Tampilkan postingan dengan label informasi technology sony. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi technology sony. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 November 2013
Sony Kembangkan Rambut Palsu Cerdas Bernama SmartWig
Sabtu, 22 Desember 2012
Sony Kembangkan Gamepad Hybrid untuk PlayStation
Banyak penggila game pasti sudah familiar dengan gamepad milik konsol Playstation. Gamepad yang telah eksis sejak kehadiran Playstation seri pertama tersebut memang telah menjadi ciri khas tersendiri bagi konsol besutan Sony tersebut.
Sayangnya kontroler Playstation yang telah mengimplementasikan sensor gerak, yakni Playstation Move, tidak begitu merasakan kepopuleran tersebut. Mungkin dikarenakan oleh banyaknya gamer yang lebih menyukai gamepad dengan model konvensional.
Melihat hal tersebut, baru-baru ini Sony mempublikasikan sebuah terobosan dalam dunia gamepad. Disebut terobosan baru karena Sony menggabungkan dua jenis kontroler dalam satu genggaman.
Kontroler hybrid yang disebut 'Hybrid Separable Motion Controller' tersebut nantinya akan berbentuk mirip dengan gamepad khas Playstation. Namun pada bagian atas gamepad tersebut terdapat dua buah orb (bulatan) seperti yang ada pada Playstation Move.
Uniknya, gamepad tersebut nantinya dapat dibelah menjadi dua. Jika dipisahkan, ia akan berfungsi layaknya kontroler sensor gerak Playstation Move yang saat ini ada.
Dikutip dari Megagames, kontroler hybrid yang telah didaftarkan patennya oleh Sony sejak bulan mei 2011 ini nantinya juga dibekali dengan magnetometer, accelerometer, gyroscope, vibration motor dan speaker di dalamnya.
Sayangnya kontroler Playstation yang telah mengimplementasikan sensor gerak, yakni Playstation Move, tidak begitu merasakan kepopuleran tersebut. Mungkin dikarenakan oleh banyaknya gamer yang lebih menyukai gamepad dengan model konvensional.
Melihat hal tersebut, baru-baru ini Sony mempublikasikan sebuah terobosan dalam dunia gamepad. Disebut terobosan baru karena Sony menggabungkan dua jenis kontroler dalam satu genggaman.
Kontroler hybrid yang disebut 'Hybrid Separable Motion Controller' tersebut nantinya akan berbentuk mirip dengan gamepad khas Playstation. Namun pada bagian atas gamepad tersebut terdapat dua buah orb (bulatan) seperti yang ada pada Playstation Move.
Uniknya, gamepad tersebut nantinya dapat dibelah menjadi dua. Jika dipisahkan, ia akan berfungsi layaknya kontroler sensor gerak Playstation Move yang saat ini ada.
Dikutip dari Megagames, kontroler hybrid yang telah didaftarkan patennya oleh Sony sejak bulan mei 2011 ini nantinya juga dibekali dengan magnetometer, accelerometer, gyroscope, vibration motor dan speaker di dalamnya.
Senin, 10 Desember 2012
Sony Kembangkan Sensor Pendeteksi Jerawat
Untuk urusan image sensor, Sony memang jagonya. Dilaporkan, pemain teknologi ini akan menambahkan kemampuan di sensornya yang dinamakan 'Smart Skin'.
Asyiknya dari teknologi berikut adalah, ia mampu mengukur tingkat kesehatan kulit seseorang dengan mendeteksi keberadaan jerawat, bintil atau bercak di bawah permukaan kulit. Wow!
Adapun kemampuan itu dihasilkan lewat perkawinan teknologi image sensor CMOS dan software khusus. Meski masih dalam tahap pengembangan, namun Sony telah memamerkan prototypenya.
Sony mengumumkan proyek Smart Skin Evaluation Program (SSKEP) ini mampu menganalisa gelombang cahaya yang direfleksikan dari kulit subyek untuk menentukan level tekstur, pigmentasi dan melanin, demikian seperti dilansir dari PCWorld,
Tak hanya untuk smartphone, kabarnya jika sudah siap dipakai, sensor itu juga bakal bisa digunakan di komputer tablet,
Sony memang tengah aktif mempromosikan image sensor besutannya terutama yang dipakai di gadget portabel. Pada bulan Juni silam, pihaknya pernah mengatakan bahwa akan menginvestasikan USD 1 miliar untuk meningkatkan produksi sensor hingga September 2013.
Asyiknya dari teknologi berikut adalah, ia mampu mengukur tingkat kesehatan kulit seseorang dengan mendeteksi keberadaan jerawat, bintil atau bercak di bawah permukaan kulit. Wow!
Adapun kemampuan itu dihasilkan lewat perkawinan teknologi image sensor CMOS dan software khusus. Meski masih dalam tahap pengembangan, namun Sony telah memamerkan prototypenya.
Sony mengumumkan proyek Smart Skin Evaluation Program (SSKEP) ini mampu menganalisa gelombang cahaya yang direfleksikan dari kulit subyek untuk menentukan level tekstur, pigmentasi dan melanin, demikian seperti dilansir dari PCWorld,
Tak hanya untuk smartphone, kabarnya jika sudah siap dipakai, sensor itu juga bakal bisa digunakan di komputer tablet,
Sony memang tengah aktif mempromosikan image sensor besutannya terutama yang dipakai di gadget portabel. Pada bulan Juni silam, pihaknya pernah mengatakan bahwa akan menginvestasikan USD 1 miliar untuk meningkatkan produksi sensor hingga September 2013.
Selasa, 22 Maret 2011
Layar OLED Sony Bisa Digulung Pada Sebatang Pensil
Sony mengembangkan layar OLED (Organic Light Emitting Diode) paling fleksibel di dunia. Saking tipis dan fleksibelnya, layar berwarna itu bisa digulung pada sebatang pensil.
Dikutip dari Daly Mail, purwarupa layar OLED yang diciptakan perusahaan elektronik asal Jepang itu berukuran 4,1 inchi dan terbuat dari bahan super tipis yang terbalut semikondukter organik. Ketebalannya hanya 0,08mm, namun resolusinya yang sebesar 432 x 240 memadai untuk menghasilkan gambar cukup jernih.
Dalam sebuah demo, layar OLED tersebut memperlihatkan kemampuannya untuk bisa terus menerus menampilkan gambar bergerak, ketika layar digulung dan diputar berkali-kali. Ketajaman gambarnya sebesar 100cd/m2 dengan rasio kontras 1000:1.
"Bahkan ketika layar digulung dan diputar hingga 1.000 kali serta direnggangkan, kemampuan layar dalam menghasilkan gambar bergerak tidak menurun," kata juru bicara Sony yang tidak disebutkan namanya.
Suatu hari nanti, layar OLED tipis semacam ini bisa digunakan untuk perangkat mobile fleksibel, televisi dan majalah atau surat kabar elektronik.
Dikutip dari Daly Mail, purwarupa layar OLED yang diciptakan perusahaan elektronik asal Jepang itu berukuran 4,1 inchi dan terbuat dari bahan super tipis yang terbalut semikondukter organik. Ketebalannya hanya 0,08mm, namun resolusinya yang sebesar 432 x 240 memadai untuk menghasilkan gambar cukup jernih.
Dalam sebuah demo, layar OLED tersebut memperlihatkan kemampuannya untuk bisa terus menerus menampilkan gambar bergerak, ketika layar digulung dan diputar berkali-kali. Ketajaman gambarnya sebesar 100cd/m2 dengan rasio kontras 1000:1.
"Bahkan ketika layar digulung dan diputar hingga 1.000 kali serta direnggangkan, kemampuan layar dalam menghasilkan gambar bergerak tidak menurun," kata juru bicara Sony yang tidak disebutkan namanya.
Suatu hari nanti, layar OLED tipis semacam ini bisa digunakan untuk perangkat mobile fleksibel, televisi dan majalah atau surat kabar elektronik.
Kamis, 10 Maret 2011
Sony Pamer Kamera Ponsel 16,4MP
Gebrakan teknologi kamera ponsel coba dihadirkan oleh Sony. Mereka mengklaim telah menciptakan rekor kamera ponsel dengan resolusi tertinggi saat ini, yakni 16,4MP.
Vendor asal Jepang ini memamerkan dua modul kamera yang bisa dipakai di ponsel, satu beresolusi 16,4 MP dan satunya lagi 8,1MP. Canggihnya, kedua modul ini dapat merekam video full HD.
Kedua sensor kamera memakai teknologi bernama Exmor R yang telah digunakan dalam berbagai produk kamera Sony. Modul 16,4MP memiliki sensor gambar 1/2.8 back-illuminated CMOS. Ukuran pixelnya sangat kecil, hanya 1,12 mikron.
Sony menyadari bahwa dengan kecilnya ukuran pixel, kualitas foto bisa menjadi buruk. Namun mereka mengklaim telah menerapkan teknologi khusus agar hasil foto tetap ciamik.
Dikutip dari GSMArena, dua produk tersebut akan mulai dikapalkan pada Januari tahun 2011. Bisa jadi kamera 16,4MP itu kemudian akan dipakai dalam ponsel besutan Sony Ericsson.
Vendor asal Jepang ini memamerkan dua modul kamera yang bisa dipakai di ponsel, satu beresolusi 16,4 MP dan satunya lagi 8,1MP. Canggihnya, kedua modul ini dapat merekam video full HD.
Kedua sensor kamera memakai teknologi bernama Exmor R yang telah digunakan dalam berbagai produk kamera Sony. Modul 16,4MP memiliki sensor gambar 1/2.8 back-illuminated CMOS. Ukuran pixelnya sangat kecil, hanya 1,12 mikron.
Sony menyadari bahwa dengan kecilnya ukuran pixel, kualitas foto bisa menjadi buruk. Namun mereka mengklaim telah menerapkan teknologi khusus agar hasil foto tetap ciamik.
Dikutip dari GSMArena, dua produk tersebut akan mulai dikapalkan pada Januari tahun 2011. Bisa jadi kamera 16,4MP itu kemudian akan dipakai dalam ponsel besutan Sony Ericsson.
Langganan:
Postingan (Atom)






