# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about android malware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about android malware. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

Malware Baru Bikin Galau Pengguna Android

Rentan masalah keamanan di Android menjadi masalah utama yang sering ditemukan. Informasi terbaru, perusahaan keamanan TrustGo menemukan Trojan ada juga di beberapa toko aplikasi Android pihak ketiga yang menyebar ke lebih dari 100 ribu perangkat.

Trojan yang bernama MMarketPay.A ini disembunyikan di dalam aplikasi yang tampaknya legal, antara lain termasuk aplikasi perjalanan dan cuaca. Sejauh ini, Trojan ini telah terlihat di sembilan toko aplikasi online yang berbeda China.

Seperti diketahui, selain Play Store, Google juga mengizinkan toko online pihak ketiga untuk menyediakan aplikasi bagi Android. TrustGo sendiri menemukan malware tersebut berasal dari aplikasi berbayar yang tersedia seperti di China Mobile Mobile Market (M-Market).

Biasanya, TrustGo menjelaskan, pelanggan harus login ke M-Market untuk membeli aplikasi. M-Market akan mengirim kode verifikasi ke pelanggan melalui SMS untuk memastikan pembelian tertentu berlaku. Setelah pelanggan memasukkan kode ke M-Market untuk verifikasi, toko ini akan mendownload aplikasi.

Malware yang menjangkiti 100 ribu handset tersebut tentu saja meresahkan alias membuat galau, demikian istilahnya. Pasalnya, virus ini mampu membuat pengguna tiba-tiba harus membayar tagihan telephone yang besar.

Ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi platform Android, dimana saat ini penjahat cyber mencari keuntungan dari pendekatan Google yang berbasis terbuka tersebut. Demikian keterangan yang dikutip detikINET dari eWeek.

TrustGo menyarankan sejumlah cara pengguna dapat melindungi diri dan perangkat mereka. Selain menggunakan teknologi mobile antivirus, pengguna hanya harus menggunakan pasar aplikasi pihak ketiga yang dibuat oleh produsen terkenal serta vendor yang sah untuk mendownload dan menginstal aplikasi. Selain itu, pengguna harus selalu meninjau komentar pengguna lain pada review aplikasi tersebut.
baca keseluruhan - Malware Baru Bikin Galau Pengguna Android

Senin, 26 Maret 2012

Waspada, Malware Android Beredar via Facebook

Para bandit cyber menemukan cara baru menyebarkan progam jahat untuk Android. Setelah dihadang Google Bouncer, sejumlah malware kini beredar melalui Facebook.

Untuk mengantisipasi serangan malware yang membludak di perangkat Android, Google memang telah membangun aplikasi baru yang disebut Bouncer. Aplikasi ini berfungsi untuk menyaring konten apa saja yang ada di Android Market.

Seakan tak kehilangan akal, para penjahat cyber pun mencoba lebih kreatif dengan menyebarkan malware dengan cari lain, salah satunya melalui Facebook. Seperti dikutip dari slashgear.

Malware tersebut menyebar dalam berbagai nama misalnya saja any_name.apk atau atau allnew.apk, dan media penyebarannya dilakukan melalui aplikasi Facebook untuk Android.

Modusnya sejauh ini diketahui adalah dengan menambahkan calon korban sebagai teman dengan berbagai nama samaran. Korban yang merasa penasaran pun akan digiring untuk melihat profil sang pelaku.

Namun bukannya halaman profil yang ditemukan, link tersebut justru merujuk ke sebuah situs berisikan aplikasi jahat yang sudah menanti untuk diunduh.

Nah di sini pengguna dituntut untuk lebih jeli. Android tidak memperbolehkan penggunanya untuk mengunduh aplikasi dari situs tak jelas tanpa izin, jadi seharusnya serang semacam ini bisa dengan mudah dihindari.

Menurut penyedia jasa keamanan Sophos, jika sudah terpasang maka aplikasi tersebut akan secara otomatis membuat pengguna berlangganan sms premium atau aksi merugikan lainnya.

Agar lebih aman pengguna Android disarankan untuk membuat pengaturan yang hanya mengizinkan instalasi aplikasi melalui Android Market.
baca keseluruhan - Waspada, Malware Android Beredar via Facebook

Sabtu, 17 Maret 2012

7 Program Jahat Android Terpopuler

Beberapa program jahat alias malware coba menerjang OS Android yang popularitasnya makin tinggi. Berikut beberapa malware Android paling terkenal yang terdeteksi sejauh ini, dilansir InformationWeek :

1. Android.PjappsM

Awal tahun 2010, penyerang mendownload program sah dari Android Market lalu menginfeksinya dengan malware Android.Pjapps. Versi modifikasi itu didistribusi ulang ke marketplace Android pihak ketiga. Selain menyedot pulsa dengan mengirim SMS premiun, malware ini menurut Symantec bertujuan mencuri data personal user yang perangkatnya terinfeksi.

2. Android.Geinimi

Trojan yang dikenal bernama Geinimi ini menyebar terutama di China. Ia menginfeksi game Android dan begitu terinstall di perangkat pengguna, perangkat itu jadi botnet mobile yang bisa dikendalikan penyerang dari jarak jauh.

3. AndroidOS.FakePlayer

Menurut Symantec, program jahat ini menyamarkan diri sebagai aplikasi media player. Jika terinstall, secara diam-diam akan mengirim SMS premium pada nomor di Rusia.

4. DroidDream (aka, Android.Rootcager)

DroidDream termasuk malware yang menggila dengan menginfeksi sekitar 60 aplikasi berbeda di Android Market serta menginfeksi ratusan ribu user di kuartal pertama 2011. Malware ini mengubah perangkat terinfeksi menjadi botnet, menembus sekuriti Android, menginstall software tambahan dan mencuri data.

5 Android.Bgserv

Beberapa saat sesudah terjangan DroidDream, Google merilis tool untuk 'menyembuhkan' perangkat yang terinfeksi. Namun penjahat cyber turut mendompleng momen ini dengan merilis versi palsu yang jahat. Beruntung tidak terlalu berbahaya meski tetap bisa mencuri data.

6. GGTracker

Ancaman GGTracker dinyatakan cukup canggih. Penjahat cyber mengelabui user dengan membuat halaman web mobile yang terlihat seperti Android Market di mana sebagian user terjebak mendownload aplikasi penghemat baterai palsu. Jika terinstall, malware ini akan mengirim SMS premium dengan biaya sampai USD 40 per SMS.

7. DroidKungFu

Taktik pembuat malware ini adalah mendistribusi aplikasi sah di Android Market, menunggu banyak user mengunduhnya, kemudian menginjeksinya dengan malware kala user melakukan update over the air (OTA). Beruntung, DroidKungFu sudah diketahui 'kejahatannya' sebelum menginfeksi user sehingga tak jadi masuk ke Android Market.
baca keseluruhan - 7 Program Jahat Android Terpopuler

Selasa, 08 Maret 2011

Geinimi, Malware Pengintai di Android

Sebagai salah satu sistem operasi yang digandrungi tak heran jika menjadikan Android sebagai target utama serangan dedemit maya. Beragam program jahat pun diciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu.

Geinimi, merupakan salah satu malware baru yang ditemukan di kalangan pengguna Android. Malware ini terbilang unik, selain bisa mengintai dan mencuri data korbannya, program jahat ini juga memiliki kemampuan menjadi Botnet.

Botnet bisa dikatakan sebagai aplikasi jahat yang mampu mengambil alih perangkat yang dijankitnya. Dengan kata lain, software ini bisa dijadikan alat oleh pembuatnya untuk mengendalikan ponsel/komputer korban. Nah, baru kali pertama malware jenis ini ditemukan di Android.

Geinimi mampu berkomunikasi dengan pusat kendalinya untuk meng-install atau pun uninstall aplikasi yang ada pada ponsel. Malware ini juga dirancang agara secara rutin melaporkan aktifitas penggunanya.

Selain itu Geinimi juga mampu melaporkan posisi korbannya melalui kordinat GPS, jenis ponsel yang digunakan, informasi nomer kartu yang digunakan, dan semua data tersebut diunggah pada 10 alamat situs yang berbeda.

Pakar virus dari Lookout Mobile Security, Kevin Mahaffey, memaparkan bahwa Geinimi mulai ditemukan pada aplikasi Market pihak ketiga di China, dan melakukan penyebaran lewat sebuah aplikasi ternama yang sudah diunduh jutaan kali. Namun sayangnya, Mahaffey enggan menyebutkan nama aplikasi tersebut.
baca keseluruhan - Geinimi, Malware Pengintai di Android

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense