# #

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Tampilkan postingan dengan label about bill gates vaccine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about bill gates vaccine. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Februari 2021

Fakta Bill Gates Dituding Pakai Aktor Saat Divaksin Corona

Bill Gates belum lama ini memajang foto sedang menerima suntikan vaksin Corona. 

 

Di situ, sang pendiri Microsoft memakai masker sehingga wajahnya tak terlihat secara keseluruhan. Hal itu rupanya memicu teori konspirasi di media sosial.

 

Dikutip dari Reuters, dituding bahwa pria yang menerima vaksin itu sebenarnya bukan Bill Gates sendiri melainkan seorang aktor. 

 

'Bukti' yang dikemukakan adalah bentuk telinga di foto tersebut tidak sama dengan telinga Bill Gates seperti tampak dalam beberapa foto dirinya.

 

Namun demikian, dapat dipastikan bahwa teori konspirasi ini tidak benar. Tidak ada bukti yang kredibel bahwa orang yang ditampilkan tersebut adalah Bill Gates palsu.



"Meski telinganya memang terlihat lebih melengkung di foto vaksin tersebut, sepertinya hal ini dikarenakan dari tekanan maskernya," sebut Reuters.

 

Di foto lain saat memakai masker, bentuk telinga Bill Gates pun berubah seperti itu. 

 

"Kemudian bentuk wajahnya juga sesuai dengan seperti apa dirinya jika tidak memakai kacamata," tambah Reuters.

Ini adalah kesekian kali Bill Gates jadi sasaran teori konspirasi selama pandemi Corona. 

 

Teori dimaksud misalnya menyebut Bill Gates sebagai dalang virus Corona dan ingin menanam microchip bersama vaksin. Mengenai hal ini, Gates sudah mengutarakan kemarahannya.

 

"Tak seorang pun memprediksi bahwa saya akan menjadi sangat menonjol dalam teori-teori yang sangat jahat itu. 

 

Saya sangat terkejut olehnya dan berharap (teori-teori itu) segera pergi menjauh," kata Gates.

 

Ia tak habis pikir kenapa ada yang menudingnya menanamkan microchip bersama vaksin Corona untuk memata-matai orang. 

 

"Saya tidak tahu dari mana hal itu berasal. Kenapa juga saya terlibat dalam hal seperti itu? Saya tidak mengerti," ujar Bill Gates geram.


baca keseluruhan - Fakta Bill Gates Dituding Pakai Aktor Saat Divaksin Corona

Minggu, 24 Januari 2021

Penampakan Bill Gates Disuntik Vaksin Corona

 

Beberapa waktu lampau, Bill Gates menyatakan siap disuntik vaksin Corona jika sudah tersedia. Sang pendiri Microsoft pun membuktikan janjinya itu.

 

Di akun Twitter dan Instagram-nya, Gates menunjukkan foto tengah disuntik vaksin Corona oleh tenaga kesehatan. 

 

Ia melepas kacamatanya dan memakai masker. Rambutnya terlihat telah memutih.

 

"Salah satu keuntungan di umur 65 tahun adalah saya diiizinkan untuk vaksin COVID-19. Saya telah mendapatkan dosis pertama minggu ini dan saya merasa baik," tulisnya di caption Instagram.

 

"Terima kasih untuk semua ilmuwan, partisipan dalam uji coba, regulator dan tenaga kesehatan di garis depan yang membawa kita sampai di titik ini," tambahnya.

 

Tidak disebutkan vaksin apa yang disuntikkan ke Bill Gates, yang pasti antara buatan Pfizer atau Moderna. 

 

Pasalnya, baru dua vaksin Corona tersebut yang telah disetujui penggunaannya di Amerika Serikat.

 

"Jika sudah datang giliran saya, saya akan dengan terbuka mengambil vaksin itu, karena saya pikir vaksin bermanfaat untuk semua orang agar tidak menularkan (Corona)" kata dia beberapa waktu silam yang kini ditepatinya.

 

Berbicara mengenai distribusi vaksin belum lama ini, Bill Gates berharap agar vaksin Corona diberikan berdasarkan kebutuhan medis, bukan karena orang itu kaya atau tidak. 

 

Di AS, pandemi Corona telah berdampak lebih buruk terhadap kalangan minoritas.

 

"Dampaknya lebih buruk buat Hispanik, kulit hitam, bagi pekerja bergaji rendah, jadi dalam hal memilih siapa yang akan mendapatkan vaksin, kita sebaiknya menggunakan keadilan untuk mendorong semua keputusan," usulnya.

 

Sembari menantikan vaksin Corona dapat tersedia secara luas, Bill Gates mewanti-wanti agar orang tetap mematuhi protokol kesehatan. 

 

Jika tidak, ia cemas 4 sampai 6 bulan mendatang pandemi Corona menimbulkan lebih banyak kematian.

baca keseluruhan - Penampakan Bill Gates Disuntik Vaksin Corona

Jumat, 12 Juni 2020

Bill Gates Kucuri Dana, Vaksin Corona Oxford Siap Produksi

Calon vaksin Corona buatan Universitas Oxford, Inggris dapat kucuran dana dari Bill Gates. Mereka pun siap memproduksi 2 miliar dosis vaksin.


Diberitakan Business Insider saat dilihat Minggu (7/6/2020) perusahaan farmasi AstraZeneca yang akan memproduksi vaksin COVID-19 buatan Universitas Oxford, menandatangani kesepakatan baru untuk mendorong produksinya.


Kerja sama ini adalah dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan Gavi Vaccine Alliance.


CEPI dan Gavi didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation dan didukung WHO.


CEPI dan Gavi mendukung dana sebesar USD 750 juta (Rp 10,5 triliun) untuk memproduksi, pengadaan dan distribusi 300 juta dari 2 miliar dosis yang ada.


AstraZeneca juga membuat partnership lisensi dengan Serum Institute of India (SII).


Mereka akan membuat 1 miliar vaksin Corona untuk negara miskin dan menengah.


Meskipun uji coba masih berlangsung, menurut BBC AstraZeneca sudah mulai memproduksi 1 miliar dosis bulan lalu.


300 Juta vaksin untuk Amerika, 100 juta vaksin untuk Inggris. Kalau lolos uji klinik, vaksin siap diedarkan bulan September untuk memberantas virus Corona.


"Kami bekerja tanpa lelah untuk menghargai komitmen dan memastikan akses yang luas terhadap vaksin Oxford tersedia di seluruh dunia dan tanpa keuntungan," klaim CEO AstraZeneca Pascal Soriot.


Vaksin ini namanya sekarang adalah AZD1222, nama asli yang diberikan Universitas Oxford adalah ChAdOx1. Fase II//III lagi diuji pada 10.000 orang dewasa di Inggris.


Hasilnya akan diketahui bulan Agustus.
baca keseluruhan - Bill Gates Kucuri Dana, Vaksin Corona Oxford Siap Produksi

Sabtu, 06 Juni 2020

Bill Gates Bahas CO2 dan Vaksin, Teori Konspirasi Makin Liar


Bill Gates, founder Microsoft, pada 2010 pernah berbicara tentang CO2, vaksin, dan perlambatan laju pertumbuhan penduduk.


Ternyata ini menyeretnya ke teori konspirasi baru soal pengurangan manusia.


Saat itu, Gates tampil di TED Talks membawakan tema 'Innovating to Zero'.


Ia berbicara tentang pengurangan CO2 dan vaksin merupakan salah satu peran penting dalam hal kontrol pertumbuhan populasi.


"Hari ini, dunia memiliki 6,8 miliar orang. Ini akan meningkat menjadi 9 miliar.


Sekarang, jika kita melakukan pekerjaan, baik dalam pengerjaan vaksin baru maupun penyediaan layanan kesehatan dan layanan kesehatan reproduktif, kita bisa menurunkan itu (pertumbuhan populasi), kemungkinan 10 persen atau 15 persen," ujarnya kala itu.


Setelah sekian tahun berjalan, spekulasi soal suami Melinda Gates terlibat dalam pandemi COVID-19 muncul ke permukaan--termasuk penjabaran dia dalam TED Talk kala itu.


Pertanyaan yang mendasar, apa yang dimaksud Bill Gates dengan kaitan CO2, vaksin dan laju pertumbuhan penduduk?


Ialah formula CO2=P x S x E x C yang membawa Gates dalam perbincangan.


Kala itu ia menyebutkan bagaimana CO2 membawa pengaruh pada kesehatan di mana perubahan iklim berpengaruh pada curah hujan yang mengarah pada ketidakpastian, contoh simpelnya kekeringan yang berdampak pada peristiwa kelaparan.


Jika ingin mendapatkan CO2 di angka nol, Gates menyebut ada peranan people (jumlah orang di dunia), service (layanan per orang), energy (energi per layanan), dan CO2 per unit. Ini yang kemudian jadi ditafsirkan banyak orang dengan sudut pandang berbeda.


Menurut versi penjabaran sang filantropi, pembicaraannya tersebut membahas kaitan perubahan iklim dengan pelambatan pertumbuhan populasi.


Adapun vaksin akan membantu mengurangi angka kematian di negara berkembang yang akan memperlambat angka pertumbuhan penduduk karena mempengaruhi keputusan orang tua soal memiliki anak.


Melinda Gates, istri Bill Gates, turun tangan meluruskan simpang siur yang ada.


Pada intinya, jika ada vaksin ampuh yang dapat menyelamatkan anak-anak dan dunia bisa lebih baik tanpa CO2 berlebihan, maka orang tua mungkin memutuskan memiliki lebih sedikit anak karena percaya mereka akan selamat.


Dengan demikian, populasi mungkin dapat ditekan.



"Menyelamatkan nyawa anak-anak adalah tujuan pekerjaan global kami... jika orang tua percaya anak mereka akan bertahan hidup dan jika mereka punya kontrol waktu dan jarak kehamilan mereka, mereka memilih memiliki sedikit anak," kata Melinda seperti dikutip dari Gates Notes.

baca keseluruhan - Bill Gates Bahas CO2 dan Vaksin, Teori Konspirasi Makin Liar

Minggu, 31 Mei 2020

Antara Bill Gates, Vaksin Virus Corona, dan Implan Microchip


Desas desus Bill Gates menggunakan vaksin virus Corona untuk mengimplan microchip ternyata masih ramai digaungkan.


Berdasarkan survei dari Yahoo News dan YouGov sebanyak 44% pemilih Partai Republik di Amerika percaya hal itu adalah kebenaran.


Survei ini juga menemukan bahwa 26% Republican tidak percaya mengenai kabar tersebut, sementara sisanya masih belum dapat menentukan, sebagaimana melansir Business Insider.


Untuk pemungutan suara ini, YouGov membuat interview online kepada 1.640 dewasa di Amerika Serikat antara 20-21 Mei 2020 dengan margin of error sebesar 3%.


Sebenarnya dari mana teori ini berasal? Yang pasti ada banyak sumber, hanya yang paling terkenal adalah dari ungkapan yang diutarakan Bill Gates sendiri.


Sebagian masyarakat merasa omongan Founder of Microsoft itu cukup aneh dan ambigu.


"Nantinya, kami akan memiliki sejumlah sertifikat digital untuk menunjukkan siapa yang telah pulih atau diuji baru-baru ini atau kapan ketika kami punya vaksin untuk para penerimanya," kata Bill Gates saat tanya jawab di Reddit pada bulan Maret soal vaksin.


Nah, keesokan harinya, sebuah website menuliskan headline 'Bill Gates will use microchip implants to fight coronavirus' yang kemudian dibagikan lebih dari 13 ribu kali di Facebook.


Bahkan di YouTube, cerita ini sudah ditonton hampir 2 juta kali.


Namun, sebagian membantah dan beranggapan itu bukanlah ungkapan yang cukup kuat untuk menuduh suami Melinda Gates ini merencanakan implan chip pada vaksin Corona yang sedang dikembangkan.


Mereka yang mendukung Gates beranggapan sertifikat digital digunakan untuk mengirim informasi terenkripsi melalui internet dan ini layaknya tanda tangan elektronik yang digunakan untuk memverifikasi identitas seseorang.


Jadi, bukan berarti bisa diartikan secara harfiah Gates akan menyisipkan microchip.


Cerita konspirasi ini juga semakin gila dengan ucapan Roger Stone, seorang politisi yang dikenal dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.


"Ini yang saya tahu pasti. Dia (Bill Gates -- red) dan globalis lainnya pasti menggunakannya untuk vaksinasi wajib dan orang-orang yang disisipkan microchip," katanya mengutip Daily Mail.


Masalah tato tak kasat mata untuk memantau vaksinasi pada anak khususnya di negara berkembang pun kembali mencuat ke khalayak.


Diketahui, Bill Gates sendiri yang mengusulkan ide tersebut untuk dijalankan Bill and Melinda Gates Foundation.


Akan tetapi, lagi-lagi, ini tidak bisa menjadi bukti kuat untuk menunjuk jari kepada Bill Gates.


Beberapa waktu lalu, Gates sempat angkat suara mengenai tudingan rumor tidak baik terkait pekerjaannya yang sedang fokus mengerjakan vaksin untuk COVID-19.


"Saya katakan ironis jika Anda mengincar seseorang, yang melakukan yang terbaik untuk membuat dunia siap.


Kita memang berada di situasi gila jadi akan ada rumor gila juga," cetusnya.


Bagaimana menurut kalian ?

baca keseluruhan - Antara Bill Gates, Vaksin Virus Corona, dan Implan Microchip

Jumat, 29 Mei 2020

1 dari 8 Orang Australia Percaya Bill Gates Ciptakan Virus Corona


Di tengah pandemi salah satu teori konspirasi yang banyak menyebar menyebutkan Bill Gates merupakan orang yang bertanggung jawab dalam menciptakan virus Corona.


Hasil jajak pendapat di Australia menemukan rupanya banyak anak muda yang percaya teori tersebut.


Dikutip dariZDNet, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Essential Research menemukan secara total, sekitar satu di antara delapan responden (13%) percaya bahwa pendiri Microsoft tersebut memiliki peran dalam menciptakan dan menyebarkan virus Corona.


Sedangkan 12% responden percaya 5G digunakan untuk menyebarkan COVID-19.


Selain itu, 40% responden juga percaya bahwa virus Corona diciptakan di sebuah laboratorium di Wuhan, China.


77% responden juga percaya bahwa angka kematian di China lebih tinggi dari statistik resmi yang dilaporkan pemerintah.


Dalam kategori usia muda, seperlima atau 20% dari responden berusia 18-34 tahun percaya bahwa Bill Gates terlibat dalam penciptaan dan penyebaran virus Corona.


Angka yang sama juga percaya dengan teori bahwa BTS 5G digunakan untuk menyebarkan COVID-19.


Responden yang berusia lebih tua lebih sedikit yang mempercayai teori tersebut, dengan 13% dari responden berusia 35-54 tahun dan 8% dari responden berusia 55 tahun ke atas yang mempercayai teori konspirasi tentang Bill Gates.


Sedangkan untuk teori konspirasi seputar 5G, 13% responden berusia 35-54 tahun dan 4% dari responden berusia 55 tahun ke atas yang mempercayai teori tersebut.


Ketika dipecah sesuai gender, 14% dari 524 responden laki-laki dan 13% dari 549 responden perempuan mengaku percaya teori tentang Gates.


Sedangkan 15% dari responden laki-laki mempercayai teori 5G menyebabkan virus Corona, dibandingkan 9% dari responden perempuan.


Maraknya teori konspirasi yang menyebut 5G sebagai biang kerok virus Corona mendorong Menteri Komunikasi Paul Fletcher untuk mengatakan bahwa 5G dan virus Corona tidak ada hubungannya.


Ia juga mengatakan bahwa perusakan BTS merupakan tindakan kriminal.


"Setiap usulan bahwa ada hubungan antara 5G dan virus Corona sama sekali tidak berdasar.


Seperti yang dikatakan Chief Medical Officer, 5G tidak menyebabkan virus Corona dan tidak menyebarkan virus Corona," kata Fletcher.

baca keseluruhan - 1 dari 8 Orang Australia Percaya Bill Gates Ciptakan Virus Corona

Bill Gates Diadili di India Karena Masalah Vaksin, Benarkah?


Di media sosial dan beberapa situs media yang dipertanyakan reputasinya, Bill Gates belakangan diserang rumor tidak benar.


Terbaru, ada kabar bahwa pendiri Microsoft itu sedang diadili di India karena vaksin yang didukungnya membahayakan nyawa anak-anak.


"Dia akan menghadapi pengadilan karena meracuni jutaan anak India dengan vaksin," sebut rumor tersebut.


Kabar ini antara lain didasarkan bahwa studi vaksin yang dilakukan organisasi asal AS, yaitu Program for Appropriate Technology in Health (PATH), dihentikan karena kematian beberapa gadis India yang ikut serta.


Studi tersebut didanai oleh yayasan Bill Gates.


Ketika dikonfirmasi Reuters, juru bicara Gates Foundation menyatakan klaim tersebut tidak benar.


Tidak ada gugatan hukum pada Bill Gates di India soal vaksin.


Memang benar bahwa percobaan vaksin itu pernah dilakukan di India pada tahun 2010 dan kemudian disetop, tapi bukan sesuatu yang ilegal.


Studi vaksin Human Papilloma Virus (HPV) dibatalkan setelah media lokal India melaporkan kematian 7 orang anak gadis yang ikut serta.


Namun setelah diselidiki lebih lanjut oleh pemerintah India, dipastikan kematian mereka tidak berhubungan dengan vaksin tersebut.


"Lima tak berhubungan dengan vaksin yaitu seorang gadis karena tenggelam, yang lain karena digigit ular, dua bunuh diri dengan meminum pestisida dan seorang mati karena komplikasi malaria," tulis pemerintah India.


"Penyebab kematian dua gadis lain kurang dapat dipastikan, satu kemungkinan karena demam tinggi dan yang kedua pendarahan otak," tambah mereka.


Pada 9 Agustus 2013, parlemen India sempat mengatakan bahwa trial vaksin oleh PATH ada kejanggalan.


Namun demikian, PATH membantah laporan itu dan bukti-buktinya tidak meyakinkan.


Yayasan Bill & Melinda Gates Foundation sendiri telah bekerja di India selama lebih dari dekade, terutama mengurus masalah yang menimpa masyarakat miskin.


Sampai saat ini, mereka tidak pernah diadili dan terus melanjutkan bekerja di negara itu.


Getol mendanai pengembangan vaksin Corona, Bill Gates memang jadi sasaran teori konspirasi.


Teori liar yang beredar misalnya Bill justru adalah dalang di balik virus corona.


Ia juga dicurigai sebagian pihak punya agenda tertentu karena terlihat getol ingin segera membuat vaksin COVID-19.


"Saya katakan ironis jika Anda mengincar seseorang, yang melakukan yang terbaik untuk membuat dunia siap.


Kita memang berada di situasi gila jadi akan ada rumor gila juga," cetusnya.


"Memang ada banyak serangan di luar sana. (Tapi) secara umum, orang sungguh positif," tambah dia.

baca keseluruhan - Bill Gates Diadili di India Karena Masalah Vaksin, Benarkah?

Mengenal Tes Corona Jagoan Bill Gates yang Dicekal Pemerintah AS


Bill Gates ikut berusaha mengendalikan pandemi Corona dengan caranya sendiri.


Misalnya dengan mendanai pembuatan kandidat vaksin COVID-19 dan yang terbaru, mendanai tes Corona di rumah warga.


Akan tetapi program itu mendadak dihentikan oleh otoritas Amerika Serikat.


Program itu bernama SCAN (Seattle Coronavirus Assessment Network).


SCAN diluncurkan awal Maret didanai Gates Foundation dan didukung beberapa lembaga lain termasuk Seattle and King County Public Health Department dan Fakultas Kedokteran University of Washington.


"SCAN adalah program pertama yang memungkinkan partisipan menggunakan tes swab sendiri untuk mengumpulkan sampel dan mengirimkannya ke lab tanpa perlu meninggalkan rumah," sebut Gates di blognya, Gates Notes.


"Sebagai program pengawasan, tujuan SCAN tidak untuk mengetes tiap orang atau pengganti perawatan medis.


SCAN menguji sampel orang di wilayah Seattle, termasuk yang sehat dan merasa sakit," imbuhnya.


Hasil tes dan data lain (termasuk umur, gender, ras, kode pos dan masalah kesehatan bawaan) dipakai oleh periset, pemodel data, dan pejabat kesehatan publik untuk menggambarkan lebih jelas bagaimana COVID-19 berkeliaran di komunitas dan apakah physical distancing berhasil,"


Menurut sang pendiri Microsoft, salah satu pertanyaan terbesar adalah seberapa banyak sebenarnya orang yang terinfeksi Corona.


Sebabnya, tes selama ini kebanyakan menyasar orang dengan gejala, sementara yang tanpa gejala diabaikan.


"Kita memang bisa melihat puncak gunung es.


Tapi di bawah permukaan, ada yang tidak kita lihat, jumlah tidak diketahui orang yang terinfeksi tapi hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali," cetus Gates.


Untuk itulah Gates mendukung SCAN.


Kebetulan, runner up orang terkaya dunia ini tinggal di sekitar wilayah Seattle.


"Saya ingin memastikan bahwa SCAN tidak menggantikan tes luas yang masih dibutuhkan di masyarakat.


Tapi ini berpotensi menjadi alat penting bagi orang kesehatan yang mencari insight tentang penyebaran dan tingkah virus itu,"


"Seiring tim SCAN mengumpulkan lebih banyak data, saya menatap ke depan untuk belajar lebih banyak tentang insight mereka soal pertanyaan-pertanyaan tentang pandemi ini dan bagaimana kita bisa mencegah yang selanjutnya," pungkas Gates.


Tapi kemudian, lembaga pemerintah US Food and Drug Administration atau FDA meminta program itu disetop sampai waktu yang belum ditentukan.


Sekitar 300 orang sempat dites per hari dalam program ini sebelum dihentikan oleh FDA.


SCAN menjelaskan FDA mensyaratkan izin tambahan untuk melaksanakan tes Corona mandiri ini.


Mereka menegaskan tak ada isu selain masalah itu. "Tidak ada isu ataupun kekhawatiran tentang keamanan atau akurasi tes yang dilakukan SCAN," sebut SCAN.

baca keseluruhan - Mengenal Tes Corona Jagoan Bill Gates yang Dicekal Pemerintah AS

Rabu, 29 April 2020

Bill Gates Bicara Pengobatan Corona Pakai Darah Mantan Pasien

Dalam tulisan terbaru di Gates Notes, blognya, Bill Gates menguraikan cukup panjang tentang perkembangan terkini upaya menangkal virus corona termasuk calon obatnya.

Salah satunya dengan menggunakan darah mantan pasien COVID-19.

"Salah satu perawatan corona yang tidak cocok dengan definisi sebuah obat adalah mengumpulkan darah dari pasien yang telah pulih dari COVID-19, memastikan sudah bebas dari coronavirus dan infeksi lain, dan memberikan plasma itu pada orang yang sakit," tulisnya.

Lantaran belum terbukti manjur, saat ini masih diteliti bagaimana keampuhan metode tersebut.

"Perusahaan-perusahaan di area ini sedang bekerja sama mendapatkan protokol standar untuk melihat apakah hal ini berhasil," sambung sang pendiri Microsoft.

Yayasan Bill Gates sendiri ikut mendukung usaha tersebut untuk mempercepat hasilnya.

Jika ternyata sukses, mereka juga siap mendanai sehingga metode tersebut dapat digunakan secara luas.

"Yayasan mendukung sebuah konsorsium dari para perusahaan terdepan yang bekerja di area ini untuk mengakselerasi evaluasinya dan seandainya prosedurnya berhasil, siap untuk membesarkannya," papar Gates.

Di pihak lain, Microsoft belum lama ini juga bermitra dengan konsorsium perusahaan farmasi dalam merekrut orang yang telah pulih dari COVID-19.

Mereka diharapkan menyumbangkan plasma darah dengan harapan dapat membantu perawatan pasien COVID-19 yang masih sakit.

Perawatan dengan plasma ini, bagian dari darah, sebenarnya ide lama.

Saat seorang pasien pulih dari sebuah penyakit, mereka memproduksi antibodi untuk melawan kehadiran antigen yang menyebabkan penyakit itu, misalnya virus.

Head of Research Microsoft, Peter Lee, meyakini metode tersebut punya potensi untuk menyelamatkan nyawa.

Untuk merekrut, Microsoft meluncurkan chatbot yang dinamakan plasmabot untuk membantu orang menentukan apakah mereka adalah kandidat yang dapat menyumbangkan plasmanya.
baca keseluruhan - Bill Gates Bicara Pengobatan Corona Pakai Darah Mantan Pasien

Senin, 27 April 2020

Fakta Soal Inovio yang Didanai Bill Gates untuk Bikin Vaksin Corona

Perusahaan Inovio jadi perhatian karena Co-founder Microsoft Bill Gates mengucuri uang supaya membikin vaksin virus Corona.

Namun ada fakta-fakta lain terungkap.

Perusahaan bio teknologi asal Pennsylvania bernama Inovio Pharmacuticals Inc adalah salah satu yang berupaya menemukan vaksin corona yang efektif dan aman.

Mereka telah menerima pendanaan dari yayasan kemanusiaan Bill Gates, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.

Dihimpun dari berbagai sumber, ada sejumlah fakta unik dari keunggulannya sampai pendananya yang kontroversial. Yuk disimak :

1. Profil Inovio

 

Menurut Crunchbase, Inovio didirikan tahun 1983 oleh J Joseph Kim di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Perusahaan ini bergerak di bidang bioteknologi, farmasi, layanan kesehatan dan therapeutic.

Bertindak sebagai Chief Operating Officer adalah Jacqueline Shea dan Chief Financial Officer adalah Peter Kies.

Karena ini adalah perusahaa farmasi dan bioteknologi, mereka punya Chief Scientific Officer bernama Laurent Humeau.

 

2. Punya 2 calon obat corona


Inovio Pharmaceuticals mengembangkan vaksin INO-4800 berkolaborasi dengan Beijing Advaccine Biotechnology.

Pada 3 Maret, mereka sudah mulai tahap uji pra-klinik. 3.000 dosis disiapkan untuk Amerika, China dan Korea Selatan, produksi massal juga disiapkan.

Uji coba manusia akan dilakukan April 2020, hasilnya bisa diketahui September 2020. Inovio menargetkan produksi 1 juta vaksin di akhir 2020.

Namun, itu bukan satu-satunya calon obat yang mereka siapkan.

Inovio juga membuat obat lain untuk corona berupa vaksin INO-4700. Mereka menggandeng GeneOne Life Science.

Sebelumnya obat ini dipakai untuk MERS-CoV dan membangkitkan imunitas pada 94% pasien pada uji klinik Juli 2019. MERS dan COVID-19 memang sama-sama keluarga virus Corona.

 

3. Punya pendana militer AS yang perhatian soal senjata biologis


Inovio diungkap Crunchbase memiliki sejumlah pendana jutaan dollar yang menggelontorkan uang supaya mereka membuat penelitian soal virus Corona.

Para pendana Inovio adalah Bill and Mellinda Gates Foundation serta Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Inovio juga punya pendana untuk riset selain virus Corona yaitu dari Korea Investment Partners (KIP) sebesar USD 15 juta. Nah yang unik adalah 2 pendana terakhir.

Siapa sangka juga kalau Inovio didanai USD 8,1 juta oleh Defense Threat Reduction Agency (DTRA).

Ini adalah badan militer Amerika untuk melawan ancaman senjata pemusnah massal termasuk senjata kimia dan biologi.

Inovio juga beberapa tahun silam, tepatnya 22 September 2015, ternyata didanai sebesar USD 45 juta oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).

DARPA adalah badan militer Amerika yang mendanai banyak lembaga untuk tujuan pertahanan.

DARPA secara terbuka dalam publikasi menyambut HUT ke-60 mengungkapkan perhatian terhadap ancaman senjata biologi.

 

4. Sahamnya moncer


Saham Inovio diketahui sahamnya melesat tinggi karena pandemi virus corona.

Marketwatch mencatat grafik kenaikan harga saham Inovio dalam 3 bulan terakhir sejak merebak pandemi virus Corona.

Sahamnya naik ketika CEPI menggelontorkan duit USD 9 juta untuk riset corona.

Harga sahamnya mencapai puncak pada 6 Maret 2020 yaitu USD 14 perlembar ketika Inovio pada 3 Maret mengumumkan akan melakukan uji klikik virus Corona pada bulan April.

Pada 12 Maret 2020, Bill Gates langsung menyuntik duit USD 5 Juta supaya Inovio makin cepat menuntaskan vaksin virus Corona.
baca keseluruhan - Fakta Soal Inovio yang Didanai Bill Gates untuk Bikin Vaksin Corona

Rabu, 15 April 2020

Istri Bill Gates Bicara Harga Calon Vaksin Corona

Melinda Gates turut aktif bersama suaminya, Bill Gates, di yayasan Bill & Melinda Gates Foundation. 

Seperti suaminya, Melinda pun memikirkan bagaimana cara mengatasi pandemi virus Corona yang merepotkan banyak negara.

Salah satu keluarga terkaya di dunia itu aktif memberi dukungan dana ke beberapa perusahaan yang sedang membuat calon vaksin COVID-19 dan juga mengaku siap membuat pabriknya.

Nah satu pertanyaan kadang muncul, berapa harganya jika nanti sudah jadi?

"Kita harus memastikan vaksin ini harganya sangat rendah dan ada dana untuk membelinya bagi setiap orang, apakah Anda berada di negara berpendapatan rendah, menengah atau tinggi. 

Dan itu bisa dilakukan," jawab Melinda dalam wawancara dengan Business Insider.

"Tapi kita juga harus mendistribusikan dengan amat hati-hati. Orang paling pertama yang butuh memperoleh vaksin ini adalah pekerja kesehatan karena jika Anda bisa menjaga mereka aman, mereka bisa terus menjaga yang lain aman," sebutnya.

"Kemudian Anda perlu mendistribusikannya pada orang yang paling rentan. Mereka punya kondisi kesehatan bawaan. 

Dan dari situ, Anda bisa mendistribusikannya ke seluruh masyarakat," sambung ibu tiga anak ini.

Sebelumnya dalam wawancara terpisah, sang suami memprediksi perawatan terapi untuk penderita corona akan mulai tersedia dalam 6 bulan. 

Akan tetapi dibutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk mengembangkan vaksin aman dan efektif mencegah COVID-19.

"Ada pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," cetus Bill Gates.

Moderna ataupun CureVac adalah nama perusahaan vaksin. Menyuntikkan 'messenger RNA' ke dalam jaringan manusia akan membuatnya tumbuh di dalam tubuh, sehingga akan memicu respons imun tanpa harus sepenuhnya menginfeksi seseorang dengan virus.

"Dan jika semuanya berjalan secara sempurna dengan pendekatan RNA, kita bisa mengalahkan waktu 18 bulan itu," lanjutnya. 

Dengan kata lain, tetap ada kemungkinan vaksin Corona sudah ada sebelum kurun waktu 1,5 tahun itu.
baca keseluruhan - Istri Bill Gates Bicara Harga Calon Vaksin Corona

Bill Gates Beberkan Calon Vaksin Corona

Salah satu pihak yang getol mengembangkan vaksin virus corona adalah Bill Gates, di mana dia mendanai berbagai perusahaan untuk menemukan obat COVID-19. 

Sang pendiri Microsoft pun membeberkan seperti apa kira-kira vaksin itu nantinya.

Dalam wawancara baru-baru ini Gates memprediksi perawatan terapi untuk penderita corona akan mulai tersedia dalam 6 bulan. 

Akan tetapi dibutuhkan waktu sedikitnya 18 bulan untuk mengembangkan vaksin aman dan efektif mencegah COVID-19.

"Ada pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," cetusnya.

Moderna ataupun CureVac adalah nama perusahaan vaksin. Menyuntikkan 'messenger RNA' ke dalam jaringan manusia akan membuatnya tumbuh di dalam tubuh, sehingga akan memicu respons imun tanpa harus sepenuhnya menginfeksi seseorang dengan virus.

"Dan jika semuanya berjalan secara sempurna dengan pendekatan RNA, kita bisa mengalahkan waktu 18 bulan itu," lanjutnya. 

Dengan kata lain, tetap ada kemungkinan vaksin Corona sudah ada sebelum kurun waktu 1,5 tahun itu.

Namun demikian, Gates memperingatkan bahwa vaksin bukanlah solusi sempurna, tetap ada kelemahannya. Hal itu berlaku terutama bagi pasien yang berusia tua.

"Kami tidak ingin menciptakan harapan yang tidak realistis. Kemanjuran vaksin bagi orang lebih tua selalu merupakan tantangan besar," begitu papar dia, seperti dikutip dari CNBC.

"Vaksin flu saja tidak begitu efektif bagi orang tua. Kebanyakan manfaat datang dari orang-orang lebih muda yang tidak menyebarkannya karena mereka telah divaksin," tambahnya.

Sebelumnya, Gates menyatakan siap membangun pabrik untuk memproduksi vaksin Corona yang aman secara massal. 

Menurutnya, tidak akan efektif jika vaksin corona ditemukan tapi tidak tersedia secara luas.
baca keseluruhan - Bill Gates Beberkan Calon Vaksin Corona

Vaksin Corona yang Didukung Bill Gates Mulai Diuji ke Manusia

Dana besar dikucurkan Bill Gates untuk membantu pengembangan vaksin virus corona COVID-19 yang sampai saat ini belum ada obatnya. 

Kabar gembiranya adalah, calon vaksin yang didukung Bill Gates segera diuji coba ke manusia.

Perusahaan bio teknologi asal Pennsylvania bernama Inovio Pharmacy adalah salah satu yang berupaya menemukan vaksin corona yang efektif dan aman. 

Mereka telah menerima pendanaan dari yayasan kemanusiaan Bill Gates, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.

Inovio menyatakan sudah mendapatkan izin dari Food and Drug Administration (FDA) untuk menguji coba vaksin buatannya ke 40 relawan sehat di Philadelphia dan Kansas City. 

Dosis pertama eksperimen vaksin bernama INI-4800 itu segera disuntik pada mereka.

Ini merupakan langkah pertama untuk melihat apakah vaksin bersangkutan cukup aman untuk tes dalam skala lebih besar. 

Meskipun semua berjalan lancar, masih dibutuhkan waktu setidaknya setahun sampai vaksin tersebut tersedia secara luas. Paling tidak, segala upaya telah dikerahkan.

Vaksin tersebut memakai pendekatan DNA, menggunakan bagian kode genetis dari virus Corona yang disuntikkan ke pasien sehingga sel mereka bisa memproduksi antibodi tertentu untuk melawan infeksi.

Inovio telah mulai merekrut relawan dan uji coba dilakukan di University of Pennsylvania serta Perelman School of Medicine and the Center for Pharmaceutical Research di Kansas City.

Setiap relawan akan diberi dua dosis vaksin sekali dalam empat minggu. 

Hasil apakah aman atau tidak diharapkan segera diketahui dan akan dilakukan studi lanjutan untuk mengetahui keampuhannya.

Inovio menyatakan mampu bekerja cepat karena dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation. 

Sebelumnya, sang pendiri Microsoft telah menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan dan produksi kandidat vaksin yang terbukti aman dan ampuh melibas COVID-19.
 
"Karena yayasan kami memiliki keahlian mendalam terkait penyakit menular, kami telah memikirkan epidemi, kami mendanai beberapa hal untuk lebih siap, seperti upaya (menciptakan-red) vaksin," ujar Gates.
baca keseluruhan - Vaksin Corona yang Didukung Bill Gates Mulai Diuji ke Manusia

    Twitter Bird on The Tree by Tutorial Blogspot

    iklan from adsense