# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label sejarah hacker anonymous. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah hacker anonymous. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2013

Anonymous Tak Berkutik di Korea Utara

Nama grup hacker Anonymous langsung melejit setelah berhasil membobol sistem keamanan berbagai perusahaan besar. Tapi tampaknya kelompok tersebut tidak berkutik melawan Korea Utara.

Dengan kepiawaiannya di dunia maya, Anonymous sempat membobol perusahaan besar seperti Mastercard, Visa, bahkan jaringan PlayStation Network milik Sony. Aksi meretas lain pun kerap dilancarkan kelompok ini jika ada suatu kebijakan yang tidak disetujui.

Terakhir, target mereka adalah melumpuhkan jaringan internet di Korea Utara. Bahkan kelompok ini menargetkan ingin bisa mengakses ke fasilitas militer di wilayah tersebut, sebut saja tempat pengendali hulu nuklir.

Namun setelah serangankaian penyerangan, tampaknya serangan Anonymous berhasil dipatahkan pemerintah Korea Utara. Tak satu pun target mereka yang tercapai, paling-paling hanya sejumlah situs saja yang di-deface.

Seperti dikutip dari Washington Post, Korea Utara memang salah satu negara dengan keamanan cyber paling ketat. Hingga saat ini mereka memiliki sedikitnya 3 ribu tentara cyber yang memang dilatih khusus untuk menangkis serangan di dunia maya.

Pun begitu, Anonymous mengaku sudah berhasil mencuri sejumlah dokumen rahasia milik pemerintah Korea Utara. Namun hingga kini klaim tersebut belum berhasil dibuktikan.
baca keseluruhan - Anonymous Tak Berkutik di Korea Utara

Selasa, 05 Februari 2013

Kisah Peretas Situs SBY Si WildAn(o)nymous

Namanya Wildan, remaja 21 tahun, bujangan, tamatan SMK jurusan bangunan. Namanya tiba-tiba cetar membahana karena ditangkap polisi dengan tuduhan mengusili laman resmi presiden republik ini. 

Menurut kabar yang beredar, motif si Wildan ini 'cuma iseng'. Entah 'iseng' betulan atau 'iseng' pesanan, yang tahu hanya Wildan dan Tuhan. Bila motif 'cuma iseng' ini terbukti, tentu aksi Wildan patut dikritisi hati-hati.

Saya jadi teringat Mercury Rising, suspense thriller karya Harold Becker yang memadukan drama aksi bertema teknologi komputasi. Simon, 9 tahun, sang protagonista, diceritakan berhasil memecahkan kode rahasia keamanan komputer pemerintahan lewat ulah kebetulan -- jika tak bisa disebut keisengan.

Simon, bocah lugu survivor autis itu, menerobos celah kelemahan dengan cara sederhana: mengisi majalah puzzle kata-angka kesukaanya. 

Sukses Simon 'terbantu' oleh blunder programmer komputer pencipta kode kriptografi 'Mercury' yang terlalu percaya diri. "Tidak bakal ada piranti komputer di dunia yang bisa membuka kode rahasia karya mereka," katanya. 

Sehingga saking pede-nya, mereka pun iseng menyelipkan kode angka rahasia pada majalah anak-anak, dan membuat sayembara lewat telepon undian sebagai bahan uji keamanan. 

Tak dinyana, kode angka itu terpecahkan saat Simon 'menelpon'. Rahasia negara pun terbuka akibat ulah iseng programmer keminter dan aksi iseng anak difabel penyuka puzzle! 

Ada sedikit kesamaan antara Simon dan Wildan, yakni sifat pendiam dan tidak diperhitungkan. Keduanya mewakili cerita masyarakat biasa. Sinopsis Mercury Rising kian relevan mempertemukan kesamaan dengan kasus yang dialami Wildan, meski baru sebatas pertanyaan plus dugaan. 

Di antara pertanyaan awam yang patut kita lontarkan, "Apakah penjaga keamanan situs presiden yang khilaf? Iseng dan teledor membiarkan backdoor melompong? Ataukah kreatifitas iseng Wildan lebih beruntung sehingga mampu mengenali system error yang bolong?". 

Isengnya Wildan layak disesali -- apalagi jika niatnya terbukti sekadar mencari sensasi. 'Iseng' kealpaan sysadmin situs presiden juga wajib diprihatini. Orang awam akan bertanya sederhana, "Bagaimana mungkin situs orang nomor satu di negeri ini, yang saya percaya diamankan sungguhan, ndilalah disusupi bocah? Ataukah kemungkinan lainnya, pintu keamanan komputasi dilonggarkan terbuka akibat lemahnya dukungan sumber daya sehingga para penjaga kekurangan etos kerja?" 

Sekali lagi pembaca mungkin sama herannya dengan saya, "apakah ini kejadian sama kebetulannya dengan Mercury Rising, dimana keisengan Wildan berjodoh dengan kealpaan penjaga istana maya, dan kemudian melahirkan kecelakaan?". Akan banyak kemungkinan jawaban. Tapi untuk validasi kebenaran informasinya, penjaga dan pengelola situs itu yang lebih tahu.

Saya tergoda berasumsi, apakah Wildan ini kelewat bersemangat menafsiri manifesto hacker yang kesohor itu secara keliru? Ditambah gelora jiwa muda plus kreatifitas otodidaknya, ia mungkin terobsesi menerobos celah kelemahan sebuah situs yang relatif paling aman. Asumsinya, situs pemimpin negara pasti dijaga tentara maya yang berkemampuan ekstra. 

Apakah mungkin juga Wildan ingin berniat tulus -- atau justru sebaliknya ingin dikultus -- sebagai anonymous? Hanya kejujuran Wildan dan Tuhan yang paham. 

Namun sampai sejauh itu, keisengan plus aksi usil Wildan cukup berhasil. Sayang memang, drama obsesinya menabrak pintu pidana, walau saya yakin Wildan tentu tahu resiko itu. Jujur, untuk kenekatan nyali aksi ini, saya patut angkat salut dan ingin mengucapkan 'WoWildan!'.

Pembela Maya & Menpora 

Wildan kini menghadapi tuntutan Rp 12 miliar atau bui 12 tahun. Di antara pro dan kontra berita di media, Wildan sekarang sedang berjuang memperoleh hak-haknya hukumnya. 

Pembela Wildan keukeuh memperjuangkan, 'Wildan harus dibebaskan!'. Mereka beralasan, tindakan Wildan justru berkepahlawanan karena mampu mendeteksi celah keamanan situs resmi presiden ini. Di antara aksi pembela Wildan yang mengaku Anonymous, beramai-ramai unjuk protes penangkapan dengan cara mengusili situs-situs pemerintah berdomain go.id. 

Indahkah aksi Anonymous ini? Belum pasti. Protes pembelaan ulah Wildan dengan justifikasi 'tahu celah keamanan situs presiden RI', menurut hemat saya, hanya akan menimbulkan preseden 'pembenaran kesalahan' yang berkelanjutan. 

Misalnya dengan asumsi serupa, maka koruptor dan pengedar narkoba harusnya dipuji dan dibela juga karena berhasil menunjukkan ada celah kelemahan di perangkat hukum negara kita. Begitukah? 

Jika asumsinya demikian, maka silakan saja segerakan sebar pengumuman, "Mari sedulur nubie wannabe scriptkiddie, dukunglah koruptor dan pengedar narkoba saat ini dengan cara defacement semua situs resmi berdomain dot.id!" Mau begitu?

Saya sangat mengapresiasi seni bermain teknologi komputasi ala Wildan ini. Ulahnya masih lebih layak bernilai berita daripada infotainment artis muda ibukota yang tertangkap pesta narkoba. 

Setidaknya 'keterampilan' Wildan bisa dibina untuk kebermanfaatan bangsa dan negaranya. Namun saya juga harus menghormati langkah polisi yang berusaha menegakkan peraturan, mengajarkan Wildan tentang tanggung jawab hukum, selain membikin jera pengusil ababil lainnya. 

Menurut saya, pada aksi pengusilan presidensby.info ini, jelas Wildan kurang memahami protokol keamanan komputasi dan undang-undang republik ini. DNS redirection yang dilakukan Wildan -- atas nama iseng sekalipun -- tidak perlu ditiru. 

Afdolnya hemat saya, kalau dia memang menemukenali bug serta berniat baik, dia bisa segera laporkan ke admin via surel atau tiket. Setidaknya, begitulah cara kerja seorang idealis hactivist yang dipahami penulis.

Sekarang, kewenangan yang bisa kita lakukan -- jika memang ingin mendukung Wildan -- adalah mengawal proses penyidikan hingga pengadilan. Syukur jika ada relawan yang bergerak elegan dan jantan mau membayar denda pemembebasan Wildan sebagaimana gerakan 'koin Prita'. 

Saya rasa itu jauh lebih mulia daripada lebay mengobarkan perang maya –- alih-alih memberikan dukungan pembelaan. Sekali lagi, mari hormati proses hukum ini. Kita ikhtiari saja semoga Wildan mendapatkan hukuman yang betul-betul berasas perikeadilan dan perikemanusiaan. 

Semoga saja keadilan masih tegak di bumi republik ini. Jangan sampai praktik hukum cuma alim ke kaum kaya, tapi zalim ke kasta papa. Kepada penegak hukum saya berharap, pastikan keadilan bisa diperoleh Wildan. 

Kita semua tentu tidak mau asumsi yang mengatakan "pengedar narkoba dilepaskan, koruptor divonis ringan, Wildan diancam 12 tahunan," mendapat pembenaran. Dus, kita juga tidak ingin mendengar gosip lagi, bahwa kasus Wildan ini hanya pengalihan isu atas kasus-kasus wanprestasi yang dialami pemimpin negeri ini. Sungguh sangat tak adil bila Wildan ditumbalkan dan dijadikan komoditi spekulan kepentingan. 

Dalam proses penyidikan hingga pengadilan Wildan ini nanti, saya ijin usul-usil, seandainya -– seandainya lho ya -- Pak Menpora mau menjadi pembela. Ya, Pak Menpora kita yang bergelar 'pakar' telematika Indonesia mungkin bisa memberi dukungan litigasi, seapes-apesnya menjenguk Wildan selama pemeriksaan. 

Karena selain memahami protokol komputasi beserta piranti perundangannya, bukankah potensi 'keterampilan' Wildan yang berusia muda menjadi domain ahlinya Menpora??

Kalaupun sulit memberi dukungan di pengadilan -– misalnya dengan jadi saksi ahli yang meringankan tuntutan -- saya tetap berharap Pak Menpora bisa menyediakan tim konsultan pembela yang paham protokol TIK, baik dari aspek praksis maupun yuridis. Sehingga Wildan bisa mendapatkan pendampingan yang sepadan saat diadili nanti. 

Mungkin pengandaian saya terlalu memaksa. Namun setidaknya, dengan mengurusi Wildan, energi dan konsentrasi Menpora tidak habis tersita mengurusi sepakbola yang mbulet luar biasa akibat modus drama trias politica. 

Saya rasa, menggali dan mengarahkan potensi anak-anak muda seperti Wildan ini lebih bergizi prestasi, daripada Pak Menpora pening melerai oknum manusia yang ngakunya sportif dan dewasa tapi suka gelut di lapangan bola dan terbiasa adu mulut di media. 

Saya haqqul yaqin ada banyak Wildan-Wwildan lain yang punya potensi xtravaganza di bidang keamanan komputasi maya. Mereka bisa diprogram dan dibina Kemenpora sebagai aset bangsa yang memberi manfaat untuk masyarakat. 

Usul usil saya agar Menpora mau menyediakan pembela, sekaligus sebagai antitesa alternatif atas inisiatif pembelaan 'rekan-rekan' Wildan yang destruktif.

Tambahan usul usil saya lagi, sampai pun nanti Wildan dibui, beri kesempatan Wildan menjalani hukuman di 'Lembaga Perkomputeran', meski secara yurisdiksi tetap berada dalam pengawasan Lembaga Pemasyarakatan. 

Saya anggap itu sebagai hak prerogatif 'grasi kortingan' dari Presiden SBY, Bapak kita semua, hactivist muda Indonesia. 

Teknisnya, Wildan dapat dijamaahkan pada komunitas hacker yang benar, misalnya komunitas pengembang piranti lunak lokal atau para teknopreneur creative digital yang butuh dukungan kebijakan plus relawan sumber daya keahlian. 
baca keseluruhan - Kisah Peretas Situs SBY Si WildAn(o)nymous

Kamis, 31 Januari 2013

Siapa di Balik Grup Hacker Anonymous Indonesia?

Pagi ini jagat internet Tanah Air dihebohkan dengan aksi grup Anonymous Indonesia yang sempat menjebol beberapa situs pemerintah. Aksi ini dikaitkan dengan penahanan Wildan, hacker yang meretas situs SBY.

Wildan Yani Ashari, remaja berusia 21 tahun, diduga telah merusak akses ke situs presidensby.info dengan menyusup ke dalam jaringan ISP Jatireja Network, salah satu penyedia layanan internet situs milik presiden RI itu.

Aksi penangkapan Wildan beberapa waktu lalu ini lantas memicu gerakan lain yang dilakukan sebuah grup bernama Anonymous Indonesia. Mereka juga memiliki akun Twitter bernama@anon_indonesia. 

Sejak dini hari tadi, Rabu (30/1/2013), grup tersebut melakukan beberapa serangan ke situs pemerintah milik Kemenkumham, Kemenparekraf dan Indonesia.go.id. Bahkan kabarnya situs Kominfo sempat menjadi korban aksi kelompok tersebut.

Nama Anonymous sendiri mengingatkan para pengguna internet dengan grup Anonymous lainnya di mancanegara yang telah meretas ke beberapa situs besar seperti Visa, Master Card, PayPal, dan masih banyak lainnya. Grup ini juga pernah sukses membobol jaringan PlayStation Network milik Sony.

Tapi tak selalu bersifat merusak, grup Anonymous juga berkontribusi membangun infrastruktur di perbatasan Gaza agar komunikasi digital di tempat itu tidak terputus. Lalu apa kaitannya dengan grup Anonymous Indonesia?

"Tidak ada," kata salah satu anggota Anonymous yang dihubungi.

"Kami Anonymous Asia Tenggara belum melakukan apapun atau bertindak apapun terhadap kasus Wildan ini. Karena kita menganggap ini hanya sebagai kasus di mana popularitas dan keangkuhan bermain," kata anggota yang sempat menyusup sistem keamanan NASA itu.

Jika begitu, lalu siapa sebenarnya grup yang mengaku Anonymous Indonesia itu? 

"Ya, Anonymous itu kan bisa siapa saja, yang jelas kami tidak ada hubungannya dengan kelompok tersebut," pungkas hacker kawakan yang tidak ingin disebutkan identitasnya itu.
baca keseluruhan - Siapa di Balik Grup Hacker Anonymous Indonesia?

Kisah Hacker Pembobol Situs Presiden SBY

Identitas Jember Hacker yang meretas situs presidensby.info terungkap. Pelaku bernama Wildan Yani Ashari. Seperti apa kisahnya?

Wildan berasal dari Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Jember. Sosoknya agak jauh dari dunia teknologi, karena ia hanya lulusan SMK Teknologi Pembangunan. Pihak sekolah menduga kemampuan diperoleh Wildan secara otodidak.

"Ya mungkin diperoleh dari teman temannya yang mengerti tentang komputer. Sebab di sekolah, prestasi komputernya biasa biasa saja. Apalagi dia kan bukan jurusan komputer, tetapi teknik bangunan," kata Kabag Kesiswaan SMK Teknologi Balung, Sunarso.

Sunarso menambahkan, selama mengenyam pendidikan di SMK Teknologi Balung, Wildan dikenal sebagai siswa yang pendiam dan lugu. Dalam keseharian, Wildan justru terlihat aktif di bidang olahraga. 

"Kemampuan akademik di bidang komputer, ya biasa saja seperti layaknya siswa yang lain," ujar Sunarso.

Bahkan dalam nilai sekolah, Wildan tak pernah mendapat ranking dan belum pernah masuk ke dalam sepuluh besar. Karena itu, Sunarso menduga, kemampuan Wildan dalam komputer diperoleh dengan cara otodidak.

Sementara, orangtua Wildan, Ali Zakfar mengaku selama ini memang tidak mengetahui aktivitas anaknya itu di luar rumah, yang dia ketahui, selama ini Wildan bekerja menjaga warnet di kawasan Jember kota. 

"Dia bekerja di warnet yang ada di jalan Letjend Suprapto Jember. Jadi waktunya memang lebih banyak untuk pekerjaannya itu," tambah Ali. 

Wildan ditangkap tim Cyber Crime Mabes Polri beberapa hari lalu. Ia diduga sebagai pelaku yang sempat merusak akses ke situs www.presidensby.info dengan meninggalkan jejak sebagai 'Jember Hacker Team'.

Saat itu Id-SIRTII langsung melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku, dan hasil yang didapat adalah lokasi IP Address dan DNS dari Texas, Amerika Serikat. Namun setelah ditelusuri lebih lanju polisi akhirnya menangkap Wildan.
baca keseluruhan - Kisah Hacker Pembobol Situs Presiden SBY

Mengenal Anonymous, Grup Hacker Paling Berpengaruh di Dunia

Sepak terjang Anonymous memang sering mengebohkan. Kelompok hacker ini sudah berulangkali menggeber serangan ke website penting.

Sulit diketahui siapa saja yang tergabung dalam Anonymous. Jika tampil di depan publik, mereka biasanya memakai topeng ala Guy Fawkes, seorang aktivis Inggris terkenal di zaman dahulu.

Seperti apa sejarah Anonymous dan bagaimana sepak terjang mereka? Berikut riwayat singkatnya yang dihimpun dari berbagai sumber.


1. Lahir Tahun 2003

Cikal bakal kelompok Anonymous ini dilaporkan berasal dari tahun 2003. Awalnya berasal dari forum internet bernama 4chan.

Anonymous punya beragam misi. Terkhusus, mereka menentang sensor internet dan pengawasan online oleh pemerintah. Sehingga seringkali mereka menyerbu website pemerintah sebagai tanda protes.

Anonymous juga anti terhadap paham scientology, korupsi, dan homophobia. Padahal pada awalnya, kelompok komunitas online ini dibuat untuk tujuan senang-senang.

Anonymous memang bukan benar-benar sebuah organisasi. Mereka adalah grup besar individual yang mempunyai ketertarikan yang sama. Sehingga sering dikatakan semua orang bisa menjadi Anonymous.

Sejak tahun 2008, Anonymous semakin serius dalam aksi hacktivist, yaitu melakukan hack untuk misi tertentu. Mereka dijuluki sebagai Robin Hood digital dan dikenal memperjuangkan kebebasan informasi dan akses internet.

Aksi hack mereka semakin liar dan menyerang website-website penting. Sehingga majalah ternama Time memasukkan nama mereka sebagai salah satu kelompok paling berpengaruh di dunia pada tahun 2012.

2. Asal Kata Anonymous

Nama Anonymous sendiri terinspirasi oleh anonimitas user yang biasa memposting sesuatu di internet. Ya, banyak orang lebih memilih tidak menyebut identitas aslinya di dunia maya.

Konsep Anonymous semakin mantap pada tahun 2004. Ketika itu, administrator di forum 4chan mengaktivasi protokol Forced-Anon yang membuat semua postingan bernama Anonymous.

Anonymous pun merepresentasikan sebuah kelompok individu yang tidak bernama. Anggota Anonymous terdiri dai banyak pengguna forum internet.

Mereka memobilisasi serangan atau misi melalui berbagai wadah. Seperti di 4chan, YouTube, sampai melalui Facebook.

"Setiap orang yang ingin bisa menjadi Anonymous dan bekerja dengan tujuan tertentu. Kami setuju dengan semua agenda namun beroperasi secara independen," tukas seorang anggotanya.

Salah satu semboyan mereka yang terkenal adalah We are Anonymous. We are Legion. We do not forgive. We do not forget. Expect us.

3. Serangan ke Website Penting

Anonymous sudah sering melakukan serangan ke berbagai website penting. Biasanya sebagai tanda protes atau ketidaksetujuan.

Pada tahun 2009 setelah Pirate Bay terbukti bersalah atas kasus hak cipta, Anonymous melancarkan serangan melawan organisasi International Federation of the Phonographic Industry (IFPI).

Organisasi tersebut termasuk yang menentang keberadaan Pirate Bay. Aksi serupa terjadi tahun 2012 lalu ketika website Megaupload ditutup.

Hacker Anonymous berhasil melumpuhkan situs Departemen Kehakiman AS, FBI, dan Motion Picture Association of America (MPAA). Semuanya dinilai sebagai pihak yang menggembosi Megaupload.

Anonymous juga pernah melumpuhkan situs yang mengandung pornografi anak. Pada tahun 2008, mereka melancarkan serangan online besar-besaran pada kelompok agama Scientology.

Tidak jarang mereka melakukan serangan ke website pemerintah berbagai negara. Mereka pernah menumbangkan berbagai situs penting Israel sebagai protes serangan brutal mereka ke Palestina. Mereka sempat mengumbar 5000 data pribadi pejabat Israel.

4. Anggota yang Tertangkap

Beberapa anggota Anonymous berhasil ditangkap aparat. Tahun 2010, aparat di Belanda menangkap seorang remaja usia 16 tahun karena menyerang website Visa, Mastercard dan PayPal.

Pada bulan Januari 2011, kepolisian di Inggris berhasil menangkap lima orang hacker yang berhubungan dengan Anonymous.

Juni 2011, kepolisian di Spanyol menahan tiga orang yang masuk jaringan Anonymous. Ketiganya menyerang website pemerintah Mesir, Aljazair, Iran, Chile dan Selandia Baru. 

Satu kasus yang cukup menonjol adalah penangkapan Christopher Weatherhead. Dia mengorganisasi serangan DDos pada PayPal dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara.

Masih banyak lagi kasus penangkapan hacker Anonymous. Namun tampaknya mereka tidak kapok dan akan terus melakukan misinya.
baca keseluruhan - Mengenal Anonymous, Grup Hacker Paling Berpengaruh di Dunia

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense