- Mangga. Mangga adalah buah yang lezat dan rasanya manis. Sebab itu ia memiliki kadar gula yang tinggi dan dapat melonjakkan kadar gula darah dalam sekejab. Penderita diabetes sebaiknya menghindari buah ini.
- Anggur. Anggur berbagai jenis, baik yang hijau maupun merah, memang memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Tetapi ia punya kandungan gula yang tinggi. Dalam 3 ons anggur terdapat karbohidrat 15 gram. Sebaiknya Anda hindari atau batasi mengonsumsi anggur.
- Nanas. Pastikan Anda menjauhi nanas bila Anda penderita diabetes. Nanas punya GI yang tinggi. Dalam secangkir kecil nanas terdapat 20 gram lebih karbohidrat.
- Srikaya/buah nona. Buah yang berbiji banyak dan rasanya manis ini juga sebaiknya Anda hindari. Dalam satu buah srikaya ukuran 100 gram terdapat sekitar 23 gram karbohidrat.
- Pisang. Dalam porsi ½ cangkir pisang, terdapat kandungan GI antara 46 – 70. Penderita diabetes sebaiknya menjauhi makan pisang, apalagi yang matang.
- Semangka. Buah ini rendah serat dan kalori, namun punya nilai GI lebih dari 72 dalam 1 cangkir. Sebaiknya Anda menghindari konsumsi semangka bila tidak ingin gula darah naik drastis.
Tampilkan postingan dengan label tips n tricks for diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips n tricks for diabetes. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Desember 2013
Penderita Diabetes Sebaiknya Tak Makan Buah Ini
Penderita diabetes atau kadar gula darah tinggi harus memperhatikan makanan yang dikonsumsinya. Makanan tersebut sebaiknya tak mengandung indeks glikemik tinggi, sehingga gula darahnya tak meningkat drastis. Bahkan untuk mengonsumsi buah-buahan sekalipun, penderita diabetes sebaiknya selektif sebab ada beberapa jenis buah yang sebaiknya tak dimakan.
Apa saja jenis buah yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes? berikut seperti dilansir oleh laman Boldsky:
Senin, 07 Oktober 2013
Jambu Biji dan Manfaatnya Untuk Penderita Diabetes
Jambu biji adalah buah tropis yang banyak ditemui di Indonesia. Ada banyak mineral dan vitamin yang terdapat dalam jambu biji, hingga ia dijuluki superfoodsebab memiliki manfaat kesehatan yang segunung.
Antara lain ada antioksidan, vitamin C, juga potassium yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, menurunkan resiko kanker, dan melawan radikal bebas.
Ada pula banyak manfaat yang bisa diberikan oleh jambu biji bagi penderita diabetes. Yang perlu diperhatikan adalah penderita diabetes harus mengupas terlebih dahulu kulit si jambu biji sebelum mengonsumsinya.
Menurut ilmuwan asal India seperti dilansir oleh situs Boldsky, kulit jambu biji lah yang mengandung banyak gula sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah pasien diabetes. Jadi jangan lupa untuk mengupasnya terlebih dahulu.
Apa saja manfaat yang didapat oleh pasien diabetes bila mengonsumsi jambu biji? berikut diantaranya:
- Jambu biji mengandung banyak nutrisi sehat bagi pasien diabetes.
- Mengonsumsi jambu dapat mengurangi penyerapan gula dalam darah. Akibatnya kadar gula darah Anda menurun.
- Serat dalam jambu biji baik bagi kesehatan pasien diabetes, dan menurunkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2.
- Glikemik indeks pada jambu biji rendah, sehingga aman dikonsumsi.
- Daun jambu biji sangat sehat untuk mencegah kemungkinan terkena diabetes. Caranya keringkan daun jambu biji dan haluskan. Lalu seduh seperti teh dan minum. Manfaatnya menurunkan kadar gula dalam darah.
- Jambu biji yang baik dikonsumsi oleh penderita diabetes adalah yang setengah matang, jangan yang terlalu matang, ya.
Kamis, 05 September 2013
Chromium Picolinate, Cegah Diabetes hingga Turunkan Berat Badan
Chromium Picolinate merupakan chromium generasi baru yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Chromium berperan penting pada metabolisme dan penggunaan karbohidrat, sintesa asam lemak, kolesterol dan protein. Chromium juga berperan besar dalam menjaga fungsi normal hormon insulin dalam proses metabolisme.
Para ahli dari Amerika Serikat memperkirakan bahwa lebih dari 95 juta penduduk Amerika mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan fungsi insulin, yaitu resistensi insulin.
Para ahli dari Amerika Serikat memperkirakan bahwa lebih dari 95 juta penduduk Amerika mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan fungsi insulin, yaitu resistensi insulin.
Resistensi Insulin adalah kondisi di mana jumlah normal insulin tidak memadai untuk menghasilkan respons insulin normal dari sel lemak, sel otot dan sel hati.
Parahnya lagi, resistensi insulin ini telah berkembang menjadi penyakit diabetes tipe 2 pada lebih dari 12 juta penduduk di Amerika. Resistensi insulin dapat terjadi saat seseorang mengalami kelebihan berat badan dan pertambahan usia.
Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 biasa terjadi akibat meningkatnya gula darah dalam tubuh. Meningkatnya gula darah tidak terlepas dari resistensi insulin yang terjadi. Baik diabetes tipe 2 ataupun resistensi insulin , keduanya dapat menyebabkan terjadinya masalah kesehatan lainnya, seperti kebutaan, obesitas, penyakit kardiovaskuler, darah tinggi, dan bahkan stroke.
Baru-baru ini, hasil yang cukup mengesankan tentang manfaat chromium picolinate dalam mengendalikan diabetes dilaporkan oleh American Diabetes Association. Dalam penelitian ini disebutkan bahwa penggunaan chromium picolinate pada penderita diabetes menunjukkan hasil yang signifikan, yaitu membantu turunnya kadar gula darah pada penderita diabetes.
Mereka juga menyebutkan bahwa penggunaan chromium picolinate bisa dikatakan sebanding, dan bahkan lebih baik, dari obat untuk perawatan diabetes tipe 2 itu sendiri. Inilah yang menjadi acuan bahwa suplementasi chromium sangat perlu dipertimbangkan untuk dikonsumsi bagi mereka yang memiliki masalah dengan diabetes.
Menurunkan Berat Badan
Selain membantu mengendalikan penyakit diabetes tipe 2, chromium picolinate juga efektif membantu menurunkan berat badan. Chromium picolinate berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu tubuh Anda dalam membakar lemak dan karbohidrat dengan lebih baik. Bahkan penelitian terbaru menyebutkan, jika Anda menjaga pola makan dan melakukan olahraga secara teratur serta dilengkapi dengan penggunaan suplementasi chromium picolinate, maka tubuh Anda akan menjadi lebih kencang dan proporsional.
Meningkatkan Kekuatan dan Daya tahan
American Diabetes Association melaporkan bahwa kombinasi chromium picolinate denganConjugated Linoleic Acid (CLA), juga membantu meningkatkan glikogen otot. Glikogen otot adalah bahan bakar utama (diikuti oleh lemak) yang digunakan oleh tubuh sebagai sumber kekuatan dan daya tahan selama latihan.
Sumber Chromium
Chromium bisa didapatkan dari asupan makanan. Namun sebagian makanan hanya mengandung chromium dalam jumlah terbatas. Berikut daftar makanan yang mengandung chromium.
Pilihan sumber makanan mengandung chromium
| Makanan | Kromium [Mikrogram] |
|---|---|
| Brokoli, ½ mangkok | 11 |
| Jus Anggur, 1 cangkir | 8 |
| English Muffin, gandum utuh, 1 | 4 |
| Kentang, dihaluskan, 1 mangkok | 3 |
| Bawang putih, dikeringkan, 1 sdt | 3 |
| Basil, dikeringkan, 1 sdm | 2 |
| Daging sapi, 3 ons | 2 |
| Jus jeruk, 1 cangkir | 2 |
| Dada kalkun, 3 ons | 2 |
| Roti gandum utuh, 2 potong | 2 |
| Anggur merah, 5 ons | 1-13 |
| Apple, tidak dikupas, 1 sedang | 1 |
| Pisang, 1 sedang | 1 |
| Kacang hijau, ½ mangkok | 1 |
Kondisi yang Menyebabkan Tubuh Kekurangan Chromium
Kandungan chromium tubuh dapat berkurang pada beberapa kondisi. Makanan berkadar gula tinggi dapat meningkatkan ekskresi chromium pada urine. Infeksi, latihan akut, kehamilan dan menyusui, serta situasi stress (seperti trauma fisik) dapat menyebabkan tubuh kekurangan chromium.
Minggu, 01 September 2013
Blueberry, Anggur, dan Apel Dapat Mengurangi Risiko Diabetes
Beberapa jenis buah dipercaya memberikan efek positif terhadap pengurangan risiko diabetes tipe 2. Sebuah studi yang dimuat British Medical Journal menyatakan, buah-buahan tersebut di antaranya meliputi blueberry, anggur, dan apel yang akan memberikanefek baik ketika dikonsumsi lebih banyak dan rutin. Demikian dikutip BBC.
Studi ini melibatkan pola makan lebih dari 187 ribu orang yang tinggal di Amerika Serikat. Data diambil dari tiga penelitian besar yang mencoba mengungkap peran konsumsi buah terhadap risiko diabetes tipe 2. Studi melibatkan kuesioner yang selalu diupdate setiap empat tahun sekali yang di dalamnya berisi pertanyaan seringnya responden memakan buah dan porsi yang dimakannya.
Untuk jenis buah, buah-buahan yang dijadikan fokus penelitian adalah anggur atau kismis, buah persik, plum atau aprikot, pisang, melon, apel atau pir, jeruk, stroberi, dan blueberry. Dari beberapa buah ini yang dikaitkan dengan diabetes tipe 2, peneliti menemukan bahwa risiko akan menurun secara signifikan saat seseorang memakan blueberry, anggur, kismis, apel, dan pir dalam tiga porsi secara rutin.
Lebih spesifik lagi dikatakan, risiko diabetes akan turun hingga 26 persen ketika mengonsumsi blueberry dalam keadaan utuh. Namun jika blueberry dijadikan bentuk jus, efeknya tidak sama dalam menurunkan risiko. Disarankan juga oleh peneliti untuk mengonsumsi buah-buahan lain selalu dalam kondisi segar dan utuh. Memakan buah segar jauh lebih memberikan manfaat dibanding bentuk jus.
Hasil lain yaitu, memakan anggur dan kismis mampu mengurangi risiko diabetes sampai 19 persen. Sementara untuk buah apel dan pir, memakannya secara rutin akan mengurangi risiko hingga 13 persen.
Tips Mengendalikan Penyakit Diabetes
Orang yang hidup dengan diabetes harus memiliki kewaspadaan yang tinggi. Sebab, menjaga diri dari diabetes mungkin agak sedikit rumit dibanding saat tubuh pada kondisi sehat. Mengontrol gula darah bukan perkara sepele. Mengonsumsi makanan tidak boleh sembarangan dan kadar gula darah harus selalu dicek. Diabetes bahkan bisa merembet pada komplikasi penyakit lainnya.
Dikutip dari Times of India, ada beberapa saran di kala Anda memiliki penyakit diabetes:
- Jangan lupa untuk mengonsumsi obat reguler yang telah diresepkan buat Anda. Selanjutnya, lakukan kunjungan secara teratur ke dokter untuk memastikan diabetes selalu dalam pengawasan ahlinya.
- Jaga selalu kadar gula darah Anda berada di bawah ambang batas. Ini memang membutuhkan kerja keras untuk melakukan pengontrolan terhadap jenis makanan beserta kalori yang dimilikinya. Pastikan Anda mengonsumsi makanan rendah karbohidrat, tinggi kandungan serat, namun tetap memperoleh kecukupan protein, vitamin, dan mineral. Hindari makanan berlemak dan lebih baik makan dalam porsi kecil rendah kalori namun sering.
- Pastikan diri Anda selalu aktif secara fisik. Lakukan olahraga setiap hari dan sebisa mungkin kehidupan Anda dipenuhi oleh pekerjaan yang melibatkan gerakan fisik. Olahraga bisa Anda lakukan setiap hari selama 45 menit sampai satu jam per sesinya.
- Lakukan gaya hidup sehat. Hindari minuman soda, alkohol, merokok, makan daging merah, dan sebagainya. Kebiasaan buruk hanya akan membuat diabetes Anda semakin parah dan tidak terkontrol.
- Lakukan pengontrolan gula darah sendiri memakai alat pengecek gula darah yang dijual bebas. Dengan begitu Anda bisa melakukan pengontrolan penyakit secara mandiri untuk mencegah keparahan penyakit. Kesadaran Anda menjaga diri justru lebih memiliki andil dalam menyelamatkan hidup Anda sendiri.
Sabtu, 06 Juli 2013
Cegah Diabetes Dengan Sarapan Almond
Lawan Diabetes dengan Stroberi!
Ada kabar baik bagi para pencinta buah stroberi! Menurut sebuah penelitian terbaru, buah berwarna merah itu ditemukan memiliki banyak beberapa manfaat kesehatan yang tak terduga.
Para ilmuwan di University of Warwick telah mempelajari manfaat menguntungkan dari stroberi pada kesehatan jantung kita. Tak hanya itu, peneliti juga secara khusus menemukan bagaimana stroberi bisa mencegah perkembangan penyakit jantung dan diabetes.
Profesor Paul Thornalley dari Warwick Medical School yang memimpin tim peneliti, menemukan ekstrak dari stroberi secara positif mengaktifkan protein dalam tubuh kita yang disebut Nrf2 yang ditunjukkan untuk meningkatkan antioksidan dan kegiatan pelindung lainnya.
Selain itu, protein ini berfungsi untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol, yang dapat menyebabkan masalah kardiovaskular.
Menurut penelitian sebelumnya, mengonsumsi stroberi ditemukan bisa membakar glukosa dara pasca-makan dan low density lipoprotein(LDL), atau kolesterol ‘buruk’ dan karena itu, stroberi bisa menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Tetapi, ini adalah pertama kalinya bahwa ekstrak stroberi terbukti secara aktif merangsang protein yang menawarkan kita perlindungan terhadap penyakit.
Profesor Thornalley menjelaskan, “Kami telah menemukan ilmu di balik bagaimana stroberi bekerja untuk meningkatkan built-in pertahanan untuk menjaga sel, organ dan pembuluh darah yang sehat dan bisa mengurangi risiko terkena masalah kardiovaskular seperti penyakit jantung dan diabetes.
Penelitian ini akan dipresentasikan pada pertemuan dua tahunan Society for Free Radical Research International yang ke-16 di London, padas September mendatang.
Cegah Diabetes dengan Konsumsi Keju!
Mengonsumsi dua irisan keju sehari ternyata bisa mencegah diabetes! Menurut penelitian terbaru, keju bisa mencegah diabetes dan penyakit yang sering dipicu oleh kelebihan berat badan, meski pedoman kesehatan saat ini menyarankan agar mengurangi produk susu.
Seperti dikutip Dailymail.co.uk, para peneliti Inggris dan Belanda menemukan bahwa mengonsumsi hanya dua iris keju sehari mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 12 persen.
Diabetes diketahui bisa menyebabkan serangan jantung, stroke, masalah kebutaan dan saraf, tanpa didiagnosis terlebih dahulu. Para peneliti mengevaluasi pola makan sekitar 16.800 orang dewasa sehat dan 12.400 pasien dengan diabetes tipe 2 dari delapan negara Eropa, termasuk Inggris
Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition, menemukan bahwa mereka yang makan sedikitnya 55 gram keju sehari atau dua potong keju tercatat berisiko rendah 12 persen terserang diabetes tipe 2. Risiko tersebut juga turun untuk mereka yang makan 55 gram yoghurt sehari dalam jumlah yang sama.
Selama bertahun-tahun, pedoman Survei Kesehatan Nasional (NHS) Inggris telah menyarankan untuk tidak mengonsumsi susu, kue atau daging merah terlalu banyak, karena mereka tinggi akan lemak jenuh. Hal ini diyakini akan meningkatkan kolesterol dan meningkatkan risiko diabetes.
Para peneliti termasuk para akademisi dari Medical Research Council, Cambridge, mengatakan bahwa tidak semua lemak jenuh sama berbahayanya dengan lemak lain, dan beberapa lemak juga memang diketahui bermanfaat.
Menurut landasan teori, bakteri probiotik dalam keju dan yoghurt dapat menurunkan kolesterol dan menghasilkan vitamin tertentu yang mencegah diabetes. Keju, susu dan yoghurt juga tinggi akan vitamin D, kalsium dan magnesium, yang dapat membantu melindungi dari kondisi tersebut.
“Kami merekomendasikan diet seimbang yang sehat, kaya akan buah, sayuran, rendah garam dan lemak. Studi ini memberikan kita alasan untuk yakin bahwa orang harus mengubah asupan susu dalam upaya untuk menghindari kondisi tersebut,” kata Dr. Iain Frame, ketua penelitian tersebut.
Zat pada Bumbu Kari Bisa Cegah Diabetes
Selain memiliki rasa yang lezat, makanan berbumbu kari ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan. Menurut penelitian terbaru, zat yang terkandung di dalam rempah-rempah kunyit pada bumbu kari bisa membantu mencegah diabetes tipe 2, terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi.
Dalam bumbu kari terkandung curcumin, yang merupakan curcuminoid utama dari kunyit bumbu populer di Asia dan merupakan anggota dari famili jahe. Curcuminoidyang merupakan fenol alam ini bertanggung jawab untuk warna kuning dari kunyit.
Selama ribuan tahun di seluruh Asia, kunyit telah digunakan untuk membumbui makanan. Tidak hanya berfungsi untuk menambah rasa makanan, curcumin juga mengandung anti-inflamasi, anti-diabetes, antioksidan, dan bahkan anti-kanker yang membuatnya menjadi obat kuat pelawan penyakit.
Sebelumnya, penelitian laboratorium telah menyarankan bahwa curcumin bisa melawan peradangan (inflamasi) dan kerusakan oksidatif pada sel-sel tubuh yang memberi makan berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe 2.
Menurut peneliti, dosis harian curcumin tampaknya bisa mencegah kasus baru pada diabetes di antara orang-orang yang menderita pra-diabetes, yakni sebuah kondisi kadar gula darah tinggi yang tidak normal dan dapat berkembang menjadi full-blown diabetes tipe 2.
Penelitian Thailand ini melibatkan 240 orang dewasa dengan pra-diabetes yang secara acak ditugaskan untuk mengonsumsi kapsul curcumin atau sebuah plasebo. Diantaranya mengonsumsi suplemen curcumin sebanyak enam kapsul sehari, yang masing-masing berisi 250 miligram curcuminoid.
Setelah sembilan bulan, 19 dari 116 pasien plasebo mengembangkan diabetes tipe 2, daripada 119 pasien yang mengonsumsi curcumin. Namun, para peneliti menemukan bahwa suplemen ini tampaknya meningkatkan fungsi beta-sel. Beta-sel ini muncul di pankreas untuk melepaskan gula darah pengatur hormon insulin. Dengan demikian, curcumin membantu melindungi sel-sel dari kerusakan.
Penelitian ini juga sudah dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care. Nah, mulai sekarang jangan ragu-ragu lagi untuk mengonsumi makanan berbumbu kari!
Sabtu, 29 Juni 2013
Sayur dan Buah yang Harus Dihindari Oleh Penderita Diabetes
Diabetes adalah penyakit yang akan diidap seumur hidup, sehingga sekali Anda didiagnosis menderita penyakit tersebut, maka seumur hidup Anda harus menjadi pemilih makanan. Karena itu seorang penderita diabetes harus tahu apa saja jenis makanan yang tidak boleh mereka konsumsi, dan mana yang boleh.
Mereka harus menghindari makanan dengan indeks glikemik tinggi, sebab jenis makanan tersebut akan meningkatkan gula darah mereka dengan cepat.
Apa saja jenis sayur dan buah serta makanan yang seharusnya dibatasi asupannya oleh penderita diabetes? Berikut ini di antaranya:
- Kentang. Kentang kaya zat tepung, gula, dan punya indeks glikemik tinggi. Anda harus menghindarinya dalam bentuk apapun.
- Ubi. Ubi penuh dengan zat tepung dan gula. Ia sama buruknya dengan kentang bagi penderita diabetes.
- Kacang. Kacang memang tidak mengandung gula, namun mereka kaya zat tepung. Konsumsi dalam jumlah terbatas masih bisa ditolerir.
- Buah bit. Buah bit seperti juga kentang dan ubi, tumbuh di bawah tanah dan menyerap semua zat yang membuat mereka kaya gula. Konsumsi buah bit sebaiknya hanya 1 kali seminggu agar gula darah Anda tak naik drastis.
- Labu kuning. Indeks glikemik buah ini sangat tinggi. Sebaiknya hindari saja mengonsumsinya atau konsumsi dalam jumlah sangat sedikit.
- Tomat. Jika Anda terpaksa mengolah tomat sebagai sayur, maka konsumsi dalam jumlah terbatas.
- Jagung. Jagung terutama jagung manis akan membuat gula darah Anda naik drastis. Zat tepung atau patinya tinggi, jadi sebaiknya konsumsi dalam jumlah sedikit atau hindari sama sekali.
Demi kesehatan, memang semua makanan tersebut harus Anda perhatikan jumlah asupannya.
Rabu, 26 Juni 2013
Tips Menjaga Kesehatan Kaki Bagi Penderita Diabetes
Penderita diabetes mesti lebih aktif untuk menjaga kakinya dari luka. Sebab, diabetes membuat kerusakan saraf dan mengurangi aliran darah menuju kaki. Akibatnya, luka kecil bisa menjadi parah dan sembuh dalam jangka waktu lama. Jika keparahan tidak bisa ditoleransi lagi, maka kemungkinan kaki akan diamputasi.
Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi penderita diabetes untuk menjaga kaki dari berbagai masalah. Berikut ini beberapa tips untuk melindungi kaki bagi penderita diabetes:
- Pastikan kaki selalu bersih dengan mencuci dan mengeringkannya. Ini akan mengurangi risiko infeksi.
- Jaga kelembaban kaki. Tapi, hindari kondisi terlalu lembab di sela jari kaki untuk menghindari tumbuhnya jamur.
- Lakukan pengecekan keadaan kaki setiap hari. Carilah kemungkinan adanya luka, lecet, tergores, bengkak, ataua masalah kaki lainnya. Jika ditemukan, segera konsultasikan ke dokter dan jangan sepelekan luka sekecil apapun.
- Pakai penutup kaki. Ini untuk menghindari luka-luka ringan yang memungkinkan akan terjadi luka parah di kemudian hari. Anda bisa memakai sepatu atau kaos kaki yang bersih di mana pun Anda berada, termasuk di rumah. Cuci kaos kaki secara rutin pilih dari jenis yang tidak mengiritasi kulit
- Saat memakai sepatu, pilih yang ukurannya pas dengan kaki. Sepatu yang kekecilan akan membuat kaki menjadi kapalan hingga lecet. Saat memakainya, pastikan kotoran di dalamnya dikeluarkan. Saat ini sudah banyak sepatu yang khusus didesain untuk penderita diabetes.
- Jauhi merokok baik secara aktif maupun pasif. Racun asap rokok akan membatai dan mengurangi aliran darah ke kaki.
- Hindari untuk mengobati sendiri luka yang terjadi di kaki. Selalu konsultasikan luka tersebut ke dokter.
Sarapan Pagi Bisa Mencegah Diabetes Pada Wanita
Menyempatkan diri untuk sarapan pagi akan mencegah wanita mengalami kelebihan berat badan dan mengurangi risiko diabetes. Temuan peneliti dari Universitas Colorado menyebutkan, wanita yang tidak sempat makan pagi lebih mudah untuk mengalami resistensi insulin. Kondisi ini membuat seseorang memerlukan lebih banyak insulin untuk menormalkan gula darah.
Dikutip dari Health, kondisi resistensi insulin tidak terlalu bermasalah jika terjadi dalam jangka pendek. Namun kalau terjadi secara rutin tiap hari, akan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
“Mengonsumsi sarapan yang sehat bisa menguntungkan. Ini mungkin tidak hanya membantu Anda mengendalikan berat badan tapi (dapat) menghindari diabetes,” kata Dr. Elizabeth Thomas, instruktur kesehatan di Universitas Colorado, yang studinya ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Endocrine Society di San Fransisco.
Studi melibatkan sejumlah wanita yang berusia rata-rata 29 tahun. Mereka semua mengalami obesitas. Insulin dan gula darah mereka diukur pada dua hari yang berbeda usai makan siang. Satu kali mereka sarapan dan di lain waktu mereka tidak sarapan.
Lewat pengamatan yang dilakukan, kadar glukosa meningkat usai makan siang. Akhirnya hal tersebut memicu produksi insulin untuk memetabolisme glukosa menjadi energi. Namun gula darah dan insulin saat usai makan siang jauh lebih tinggi pada wanita yang melewatkan untuk sarapan.
“Ada peningkatan 28 persen dalam respon insulin dan peningkatan 12 persen dalam respon glukosa setelah melewatkan sarapan,” katanya.
Dengan studi ini disarankan untuk mengambil sarapan di pagi hari. Untuk melihat seberapa jauh hubungan sebab-akibatnya, diperlukan studi lanjutan untuk menjelaskannya
Minggu, 23 Juni 2013
10 Manfaat Minyak Wijen untuk Kesehatan
Minyak wijen sama hebatnya seperti minyak zaitun. Minyak ini memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Dikutip dari Boldsky, ada 10 manfaat yang bisa didapatkan:
- Menyehatkan jantung. Kandungan sesamol pada minyak wijen adalah antioksidan dan antiinflmasi. Sesamol sangat baik untuk kesehatan jantung
- Kaya dengan protein. Setiap ons minyak wijen mengandung protein sebanyak 4,5 hingga 5 gram.
- Mencegah diabetes. Minyak wijen memiliki magnesium yang tinggi. Hal tersebut akan mencegah resistensi insulin yang menyebabkan diabetes.
- Meningkatkan kesehatan tulang. Minyak wijen mengandung seng yang berfungsi menjaga kepadatan kalsium tulang.
- Mengatasi masalah pencernaan. Minyak ini sangat baik untuk usus besar dan mudah dicerna oleh pencernaan.
- Mengatasi masalah pernafasan. Minyak wijen mengandung zat anti-spasmodik yang mampu meringankan kejang otot di saluran pernafasan. Minyak ini cocok bagi penderita asma.
- Menurunkan tekanan darah. Kandungan magnesium yang tinggi membuat minyak ini mampu menurunkan tekanan darah tinggi.
- Menjaga kesehatan mulut. Minyak ini mampu mengurangi bakteri yang menyebabkan bau mulut.
- Melindungi dari kanker. Antioksidan lain yang dimiliki minyak wijen adalah fitat yang membantu melawan sel kanker.
- Menyehatkan kulit. Kandungan seng pada minyak wijen akan menjaga elstisitas kulit dan mendorong produksi kolagen. Selain itu, minyak ini bisa dioleskan pada kulit perut untuk mencegah stretch mark.
Minggu, 16 Juni 2013
Berjalan Kaki 15 Menit Usai Makan Dapat Mengontrol Gula Darah
Studi terbaru menyebutkan, ada satu cara untuk mengontrol gula darah yaitu melakukan jalan kaki selama 15 menit usai makan. Cara ini membantu menurunkan gula darah untuk periode 24 jam yang setara dengan berjalan kaki selama 45 menit. Kecepatan yang diperlukan selama berjalan kaki ini adalah dari kecepatan santai menuju moderat. Demikian studi yang dilakukan Loretta DiPietro, Ph.D., MPH, kepala George Washington University School of Public Health dan Health Services Department of Exercise Science.
Peneliti mengatakan kontraksi otot yang terjadi selama melakukan jalan kaki singkat tersebut mampu mengatasi gula darah yang terkumpul setelah makan. Temuan ini menjadi sebuah cara yang efektif dalam menurunkan risiko diabetes di kalangan orang-orang yang berpotensi mengalaminya.
Dikutip Huffington Post, studi ini melibatkan peserta studi yang sehat namun berisiko mengalami diabetes tipe 2. Mereka tidak banyak berolahraga dan kadar gulanya melebihi batas normal sekalipun telah berpuasa.
Peserta tingga selama dua hari di ruangan yang memiliki alat penghitung kalori (kalorimeter). Mereka melakukan serangkaian latihan. Hari pertama , peserta tidak berjalan-jalan sama sekali. Hari kedua, mereka berjalan-jalan 15 menit setelah makan, berjalan-jalan 45 menit pada pukul 10.30, dan berjalan 45 menit di sore hari.
Hasilnya, para peserta mendapatkan pengontrolan gula darah yang terbaik saat mereka berjalan kaki 15 menit setelah makan malam. Usai makan malam sering terjadi lonjakan gula darah yang cukup besar yang baru berakhir di keesokan hari. Dan, dengan berjalan usai makan bisa mencegah hal tersebut.
Studi ini diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care
Selasa, 26 Februari 2013
4 Manfaat Teh Oolong
Ada banyak teh yang bisa dipilih untuk dikonsumsi. Salah satunya adalah teh oolong. Teh ini hampir sama dengan teh hijau yang tidak mengalami fermentasi.
Bedanya, hanya saja daun teh mengalami fermentasi tidak secara penuh.
Bedanya, hanya saja daun teh mengalami fermentasi tidak secara penuh.
Sama seperti teh lainnya, teh oolong kaya dengan manfaat kesehatan. Teh dengan ramuan ala China ini mengandung flavanoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Nilai gizi lainnya adalah, teh oolong mengandung mineral, zat besi dan vitamin seperti kalsium, tembaga mangan dan kalium, vitamin A, B, C, E, dan K.
Popularitas teh oolong sudah mulai mendunia. Bahan ini sudah dipakai sebagai salah satu minuman kesehatan. Dan dikutip dari Boldsky, inilah manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dengan minum teh oolong secara rutin:
- Mengatasi masalah kulit. Teh ini membantu memperbaiki sel-sel kulit yang rusak, sehingga regenerasi sel tetap berjalan baik. Bagi penderita eksim, teh ini cukup baik untuk dikonsumsi dan mempercepat penyembuhan.
- Menguatkan tulang. Teh oolong kaya dengan kalsium. Dengan takaran yang tepat bisa membantu memperkuat struktur tulang dan menguatkan gigi. Selain itu, dapat pula menyetimulasi pertumbuhan tubuh dengan normal.
- Mencegah diabetes. Konsumsi teh ini tanpa gula mencegah terjadinya diabetes tipe 2. Manfaat ini sama seperti teh hitam yang diminum secara rutin.
- Menurunkan tingkat stres. Polifenolnya membantu pikiran lebih rileks dan menyingkirkan stres.
8 Buah yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes
Penderita diabetes harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, sebab kadar gula darah mereka dapat naik jika kandungan glukosa dalam makanan mereka tinggi. Namun, ada beberapa jenis buah yang dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes tanpa perlu merasa khawatir.
Dilansir oleh situs kesehatan India, Boldsky, berikut ini adalah jenis buah-buahan bernutrisi tinggi namun tak terlalu menambah kadar gula darah Anda, siap untuk dipilih:
- Aprikot. Aprikot kering dapat Anda konsumsi, sebab kadar gulanya tak tinggi. Kandungan potasiumnya baik untuk penderita diabetes.
- Pear/pir. Buah pear/pir kaya kandungan pektin sehingga baik untuk penderita diabetes. Konsumsi dalam jumlah sedang untuk mengontrol kadar gula tinggi.
- Apel. Buah apel memang menyehatkan, sebab selain membantu menyehatkan jantung, buah ini pun mampu membantu mengontrol gula darah dengan meningkatkan produksi insulin.
- Buah berry. Semua jenis berry, seperti strawberi, blueberry, blackberry bisa membantu menurunkan indeks glikemik penderita diabetes.
- Ceri. Ceri kaya serat dan memiliki indeks glikemik rendah. Mengkonsumsi ceri segar menyehatkan bagi penderita diabetes.
- Anggur. Anggur memang mengandung karbohidrat dalam bentuk gula alami, namun mengkonsumsinya dalam jumlah sedikit masih aman untuk kadar gula.
- Jeruk. Jus jeruk tanpa tambahan gula baik untuk penderita diabetes. Vitamin C, serta kandungan seratnya memodulasi gula darah dengan memperlambat penyerapannya dalam aliran darah.
- Alpukat. Lemak baik dan potasium dalam alpukat membuatnya menjadi buah yang sehat bagi penderita diabetes. Buah ini juga menurunkan trigliserida dan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Buah Labu Sangat Baik Mencegah Diabetes
Rasa labu hampir mirip dengan ubi. Ketika direbus rasanya lembut, berserat, dan manis. Tapi, tahukah Anda? Labu memiliki manfaat luar biasa dalam mencegah dan memberikan terapi untuk penyakit diabetes secara alami.
Dikuti dari Boldsky, ada tiga hal yang bisa dilakukan labu terkait dengan penyakit diabetes, yaitu:
- Indeks glikemik labu sangat rendah. Indeks glikemik adalah hitungan tentang seberapa besar makanan mempengaruhi kenaikan tingkat gula darah di dalam tubuh manusia. Kandungan pati pada labu sangat rendah indeks glikemik-nya, sehingga aman untuk penderita diabetes. Beda halnya dengan gandum yang yang memiliki indeks glikemik tinggi.
- Labu dapat memperbaiki fungsi pankreas. Di tempat inilah insulin diproduksi. Saat insulin tidak bekerja bisa mengakibatkan diabetes. Pada percobaan untuk tikus, jaringan pankreas tikus yang mengalami diabetes sembuh. Walhasil, ada kemungkinan labu bisa menjadi makanan terapi yang potensial untuk penderita diabetes agar segera sembuh.
- Labu memberikan pencegahan terhadap penyakit diabetes. Mengonsumsi labu secara rutin dapat menghindarkan dari datangnya diabetes. Fungsi insulin menjadi prima dan tanpa menaikkan kadar gula darah berlebihan.
Labu bisa dikonsumsi dengan banyak cara. Anda dapat memasukkannya bersama sayuran lain, merebusnya seperti ubi, atau menjadikannya makanan olahan. Hindari mencampur labu dengan cabai merah karena akan merusak nutrisi. Sebisa mungkin Anda mengonsumsinya tanpa gula atau digoreng agar khasiat labu bisa maksimal. Memasak labu dengan cara merebus, memanggang, atau dikukus.
Kamis, 31 Januari 2013
10 Makanan Super untuk Penderita Diabetes
Memilih makanan yang tepat dan membuat perubahan pola makan sederhana ini dapat membantu Anda dalam mengontrol tingkat gula darah.
simak 10 makanan super berikut ini seperti yang dikutip dari Zeenews.com:
1. Minyak zaitun : minyak zaitun sarat akan lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan, seperti asam oleat. Lemak ‘baik’ mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan membantu menjaga gula darah stabil dengan mengurangi resistensi insulin.
2. Gandum utuh : gandum utuh adalah makanan yang kaya serat dan nutrisi seperti magnesium, chromium, folat, dan asam lemak omega-3. Studi menunjukkan bahwa pola makan kaya gandum utuh dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
3. Susu bebas lemak dan yogurt : makanan ini tidak hanya sarat protein, tetapi juga kaya kalsium, yang membantu dalam penurunan berat badan. Orang yang mengonsumsinya secara teratur cenderung menjadi resisten insulin.
4. Kacang-kacangan : kacang mengandung lemak ‘baik’ yang tidak hanya membantu melawan penyakit jantung, tetapi juga membantu mengurangi resistensi insulin. Kacang juga kaya serat, magnesium, dan vitamin E.
5. Buncis : buncis adalah sumber serat yang baik dan kaya nutrisi. Sayuran ini memperlancar pencernaan dan menjaga tingkat gula darah setelah makan.
6. Ikan : ikan berlemak seperti salmon, tuna albacore, mackerel, halibut, dan ikan hering kaya akan asam lemak omega-3. Ikan membantu memperlancar arteri dan meningkatkan level trigliserida dan HDL pada penderita diabetes. Tapi ingat, jangan digoreng ya.
7. Dada ayam : makanan ini rendah lemak jenuh dan kalori. Setiap porsi dada ayam 3-ons tanpa kulit memiliki kandungan 142 kalori dan 3 gram lemak. Yang ini juga jangan dimasak goreng ya.
8. Buah berry: buah-buahan ini kaya antioksidan, vitamin, dan serat. Anthocyanin telah terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker, mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.
9. Jeruk : buah jeruk merupakan sumber yang kaya vitamin C yang bisa membantu menjaga jantung Anda dalam kondisi baik. Makanlah dalam bentuk buah utuh, bukan jus, karena lebih mampu dalam memperlambat penyerapan gula.
10. Sayuran berdaun hijau : sayuran jenis ini kaya akan nutrisi, rendah karbohidrat dan kalori. Studi menunjukkan bahwa sayuran berdaun hijau mampu menurunkan risiko diabetes tipe-2.
Sabtu, 12 Januari 2013
Waluh Bantu Sehatkan Penderita Diabetes
Menurut penelitian terbaru, labu merah atau yang dikenal dengan sebutan waluh, memang memiliki rasa manis, namun ternyata mampu menyehatkan penderita diabetes.
Sayuran dari genus Cucurbita moschata ini, memiliki indeks glikemik (GI) yang sangat rendah. Nah, makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi justru akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu, waluh sangat baik untuk penderita diabetes, menurut laporan Boldsky.com.
Sayuran dari genus Cucurbita moschata ini, memiliki indeks glikemik (GI) yang sangat rendah. Nah, makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi justru akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu, waluh sangat baik untuk penderita diabetes, menurut laporan Boldsky.com.
Selain itu, waluh juga mampu memperbaiki fungsi pankreas. Sayuran ini mengembalikan fungsi pankreas dengan memperbaiki jaringan yang dirusak oleh diabetes.
Bila pankreas tidak berfungsi dengan baik, maka pankreas akan mengalami kesulitan untuk memproduksi insulin, padahal insulin sangat dibutuhkan tubuh untuk memecah glukosa dalam tubuh.
Cara mengolah waluh untuk penderita diabetes juga harus diperhatikan. Sayuran itu bisa dimasak menggunakan bumbu seperti kayu manis dan biji pala. Dua bumbu dapur ini termasuk bumbu yang ramah terhadap penderita diabetes.
Selain itu, jangan tambahkan gula ke dalam bahan olahan labu. Menambahkan gula sama saja dengan menghancurkan fungsi utama waluh untuk menyehatkan penderita diabetes.
Terakhir, jangan olah waluh dengan cara digoreng. Minyak goreng hanya akan menambahkan kalori dan merusak nutrisi yang terkandung di dalam waluh. Cobalah untuk mengolah waluh dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus.
Senin, 22 Oktober 2012
Lima Cara Mengurangi Risiko Diabetes
Diabetes adalah jenis penyakit yang tidak bisa dianggap remeh, karena jika tidak dijaga dengan baik, ia bisa memicu terjadinya penyakit berbahaya lainnya seperti gangguan jantung, gangguan ginjal, disfungsi ereksi bahkan kanker. Selain dipicu faktor keturunan, diabetes mellitus juga erat kaitannya dengan gaya hidup penderitanya. Contohnya adalah malas berolahraga dan tidak menerapkan pola makan yang sehat. Seringkali, diabetes lambat terdeteksi sehingga seringkali penyakit sudah terlanjur parah.
Diabetes dibagi menjadi tiga bagian. Diabetes tipe 1, terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melawan bakteri dan virus berbahaya, justru menyerang dan menghancurkan insulin yang memproduksi sel-sel pankreas. Hal ini menjadikan jumlah insulin berkurang dan kadar gula dalam darah meningkat.
Pada diabetes tipe 2, insulin masih dapat diproduksi, namun jumlahnya tidak mencukupi atau tidak dapat digunakan dengan baik oleh tubuh. Kondisi ini disebut juga insulin resistan. Hal inilah menjadikan kadar gula dalam darah naik.
Yang ketiga ialah diabetes kehamilan. Selama masa kehamilan, plasenta memproduksi hormon tertentu. Hormon ini membuat sel-sel tubuh melawan insulin.
Kunci dalam pencegahan dan penanganan diabetes adalah dengan mengontrol asupan makanan kita, di samping rutin melakukan olahraga dan rutin mengecek kadar gula. Berikut beberapa cara sederhana untuk mencegah diabetes:
1. Olahraga.
Lakukan olahraga selama minimal setengah jam setiap hari, lima kali dalam seminggu. Olahraga dapat membantu menormalkan kadar gula darah dan menjaga berat badan.
2. Konsumsi beras merah.
Selain kaya akan serat, beras merah juga bisa mengurangi kerusakan pada pembuluh darah. Jadi Anda boleh mulai mengganti nasi putih dengan nasi merah. Memang banyak yang bilang rasa beras merah tidak seenak nasi putih, tapi demi kesehatan, tidak ada salahnya mencoba, kan?
3. Perbanyak konsumsi vitamin C.
Beberapa sumber dari vitamin C alami adalah brokoli, jeruk, dan stroberi. Jika dirasa kurang, barulah Anda bisa mengonsumsi suplemen tambahan. Konsultasikan lebih dulu dengan dokter mengenai dosis yang tepat bagi Anda.
4. Bumbu masak alami.
Sekitar dua puluh empat bumbu masak ternyata kaya akan antioksidan yang mampu mencegah peradangan yang juga terkait dengan penyakit diabetes. Antioksidan yang tertinggi ada pada kayu manis dan cengkeh.
5. Pilih makanan yang sehat.
Konsumsi makanan yang rendah lemak dan rendah kalori. Makanan yang kaya akan serat bisa membantu mengontrol kadar gula darah.
Istirahat yang cukup, mengelola stress dengan baik, dan segera berhenti merokok juga bisa membantu Anda agar terhindar dari diabetes.
Stephanie Firdaus
Review oleh dr. Adhiatma Gunawan
www.meetdoctor.com
Diabetes dibagi menjadi tiga bagian. Diabetes tipe 1, terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melawan bakteri dan virus berbahaya, justru menyerang dan menghancurkan insulin yang memproduksi sel-sel pankreas. Hal ini menjadikan jumlah insulin berkurang dan kadar gula dalam darah meningkat.
Pada diabetes tipe 2, insulin masih dapat diproduksi, namun jumlahnya tidak mencukupi atau tidak dapat digunakan dengan baik oleh tubuh. Kondisi ini disebut juga insulin resistan. Hal inilah menjadikan kadar gula dalam darah naik.
Yang ketiga ialah diabetes kehamilan. Selama masa kehamilan, plasenta memproduksi hormon tertentu. Hormon ini membuat sel-sel tubuh melawan insulin.
Kunci dalam pencegahan dan penanganan diabetes adalah dengan mengontrol asupan makanan kita, di samping rutin melakukan olahraga dan rutin mengecek kadar gula. Berikut beberapa cara sederhana untuk mencegah diabetes:
1. Olahraga.
Lakukan olahraga selama minimal setengah jam setiap hari, lima kali dalam seminggu. Olahraga dapat membantu menormalkan kadar gula darah dan menjaga berat badan.
2. Konsumsi beras merah.
Selain kaya akan serat, beras merah juga bisa mengurangi kerusakan pada pembuluh darah. Jadi Anda boleh mulai mengganti nasi putih dengan nasi merah. Memang banyak yang bilang rasa beras merah tidak seenak nasi putih, tapi demi kesehatan, tidak ada salahnya mencoba, kan?
3. Perbanyak konsumsi vitamin C.
Beberapa sumber dari vitamin C alami adalah brokoli, jeruk, dan stroberi. Jika dirasa kurang, barulah Anda bisa mengonsumsi suplemen tambahan. Konsultasikan lebih dulu dengan dokter mengenai dosis yang tepat bagi Anda.
4. Bumbu masak alami.
Sekitar dua puluh empat bumbu masak ternyata kaya akan antioksidan yang mampu mencegah peradangan yang juga terkait dengan penyakit diabetes. Antioksidan yang tertinggi ada pada kayu manis dan cengkeh.
5. Pilih makanan yang sehat.
Konsumsi makanan yang rendah lemak dan rendah kalori. Makanan yang kaya akan serat bisa membantu mengontrol kadar gula darah.
Istirahat yang cukup, mengelola stress dengan baik, dan segera berhenti merokok juga bisa membantu Anda agar terhindar dari diabetes.
Stephanie Firdaus
Review oleh dr. Adhiatma Gunawan
www.meetdoctor.com
Langganan:
Postingan (Atom)





