# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label sepak bola italia players history aggio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola italia players history aggio. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

sejarah Hari Ini (16 Desember): Gol ke-300 Roberto Baggio

Baggio menjadi salah satu dari empat pemain Italia yang sanggup mencatatkan torehan 300 gol.

16 Desember 2002 adalah hari yang bersejarah bagi Roberto Baggio. Hari itu, ia membela klubnya Brescia dan mencetak gol ke-300 sepanjang karier ketika menang 3-1 lawan Piacenza. Torehan ini membuatnya menjadi pemain Italia pertama yang sukses mencetak 300 gol dalam 50 tahun terakhir. 

Selama kariernya, total ia mencetak 318 gol. Artinya, Baggio menjadi salah satu dari empat pemain Italia yang sanggup mencatatkan lebih dari 300 gol di belekang Silvio Piola (364 gol), Giuseppe Meazza (338), dan Alessandro Del Piero yang kini masih berkarier di Sydney FC. 

Seluruh karier Baggio dihabiskan di Italia. Dimulai dari membela klub Serie C1 Vicenza, Baggio muda langsung maju ke panggung yang lebih besar pada 1985 ketika pindah ke Fiorentina dan mencapai puncak kariernya saat lima tahun di Juventus. Kariernya perlahan mulai menurun ketika membela AC Milan, Bologna, dan Internazionale. Namun, kepindahannya ke Brescia pada 2000 sempat mengangkat performanya sebelum ia pensiun pada 2004. 


Italiano Sejati | 22 tahun karier Baggio dihabiskan membela klub-klub Italia.

Di Serie A Italia, Baggio sukses mencatatkan 205 gol. Membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak keenam sepanjang masa Serie A. Di timnas Italia, Baggio sanggup menceploskan 27 gol, membuatnya sejajar dengan Del Piero sebagai pencetak gol terbanyak nomor empat. Bersama Azzurri pula ia menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam tiga Piala Dunia secara berurutan: 1990, 1994, dan 1994.

Fakta unik dari Baggio adalah soal penalti. Di level domestik dan internasional, ia sanggup mencetak 108 gol dari 122 kesempatan dari titik putih, terbanyak dari pemain Italia. Melalui adu penalti pula, Baggio selalu membawa Italia tersingkir di ketiga Piala Dunia yang diikutinya itu. Yang paling diingat tentu adalah kegagalan Baggio menjadi eksekutor penalti ketika adu penalti melawan Brasil di final Piala Dunia 1994.  

Julukan Baggio adalah Il Divin Codino atau dalam bahasa Inggris berarti Divine Ponytail lantaran potongan rambutnya yang poni dan ada kuncir di belakangnya. Gaya rambut ini ia gunakan hampir di sepanjang kariernya.  Dia bergaya rambut seperti itu setelah membaca bahwa Siddhartha Gautama pernah menyelamatkan orang hanyut di sungai dengan menarik poninya. Baggio sendiri akhirnya memeluk agama Buddha.

ROBERTO BAGGIO

Nama lengkapRoberto Baggio

Tempat, tanggal lahir:
 Caldogno, Italia, 18 Februari 1967 
Koleksi Gelar (Pemain):
Juventus
    Piala UEFA: 1992/93
    Serie A: 1994/95
    Coppa Italia: 1994/95

AC Milan
    Serie A: 1995/96

Bologna
    UEFA Intertoto Cup: 1998

Timnas Italia
   Piala Dunia: 1990 (juara ketiga), 1994 (runner-up)

Karier pemain:
1982–1985:  Vicenza    
1985–1990:  Fiorentina 
1990–1995:  Juventus   
1995–1997:  Milan        
1997–1998:  Bologna    
1998–2000:  Internazionale
2000–2004:  Brescia     

Karier timnas:1988-2004:  Italia

Total Penampilan (Gol) 


46 penampilan (16 gol)
135 (55)
200 (115)
77 (19)
33 (23)
58 (18)
121 (46)


56 (27)

693 (318)
baca keseluruhan - sejarah Hari Ini (16 Desember): Gol ke-300 Roberto Baggio

Jumat, 19 Juli 2013

Sejarah Hari Ini (17 Juli): Air Mata Italia

Hari ini, 19 tahun lalu, tangis Gli Azzurri pecah, sesaat setelah Roberto Baggio gagal mengeksekusi penalti terakhir di final Piala Dunia 1994.Ambisi Italia untuk menjadi negara pertama yang menyabet empat gelar Piala Dunia buyar pada 17 Juli 1994 di Pasadena, Amerika Serikat.
Jutaan pendukung La Nazionale bersuka cita ketika dua gol Roberto Baggio menghentikan laju Bulgaria di semi-final kejuaraan antarnegara paling prestisius ini. Harapan mengangkat trofi untuk kali keempat pun membuncah.

Final Piala Dunia 1994
BRASIL 0-0 (3-2) ITALIA
17 Juli 1994
Rose Bowl, Pasadena
Amerika Serikat 
Wasit: Sandor Puhl (Hongaria)
PenaltiBRA: Marcio Santos (ditepis), Romario, Branco, Dunga. ITA: Baresi (gagal), Albertini, Evani, Massaro (ditepis), Baggio (gagal)
Brasil: Taffarel, Jorginho (Cafu, 21'), Mauro Silva, Branca, Bebeta, Dunga, Zinho (Viola, 106'), Romario, Aldair, Marcio Santos, Mazinho.
Pelatih: Carlos Alberto Parreira

Italia: 
Gianluca Pagliuca, Antonio Benarrivo, Paolo Maldini, Franco Baresi, Roberto Mussi (Luigi Apolloni, 34'), Roberto Baggio, Demetrio Albertini, Dino Baggio (Alberigo Evani, 95'), Nicola Berti, Roberto Donadoni, Daniele Massaro.Pelatih: Arrigo Sacchi
Gli Azzurri kemudian ditantang Brasil di partai puncak, yang menjadi laga klasik setelah keduanya bertemu di final 1970 di mana Selecao keluar sebagai kampiun. Kedua tim yang tampil ngotot sejak menit awal tak mampu menjebol gawang lawan sehingga skor imbang tanpa gol pun bertahan sampai wasit asal Hongaria Sandor Puhl meniup peluit akhir. Artinya, penentuan pemenang harus dilanjutkan hingga ke drama adu penalti - ini untuk kali pertama terjadi di sepanjang sejarah Piala Dunia.

Pendukung Italia baik yang di Pasadena maupun belahan dunia lainnya harap-harap cemas ketika Il Capitano Franco Baresi yang menjadi eksekutor pertama bagi skuat Arrigo Sacchi gagal menceploskan bola ke gawang Taffarel. Sepakan Baresi, yang di pertandingan tersebut harus menepi sejenak akibat cedera, melambung jauh di atas mistar.
Sementara di kubu Brasil, meski juga gagal di tendangan pertama yang dilakukan Marcio Santos, melaju mulus pada tiga penendang berikutnya oleh Romario, Branco dan Dunga. Tiba saatnya Baggio melangkah ke kotak penalti. Dialah yang akan menjadi penentu siapa yang bakal menjadi negara pertama yang mengenakan empat bintang dalam jersey mereka. Inilah momen kunci untuk menjadi pemenang atau pecundang.

Beberapa detik kemudian…
Seluruh pemain, tim medis, staf, dan pelatih langsung berhamburan ke lapangan yang diiringi sorak sorai ribuan pendukung setelah eksekusi Baggio selesai. Tapi ternyata, suka cita itu justru tidak keluar dari mereka yang mengenakan seragam biru, warna kebanggaan timnas Italia.
Ya, Baggio, yang menjadi pahlawan di laga sebelumnya gagal mewujudkan mimpi masyarakat Italia. Sepakan Baggio -- yang melanjutkan pertandingan dengan suntikan penahan rasa sakit akibat cedera hamstring -- juga tidak tepat sasaran, kembali jauh melambung melewati mistar mirip seperti yang dilakukan Baresi pada kesempatan pertama.

Jika tim kuning bersorak gembira, lain halnya dengan Si Biru yang menangis pilu. Tangis Baresi pecah, Baggio hanya tertunduk lesu dan pemandangan itu masih terus menjadi mimpi buruk Italia, walau telah terlewati 19 tahun lamanya.
baca keseluruhan - Sejarah Hari Ini (17 Juli): Air Mata Italia

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense