# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label application zoom security. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label application zoom security. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2021

Viral Zoom Bisa "Lihat" Meski Webcam Mati, Apa Iya?

Sebuah video yang viral di TikTok tampaknya secara keliru menginformasikan bahwa host di Zoom bisa tetap melihat dan mendengar meski kamera dan mikrofon kita dimatikan.

 

Sejumlah video yang diupload oleh pengguna dengan akun shokshooter, dikenal juga sebagai Mic Mute Man, menunjukkan dia sedang menghadiri kelas virtual via Zoom. 

 

Dia mengangkat kertas berisi tulisan, memainkan musik, dan mengajukan pertanyaan sementara kamera dan video seolah-olah dimatikan.

 

Di videonya, si pengguna menandai dengan garis merah pada mikrofon atau simbol kamera di layar. Lalu seseorang yang menjadi guru di video tersebut kemudian merespons shokshooter.

 

Tidak jelas siapa individu atau orang yang menjadi guru, institusi akademi apa yang dihadiri, atau siapa teman sekelas si pengguna karena hanya inisial mereka yang ditampilkan dalam video, dan kamera mereka dinonaktifkan.

 

Meskipun video ini tampak asli, beberapa orang berupaya membuktikan bahwa video tersebut kemungkinan palsu. 

 

Disinformasi ini sukses mengumpulkan jutaan orang yang menonton dan menjadi viral.

 

Dikutip dari Independent, ada beberapa hal yang membuktikan bahwa video tersebut hoax. 

 

Yang pertama, pengguna memakai laptop MacBook yang seharusnya memiliki indikator kamera yang dipasangkan ke webcam akan berubah menjadi hijau ketika aktif.

 

"Tim hardware membuat LED terhubung erat ke sinyal hardware dari sensor. Jika sinkronisasi vertikal (yang saya yakin) aktif, LED akan menyala. 

 

Tidak ada kontrol firmware untuk menonaktifkan atau mengaktifkan LED. 

 

Jadi saya tidak percaya bahwa malware dapat dipasang untuk mengaktifkan kamera tanpa menyalakan LED, " komentar mantan engineer Apple menanggapi kekhawatiran terkait privasi atas beredarnya video ini.

 

Tidak mungkin pula bahwa host (yang pada video ini adalah guru), dapat mengaktifkan webcam tanpa sepengetahuan peserta video call Zoom lainnya. 

 

Pada halaman Pusat Bantuan Zoom, ada informasi yang menjelaskan hal ini.

 

"Karena alasan privasi dan keamanan, host tidak dapat mengaktifkan peserta lain tanpa persetujuan mereka. 

 

Penyelenggara dapat menggunakan opsi 'Ask All to Unmute' yang akan meminta setiap pengguna untuk mengaktifkan mikrofonnya sendiri, atau melakukannya dengan 'Request' izin untuk mengaktifkan mikrofon dan kamera peserta yang diinginkan," tulis Zoom.

 

Sejauh ini, shokshooter tidak merespons apapun terkait laporan ini. Demikian juga TikTok dan Zoom belum memberikan tanggapannya. 

 

Kemungkinan video tersebut hanya diedit untuk menunjukkan bahwa fungsi privasi Zoom tidak berfungsi, atau konten yang diputar adalah video saat kamera dinonaktifkan. 

Namun tetap saja, video ini membuat pengguna lain merasa khawatir.

 

1.6M11.8K

 

 

baca keseluruhan - Viral Zoom Bisa "Lihat" Meski Webcam Mati, Apa Iya?

Sabtu, 21 November 2020

FTC: Zoom Berbohong Pada Pengguna Soal Keamanan Enkripsi

Zoom telah setuju untuk meningkatkan sistem keamanannya. 

Namun Komisi Perdagangan Federal (FTC) menuduh Zoom telah berbohong kepada pengguna selama bertahun-tahun dengan mengklaim bahwa Zoom menawarkan enkripsi end-to-end.

"Sejak setidaknya tahun 2016, Zoom menyesatkan pengguna dengan menggambar-gemborkan bahwa ia menawarkan 'enkripsi 256-bit-end-to-end' untuk mengamankan komunikasi pengguna. 

Padahal sebenarnya mereka memberikan tingkat keamanan yang lebih rendah," kata FTC seperti dilansir dari ArsTechnica.

"Meskipun menjanjikan enkripsi end-to-end, FTC mengatakan bahwa Zoom mempertahankan kunci kriptografi yang memungkinkan Zoom mengakses ke sejumlah ruang virtual penggunanya, karena tingkat enkripsi keamanan yang lebih rendah dari yang dijanjikan,"tambahnya.

Keluhan FTC mengatakan bahwa Zoom mengklaim menawarkan enkripsi end-to-end dalam panduan kepatuhan HIPAA Juni 2016 dan Juli 2017, yang ditujukan untuk pengguna industri perawatan kesehatan dari layanan konferensi video.

Zoom juga mengklaim menawarkan enkripsi end-to-end dalam buku putih Januari 2019, dalam postingan blog April 2017, dan sebagai tanggapan langsung atas pertanyaan dari pelanggan dan calon pelanggan.

Namun faktanya Zoom tidak menyediakan enkripsi end-to-end untuk rapat zoom apapun yang dilakukan di luar produk 'penghubung' Zoom (yang dihosting di server pelanggan sendiri). 

Karena server Zoom termasuk beberapa yang berlokasi di China mempertahankan kunci kriptografi yang akan memungkinkan Zoom mengakses konten Pertemuan Zoom pelanggannya.

FTC jua mengatakan bahwa Zoom telah menyesatkan beberapa pengguna yang ingin menyimpan hasil rekaman rapat di penyimpanan cloud perusahaan dengan secara keliru mengklaim bahwa rapat tersebut dienkripsi segera setelah rapat berakhir.

Sebaliknya, beberapa rekaman diduga disimpan tanpa enkripsi hingga 60 hari setelahnya, sebelum ditransfer ke penyimpanan cloudnya yang aman.

Untuk menyelesaikan tuduhan, Zoom telah menyetujui persyaratan untuk menetapkan dan menerapkan program keamanan yang komprehensif, larangan privasi dan kesalahan representasi keamanan, dan bantuan rinci dan spesifik lainnya untuk melindungi basis penggunanya , yang telah meroket dari 10 juta pada Desember 2019 menjadi 300 juta pada April 2020 selama pandemi COVID-19.

baca keseluruhan - FTC: Zoom Berbohong Pada Pengguna Soal Keamanan Enkripsi

Selasa, 21 Juli 2020

Aplikasi Zoom Punya Bug, URL Khusus Untuk Perusahan Bisa Dicomot

Para peneliti dari perusahaan keamanan online Check Point telah merinci penemuan terbaru mereka bahwa aplikasi Zoom memiliki bug.


Terdapat eksploitasi pada subdomain yang memungkinkan orang menggunakan URL milik perusahaan untuk membuat video pertemuan.


Artinya bagi perusahaan dan organisasi yang telah membayar Zoom untuk menggunakan layanan konferensi video dapat mengatur subdomain untuk tautan URL pertemuan.


Misalnya sebuah perusahaan dapat mengatur pertemuan dengan tautan url https://YourCompany.zoom.us/meetingID.


Dengan adanya bug ini memungkinkan siapa saja dapat membuat rapat Zoom sendiri dengan menggunakan subdomain apapun yang sudah terdaftar dengan Zoom.


Dilansir dari Mashable sebut saja perusahaan McDonald sudah terdaftar dan memiliki subdomain khusus seperti mcdonalds.zoom.us untuk rapatnya.


Nah dengan subdomain tersebut siapapun dapat memulai rapat mereka sendiri dengan menambahkan 'mcdonalds' ke tautan rapat Zoom pribadi mereka dan tautan tersebut akan berfungsi.


URL tersebut akan mengarahkan pengguna yang mengkliknya ke pertemuan Zoom pribadi yang dibuat oknum jahat.


Bagi pengguna yang mengklik dan menghadiri pertemuan tersebut bisa diperdaya untuk meyakini bahwa mereka melakukan panggilan konferensi dengan perusahaan yang disebutkan dalam subdomain.


Oknum jahat tersebut bisa menggunakan kemampuan ini untuk berpura-pura sebagai perwakilan perusahaan, karyawan atau konsumen untuk membocorkan informasi yang sensitif.


Selain itu ada juga cara kedua di mana eksploitasi ini juga bisa disalahgunakan.


Beberapa perusahaan yang memiliki khusus URL Zoom dapat mengatur antarmuka konferensi web brand untuk log-in dalam rapat.


Artinya bahwa oknum jahan ini bisa memulai pertemuan mereka sendiri dan kemudian mengarahkan pengguna ke dashboard mcdonalds.zoom.us untuk memasukkan ID rapat tersebut dan pengguna akan memasuki rapat Zoom si oknum jahat ini.


Dengan begitu pengguna akan mudah berpikir bahwa jika mereka masuk ke dalam pertemuan Zoom melalui antarmuka web lengkap dengan branding McDonald's, di URL mcdonalds.zoom.us, dan mereka akan berpikir bahwa ini adalah konferensi Zoom perusahaan yang resmi.


"Karena Zoom telah menjadi salah satu saluran komunikasi terkemuka dunia untuk bisnis, pemerintah dan konsumen, sangat penting bahwa pelaku ancaman dicegah untuk mengeksploitasi Zoom untuk tujuan kriminal," jelas Manajer Grup Point Point, Adi Ikan dalam sebuah pernyataan.


Menurut Check Point, perusahaan bekerja sama dengan Zoom untuk memperbaiki masalah ini.


Perusahaan mengatakan bahwa Zoom juga telah menetapkan langkah-langkah keamanan tambahan untuk melindungi pengguna agar tidak terkena masalah ini.

baca keseluruhan - Aplikasi Zoom Punya Bug, URL Khusus Untuk Perusahan Bisa Dicomot

Sabtu, 20 Juni 2020

Asyik, Zoom Kasih 'Perisai' Perlindungan Bagi Semua Pengguna

Layanan konferensi Zoom banyak dikecam karena masalah data privasi dan keamanan pengguna.


Nah, mereka kemudian mengumumkan akan menyediakan enkripsi atau penyandian end-to-end yang sayangnya pada awalnya hanya tersedia khusus untuk pelanggan berbayar.


CEO Zoom, Eric Yuan beralasan mereka ingin memberikan (enkripsi end-to-end) kepada pengguna dari kalangan perusahaan atau pengguna bisnis.


"Kami ingin memberikan (enkripsi end-to-end) kepada setidaknya pengguna perusahaan atau pengguna bisnis.


Pengguna gratis, tentu saja, tidak akan kami berikan," kata Yuan seperti dikutip dari CNBC pada beberapa waktu lalu.


"Karena kami juga ingin kerja bersama, misalnya, dengan FBI, dengan penegak hukum lokal jika ada beberapa orang yang menggunakan Zoom untuk tujuan jahat kan?" sambungnya.


Nah kini kabarnya baiknya seperti dilansir dari Ubergizmo, Zoom berubah pikiran.


Layanan enkripsi end-to-end bakal tersedia untuk semua pengguna, bukan hanya bagi mereka yang membayar.


"Kami senang telah mengidentifikasi jalur ke depan yang menyeimbangkan hak sah semua pengguna untuk privasi dan keamanan pengguna di platform kami," ujar juru bicara Zoom.


"Ini akan memungkinkan kami untuk menawarkan E2EE (End-to-end-encryption) sebagai fitur tambahan canggih untuk semua pengguna kami di seluruh dunia baik untuk pengguna gratis dan berbayar dan mempertahankan kemampuan untuk mencegah dan melawan penyalahgunaan di platform kami." lanjutnya.

baca keseluruhan - Asyik, Zoom Kasih 'Perisai' Perlindungan Bagi Semua Pengguna

Senin, 04 Mei 2020

Akhirnya, Zoom Tingkatkan Keamanan di Versi 5.0


Zoom telah meningkatkan 'benteng pertahanan' di platformnya dalam versi 5.0 dengan kemampuan perusahaan untuk proaktif mengidentifikasi, mengatasi, dan meningkatkan keamanan dan privasi perusahaan.

Dengan menambahkan dukungan untuk enkripsi ACM 256-bit GCM, Zoom akan memberikan peningkatan perlindungan saat pengguna melakukan meeting virtual data dan ketahanan terhadap gangguan.

"Saya bangga mencapai langkah ini dalam rencana 90 hari kami tetapi ini baru permulaan," ujar CEO Zoom Eric S Yuan dalam keterangan tertulisnya.

"Kami membangun bisnis dengan memberikan kebahagiaan kepada pelanggan.

Kami akan mendapatkan kepercayaan pelanggan kami dan memberikan mereka kenyamanan dengan fokus kami yang tak tergoyahkan untuk menyediakan platform yang paling aman," ucapnya menambahkan.

Berikut peningkatan yang dilakukan di versi Zoom 5.0, yaitu :

Jaringan

  • Enkripsi AES 256-bit GCM: Enkripsi keamanan ditingkatkan Zoom ke standar ACM 256-bit GCM, yang menawarkan perlindungan lebih baik terhadap data saat meeting berlangsung dan tahan terhadap gangguan. Ini memberikan jaminan kerahasiaan dan integritas pada sesi meeting Zoom, Zoom Video Webinar, dan data Telepon Zoom. Versi 5.0, yang dijadwalkan rilis dalam minggu ini, mendukung enkripsi GCM, dan standar ini akan berlaku setelah semua akun diaktifkan dengan GCM. Pemberdayaan akun di seluruh sistem akan berlangsung pada 30 Mei.

  • Kontrol Routing Data: Admin akun dapat memilih pusat data mana yang digunakan saat rapat dan saat webinar berlangsung untuk mengetahui lalulintas real- time di tingkat akun, grup, atau pengguna.


Pengalaman Pengguna dan Kontrol

  • Ikon keamanan: Fitur keamanan Zoom, yang sebelumnya telah diakses melalui menu meeting, sekarang dikelompokkan bersama dan dapat ditemukan dengan meng-klik ikon Keamanan di kolom host menu meeting.

  • Kendali Host Yang Kuat: Host akan dapat "Melaporkan Pengguna" melalui ikon Keamanan. Mereka juga dapat menonaktifkan fitur bagi peserta untuk mengubah nama atau identitas mereka di dalam sesi virtual meeting. Untuk pelanggan sektor pendidikan, berbagi layar sekarang diatur hanya dibolehkan untuk host.

  • Fitur Aktif Waiting Room: Waiting Room atau Ruang Tunggu virtual, adalah fitur yang memungkinkan host mengatifkan ruang tunggu virtual sebelum mereka bergabung dalam meeting virtual, sekarang aktif secara default untuk akun Basic dan lisensi tunggal untuk Professional. Semua host sekarang juga dapat mengaktifkan fitur Ruang Tunggu ini saat meeting virtual mereka sedang berlangsung.

  • Password Kompleks Diatur Otomatis: Fitur password yang sekarang aktif secara default untuk sebagian besar pelanggan, termasuk semua pelanggan Basic, lisensi tunggal, dan K-12. Untuk akun yang dikelola, admin akun sekarang memiliki kemampuan untuk mendefinisikan kompleksitas kata sandi (seperti panjang, alfanumerik, dan persyaratan karakter khusus). Selain itu, admin Zoom untuk Telepon sekarang dapat menyesuaikan panjang pin yang diperlukan untuk mengakses voicemail.

  • Password Rekaman Cloud: Passwords atau kata sandi sekarang ditetapkan secara otomatis untuk semua yang mengakses rekaman cloud selain dari host meeting virtual dan memerlukan kata sandi yang kompleks. Untuk akun yang dikelola, admin akun sekarang memiliki kemampuan untuk mendefinisikan kompleksitas kata sandi.

  • Aman Berbagi Kontak Akun: Zoom 5.0 akan mendukung struktur data baru untuk organisasi yang lebih besar, memungkinkan mereka untuk menautkan kontak di banyak akun sehingga orang dapat dengan mudah dan aman mencari dan menemukan lokasi meeting virtual, percakapan , dan kontak telepon.

  • Peningkatan Dashboard: Admin akun bisnis, perusahaan, dan pendidikan dapat melihat bagaimana meeting virtual pengguna terhubung ke pusat data Zoom di Dashboard Zoom mereka. Ini termasuk semua pusat data yang terhubung ke server HTTP Tunnel, serta Conference Room Connectors dan gateway.

  • Tambahan: Pengguna sekarang dapat memilih untuk membuat notifikasi Obrolan Zoom mereka tidak menunjukkan potongan obrolan mereka di layar; meeting virtual tanpa menggunakan ID meeting pribadi sekarang memiliki 11 digit ID untuk menambah kerumitan; dan selama meeting virtual, ID dan opsi Undangan telah dipindahkan dari antarmuka Zoom utama ke menu peserta meeting, sehingga tidak mudah untuk pengguna secara tidak sengaja membocorkan ID meeting virtual mereka.
baca keseluruhan - Akhirnya, Zoom Tingkatkan Keamanan di Versi 5.0

Selasa, 14 April 2020

Zoom Akui Sejumlah Video Call Tak Sengaja Terkirim ke China

Seiring makin banyak pengguna Zoom, kian tajam pula sorotan tertuju pada aplikasi video conference ini. 

Pekan ini, Zoom disorot terkait dengan isu keamanan data dan privasi penggunanya.

Selain kasus zoom bombing, dituding mengirimkan data pengguna ke Facebook, dan diam-diam menggali data LinkedIn, Zoom juga harus menghadapi tuduhan mengirimkan panggilan video call pengguna ke China.

Temuan terbaru dari peneliti keamanan di Citizen Lab menyebutkan, sejumlah panggilan video call Zoom yang dilakukan di Amerika Utara dialihkan melalui China seperti halnya kunci enkripsi yang digunakan untuk mengamankan panggilan.

Terlepas dari klaim Zoom sebelumnya bahwa percakapan di platform mereka aman, disebutkan Citizen Lab, percakapan Zoom sama sekali tidak terenkripsi. 

Artinya, Zoom mengontrol kunci enkripsi dan karenanya, dapat mengakses konten panggilan pelanggannya.

Sebelumnya Zoom mengatakan lewat postingan blognya bahwa mereka telah menerapkan kontrol internal yang kuat dan tervalidasi untuk mencegah akses tidak sah ke konten apa pun yang dibagikan pengguna selama rapat.

Namun, hal serupa tidak bisa diterapkan untuk otoritas China yang bisa menuntut Zoom menyerahkan kunci enkripsi apa pun pada servernya di China, untuk memfasilitasi dekripsi konten panggilan terenkripsi.

Dikutip dari Tech Crunch, Zoom mengakui bahwa dalam upayanya meningkatkan kapasitas server untuk mengakomodasi tingginya trafik selama masa pandemi COVID-19, platformnya telah secara tidak sengaja memungkinkan dua pusat datanya di China menerima panggilan sebagai backup jika terjadi kemacetan jaringan.

Respons ini disampaikan langsung oleh CEO Zoom Eric Yuan. Dijelaskan Eric, selama operasional normal, klien Zoom berusaha untuk terhubung ke serangkaian pusat data utama di/dekat wilayah pengguna.

Jika beberapa upaya koneksi gagal karena kemacetan jaringan atau masalah lain, klien akan menjangkau dua pusat data sekunder dari daftar beberapa pusat data sekunder sebagai jembatan koneksi cadangan potensial ke platform Zoom.

"Dalam semua kasus, klien Zoom diberikan daftar pusat data yang sesuai dengan wilayah mereka. 

Sistem ini sangat penting untuk keandalan merek dagang Zoom, khususnya selama masa akses traffic internet yang masif seperti sekarang," ujarnya.

China, bagaimanapun, harusnya menjadi pengecualian. 

Sebagian besar karena ini terkait dengan masalah privasi di antara perusahaan-perusahaan barat. 

Namun undang-undang dan peraturan China sendiri mengamanatkan bahwa perusahaan yang beroperasi di negaranya harus menyimpan data warga di dalam wilayah perbatasannya.

Zoom mengatakan pada Februari lalu pihaknya menambah kapasitas ke wilayah China untuk menangani permintaan, yang juga dimasukkan dalam daftar putih internasional pusat data cadangan. 

Artinya, pengguna non-China dalam beberapa kasus terhubung ke server China ketika pusat data di wilayah lain kelebihan kapasitas.

Saat ini, dikatakan Zoom bahwa daftar putih tersebut telah dikoreksi. 

Zoom juga mengatakan bahwa pengguna yang terkait dengan rencana pemerintah tidak akan terpengaruh oleh pengalihan rute yang tidak disengaja.

Pihak Zoom tampaknya bekerja lebih keras menangani berbagai masalah yang menerpa aplikasinya sang CEO Eric Yuan menyatakan tidak akan ada penambahan fitur baru di Zoom selama 90 hari ke depan demi fokus memperbaiki isu-isu privasi dan keamanan.
baca keseluruhan - Zoom Akui Sejumlah Video Call Tak Sengaja Terkirim ke China

Sabtu, 04 April 2020

Cegah Tamu Tak Diundang Susupi Meeting, Ini Tindakan Zoom

Penggunaan Zoom meroket dan tak diperkirakan oleh perusahaan, yang diakibatkan banyaknya warga diam di rumah mencegah penularan COVID-19. 

Salah satu isu yang memusingkan mereka adalah fenomena Zoom Bombing tapi kini, solusi agaknya telah ditemukan.

Dalam pengumumannya, Zoom menyebut bahwa fitur waiting room akan diaktifkan secara default.

Artinya, pihak yang mengorganisir meeting dapat mengontrol siapa partisipan yang dapat memasuki sesi rapat.

"Waiting Room adalah seperti bunyinya, area virtual yang mencegah orang bergabung dalam meeting sampai tuan rumah siap," papar Zoom, dikutip dari CNBC.

Sebelumnya, waiting room harus diaktifkan terlebih dahulu, bukan langsung ada. Sekarang, Zoom menjadikannya langsung tersedia.

Upaya perlindungan lainnya, Zoom mewajibkan peserta meeting yang bergabung dalam sesi secara manual untuk memasukkan password. 

Sedangkan mereka yang menerima undangan masih akan bisa bergabung cukup dengan klik link yang tersedia.

Zoom Bombing sendiri merupakan serangan berupa gangguan dari luar yang membajak video konferensi dengan mengirim gambar-gambar porno atau ujaran kebencian disertai ancaman, sehingga menghentikan segala interaksi sosial online yang sedang dilakukan.

Serangan ini diketahui semakin meningkat secara signifikan selama pandemi. Hal itu seiring meroketnya penggunaan Zoom dengan 200 juta meeting digelar per hari pada bulan Maret silam.
baca keseluruhan - Cegah Tamu Tak Diundang Susupi Meeting, Ini Tindakan Zoom

'Pikir Dua Kali Dulu Sebelum Pakai Zoom'

Makin banyak yang menguliti aplikasi Zoom seiring banyaknya orang dari segala kalangan memakainya buat meeting online di tengah wabah virus corona. 

Salah satunya lembaga pengawas internet Citizen Lab yang berbasis di Kanada, menyarankan agar orang pikir-pikir sebelum pakai Zoom.

Peringatan itu mereka sampaikan khususnya jika user membicarakan sesuatu yang sensitif. Sebab, sistem keamanan Zoom menurut mereka tidak dirancang untuk melindungi pembicaraan penting. 

Zoom memakai penyandian atau enkripsi yang tidak standar sehingga punya kelemahan.

"Zoom membuat kesalahan klasik dalam mendesain dan mengimplementasikan skema enkripsi mereka sendiri ketimbang memakai standar eksisting buat menyandi konten foto dan video," kata Bill Marczak, periset di Citizen Lab.

"Memang penyandian Zoom lebih baik daripada tak ada sama sekali, tapi pengguna yang mengharapkan meeting Zoom mereka akan aman dari penyadapan harus berpikir dua kali sebelum memakai aplikasi ini untuk mendiskusikan informasi sensitif," tegasnya.

Dikutip dari CTV News, peringatan itu disampaikan saat penggunaan Zoom marak bukan hanya di kalangan biasa, tapi juga pemerintahan. 

Politisi termasuk Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengandalkan Zoom buat meeting di saat dia diisolasi karena kena corona.

Peneliti Citizen Lab juga mencemaskan beberapa kunci penyandian Zoom didistribusikan melalui server di China, meskipun semua partisipan dalam meeting berada di luar China.

"Perusahaan yang secara khusus melayani klien di Amerika Utara dan mendistribusikan kunci enkripsi lewat server di China sangat mencemaskan karena Zoom mungkin wajib mengungkap kunci itu ke otoritas di China," cetus Citizen Lab.

Pihak Zoom sendiri mencoba makin serius menangani masalah yang menerpa aplikasinya. 

Pendiri dan sang CEO, Eric Yuan, telah menyatakan tidak akan ada penambahan fitur baru di Zoom selama 90 hari untuk memperbaiki isu-isu privasi dan keamanan.
baca keseluruhan - 'Pikir Dua Kali Dulu Sebelum Pakai Zoom'

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense