# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label real madrid coach. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label real madrid coach. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2020

Sosok yang Pernah Melatih Barcelona, Real Madrid, dan Atletico? Radomir Antic Namanya

Suatu ketika, Serbia pernah menyumbangkan sosok yang dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses di La Liga. 

Dia adalah Radomir Antic. Pada 6 April lalu, ia menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 71 tahun.

Karirnya sebagai pemain profesional bersama Real Zaragoza memang tidak begitu mulus. 

Tapi beda cerita sewaktu melatih. Ia pernah menukangi enam klub yang berbeda, termasuk di antaranya Barcelona, Real Madrid, dan juga Celta Vigo.

Antic bermain selama dua musim di Spanyol bersama Real Zaragoza dalam rentang tahun 1978 hingga 1980, mencetak tujuh gol dari 58 penampilan. 

Sebuah angka yang cukup mengagumkan bagi seorang pemain belakang.

Namun demikian, kariernya sebagai pelatih lah yang memenangi hati para pecinta sepak bola di Spanyol. 

Antic menjalani 409 pertandingan sebagai pelatih di Liga teratas panyol atau La Liga. Itu menempatkannya di peringkat 16 sebagai pelatih dengan pertandingan terbanyak di La Liga.

Momen terbaiknya ada di musim 1995-1996 ketika ia membawa Atletico Madrid menjuarai dua gelar untuk pertama kalinya dan satu-satunya dalam sejarah mereka. 

Atleti telah memenangi 10 gelar La Liga 10 gelar Copa Del Rey, tetapi hanya dengan Antic mereka berhasil menjuarai dua gelar tersebut dalam musim yang sama.

Selama karier kepelatihannya, Antic Hanya berhasil menjuarai dua trofi tersebut tetapi lebih dari itu ia mencatatkan 172 kemenangan membuatnya menempati peringkat 14 sebagai pelatih dengan kemenangan terbanyak di divisi teratas sepak bola Spanyol.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya

Lahirkan Pelatih Kelas Dunia Lainnya


Selain itu Antic juga meninggalkan warisan luar biasa bagi dunia sepak bola.

Ia melahirkan pelatih-pelatih luar biasa Seperti Diego simeone, Luis Enrique, Frank de Boer, Eduardo Berizzo, Michele, dan Phillip Cocu.

Namun pencapaian terbaik Antic yaitu ia selalu dicintai kemana pun ia pergi ia melatih tim di semua penjuru Spanyol dan berhasil dihormati oleh semuanya.

Paco Buyo, mantan anak didiknya, mengeluarkan pernyataan beberapa jam Setelah Antic meninggal.

"Ketika Anda meninggalkan warisan seperti ini tak heran apabila semua orang di Atletico Madrid, Barcelona, dan Real Madrid memiliki kenangan indah tentang Anda."

Karier Kepelatihan Antic di La Liga

 

1988-1990 Real Zaragoza

Karier kepelatihan pertama antic adalah bersama klub yang ia bela semasa karier bermainnya, Real Zaragoza.

Di sana, ia membawa timnya menempati peringkat lima dan sembilan selama dua musim di Stadion La Romareda.

1991-1992 Real Madrid

Karier kepelatihannya bersama Real Zaragoza yang impresif membuat Real Madrid mengontraknya di akhir musim 1990-1991.

Mereka lalu memulai musim 1991-1992 dengan cukup baik dan Antic berhasil membawa Los Blancos memuncaki klasemen selama setengah musim.

Sayang, ia dilepas oleh Real Madrid dan mereka menyia-nyiakan keunggulan tujuh poin yang didapat oleh Antic.

1992-1995 Real Oviedo

Reputasi antic semakin bagus setelah ia melakukan pekerjaan yang baik bersama Real Madrid dan ia segera dikontrak oleh Real Oviedo dan berhasil membawa mereka lolos dari jerat degradasi yang dianggap sebagai pencapaian luar biasa

1995-2000 Atletico Madrid

Antic lalu melatih Atletico dalam tiga periode berbeda dalam jangka waktu lima tahun dan ia akan selalu dikenang ketika ia menjuarai dua gelar di musim pertamanya di Vicente Calderon.

Meskipun ia hengkang Pada tahun 1998 ia dikontrak pada musim 1998-1999 dan 1999-2000 di mana pada musim 1999-2000 Atletico terdegradasi.

2003 Barcelona

Setelah menjalani rehat pelatih asal Serbia ini kembali melatih tim La Liga dan kali ini bersama Barcelona.

Itu menjadikannya satu-satunya pelatih yang menangani tiga tim besar Spanyol: Real Madrid, Atletico Madrid, dan Barcelona.

Ia dikontrak di pertengahan musim 2002-2003 dan dengan ajaib membawa Barcelona naik dari peringkat 15 ke peringkat enam tapi harus dipecat pada akhir musim.

2004 Celta Vigo

Antic sempat melatih Celta Vigo di akhir karier kepelatihannya Dia kemudian melatih Timnas Serbia dan berkarier di China
baca keseluruhan - Sosok yang Pernah Melatih Barcelona, Real Madrid, dan Atletico? Radomir Antic Namanya

Selasa, 21 Mei 2013

Kiprah Para Pelatih Madrid Era Florentino Perez

Florentino Perez dikenal sebagai Presiden Madrid yang gemar belanja pemain-pemain mahal. Los galacticos edisi pertama adalah ide Perez yang membuatnya terpilih sebagai Presiden untuk kali pertama.

Meski demikian, kepemimpinan Perez di Madrid juga terkenal karena kesuksesan di sisi finansial. Perez mengaku telah berhasil menghapus utang klub meski pernyataan ini dibantah oleh Ramon Calderon.

Namun tak bisa dibantah bahwa pada era Perez-lah Madrid bisa 'menjual' nama besar mereka ke seluruh dunia. Kemampuan Peres dalam memasarkan kehebatan Madrid membuat klub ini memiliki kekuatan dana yang sangat besar.

Dalam dua masa kepemimpinannya, Perez telah bekerjasama dengan delapan pelatih di Madrid. Sebagian sukses, sebagian lagi merupakan flop. Pelatih terakhir yang berpisah dengan Perez adalah Jose Mourinho yang baru saja dikonfirmasi akan meninggalkan klub.

Berikut adalah kiprah para pelatih Madrid di era Florentino Perez.

Vicente Del Bosque
Del Bosque merupakan 'warisan' dari presiden Madrid yang sebelumnya,Lorenzo Sans. Bisa dikatakan bahwa Del Bosque merupakan pelatih paling sukses Madrid di Era modern dengan mempersembahkan tujuh trofi. Ia memimpin Madrid selama 1.031 hari, paling lama dalam era Perez.

Awalnya ia dipilih secara 'kebetulan' karena kepergian John Toshack. Del Bosque juga sempat memimpin Madrid dalam beberapa pertandingan setelah pelatih Madrid dipecat dan belum menemukan pengganti. Posisi Del Bosque saat itu adalah pelatih tim muda Los Blancos.

Meski penuh kesuksesan, Perez tidak memperpanjang kontrak Del Bosque pada 2003. Perpecahan bernada politik (politik dalam klub, bukan negara) membuat Del Bosque harus pergi dari klub bersama Fernando HierroFernando MorientesClaude Makelele, dan Steve McManaman.
 
Carlos Queiroz
Queiroz merupakan pelatih pertama yang benar-benar diangkat oleh Perez untuk memimpin Madrid. Perez dibuat kagum dengan kesuksesan Queiroz dalam mendampingi Sir Alex Ferguson di Manchester United.

Apa mau dikata, Queiroz hanya bertahan 2713 hari di Madrid pada musim 2003/2004. Satu-satunya trofi yang dipersembahkan Queiroz adalah juara Supercopa de Espana.

Dianggap gagal, Queiroz kemudian dipecat sebelum memasuki musim keduanya di Madrid. Ia kemudian kembali ke Manchester United untuk menjadi asisten Fergie lagi.
Jose Antonio Camacho
Camacho dipilih karena merupakan pelatih yang cukup berpengalaman. Selain itu, Camacho merupakan mantan pemain Madrid yang cukup sukses pada 70-an hingga 80-an.

Ia menjadi pelatih Madrid pada 2004 setelah Queiroz dipecat. Sayang, rezim Camacho di Madrid cuma berlangsung selama 20 hari. Kekalahan dari bayer Leverkusen di Liga Champions dan Espanyol di La Liga membuatnya mundur tanpa diminta.

Mulai bekerja pada 29 Agustus 2004, Camacho sudah berhenti pada 18 September tahun yang sama. Ia kemudian kembali ke Benfica, klub yang dilatihnya sebelum Madrid.
 
Mariano Garcia Remon
Kepergian Camacho segera digantikan oleh asistennya, Mariano Garcia Remon. Camacho dan Remon menjadi rekan setim selama bermain di Madrid selama 13 tahun.

Nasib Garcia Remon juga tak terlalu bagus ketika menjadi pelatih tim senior Madrid. Ia dipecat menjelang Natal karena dianggap tidak mampu membawa Madrid berprestasi.

Dalam 13 pertandingan bersama Madrid, Remon mengemas tujuh kemenangan, dua hasil imbang dan empat kekalahan. Ia kemudian sempat menangani Cadiz pada musim 2006/07.
Vanderlei Luxemburgo
Luxemburgo sudah memiliki reputasi kelas dunia sebelum dipilih oleh Madrid. Ia sempat menangani timnas Brasil dan telah berhasil memenangkan Copa America dengan mengandalkan Rivaldo.

Pengalaman Luxemburgo juga sudah tak perlu diragukan lagi. Sebelum bergabung dengan Madrid, Luxemburgo sudah menangani 21 tim di seluruh dunia.

Diangkat pada Januari 2005, Luxemburgo akhirnya dipecat pada Desember tahun yang sama karena gagal mendapatkan trofi.
 
Juan Ramon Lopez Caro
Lopez Caro hanya dikontrak dengan status pelatih interim, jadi wajar jika kemudian tekanan yang didapatnya tak sebesar pelatih-pelatih lain. Ia dipilih sebagai langkah darurat untuk memimpin klub setelah kepergian Luxemburga.

Meski hanya pelatih interim, namun Madrid tetaplah Madrid. Setiap Madridista tak pernah puas meminta pelatih mereka untuk mendapatkan trofi bagi klub.

Lopez Caro yang sebelumnya menangani Real Madrid Castilla akhirnya berhenti setelah memimpin skuad Madrid selama 156 hari. Ia tak memenangkan trofi apa pun.

Rentetan kegagaln Madrid membuat Florentino Perez mengundurkan diri pada Februari 2006. Ia menganggap Madrid butuh pemikiran baru agar bisa sukses.
 
Manuel Pellegrini
Pellegrini diangkat sebagai pelatih Madrid pada Juni 2009. Perez baru saja menjalani periode kedua menjadi Presiden Madrid saat itu.

Pada musim 2009/10, Madrid membangun Los Galacticos jilid kedua dengan mendatangkan pemain-pemain mahal seperti KakaCristiano Ronaldo, Xabi Alonso dan Karim Benzema.

Pellegrini gagal mendapatkan trofi pada tahun pertamanya. Ia kemudian dipecat meski mengantarkan Madrid meraih rekor poin tertinggi klub di La Liga.
 
Jose Mourinho
Tiga musim, tiga trofi. Mourinho merupakan pelatih dengan masa kepemimpinan paling lama kedua di Madrid sepanjang era Floirentino Perez.

Mou melatih Madrid selama 1.007 hari. Kedatangan Mou di Madrid bersamaan dengan melejitnya performa Barcelona dengan gaya tiki-taka mereka. Mou berhasil mengalahkan Barca dalam perebutan La Liga musim lalu.

Namun Mou didatangkan ke Madrid untuk meraih La Decima; trofi Liga Champions kesepuluh Madrid. Meski selalu menjadi salah satu kontestan favorit juara, perjalanan Madrid di Liga Champions selalu terhenti di semifinal pada saat dilatih Mou.

Ia kemudian setuju untuk mengakhiri kontraknya dengan Madrid pada akhir musim ini.
Selanjutnya?
Jika prediksi nyaris seluruh media Eropa dan dunia benar, maka Carlo Ancelotti akan menjadi pelatih Madrid selanjutnya. Namun Madrid tak akan mudah mendapatkan Ancelotti kali ini.

Madrid biasanya bisa dengan gampang membajak pelatih klub lain dengan reputasi dan kemampuan finansial mereka. Namun PSG berbeda. Klub ini dibangun dengan uang minyak yang seperti mengalir tiada habisnya. PSG bahkan sudah mengancam akan membawa Madrid ke pengadilan jika membajak Ancelotti.

Perez diperkirakan akan menggunakan metode negosiasi halus untuk merayu Presiden PSG Nasser Al Khelaifi agar mau melepas Ancelotti. Saat ini kontrak Ancelotti masih tersisa satu tahun lagi.

Jika memang bergabung dengan Madrid, ekspektasi terhadap Ancelotti tak akan kalah besar dari yang didapat Mourinho. Ancelotti akan diminta untuk memenangkan La Decima... sesegera mungkin!
baca keseluruhan - Kiprah Para Pelatih Madrid Era Florentino Perez

Tiga Musim Mourinho di Madrid

 Jose Mourinho akan meninggalkan Real Madrid pada akhir musim 2012/13.

Mourinho dan Madrid sudah saling sepakat untuk mengakhiri kebersamaan mereka yang telah terjalin sejak 2010 silam.

Bagaimana sepak terjang The Special One selama tiga musim mengarsiteki El Real? Berikut rangkumannya.

Musim 2010/11
Mourinho tak pernah lepas dari headline sepanjang karier kepelatihannya. Pada musim pertama di Madrid, hal yang sama juga terjadi.

Dia dua kali dikenai larangan mendampingi tim oleh UEFA akibat insiden-insiden di Liga Champions. Yang pertama adalah karena memberi instruksi kepada Sergio Ramos dan Xabi Alonso agar sengaja mendapatkan kartu kuning. Yang kedua dia dapat setelah semifinal panas melawan sang rival Barcelona di semifinal.

Mourinho diusir pada leg pertama dan mengatakan bahwa Barcelona mendapat perlakuan spesial dari UEFA. Tindakan ini membuatnya dijatuhi sanksi lima pertandingan.

Madrid tak terkalahkan dalam 19 pertandingan awalnya bersama Mourinho, tapi rentetan itu berakhir tragis dengan kekalahan telak 0-5 di markas Barcelona.

Pada musim tersebut, Madrid finis sebagai runner-up La Liga di bawah Barcelona, tapi sempat melakukan pembalasan dengan menundukkanBlaugrana di final Copa del Rey berkat extra-time goal Cristiano Ronaldo.

Itu merupakan kali pertama Madrid meraih trofi sejak 1993.
Musim 2011/12
Mourinho yakin Madrid bakal berkembang selama masa kepelatihannya. Hal itu terbukti dengan keberhasilan Madrid menjuarai La Liga dengan memecahkan rekor poin pada musim kedua Mourinho di Santiago Bernabeu.

Madrid menjadi tim pertama yang mencapai 100 poin di kompetisi kasta tertinggi Spanyol, juga menutup musim dengan torehan 121 gol sekaligus mengakhiri tiga tahun dominasi Barcelona.

Namun, Madrid disingkirkan Barcelona di perempat final Copa del Rey dan kandas di semifinal Liga Champions setelah adu penalti melawan Bayern Munich.

Mourinho juga memicu kontroversi setelah terlihat mencolok mata Tito Vilanova (asisten pelatih Barcelona waktu itu) dalam laga Supercopa de Espana di Camp Nou pada awal musim, yang berakhir dengan kekalahan Madrid. Sanksi dua laga pun dia dapatkan akibat tindakannya tersebut.

Pada akhir musim, Mourinho menandatangani perpanjangan kontrak dengan Madrid, yang mengikatnya di Santiago Bernaebu hingga 2016.
Musim 2012/13
Musim terakhir Mourinho sebagai pelatih Madrid sebenarnya diawali dengan sebuah prestasi manis, yakni mengalahkan Barcelona di Supercopa de Espana dengan keunggulan gol tandang dalam agregat 4-4.

Namun, di pentas La Liga, Madrid tak sanggup menghadang laju Barcelona.Sebelum Natal, bahkan sudah terlihat bahwa Madrid bakal harus menyerahkan gelar mereka pada sang rival.

Pada satu titik di bulan Februari, Madrid bahkan sempat tertinggal 16 poin dari Blaugrana. Setelah itu, Madrid memang sanggup memangkas jarak, tapi perburuan sudah berakhir dengan tiga laga tersisa.

Di Liga Champions, nasib buruk juga menghampiri Madrid. Pasukan Mourinho dipaksa menelan pil pahit oleh Borussia Dortmund di babak semifinal. Mereka out dengan kekalahan agregat 3-4 setelah tumbang 1-4 di leg pertama.

Satu-satunya harapan Madrid untuk meraih trofi musim ini tinggal di ajang Copa del Rey. Final digelar di kandang sendiri, asa pun menguat. Akan tetapi, Madrid justru ditekuk Atletico Madrid 1-2 dalam laga di mana Mourinho dan Cristiano Ronaldo diusir dari lapangan.
baca keseluruhan - Tiga Musim Mourinho di Madrid

Minggu, 11 November 2012

Malam Bertabur Rekor di Real Madrid


Cristiano Ronaldo seolah tidak pernah berhenti menorehkan rekor. Sumbangan dua gol yang dicetak Ronaldo ke gawang Mallorca, Senin (29/10/2012) menempatkan CR7 dalam buku sejarah Los Blancos.
Berkat tambahan dua gol tersebut, Ronaldo berhasil mengukir 123 gol untuk Real Madrid khusus di pentas La Liga. Pemain Terbaik Dunia 2008 tersebut mensejajarkan dirinya dengan legenda Pirri pada posisi tujuh. Pria Portugal tersebut unggul satu gol dari Emilio Buttagureno. Ronaldo hanya membutuhkan tambahan tiga gol untuk menyamai pencapaian Francisco Gento.
Rekor yang ditorehkan Ronaldo di Iberostar Stadium tidak hanya soal gol tapi juga rekor penampilan. Mantan pemain Manchester United tersebut telah bermain 51 kali di La Liga secara beruntun. Tidak ada satu pemain yang mampu menyamai rekor tersebut.
Tidak hanya Cristiano Ronaldo yang mencetak rekor jumlah gol di La Liga dan penampilan beruntun. Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho tidak mau kalah dengan anak buahnya. The Only One berhasil mencatatkan namanya sebagai pelatih Real Madrid terbaik ketiga sepanjang sejarah.
Kemenangan yang diraih Mourinho di Mallorca membuat pria kelahiran Setubal tersebut berhasil menyamai catatan Leo Benhakker yang meraih 31 kemenangan tandang. Mourinho hanya terpaut satu kemenangan dari Vicente del Bosque yang berada di peringkat dua. Miguel Munoz berada di puncak daftar setelah meraih 91 kemenangan dalam 15 musim pada era 1959-1974.
Mourinho sepertinya tidak akan mampu menyamai pencapaian Munoz. Namun, Mourinho memiliki persentase yang lebih baik di antara Beenhaker, Del Bosque dan Munoz. Mourinho sukses meraih 31 kemenangan dari 31 pertandingan. Sedangkan Benhakker meraih 31/70, Del Bosque (32/77) dan Muniz (31/213).
baca keseluruhan - Malam Bertabur Rekor di Real Madrid

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense