# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label berita seputar kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita seputar kehamilan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Sulit Hamil Karena PCOS


Sulit Hamil Karena PCOS

Saat ini saya sudah memiliki seorang putra usia 4 tahun. Saya ingin sekali menambah jumlah momongan saya mengingat usia saya yang sudah memasuki kepala 3. Akan tetapi, program kehamilan saya saat ini selalu gagal. Sudah 3 periode berturut-turut saya mengkonsumsi profertil, akan tetapi hasinya negatif. Akhirnya dokter mengatakan kalau saya PCO, jadi selain profertil saya juga rutin mengkonsumsi metformin. Setelah saya mengkonsumsi metformin, tetap saja hasilnya negatif. Apa yang harus saya lakukan untuk mempercepat proses kehamilan saya? Bagaimana agar sel telur saya dapat menjadi matang dan siap untuk dibuahi? (karena hasil USG menyatakan kalau sel telur saya kecil). Terima kasih
Sindroma ovarium polikistik atau lebih dikenal dengan Policystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kelainan di indung telur wanita akibat ketidakseimbangan hormon. Sindroma ovarium polikistik dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan gangguan kesuburan. Gejalanya antara lain adalah mentruasi tidak teratur (menjadi jarang atau berdarah banyak), gangguan kesuburan, gangguan pematangan sel telur sehingga telur yang ada berukuran kecil, gangguan metabolisme lemak, peningkatan berat badan dan jaringan lemak pada tubuh bagian atas, timbul jerawat pada muka atau badan,  pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan di wajah dan badan.
Gejala utama dari penderita PCOS yaitu adanya gangguan pada siklus menstruasi dan adanya peningkatan kadar hormon pria (androgen), seperti berjerawat, pertumbuhan rambut yang berlebih di seluruh tubuh (hirsutism), dll. Namun, beberapa wanita mungkin tidak merasakan adanya gejala-gejala PCOS selain mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan (infertilitas). Infertilitas pada penderita PCOS terjadi karena indung telurnya tidak mampu melepaskan sel telur setiap bulannya.

Disamping mengalami peningkatan kadar hormon pria, PCOS juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin perifer dan hiperinsulinemia (tingginya kadar insulin dalam tubuh) akibatnya penderita PCOS cenderung akan mengalami gangguan dalam pengaturan metabolisme lemak (lipid) dan  pengaturan kadar gula darah (kadar gula darah menjadi tinggi dalam tubuh seperti yang terjadi pada penderita gula darah), sehingga mereka menjadi obesitas.
PCOS mepengaruhi infertilitas (gangguan kesuburan ) dikarenakan menyebabkan wanita menghasilkan sikus anovulatoar (tidak mengandung sel telur) akibat dari ketidakseimbangan hormonal. 

Untuk mengatasi masalah gangguan kesuburan, diperlukan terapi hormonal lainnya (seperti obat kontrasepsi oral), metformin, obat penyubur (clomiphene) yang dapat diberikan oleh dokter. Selain itu dapat juga dilakukan terapi Laparoscopic ovarian drilling (LOD) yaitu operasi sederhana yang menggunakan laser/panas untuk menghancurkan jaringan ovarium yang memproduksi androgen, seperti testosteron. 
ika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dapat segera dianugerahi buah hati.

baca keseluruhan - Sulit Hamil Karena PCOS

Selasa, 18 Februari 2014

Wanita Hamil, Hindari Makanan-Makanan Berikut


Kehamilan merupakan suatu hal yang ditunggu oleh setiap wanita. Begitu mengetahui Anda sedang mengandung, ada banyak hal yang akan berubah selama 9 bulan ke depan. Selain perubahan fisik dan mental, Anda juga harus siap menghadapi perubahan terhadap pola makan khas wanita hamil.

Selama seorang wanita hamil, asupan nutrisi memiliki peranan yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Bukan hanya itu, santapan penuh gizi juga baik untuk mendukung kondisi wanita yang relatif melemah selama kehamilan. Dengan mengetahui hal ini, maka penting bagi setiap ibu hamil untuk menjaga pola makan selama mengandung.
Berbicara mengenai makanan selama kehamilan, ada beberapa makanan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Beberapa contoh makanan tersebut adalah buah, sayur, dan gandum. Dengan mengonsumsi makanan tersebut ibu akan mendapatkan nutrisi untuk si calon bayi. Selain makanan yang bergizi, ada juga beberapa santapan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Beberapa makanan tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

Daging mentah atau setengah matang

Menghindari daging mentah atau setengah matang selama kehamilan sangat penting sebab Anda dan calon bayi bisa keracunan makanan akibat bakteri yang tertinggal pada daging yang tidak dimasak dengan baik. Oleh karena itu hindari mengonsumsinya. Beberapa negara juga merekomendasikan agar para wanita hamil tidak mengonsumsi cold meats seperti salami, chorizo, atau daging parma karena dkhawatirkan makanan tersebut mengandung bakteri listeria yang mengganggu kesehatan ibu dan janin. Lebih lanjut, jika Anda memasak daging, pastikan daging tersebut matang dan tidak meninggalkan jejak berwarna merah muda ataupun darah.

Telur mentah

Telur mentah atau segala makanan yang menggunakan bahan ini harus dihindari karena berpotensi mengandung bakteri salmonella. Beberapa makanan olahan rumah seperti mayonnaise, es krim, atau pudding dapat mengandung telur mentah. Oleh karena itu, wanita hamil harus selektif memilih santapan.

Keju

Hindari jenis mould-ripened soft cheese (keju lembut) seperti brie atau camembert karena keju jenis ini dibuat dengan menggunakan cetakan yang memungkinkannya mengandung bakteri listeria. Hal ini berbahaya sebab wanita hamil bisa terkena infeksi, stillbirth (kematian janin dalam rahim), serta penyakit bawaan pada bayi yang baru lahir.

Seafood

Seafood dapat menjadi sumber protein yang sangat baik serta Omega 3 yang dapat membantu perkembangan otak janin. Akan tetapi, beberapa ikan dan kerang berpotensi mengandung merkuri yang tinggi. Pada kasus seperti ini, merkuri dapat merusak sistem saraf janin yang sedang berkembang. FDA (Food and Drug Administration) dan EPA (Environmental Protection Agency) menyarankan agar wanita hamil menghindari ikan todak, hiu, King mackerel, dan tilefish. Namun, jangan sampai hal ini menyurutkan niat Anda mengonsumsi seafood. Beberapa jenis ikan seperti udang, kepiting, tuna, salmon, dan ikan kod dapat dikonsumsi.

Apa yang telah disebutkan diatas merupakan sekelumit informasi mengenai beberapa makanan yang sebaiknya dihindari seorang wanita hamil. Jadi, apakah pola makan Anda sudah benar?
baca keseluruhan - Wanita Hamil, Hindari Makanan-Makanan Berikut

Minggu, 01 Desember 2013

Penyebab Ketidaksuburan Perempuan


ika Anda sulit mendapatkan momongan, Anda tidak sendiri. Sekitar satu dari tujuh pasangan memiliki masalah ini. Ketidaksuburan atau infertilitas sering dianggap sebagai masalah perempuan, padahal 1/3 dari kasus infertilitas disebabkan oleh masalah pada laki-laki, seperti jumlah sperma yang sedikit. Pada 20 – 30% kasus, penyebabnya tidak dapat diidentifikasi. Di bawah ini adalah penyebab infertilitas yang dapat ditemukan pada perempuan:penyebab ketidaksuburan subur tidak cepat hamil
  • Faktor ‘U’ (Usia)
    Memasuki usia 35 tahun, kesuburan perempuan akan menurun, 95% diantaranya bisa hamil hanya setelah melakukan hubungan intim tanpa proteksi yang teratur selama tiga tahun. Pada usia 37 tahun kesuburan akan menurun drastis sampai masuk ke masa menopause yaitu usia 40-45 tahun.
  • Gangguan Ovulasi
    Ovulasi adalah proses dikeluarkannya sel telur dari indung telur setiap bulannya. Gangguan ovulasi dapat disebabkan oleh beberapa keadaan seperti sindrom ovarium polikistik dan gangguan kelenjar tiroid (hipertiroidisme atau hipotirioidisme).
  • Endometriosis
    Sel selaput lendir rahim tumbuh di tempat yang salah, yaitu di indung telur. Kondisi ini dapat menimbulkan perlengketan atau kista di sekitar saluran telur atau organ reproduksi lainnya sehingga sel telur sulit dikeluarkan dan ditanamkan di rahim serta mengganggu pematangan folikel.
  • Kelainan lendir leher rahim (serviks)
    Saat ovulasi lendir pada leher rahim lebih encer sehingga sperma dapat lewat dengan mudah. Bila lendir terlalu pekat, laju sperma bisa terhambat. Sedangkan bila terlalu asam, sperma akan mati.
  • Kelainan mulut rahim 
    Normalnya mulut rahim mengarah ke depan (antefleksi), berhadapan dengan dinding belakang vagina, sehingga sperma bisa sampai ke dalam saluran mulut rahim yang menghubungkan vagina dan rongga rahim. Penyimpangan posisi, seperti retrofleksi (rahim menghadap ke belakang), bisa menghambat kehamilan.
  • Kelainan rahim
    Kelainan rongga rahim karena perlengketan, miom, atau polip, peradangan endometrium dan gangguan kontraksi rahim, bisa mengganggu transportasi sperma. Kalau pun hami, dapat terjadi persalinan prematur.
  • Faktor lain
    Beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi kesuburan adalah berat badan berlebih atau obesitas, infeksi menular seksual seperti chlamydia (dapat merusak tuba falopii), merokok, pajanan terhadap pestisida, serta stress.  Gaya hidup serba cepat, kompetitif, dan penuh stres ikut menyebabkan infertilitas, yaitu sebesar 15-20 persen.
baca keseluruhan - Penyebab Ketidaksuburan Perempuan

Minggu, 15 September 2013

Benarkah Jenis Kelamin Janin Bisa Terlihat dari Bentuk Perut Ibu?


Jenis kelamin janin biasanya dapat diprediksi melalui hasil USG yang dilakukan saat pemeriksaan medis oleh dokter. Namun beberapa kepercayaan di kalangan masyarakat ada yang mengatakan bahwa tanda-tanda yang terlihat dari tubuh ibu dapat menunjukkan apa jenis kelamin janin mereka.
Terlepas dari percaya atau tidak mengenai kebenaran hal tersebut, tak ada salahnya kita simak beberapa tanda yang ditunjukkan oleh tubuh ibu hamil bila janin mereka diprediksi adalah lelaki. Dilansir oleh Merdeka dari situs The Stir, ini dia ciri-cirinya:
  • Perut bundar
Jika janin yang dikandung adalah lelaki, perut ibu akan terlihat lebih bundar, dan tampak membuncit berat. Ibu pun akan mengalami kenaikan bobot yang signifikan.
  • Janin aktif
Bila ibu merasa bahwa janin dalam perutnya sangat aktif, yaitu sering menendang dan bergerak hingga terkadang ibu merasa kewalahan, kemungkinan besar itu bayi lelaki.
  • Wajah ibu tidak gemuk
Karena peningkatan bobot tubuh saat hamil, para ibu akan menjadi lebih gemuk. Namun berbeda bila dengan kehamilan bayi perempuan, wajah ibu tak akan terlihat menjadi lebih gemuk bila hamil bayi lelaki.
  • Kerap pusing
Mengandung janin lelaki bisa menyebabkan ibu sering merasa pusing dan kepayahan. Itu mitos yang berkembang di masyarakat. Apakah Anda juga mengalaminya?
  • Lebih cuek pada penampilan
Karena sifat hormon yang lebih banyak mengandung testosteron, maka saat mengandung janin lelaki ibu tak akan begitu perduli pada penampilannya. Ibu akan cuek dan tak gemar berdandan. Berbeda bila janin yang dikandung adalah wanita.
Nah, percaya atau tidak, anggap saja mitos dan kepercayaan di atas sebagai selingan saat sedang susah payah mengandung. Silahkan mencocokkan ya, Bu.
baca keseluruhan - Benarkah Jenis Kelamin Janin Bisa Terlihat dari Bentuk Perut Ibu?

Sabtu, 06 Juli 2013

Apa Itu Asam Folat?

Anda pernah mendengar istilah asam folat? Asam folat atau folic acid termasuk salah satu vitamin B. Merupakan vitamin larut air yang terlibat dalam berbagai proses dalam tubuh manusia. Asam folat sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan sel. Itulah sebabnya kita sering mendengar saran bahwa ibu hamil harus mengkonsumsi asam folat yang cukup, untuk mencegah bayi yang dilahirkan mengalami kecacatan pada sistem sarafnya.

Fungsi Asam Folat

Asam folat yang juga dikenal sebagai vitamin B9 ini penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari biosintesis nukleotida untuk mensintesis DNA, perbaikan DNA dan metilasi DNA serta bertindak sebagai kofaktor dalam reaksi biologis yang melibatkan folat. Tubuh memerlukannya untuk pembentukan sel baru.

Banyak ahli meyakini penggunaan asam folat juga efektif untuk mencegah kanker usus besar atau kanker serviks, mencegah penyakit jantung dan stroke, mengurangi kadar homosistein, membantu mengatasi masalah gangguan daya ingat seperti penyakit Alzheimer, gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia, mengurangi tanda-tanda penuaan, osteoporosis, gangguan tidur, depresi, nyeri saraf, nyeri otot bahkan penelitian juga menunjukkan vitamin ini bermanfaat untuk terapi bagi penderita AIDS.

Siapa yang Membutuhkan Asam Folat?

Setiap orang membutuhkan asam folat. Memang benar bahwa nutrisi ini terutama penting selama periode pembelahan sel yang cepat dan pertumbuhan. Sehingga bagi wanita yang akan hamil, asam folat sangat penting.
Jika seorang wanita memiliki cukup asam folat di dalam tubuhnya sebelum ia hamil, hal ini dapat mencegah terjadinya gangguan atau cacat otak dan tulang belakang pada bayi.
Gangguan ini dikenal dengan istilah “Neural Tube Defects” atau NTD. Seorang wanita membutuhkan asam folat setiap hari, dimulai sejak sebelum hamil untuk mencegah NTD. Jadi asam folat untuk produksi sel darah merah yang terlibat dalam transportasi oksigen di dalam tubuh. asam folat juga memainkan peran penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang (neural tube) dari anak yang belum lahir. Wanita hamil disarankan untuk mengkonsumsi asam folat tambahan.

Selain wanita, anak-anak dan orang dewasa lainnya pun membutuhkan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat dan mencegah anemia.

Apa Dampak Kekurangan Asam Folat?

Selain menyebabkan cacat pada janin dan gangguan kelahiran, rendahnya tingkat folat dalam tubuh juga dapat menyebabkan akumulasi homosistein di mana tingkat homosistein yang tinggi bisa meningkatkan resiko penyakit jantung, menyebabkan perbaikan DNA terganggu dan ini bisa menyebabkan kanker.

Berapa Kebutuhan Asam Folat Setiap Hari?

Asupan asam folat yang dianjurkan adalah sebesar 400 mikrogram per hari. Ini berlaku bagi anak-anak di atas usia 10 tahun serta orang dewasa baik pria maupun wanita. Sedangkan ibu hamil memerlukan tambahan asupan asam folat sebanyak 200 mikrogram per harinya. Jumlah asupan ini bisa mencegah NTD sampai 50 hingga 70 persen. Sementara itu, wanita yang memiliki riwayat NTD atau pernah mengalami NTD sebelumnya, memerlukan 4 miligram asam folat per harinya. Dan asupan ini sebaiknya dimulai sejak 4 bulan sebelum kehamilan.

Gangguan kelahiran karena kekurangan asam folat terjadi pada minggu pertama kehamilan, bahkan sebelum seorang wanita menyadari bahwa dirinya sedang mengandung. Semua wanita harus membiasakan diri mengkonsumsi asam folat setiap hari meskipun tidak sedang merencanakan kehamilan.

Apa Saja Sumber Asam Folat Itu?

Sumber asam folat terutama terdapat dalam sayuran hijau (karena istilah folat berasal dari bahasa latin yaitu folium, yang berarti daun hijau), buah-buahan, hati, daging tanpa lemak, serealia utuh, biji-bijian, kacang-kacangan, dan jeruk. Asam folat tergolong vitamin B yang larut dalam air dan cepat rusak bila terpapar suhu tinggi. Jadi, dianjurkan untuk tidak memasak terlalu lama atau menyeduhnya dengan air yang sangat panas. Ketika dipanaskan dalam suhu tinggi, asam folat akan hilang sampai 30-80 persen. Mengonsumsi asam folat sebaiknya disertai dengan asupan vitamin C, B6, atau B12 untuk mengoptimalkan penyerapannya dalam tubuh.

Selain mengkonsumsi asam folat dari makanan sehari-hari, Anda bisa pertimbangkan konsumsi suplemen yang mengandung asam folat. Suplementasi asam folat kebanyakan berada dalam bentuk multivitamin yang mengandung 100% kebutuhan asam folat.

Setelah mengetahui begitu pentingnya asam folat bagi tubuh kita, dan begitu besar pula dampak yang akan timbul akibat kekurangan vitamin ini, maka pastikan Anda senantiasa mencukupi asupan asam folat Anda setiap harinya. Selain melalui makanan sehari-hari, suplementasi terutama bagi wanita, sangatlah penting. Jadi pilihlah multivitamin dengan kandungan asam folat yang cukup demi menjaga kesehatan Anda. Salah satunya adalah multivitamin dan multimineral Daily Complete Formula dari Ultimate Nutrition, yang mengandung 400 mikrogram asam folat dalam tiap servingnya, yang berarti memenuhi 100% kebutuhan harian Anda.
baca keseluruhan - Apa Itu Asam Folat?

Kamis, 14 Maret 2013

10 Gejala Kehamilan yang Jarang Diketahui

Mual pada pagi hari sebagi gejala kehamilan, tentu sudah banyak yang tahu. Bagaimana dengan gejala lainnya? Berikut ini 10 gejala kehamilan yang jarang diketahui orang.

Masalah penglihatan
Pertambahan hormon menyebabkan mata kering, gatal — dan tidak nyaman bagi perempuan yang menggunakan lensa kontak. Ini disebabkan penumpukan cairan yang menyebabkan kornea bengkak. Supaya lebih nyaman, batasi waktu bekerja di depan komputer dan cuci mata lebih sering.

Payudara nyeri
Ini mungkin merupakan gejala pertama yang akan dialami — bahkan sebelum menstruasi berhenti. Dada Anda akan bersiap lebih awal untuk kelahiran anak, dan mungkin terasa lembut jika disentuh. Belahan dada Anda juga akan terlihat lebih lebar saat mengandung. 

Rambut lebih lebat
Banyak wanita hamil rambutnya akan berkilau dan lebih lebat. Tak hanya sebatas rambut kepala, namun juga rambut di seluruh tubuh. Namun jangan khawatir. Rambut-rambut yang tumbuh banyak di tubuh saat mengandung akan rontok dengan sendirinya setelah melahirkan.

Gusi berdarah
Gusi berdarah sering terjadi pada masa kehamilan. Sangat penting untuk menjaga kebersihan mulut pada saat mengandung. Periksalah secara berkala kesehatan mulut Anda.

Ceroboh
Seiring dengan kandungan yang semakin membesar, Anda akan semakin kehilangan keseimbangan. Pusat massa tubuh Anda berubah saat mengandung, sehingga menyebabkan Anda terlihat ceroboh dan kurang keseimbangan. Orang yang mengandung biasanya sering tersandung, oleh karena itu berjalanlah dengan perlahan dan hati-hati terutama saat menaiki tangga.

Lupa
Mungkin Anda sering mendengar istilah "otak hamil" namun hal tersebut menjadi tidak lucu ketika Anda yang mengalaminya sendiri. Mengulang pembicaraan dan lupa akhir kalimat sendiri, merupakan salah satu gejala yang mungkin dialami. 

Bercak hitam pada kulit
Ketika Anda mengandung dan menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, Anda mungkin akan mendapatkan bercak gelap di dahi atau di bagian tubuh lain. Gejala tersebut dikenal dengan chloasma atau melasma dan sering disebut sebagai "topeng kehamilan" dan disebabkan oleh hormon yang mengacaukan pigmentasi kulit. Hal tersebut memang tidak berbahaya, namun terlihat mencolok sehingga mungkin akan mengganggu penampilan.

Kaku di tangan
Gejala lain yang terjadi saat hamil adalah mengalami kaku tangan saat bangun tidur. Hal ini disebabkan karena nadi yang tertekan, sehingga Anda merasa seperti tertusuk jarum dan tidak dapat merasakan tangan sendiri. Walaupun itu tidak nyaman, namun sama seperti gejala lain, gejala tersebut akan hilang setelah melahirkan.

Perut terasa panas 
Perut terasa panas adalah derita umum bagi setiap wanita yang mengandung, terutama pada akhir-akhir bulan kehamilan. Hal tersebut sering dipicu karena makan atau minum sebelum tidur. Pastikan selalu membawa antacid (obat penetral asam perut) ke mana pun Anda pergi.

Sembelit
Meskipun hal ini memalukan untuk dibicarakan, sembelit bukanlah sesuatu yang lucu dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit yang teramat sangat saat mengandung. Jika prinsip dasar untuk makan makanan berserat dan minum air putih tidak juga berhasil, Anda bisa meminta resep obat pencahar.

Gejala-gejala di atas tidak selalu terjadi pada setiap wanita, dan jika Anda menderita salah satu gejala tersebut saat mengandung bukan berarti Anda tidak akan mengalaminya lagi. Gejala apa pun yang dialami, pastikan tubuh Anda kembali normal setelah Anda melahirkan.
baca keseluruhan - 10 Gejala Kehamilan yang Jarang Diketahui

Jumat, 15 Februari 2013

Autisme bisa Terjadi Sejak Bayi di Dalam Kandungan

Penyebab gangguan mental seperti skizofrenia dan autisme masih menjadi misteri yang belum terpecahkan di kalangan medis. Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan petunjuk bahwa ternyata gangguan mental tersebut berpotensi terjadi di awal masa kehamilan.

Tim peneliti dari University of Oxford, King College London dan Imperial College London mempelajari proses penggabungan saraf otak di bagian subplate pada seekor tikus. Subplate adalah daerah di mana sel-sel saraf untuk pertama kalinya berkembang.

Peneliti menemukan bahwa gen yang berkaitan dengan skizofrenia dan autisme menjadi aktif di masa-masa awal perkembangan otak janin.
Salah satu peneliti bernama Zoltan Molnar mengatakan, “Pembentukan otak itu seperti membangun rumah kartu. Koneksi awal memberikan fondasi bagi struktur otak dewasa dan munculnya gangguan berpotensi menjadi sumber hambatan perkembangan.”seperti dilansir Time Healthland.
Subplate pada tikus memang tidak sebesar ukuran manusia. Namun, jika pada otak tikus saja bisa berkembang, tentunya ukuran otak manusia yang lebih besar lebih berpotensi mengalaminya. Para peneliti masih membutuhkan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan proses ini benar-benar terjadi pada otak manusia.
baca keseluruhan - Autisme bisa Terjadi Sejak Bayi di Dalam Kandungan

Sabtu, 12 Januari 2013

Riset: ASI Mengandung 700 Bakteri

ASI merupakan makanan bernutrisi bagi bayi. Namun, para ilmuwan menemukan terkandung rata-rata lebih dari 700 spesies bakteri dalam ASI ibu.

Dalam penelitian terungkap, 700 spesies bakteri berada di kolostrum, terutama bakteri Weissella, LeuconostocStaphylococcus, Streptococcusdan Lactococcus.

Namun semakin bayi tumbuh besar, bakteri yang terkandung dalam ASI pun ikut berubah. Kebanyakan didominasi oleh Veillonella, Leptotrichiadan Prevotella.

Status kehamilan mempengaruhi keragaman bakteri dalam ASI. Seperti, ibu dengan kelebihan berat badan atau yang melakukan persalinan caesar karena kondisi tertentu, cenderung lebih sedikit memiliki keanekaragaman bakteri.

Lantas, masih amankah bayi meminum ASI?

Hasil penelitan yang dimuat dalam Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa bakteri-bakteri tersebut penting dalam membantu mencerna kandungan nutrisi yang terkandung dalam ASI agar lebih mudah dicerna oleh saluran pencernaan bayi. Bahkan, keanekaragaman bakteri ini membantu membentuk sistem kekebalan tubuh bayi.

"Bakteri dalam ASI itu penting yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, seperti menurunkan risiko alergi, asma dan penyakit autoimun," tulis peneliti, dilansir dari Medical Daily.
baca keseluruhan - Riset: ASI Mengandung 700 Bakteri

Senin, 06 Agustus 2012

Waspada, Bayi Lahir dengan Berat Rendah Rentan Penyakit

Anda melahirkan bayi dengan berat badan kurang dari 2.500 gram? Tampaknya Anda harus memberikan ekstra perhatian lebih kepada sang bayi.
Karena bayi yang lahir dengan berat badan seperti ini lebih rentan mengalami kematian dan kesakitan. Mereka juga lebih rawan memiliki gangguan perilaku.
"Bayi yang lahir dengan berat terlalu rendah ini paling tidak sudah membawa empat penyakit dalam hidupnya. Di usia 40 tahun mereka lebih rawan penyakit," kata dr Judi Januadi Endjun, SpOG, ahli fetomaternal dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Menurut hipotesa Barker, penyakit yang diderita seseorang di usia dewasa sudah terprogram sejak saat ia berada di dalam kandungan.
"Bayi yang lahir dengan berat badan rendah berisiko mengalami kematian dalam 28 hari pertama hidupnya serta di usia dewasa rentan menderita hipertensi, diabetes, atau serangan jantung," paparnya dalam acara Nutritalk bertema "Bentuk Awal Cinta Ibu untuk Si Buah Hati" yang diadakan oleh Sari Husada di Jakarta.
Ia menambahkan, berat badan bayi saat lahir sudah bisa diprediksi sejak usia kehamilan 10 minggu atau 2,5 bulan. "Normalnya setiap minggu bayi bertambah panjang 8 milimeter. Jika di usia 10 minggu panjangnya tidak bertambah, bisa dipastikan bayi akan lahir dengan berat badan kurang," imbuhnya.
baca keseluruhan - Waspada, Bayi Lahir dengan Berat Rendah Rentan Penyakit

Rabu, 01 Agustus 2012

Ibu Menyusui, Baiknya Berpuasa Atau Tidak?

Agama Islam memberikan pengecualian untuk wanita menyusui di bulan Ramadan. Mereka diperkenankan untuk tidak menjalankan ibadah puasa, namun tetap harus menggantinya melalui dua cara, yaitu mengganti dengan puasa di luar Ramadan atau membayar fidyah (barang penebus).

Dibolehkan tidak berpuasa bukan berarti dilarang berpuasa. Tentu saja banyak juga ibu menyusui yang memilih ikut menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Namun apa pengaruhnya dari segi kesehatan?

Ahli gizi Christine Natalie menyarankan sebaiknya tidak usah berpuasa jika ibu yang sedang menyusui itu memang merasa tidak sehat atau terganggu. Ini demi kebaikan ibu dan bayinya yang sedang disusui. “Tapi jika memang merasa sehat, silakan berpuasa,” tuturnya.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada dampak negatif bagi seorang ibu yang menyusui saat menjalankan puasa. Tentu saja sepanjang hal itu dijalankan dalam kondisi tidak lemas dan asupan tetap terjaga. “Sebab saat berpuasa komposisi zat gizi pada ASI tidak akan berubah,” ujarnya.

Jika memang ibu yang sedang menyusui tetap ingin berpuasa di saat Ramadan, Christine menyarankan agar tetap makan tiga kali sehari. Yakni saat berbuka, selepas tarawih, dan sahur. Selain itu, pola gizinya harus seimbang, dengan tetap memperbanyak cairan yang masuk ke dalam tubuh. “Jangan lupa juga, istirahat harus mencukupi,” lanjutnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa untuk menambah protein, sebaiknya saat makan ditambah dengan suplemen berupa jus buah, susu, atau madu.

Di tempat terpisah, Abas Jauhari, dosen di Universitas Islam Negeri menjelaskan, kondisi kesehatan atau alasan medis bisa dijadikan illat (motif penetapan hukum) diperbolehkannya ibu yang menyusui untuk tidak berpuasa. “Jadi agama memang memperkenankan,” katanya.

Karena itu, kata dia, penilaian kedokteran atau medis dalam hal puasanya ibu menyusui menjadi sangat penting. Jika memang mengganggu atau bisa mendatangkan dampak buruk terhadap kesehatannya maupun kesehatan bayinya, bisa jadi dasar tidak berpuasa.

Kendati demikian, sesuai ajaran agama, puasanya harus diganti di luar bulan Ramadan, seperti dilakukan oleh orang yang tidak mampu menjalankan puasa akibat larangan lain.
Bisa juga, lanjut Abas yang juga bekerja di Departemen Agama itu, diganti dengan membayar fidyah. “Yakni memberi makan fakir miskin sebagai pengganti tidak berpuasa,” katanya.
Ketentuan minimumnya adalah dengan menghitung jumlah puasa yang ditinggalkan. Jika satu hari, maka penebusnya diberikan kepada satu fakir miskin. Begitu seterusnya.

Sedangkan seberapa besar yang harus diberikan, katanya, soal fikih seperti ini banyak perbedaan pendapat. “Bisa juga ukurannya sesuai dengan kebiasaan atau selayaknya yang kita makan. Jangan dikurangi,” ungkapnya.

Abas menjelaskan, cara membayar fidyah ini bisa dilakukan setiap hari selama bulan Ramadan selepas waktu berbuka, bisa juga dikumpulkan di satu hari usai Ramadan. Agama juga memperkenankan memberikan makanan yang belum dimasak, misalnya berupa beras serta lauk-pauknya.

Namun Abas juga mengingatkan bahwa membayar fidyah  tidak bisa digantikan dengan uang dalam jumlah tertentu. Jadi bentuknya adalah kebutuhan pokok. “Seandainya mau mengganti dengan puasa sebanyak yang ditinggalkan, itu lebih baik,” katanya.
baca keseluruhan - Ibu Menyusui, Baiknya Berpuasa Atau Tidak?

Selasa, 12 Juni 2012

Persalinan Caesar Naikkan Peluang Obesitas Anak

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa persalinan caesar memicu naiknya risiko asma dan alergi pada anak. Kini, persalinan caesar dikaitkan dengan masalah berat badan anak.

Sebuah penelitian terbaru oleh tim dari Boston Children's Hospital menunjukkan bayi yang lahir melalui operasi caesar memiliki risiko dua kali lebih mungkin mengalami obesitas pada usia 3 tahun dibandingkan bayi dengan persalinan normal.

Penelitian ini telah dilakukan dengan mengamati 1.255 pasang ibu dan anak dari tahun 1999 hingga 2002. Seperempat bayi di penelitian dilahirkan melalui operasi caesar, sisanya melalui persalinan normal.

Setelah melakukan penimbangan dan pengukuran bayi saat bayi lahir, di usia 6 bulan dan di usia 3 tahun, peneliti menemukan 16 persen anak-anak yang dilahirkan melalui caesar mengalami obesitas di usia 3 tahun dibandingkan dengan 7,5 persen anak yang dilahirkan melalui persalinan normal.

Menurut peneliti, kelahiran melalui operasi caesar memengaruhi bakteri dalam usus yang pada akhirnya memengaruhi cara makanan di cerna.

"Kami berspekulasi bahwa berbagai jenis persalinan dapat memengaruhi bakteri dalam usus saat lahir dan ada kemungkinan bahwa bakteri usus dapat memengaruhi obesitas dengan memengaruhi kalori dan nutrisi yang diserap dari makanan," papar Dr Susanna Huh, direktur pertumbuhan dan program gizi di Rumah Sakit Anak di Boston, dilansir melalui Imperfectparent.
baca keseluruhan - Persalinan Caesar Naikkan Peluang Obesitas Anak

Sabtu, 25 Februari 2012

Hamil Usia Tua Resiko Anak Autis

Hamil saat usia kedua orangtua tak muda lagi tak hanya membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan. Penelitian terbaru menemukan usia kedua orangtua juga mempengaruhi kesehatan sang buah hati.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam journal Annals of Epidemiology menemukan anak lebih cenderung memiliki risiko autisme jika ayah dan ibu yang berusia 35 tahun keatas pada saat pembuahan.
Menurut peneliti dari Denmark yang bekerja bersama peneliti dari Cambridge University menunjukkan risiko tersebut mencapai 27 persen lebih tinggi dibandingkan pasangan yang lebih muda. Jika kedua orangtua berusia 30 tahunan, risiko tidak meningkat meskipun salah satu orangtua lebih tua.
Namun, jika salah satu orangtua berusia 35-40 tahun, risiko autisme lebih besar terjadi pada ibu usia tua (65 persen) dibandingkan ayah (44 persen).
Peneliti menganalisis 1,3 juta anak yang lahir di Denmark antara tahun 1980-2003. Dari jumlah tersebut, sekitar 9.556 anak didiagnosis menderita gangguan pada spektrum autis oleh psikiater setelah dirujuk untuk melakukan pengobatan. Termasuk sindrom Asperger dan gangguan lainnya.
Profesor Erik Thorlund dari University of Aarthus di Denmar mengungkapkan mutasi dalam sperma dapat meningkatkan risiko autisme dan mutasi baru dalam sel telur meningkatkan risiko autisme.
"Bila mutasi terjadi di keduanya, maka pasangan berisiko tinggi memiliki anak autisme dibandingkan pasangan yang hanya memiliki satu mutasi tertentu," ungkap Prof. Thorlund, yang dikutip melalui Dailymail, Senin (6/2).
Meskipun penelitian ini menunjukkan usia orangtua memainkan peran, namun diperlukan penjelasan lebih lanjut. "Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia orangtua dengan autisme pada anak, namun diperlukan penelitian lebih lanjut. Kita hanya tahu sedikit rantai biologis yang menimbulkan autisme," tambah Hattersley Caroline dari The National Autistic Society.
baca keseluruhan - Hamil Usia Tua Resiko Anak Autis

Selasa, 07 Februari 2012

Tengah Merencanakan Kehamilan? Ini Lho, Usia yang Aman untuk Memulainya

membentuk keluarga sakinah dan melahirkan anak-anak yang sehat, adalah dambaan setiap pasutri. Tapi, berapah usia yang pas untuk merencanakan kehamilan?

 Boy Abidin SpOG, spesialis kebidanan & penyakit kandungan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta menyebutkan usia 20 sampai 35 tahun sebagai usia yang aman untuk melahirkan.

"Saat umur 35 tahun, kesuburan wanita sudah mulai menurun. Bisa mengakibatkan resiko cacat pada anak," katanya dalam talk show dengan tema Healthy & Happy Family" di Chatter Box, Cilandak Town Square.

Dalam acara yang terselenggara atas kerjasama majalah Parents dan alat kontrasepsi KB Andalan ini, ia mengingatkan bahwa wanita memiliki batasan usia untuk hamil agar ibu dan anak sehat.
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ini menyarankan agar kehamilan dapat diatur sedari awal pernikahan.

"Untuk mengatur kelahiran, bisa menggunakan alat kontrasepsi, tapi disesuaikan dengan kebutuhan. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan," katanya.

Pemakaian alat kontrasepsi ini hendaknya dipahami dengan baik tentang cara penggunaan dan risikonya. Agar lebih aman, dikonsultasikan dengan dokter.
baca keseluruhan - Tengah Merencanakan Kehamilan? Ini Lho, Usia yang Aman untuk Memulainya

Hamil? Ini Dia 15 Gejala Anda Mengandung (3)

Anda merasa mengalami gejala kehamilan. Namun, belum sempat mengunjungi dokter kandungan. Coba simak gejala berikut, bila seluruhnya dirasakan oleh Anda saat ini, kemungkinan besar Anda memang sedang mengandung.

Berikut gejalanya:

Terlambat menstruasi

Inilah gejala kehamilan yang paling gampang dideteksi: terlambat menstruasi. Bila jadwal menstruasi Anda biasa teratur dan tiba-tiba terlambat, waspada saja. Ada kemungkinan Anda mengandung.

Peningkatan suhu tubuh

Bila Anda berniat hamil, Anda bisa mengukur suhu tubuh basal untuk menentukan kemungkinan ovulasi. Biasanya, suhu tubuh basal meningkat karena berovulasi sampai Anda mendapatkan menstruasi dua pekan kemudian. Jika suhu tubuh terus meningkat lebih dari dua minggu, itu karena Anda sedang hamil.

Hidung jadi sensitif

Bau sampah membuat Anda sangat mual. Bila hidung jadi sangat sensitif, lagi-lagi, ada kemungkinan Anda hamil.

Perubahan emosi

Emosi Anda gampang berubah-ubah? Jika Anda gampang marah, boleh jadi tubuh Anda sedang menyesuaikan diri dengan adanya hormon-hormon baru. Pastikan suami Anda memahami ini, fase moody seperti ini akan berlalu juga.

Bercak

Bila bercak yang muncul lebih ringan dari menstruasi, tenang saja. Anda mungkin hanya mengalami pendarahan ketika sel telur menempel di dinding rahim. Proses ini memang memicu pendarahan ringan.
baca keseluruhan - Hamil? Ini Dia 15 Gejala Anda Mengandung (3)

Hamil? Ini Dia 15 Gejala Anda Mengandung (2)

Anda merasa mengalami gejala kehamilan. Namun, belum sempat mengunjungi dokter kandungan. Coba simak gejala berikut, bila seluruhnya dirasakan oleh Anda saat ini, kemungkinan besar Anda memang sedang mengandung.

Berikut gejalanya:

Sakit kepala

Tanda-tanda awal kehamilan termasuk juga sakit kepala adalah akibat dari perubahan hormon. Bila khawatir Anda benar-benar hamil, hati-hati saat mengonsumsi obat pereda sakit. Carilah obat yang mengandung parasetamol dan berlingkar hijau.

Sakit punggung

Bila tidak pernah mengalami sakit punggung, ada kemungkinan Anda hamil dan mengalami masalah di bagian ligamen. Harap maklum juga bila ini akan Anda alami selama masa kehamilan. Seiring dengan kehamilan yang makin membesar, titik gravitasi tubuh Anda pun akan berubah.

Kram

Ini gejala menstruasi atau kehamilan? Sulit dibedakan memang. Namun, bila benar kram di bagian bawah perut, mungkin saja kandungan Anda sedang mempersiapkan diri menerima kedatangan bayi.

Nafsu makan meningkat atau menurun

Tiba-tiba Anda selalu ingin makan rujak atau ikan membuat Anda mual. Bila Anda mulai bermasalah dengan makanan, mungkin saja tubuh Anda sedang memberitahu bahwa Anda hamil.

Konstipasi atau perut membesar

Celana panjang Anda mulai tidak muat. Jika mulai merasakan tubuh sedikit membesar atau mengalami kesulitan buang air besar, mungkin saja ini ada urusannya dengan tambahan hormon progesteron. Hormon ini memang menurunkan sistem pencernaan.
baca keseluruhan - Hamil? Ini Dia 15 Gejala Anda Mengandung (2)

Hamil? Ini Dia 15 Gejala Anda Mengandung (1)

Anda merasa mengalami gejala kehamilan. Namun, belum sempat mengunjungi dokter kandungan. Coba simak gejala berikut, bila seluruhnya dirasakan oleh Anda saat ini, kemungkinan besar Anda memang sedang mengandung.

Berikut gejalanya:

Gampang terengah-engah

Jika Anda mudah terengah-engah saat naik tangga, padahal biasanya tidak, ada kemungkinan Anda sedang hamil. Janin memang membutuhkan oksigen. Alhasil, Anda pun kerap kehabisan napas. Harap maklum, ini akan terjadi sepanjang masa kehamilan. Terlebih ketika bayi dalam kandungan mulai menekan paru-paru dan diafragma.

Payudara membesar

Tanda-tanda payudara yang membesar, daerah areola yang menghitam, dan terlihat lebih banyak pembuluh darah di dada menjadi tanda awal kehamilan. Kenakan bra yang tepat untuk mengurangi ketaknyamanan.

Mudah lelah

Jika Anda merasa gampang sekali lelah, bisa jadi ini pertanda adanya peningkatan hormon dalam tubuh. Untuk sebagian besar perempuan, kelelahan bisa berlangsung selama trimester pertama. Namun, ada juga yang mengalami hingga trimester kedua.

Mual

Sebagian besar perempuan hamil mengalami mual di pagi hari. Bahkan, mereka mengalami ini hingga enam pekan. Ada pula yang mengalami tidak hanya pagi, tetapi juga sore dan malam hari. Untuk mengurangi rasa mual, biasakan mengonsumsi makanan ringan seperti biskuit dalam porsi kecil tapi sering.

Kerap buang air kecil

Jika tiba-tiba selalu merasa ingin buang air kecil di malam hari, siap-siap, inilah tanda lain kehamilan. Selama hamil, tubuh akan memproduksi banyak cairan  yang nantinya akan memenuhi kandung kemih.
baca keseluruhan - Hamil? Ini Dia 15 Gejala Anda Mengandung (1)

Sabtu, 28 Januari 2012

Wanita Kurus Sulit Hamil


Wanita kurus ternyata lebih sulit untuk hamil. Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Advanced Fertility Center di Chicago, As menemukan bahwa wanita yang terlalu kurus, dengan indeks massa tubuh 14 sampai 18 ternyata akan lebih sulit untuk punya anak.
"Ini terlihat dari hasil 2.500 tes IVF yang dilakukan di klinik kami selama periode delapan tahun"  jelas salah satu peneliti Richard Sherbahn.
Para wanita  yang mengikuti tes tersebut kemudian dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan berat badan. Pertama sangat kurus, normal dan gemuk.
Hasilnya terlihat pada wanita dengan kelompok berat badan normal 50 persennya diketahui dapat memiliki bayi.
Sedangkan wanita kelompok gemuk memiliki 45 persen kemungkinan untuk memiliki bayi. Kelompok terakhirlah yang menjadi masalah, yakni wanita dengan ukuran tubuh kurus, yang hanya mendapat angka 34 persen.
"Ini seperti menjelaskan bahwa menjadi sangat kurus tak begitu baik bila Anda ingin mempunyai keturunan. Sayangnya banyak wanita masih terkukung dengan konsep semakin tipis semakin baik" tambah Sherbahn.
Menurutnya wanita kurus menjadi sulit hamil, karena biasanya terjadi penurunan hormon esterogen, belum lagi masalah kurang gizi sehingga embrio kesulitan untuk tumbuh dalam rahim.
baca keseluruhan - Wanita Kurus Sulit Hamil

Kamis, 29 Desember 2011

Kehamilan di Luar Kandungan Disebabkan Infeksi


Kehamilan ektopik atau yang dikenal orang awam sebagai kehamilan di luar kandungan adalah implantasi (penanaman) ovum yang telah dibuahi di tempat yang tidak semestinya (di luar rahim).
Istilah ektopik berasal dari bahasa Inggris, ectopic, dengan akar kata dari bahasa Yunani, topos yang berarti tempat.
"Penyebab dari kehamilan ini berbagai macam, namun yang sering terjadi penyebabnya adalah infeksi di saluran tuba atau pernah melakukan operasi di luar kandungan sebelumnya," kata dr Tjahaya PU SpOG MKes, Spesial Kebidanan dan Penyakit Kandungan, RSIA Mutiara Putri

Kehamilan di luar kandungan ini, janin tidak dapat berkembang seperti layaknya janin yang berada di dalam rahim, sehingga kehamilan ini tidak dapat dipertahankan. Komplikasi yang dapat terjadi, akar plasenta menempel lapisan saluran telur tersebut, lalu menimbulkan perdarahan-perdarahan kecil kemudian terlepas spontan. Selanjutnya sisa-sisa jaringan keluar secara spontan yang sering disebut "abortus tuba" (tubal abortion). Akar plasenta menembus lapisan saluran telur tersebut, dan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dengan akibat yang ditimbulkan adalah pendarahan hebat yang dapat menimbulkan kematian.
Tidak ada gejala atau tanda yang khas pada kehamilan ektopik ini. Pada awalnya  wanita akan merasakan hal yang sama dengan kehamilan normal lainnya. Gejala timbul bila telah terjadi perdarahan yang berarti di dalam dinding perut.
Gejala tersebut adalah rasa nyeri pada daerah panggul atau perut, perdarahan dari kemaluan, pingsan atau pandangan berkunang-kunang akibat kekurangan darah. Itu sebabnya, penting untuk melakukan deteksi dini kehamilan ektopik pada kehamilan awal.
Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat hamil lagi, hanya saja memiliki risiko kehamilan ektopik berulang sebesar tiga kali lipat lebih tinggi daripada wanita tanpa riwayat. Dan apabila saluran tuba masih baik, kemungkinan untuk masih ada.
baca keseluruhan - Kehamilan di Luar Kandungan Disebabkan Infeksi

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense