“Beralih ke https lebih rumit daripada yang diduga. Ini bukan hanya masalah mengarahkan dari http ke https, namun ada perubahan dan perbaikan yang dilakukan,” tulisnya.
Tampilkan postingan dengan label about facebook fitur security. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about facebook fitur security. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 Agustus 2013
Facebook Kini Gunakan Koneksi Aman HTTPS Sebagai Default
Facebook kini gunakan koneksi aman HTTPS sebagai default login pengguna. Sebelumnya, ‘jalur aman’ ini dirilis pada bulan November tahun lalu namun tidak berposisi sebagai default, melainkan optional.
HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) adalah versi aman dari HTTP atau Protokol Transfer Hiperteks. Ditemukan pertama kali oleh Netscape Communications Corporation, protokol ini digunakan untuk autentikasi dan komunikasi tersandi dan komersi elektris.
Terkait dengan HTTPS Facebook, jejaring sosial ini mulai tawarkan koneksi aman ke pengguna sejak dua tahun yang lalu. Pengguna bisa men-swicth ke HTTPS atau tetap ke HTTP seperti biasa. Tentu saja Facebook waktu itu menyarankan untuk memilih di versi aman.
Kini, dengan dijadikannya sebagai default maka seluruh pengguna FB bakal masuk dan login via laman Facebook ber-HTTPS. Secara sederhana, dengan koneksi ‘aman’ tersebut akan membuat akun pengguna lebih terlindungi dari ‘celah’ apa pun.
Scott Renfro, Software Engineer Facebook menulis di laman Facebook Engineering jika peralihan ini bukanlah sesuatu yang mudah. Ia menyebutnya dengan sesuatu yang rumit.
Dengan default laman HTTPS maka mengurangi angka phising yang kerap terjadi yang berkamuflase laiknya Facebook. Kini, pengguna tinggal memerhatikan alamat URL-nya saja. Jika tidak diawali dengan HTTPS, bisa dipastikan jika laman FB yang sedang dibuka adalah palsu.
Minggu, 05 Agustus 2012
McAfee Buat 'Gembok' untuk Lindungi Foto Facebooker
McAfee mengumumkan perangkat terbaru untuk pengguna Facebook yang akan melindungi privasi foto penggunanya dengan lebih baik.
Dinamakan Social Protection, produk ini memungkinkan penggunanya untuk mengontrol siapa saja yang bisa melihat foto yang diunggah dan mencegah orang untuk mengunduhnya.
'Gembok' yang berupa plug-in browser itu merupakan hasil kolaborasi Intel dan McAfee. Perangkat ini juga bisa membuat tampilan foto menjadi buram, setidaknya sampai sang recepient juga menginstall plug-in tersebut.
Terkadang, untuk mengambil gambar seseorang di Facebook pengguna bisa diakali dengan mengambil screenshot dari foto tersebut, namun ternyata hal ini juga tidak dimungkinkan.
Dikutip dari Mashable, plug-ini pertama kali akan tersedia untuk Internet Explorer, Firefox, dan Chrome di piranti PC pada akhir bulan Agustus. Dukungan untuk Mac akan menyusul, begitu pula untuk iOS dan Android pada akhir tahun ini.
Dinamakan Social Protection, produk ini memungkinkan penggunanya untuk mengontrol siapa saja yang bisa melihat foto yang diunggah dan mencegah orang untuk mengunduhnya.
'Gembok' yang berupa plug-in browser itu merupakan hasil kolaborasi Intel dan McAfee. Perangkat ini juga bisa membuat tampilan foto menjadi buram, setidaknya sampai sang recepient juga menginstall plug-in tersebut.
Terkadang, untuk mengambil gambar seseorang di Facebook pengguna bisa diakali dengan mengambil screenshot dari foto tersebut, namun ternyata hal ini juga tidak dimungkinkan.
Dikutip dari Mashable, plug-ini pertama kali akan tersedia untuk Internet Explorer, Firefox, dan Chrome di piranti PC pada akhir bulan Agustus. Dukungan untuk Mac akan menyusul, begitu pula untuk iOS dan Android pada akhir tahun ini.
Senin, 02 April 2012
Getok Spammer, Facebook Tambah Fitur Keamanan
Pengguna Facebook segera punya cara baru untuk menggetok spammer bandel yang berusaha memasuki akun mereka.
Ya, Facebook tengah menyiapkan sebuah fitur keamanan baru bernama Remote Logout yang merupakan pengembangan dari fitur notifikasi login yang pernah diperkenalkan Facebook Mei silam. Intinya, fitur ini memberitahu pengguna jika ada orang lain yang mengakses akun mereka.
Dengan kehadiran Remote Login, pengguna juga bisa melihat komputer atau perangkat mana yang login ke akun mereka, kemudian segera 'mendepaknya' dengan log out jarak jauh. Demikian keterangan yang dikutip dari PC World.
Sangat jelas, fitur ini dihadirkan Facebook guna menangkal masalah keamanan, khususnya masalah spam yang akhir-akhir ini kerap mendera situs jejaring sosial tersebut.
Spammer umumnya membuat situs phising yang tampilannya mirip Facebook untuk mengelabui pengguna agar memasukkan username dan password. Selanjutnya, tentu saja spammer akan menggunakannya untuk mengirim spam ke sebanyak mungkin teman Facebook di akun yang mereka masuki.
Fitur ini dapat dilihat pada Account Settings dan mencarinya di Account Security Section. Namun seperti disampaikan Facebook, untuk saat ini fitur tersebut belum bisa digunakan semua pengguna Facebook. "Kami akan memperkenalkannya secara bertahap," kata Facebook.
Pada Account Security Section itu pengguna bisa melihat informasi lengkap komputer atau perangkat mana yang sedang login ke akun Facebook mereka, serta nama browser dan sistem operasi yang digunakan, berdasarkan informasi dari Internet Protocol (IP). Lalu hanya dengan sekali klik, pengguna bisa mengakhiri aktivitas login yang dilakukan orang itu.
Nah, bagi pengguna yang akunnya disusupi bisa menggunakan informasi ini untuk mengonfirmasikan bahwa akun mereka dimasuki orang lain dan segera mereset password.
Ya, Facebook tengah menyiapkan sebuah fitur keamanan baru bernama Remote Logout yang merupakan pengembangan dari fitur notifikasi login yang pernah diperkenalkan Facebook Mei silam. Intinya, fitur ini memberitahu pengguna jika ada orang lain yang mengakses akun mereka.
Dengan kehadiran Remote Login, pengguna juga bisa melihat komputer atau perangkat mana yang login ke akun mereka, kemudian segera 'mendepaknya' dengan log out jarak jauh. Demikian keterangan yang dikutip dari PC World.
Sangat jelas, fitur ini dihadirkan Facebook guna menangkal masalah keamanan, khususnya masalah spam yang akhir-akhir ini kerap mendera situs jejaring sosial tersebut.
Spammer umumnya membuat situs phising yang tampilannya mirip Facebook untuk mengelabui pengguna agar memasukkan username dan password. Selanjutnya, tentu saja spammer akan menggunakannya untuk mengirim spam ke sebanyak mungkin teman Facebook di akun yang mereka masuki.
Fitur ini dapat dilihat pada Account Settings dan mencarinya di Account Security Section. Namun seperti disampaikan Facebook, untuk saat ini fitur tersebut belum bisa digunakan semua pengguna Facebook. "Kami akan memperkenalkannya secara bertahap," kata Facebook.
Pada Account Security Section itu pengguna bisa melihat informasi lengkap komputer atau perangkat mana yang sedang login ke akun Facebook mereka, serta nama browser dan sistem operasi yang digunakan, berdasarkan informasi dari Internet Protocol (IP). Lalu hanya dengan sekali klik, pengguna bisa mengakhiri aktivitas login yang dilakukan orang itu.
Nah, bagi pengguna yang akunnya disusupi bisa menggunakan informasi ini untuk mengonfirmasikan bahwa akun mereka dimasuki orang lain dan segera mereset password.
Langganan:
Postingan (Atom)



