ingin membakar api dengan cara menggesek-gesekkan kayu. Menggunakan teori yang kurang lebih sama, kamu bisa mengisi baterai smartphone dengan sedikit berkeringat.
Sesuai namanya, Hand Crank Emergency Cell Phone Charger adalah sebuah perangkat charger yang menyediakan tenaga cadangan di saat darurat dengan cara memutar pedal yang disertakan. Semenit putaran pedal tersebut bisa menyediakan 30 detik tenaga cadangan bagi smartphone yang dihasilkan dari dinamo di dalamnya.
Tapi, jika kamu memang malas harus bertingkah bak manusia purba, charger seharga US$ 59,95 (sekitar Rp 578 ribu) tersebut bisa diaplikasikan dengan cara modern yang sudah umum, yakni dengan melakukan pengisian dengan PC atau adaptor via kabel USB tersambung. Untuk pengisian daya 2.000 mAH di dalamnya, kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam.
Seperti halnya powerbank atau charger pada umumnya, Hank Crank Emergency Cell Phone Charger memiliki deretan lampu LED yang mengindikasikan level ketersediaan daya yang siap dipasok ke ponsel. Jadi, mau pakai cara purba atau modern, terserah kamu.
Senin, 25 Februari 2013
Wireless Charger: Isi Ulang Baterai Ponsel Tanpa Kabel
LG dan Google telah resmi meluncurkan Nexus 4 di Indonesia beberapa waktu lalu. Jika Anda salah satu dari pemiliknya, maka aksesoris berikut wajib dilirik.
Seperti Anda ketahui, salah satu fitur yang canggih dari Nexus 4 adalah Near Field Communication atau NFC yang memungkinkan perangkat Anda berkomunikasi dengan perangkat lain semudah sentuhan. Utamanya untuk mengirim-menerima berkas atau memainkan lagu di speaker ber-NFC.
Namun tak hanya itu. Dengan aksesoris khusus, Anda juga bisa memanfaatkan fitur pengisian nirkabel atau wireless charging di mana untuk Nexus 4 dan kebanyakan perangkat lain berfitur serupa, memanfaatkan tenologi dari Qi. Nah, wireless charger khusus untuk Nexus 4 telah hadir dan bisa mengisi daya baterai hingga penuh dalam kisaran waktu 4 jam saja. Cukup cepat jika menimbang dari telknologi yang ditawarkan.
Selama pengisian baterai, Anda tetap dapat menggunakan Nexus 4 hingga sudut geser tertentu. Di luar Indonesia, charger ini sudah bisa dipesan dari Google Play Store dengan harga $60 atau sekitar enam ratus ribu rupiah. Apakah LG juga akan menyediakannya di toko maupun outlet mereka yang tersebar di banyak mal.
Senin, 11 Februari 2013
Mencharger Smartphone di Atas Tatakan Gelas
Kehabisan baterai memang sebuah hal yang sepele, namun dapat berakibat sangat merugikan. Lalu bagaimana mengatasi hal tersebut? Tidak perlu khawatir, dengan makin inovatifnya teknologi mencari tempat mencharger bukan lagi perkara berarti. Ya, sebuah proyek dari Kickstarter yang pasti akan membantu anda mengatasi masalah tersebut.
Cukup letakkan gelas kamu di atas alas buatan Epiphany yang dinamakan "One Puck" ini, baterai smartphone pun bisa terisi. One Puck menggunakan konsep mengalirkan panas thermo-elektric melalui sambungan kabel USB ke smartphoneberbasis Android dan iOS.
Ada dua jenis alas gelas yang digunakan sebagai penghantar panas. Alas berwarna merah untuk penghantar minuman panas dan biru untuk minuman dingin.
Cara kerjanya mudah karena kamu cukup menunggu sekitar 30-60 detik setelah gelas diletakkan di atas alas dan tak lama kemudian lampu indikator menyala. Setelah itu, sambungkan kabel charger dari alas gelas ke slot isi ulang baterai. Ketika selesai cukup melepas kabel dari sambungan dan angkat gelas dari alasnya. Keren bukan?
Adapun konsep yang berasal dari awal tahun 1800-an ini dikembangkan oleh tim Epiphany dengan menggunakan material modern. Detil prototype alat yang dihargai US$ 99 ini bisa dilihat di Kickstarter. Untuk harga pembelian resminya, produk ini dibanderol seharga US$ 150 dan menambahkan US$135 untuk tambahan ukiran pada alas gelas. tertarik untuk membeli?
Selasa, 22 Januari 2013
Robot Android Ini Bisa Mengisi Baterai Ponsel Android-mu
Seperti diketahui, smartphone Android posisinya semakin vital bagi penggunanya. Pasalnya, tidak hanya berguna sebagai alat komunikasi belaka, ponsel bersistem DNA Linux ini juga menjadi perangkat untuk menambah produktivitas. Tapi apa jadinya bila smartphone Android-mu 'sekarat' karena kehabisan baterai? Tenang, robot hijau ini siap membantu.
Ya, berbentuk robot hijau yang biasa menjadi maskot Android, gadget ini bisa berfungsi sebagai 'pom bensin' bagi smartphone Android. Powerbank? Bisa dibilang iya!
Ya, berbentuk robot hijau yang biasa menjadi maskot Android, gadget ini bisa berfungsi sebagai 'pom bensin' bagi smartphone Android. Powerbank? Bisa dibilang iya!
Cara kerja dari robot hijau ini dengan menyediakan daya cadangan bagi smartphone dengan cara mencolokkan pada port yang biasa digunakan untuk mengisi ulang smartphone. Jika cadangan yang disediakan habis, maka pengguna bisa mengisinya kembali dengan mengambil daya listrik dari stop kontak.
Selain bermanfaat sebagai powerbank, perangkat ini juga bisa berguna sebagai aksesori gantungan kunci. Bahkan, bagi kamu yang kurang suka dengan warna hijau, tersedia pula varian warna hitam dengan bentuk dan desain yang sama.
Tertarik? Sediakan saja kocek sebesar US$ 25 atau sekitar Rp 245 ribu untuk mendapatkan powerbank berwujud maskot Android ini. Ayo, segera sikat di sini.
Rabu, 09 Januari 2013
Gelang Ini Bisa Mengisi Ulang Baterai Gadget!
Sekarang smartphone adalah kebutuhan pokok dari kehidupan manusia. Karena dengan gadget tersebut dapat mendukung dan memenuhi kebutuhan dari aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Permasalahannya adalah daya tahan baterai gadget sekarang tidak seperti dahulu yang bisa awet hingga 7 hari karena memiliki fitur yang lebih kompleks, di mana akan menguras baterai.
Tapi, itu dulu! Dengan gadget satu ini kamu tidak akan khwatir lagi mengenai perangkat elektronik yang kamu punya kehabisan daya. Sebuah gelang tangan yang di juluki Wrist Charger ini adalah powerbank yang lebih praktis dan modis.
Memiliki kapasitas sebesar 1.500mAh dengan berat hanya 82 gram saja, Wrist Charger jadi tak terasa berat ketika dikenakan di pergelangan tangan. Untuk mengetahui kapasitas energi yang tersimpan di dalamnya, pengguna bisa melihat lampu indikator LED yang disertakan. Untuk mengisi daya baterai, Wrist Charger ini tergolong simpel. Pengguna tidak mengkoneksikan mini USB pada gelar tersebut ke laptop atau stop kontak listrik di rumah. Setelah penuh, maka gadget ini siap memberikan energi cadangan untuk berbagai perangkat seperti iPhone, Sony PSP, Nintendo DS, dan lainnya. Tertarik dengan gadget fashionable ini? Kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar US$ 39,99 untuk memilikinya. Jika ingin tahu detilnya, kamu bisa melihatnya disini.
Powerbank merupakan salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Terlebih BlackBerry sebagai gadget yang paling banyak digunakan di Indonesia saat ini terkenal dengan baterainya yang boros. Tapi untuk membawa powerbank setiap hari, tidakkah itu merepotkan? Apalagi bagi yang teledor, pastinya akan selalu lupa membawanya berpergian.
Tapi, itu dulu! Dengan gadget satu ini kamu tidak akan khwatir lagi mengenai perangkat elektronik yang kamu punya kehabisan daya. Sebuah gelang tangan yang di juluki Wrist Charger ini adalah powerbank yang lebih praktis dan modis.
Memiliki kapasitas sebesar 1.500mAh dengan berat hanya 82 gram saja, Wrist Charger jadi tak terasa berat ketika dikenakan di pergelangan tangan. Untuk mengetahui kapasitas energi yang tersimpan di dalamnya, pengguna bisa melihat lampu indikator LED yang disertakan. Untuk mengisi daya baterai, Wrist Charger ini tergolong simpel. Pengguna tidak mengkoneksikan mini USB pada gelar tersebut ke laptop atau stop kontak listrik di rumah. Setelah penuh, maka gadget ini siap memberikan energi cadangan untuk berbagai perangkat seperti iPhone, Sony PSP, Nintendo DS, dan lainnya. Tertarik dengan gadget fashionable ini? Kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar US$ 39,99 untuk memilikinya. Jika ingin tahu detilnya, kamu bisa melihatnya disini.
Senin, 07 Januari 2013
Wakawaka, Powerbank yang Ditenagai Sinar Matahari
Demi menghindari lowbatt, kebanyakan pengguna gadget kini sudah banyak yang melengkapi dirinya dengan powerbank. Perangkat ini cukup manjur untuk memberi daya secara instan bila gadget sewaktu-waktu habis baterai.
Namun apa jadinya bila powerbank yang kita gunakan turut habis dayanya, sementara lokasi sekitar tidak terdapat sumber listrik untuk mengisi ulang.
Ke depan, hal tersebut mungkin bakal bisa dihindari. Sebab sebuah powerbank yang dinamai Wakawaka mampu mengisi ulang kapasitas baterainya tanpa perlu mencari sumber daya melainkan cukup memanfaatkan tenaga surya.
Sayangnya waktu yang diperlukan untuk mengisi ulang daya pada powerbank Wakawaka sampai penuh terbilang lumayan lama, karena pengguna harus meletakkannya di bawah matahari sepanjang hari.
Tapi tenang saja, karena bila pengguna tidak ingin mengisinya hingga penuh, powerbank Wakawaka hanya perlu diletakkan di bawah sinar matahari seperlunya saja.
Awalnya, pencipta Wakawaka memulai proyek solar cell garapannya itu berawal dari lampu tenaga surya yang berhasil meraih kucuran investor hingga USD 232 ribu dari Kickstarter project. Padahal target awalnya cuma USD 50 ribu.
Bahkan kini lampu tenaga surya yang diberi sebutan Wakawaka Solar Lamp tersebut telah digunakan oleh 50 negara sejak tahun lalu.
Menariknya lagi, lampu tenaga surya yang dikembangkan di Belanda dan diproduksi di China tersebut, dikatakan sebagai lampu tenaga surya terbaik di dunia yang ada saat ini.
Melanjutkan kejayaan produk terdahulu, pencipta powerbank Wakawaka berharap hal yang sama terhadap powerbank tenaga surya garapannya tersebut dengan menargetkan pencapaian USD 250 ribu.
Dengan harga sekitar USD 49 untuk tiap unitnya, powerbank Wakawaka yang rencananya bakal diproduksi di Haiti itu nantinya akan turut membantu 370 ribu penduduk Haiti yang belum merasakan cahaya lampu melalui donasi dari tiap unit yang terjual.
Dikutip dari Mashable, powerbank Wakawaka yang memiliki varian warna kuning dan hitam, selain dapat digunakan untuk mengisi daya gadget ternyata juga dapat digunakan sebagai lampu baca. Bahkan dalam kondisi penuh powerbank Wakawaka dapat bertahan hingga 8 jam.
Namun apa jadinya bila powerbank yang kita gunakan turut habis dayanya, sementara lokasi sekitar tidak terdapat sumber listrik untuk mengisi ulang.
Ke depan, hal tersebut mungkin bakal bisa dihindari. Sebab sebuah powerbank yang dinamai Wakawaka mampu mengisi ulang kapasitas baterainya tanpa perlu mencari sumber daya melainkan cukup memanfaatkan tenaga surya.
Sayangnya waktu yang diperlukan untuk mengisi ulang daya pada powerbank Wakawaka sampai penuh terbilang lumayan lama, karena pengguna harus meletakkannya di bawah matahari sepanjang hari.
Tapi tenang saja, karena bila pengguna tidak ingin mengisinya hingga penuh, powerbank Wakawaka hanya perlu diletakkan di bawah sinar matahari seperlunya saja.
Awalnya, pencipta Wakawaka memulai proyek solar cell garapannya itu berawal dari lampu tenaga surya yang berhasil meraih kucuran investor hingga USD 232 ribu dari Kickstarter project. Padahal target awalnya cuma USD 50 ribu.
Bahkan kini lampu tenaga surya yang diberi sebutan Wakawaka Solar Lamp tersebut telah digunakan oleh 50 negara sejak tahun lalu.
Menariknya lagi, lampu tenaga surya yang dikembangkan di Belanda dan diproduksi di China tersebut, dikatakan sebagai lampu tenaga surya terbaik di dunia yang ada saat ini.
Melanjutkan kejayaan produk terdahulu, pencipta powerbank Wakawaka berharap hal yang sama terhadap powerbank tenaga surya garapannya tersebut dengan menargetkan pencapaian USD 250 ribu.
Dengan harga sekitar USD 49 untuk tiap unitnya, powerbank Wakawaka yang rencananya bakal diproduksi di Haiti itu nantinya akan turut membantu 370 ribu penduduk Haiti yang belum merasakan cahaya lampu melalui donasi dari tiap unit yang terjual.
Dikutip dari Mashable, powerbank Wakawaka yang memiliki varian warna kuning dan hitam, selain dapat digunakan untuk mengisi daya gadget ternyata juga dapat digunakan sebagai lampu baca. Bahkan dalam kondisi penuh powerbank Wakawaka dapat bertahan hingga 8 jam.
Minggu, 22 Juli 2012
POP, Portable Charger yang Bisa 'Dikeroyok' Berbagai Gadget
Saat ini, kebanyakan baterai ponsel pintar tak bisa melampaui pemakaian sehari penuh tanpa harus mengisinya kembali. Praktis, hal ini membuat Anda harus selalu membawa charger atau baterai tambahan ke mana pun pergi.
Nah, bagaimana jika Anda memiliki beberapa perangkat yang tidak bisa berbagi kabel charger yang sama? Maka biasanya rumah atau kantor Anda akan berserakan berbagai macam charger yang membuat ruangan terlihat berantakan. Jika itu terjadi pada Anda, sebaiknya berkenalan dengan POP alias Portable Power.
POP adalah perangkat isi ulang baterai portabel dengan gulungan kabel ditarik untuk digunakan mengisi ulang beberapa perangkat sekaligus. Selain dapat mengisi banyak perangkat pada saat bersamaan, POP mudah dibawa-bawa.
Baik itu di sekitar rumah, tempat wisata atau di manapun, Anda tidak lagi direpotkan untuk mencari tempat duduk di samping stopkontak hanya untuk menunggu ponsel atau tablet Anda mengisi daya.
POP memiliki kekuatan baterai 25.000 mAh yang disebut-sebut dapat mengisi penuh hingga 10 iPhone. Ia juga dilengkapi dengan adaptor 100/240 V AC yang dapat digunakan untuk tetap menjaganya tetap terisi penuh.
POP pun memiliki desain yang cukup elegan, berbentuk seperti wadah menyimpan air. Lampu LED akan memberitahu berapa banyak daya yang telah digunakan, dan semua kabel pengisian dapat tersimpan rapi di dalam charger itu sendiri.
Sayangnya, POP masih proyek impian Kickstarter dan nyaris melewati batas 50% pengujian dari tujuan target. Namun ia memiliki 43 hari lagi untuk resmi dirilis ke pasar. Bahkan sekitar 81 orang telah mengirim pemesanan dengan harga USD 149.
Nah, bagaimana jika Anda memiliki beberapa perangkat yang tidak bisa berbagi kabel charger yang sama? Maka biasanya rumah atau kantor Anda akan berserakan berbagai macam charger yang membuat ruangan terlihat berantakan. Jika itu terjadi pada Anda, sebaiknya berkenalan dengan POP alias Portable Power.
POP adalah perangkat isi ulang baterai portabel dengan gulungan kabel ditarik untuk digunakan mengisi ulang beberapa perangkat sekaligus. Selain dapat mengisi banyak perangkat pada saat bersamaan, POP mudah dibawa-bawa.
Baik itu di sekitar rumah, tempat wisata atau di manapun, Anda tidak lagi direpotkan untuk mencari tempat duduk di samping stopkontak hanya untuk menunggu ponsel atau tablet Anda mengisi daya.
POP memiliki kekuatan baterai 25.000 mAh yang disebut-sebut dapat mengisi penuh hingga 10 iPhone. Ia juga dilengkapi dengan adaptor 100/240 V AC yang dapat digunakan untuk tetap menjaganya tetap terisi penuh.
POP pun memiliki desain yang cukup elegan, berbentuk seperti wadah menyimpan air. Lampu LED akan memberitahu berapa banyak daya yang telah digunakan, dan semua kabel pengisian dapat tersimpan rapi di dalam charger itu sendiri.
Sayangnya, POP masih proyek impian Kickstarter dan nyaris melewati batas 50% pengujian dari tujuan target. Namun ia memiliki 43 hari lagi untuk resmi dirilis ke pasar. Bahkan sekitar 81 orang telah mengirim pemesanan dengan harga USD 149.
Sabtu, 02 Juni 2012
Charger Putar Penghasil Listrik
Sony memperkenalkan cara baru untuk mengisi baterai telepon seluler atau gadget Anda — ketika baterai habis di tempat yang jauh dari sumber listrik.
Jika selama ini kita mengandalkan colokan listrik atau energi sinar matahari, maka produk inovatif Sony berikut ini mengandalkan tenaga putaran jari Anda untuk menghasilkan energi yang mengisi daya baterai.
Sony CL-A2LAS merupakan charger portabel yang memiliki baterai 4.000mAh. Untuk mengisi daya baterai tersebut, tersedia engkol atau “lengan ayun” — mirip yang biasa kita temukan pada rautan pensil anak — untuk diputar sekuat tenaga dan selama yang Anda mampu: 3 menit untuk semenit waktu bicara, 5 menit untuk semenit berselancar Internet, dan seterusnya.
Tentunya jika dibutuhkan, Anda dapat memutarnya sampai baterai penuh. Hitung-hitung sambil berolahraga tangan.
Charger portabel ini memiliki 2 port USB sehingga Anda bisa mengisi baterai 2 perangkat berbasis USB secara bersamaan. Lengan ayun yang terpasang juga dapat dilepas sehingga tidak mengganggu dan lebih aman saat dibawa atau disimpan di tas. Meski begitu, jika Anda sedang terlalu malas untuk sedikit berolahraga, Sony menyediakan konektor ke soket listrik untuk menjadikannya sebagai baterai cadangan.
Sony CL-A2LAS akan mulai diedarkan di negara asalnya dengan kisaran harga ¥ 8,000 atau sekitar Rp 850 ribu. Apakah akan masuk ke Indonesia? Kita lihat nanti.
Jika selama ini kita mengandalkan colokan listrik atau energi sinar matahari, maka produk inovatif Sony berikut ini mengandalkan tenaga putaran jari Anda untuk menghasilkan energi yang mengisi daya baterai.
Sony CL-A2LAS merupakan charger portabel yang memiliki baterai 4.000mAh. Untuk mengisi daya baterai tersebut, tersedia engkol atau “lengan ayun” — mirip yang biasa kita temukan pada rautan pensil anak — untuk diputar sekuat tenaga dan selama yang Anda mampu: 3 menit untuk semenit waktu bicara, 5 menit untuk semenit berselancar Internet, dan seterusnya.
Tentunya jika dibutuhkan, Anda dapat memutarnya sampai baterai penuh. Hitung-hitung sambil berolahraga tangan.
Charger portabel ini memiliki 2 port USB sehingga Anda bisa mengisi baterai 2 perangkat berbasis USB secara bersamaan. Lengan ayun yang terpasang juga dapat dilepas sehingga tidak mengganggu dan lebih aman saat dibawa atau disimpan di tas. Meski begitu, jika Anda sedang terlalu malas untuk sedikit berolahraga, Sony menyediakan konektor ke soket listrik untuk menjadikannya sebagai baterai cadangan.
Sony CL-A2LAS akan mulai diedarkan di negara asalnya dengan kisaran harga ¥ 8,000 atau sekitar Rp 850 ribu. Apakah akan masuk ke Indonesia? Kita lihat nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)


















