Kabar perceraian Bill Gates dan Melinda Ann French
mengejutkan publik sedunia.
Orang-orang mengingat lagi betapa kompak
keduanya, salah satunya dalam berkomunikasi lewat Annual Letter Bill and
Melinda Gates Foundation.
Siapa saja yang terjun atau menyukai
bidang komunikasi, akan tertarik mengikuti Annual Letter atau surat
tahunan yang disampaikan Bill Gates dan Melinda setiap tahunnya.
Baik
Bill maupun Melinda sama-sama merupakan ahli komunikasi. Surat tahunan
ini ditulis langsung oleh keduanya.
Mereka sangat jeli menggunakan
berbagai teknik penulisan dan penyampaian untuk membuat informasi yang
kompleks menjadi mudah dipahami dan menarik untuk dibaca.
Penulis buku 'Five Stars: The Communication Secrets to Get from Good
to Great' Carmine Gallo lewat tulisannya yang dimuat di Forbes,
menyebutkan bahwa 'The 2021 Bill and Melinda Gates letter' menyampaikan
informasi berdasarkan data tentang pandemi dengan cara yang menarik.
"Keterlibatan
sangat penting karena jika orang tidak memahami sains, mereka cenderung
tidak akan bertindak berdasarkan informasi tersebut," ujarnya seperti
dikutip dari Forbes.
Gallo pun merangkum 3 strategi komunikasi yang membuat surat tahunan Bill dan Melinda memikat.
1. Menggunakan bahasa sangat sederhana
Kebanyakan
ahli mencoba membuat orang terkesan dengan seberapa banyak yang mereka
ketahui.
Mereka menggunakan kata-kata besar dan jargon misterius yang
hanya dapat dipahami oleh sedikit orang di luar bidang tersebut.
Komunikator
yang efektif seperti Bill dan Melinda, melakukan yang sebaliknya.
Semakin kompleks topiknya, semakin sederhana kata-kata yang mereka
gunakan. Bill dan Melinda juga
lebih sering membuat kalimat pendek agar lebih mudah diingat.
Karenanya, kalimat yang sering dikutip dari surat tahunan itu adalah
kalimat yang pendek. Singkat, tetapi mereka berbicara banyak:
2. Memakai metafora yang familiar
Bill
berfokus pada bagaimana mencegah pandemi di masa depan. "Pertama, kita
perlu tahu wabah penyakit segera setelah terjadi, dimanapun itu
terjadi," tulisnya.
Jika virus ternyata sangat menular atau sama sekali baru, Bill merekomendasikan
agar sekelompok orang yang tahu lebih dulu agar segera bertindak.
Dia
menggunakan metafora untuk menjelaskan ini:
Kelompok ini
ibarat regu tembak di tengah pandemi. Sama seperti petugas pemadam
kebakaran, mereka adalah para profesional terlatih yang siap menanggapi
potensi krisis pada saat itu juga.
Seperti petugas
pemadam kebakaran yang terus berlatih, para responden ini perlu secara
teratur menjalankan 'latihan' yang mensimulasikan wabah di dunia nyata.
Ini sama seperti permainan perang yang memungkinkan militer bersiap
untuk peperangan di kehidupan nyata.
Bill dan Melinda percaya
bahwa otak manusia memproses dunia dalam metafora. Mereka berusaha agar
analogi yang kompleks bisa tergambar lebih konkret.
3. Membagikan cerita untuk mendukung data
"Salah
satu hal yang paling saya rindukan selama setahun terakhir adalah
bepergian untuk melihat langsung yayasan kami bekerja.
Di rumah kami,
saya memajang foto-foto wanita yang saya temui dalam setiap perjalanan
ini.
Sekarang, saya bekerja dari rumah sambil memandangi wajah mereka
sepanjang waktu," tulis Melinda.
Melinda
percaya pada kekuatan bercerita. Dia sering menggunakan cerita nyata
dari orang-orang yang ditemui atau dikenalnya untuk mendukung argumen
dan datanya.
Misalnya, Melinda membuat argumen: "Jika pemerintah
mengabaikan fakta bahwa pandemi dan resesi memengaruhi kaum perempuan
secara berbeda, hal itu akan semakin memperpanjang krisis dan
memperlambat pemulihan ekonomi bagi semua orang."
Saat berdiskusi,
Melinda sambil memperlihatkan foto-foto perempuan yang kisahnya ia
ceritakan. Salah satunya, Melinda pernah menceritakan sekelompok ibu-ibu
yang ditemuinya di Indonesia.
"Ini adalah sekelompok perempuan
yang saya temui di Indonesia pada tahun 2017.
Salah satunya ada Ibu
Suparti, yang memegang tablet," tulisnya. Lalu dia menceritakan kiprah
perempuan tersebut.
Melinda dan Bill meyakini bahwa data memang memberikan informasi, tetapi cerita bisa membuatnya lebih sampai ke hati.
Dari
tiga strategi tersebut, Gallo mengatakan "The 2021 Bill and Melinda
Gates letter" layak dibaca sepenuhnya untuk mendapatkan pemahaman yang
lebih baik tentang pandemi COVID-19, pelajaran yang telah dipelajari
para ilmuwan yang akan menyelamatkan nyawa di masa depan, dan saran
praktis tentang bagaimana kita dapat mencegah wabah agar tidak berubah
menjadi wabah global lainnya.
"Ada banyak informasi di surat itu, tapi syukurlah Bill dan Melinda membuatnya mudah dimengerti," ujarnya.
Kini, Bill dan Melinda
resmi bercerai. Kabar ini memang membuat patah hati semua orang yang
mengagumi keduanya.
Tapi kekompakan Bill dan Melinda tidak ikut
berakhir. Para penggemar keduanya masih akan terus melihatnya, salah
satunya lewat surat tahunan Bill and Melinda Gates Foundation.
Hal
ini sudah dikatakan oleh Bill dan Melinda.
Saat mengumumkan perceraian,
keduanya sepakat bahwa meski mengakhiri pernikahan, mereka tetap
beriringan dalam menjalankan misi kemanusiaan.
"Selama 27 tahun
terakhir kami telah membesarkan tiga anak yang luar biasa dan membangun
sebuah yayasan yang bekerja di seluruh dunia untuk memungkinkan semua
orang menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.
Kami terus berbagi
keyakinan pada misi itu dan akan melanjutkan pekerjaan kami bersama
sebagai yayasan.
Namun kami tidak lagi percaya bahwa kami dapat tumbuh
bersama sebagai pasangan pada fase selanjutnya dalam hidup kami," tulis
keduanya.