# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label real madrid legend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label real madrid legend. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Mei 2021

Jadi 'Petugas KPPS', Marcelo Absen di Leg Kedua Semi Final Liga Champions?

Real Madrid bakal pincang di leg kedua semi final Liga Champions melawan Chelsea. Pasalnya Marcelo berpotensi absen di laga tersebut.

 

Dini hari tadi Real Madrid menjalani leg pertama semi final Liga Champions. Mereka bermain imbang 1-1 melawan sang tamu Chelsea di Estadio Alfredo di Stefano.

 

Pada laga itu, Marcelo menjadi starter di sisi kiri pertahanan El Real. Karena Ferland Mendy sedang absen karena cedera.

 

The Guardian melaporkan bahwa Marcelo berpotensi absen di leg kedua nanti. Karena ia mendapatkan tugas khusus jelang laga itu.


Jadi Petugas KPPS

 

Menurut laporan tersebut, Marcelo berpotensi absen karena ia terpilih menjadi petugas KPPS untuk Pemilu Kota Madrid di tanggal 4 Mei mendatang.

 

Marcelo mendapatkan tugas untuk mengawasi jalannya pemilu Kota Madrid di wilayah tempatnya tinggal.

 

Situasi ini membuat Marcelo berpotensi absen, karena pada tanggal 4 Mei nanti skuat Real Madrid akan bertolak ke Inggris untuk melakoni leg kedua.


Minta Dispensasi

 

Namun laporan itu mengklaim bahwa manajemen Madrid tengah mengupayakan agar Marcelo mendapatkan dispensasi agar tidak menjadi 'petugas KPPS'.

 

Mereka punya contoh kasus agar Marcelo terlepas dari tanggung jawab itu dan ikut skuat Madrid ke Inggris. 

 

Karena di tahun 2019, kiper Levante, Aitor Fernandez bisa mendapatkan dispensasi karena hari pencoblosan bertabrakan dengan laga melawan Athletic Bilbao.

 

Situasi yang sama pernah dialami Inaki Williams di tahun 2015. Ia dapat dispensasi karena pertandingan Levante vs Athletic Bilbao bertabrakan dengan pemungutan suara di Basque.


baca keseluruhan - Jadi 'Petugas KPPS', Marcelo Absen di Leg Kedua Semi Final Liga Champions?

Kamis, 02 April 2020

5 Pemain dengan Penampilan Terbanyak di Real Madrid, Ada Nama Cristiano Ronaldo?

Cristiano Ronaldo merupakan nama yang akan dikenang dengan tinta emas dalam sejarah Real Madrid.

Namun, siapa sangka Cristiano Ronaldo tidak masuk dalam daftar 5 besar pemain dengan penampilan terbanyak di Real Madrid. 

Cristiano Ronaldo pernah membela Real Madrid selam sembilan tahun, 2009 hingga 2018. Real Madrid membelinya dari Manchester United. Ronaldo tampil sangat bagus ketika berseragam Real Madrid.

Pemain asal Portugal tersebut bahkan tercatat sebagai top skor sepanjang masa klub dengan 450 gol. Hebatnya, dia memainkan lebih sedikit laga dari jumlah golnya. Ronaldo hanya memainkan 438 laga di semua kompetisi.

Dengan 438 laga, Ronaldo tidak masuk dalam daftar pemain dengan penampilan terbanyak di Real Madrid.

Bukan hanya lima besar, bahkan namanya tidak masuk dalam 10 besar.

Lantas, siapa lima besar pemain dengan caps terbanyak di Real Madrid? Simak selengkapnya di bawah ini ya.

5. Sergio Ramos

5. Sergio Ramos

Tidak salah Real Madrid memberikan ban kapten untuk Sergio Ramos. Sebab, pemain berusia 33 tahun itu menjadi salah satu pemain dengan penampilan terbanyak di sejarah klub. Sergio Ramos punya catatan 640 laga di semua kompetisi.

Sergio Ramos memulai karirnya di Real Madrid pada 2005, ketika dibeli dari Sevilla. Sejak tahun pertama, pilar timnas Spanyol tersebut langsung mendapat tempat di tim utama dan hingga kini tidak tergantikan.

4. Santillana

Nama Santillana bukan tidak lebih populer dibanding Alfredo Di Stefano atau Paco Gento. Namun, pria yang kini berusia 67 tahun tersebut punya penampilan yang lebih banyak dari dua nama di atas.

Santillana memainkan 645 laga untuk Real Madrid pada periode 1971 hingga 1988. Santillana juga masuk dalam lima besar top skor sepanjang masa Real Madrid. Santillana mencetak 290 gol.

Andai musim 2019/2020 berlanjut, rekor penampilan Santillana sangat mungkin dipatahkan Sergio Ramos.

3. Manuel Sanchis

3. Manuel Sanchis

Manuel Sanchis pantas disebut sebagai legenda sejati. Sebab, sejak level junior hingga pensiun, Manuel Sanchis selalu bermain untuk Real Madrid.

Manuel Sanchis merupakan jebolan akademi Real Madrid.

Manuel Sanchis mencatatkan 710 laga untuk Real Madrid di semua kompetisi. Pria asal Spanyol membela Real Madrid pada 1983 hingga 2001 silam. Manuel Sanchis memberikan delapan gelar La Liga dan dua Liga Champions.

2. Iker Casillas

2. Iker Casillas

Satu laga pemain didikan akademi Real Madrid yang sukses adalah Iker Casillas. Pada usia 19 tahun, Iker Casillas sudah bermain di final Liga Champions dan menjadi juara.

Dia menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di Real Madrid.

Total laga yang dimainkan Iker Casillas bersama Real Madrid mencapai 725 laga.
Iker Casillas membela Real Madrid pada 1999 hingga 2005.

Sebenarnya, Iker Casillas ingin mengakhiri karir di Real Madrid. Namun, dia keinginan itu tidak terwujud dan harus pindah ke FC Porto.

1. Raul Gonzalez

1. Raul Gonzalez

Raul Gonzalez, seperti halnya Iker Casillas dan Manuel Sanchis, juga berasal dari akademi Real Madrid.

Hanya saja, dia sempat 'mampir' ke tim junior Atletico Madrid sebelum akhirnya menjadi legenda di Real Madrid.

Sebelum pindah ke Schalke pada 2010, Raul Gonzalez telah memainkan 741 laga. Sampai saat ini, catatan itu menjadi rekor penampilan terbanyak di Real Madrid. Sulit melihat rekor Raul Gonzalez bakal dipatahkan pemain lainnya.
baca keseluruhan - 5 Pemain dengan Penampilan Terbanyak di Real Madrid, Ada Nama Cristiano Ronaldo?

Mengaku Fans Sejati Real Madrid, Siapa 5 Besar Top Skor Sepanjang Masa Klub?

Real Madrid punya sejarah panjang dalam sepak bola Eropa. 

Klub yang berjuluk Los Blancos ini telah melewati banyak fase, baik era kejayaan maupun periode sulit.

Real Madrid kini tercatat sebagai klub dengan raihan gelar juara Liga Champions paling banyak. 

Real Madrid juga menjadi klub dengan kesuksesan yang sangat tinggi di level domestik.

Sepanjang sejarah klub, Real Madrid juga pernah diperkuat banyak pencetak gol handal. Madrid pernah diperkuat Ronaldo -Il Penomeno- juga Cristiano Ronaldo dari Portugal. 

Ada juga sosok yang legendaris seperti Raul Gonzalez, Parco Gento, dan Alfredo Di Stefano.
Lantas, siapa 5 top skor sepanjang masa Real Madrid? Simak di bawah ini ya

5. Ferenc Puskas

 

5. Ferenc Puskas

Ferenc Puskas merupakan legenda besar bagi Real Madrid, begitu juga untuk negara asalnya: Hungaria. 

Ferenc Puskas mewakili era emas sepak bola Hungaria pada era 1940 hingga 50-an. Ferenc Puskas merupakan penyerang yang tajam.

Ferenc Puskas bermain untuk Real Madrid pada periode 1958 hingga 1966. Mantan pemain Budapest Honved mampu mencetak 242 gol dari 262 laga untuk Real Madrid. Ferenc Puskas paling sering mencetak gol di La Liga, 156 gol.

Namun, rekor gol Ferenc Puskas kini berada dalam ancaman. Sebab, Karim Benzema kini mengintai dengan 241 gol.

4. Santillana

 

Setelah era Ferenc Puskas berakhir, Real Madrid memiliki sosok Santillana yang menjadi mesin gol.

Pria asal Spanyol tersebut mampu mencetak 290 gol dari 645 pertandingan di semua kompetisi. Santillana mencetak 186 gol di La Liga.

Santillana bermain untuk Real Madrid pada 1971 hingga 1988. Bukan hanya mencetak banyak gol, Santillana juga memberikan sembilan gelar juara La Liga untuk Real Madrid. Namun, tak ada gelar Liga Champions yang diraih.

Karir Santillana di timnas Spanyol tak cukup bagus. Dari 56 kali tampil di tim utama, Santillana hanya mampu menyumbang 15 gol.

3. Alfredo Di Stefano

 

3. Alfredo Di Stefano

Nama Alfredo Di Stefano melegenda di Real Madrid. Dia bermain untuk klub asal ibukota Spanyol pada periode 1953 hingga 1964. 

Pria yang lahir di Argentina tersebut mampu mencetak 308 gol selama bermain di Real Madrid.
Alfredo Di Stefano menjadi bagian dari skuad Real Madrid ketika meraih lima gelar Liga Champions pada periode 1955 hingga 1960 secara beruntun.

Di pentas internasional, karir Alfredo Di Stefano bisa dikatakan cukup kontroversial. Sebab, Alfredo Di Stefano pernah membela tiga tim nasional. Selain membela timnas Argentina, dia juga pembela Kolombia dan Spanyol.

2. Raul Gonzalez

 

2. Raul Gonzalez

Raul Gonzalez Blanco merupakan idola sekaligus ikon Real Madrid pada akhir 1990-an dan awal 2000-an. 

Walau sempat membela Real Madrid saat masih junior, Raul Gonzalez adalah jebolan akademi Real Madrid yang sukses di tim utama.

Raul Gonzalez mencetak 323 gol untuk Real Madrid sepanjang karirnya. Dia sempat dijagokan bakal membela Los Blancos hingga pensiun. Akan tetapi, Raul Gonzalez akhirnya harus pindah ke Schalke pada 2010.

Sebelum kehadiran Cristiano Ronaldo, sosok Raul Gonzalez begitu identik dengan nomor punggung 7.

1. Cristiano Ronaldo

 

1. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo membela Real Madrid untuk waktu sembilan tahun. Dia memainkan 438 laga, jauh lebih sedikit dari Raul Gonzalez [741]. 

Akan tetapi, jumlah gol Cristiano Ronaldo melampuai Raul. Cristiano Ronaldo mencetak 450 gol.

Cristiano Ronaldo menjaringkan 311 gol di pentas La Liga. Namun, catatan gemilang diukir di Liga Champions. Sebab, pemain asal Portugal tersebut mampu mencetak 105 gol dari 101 laga di pentas Eropa.

Sejauh ini, Cristiano Ronaldo masih menjadi top skor sepanjang masa Real Madrid. Pemain aktif dengan catatan gol terdekat dengan Ronaldo adalah Karim Benzema [241].
baca keseluruhan - Mengaku Fans Sejati Real Madrid, Siapa 5 Besar Top Skor Sepanjang Masa Klub?

Jumat, 15 Agustus 2014

Ternyata Ada Pemain Real Madrid Yang Lebih Brutal dari Pepe!

Anda yang lahir pada tahun 1970-an hingga 1980-an, pasti mengenal Lothar Matthaeus. Kecuali Anda hidup di planet Mars, Anda pun pastinya sepakat bahwa libero Jerman ini adalah salah satu pemain terbaik di generasinya.


Matthaeus yang juga dipuja oleh jutaan wanita penggila bola, pernah menjadi korban kebrutalan pemain Real Madrid, Juanito. Bahkan, aksi Juanito mungkin 10 kali lipat lebih kejam daripada aksi kriminal Pepe terhadap Lionel Messi.
Laga 8 April 1987 menjadi kenangan terpahit bagi Matthaeus. Klubnya, Bayern Muenchen bertemu dengan Los Blancos. Matthaeus terjatuh dalam duel menghadapi Miguel Porlán Noguera atau lebih dikenal dengan nama Chendo, bek kanan Real Madrid. Saat sang libero terjatuh itulah Juanito datang dan menendang rusuk Matthaeus dengan keras dan penuh kesengajaan.
Belum cukup, Juanito juga menghajar muka Matthaeus dengan sepatu sepakbolanya! Bahkan, kejadian itu berlangsung meski wasit berusaha menghalau sang penyerang Real Madrid.
Akibat ulahnya ini, Juanito terkena hukuman beberapa pertandingan. Pasca tindakan konyolnya, kelak Juanito meminta maaf kepada Lothar Matthaeus.
Pertanyaannya, apakah Pepe melihat rekaman video aksi Juanito ini sebelum menginjak tangan Messi? Jawabannya tentu tidak. Hanya, kebetulan, keduanya sama-sama pemain Real Madrid.
baca keseluruhan - Ternyata Ada Pemain Real Madrid Yang Lebih Brutal dari Pepe!

Senin, 20 Januari 2014

Zidane Tertipu Dengan 'Cedera' Pepe

Ada-ada saja yang dilakukan para pemain Real Madrid. Di sela-sela sesi latihan, mereka menjahili para staf Los Blancos dengan berpura-pura cedera.

Aktor dalam insiden ini adalah Pepe dan Marcelo. Ketika sedang berlatih, tiba-tiba Pepe terjatuh dan mengerang kesakitan. Akting Pepe tersebut didukung oleh Marcelo yang berpura-pura syok sambil melihat kondisi Pepe

Akibatnya, asisten manajer Madrid, Zinedine Zidane langsung mendekat guna melihat apa yang sebenarnya terjadi. Prank! Zidane pun tertipu dengan aksi jahil duo Madrid tersebut.
baca keseluruhan - Zidane Tertipu Dengan 'Cedera' Pepe

Selasa, 10 Desember 2013

Sejarah Hari Ini (10 Desember): Selamat Ulang Tahun Gonzalo Higuain!

Tepat hari ini, sang striker merayakan hari jadinya yang ke-26.10 Desember 1987 di Brest, sebuah kota pelabuhan di barat Prancis, lahirlah seorang bayi bernama Gonzalo Higuain dari pasangan Jorge Higuain dan Nancy Zacarías. Tanda-tanda Higuain akan menjadi pesepakbola sudah terlihat sejak kecil mengingat Jorge adalah mantan pesepakbola lokal Argentina. Sementara salah satu dari tiga saudara kandungnya, Federico, juga merupakan pemain bola yang kini berkarier di MLS sebagai kapten Colombus Crew.

Karena lahir di Brest, Higuain memiliki dua kewarganegaraan yakni Prancis dan Argentina. Sekalipun lahir di negeri Menara Eiffel, Higuain tak bisa berbahasa Prancis karena sejak usia sepuluh bulan, ia langsung dibawa keluarganya ke Argentina. Namun ia sendiri baru resmi menjadi warga negara Argentina pada Januari 2007. 

Di Argentina, tepatnya di River Plate, Higuain muda mulai merintis kariernya. Bergabung ke tim junior River Plate, ia langsung menembus skuat utama saat usianya belum genap 18 tahun. Gol pertamanya bagi Los Millonarios baru tercipta pada Februari 2006 melawan Banfield. Di musim 2005/06 itu, ia sanggup mencatatkan lima gol dari 12 penampilan. Prestasi yang lumayan bagus untuk seorang striker muda.


Gol Superclasico | Selebrasi Higuain usai mencetak gol dalam derby melawan Boca Juniors.

Musim berikutnya, performanya kian menawan dengan 10 gol dari 17 penampilan, termasuk torehan spesial ketika mencetak sepasang gol ke gawang Boca Juniors dalam derby Superclasico pada Oktober 2006. Pelatih River Plate waktu itu, Daniel Passarella, meramalkan Higuain punya masa depan cerah dan bakal menjadi bintang. Benar saja, raksasa Spanyol Real Madrid langsung dibuat kepincut oleh aksinya. 

Desember 2006, beberapa pekan setelah ultahnya yang ke-19, Madrid resmi mengontrak Higuain -- bebarengan dengan Fernando Gago -- dari River Plate dengan nilai transfer sebesar €12 juta. Cukup mahal untuk seorang penyerang muda yang berjuluk El Pipita ini. FYI, 'El Pipita' ini memiliki arti 'anak dari Pipa' di mana Pipa adalah julukan sang ayah yang memiliki hidung besar seperti pipa. 

Kembali ke Madrid, Higuain menjalani debut bersama Los Blancos pada 11 Januari 2007 melawan Real Betis dalam Copa del Rey. Di musim pertamanya ini, total ia hanya mencetak dua gol sehingga kualitas Higuain sempat diragukan banyak pihak. Inkonsistensinya berlanjut di musim 2007/08 meski rekening golnya mulai membaik dan di saat yang bersamaan Madrid meraih gelar La Liga Spanyol untuk kedua kalinya secara beruntun.


Matang di Madrid | Enam tahun lebih berseragam Real Madrid, Higuain menjelma sebagai striker top.

Cederanya Ruud van Nistelrooy di musim 2008/09 ternyata membawa berkah bagi Higuain. Ia sukses menceploskan 24 gol di semua kompetisi dan membuat mata dunia mulai memperhitungkannya. Performanya menjadi-jadi semusim berikutnya. Ia sukses mencetak 27 gol di liga (29 di semua kompetisi), menjadikannya sebagai topskor Madrid musim itu dan menjadi runner-up El Pichichi di belakang Lionel Messi, melampaui Zlatan Ibrahimovic dan rekan setimnya Cristiano Ronaldo yang baru bergabung.

Ia pun diganjar kontrak baru oleh Madrid hingga 2016. Ia juga dipanggil Diego Maradona untuk memperkuat Argentina di Piala Dunia 2010. Meski menjadi topskor Argentina di turnamen itu dengan empat gol, ia hanya sanggup mengantarkan Albiceleste ke babak perempat-final. Sekembali ke Spanyol, ia didiagnosa mengalami kelainan pada tulang punggungnya dan harus dioperasi sehingga membuatnya absen hampir enam bulan. 

Higuain bangkit di dua musim berikutnya dan sempat mengalami persaingan sengit dengan Karim Benzema untuk mendapatkan posisi striker utama Los Blancos. Di akhir musim 2012/13, ia menyatakan keinginnanya untuk meninggalkan Santiago Bernabeu. Napoli datang dan bersedia meminangnya seharga £34,5 juta. Kepindahan ini mengakhiri karier enam setengah tahunnya bersama Madrid, di mana total ia mencetak 122 gol, sekaligus membuka lembar baru untuk mengikuti jejak Maradona di Naples. 

Feliz cumpleaños, Gonzalo!

GONZALO HIGUAIN

Nama lengkap: Gonzalo Gerardo Higuaín

Tempat, tanggal lahir: Brest, Prancis, 10 Desember 1987

Karier pemain:
 - River Plate (2004-2006)
 - Real Madrid (2007-2013)
 - Napoli (2013-sekarang)

Timnas:
 - Argentina (2009-sekarang)
Koleksi Gelar (Pemain):

Real Madrid

La Liga (3): 2006/07, 2007/08, 2011/12
Copa del Rey (1): 2011/12
Supercopa Spanyol (2): 2008, 2012

baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (10 Desember): Selamat Ulang Tahun Gonzalo Higuain!

Minggu, 25 Agustus 2013

Panggung Untuk Raul di Bernabeu

Trofeo Bernabeu edisi ke-35 antara Real Madrid melawan klub Qatar Al-Sadd menjadi sebuah arena spesial di ibu kota Spanyol. Laga ini terbilang istimewa karena menjadi arena kembalinya sang nomor 7 abadi Real Madrid, Raul Gonzalez. Dengan seragam kebesaran Los Blancos, yang pernah melekat di badannya selama bertahun-tahun silam, Raul mencetak satu dari lima gol kemenangan El Real.

Real Madrid keluar sebagai juara setelah menundukkan Al-Sadd, klub Raul sekarang, di Santiago Bernabeu, Jumat (23/8), dengan skor 5-0. Raul, yang bermain untuk kedua kubu di masing-masing babak, mencetak gol pembuka Real Madrid pada paruh pertama, tepatnya di menit 23. Di paruh kedua, Real Madrid memastikan diri merengkuh trofinya yang ke-24 di turnamen persahabatan ini berkat gol-gol tambahan dari Isco (59'), penalti Karim Benzema (79'), dan dua penutup dari Jese Rodriguez (82', 88').

Raul, yang oleh situs resmi Real Madrid disebut sebagai 'Madrid Eternal Number 7', mengenakan ban kapten dan nomor punggung 7 di laga spesial ini. 'Pemiliknya' yang sekarang, Cristiano Ronaldo, memakai nomor 11.

Satu gol dari Raul menjadi awal pesta Real Madrid. Gol yang diawaliassist diagonal nan brilian dari Angel Di Maria itu tak hanya membawa Real Madrid memimpin, tapi juga membuat seisi stadion bergemuruh menyambutnya. Rasanya, seperti deja vu saja.
Memasuki babak kedua, terjadi sejumlah pergantian pemain, termasuk Raul yang kembali berganti seragam dan mengambil alih tempat Yusef Ali di skuad Al-Sadd. Sementara itu, di kubu Real Madrid, David Mateos, Diego Lopez, Daniel Carvajal, Isco, Mesut Ozil, Benzema, Pepe, Jese, serta Alvaro Morata masuk menggantikan Sergio Ramos, Iker Casillas, Alvaro Arbeloa, Luka Modric, Kaka, Alvaro Morata, Marcelo, Di Maria, dan Ronaldo.

Gol kedua lalu tercipta setelah Isco menyundul masuk crossing Carvajal. Skor kemudian berubah jadi 3-0 setelah eksekusi penalti Benzema akibat pelanggaran Magid Hassan terhadap Carvajal bersarang di gawang Al-Sadd. Jese lalu memperlebar selisih skor jadi 4-0 berkat assist Isco, dan memastikan Real Madrid menang 5-0 dengan tendangan kaki kanannya di penghujung laga.

Real Madrid keluar sebagai juara. Namun, gegap gempita yang sebenarnya mungkin tercipta di tengah laga, yaitu saat sang pemegang rekor penampilan (741) dan pencetak gol terbanyak (323) dalam sejarah mereka, Raul, berlari membentangkan kedua tangannya sambil menatap langit Bernabeu di menit 23.

Aplaus untuk Raul di akhir laga pun seolah menjadi penutup sempurna momen istimewa di ibu kota.
baca keseluruhan - Panggung Untuk Raul di Bernabeu

Kamis, 01 Agustus 2013

Sejarah Hari Ini (1 Agustus): Roberto Carlos Pensiun

Genap setahun sudah pecinta sepakbola tidak lagi menyaksikan aksi sang legenda Madrid di pertandingan resmi.Siapa tak kenal Roberto Carlos, legenda sepakbola asal Brasil yang berdedikasi terhadap dunia sepakbola selama dua dekade terakhir, sebelum akhirnya memutuskan pensiun 1 Agustus 2012, genap setahun yang lalu.
Berposisi di garis pertahanan, Carlos bukanlah bek biasa. Pemain kelahiran 10 April 1973 ini dikenal sebagai bek kiri paling ofensif sepanjang sejarah sepakbola. 

Agresivitas Carlos dalam membantu serangan bisa dilihat dari rekor 101 gol di 820 pertandingan sepanjang kariernya. Angka yang cukup fantastis buat seorang bek. Lalu, apa yang membuat Carlos memiliki naluri menyerang yang begitu tinggi? Ternyata, pemain yang menyabet Piala Dunia 2002 bersama Selecao ini justru mengawali kariernya sebagai penyerang. Ditambah dengan tendangan bebas keras dan terukur (169km/jam) serta kecepatan lari yang mumpuni, tidak heran jika Carlos kemudian disebut-sebut sebagai bek sayap terbaik yang pernah dimiliki Brasil.

Selama 21 tahun malang melintang di lapangan hijau, boleh dibilang kariernya bersama Real Madrid yang paling mentereng. Carlos gabung ke Santiago Bernabeu pada 1996 dan menjadi pilihan utama Los Blancos di bek kiri hingga 11 tahun kemudian. Selama berseragam Madrid, dia melakoni 584 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan 71 gol. Carlos juga menjadi pemain asing dengan penampilan terbanyak di La Liga dengan 370 penampilan, setelah memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Alfredo di Stefano (329 pertandingan) pada Januari 2006.

Tergabung dalam era Los Galacticos dalam era kepemimpinan Florentino Perez, pemain dengan tinggi badan 168 cm ini menyabet serentet gelar, mulai dari empat trofi La Liga, tiga Piala Super Spanyol, tiga Liga Champions, dua Piala Interkontinental dan sebiji Piala Super Uefa pada 2002.

ROBERTO CARLOS
Nama: Roberto Carlos da Silva Rocha

Tempat, Tanggal Lahir: Sao Paulo, 10 April 1973

Posisi: Bek kiri

Klub: Uniao Sao Joao (1991–1993)
Palmeiras (1993–1995)
Internazionale (1995–1996)
Real Madrid (1996–2007)
Fenerbahçe (2007–2009)
Corinthians (2010–2011)
Anzhi Makhachkala (2011–2012
Koleksi Gelar

Palmeiras
Campeonato Brasileiro Seri A (2):
 1993, 1994
Campeonato Paulista (2): 
1993, 1994
Torneio Rio-Sao Paulo (1): 
1993

Real Madrid 
La Liga (4): 1997, 2001, 2003, 2007
Supercopa de Espana (3): 1997, 2001, 2003
Liga Champions (3): 1998, 2000, 2002
Piala Interkontinental (2): 2008, 2002
Piala Super Eropa (1): 2002

Fenerbahçe
Piala Super Turki (2): 2007, 2009
Brasil
Piala Dunia: 2002
Piala Konfederasi (1): 1997
Copa Amerika (2): 1997, 1999

Melihat sederet medali yang berhasil direbut Carlos, bukan berarti karier sepakbolanya selalu berjalan mulus. Saat di Inter misalnya, kebersamaan Carlos dengan Biru Hitam cuma bertahan semusim sejak hijrah ke Giuseppe Meazza dari Palmeiras pada 1995. Perbedaan pendapat dengan arsitek Inter ketika itu, Roy Hodgson, memaksa Carlos pergi ke Bernabeu untuk memulai era keemasannya.
Selepas membela Madrid Carlos menjajakan kakinya ke klub lain, Fenerbahce (2007-2009), Corinthians (2010-2011) sampai akhirnya berlabuh ke klub kaya Anzhi Makhachkala. Sebuah insiden rasisme sempat menimpa Carlos bersama tim asal Rusia pada pertandingan versus Zenit St. Petersburg pada Maret 2011. Sebuah pisang dilemparkan penonton ke dekat Carlos. 

Insiden serupa terjadi tiga bulan kemudian pada laga tandang di Krylia Soveto v Samara. Dalam insiden rasisme ini, pemain 38 tahun melempar balik pisang ke pinggir lapangan, kemudian meninggalkan area pertandingan sebelum peluit akhir dan mengacungkan dua jari ke arah penonton, sebagai indikasi ini untuk kedua kalinya kasus rasisme ditujukkan kepadanya.

Prestasi Carlos bersama timnas tidak kalah bagus dengan level klub. Carlos sempat mencicipi manisnya gelar Piala Dunia 2002 usai membekuk Jerman di partai puncak. Salah satu highlight kariernya bersama Selecao adalah tendangan bebas ke gawang Prancis di laga pembuka Tournoi de France, 3 Juni 1997. Dia melepaskan tembakan keras dari jarak 35 meter di sisi kanan dengan menggunakan kaki kiri. Bola meluncur deras dan tampak akan meninggalkan lapangan, tapi yang terjadi justru di luar dugaan. Si kulit bundar melengkung ke sisi kiri dan berhasil merobek jala Fabien Barthez.

Carlos lebih dulu memutuskan pensiun dari level timnas setelah Selecao kalah 1-0 dari Prancis di perempat-final Piala Dunia 2006.
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (1 Agustus): Roberto Carlos Pensiun

Kamis, 11 Juli 2013

Sejarah Hari Ini (11 Juli): HUT Hugo Sanchez

Hugo Sanchez masih menjadi satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol terbanyak dalam empat musim berturut-turut di La Liga.Hugo Sanchez, legenda Real Madrid asal Meksiko, genap berulang tahun yang ke-55 pada hari ini. Selamat hari jadi, Pentapichichi!

Sanchez lahir pada 11 Juli 1958 di Mexico City, Meksiko. Ia punya karir cemerlang di Eropa dengan membela empat klub di benua biru, salah satunya Real Madrid. Ia juga punya kontribusi besar di tim nasional Meksiko, dengan tampil di tiga Piala Dunia.

Sanchez dikenal sebagai striker yang haus akan gol. Caranya mencetak gol terbilang tidak biasa. Ia bisa membaca bola dengan cepat, diimbangi dengan kakinya yang juga sangat cepat. Ia punya tendangan jarak jauh yang mematikan, dan pernah melakukan tendangan salto yang sangat indah.  

Saat baru berusia 16 tahun, Sanchez sudah dipercaya membela timnas Meksiko pada 1976 di ajang Olimpiade. Karir awal yang gemilang di akademi UNAM Pumas, tim yang mewakili National University, Meksiko, pada 1972-1975, membuat dirinya masuk ke skuat timnas. Pada 1976, ia mulai masuk ke tim senior UNAM. Pada tahun itu juga, timnya mampu meraih gelar Liga Sepakbola Meksiko yang pertama, dan dua tahun kemudian, Sanchez tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dengan torehan 26 gol dalam satu musim.

Pada 1979 dan 1980, Sanchez sempat dipinjamkan ke San Diego Sockers, yang bermain di North American Soccer League (NASL). Dari 19 penampilan, ia mampu mencetak 13 gol. Di musim terakhirnya, ketika kembali ke UNAM, ia berhasil meraih gelar kedua di liga bersama tim pada 1981. Lima tahun karirnya bersama UNAM terbilang cemerlang, yakni dibuktikan dengan dua gelar liga, satu CONCACAF Champions Cup, dan satu Copa Interamericana. Selama lima tahun di Meksiko, total 99 gol ia torehkan, Fakta itu rupanya mendorong dirinya melanjutkan karir ke Eropa.

Klub Eropa pertama yang disinggahinya adalah klub Spanyol, Atletico Madrid. Empat musim (1981-1985) ia berkarir di sana, dan di musim akhirnya pada 1984/85, ia mampu membawa klub menjuarai Copa del Rey, finis di posisi kedua Primera Liga Spanyol, dan memenangi Piala Super Spanyol. Tidak itu saja, ia bahkan meraih Pichichi, sebagai pencetak gol terbanyak di La Liga.

Pada 1985, Sanchez menyeberang ke klub rival, Real Madrid. Selama tujuh tahun ia berkarir di sana. Alsannya pindah ke Santiago bernabeu karena ia merasa semua orang di klub, bahkan termasuk tukang-tukang bersihnya, punya ambisi yang bsar untuk menjadi juara. Kedatangan sang striker membawa pengaruh cukup besar untuk tim. Selama lima tahun berturut-turut, Los Blancos mampu memenangi gelar La Liga (dari musim 1985/86 hingga 1989/90). Bersama Sanchez, El Real juga meraih gelar Copa del Rey pada 1989 dan Piala UEFA pada 1986.

Di Real Madrid, Sanchez menorehkan sejumlah catatan bagus. Ia mampu meraih gelar Pichichi sebanyak empat kali berturut-turut saat Real Madrid lima tahun beruntun menjuarai liga. Catatan ini menjadikan dirinya sebagai satu-satunya pemain di sepakbola Spanyol yang melakukan itu tanpa diselingi di tahun juara. 253 gol ia cetak dalam 283 pertandingan. Ia juga mampu mencetak 27 gol atau lebih dalam empat musim berturut-turut antara 1986 dan 1990, termasuk 38 gol pada musim 1989/90 (juga meraih Golden Boot Eropa). Meski gagal menjuarai Piala Eropa (sebelum bernama Liga Champions), namun ia mencetak gol yang luar biasa, 47 gol dari 45 pertandingan!

Sanchez terpilih ke dalam tim Real Madrid Abad 20 bersama legenda-legenda lainnya, Francisco Gento, Emiliano Butragueno, dan Alfredo Di Stefano.

Sanchez akhirnya kembali ke Meksiko pada 1992 dan membela klub America. Setelah satu tahun berkarir di sana, ia kemudian melalanglang buana, yakni ke Spanyol (Rayo Vallecano), Austria, dan Amerika Serikat. 29 Mei 1997, ia mengakhiri karir sebagai pemain sepakbola profesional. Klub yang terakhir ia bela adalah Atlético Celaya, bersama Butragueño dan Míchel, mantan rekannya di Real Madrid.

Di timnas, Sanchez bermain antara 1977 dan 1994 dengan mencetak 29 gol dari 58 pertandingan yang resmi (sah). Sejak 2000 hingga kini ia melatih sejumlah klub, yakni UNAM, Necaxa, Mexico, Almeria, dan Pachuca, CF La Piedad, dan Santos Laguna.

HUGO SANCHEZ

Nama: Hugo Sanchez

Tempat, Tanggal Lahir: Mexico City, 11 Juli 1958.

Klub:
 UNAM Pumas, San Diego Sockers, Atletico Madrid, Real Madrid, America, Rayo Vallecano, Atlante, Linz, Dallas, Calaya.
Koleksi Gelar
Piala UEFA: 1985/86 (Real madrid)
La Liga: 1985/86, 1986/87, 1987/88, 1988/89, 1989/90 (Real Madrid)
Piala Super Spanyol: 1985 (Atletico Madrid), 1988, 1989, 1990 (Real Madrid)
Copa del Rey: 
1985 (Atletico Madrid), 1989 (Real Madrid)
Divisi Primera Meksiko: 1976/77 dan 1980/81 (UNAM Pumas)
CONCACAF Champions Cup: 1980 (UNAM Pumas)
Copa Interamericana: 1981 (UNAM Pumas)

baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (11 Juli): HUT Hugo Sanchez

Sabtu, 15 Juni 2013

Pertarungan Para Legenda

Legenda Real Madrid menang 2-1 atas legenda Juventus dalam laga amal Corazon Classic Match 2013.
Roberto Carlos
Zinedine Zidane

Real Madrid membuka keunggulan lewat gol Luis Figo di menit ke-6. Figo merayakannya bersama Zinedine Zidane 
Edgar Davids (kiri) vs Zinedine Zidane
Zinedine Zidane (kiri) vs Pavel Nedved
Jose Emilio Amavisca melompat menghindari terjangan Stefano Tacconi
Jose Emilio Amavisca (kanan) vs Moreno Torricelli
Moreno Torricelli (kiri) vs Jose Emilio Amavisca 
Paolo Montero (kiri) vs Jesus Enrique Velasco
Angelo Peruzzi (kanan) mencegah bola sampai ke kepala Luis Figo
Zinedine Zidane (kiri) vs Paolo Montero
Tim Juventus Legend merayakan gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Paolo Montero (kanan) di menit 67
Paolo Montero
Ivan Perez, pencetak gol kemenangan Real Madrid Legend di menit 72
Salah satu aksi Zinedine Zidane (kiri) dalam Corazon Classic Match 2013
Emilio Butragueno
Zinedine Zidane merayakan kemenangan 2-1 Real Madrid Legend atas Juventus Legend
baca keseluruhan - Pertarungan Para Legenda

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense