Tampilkan postingan dengan label about bill gates vaccine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about bill gates vaccine. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Februari 2021
Fakta Bill Gates Dituding Pakai Aktor Saat Divaksin Corona
Minggu, 24 Januari 2021
Penampakan Bill Gates Disuntik Vaksin Corona
Jumat, 12 Juni 2020
Bill Gates Kucuri Dana, Vaksin Corona Oxford Siap Produksi
Calon vaksin Corona buatan Universitas Oxford, Inggris dapat kucuran dana dari Bill Gates. Mereka pun siap memproduksi 2 miliar dosis vaksin.
Kerja sama ini adalah dengan Coalition for
Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan Gavi Vaccine Alliance.
CEPI
dan Gavi didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation dan didukung
WHO.
CEPI dan Gavi mendukung dana sebesar USD 750 juta (Rp 10,5 triliun)
untuk memproduksi, pengadaan dan distribusi 300 juta dari 2 miliar
dosis yang ada.
AstraZeneca juga membuat partnership lisensi dengan Serum Institute of India (SII).
Mereka akan membuat 1 miliar vaksin Corona
untuk negara miskin dan menengah.
Meskipun uji coba masih berlangsung,
menurut BBC AstraZeneca sudah mulai memproduksi 1 miliar dosis bulan
lalu.
300 Juta vaksin untuk Amerika, 100 juta vaksin untuk Inggris. Kalau
lolos uji klinik, vaksin siap diedarkan bulan September untuk
memberantas virus Corona.
"Kami bekerja tanpa lelah untuk menghargai komitmen dan memastikan akses yang luas terhadap vaksin Oxford tersedia di seluruh dunia dan tanpa keuntungan," klaim CEO AstraZeneca Pascal Soriot.
Vaksin ini
namanya sekarang adalah AZD1222, nama asli yang diberikan Universitas
Oxford adalah ChAdOx1. Fase II//III lagi diuji pada 10.000 orang dewasa
di Inggris.
Hasilnya akan diketahui bulan Agustus.
Sabtu, 06 Juni 2020
Bill Gates Bahas CO2 dan Vaksin, Teori Konspirasi Makin Liar
Minggu, 31 Mei 2020
Antara Bill Gates, Vaksin Virus Corona, dan Implan Microchip
Jumat, 29 Mei 2020
1 dari 8 Orang Australia Percaya Bill Gates Ciptakan Virus Corona
Bill Gates Diadili di India Karena Masalah Vaksin, Benarkah?
Mengenal Tes Corona Jagoan Bill Gates yang Dicekal Pemerintah AS
Rabu, 29 April 2020
Bill Gates Bicara Pengobatan Corona Pakai Darah Mantan Pasien
Dalam tulisan terbaru di Gates Notes, blognya, Bill Gates menguraikan cukup panjang tentang perkembangan terkini upaya menangkal virus corona termasuk calon obatnya.
Salah satunya dengan menggunakan darah mantan pasien COVID-19.
"Salah satu perawatan corona yang tidak cocok dengan definisi sebuah obat adalah mengumpulkan darah dari pasien yang telah pulih dari COVID-19, memastikan sudah bebas dari coronavirus dan infeksi lain, dan memberikan plasma itu pada orang yang sakit," tulisnya.
Lantaran belum terbukti manjur, saat ini masih diteliti bagaimana keampuhan metode tersebut.
"Perusahaan-perusahaan di area ini sedang bekerja sama mendapatkan protokol standar untuk melihat apakah hal ini berhasil," sambung sang pendiri Microsoft.
Yayasan Bill Gates sendiri ikut mendukung usaha tersebut untuk mempercepat hasilnya.
Jika ternyata sukses, mereka juga siap mendanai sehingga metode tersebut dapat digunakan secara luas.
"Yayasan mendukung sebuah konsorsium dari para perusahaan terdepan yang bekerja di area ini untuk mengakselerasi evaluasinya dan seandainya prosedurnya berhasil, siap untuk membesarkannya," papar Gates.
Di pihak lain, Microsoft belum lama ini juga bermitra dengan konsorsium perusahaan farmasi dalam merekrut orang yang telah pulih dari COVID-19.
Mereka diharapkan menyumbangkan plasma darah dengan harapan dapat membantu perawatan pasien COVID-19 yang masih sakit.
Perawatan dengan plasma ini, bagian dari darah, sebenarnya ide lama.
Saat seorang pasien pulih dari sebuah penyakit, mereka memproduksi antibodi untuk melawan kehadiran antigen yang menyebabkan penyakit itu, misalnya virus.
Head of Research Microsoft, Peter Lee, meyakini metode tersebut punya potensi untuk menyelamatkan nyawa.
Untuk merekrut, Microsoft meluncurkan chatbot yang dinamakan plasmabot untuk membantu orang menentukan apakah mereka adalah kandidat yang dapat menyumbangkan plasmanya.
Salah satunya dengan menggunakan darah mantan pasien COVID-19.
"Salah satu perawatan corona yang tidak cocok dengan definisi sebuah obat adalah mengumpulkan darah dari pasien yang telah pulih dari COVID-19, memastikan sudah bebas dari coronavirus dan infeksi lain, dan memberikan plasma itu pada orang yang sakit," tulisnya.
Lantaran belum terbukti manjur, saat ini masih diteliti bagaimana keampuhan metode tersebut.
"Perusahaan-perusahaan di area ini sedang bekerja sama mendapatkan protokol standar untuk melihat apakah hal ini berhasil," sambung sang pendiri Microsoft.
Yayasan Bill Gates sendiri ikut mendukung usaha tersebut untuk mempercepat hasilnya.
Jika ternyata sukses, mereka juga siap mendanai sehingga metode tersebut dapat digunakan secara luas.
"Yayasan mendukung sebuah konsorsium dari para perusahaan terdepan yang bekerja di area ini untuk mengakselerasi evaluasinya dan seandainya prosedurnya berhasil, siap untuk membesarkannya," papar Gates.
Di pihak lain, Microsoft belum lama ini juga bermitra dengan konsorsium perusahaan farmasi dalam merekrut orang yang telah pulih dari COVID-19.
Mereka diharapkan menyumbangkan plasma darah dengan harapan dapat membantu perawatan pasien COVID-19 yang masih sakit.
Perawatan dengan plasma ini, bagian dari darah, sebenarnya ide lama.
Saat seorang pasien pulih dari sebuah penyakit, mereka memproduksi antibodi untuk melawan kehadiran antigen yang menyebabkan penyakit itu, misalnya virus.
Head of Research Microsoft, Peter Lee, meyakini metode tersebut punya potensi untuk menyelamatkan nyawa.
Untuk merekrut, Microsoft meluncurkan chatbot yang dinamakan plasmabot untuk membantu orang menentukan apakah mereka adalah kandidat yang dapat menyumbangkan plasmanya.
Senin, 27 April 2020
Fakta Soal Inovio yang Didanai Bill Gates untuk Bikin Vaksin Corona
Perusahaan Inovio jadi perhatian karena Co-founder Microsoft Bill Gates mengucuri uang supaya membikin vaksin virus Corona.
Namun ada fakta-fakta lain terungkap.
Perusahaan bio teknologi asal Pennsylvania bernama Inovio Pharmacuticals Inc adalah salah satu yang berupaya menemukan vaksin corona yang efektif dan aman.
Mereka telah menerima pendanaan dari yayasan kemanusiaan Bill Gates, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.
Dihimpun dari berbagai sumber, ada sejumlah fakta unik dari keunggulannya sampai pendananya yang kontroversial. Yuk disimak :
Perusahaan ini bergerak di bidang bioteknologi, farmasi, layanan kesehatan dan therapeutic.
Bertindak sebagai Chief Operating Officer adalah Jacqueline Shea dan Chief Financial Officer adalah Peter Kies.
Karena ini adalah perusahaa farmasi dan bioteknologi, mereka punya Chief Scientific Officer bernama Laurent Humeau.
Inovio Pharmaceuticals mengembangkan vaksin INO-4800 berkolaborasi dengan Beijing Advaccine Biotechnology.
Pada 3 Maret, mereka sudah mulai tahap uji pra-klinik. 3.000 dosis disiapkan untuk Amerika, China dan Korea Selatan, produksi massal juga disiapkan.
Uji coba manusia akan dilakukan April 2020, hasilnya bisa diketahui September 2020. Inovio menargetkan produksi 1 juta vaksin di akhir 2020.
Namun, itu bukan satu-satunya calon obat yang mereka siapkan.
Inovio juga membuat obat lain untuk corona berupa vaksin INO-4700. Mereka menggandeng GeneOne Life Science.
Sebelumnya obat ini dipakai untuk MERS-CoV dan membangkitkan imunitas pada 94% pasien pada uji klinik Juli 2019. MERS dan COVID-19 memang sama-sama keluarga virus Corona.
Inovio diungkap Crunchbase memiliki sejumlah pendana jutaan dollar yang menggelontorkan uang supaya mereka membuat penelitian soal virus Corona.
Para pendana Inovio adalah Bill and Mellinda Gates Foundation serta Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).
Inovio juga punya pendana untuk riset selain virus Corona yaitu dari Korea Investment Partners (KIP) sebesar USD 15 juta. Nah yang unik adalah 2 pendana terakhir.
Siapa sangka juga kalau Inovio didanai USD 8,1 juta oleh Defense Threat Reduction Agency (DTRA).
Ini adalah badan militer Amerika untuk melawan ancaman senjata pemusnah massal termasuk senjata kimia dan biologi.
Inovio juga beberapa tahun silam, tepatnya 22 September 2015, ternyata didanai sebesar USD 45 juta oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).
DARPA adalah badan militer Amerika yang mendanai banyak lembaga untuk tujuan pertahanan.
DARPA secara terbuka dalam publikasi menyambut HUT ke-60 mengungkapkan perhatian terhadap ancaman senjata biologi.
Saham Inovio diketahui sahamnya melesat tinggi karena pandemi virus corona.
Marketwatch mencatat grafik kenaikan harga saham Inovio dalam 3 bulan terakhir sejak merebak pandemi virus Corona.
Sahamnya naik ketika CEPI menggelontorkan duit USD 9 juta untuk riset corona.
Harga sahamnya mencapai puncak pada 6 Maret 2020 yaitu USD 14 perlembar ketika Inovio pada 3 Maret mengumumkan akan melakukan uji klikik virus Corona pada bulan April.
Pada 12 Maret 2020, Bill Gates langsung menyuntik duit USD 5 Juta supaya Inovio makin cepat menuntaskan vaksin virus Corona.
Namun ada fakta-fakta lain terungkap.
Perusahaan bio teknologi asal Pennsylvania bernama Inovio Pharmacuticals Inc adalah salah satu yang berupaya menemukan vaksin corona yang efektif dan aman.
Mereka telah menerima pendanaan dari yayasan kemanusiaan Bill Gates, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.
Dihimpun dari berbagai sumber, ada sejumlah fakta unik dari keunggulannya sampai pendananya yang kontroversial. Yuk disimak :
1. Profil Inovio
Menurut Crunchbase, Inovio didirikan tahun 1983 oleh J Joseph Kim di Pennsylvania, Amerika Serikat.
Perusahaan ini bergerak di bidang bioteknologi, farmasi, layanan kesehatan dan therapeutic.
Bertindak sebagai Chief Operating Officer adalah Jacqueline Shea dan Chief Financial Officer adalah Peter Kies.
Karena ini adalah perusahaa farmasi dan bioteknologi, mereka punya Chief Scientific Officer bernama Laurent Humeau.
2. Punya 2 calon obat corona
Inovio Pharmaceuticals mengembangkan vaksin INO-4800 berkolaborasi dengan Beijing Advaccine Biotechnology.
Pada 3 Maret, mereka sudah mulai tahap uji pra-klinik. 3.000 dosis disiapkan untuk Amerika, China dan Korea Selatan, produksi massal juga disiapkan.
Uji coba manusia akan dilakukan April 2020, hasilnya bisa diketahui September 2020. Inovio menargetkan produksi 1 juta vaksin di akhir 2020.
Namun, itu bukan satu-satunya calon obat yang mereka siapkan.
Inovio juga membuat obat lain untuk corona berupa vaksin INO-4700. Mereka menggandeng GeneOne Life Science.
Sebelumnya obat ini dipakai untuk MERS-CoV dan membangkitkan imunitas pada 94% pasien pada uji klinik Juli 2019. MERS dan COVID-19 memang sama-sama keluarga virus Corona.
3. Punya pendana militer AS yang perhatian soal senjata biologis
Inovio diungkap Crunchbase memiliki sejumlah pendana jutaan dollar yang menggelontorkan uang supaya mereka membuat penelitian soal virus Corona.
Para pendana Inovio adalah Bill and Mellinda Gates Foundation serta Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).
Inovio juga punya pendana untuk riset selain virus Corona yaitu dari Korea Investment Partners (KIP) sebesar USD 15 juta. Nah yang unik adalah 2 pendana terakhir.
Siapa sangka juga kalau Inovio didanai USD 8,1 juta oleh Defense Threat Reduction Agency (DTRA).
Ini adalah badan militer Amerika untuk melawan ancaman senjata pemusnah massal termasuk senjata kimia dan biologi.
Inovio juga beberapa tahun silam, tepatnya 22 September 2015, ternyata didanai sebesar USD 45 juta oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).
DARPA adalah badan militer Amerika yang mendanai banyak lembaga untuk tujuan pertahanan.
DARPA secara terbuka dalam publikasi menyambut HUT ke-60 mengungkapkan perhatian terhadap ancaman senjata biologi.
4. Sahamnya moncer
Saham Inovio diketahui sahamnya melesat tinggi karena pandemi virus corona.
Marketwatch mencatat grafik kenaikan harga saham Inovio dalam 3 bulan terakhir sejak merebak pandemi virus Corona.
Sahamnya naik ketika CEPI menggelontorkan duit USD 9 juta untuk riset corona.
Harga sahamnya mencapai puncak pada 6 Maret 2020 yaitu USD 14 perlembar ketika Inovio pada 3 Maret mengumumkan akan melakukan uji klikik virus Corona pada bulan April.
Pada 12 Maret 2020, Bill Gates langsung menyuntik duit USD 5 Juta supaya Inovio makin cepat menuntaskan vaksin virus Corona.
Rabu, 15 April 2020
Istri Bill Gates Bicara Harga Calon Vaksin Corona
Melinda Gates turut aktif bersama suaminya, Bill Gates, di yayasan Bill & Melinda Gates Foundation.
Seperti suaminya, Melinda pun memikirkan bagaimana cara mengatasi pandemi virus Corona yang merepotkan banyak negara.
Salah satu keluarga terkaya di dunia itu aktif memberi dukungan dana ke beberapa perusahaan yang sedang membuat calon vaksin COVID-19 dan juga mengaku siap membuat pabriknya.
Nah satu pertanyaan kadang muncul, berapa harganya jika nanti sudah jadi?
"Kita
harus memastikan vaksin ini harganya sangat rendah dan ada dana untuk
membelinya bagi setiap orang, apakah Anda berada di negara berpendapatan
rendah, menengah atau tinggi.
Dan itu bisa dilakukan," jawab Melinda
dalam wawancara dengan Business Insider.
"Tapi kita juga harus mendistribusikan dengan amat hati-hati. Orang
paling pertama yang butuh memperoleh vaksin ini adalah pekerja kesehatan
karena jika Anda bisa menjaga mereka aman, mereka bisa terus menjaga
yang lain aman," sebutnya.
"Kemudian Anda perlu
mendistribusikannya pada orang yang paling rentan. Mereka punya kondisi
kesehatan bawaan.
Dan dari situ, Anda bisa mendistribusikannya ke
seluruh masyarakat," sambung ibu tiga anak ini.
Sebelumnya dalam
wawancara terpisah, sang suami memprediksi perawatan terapi untuk
penderita corona akan mulai tersedia dalam 6 bulan.
Akan tetapi
dibutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk mengembangkan vaksin aman dan
efektif mencegah COVID-19.
"Ada
pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac
dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi
sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," cetus Bill Gates.
Moderna
ataupun CureVac adalah nama perusahaan vaksin. Menyuntikkan 'messenger
RNA' ke dalam jaringan manusia akan membuatnya tumbuh di dalam tubuh,
sehingga akan memicu respons imun tanpa harus sepenuhnya menginfeksi
seseorang dengan virus.
"Dan jika semuanya berjalan secara
sempurna dengan pendekatan RNA, kita bisa mengalahkan waktu 18 bulan
itu," lanjutnya.
Dengan kata lain, tetap ada kemungkinan vaksin Corona
sudah ada sebelum kurun waktu 1,5 tahun itu.
Bill Gates Beberkan Calon Vaksin Corona
Salah satu pihak yang getol mengembangkan vaksin virus corona adalah Bill Gates,
di mana dia mendanai berbagai perusahaan untuk menemukan obat COVID-19.
Sang pendiri Microsoft pun membeberkan seperti apa kira-kira vaksin itu
nantinya.
Dalam wawancara baru-baru ini Gates memprediksi
perawatan terapi untuk penderita corona akan mulai tersedia dalam 6
bulan.
Akan tetapi dibutuhkan waktu sedikitnya 18 bulan untuk
mengembangkan vaksin aman dan efektif mencegah COVID-19.
"Ada
pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac
dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi
sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," cetusnya.
Moderna ataupun CureVac adalah nama perusahaan vaksin. Menyuntikkan
'messenger RNA' ke dalam jaringan manusia akan membuatnya tumbuh di
dalam tubuh, sehingga akan memicu respons imun tanpa harus sepenuhnya
menginfeksi seseorang dengan virus.
"Dan jika semuanya berjalan
secara sempurna dengan pendekatan RNA, kita bisa mengalahkan waktu 18
bulan itu," lanjutnya.
Dengan kata lain, tetap ada kemungkinan vaksin
Corona sudah ada sebelum kurun waktu 1,5 tahun itu.
Namun
demikian, Gates memperingatkan bahwa vaksin bukanlah solusi sempurna,
tetap ada kelemahannya. Hal itu berlaku terutama bagi pasien yang
berusia tua.
"Kami tidak ingin menciptakan harapan yang tidak
realistis. Kemanjuran vaksin bagi orang lebih tua selalu merupakan
tantangan besar," begitu papar dia, seperti dikutip dari CNBC.
"Vaksin
flu saja tidak begitu efektif bagi orang tua. Kebanyakan manfaat datang
dari orang-orang lebih muda yang tidak menyebarkannya karena mereka
telah divaksin," tambahnya.
Sebelumnya, Gates menyatakan siap membangun pabrik untuk memproduksi vaksin Corona yang aman secara massal.
Menurutnya, tidak akan efektif jika vaksin corona ditemukan tapi tidak tersedia secara luas.
Vaksin Corona yang Didukung Bill Gates Mulai Diuji ke Manusia
Dana besar dikucurkan Bill Gates untuk membantu pengembangan vaksin virus corona
COVID-19 yang sampai saat ini belum ada obatnya.
Kabar gembiranya
adalah, calon vaksin yang didukung Bill Gates segera diuji coba ke
manusia.
Perusahaan bio teknologi asal Pennsylvania bernama Inovio Pharmacy adalah salah satu yang berupaya menemukan vaksin corona
yang efektif dan aman.
Mereka telah menerima pendanaan dari yayasan
kemanusiaan Bill Gates, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.
Inovio
menyatakan sudah mendapatkan izin dari Food and Drug Administration
(FDA) untuk menguji coba vaksin buatannya ke 40 relawan sehat di
Philadelphia dan Kansas City.
Dosis pertama eksperimen vaksin bernama
INI-4800 itu segera disuntik pada mereka.
Ini
merupakan langkah pertama untuk melihat apakah vaksin bersangkutan
cukup aman untuk tes dalam skala lebih besar.
Meskipun semua berjalan
lancar, masih dibutuhkan waktu setidaknya setahun sampai vaksin tersebut
tersedia secara luas. Paling tidak, segala upaya telah dikerahkan.
Vaksin tersebut memakai pendekatan DNA, menggunakan bagian kode genetis dari virus Corona yang disuntikkan ke pasien sehingga sel mereka bisa memproduksi antibodi tertentu untuk melawan infeksi.
Inovio
telah mulai merekrut relawan dan uji coba dilakukan di University of
Pennsylvania serta Perelman School of Medicine and the Center for
Pharmaceutical Research di Kansas City.
Setiap relawan akan diberi
dua dosis vaksin sekali dalam empat minggu.
Hasil apakah aman atau
tidak diharapkan segera diketahui dan akan dilakukan studi lanjutan
untuk mengetahui keampuhannya.
Inovio menyatakan mampu bekerja
cepat karena dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation.
Sebelumnya, sang pendiri Microsoft telah menyatakan dukungan penuh
terhadap pengembangan dan produksi kandidat vaksin yang terbukti aman
dan ampuh melibas COVID-19.
"Karena
yayasan kami memiliki keahlian mendalam terkait penyakit menular, kami
telah memikirkan epidemi, kami mendanai beberapa hal untuk lebih siap,
seperti upaya (menciptakan-red) vaksin," ujar Gates.
Langganan:
Postingan (Atom)










