# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label malware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malware. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juni 2021

Malware Aneh Ini Larang Pengguna Kunjungi Situs Konten Bajakan

Biasanya malware menyebar lewat aplikasi palsu atau bajakan untuk mencuri data pengguna. 

 

Tapi kali ini ada malware aneh yang mencegah korbannya mengunjungi situs tempat download software atau konten bajakan.

 

Dalam laporan terbarunya, SophosLabs menemukan malware vigilante yang tujuan utamanya adalah untuk melarang pengguna mengakses situs torrent populer, seperti The Pirate Bay.

 

"Bukannya mencoba mencuri password atau memeras pemilik komputer untuk tebusan, malware ini memblokir komputer pengguna yang terinfeksi agar tidak dapat mengujungi sejumlah situs yang khusus untuk software bajakan dengan memodifikasi file HOSTS di sistem yang terinfeksi," kata Principal Researcher SophosLabs Andrew Brandt, seperti dikutip dari Bleeping Computer.

 

Brandt mengatakan malware ini disebarkan lewat Discord atau situs torrent. Ironisnya, malware ini disebarkan di Discord sebagai file .exe yang menyamar sebagai aplikasi populer versi bajakan.

 

Di situs bajakan seperti The Pirate Bay, malware ini juga menyebar lewat file torrent dengan menyamar sebagai file readme, NFO dan shortcut. 

 

Tapi file yang ada di dalam file torrent ini tidak memiliki fungsi apa-apa dan hanya ditambahkan untuk mengelabui pengguna.

 

Begitu pengguna menjalankan file malware tersebut, file HOSTS yang ada di perangkat Windows akan dibajak dan dimodifikasi dengan menambahkan ribuan situs, terutama yang berkaitan denga torrent dan pembajakan.

 

Malware ini kemudian memasangkan situs yang terkait dengan The Pirate Bay ke alamat IP khusus 127.0.0.1 atau yang dikenal sebagai localhost. 

 

Ini adalah alamat yang dipakai komputer untuk memberikan alamat IP sebenarnya ke sistem lain.

 

Setelah itu, saat korban ingin mengakses salah satu situs torrent, mereka justru akan diarahkan ke localhost dan tidak bisa terhubung dengan alamat IP situs yang hendak dituju. 

 

Akibatnya korban tidak bisa membuka hampir 1.000 situs torrent karena aksesnya telah diblokir.

 

Tidak hanya itu, malware ini saat dijalankan akan terhubung dengan remote host yang dikontrol oleh si penyerang untuk kemudian memberikan nama aplikasi bajakan yang menginfeksi perangkat korban serta alamat IP-nya. 

 

Data ini bisa digunakan untuk serangan selanjutnya, atau penyerang bisa saja memberikannya kepada penegak hukum.

 

Brandt mengatakan malware ini aktif antara Oktober 2020 dan Januari 2021. Tidak diketahui apa tujuan kreator malware ini yang sebenarnya, dan saat ini situs mereka sudah tidak lagi aktif.

 

Menurut Brandt, torrent yang berisi malware ini juga sudah tidak disebarkan lagi, mungkin karena banyak pengguna yang menyadari kalau file yang ada di dalamnya palsu. 

 

Tapi pengguna internet diminta tetap waspada dan jangan mengunduh aplikasi atau konten bajakan.

baca keseluruhan - Malware Aneh Ini Larang Pengguna Kunjungi Situs Konten Bajakan

Jumat, 15 Februari 2013

Dijual! Layanan Infeksi Malware

Ada pembeli dan ada penjual adalah syarat utama dalam proses terjadinya transaksi. Demikian yang terjadi pada fenomena malware (program jahat) yang kini telah menjadi komoditi untuk diperjualbelikan. 

Menurut perusahaan keamanan Eset, bahkan kini akses ke komputer yang telah menjadi botnet pun laku dijual, tentu saja hal itu adanya di pasar gelap alias underground. 

"Yes, jual beli alat kejahatan internet bukan lagi isapan jempol. Eset Indonesia dalam pernah beberapa kali menyinggung topik ini," kata Eset.

Dijelaskan Eset, jual beli alat kejahatan internet dengan berbagai bentuk dan modusnya sekaligus menandakan bahwa kejahatan internet dengan motivasi finansial akan mengalami peningkatan. 

Kejahatan internet yang telah menjadi ladang bisnis, kini terdiversifikasi karena pengembang, bukan lagi pelaku. Peran itu terbagi menjadi pengembang, penyebar, dan pelaku akhir atau eksekutor hingga mendapatkan korban biasanya dalam jumlah banyak. 

Akses ke komputer korban yang terinfeksi itulah yang kini marak di bursa pasar gelap. Peminat bisa membeli akses tersebut dengan harga tertentu.

Harga yang dikenakan beragam tergantung dari beberapa aspek seperti wilayah komputer host di Amerika Serikat dan Eropa memiliki harga yang berbeda, jumlah biasanya meliputi ribuan komputer host yang diperdagangkan. 

Menurut penelitian Dancho Danchev, seorang peneliti keamanan data, yang ditulis pada blog webroot, harga untuk 1.000 komputer host yang terinfeksi berlokasi di Amerika Serikat adalah USD 200.

Sedangkan untuk komputer host yang terinfeksi dan berlokasi di Eropa dengan jumlah yang sama harganya bervariasi antara USD 60 sampai USD 120, dan harga untuk yang berlokasi di beberapa negara (campuran) dengan jumlah sama adalah USD 20.
Contoh screenshot layanan underground yang diiklankan.
Diversifikasi harga tersebut dilakukan terkait dua hal. Pertama, tingkat kemampuan atau daya beli masing-masing wilayah. Atribut tersebut didasarkan pada asumsi bahwa user Amerika Serikat memiliki daya beli yang tinggi termasuk daya beli online jika dibandingkan dengan user di negara-negara Uni Eropa maupun negara lain di dunia. 

Kedua, nilai tinggi yang dimiliki komputer host. Bagi pelaku, jika user komputer memiliki aktifitas transaksi dan daya beli tinggi, maka semakin tinggi pula nilai yang dimiliki komputer tersebut.

Hal lain yang patut dicatat adalah kesimpulan tersebut diperoleh melalui serangkaian tindak kejahatan yang pernah terjadi, yang secara alamiah akan membentuk harga menjadi semakin tinggi untuk computer host yang berlokasi di Amerika Serikat. 

Sehingga di sebagian besar 'daftar harga' lokasi komputer host di Amerika Serikat selalu menempati posisi harga tertinggi. 

Selebihnya seperti layaknya bisnis, ada saja pelaku yang memberikan harga lebih murah untuk memenangkan persaingan dengan penjual lain, atau untuk mendapatkan laba lebih banyak dari diskriminasi harga tersebut. 

Pertanyaannya kemudian adalah, lalu apa yang akan dilakukan terhadap 'belanjaannya' tersebut? Jawabannya sepenuhnya tergantung dari si konsumen, misalnya pelaku kejahatan yang masih baru, yang mencari cara gampang untuk melakukan tindak kejahatan dan penipuan dengan motivasi keuntungan finansial. 

Berkaitan dengan transaksi jual-beli alat kejahatan internet tersebut, Yudhi Kukuh Technical Consultant PT. Prosperita-Eset Indonesia menambahkan bahwa pembeli bisa jadi juga adalah pelaku kejahatan yang merasa IP host yang terinfeksi botnet miliknya sudah tidak bersih lagi.

Bisa juga tidak menghasilkan lagi, maka akan membeli akses yang dipartisi -- yang juga dijual di pasar underground -- dan menggunakannya untuk menyebarkan varian malware hasil pengembangannya sendiri. 

"Cara ini memang tidak biasa yaitu melakukan interkoneksi dengan malware lain, dan selalu ada kemungkinan masing-masing pelaku tidak mengetahui varian malwarenya disebarkan dengan menggunakan layanan lain. Hal itu disebabkan karena kurangnya sumber daya untuk melakukan pengawasan aktifitas malware pasca pembelian," pungkasnya.
baca keseluruhan - Dijual! Layanan Infeksi Malware

Rabu, 23 Januari 2013

Malware Lumpuhkan Pembangkit Listrik di Amerika

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Homeland Security Department Amerika Serikat, ternyata pada awal oktober tahun lalu, sebuah fasilitas pembangkit listrik di Negeri Paman Sam telah terinfeksi malware yang mengakibatkan gangguan operasional.

Pada laporan tersebut dikatakan malware yang menyusup berasal dari sebuah perangkat flashdisk. Infeksi disinyalir terjadi ketika flashdisk itu digunakan oleh seorang teknisi untuk melakukan update terhadap software yang digunakan oleh fasilitas pembangkit listrik tersebut.

Akibat infeksi yang terjadi, alhasil fasilitas pembangkit listrik tersebut dipaksa tidak beroperasi hingga 3 minggu sebelum akhirnya malware yang menginfeksinya dihilangkan.

Malware yang diketahui berjenis theft trojan tersebut dikabarkan berhasil menjangkiti 10 komputer penting yang mendukung operasional fasilitas pembangkit listrik AS.

Dari dua pembangkit listrik yang terinfeksi, yang pertama diketahui terjangkit saat dilakukan update pada program antivirus yang digunakan. Namun untuk pembangkit listrik yang kedua hingga saat ini belum jelas dari mana malware itu dapat masuk.

Saat ini tim dari Industrial Control Systems Cyber Emergency Response masih melakukan investigasi terkait masalah yang timbul guna menghindari terjadinya kemungkinan yang sama pada fasilitas lainnya.
baca keseluruhan - Malware Lumpuhkan Pembangkit Listrik di Amerika

Rabu, 05 Desember 2012

AS Paling Terinfeksi, Script & Ramnit Merajalela

Kalau di dalam percaturan ekonomi dunia, kekuatan Amerika Serikat masih merupakan yang nomor 1 di dunia, disusul oleh China, Jepang dan Jerman. Sementara dari sisi pengguna internet, China menempati peringkat teratas mengalahkan AS. 

Namun menurut Alfons Tanujaya dari Vaksincom, jika berbicara insiden malware yang menginfeksi situs internet posisinya sedikit bergeser. AS masih menempati peringkat 1 dengan tingkat infeksi 42,03%, disusul Jerman di posisi ke-2 dengan 7,3% dan China di peringkat ke-3 dengan tingkat infeksi 5,84%. 

"Posisi 4 yang secara ekonomi diduduki oleh Jepang ternyata diambil oleh Rusia dengan tingkat infeksi 5,79%. Ini menunjukkan bahwa walaupun secara ekonomi Rusia hanya menempati peringkat 11 (versi PBB), namun untuk masalah situs kriminal rupanya negara ini memiliki kemampuan lebih dan mampu melewati peringkat ekonominya," lanjutnya dalam keterangannya.

Uniknya, situs-situs Jepang yang terinfeksi malware ternyata hanya menempati urutan ke-19. 

Kalau di lihat penyebabnya, apakah ini lantaran masalah bahasa? Kelihatannya tidak juga, karena China dan Korea Selatan yang memiliki bahasa dengan huruf kanji tetap menempati peringkat tinggi. 

"Atau apakah karena implementasi sekuriti pada situs-situs di Jepang yang lebih baik dari negara-negara lain? Nah, hal ini menjadi fenomena menarik untuk dipelajari," imbuh Alfons. 

Jika pengelolaan keamanan situs internet di Jepang patut diacungi jempol, lantas bagaimana dengan Indonesia? Untuk itu kita perlu membandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara.

Jumlah halaman situs terinfeksi malware dan pengguna internet di Asia Tenggara (internetworldstats.com).

Alfons mengatakan, anomali jumlah situs terinfeksi kode jahat seperti yang terjadi pada Rusia dengan Jepang di dunia rupanya terjadi juga di ASEAN. 

Indonesia memang memiliki pengguna internet terbesar, sekitar 55 juta. Tetapi ternyata situs yang berasal dari Indonesia yang dijangkiti malware hanya menduduki peringkat ke-38 di dunia dengan persentase infeksi 11,93% dari total infeksi malware di ASEAN atau menempati peringkat 3 di ASEAN. 

Peringkat 1 di ASEAN bukan ditempati oleh Filipina, melainkan Vietnam yang mencatat jumlah situs terinfeksi 5.884 atau 34,54% dari total infeksi di ASEAN dan berhasil menempati peringkat ke-23 dunia. 

Sedangkan Filipina yang memiliki populasi pengguna internet nomor 2 di ASEAN setelah Indonesia ternyata hanya menempati peringkat ke-6 di bawah Indonesia.

"Singapura dan Malaysia secara berurutan menempati peringkat ke-4 dan ke-5 dengan persentase infeksi peringkat 11,67% dan 9,14% atau peringkat 39 dan 44 dunia," jelasnya. 

Untuk mendapatkan gambaran malware jahat yang menginfeksi halaman situs di ASEAN dan grafik kuenya, silahkan lihat pada gambar di bawah ini :

Grafik kue persentase kode jahat yang menginfeksi situs di ASEAN.

Siap Korban dan Biang Keroknya?

Jika Anda penasaran malware jenis apa yang menginfeksi situs-situs tersebut dan situs apa saja yang diinfeksi. Menurut pengamatan Vaksincom, malware yang menginfeksi pada umumnya didominasi oleh Trojan, Backdoor, Script, Framer dan PHP malware. 

Namun ada satu malware berbahaya yang menginfeksi file html dan banyak ditemukan menginfeksi situs-situs di Indonesia, tidak lain adalah Ramnit!

"Adapun lembaga/perusahaan yang terinfeksi malware cakupannya sangat luas, dari perusahaan swasta, lembaga pendidikan (SMU, Universitas), perusahaan besar (konglomerasi), lembaga pemerintahan sampai perusahaan tambang yang memiliki dana dan sumberdaya yang mumpuni pun tidak luput dari infeksi malware ini," Alfons menandaskan. 

Salah satu situs departemen yang terinfeksi Ramnit yang terdeteksi G Data Total Protection dengan teknologi Web Protection.

Situs departemen yang terinfeksi Ramnit dan berusaha menginjeksikan 'svchost.exe' ke komputer korbannya menggunakan VBScript.
baca keseluruhan - AS Paling Terinfeksi, Script & Ramnit Merajalela

Kamis, 02 Agustus 2012

10 Malware Teratas yang Meneror Indonesia

Terjadi pergeseran konstelasi di daftar 10 besar malware yang terdeteksi di jagat maya Indonesia selama bulan Juli 2012 lalu. Tidak ada malware baru yang sangat istimewa hingga mampu menginfeksi demikian hebat.

Alhasil, program jahat yang beraksi di Tanah Air masih didominasi oleh malware bulan lalu seperti: seperti WIN32/Ramnit.A, LNK/Autostart.A, Win32/Somoto.A, dan hanya berbeda di eskalasinya saja sehingga posisi 10 besar ada yang mengalami perubahan.

Berikut 10 malware yang terdeteksi di Indonesia selama bulan Juli 2012 menurut perusahaan keamanan Eset.

1. WIN32/Ramnit.A

Virus yang dikenal bandel dan membuat pengguna internet terganggu. Hingga bulan Juli lalu cukup banyak laporan komputer yang diserang oleh Ramnit.

Setelah mengalami penurunan di bulan-bulan sebelumnya, Ramnit kembali bertengger di puncak sejak Mei lalu hingga Juli ini. Virus berjenis trojan ini relatif aktif dalam penyebarannya.

2. LNK/Autostart.A

LNK/Autostart.A adalah nama lain Win32/CplLnk.A, yaitu threat yang dibuat secara khusus atau malware shortcut yang memanfaatkan celah, dan belakangan ini juga dimanfaatkan oleh varian-varian dari Win32/Stuxnet.

Ketika user membuka sebuah folder yang berisi malware shortcut dengan menggunakan aplikasi yang menampilkan shortcut icon, maka malware tersebut akan aktif secara otomatis.

Malware berkategori worm ini sempat menghebohkan, setelah kembali aktif selama beberapa hari dan terdeteksi di Amerika Serikat dan Iran. Dampak serangan worm in meluas di beberapa negara besar yaitu 58% di Amerika serikat, 30% Iran, 4% lebih Rusia.

3. Win32/Ramnit.F

Malware berjenis trojan ini mampu meng-copy dirinya yang akan memenuhi hard drive komputer yang terinfeksi. Virus ini biasanya bersembunyi di dalam aplikasi office, bahkan game.

Dengan kemampuannya membuka firewall dan menyamar menjadi program fake untuk mengumpulkan data penting seperti data transaksi, data keuangan sehingga sangat dianjurkan untuk segera menghapus jika ditemukan adanya indikasi virus Win32/Ramnit.F ini karena potensial menghambat kerja komputer dan merusak data yang tersimpan di dalamnya.

4. Win32/Sality.NBA

Win32.Sality.NBA adalah salah satu program jahat ilegal yang ada pada Windows. Program tersebut mampu mangambil alih resources system dan memperlambat     kinerja komputer.

Beberapa program sejenis seringkali muncul dalam bentuk pesan-pesan maupun banner iklansehingga mengganggu proses kerja. Sementara itu, malware juga merusak data yang tersimpan di dalam komputer.

5. Win32/Somoto.A

Sebuah program komputer dalam bentuk adware yang berbahaya. Modusnya tampil sebagai iklan, user yang tidak waspada akan meng-klik dan seketika itu juga malware Win32/Somoto.A akan menginstall malware di dalam komputer korban.

Setelah berada di dalam, Somoto.A selalu memunculkan pop-up banner. Malware ini akan selalu terintegrasi dengan bugs komputer lain seperti keylogger, backdoors, dll.

Pekerjaan utama dari malware ini sebenarnya adalah merekam semua aktifitas online korban dan mengirimkan data penting korban ke komputer lain tanpa diketahui oleh si korban.

6. HTML/Iframe.B.Gen

Ini adalah sejenis trojan yang berbahaya dan mampu membajak komputer berbasis Windows lalu menginstall backdoor di komputer tersebut.Html/Iframe.B.Gen mampu mematikan software antivirus, sekaligus memonitor aktivitas browsing user, bahkan menghapus registry entries.

Kehadiran malware yang diidentifikasi ESET sebagai HTML/Iframe.B.Gen juga bisa mengakibatkan sistem operasi pada komputer tidak mampu bekerja sama sekali sehingga sangat membahayakan keamanan semua data yang tersimpan di dalam komputer.

7. Win32/Ramnit.H

Malware yang memanfaatkan security flaws agar hacker pengendalinya bisa masuk dan mengambil alih komputer yang menjadi target melalui koneksi jaringan.

Ramnit.H adalah malware berjenis trojan, dimana setelah berada di dalam komputer, ia akan mengirimkan file-file berbahaya, dan melakukan aktifitas tertentu, yang berdampak pada mandeknya kinerja komputer hanya dengan menambahkan entri file ke sistem registry dan sistem operasi.

Ramnit.H juga mampu memonitor aktifitas online korban, kemudian mencuri data-data keuangan seperti data kartu kredit, password, user name. Malware yang diidentifikasi Eset sebagai Win32/Ramnit.H in juga mampu mematikan sistem keamanan.

8. INF/Autorun.gen

Deteksi terhadap INF/Autorun.Gen digunakan untuk menguraikan serangkaian malware yang menggunakan file autorun sebagai cara untuk mengkonfirmasi komputer-PC target yang berhasil diserang. 

File tersebut berisikan informasi program yang dikembangkan untuk mampu melakukan run secara saat perangkat bergerak (misalnya USB flash Disk dan perangkat lain yang sejenis diakses oleh user yang menggunakan PC berbasis Windows).

Perangkat sistem keamanan eset mengenali malware INF/Autorun yang telah ter-install dan memodifikasi file autorun.inf, advance heuristic pada system keamanan Eset juga mengidentifikasi INF/Autorun sebagai salah satu dari keluarga besar malware.

9. Win32/Virut.NBP

Win32/Virut.NBP adalah polymorphic file infector yang terhubung dengan jaringan IRC dan dapat dikontrol secara remote.

Malware tersebut menyerang Executable file. Oleh sebab itu saat terinstall, Win32/Virut.NBP akan langsung mencari executables file dengan ekstensi .exe dan .scr.

Operasi yang dilakukan setelah terinstal adalah mengirimakan data dan perintah dari remote computer atau dari internet. Selanjutnya remote computer akan berkomunikasi dengan server yang menggunakan IRC protocol, yaitu irc.zief.pl dan proxim.ircgalaxy.pl.

10. LNK/Exploit.CVE-2010-2568

LNK/Exploit.CVE-2010-2568 adalah hasil deteksi generic untuk malware shortcut files yang dirancang khusus sehingga mampu masuk melalui celah pada Windows. Celah CVE-2010-2568 adalah yang  umum dimasuki oleh Trojan dan biasanya menjadi satu bagian dari malware lain yang ikut masuk melalui celah Windows tersebut.

Meski update Windows telah dilakukan untuk menambal celah CVE-2010-2568, upaya untuk memanfaatkan celah tersebut masih tetap berjalan dengan cara menjadi bagian dari bots maupun bagian dari malware lainnya dengan modus menjadi vektor infeksi.

Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT. Prosperita-Eset Indonesia mengatakan, selama bulan Juli 2012 yang lalu memang relatif tidak ada malware istimewa yang mampu menginfeksi demikian hebat di Indonesia, sehingga masuk di 10 besar.

DNS Changer pun sebarannya sangat kecil dan tidak terbukti seperti yang digembar-gemborkan. Malware lama seperti Ramnit, dan Sality masih mendominasi dan masih banyak menginfeksi komputer di Indonesia.

"Perilaku kita dalam menggunakan komputer, berinternet dan bertukar data mempengaruhi resiko paparan malware. Selain itu aplikasi keamanan di komputer juga jangan sampai out of date, karena sekali kita kena, maka akan perlu banyak effort untuk menangani masalah malware tersebut," pungkasnya.
baca keseluruhan - 10 Malware Teratas yang Meneror Indonesia

Selasa, 08 Maret 2011

50 Malware Berbahaya

Kaspersky Lab mengupdate data 50 malware paling berbahaya di Indonesia. Data tersebut diambil berdasar laporan Kaspersky Lab. 

Data berikut merupakan konten yang dikumpulkan dari server Kaspersky, berdasarkan jumlah serangan yang dikirimkan ke jaringan keamanan Kaspersky.

Adapun jumlah server jaringan keamanan Kaspersky saat ini berjumlah lebih dari 7.000. Untuk menyeleksinya menjadi top 50, malware-malware tersebut diukur tingkat bahayanya dengan jumlah serangan pada ribuan server Kaspersky di seluruh dunia.

berikut adalah data urutan malware-malware berbahaya di Indonesia:

Nama Malware                                          Hits

----------------------------------------------------

Packed.Win32.Katusha.o                       33.6842%

HEUR:Trojan.Win32.Generic                    18.9474%

Trojan-Banker.Win32.Banker.ubf               4.2105%

Backdoor.Win32.Agent.awhk                    3.1579%

Trojan-Dropper.Win32.Delf.ejv                2.1053%

Net-Worm.Win32.Kido.ih                       2.1053%

Trojan.Win32.Refroso.bojv                    2.1053%

Exploit.Win32.DCom.ad                        2.1053%

not-a-virus:AdWare.Win32.Relevant.p          2.1053%

not-a-virus:AdWare.Win32.Relevant.q          2.1053%

Trojan-Dropper.Win32.Clons.hpx               2.1053%

Trojan-Spy.Win32.Ardamaxer.a                 2.1053%

Trojan-Dropper.MSIL.Agent.ate                1.0526%

Packed.Win32.Black.d                         1.0526%

HackTool.Win32.Flooder.z                     1.0526%

HEUR:Trojan-Downloader.Win32.Generic         1.0526%

Trojan-Downloader.Win32.Agent.edla           1.0526%

Trojan.NSIS.StartPage.bb                     1.0526%

Trojan-PSW.Win32.Dybalom.bkn                 1.0526%

Backdoor.Win32.Aimbot.cg                     1.0526%

Trojan.Win32.Agent.defn                      1.0526%

Trojan.Win32.Buzus.fbur                      1.0526%

Backdoor.MSIL.Agent.ju                       1.0526%

Trojan.Win32.Agent.efdi                      1.0526%

Trojan-GameThief.Win32.OnLineGames.wzfj      1.0526%

not-a-virus:AdWare.Win32.Rabio.xt            1.0526%

HackTool.Win32.Kiser.mc                      1.0526%

Trojan-Dropper.Win32.Delf.fny                1.0526%

Backdoor.Win32.Bifrose.ceow                  1.0526%

Trojan-Dropper.Win32.Delf.cjc                1.0526%

Trojan.Win32.Refroso.aavu                    1.0526%

Packed.Win32.Krap.ae                         1.0526%

Backdoor.Win32.Surila.ck                     1.0526%

Trojan-Spy.Win32.Zbot.alpq                   1.0526%
baca keseluruhan - 50 Malware Berbahaya

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense