# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit hipertensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan untuk penyakit hipertensi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Januari 2014

Makanan yang Harus Dihindari Oleh Penderita Tekanan Darah Tinggi


Penderita tekanan darah tinggi harus selalu menjaga asupan makanan yang dikonsumsinya. Jika tidak, maka mudah sekali ia terjangkit penyakit kronis seperti kardiovaskular atau sakit jantung. Merubah gaya hidup juga perlu dilakukan agar tekanan darah tetap terkontrol.
Disarankan mereka untuk banyak mengonsumsi vitamin C yang terdapat dalam buah jeruk, kiwi, cranbery, jambu, serta anggur dan strowberi. Berikut adalah jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita tekanan darah tinggi,seperti dilansir oleh laman Boldsky.com:
  • Garam. Ini adalah musuh terburuk bagi penderita tekanan darah tinggi dan jantung. The Dietary Guidelines for Americans  menganjurkan orang dengan hipertensi atau prehipertensi wajib membatasi kadar garam dalam diet mereka.
  • Daging olahan. Berbagai produk daging olahan mempunyai kandungan garam atau natrium yang tinggi. Ini bisa meningkatkan tekanan darah dengan cepat. Misalnya dalam produk burger, sosis, atau kornet.
  • Acar kaleng/sayur asin. Untuk mengawetkan makanan ini, maka ditambahkan garam dalam jumlah yang tinggi. Nah, baiknya Anda menghindarinya, agar tekanan darah tetap terkontrol.
  • Gula. Asupan gula yang berlebihan tak hanya meningkatkan resiko penyakit diabetes, namun juga meningkatkan tekanan darah Anda. Selain itu, hipertensi lebih umum dialami oleh orang yang kelebihan berat badan karena asupan gula atau karbohidrat berlebih.
  • Kulit ayam. Mengapa kulit ayam? Karena ada banyak kandungan lemak jenuh di kulit ayam yang mempengaruhi tekanan darah. Selain itu juga ada dalam daging merah dan mentega, yang meningkatkan tekanan darah.
  • Kopi dan kafein. Ucapkan selamat tinggal pada minuman ini, sebab konsumsi kopi menyebabkan lonjakan sementara dalam tekanan darah.
baca keseluruhan - Makanan yang Harus Dihindari Oleh Penderita Tekanan Darah Tinggi

Sabtu, 24 Agustus 2013

Tekanan Darah Tinggi, Ini Gejalanya


Tekanan darah tinggi atau dalam bahasa medis dikenal sebagai hipertensi, adalah penyakit yang cukup berbahaya namun kerap diremehkan sebab dianggap tak menimbulkan efek nyata atau terlihat.
Yang terjadi saat seseorang mengalami tekanan darah tinggi adalah, bila jantung memompa darah ke arteri dengan tekanan di atas 120/80 menggunakan tensi meter, sementara tekanan darah normal adalah di bawah 120/80.
Bila Anda telah divonis mengidap hipertensi, maka sulit untuk mengembalikan kondisi menjadi normal lagi. Dilansir oleh Merdeka, hampir 85% pasien hipertensi tetap menjadi pengidap hipertensi walau telah mengonsumsi obat.
Mereka harus terus waspada dalam menjaga konsumsi makanan dan kontrol emosi agar kenaikan tekanan darah tak drastis terjadi serta menimbulkan kematian, hipertensi sering disebut juga silent killer.
Masalahnya, tak mungkin kemana-mana Anda membawa tensi meter untuk memantau kenaikan tekanan darah Anda, bukan? Nah berikut adalah gejala dari mulai naiknya tekanan darah Anda, dilihat dari kondisi tubuh:
Biasanya Anda akan mulai merasa pening, dan nafas menjadi pendek-pendek. Pada beberapa kasus ada yang mengalami mimisan dan pingsan. Telinga pun kadang berdenging dan itu menyebabkan mual dan muntah. Waspadai pula bila Anda mengalami keringat berlebih dan pandangan menjadi kabur.
Apabila gejala di atas Anda alami, segera hubungi paramedis atau dokter Anda. Konsumsi jenis makanan yang mampu menurunkan tekanan darah Anda seperti ketimun.
Terakhir, selalu mengontrol kondisi kesehatan akan membuat Anda tahu efek samping dari penyakit Anda, dan menghindar dari kondisi terparah.
baca keseluruhan - Tekanan Darah Tinggi, Ini Gejalanya

Kamis, 11 Juli 2013

Viagra Juga Bermanfaat Bagi Bayi


Selama bertahun-tahun, viagra menjadi sahabat pria untuk masalah ranjang. Kali ini, peneliti menemukan satu kegunaan yang menjanjikan dari viagra untuk bayi prematur.
Penelitan ini pertama kali muncul dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine di tahun 2006.
Lara Shekerdemian, MD, dari Rumah Sakit Royal Children di Melbourne, Australia, dan lima rekan memberi dosis tunggal sildenafil (merk Viagra) kepada 15 bayi pengidap hipertensi pulmonal.
Hipertensi pulmonal juga ditemukan pada orang dewasa, di mana sisi kanan jantung bekerja lebih keras dari seharusnya. Akibatnya, sisi kanan jantung membesar dan bisa terjadi gagal jantung.
Pada bayi dengan hipertensi pulmonal akan mengalami sesak nafas yang tidak biasa. Dengan bantuan viagra, pembuluh darah menjadi melebar dan lebih mudah mengambil darah beroksigen ke seluruh tubuh.
baca keseluruhan - Viagra Juga Bermanfaat Bagi Bayi

Sabtu, 15 Juni 2013

Kekurangan Vitamin D Bisa Menyebabkan Tekanan Darah Naik


Penelitian terbaru mengungkap bahwa kekurangan vitamin D bisa menyebabkan tekanan darah meningkat. Vitamin yang berhubungan dengan sinar matahari ini sangat penting dalam pembentukan sistem imun tubuh, kesehatan tulang dan gigi, serta penyerapan kalsium.
Penelitian tersebut melibatkan hampir 155 ribu orang di Eropa dan Amerika Utara. Faktanya, mereka yang memiliki konsentrasi vitamin D tinggi pada darah mereka, tekanan darahnya lebih rendah. Sehingga resiko mereka menderita penyakit hipertensi jadi rendah.
Untuk setiap 10% kenaikan konsentrasi vitamin D, maka kemungkinan resiko terjadinya hipertensi turun hingga 8%.
Dr Vimal Karani yang memimpin penelitian cukup yakin dengan keakuratan hasil penelitian tersebut. Ia yang juga ahli di Institut Kesehatan Anak dari University College London berkata:
“Studi kami terbukti menunjukkan bahwa beberapa kasus penyakit jantung dapat dicegah melalui pemberian suplemen vitamin D atau fortifikasi pangan,” ungkapnya seperti dikutip dari Dailymail.
Seperti diketahui bahwa masyarakat di negara-negara barat memiliki masalah dengan kekurangan vitamin D karena kurangnya sinar matahari. Defisiensi itu terkait dengan tingkat penyakit jantung, diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, kondisi auto-imun, serta penyakit terkait tulang.
Selain dari sinar matahari, sumber vitamin D lain berasal dari ikan-ikanan, telur, sereal, susu, serta hati. Untuk mengurangi resiko tekanan darah tinggi dapat juga dengan memperbanyak aktifitas fisik dan mengurangi makanan kaya garam.
baca keseluruhan - Kekurangan Vitamin D Bisa Menyebabkan Tekanan Darah Naik

Selasa, 11 Juni 2013

Studi: Penderita Hipertensi Cenderung Lambat Berpikir

Selain penyakit jantung, penyakit tekanan darah tinggi juga menjadi penyakit yang paling banyak diderita masyarakat dunia.


Baru-baru ini sebuah studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Psychological Sciencemengungkapkan bahwa tekanan darah tinggi (hipertensi)tidak hanya berpotensi mengakibatkan serangan jantung dan stroke, tetapi juga berpotensi merusak kemampuan kognitif otak.
Peneliti dari Asutralia menyebutkan bahwa penderita hipertensi mempunyai skor tes pemrosesan visual yang lebih rendah, terutama dalam kecepatan berpikir dan kemampuan mengenali sesuatu.
Matthew Pase dari Center for Human Psychopharmacology, Swinburne University, Melbourne, mengatakan, “Biasanya pengukuran tekanan darah diambil dari arteri brachial di lengan, namun ternyata mengamati kondisi arteri sentral bisa jadi cara yang lebih sensitif untuk menilai kemampuan kognitif seseorang. Sebab arteri sentral mengendalikan aliran darah ke otak secara langsung.”
Sebanyak 493 partisipan berusia 20-82 tahun turut terlibat dalam studi ini. Para partisipan diminta mengerjakan beberapa tes untuk mengukur kemampuan kognitif, termasuk pemrosesan visual, daya ingat dan kemampuan mengingat sesuatu.
Peneliti juga mengukur tekanan darah masing-masing partisipan baik dari lengan maupun dari arteri sentral. Peneliti menemukan bahwa penderita hipertensi memiliki hubungan dengan pemrosesan visual yang buruk, mengalami penurunan kemampuan dalam mengenali sesuatu dan juga lebih lambat berpikir.
baca keseluruhan - Studi: Penderita Hipertensi Cenderung Lambat Berpikir

Jumat, 31 Mei 2013

Tak Ingin Kena Hipertensi? Jaga Kesehatan Empat Bagian Tubuh Ini!


Hipertensi atau darah tinggi sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena berkontribusi 75% terhadap dua penyakit paling mematikan di dunia yaitu stroke dan jantung.
Idealnya, tekanan darah normal pada manusia tidak boleh melebihi angka 120/80 mm/Hg. Angka pertama (120) disebut sistolik atau tekanan darah yang terjadi saat kontraksi otot jantung memompa darah keluar dari jantung, dan angka kedua (80) ialah diastolik yang berarti tekanan darah yang terjadi saat otot jantung sedang tidak berkontraksi.
Beberapa bagian tubuh ternyata sangat berpengaruh sekali terhadap tekanan darah manusia. Artinya jika terdapat masalah pada bagian tubuh tersebut maka dapat berisiko menyebabkan tekanan darah tinggi sehingga pada akhirnya mengarah pada penyakit kardiosvakular dan stroke.
Berikut adalah empat bagian tubuh manusia yang sangat berpengaruh terhadap tekanan darah seperti yang dilansir majalah BestHealth :
1. Jantung
Tekanan darah saat Anda berolahraga sifatnya normal dan sehat. Tetapi jika Anda dalam keadaan stres terus menerus, akan membuat jantung bekerja lebih keras dari biasanya sehingga dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Akibatnya tekanan darah akan naik dan mengalir lebih cepat ke seluruh tubuh dan dapat merusak arteri.
2. Arteri
Arteri adalah pembuluh darah yang membawa aliran darah ke jantung dan bersifat elastis karena dilapisi otot polos yang dapat melebar ketika dilewati oleh aliran darah. Walaupun memiliki sifat elastis, arteri dapat rusak jika aliran darah mengalir terlalu cepat. Jika arteri Anda tersumbat oleh plak yang menumpuk akibat dari kebiasaan merokok atau konsumsi makanan berlemak maka dapat membuat arteri semakin sempit sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat.
3. Ginjal
Ginjal berfungi sebagai penyaring kotoran dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Semakin banyak kadar air dalam darah, berarti semakin banyak pula cairan yang akan melewati pembuluh darah sehingga berpengaruh terhadap turun dan naiknya tekanan darah pada tubuh.
4. Hormon
Kadar hormon stres yang meningkat dalam tubuh dapat membuat jantung berdetak lebih cepat sehingga memompa darah lebih banyak melalui arteri. Hormon jenis lain juga berpengaruh terhadap tekanan darah.
Anda harus rutin mengontrol dan menjaga kesehatan keempat ogan tubuh tersebut karena ternyata berpengaruh sekali terhadap tekanan darah tinggi atau hipertensi. Jadi terapkanlah gaya hidup yang sehat dengan berolahraga dan berdiet yang sehat.

baca keseluruhan - Tak Ingin Kena Hipertensi? Jaga Kesehatan Empat Bagian Tubuh Ini!

Selasa, 23 April 2013

Cara Masak yang Benar untuk si Darah Tinggi

Bagi penderita darah tinggi diharuskan untuk mengurangi konsumsi garam. Namun, makanan yang diolah tanpa garam mungkin kurang terasa nikmat.
Itu sebabnya, Ahli Gizi, Neelanjana Singh dari Heinz Nutri Life Clinic, Delhi  memberi tips cara membumbui masakan tanpa garam. Seperti dikutip dari Health Me Up.
"Pembatasan asupan garam merupakan anjuran umum dalam segala bentuk pengobatan untuk tekanan darah tinggi," kata Singh.
Singh berpendapat, penderita hipertensi yang terbiasa dengan garam pada masakannya mungkin sulit untuk mengurangi secara tiba-tiba. Tips berikut diharapkan bisa membantu lidah beradaptasi dengan makanan tanpa garam.
Singh menyarankan agar tidak terlalu lama memasak sayuran karena bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa.
"Jangan terlalu lama memasak sayuran. Maksimalnya rasa yang bisa dipertahankan ketika sayuran matang hanya sampai lembut dan renyah, tapi bukan lembut dan lembek. Terlalu lama memasak juga menghancurkan pigmen (warna) makanan dan membuatnya terlihat tidak menimbulkan selera. Warna makanan yang terawat membuatnya terlihat menarik."
Lebih lanjut ia mengatakan dibanding menambahkan garam pada sayuran saat memasak, lebih baik menambah sedikit gula. Itu membantu untuk menambah rasa sayuran.
Perendaman potongan sayuran dalam air pemutih juga harus dihindari karena menghilangkan banyak rasa dan nutrisi.
"Herbal dan rempah-rempah dalam kombinasi berbeda tidak hanya meningkatkan rasa makanan, tapi juga mengurangi kebutuhan untuk menambahkan garam," ujar Singh.
"Daun segar seperti mint, daun kari, ketumbar, dan peterseli, sangat membantu meningkatkan rasa. Begitu pula rempah-rempah, seperti kayu manis dan merica yang bantu meningkatkan rasa saat garam dikurangi," paparnya.
Menurut Singh, bubuk bawang putih adalah bahan yang sangat baik dalam hal tersebut. Cuka berasa, seperti cuka bawang putih atau cabai bantu mengimbangi kandungan garam rendah, bila diperlukan.
Cara lain untuk menambah rasa pada makanan adalah menambahkan minyak sehat.
"Bisa juga menambah rasa dan aroma pada makanan rendah garam dengan menggunakan minyak berasa. Minyak wijen dan minyak zaitun adalah contoh minyak yang harus digunakan bukan minyak kedelai yang tidak berasa," jelas Singh.
Dan untuk memaksimalkan rasa makanan tanpa menambahkan garam adalah dengan kombinasi yang tepat dari ramuan atau bumbu dengan makanan.
Misalnya, rasa mint akan cocok dengan kacang polong atau kedelai untuk melengkapi rasa sayuran berdaun hijau.
baca keseluruhan - Cara Masak yang Benar untuk si Darah Tinggi

Kamis, 04 April 2013

Kebiasaan Sehat Agar Tidak Terkena Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau dikenal juga dengan sebutan hipertensi adalah masalah kesehatan utama yang menjangkiti masyarakat modern saat ini.

Masih banyak di luar sana yang belum mengetahui tentang penyebab dan gejala tekanan darah tinggi, sehingga masyarakat cenderung mengacuhkannya sebelum penyakit ini benar-benar merenggut kesehatannya.

Tanda dan Gejala Hipertensi

Beberapa orang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya mengalami gejala-gejala seperti, sakit kepala dan pusing, penglihatan kabur, jantung berdebar, dan sesak nafas. Sedangkan sebagian orang lainnya tidak mengalami gejala hipertensi meskipun mereka mengidap penyakit ini.
Inilah sebabnya mengapa Anda harus memeriksa tekanan darah secara teratur. Hal ini sangat penting, khususnya bagi Anda yang memiliki resiko tinggi mengidap hipertensi.
Berikut ini adalah tanda-tanda dan gejala tekanan darah tinggi atau hipertensi:
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Vertigo
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing saat akan tidur atau bangun

Faktor Penyebab Hipertensi

Risiko umum penyebab stroke salah satunya adalah tekanan darah tinggi. Hal ini terjadi karena tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah yang lemah kemudian mengakibatkan pendarahan di otak. Dan, Anda juga beresiko terkena stroke jika memiliki masalah penyempitan pada pembuluh arteri. Berikut ini adalah faktor risiko lainnya, antara lain:
  • Merokok
  • Jarang Berolahraga
  • Kadar gula darah yang tinggi
  • Kolesterol darah abnormal
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin

Gaya Hidup Sehat untuk Cegah & Atasi Hipertensi

Mengubah gaya hidup dapat membantu Anda setidaknya mengurangi risiko negatif yang ditimbulkan oleh hipertensi, seperti:
  • Menghabiskan waktu selama 30 sampai 40 menit untuk berolahraga sebanyak 2-3 kali seminggu
  • Perbanyak jalan kaki daripada mengemudi atau menggunakan kendaraan
  • Ajak anak-anak, teman-teman maupun keluarga Anda melakukan kegiatan fisik bersama-sama
  • Hindari konsumsi makanan berminyak, bergaram, dan bergula tinggi
  • Konsumsi makanan yang beraneka ragam dan bergizi seimbang
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran segar
  • Mengolah makanan dengan cara merebus atau memanggang. Kalau pun harus digoreng gunakanlah minyak zaitun.
  • Hentikan kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol
  • Bebaskan pikiran Anda dari stres dan tekanan pikiran buruk lainnya
  • Istirahat 5-10 menit di tengah rutinitas
  • Minum air 7-8 gelas setiap hari
  • Tidur cukup di malam hari selama 7-8 jam
Salam sehat.
baca keseluruhan - Kebiasaan Sehat Agar Tidak Terkena Darah Tinggi

Selasa, 04 Desember 2012

Dampak Hipertensi pada Berbagai Organ Tubuh

Istilah hipertensi digunakan untuk merujuk pada suatu kondisi tekanan darah tinggi. Tekanan darah dianggap tinggi atau melewati batas normal jika hasil pemeriksaan menunjukkan angka diatas 140/90. Angka 140 menunjukkan tekanan sistolik dan angka 90 menunjukkan tekanan diastolik. Tekanan darah normal ada di kisaran 120/80 mmHg. Sedangkan 130/80 sudah dikategorikan normal tinggi.

Hipertensi secara perlahan dapat merusak sistem organ tubuh kita, yang lambat laun akan menunjukkan gejala kerusakan organ yang lebih progresif. Salah satu efek hipertensi jika tidak dirawat dengak baik adalah merusak pembuluh darah arteri. Arteri yang rusak menyebabkan terganggunya aliran darah, yang artinya kebutuhan oksigen dan nutrisi pada organ dan jaringan tubuh lain juga akan terganggu. 

Dengan rusaknya arteri, ada beberapa organ tubuh yang berisiko mengalami gangguan, di antaranya :

1. Jantung.
Rusaknya arteri membuat jantung bekerja ekstra dalam memompa, ditambah lagi dengan penyumbatan pembuluh darah, otot-otot jantung akan membesar dan tidak lagi efisien dalam memompa. Selain dapat memicu serangan jantung, dalam jangka panjang hal ini dapat menyebabkan kondisi gagal jantung.

2. Otak.
Hipertensi bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah di otak dan memicu pecahnya pembuluh darah otak hingga terjadi serangan stroke.

3. Ginjal.
Ginjal seharusnya berfungsi menyaring air yang berlebih dan limbah makanan yang berasal dari darah. Jika arteri rusak, peredaran darah ke ginjal ikut terganggu dan ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik, sehingga limbah tersebut menumpuk dan muncullah kegagalan ginjal beserta banyak komplikasi lainnya.

4. Organ Vital.
Pada wanita, hipertensi bisa menyebabkan kehilangan gairah seksual, vagina terasa kering dan tidak bisa melakukan orgasme, sedangkan pada pria, bisa mengakibatkan terjadinya disfungsi ereksi.

5. Mata. 
Pada tingkatan yang cukup parah, hipertensi bisa berdampak pada terjadinya pendarahan pada organ mata bahkan kebutaan.

6. Tulang.
Tekanan darah tinggi memicu banyaknya kalsium yang terbuang lewat urin sehingga kepadatan tulang berkurang dan mudah keropos. Terutama jika terjadi pada wanita yang sudah memasuki masa menopause.

Memang pada tingkatan tertentu hipertensi wajib diatasi dengan obat-obatan (konsultasikan kondisi hipertensi Anda dengan dokter spesialis jantung atau dokter spesialis penyakit dalam). Namun dengan turut mengubah gaya hidup, pastinya akan membuat pengobatan Anda semakin maksimal, sekaligus melakukan pencegahan. Salah satunya dengan cara-cara berikut ini:

1. Turunkan berat badan
Biasanya tekanan darah meningkat seiring naiknya berat badan Anda. Jika lemak di daerah pinggang sudah menumpuk, risiko hipertensi akan lebih besar.

2. Olahraga
Melakukan kegiatan fisik dan olahraga yang bersifat aerobik (bukan yang bersifat anaerobik seperti body building) selama setengah jam hingga satu jam tiap hari, jauh lebih baik dibanding jika Anda menggabungkan seluruh porsi latihan di akhir pekan. Di samping itu, olahraga teratur juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda.

3. Diet sehat dan tepat
Diet yang kaya akan biji-bijian, buah, sayuran, dan susu rendah lemak bisa membantu menurunkan tekanan darah. Kurangi makanan asin, makanan beku dan daging olahan. 

4. Hindari rokok
Termasuk hindari menjadi perokok pasif.

5. Hindari kafein 
Kafein bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah, walaupun hanya bersifat sementara. Terutama bagi mereka yang berusia lanjut atau pasien dengan obesitas, kafein berdampak lebih buruk bagi tekanan darah. Hindari konsumsi kafein lebih dari dua cangkir per hari.

6. Kelola stress dengan baik
Stress dan kecemasan bisa menaikkan tekanan darah. Pengelolaan stress sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Kegiatan relaksasi seperti pemijatan atau yoga bisa juga membantu.
baca keseluruhan - Dampak Hipertensi pada Berbagai Organ Tubuh

Jumat, 07 September 2012

4 Kebiasaan Anti Hipertensi


Pernah mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi? Mungkin, Anda salah satunya.

Makanan asin sering kali dianggap sebagai pemicu. Padahal, hipertensi bisa timbul karena kesalahan diri Anda sendiri.

Prof. Pekka Jousilahti dari National Institute for Health and Welfare, Amerika, menuturkan bahwa tak perlu takut dengan hipertensi.

Don't worry. Penyebab hipertensi bisa dikendalikan. Asalkan, Anda menerapkan empat kebiasaan sehat ini.

Batasi minuman beralkohol

Alkohol merupakan pemicu meningkatnya tekanan darah. Jadi, membatasi mengonsumsi minuman beralkohol menjadi cara terbaik.

Olahraga

Malasnya bergerak bisa menyebabkan tekanan darah tubuh meningkat. Olahraga teratur bisa menjadi pencegahnya. Penelitian menunjukkan, rutin melakukan aktivitas fisik setidaknya tiga kali seminggu diyakini mampu menurunkan tekanan darah tinggi.

Makan sayuran

Tentu saja makanan juga memengaruhi tekanan darah Anda. Ganti makanan yang digoreng dan makanan berlemak, lalu pilihlah makanan sehat, seperti sayuran. Tiga hingga lima porsi sayuran per hari mampu membantu mengontrol tekanan darah.

Menjaga berat badan normal

Berat badan normal tak hanya membuat penampilan Anda menarik, tetapi juga melawan hipertensi. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki risiko hipertensi lebih tinggi. Capai dan pertahankan indeks massa tubuh kurang dari 25 agar tekanan darah tetap terkontrol.
baca keseluruhan - 4 Kebiasaan Anti Hipertensi

Senin, 06 Agustus 2012

Bawang Putih Berkhasiat Perangi Hipertensi

Bawang putih dapat membantu mengobati tekanan darah tinggi atau yang biasa disebut dengan hipertensi. Demikian hasil penelitian terbaru para peneliti di Universitas Adelaide, Australia, belum lama ini.

Penelitian tersebut melibatkan 50 pasien yang memiliki masalah dengan tekanan darah. Para pasien itu kemudian diberikan suplemen bawang putih satu kapsul setiap harinya. Setelah 12 minggu ditemukan para pasien memiliki tekanan darah lebih rendah dari sebelumnya.

Tidak hanya baik bagi tekanan darah, penelitian ini juga menemukan kegunaan lain dari bawang putih. Bawang putih ternyata juga terbukti dapat menurunkan tingkat kolesterol.

"Rumor bahwa bawang putih dapat membantu masalah hipertensi telah lama beredar di kalangan masyarakat. Penelitian kami ini adalah penelitian pertama yang menilai efek dari bawang putih sebagai pengobatan tambahan untuk obat antihipertensi yang dikonsumsi pasien," kata pimpinan penelitian Karien Ried seperti dikutip Zee News, Kamis (18/11).

Hasil penelitian yang diharapkan dapat membantu penanganan hipertensi ini telah dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Maturitas.
baca keseluruhan - Bawang Putih Berkhasiat Perangi Hipertensi

Senin, 30 Juli 2012

6 Makanan Penurun Tensi


Hipertensi merupakan penyakit yang bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia. Jika tak segera diatasi, hipertensi bisa memicu penyakit kardiovaskular yang memicu kematian.
Tenang. Anda bisa menurunkan risiko hipertensi dengan cara enak, seperti mengonsumsi beberapa jenis makanan. Berikut ini beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, dilansir melalui Boldsky.
Buah kaya vitamin C
Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, cranberry, jambu biji, anggur dan stroberi merupakan sumber yang kaya akan vitamin C. Banyak penelitian yang menunjukkan asupan vitamin C dapat mengurangi tekanan darah tinggi.
Pisang
Tak hanya memberikan energi bagi tubuh, ternyata pisang juga efektif menurunkan tekanan darah. Kalium dalam pisang diyakini menjadi nutrisi yang ampuh mengontrol tingkat tekanan darah. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, coba makan 1-2 buah pisang setiap hari. Jangan memakannya lebih dari 3 pisang. Pasalnya, buah ini memiliki gula tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga membuat Anda gemuk.
Bayam
Sayuran kesukaan Popeye ini ternyata juga membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Siapa sangka jika sayuran hijau ini kaya akan vitamin C dan nutrisi penting lainnya, seperti zat besi, folat dan magnesium.
Bawang putih
Bawang putih yang sering digunakan sebagai bumbu masakan juga bermanfaat menurunkan tingkat tekanan darah. Jenis bawang membantu mencegah darah dari kekentalan, agar mengendalikan penyumbatan di dalam jantung.
Brokoli
Nutrisi penting untuk menurunkan tekanan darah tinggi, seperti vitamin C, potasium dan khrom, terdapat di brokoli. Brokoli juga mengontrol kadar gula darah, kadar insulin dan melindungi jantung Anda dari penyakit jantung. Untuk mendapatkan manfaat optimal, sebaiknya mengonsumsinya secara teratur baik mentah atau kukus.
Tomat
Anda juga bisa menambahkan tomat ke dalam menu makanan darah tinggi karena tomat membantu menurunkan tekanan darah. Tomat memiliki antioksidan likopen yang mengurangi tekanan darah tinggi secara alami. Tomat juga kaya nutrisi penting lainnya, seperti vitamin C, A, E dan potasium serta kalium yang diperlukan untuk mengontrol tekanan darah.
baca keseluruhan - 6 Makanan Penurun Tensi

Jumat, 13 April 2012

4 Tanda Tubuh Kelebihan Konsumsi Garam


Garam merupakan sumber utama natrium dan menjadi unsur yang sangat penting bagi kesehatan. Tubuh kita membutuhkannya untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu mengirimkan impuls saraf dan proses kontraksi dan relaksasi otot.
Namun, konsumsi garam dalam jumlah berlebihan dapat merugikan kesehatan, yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan kalsium dan menyebabkan penyakit darah tinggi, sehingga memicu risiko penyakit jantung.
Menurut ahli gizi, tubuh memerlukan 1000 mg garam setiap hari. Sayangnya, masih banyak orang yang mengonsumsi lebih dari takaran tersebut. Sudah Anda bisa tahu, apakah tubuh Anda mengalami kekurangan atau kelebihan garam, berikut beberapa tanda tubuh kelebihan mengonsumsi garam, seperti dilansir melalui Boldsky.
Tekanan Darah Naik
Asupan garam berlebihan akan meningkatkan jumlah natrium dalam darah. Ketidakseimbangan ini membuat ginjal kesulitan untuk membuang kelebihan air dari dalam tubuh. Tekanan pada pembuluh darah dan kelebihan air di dalam tubuh meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah memicu risiko penyakit jantung, gagal ginjal atau gangguan otak jika tidak terkontrol.
Mudah Haus
Ketika terlalu banyak garam dalam tubuh, maka tubuh memerlukan air untuk mencairkan kandungan garam dalam darah. Umumnya, sel-sel tubuh melepaskan simpanan air untuk mengencerkan garam dari darah. Sel-sel membutuhkan air untuk bekerja dan inilah yang menyebabkan Anda merasa lebih mudah haus setelah makan garam.
Tekanan Darah Meningkat
Asupan garam berlebihan akan meningkatkan jumlah natrium dalam darah. Ketidakseimbangan ini membuat ginjal kesulitan untuk membuang kelebihan air dari dalam tubuh. Tekanan pada pembuluh darah dan kelebihan air di dalam tubuh meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah memicu risiko penyakit jantung, gagal ginjal atau gangguan otak jika tidak terkontrol.
Kembung
Kurangnya air dalam tubuh karena garam berlebihan menyebabkan kembung. Garam dapat menahan air pada tubuh dan dapat menyebabkan kembung. Mengkonsumsi banyak air putih akan membantu mengeluarkan atau kelebihan garam natrium dari tubuh.
Jarang Buang Air Kecil
Ginjal membantu mengencerkan garam dengan memperlambat produksi urin dan konservasi air. Anda mungkin merasa sensasi terbakar setelah buang air kecil. Hal ini terutama karena kelangkaan air yang menyebabkan pembakaran pada saat buang air kecil.
Jika Anda menghadapi tanda-tanda seperti di atas, sebaiknya Anda mengurangi asupan garam dan segera lakukan tes darah untuk konfirmasi. Minum banyak air sehari-hari dan kurangi makanan asin. Beralih mengonsumsi sayuran segar dan buah-buahan lebih baik.
baca keseluruhan - 4 Tanda Tubuh Kelebihan Konsumsi Garam

Cara Enak Turunkan Tekanan Darah Tinggi


Tekanan darah tinggi bisa dialami siapa saja. Biasanya, hipertensi terjadi akibat makanan, usia dan genetika. Jika tidak segera diatasi, tekanan darah tinggi bisa memicu serangan jantung dan stroke, bahkan menyebabkan kematian.
Ada beberapa cara agar tetap menjaga tekanan darah stabil, seperti rutin berolahraga, pilih makanan sehat dan mengurangi asupan natrium. Berikut ini beberapa makanan yang dapat berkontribusi menurunkan tekanan darah, dilansir melalui Huffingtonpost.
Kismis
Mengonsumsi kismis ternyata bisa membantu para penderita hipertensi. Penelitian yang dilakukan oleh Louisville Metabolic and Atherosclerosis Research Center menunjukkan bahwa mengonsumsi kismis tiga kali setiap hari membantu menurunkan tekanan darah setelah beberapa minggu memakannya.
Kismis kaya akan kalium yang dikenal mampu menurunkan tekanan darah. Selain itu, kismis juga menjadi sumber serat yang baik dan mengandung antioksidan yang dapat mengubah biokimia pembuluh darah untuk mengurangi tekanan darah.
Kiwi
Penelitian yang presentasikan dalam pertemuan American Heart Association tahun lalu menunjukkan bahwa mengonsumsi tiga kiwi sehari dapat menurunkan tekanan darah.
Dalam penelitian yang melibatkan 188 orang berusia 55 tahun ke atas yang mengidap tekanan darah tinggi, partisipan diminta untuk makan tiga kiwi atau sebuah apel setiap hari selama delapan minggu. Para peneliti menemukan orang yang mengonsumsi kiwi lebih mampu menurunkan tingkat tekanan darah sistolik daripada mereka yang makan apel.
Pisang
Penelitian di tahun 2005 yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension menemukan bahwa tekanan darah bisa turun dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalium, seperti pisang. Rendahnya kandungan natrium dalam pisang juga aman dikonsumsi bagi penderita tekanan darah rendah.
Para peneliti dari St. George's Medical School di London menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kalium sitrat -yang ditemukan secara alami dalam makanan- memiliki efek yang sama dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi yang mengonsumsi kalium klorida melalui suplemen.
Semangka
Semangka tak hanya menyegarkan karena mengandung air. Buah ini juga kaya akan nutrisi, seperti serat, lycopene, vitamin A dan kalium. Penelitian dari Florida State University menunjukkan bahwa asam amino yang ditemukan pada semangka, yang disebut L-citrulline atau L-arganine, bisa menurunkan tekanan darah.
Peneliti merekrut sembilan orang dengan pre-hipertensi dan meminta mereka mengonsumsi 6 gram asam amino L-citrulline atau L-arganine per hari selama enam minggu. Peneliti menemukan bahwa tekanan darah para partisipan mengalami penurunan dan kembali berfungsi baik.
baca keseluruhan - Cara Enak Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Jumat, 30 Maret 2012

Menyusui Turunkan Risiko Tekanan Darah Tinggi


Satu lagi hasil penelitian tentang manfaat menyusui dirilis. Berdasarkan penelitian yang dimuat di American Journal of Epidemiology edisi ternayar, para ibu yang menyusui dalam kurun waktu yang disarankan (6 - 12 bulan) memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi di kemudian hari.
Penelitian, bagaimanapun, tidak menyimpulkan bahwa menyusui adalah alasan untuk menciptakan tekanan darah yang sehat. Tapi mereka menambah bukti bahwa menyusui mungkin memiliki manfaat tidak hanya bagi bayi, tapi untuk ibu juga.
Secara umum, para ahli merekomendasikan bahwa bayi diberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama mereka, kemudian terus mendapatkan ASI bersama dengan makanan padat sampai mereka berusia satu tahun.
Menyusui bermanfaat  melindungi bayi terhadap penyakit-penyakit umum tertentu, seperti diare dan infeksi telinga bagian tengah. Tapi ada juga beberapa bukti bahwa menyusui dapat menurunkan risiko ibu dari beberapa masalah kesehatan.
Studi telah menemukan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko rendah terkena diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung di kemudian hari - meskipun tidak satupun dari mereka mampu membuktikan hubungan sebab-akibat kedua faktor itu.
Untuk studi baru, peneliti melihat korelasi antara pemberian ASI dan kemudian risiko tekanan darah tinggi. Penelitian ini melibatkan relawan 56 ribu perempuan AS yang memiliki setidaknya satu bayi.
Secara keseluruhan, studi menemukan, wanita yang telah menyusui selama setidaknya enam bulan kurang baru akan mengembangkan tekanan darah tinggi 14 tahun lebih lama ketimbang ibu yang bayinya meminum susu botol.
Hampir 8.900 wanita yang berpartisipasi dalam penelitian secara keseluruhan akhirnya didiagnosa dengan tekanan darah tinggi. Tetapi 22 persen lebih tinggi bagi perempuan yang tidak menyusui anak pertama mereka, dibandingkan wanita yang menyusui secara eksklusif selama enam bulan.
Namun, harus dilihat pula faktor-faktor seperti kebiasaan diet, olahraga, dan merokok.
Tidak ada temuan membuktikan bahwa pemberian ASI memberikan perlindungan jangka panjang terhadap tekanan darah tinggi, kata ketua peneliti, Dr Alison M Stuebe, dari University of North Carolina, Chapel Hill.
"Adalah masuk akal bahwa menyusui memiliki manfaat langsung," kata Stuebe. Penelitian atas hewan telah menemukan bahwa hormon oksitosin, yang terlibat dalam menyusui, memiliki efek langsung pada tekanan darah.
"Perempuan juga cenderung memiliki penurunan tekanan darah jangka pendek  segera setelah menyusui," tambah Stuebe.
baca keseluruhan - Menyusui Turunkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Kamis, 15 Maret 2012

Makanan Pantang Bagi Penderita Hipertensi

Orang yang mengidap tekanan darah yang tinggi atau hipertensi, perlu membatasi makanan yang mengandung sodium (Na) yang banyak terdapat pada garam. Seperti dikutip dari healthcentral,berikut adalah daftar dari makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi :

Acar
Makanan ini memang rendah kalori yang baik untuk tubuh, tetapi memiliki kandungan sodium yang tinggi, 1 buah acar mentimun bisa mengandung 570 mg sodium. Hal itu setara dengan sepertiga dari jumlah maksimumsodium perhari (2300 mg).

Kentang goreng
Meski beberapa restoran menggoreng dengan minyak yang bebas lemak trans, kandungan lemak dan sodiumnya masih tinggi. Penyajian kentang goreng ukuran sedang mengandung 270 mg sodium dan 19 gram lemak.

Daging asap
Tiga potong daging asap mengandung 270 mg sodium dan 4.5 gram lemak Daging burung bisa menjadi alternatif ketimbang daging asap.

Susu
Merupakan sumber kalsium, tetapi tinggi lemak. Dalam segelas susu terkandung 8 gram lemak dan 5 gram lemak jenuh. Lemak jenuh tak baik bagi pengidap liver dan berbahaya bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

Donat
Cukup sebuah donat sudah bisa menghasilkan 200 kalori dengan 12 gram lemak.

Mie instan
Mudah untuk membuatnya dan rasanya nikmat. Tetapi sebungkus mie instan mengandung 14 gram lemak dan 1,580 sodium.

Margarin 
Bagi orang dengan tekanan darah tinggi, mereka harus memastikan bahwa margarin tak mengandung lemak jenuh, bacalah kemasannya guna memastikannya.

Gula, 
Yang berarti disini adalah makanan dengan kalori ekstra dan gula. contohnya adalah cookies dan coklat batangan. keduanya dapat menyebabkan obesitas. Makanan-makanan ini bisa berpotensi mengidap tekanan darah tinggi. Kelebihan berat badan membuat banyak sumbatan di jantung dan memperlambat kerja darah.

Alkohol
Mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, alkohol juga merusak dinding pembuluh darah.

Daging merah
Komposisi dari sebuah diet yang menyehatkan harus menyertakan lemak jenuh yang rendah. Bagi orang dengan tekanan darah tinggi hindari daging merah.
baca keseluruhan - Makanan Pantang Bagi Penderita Hipertensi

Sabtu, 25 Februari 2012

Doyan Durian, tapi Ingin Aman dari Darah Tinggi? Ini Tipsnya


Anda penyuka buah durian? Hampir setiap orang mengaku sangat menyukai buah berkulit duri tebal tapi berdaging manis dan wangi ini. Tapi ada sebagian orang yang justru menghindarinya, apalagi kalau mereka mempunyai rekod darah tinggi, meskipun sebetulnya sangat menggemari. Mereka khawatir 'mabuk durian'berdampak pada tensi darah mereka. 
Sebenarnya jangan terlalu khawatir jika memakan durian dapat memicu tensi darah. Ada tiga tips, agar aman dari darah tinggi ketika mengkonsumsi durian. 
Kepala Seksi Kebun Koleksi, Taman Wisata Mekarsari, Joko Sugono mengungkap ada tiga cara untuk menetralisir dampak dari mengkonsumsi durian. 
"Pertama, yang pasti jangan kalap," kata dia saat berbincang dengan Republika.co.id.
Kedua, manfaatkan rongga kulit durian yang terkelupas. Lalu isi rongga itu dengan air. Diamkan air itu beberapa saat. Lalu segerakan diminum. "Jadi, air ini tidak hanya berfungsi untuk menghilangkan bau durian saja," kata dia.
Ketiga, konsumsi Manggis. "Habis makan durian, lalu konsumsilah Manggis. Kandungan vitaminnya dapat menetralisir," kata dia. penawaran. 
"Namun, diantara cara tadi, yang paling bagus itu, ya air dari kulit durian tadi," pungkas dia.
baca keseluruhan - Doyan Durian, tapi Ingin Aman dari Darah Tinggi? Ini Tipsnya

Kamis, 23 Februari 2012

Penelitian: Kopi Tak Menimbulkan Risiko Hipertensi


Kopi sering jadi musuh bagi orang-orang dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, termasuk penyakit jantung dan stroke. Namun, sebuah penelitian di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa tidak ada bukti kopi dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.
American Journal of Clinical Nutrition dalam jurnalnya melaporkan hasil penelitian setelah menggabungkan dengan studi sebelumnya, yang meneliti dengan responden 170.000 orang. "Kebiasaan minum kopi 3 cangkir sehari tidak ada kaitannya dengan peningkatan risiko hipertensi," kata Liwey Chen, peneliti dari Kesehatan Masyarakat Universitas Louisiana di New Orleans.
Tapi ini bukan berarti bahwa minum banyak kopi tidak memiliki risiko sama sekali. Risiko hipertensi bagi mereka yang minum 3 cangkir kopi sehari tentunya sedikit berbeda dari mereka yang minum kurang dari 3 cangkir.
"Menurut saya, kopi tidak menimbulkan risiko tekanan darah tinggi," kata Lawrence Krakoff, peneliti dari Mount Sinai Medical Center, New York.
Menurut Krakoff, hubungan antara kopi dan tekanan darah tinggi memang sulit untuk dijelaskan. Maka, efeknya pasti berbeda pada setiap orang. Latar belakang genetik juga bisa menentukan bagaimana reaksi orang terhadap kopi. Minum kopi dalam jumlah besar mungkin aman bagi seseorang. Tetapi justru bisa berbahaya bagi orang lain.
baca keseluruhan - Penelitian: Kopi Tak Menimbulkan Risiko Hipertensi

Rabu, 01 Februari 2012

Waspada! Konsumsi Garam Berlebih Picu Hipertensi


Konsumsi garam yang berlebihan menjadi salah satu pemicu penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Data statistik menunjukkan 3 dari 10 orang Indonesia menderita hipertensi.
Kasus ini telah menjadi perhatian pemerintah sehingga Departemen Kesehatan hanya menyarankan agar masyarakat membatasi konsumsi garam hingga kurang dari enam gram atau setara sekitar 1 sendok teh dalam sehari.
"Garam itu sendiri tidak hanya terdapat dalam garam dapur, namun juga terdapat dalam berbagai makanan jadi sangat susah memberikan kesesuaian konsumsi garam yang disarankan," ungkap Prof. C. Hanny Wijaya, Head of Food Chemistry Division at IPB saat peluncuran Tropicana Slim Low Fat Noodles di Jakarta.
Dibandingkan kaum pria, wanita lebih berisiko terkena hipertensi. "Biasanya kaum wanita senang sekali mencicipi makanan, tapi malas menyantap makanan sendiri lalu memilih makanan di luar yang kandungan garamnya banyak," ungkapnya.
Kondisi ini diperparah dengan fungsi garam mempunyai kemampuan tingkatkan cita rasa sehingga tidak jarang makanan mempunyai kandungan garam yang berlebihan.
Lalu bagaimana mengatasinya? "Susah untuk pengendalian garam. Paling mudah dikendalikan gaya hidup. Lebih memperhatikan asupan, gizi dan pola kegiatan. Kebiasaan terlalu lama duduk juga harus dihilangkan dan lebih beraktivitas agar garam keluar melalui keringat," ungkapnya.
Di samping itu bisa dilakukan dengan mengonsumsi lebih banyak produk segar, terutama buah dan sayur, membatasi penambahan garam pada masakan, cerdas dalam membaca label, serta mengurangi mengonsumsi makanan olahan yang banyak mengandung garam tersembunyi dan tentunya memilih produk yang rendah garam.
baca keseluruhan - Waspada! Konsumsi Garam Berlebih Picu Hipertensi

Senin, 12 Desember 2011

Susu Bisa Membantu Kontrol Tekanan Darah


Semua mahfum, makanan yang kita konsumsi, bisa mempengaruhi tekanan darah. bagi penderita hipertensi, persoalan tekanan darah ini menjadi krusial, karena bisa berimbas pada kesehatan jantung.
Terkait hipertensi, The Canadian Hypertension Society merekomendasikan apa yang mereka sebuh sebagai DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), alias diet untuk mencegah dan memperingan hipertensi. Dalam diet ini, penderita dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta susu.
Mengapa susu? Lembaga ini mengutip sebuah studi yang menunjukkan konsumsi susu, yoghurt, dan keju secara signifikan mampu menurunkan tekanan darah.
Sebaiknya, orang dewasa berusia antara 19 sampai 50 tahun mengonsumsi dua kali produk susu atau olahannya. Jumlah perlu ditambah jika penderita sudah berusia di atas 50 tahun, menjadi tiga kali sehari.
Berapa ukuran satu kali saji? TCHS menyarankan, satu kali servis susu setara dengan 1 cangkir susu, tiga perempat cangkir yoghurt, atau 50 g keju.
Bila kebiasaan ini dilakukan secara kontinyu, maka tekanan darah akan mudah dijaga agar selalu stabil.
baca keseluruhan - Susu Bisa Membantu Kontrol Tekanan Darah

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense